11 Komentar

Sunda Wiwitan di Sekitar Supervolcano Sunda Purba hingga Krakatoa

OPINI

Sunda Wiwitan di Sekitar Supervolcano Sunda Purba hingga Krakatoa

Oleh Ahmad Yanuana Samantho, S.IP, MA (Akademisi & Peneliti Sejarah, Filsafat, Budaya-Peradaban dan Agama-Agama) pada hari Selasa, 23 Feb 2016 – 17:01:00 WIB |  0 Komentar

Ahmad Yanuana Samantho, S.IP, MA (Akademisi & Peneliti Sejarah, Filsafat, Budaya-Peradaban dan Agama-Agama) (Sumber foto : Istimewa)

Situs Desa Gunung Padang, di Campaka Cianjur

Gunung Sunda Purba sendiri pernah meletus serta menjadi tiga gunung anakan Gn Burangrang, Gn Tangkubanperahu dan Gn Bukit Tunggul. Puncaknya ada di atas Gn Tangkubanperahu dengan perkiraan ketinggina sampai 4.000 mdpl. Konon letusannya membuka Sanghyang Tikoro, sehingga Danau Purba Bandung menjadi daratan.

Nama Gn. Sunda Purba pun adalah bahasa lokal yang sama dengan penulisan geologist jaman pertengahan yang memperkirakan Sundaland (Paparan Sunda) berdiri di atas Sunda Plate (Lempeng Sunda tektonis). Douwess Dekker lah yang merubah nama Sundaland menjadi Nusantara, sehingga orang Malaysia pun sekarang merasa menjadi orang Nusantara. Bahkan mereka merasa sebagai sebuah kekaisaran (lebih tinggi dari kerajaan dan negara) dengan nama Kekaisaran Sunda Nusantara, berkedudukan di Kuala Lumpur.

Penemuan-penemuan baru piramida di Indonesia bahkan cukup menakutkan kelompok tertentu yang seolah akan mengembalikan keberadaan agama Sunda Wiwitan. Ini pendapat-pendapat dari masing-masing sumber, bukan saya, dan mohon maaf, hanya sekedar sharing bacaan.

Orang Pasundan merasa Sunda bukanlah etnis rakyat di Jawa Barat melainkan orang-orang se-Paparan Sunda yang berkumpul di pusat peradaban. Agama yang dianutnya pun adalah Sunda Wiwitan. Beberapa penganut Kejawen mengakui Sunda Wiwitan sebagai sumber “ke-jawa-an”, di mana agama Sunda yang monotheisme adalah ajaran Islam dari Brahma (Abhram menurut Taurat, Abraham menurut Injil dan Ibrahim menurut Quran), serta ajaran-ajaran sebelum Brahma (mungkin ajaran Islam sejak Nabi Adam as), di mana ajaran yang diusung adalah garis Habil dengan musuh ajaran Qabil.

Gunuung Krakatoa berkali-kali meletus dahsyat (dan diduga menjadi salah satu penyebab bencana besar katastopik yang memusnahkan peradaban Atlantis Nusantara dengan banjir dan Gempa serta Letusan Vulkanik raksasa menurut Santos, dan lokasinya dekat dengan suku Kanekes Banten (Baduy), yang sangat mempertahankan Agama Sunda Wiwitan dan mengaku bahwa Nabi panutan mereka adalah langsung Nabi Adam as.

Sunda Wiwitan yang berkembang dan disempurnakan oleh ajaran Al-Quran menjadi agama yang menurut faham Kejawen adalah Manunggaling Kawula Gusti yaitu bersatunya hamba dengan Tuhan-nya. Perspektif ajaran Kejawen berdimensi tasawuf percampuran antara kebudayaan Jawa, Hindu, dan Budha yang dianggap orang kurang menghargai aspek fiqh syariat dengan hukum-hukum agama Islam, alasannya adalah bahwa penyebar agama Islam pada waktu itu lebih mementingkan Islam diterima dahulu walau harus menyesuaikan dengan adat Jawa. Kejawen sendiri bukanlah berasal dari kata Jawa, melainkan dari “jawi” atau bermakna kesederhanaan. Tetapi orang Jawa sudah menggunakan atau memakai gelar “Sayidina Panatagama”, “Khalifatullah”, “Ajaran agama ageming aji” (perhiasan) untuk raja-raja Jawa, karena raja adalah dianggap wakil Allah di dunia.

Kitab Mahabarata dan Ramayana serta takwil Al-Qur’an merupakan sumber inspirasi ajaran Kejawen yang mengandung ajaran moral dan karakter prilaku tuntunan hidup dengan pola pemahaman kajian pikiran Jawa yang lebih terfokus pada aspek indra batin dan prilaku batin. Strategi pendekatan Kejawen adalah mencari pendekatan (taqorub) kepada Tuhan bahkan selalu ingin menyatu dengan Tuhan (Manunggaling Kawula Gusti) dan analisanya bersifat batiniah.

Sunda Wiwitan di Jawa Barat menjadi agama Sunda yang cenderung melengkapinya dengan ajaran Al-Quran al-Karim dalam bentuk tajalli (manifestasi Ilahiyah) dan Nga-Hyang (Fana Fillah), mirip dengan kejawen, tetapi tetap melaksanakan syariat secara hakiki. Penyatuan diri dengan Allah secara fisikal adalah tidak mungkin karena manusia berbeda zat dengan Allah, tetapi manusia harus mampu mencapai dimensi maqomat ketuhanan sesuai kemampuan akalnya. Maka secara tasawuf, tajalli adalah menyatukan diri kepada penampakan Diri Tuhan yang bersifat absolut dalam bentuk alam yang bersifat terbatas.

Istilah ini berasal dari kata tajalla atau yatajalla, yang artinya “menyatakan/mewujudkan diri”. Tidak mengherankan, pada 1576M, Raja Sunda Galuh (atau dikenal dengan raja Pakuan Pajajaran karena berkantor di Pakuwuan yang berjajar, yaitu Prabu Siliwangi (Sribaduga Maharaja, karena raja adalah mandataris dari board of director raja-raja dari trias politica pemerintahan Paparan Sunda ala kearifan lokal: Tri Tantu di Buana ) lebih suka mengalah dan menghilang (raib atau tilem/fana/moksa) ketimbang harus berperang sesama bangsa yang dikepalai oleh panglima-panglima Gujarat dan China yang menjadi wakil Kerajaan Demak, Cirebon, Bali dan Banten. Hal yang sama juga terjadi kepada raja majapahit terakhir: Prabu Brawijaya V, yang memilih moksa di Gunung Lawu (lokasi Candi Cetho dan Sukuh) ketimbang terus mempertahankan kekuasaan politiknya yang diperebutkan kalangan istananya dan keluarganya.

Oleh sebagian kalangan Islam kaum santri Indonesia berwarna Islam Saudi Arabia yang literal-harfiyah (Wahabiyin), konsep penyatuan manusia dengan Tuhan dalam Kejawen dan agama Sunda dianggap mengarah kepada penyekutuan Tuhan atau prilaku Syirik. Anehnya banyak ahli-ahli spiritual Islam Timur Tengah (juga Persia) bahkan banyak belajar kepada agama Islam Sunda ini. Apakah karena pola pikir tasawuf Jawa/Sunda/Nusantara pada waktu itu sudah lebih maju ketimbang tasawuf Arab? Di mana Nabi Muhammad SAW sendiri melaksanakan tingkat-tingkat di atas syariat seperti tarekat, hakekat dan marifat.

Kemudian untuk menjadi marifatullah seseorang harus mengikuti sunnah Rasul dalam sifat siddiq, amanah, tabligh dan fatonah? Memang ajaran tasawuf Islam (Islamic Mysticism) itu lebih leluasa berkembang di kalangan para pengkikut Ahlu Bayt Nabi (baik dari kalangan Syiah pada khususnya maupun kalangan Sunni pada umumnya, Di pulau Jawa (Jawa Barat & Jawa Timur), kita mengenal tokoh Syekh Siti Jenar yang mengajarkan kesederhanaan hidup, ketulusan-kejujuran dan penyatuan diri dengan kehendak Tuhan YME (Manunggaling Kawulo lan Gusti) serta “Hamemayu Hayuning Bawono” (Rahmatan lil Alamin, dalam bahasa al-Qur’an).

Dari sudut pandang Tasawuf, gambar relief-relief dan pesan moral di Candi Borobudur yang merupakan peninggalan kerajaan Budha, itu pun ternyata dapat dipahami dan sangat sejalan dengan pola suluk (perjalanan) dan pembinaan spiritual dalam tasawuf, meneuju kesempurnaan tauhid dan makrifatullah. Begitu juga di Jawa barat telahdiketemukan Komplek Candi Jiwa di Batu Jaya Karawang yang merupakan peninggalan Kerajan Budha-Hinddu (?) Taruma Negara. Dan kerajaan Sunda sebelumnya.

Masih banyak warisan ajaran mulia dari para leluhur nusantara, khususnya dari Sunda Wiwitan maupun Kejawen serta masukan dari berbagai agama dan tradisi suci yang pernah tumbuh dan masih hidup di Nusantara ini yang masih sangat relevan dan perlu digali lebih dalam lagi serta dididikan kepada para putra bangsa Nusantara karena akan bermanfaat bagi kebangkitan spiritual dunia di millenium ketiga ini, di mana Nusantara pada umumnya dan urang Bogor (Sunda) pada khususnya, akan berperan penting dan strategis dalam proses maha hebat di akhir zaman ini, sebagaimana diramalkan dalam Uga Wangsit Prabu Siliwangi, atau ramalan Pandita Ronggowarsito tentang Satrio Piningit Sinihan Wahyu yang akan menjadi atau menengakkan Sistem Pemerintahan Ratu Adil di akhir zaman ini, serta ramalan atau prediksi para pujangga waskita lainnya. Dalam hal ini, saya rasa para budayawan, sesepuh dan para cendikiawan ilmuwan lain yang hadir di sini mungkin lebih tahu dan lebih paham daripada saya yang baru belajar ini.

Salah satu tokoh Budaya Sunda, yang sudah meninggalkan kita belum lama ini, yaitu almarhum Abah Hidayat Suryalaga, dari Bandung, pernah memberikan beberapa copy bukunya yang belum diterbitkan kepada saya para ahli yang kompeten yang dihimpunnya. Team Andi Arif ini mengumumkan telah menemukan lagi 3 Piramida atau Candi Punden Berundak di Garut, dan telah menemukan beberapa situs yang diduga Piramida Klotok di Jawa Tengah dan di Jawa Timur, serta situs bekas kota tenggelam di Laut Selatan Provinsi Banten (berita tentang hal ini dapat dilihat di Blog Bayt al-Hikmah Institute atau Blog Atlantis Sunda yang saya kelola), atau di berbagai media online lainnya.

Berbagai kelompok pegiat dan peneliti sejarah budaya dan Peradaban Nusantara Kuno ini, pun tumbuh semakin banyak, dan semakin aktif kegiatannya. Termasuk Kelompok peneliti dari Australia yang dipimpin oleh Hans Berekoven dengan Kapal beradar sonar bawah laut bernama Southern Sun, Atlantis Sunda Archaelogical Research Project yang telah berusaha mengajak LIPI dan Bakorsurtanal untuk meneliti sisa-sisa keberadaan Atlantis/lemuria di Perairan Laut Jawa dan sekitarnya.(bersambung)

Disclaimer : Kanal opini adalah media warga. Setiap opini di kanal ini menjadi tanggung jawab penulis. Jika ada pihak yang berkeberatan atau merasa dirugikan dengan tulisan ini maka sesuai aturan pers bahwa pihak tersebut dapat memberikan hak jawabnya kepada penulis Opini dan Redaksi akan menayangkan tulisan tersebut secara berimbang.

http://www.teropongsenayan.com/31870-sunda-wiwitan-di-sekitar-supervolcano-sunda-purba-hingga-krakatoa?fbclid=IwAR2E3UQnN1ykhKQgFdYVyD15GzZRTxYkELyjw0CB59cSfgh4eB0Aolg1uBw#.XE5u6BK-Fhg.facebook

http://www.teropongsenayan.com/31870-sunda-wiwitan-di-sekitar-supervolcano-sunda-purba-hingga-krakatoa?fbclid=IwAR2E3UQnN1ykhKQgFdYVyD15GzZRTxYkELyjw0CB59cSfgh4eB0Aolg1uBw#.XE5u6BK-Fhg.facebook

Iklan

11 comments on “Sunda Wiwitan di Sekitar Supervolcano Sunda Purba hingga Krakatoa

  1. satrio piningit ronggowarsito itu sama dgn bocah angon sunan bonang & sinatria pasundan prabu rakeyan darmasiksa, artinya hanya 1 org yg sifatnya msh makhluk (manusia).

    beda dengan uga prabu siliwangi itu ada 3 org : budak angon, budak janggotan & ratu adil. ketiga ini disebutnya uga (waruga gusti pangeran) yg sifatnya bkn makhluk tapi raga tuhan yg bisa bertemu dgn makhluk (manusia).

    uga (mahatunggal) ini yg disebut oleh para sepuh merah dalima (meunang rahasia dal-lima/kulhu/surat al-ikhlas) nya eta lam yalid tdk beranak yaitu seorang anak yg disebut maharaja (budak angon) wa lam yuulad tdk diperanakkan yaitu orang tua sepasang suami istri yg disebut budak janggotan (mahagusti) & ratu adil (maharatu).

    tanpa uga tdk akan pernah bisa bertemu dgn (raga/fisik) tuhan sampai kapanpun.

    • aslina gusti mah moal bisa katempo zahirna saking ku agungna tapi daek teu daek (mau tdk mau), suka tdk suka kudu aya zahir (wujud fisik) gusti meh bisa panggih wajah ketemu wajah, pan dina asmaul husna ge aya az-zahir selain al-bathin.

      da lamun dijabarkeun mah uga sbg wujud gusti nya eta :
      1. gusti lain jelema (makhluk), matak leuwih ti saurang (hiji) nya eta aya tiluan : mahagusti, maharatu, maharaja.
      2. gusti lain lalaki, matak aya awewe nya eta maharatu.
      3. gusti lain awewe, matak aya lalaki nya eta mahagusti.
      4. gusti lain anak, matak aya kolot (org tua/suami-istri) nya eta mahagusti & maharatu.
      5. gusti lain kolot, matak aya anak nya eta maharaja.

    • satria piningit aslina mah nya eta mahagusti nu berubah (bertransformasi) jadi uga.

      kunaon satria piningit berubah jadi uga? sabab lamun ieu alam (peradaban) msh tetep dipimpin ku manusia nu sifatna msh makhluk, angger tungtungna peradabanna down (bubar, leungit dll) atuh sarua2 keneh jeung peradaban nabi adam, peradaban nabi sulaiman, peradaban pajajaran dll nepi jaman ayeuna nu tungtungna peradabanna runtuh.

      kunaon peradaban sehebat/sekuat/sebesar apapun runtuh, rek dijieun ku para nabi, para wali jeung para sepuh ge angger we runtuh? sabab euweuh saurang pun nu panggih jeung fisik tuhan (wujud fisik gusti), panggihna saukur nempo tabir, lain wajah ketemu wajah.

      pan dina hadis isra miraj ge dijelaskeun bahwa nabi muhamad panggih jeung gusti wujudna msh tabir nu jarakna satumbak.

      • kunaon mahagusti (budak janggotan) nu dijadikeun wujud fisik gusti? sabab budak janggotan ieu nu pertama panggih (nembus tabir), matak ahirna gusti “nginjeum awak” budak janggotan jd wujud fisik-Na.

        tapi lamun saurang mah budak janggotan wungkul moal mungkin sabab ke disangkana bahwa gusti teh jelema matak ahirna istrina budak janggotan (maharatu) jeung anakna (maharaja) dijadikeun wujud fisik gusti disebutna uga (mahatunggal).

      • pajajaran anyar nu disebut di uga wangsit siliwangi teh nya eta peradaban uga (alam uga/alam gusti/alam tuhan).

        pajajaran heubeul nu dipimpin ku prabu siliwangi geus teu bisa dibandingkeun jeung pajajaran anyar nu dipimpin langsung ku uga.

        alam uga mah disebutna ge alam surgana surga. naon bedana jeung alam surga? alam surga mah can dipimpin ku uga, can babarengan jeung uga, matak kenikmatanna can muncak sabab puncakna kenikmatan teh pan panggih jeung gusti, panggih jeung uga.

        tah di alam uga (pajajaran anyar) mah lain panggih deui tapi babarengan jeung uga ngabentuk peradaban uga.

      • pajajaran anyar (alam uga) dibukana ku uga (mahagusti) langsung make sahadat sunda.

        sahadat sunda :
        – saha dat?
        – sunda (ingsun dat), aing dat, kami dat

        sahadat sunda ieu ngan bisa diucapkeun ku uga wungkul, ku batur mah moal bisa.

        loba pisan nu ngaku2 satria piningit (bocah angon) mah tapi euweuh nu bisa ngaku2 uga mah kecuali uga na sorangan. ugana wae ripuh rek ngaku uga komo lain uga, moal kuat jeung moal bisa ngaku2 uga mah.

        jang umat mah makena sahadat uga nya eta “tdk ada tuhan selain uga, dan tdk ada jalan utk bertemu uga kecuali melalui siliwangi (minustime)”.

      • minustime (siliwangi) di dieu nya eta cara hirup masyarakat dimana jelema digaji saacan gawe, dibere gaji ayeuna jang gawe isukan.

        kunaon can gawe geus digaji? meh tenang teu mikir dahar jang isuk, jadi asah, asih, asuhna jalan, wangina muncul.

        pan alam uga mah alam gusti nu disebut alam nu “lebih dekat dari urat nadi” ibaratna can indit geus nepi, can panggih geus panggih, realitana mah can gawe geus digaji, matak disebutna minustime (waktu t<0).

        pan ku tenang mah, beuki kaasah logikna, beuki kaasih rasana, beuki kaasuh ragana, jd beuki wangi jatidiri/perilaku-na, tungtungna bisa nepi kaugana, panggih jeung ugana (panggih jeung gusti pangerana).

        ku minustime mah teu kudu ninggalkeun profesina jang manggihan uga, justru manggih ugana lewat profesina masing2.

        matak ku minustime mah jelema beuki pinter, beuki ahli, beuki alus perilakuna, beuki muncul jatidiri/karakter-na, tungtungna bisa panggih jeung ugana.

      • gambaran pajajaran anyar (peradaban uga) :

        – fisik jelema : lalaki beuki ganteng, awewena beuki geulis
        – umur jelema : beuki ngora lain beuki kolot, jeung moal maot.
        – kenikmatan (rasa nikmat) : beuki nambah terus, dahar beuki nikmat, minum beuki nikmat, jima beuki nikmat dll, geus euweuh rasa bosen.
        – teknologi : komunikasi euweuh loading, transportasi kecepatanna leuwih gancang ti cahaya malah beuki gancang, energi beuki nambah lain ngurangan dll
        – materi/benda : beuki alus lain beuki rapuh
        – uang : koin emas gambar wajah mahagusti, maharatu, maharaja & logo uga.

      • saha nu disebut uga?
        aya 3 nya eta :
        1. mahagusti nya eta thorik gunara
        2. maharatu nya eta salamatunnisa (istri thorik gunara)
        3. maharaja nya eta king azima (anak ke-6 dari thorik gunara & salamatunnisa). king azima adlh satu2nya anak lelaki dari 7 bersaudara.

        nu 6 anak awewena apa masuk uga? henteu, sabab uga mah ngan 3 teu bisa leuwih teu bisa kurang.

        terus nu 6 anak awewe ieu disebutna naon? maharani.
        maharani nya eta anak awewe ti mahagusti & maharatu tapi teu asup kana uga.

        saha wae maharani?
        1. bilqis dzahabiyyah (anak ka-1)
        2. dzirwatus sanam (anak ka-2)
        3. sabila al-fauziyah (anak ka-3)
        4. nafisa abida (anak ka-4)
        5. fadhilatu alfafa (anak ka-5)
        6. quin adila (anak ka-7)

      • apa peradaban uga geus mulai? udah ti taun 2012 yg dikomandoi ku langit natakusuma & fahmi.

        persiapanna dilakukan secara internasional krn peradaban uga bkn hanya sanegara tapi seluruh dunia.

        naon cirina peradaban uga geus aya? dirubahna uang bi jadi uang nkri, ieu tahap awal. euweuh nu bisa ngarubah uang bi jd uang nkri kecuali ku peradaban uga.

      • Di alam uga (pajajaran anyar) disebutna sawargana sawarga (surgana surga) sabab di alam uga ieu jatidiri jeung hawanafsu muncul duanana.

        Jatidiri jang manggihan uga, hawanafsu jang babarengan uga.

        jatidiri puncakna panggih jeung ugana (tuhannya) lamun hawanafsu melampaui puncak jatidiri (melampaui panggih) matak bisa babarengan jeung ugana.

        Jatidiri mah jang nambah terus alus perilakuna (makin alus secara terus menerus tekad, ucap jeung lampahna).

        hawanafsu mah jang nambah terus rasa kanikmatan (makin nambah secara terus menerus rasa nikmat makan, nikmat minum, nikmat jima dll).

        Naraka simbol hawanafsu, lamun surga simbol jatidiri. Naraka simbol api (panas), lamun surga simbol cai (tiis).

        Naraka lamun ditingali ku logik biner mah goreng tapi lamun ditingali ku logik minustime mah alus.

        ibarat hirup mun hawana tiis terus (tiis) euweuh panonpoe (panas) moal ngeunah hirupna.

        ibarat dahar teu make sambel/saos (panas) kurang muncul nafsu makanna.

        eta nu disebut surgana surga nya eta ngahijina surga jeung naraka, ngahijina tiis jeung panas, ngahijina jatidiri jeung hawanafsu, ngahijina perilaku nu makin alus jeung rasa nikmat nu makin nambah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Atlantis in the Java Sea

A scientific effort to match Plato’s narrative location for Atlantis

Sembrani

Membahas Isu Penting bagi Anak Bangsa, Berbagi Ide, dan Saling Cinta

Nurul Wirda

0812-8267-9182

aawanto

The greatest WordPress.com site in all the land!

Covert Geopolitics

Beyond the Smoke & Mirrors

Catatan Harta Amanah Soekarno

as good as possible for as many as possible

Modesty - Women Terrace

My Mind in Words and Pictures

Kanzunqalam's Blog

AKAL tanpa WAHYU, akan berbuah, IMAN tanpa ILMU

Cahayapelangi

Cakrawala, menapaki kehidupan nusantara & dunia

religiku

hacking the religion

SANGKAN PARANING DUMADI

Just another WordPress.com site

WordPress.com

WordPress.com is the best place for your personal blog or business site.

%d blogger menyukai ini: