Meninggalkan komentar

Majapahit runtuh bukan sebab serangan Demak

Gerbang Trowulan MajapahitMajapahit runtuh bukan sebab serangan Demak, Majapahit runtuh sebab konflik internal di pusat kekuasaan sejak meninggalnya Prabhu Hayam Wuruk. Majapahit runtuh sebab adanya perang saudara yang berkepanjangan yang dimulai dari perang Paregreg.

Perhatikan ungkapan di bawah ini :
Raden Patah akan dianggap sebagai anak yang durhaka dan tak tahu balas budi. Sudah diberi kekuasaan, malah menikam ayahandanya sendiri dari belakang. Ia menyerang dan menghancurkan kerajaan Majapahit.
Fakta sejarah ini sebenarnya tidak didukung oleh bukti-bukti yang akurat. Fakta sejarah ini, terutama dicatat dalam naskah Darmogandul dengan tema Sabdopalon. Dikisahkan, Raden Patah dengan kerajaan barunya, yaitu Kerajaan Demak, menyerang Kerajaan Majapahit yang notabene dipimpin oleh ayah kandungnya sendiri, Bhre Kertabhumi (Brawijaya V).

Continue Reading »

Meninggalkan komentar

Undang Seminar Riset Situs Gunung Padang dan Situs Goblegi Tepe Turki

1_leaflet_eng

Seminar 24 Maret 2015 di Gd.10 Kampus LIPI Jl.Sangkuriang Bandung Bukti Kebudayaan Hilang dari Zaman Es Terakhir: Studi Banding Situs Gobekli Tepe, Turki dan Gunung Padang Jawa Barat: Pelajaran apa yang dapat kita petik?

Pendahuluan

Situs Gunung Padang walaupun sudah diketahui sejak tahun 1800-an dan mulai diteliti dan dipugar dalam masa pemerintah Indonesia sejak tahun 1980, namun baru sejak empat tahun terakhir menjadi situs cagar budaya yang paling mendapat perhatian dari berbagai kalangan masyarakat Indonesia dan internasional.

Pengunjung wisata yang sebelumnya sedikit, hanya puluhan orang setiap minggu, tiba-tiba membludak menjadi ribuan, bahkan bisa melebihi jumlah pengunjung yang datang ke Candi Borobudur, ikon budaya Indonesia yang paling terkenal.

Perubahan drastis ini terjadi setelah sekelompok peneliti yang tergabung di Tim Terpadu Riset Mandiri (TTRM) memulai survey-nya di tahun 2011 dan ‘membocorkan’ hasilnya secara bertahap kepada masyarakat umum bahwa situs megalitik ini tidak sesederhana yang dipercayai sebelumnya tapi jauh lebih kompleks, megah dan besar berdasarkan berbagai survey pemindaian bawah permukaan dan pengambilan sampel bor yang memperlihatkan sebagian besar badan bangunan situs ternyata tertimbun di bawah tanah dan/atau tersembunyikan dibalik pohon-pohon dan semak belukar yang menutup bukit.

Lebih heboh lagi, setelah dilakukan uji penentuan umur lapisan bangunan batu ternyata perkiraan umurnya sangat fantastis bahwa bangunan situs Gunung Padang dibangun sejak Zaman Es dan kemudian dibangun kembali beberapakali selama Zaman Holocene.

Ide ini bertentangan dengan keyakinan orang selama puluhan tahun bahwa pada Zaman Es budaya manusia masih sangat primitif, hidup hanya dari berburu belum mengenal bertani, beternak, dan bermasyarakat, apalagi mempunyai kemampuan untuk membuat bangunan besar yang tidak sederhana. Dogma ini bukan hanya berlaku di Indonesia yang baru mengenal sejarah tulisan setelah 400 tahun Masehi tapi juga di seluruh dunia, karena peradaban maju tertua yang diketahui dunia baru muncul sejak 9000 tahun lalu (7000 tahun SM), yaitu Bangsa Sumeria di Mesopotamia.

10922420_321562201366289_4171680221430727428_nOleh karena itu temuan baru di Gunung Padang bisa menjadi terobosan dalam sejarah manusia dan ilmu pengetahuan yang akan merubah cara pandang kita tentang masa silam. Apabila benar bahwa peradaban maju sudah mulai ada sejak Zaman Es maka pertanyaan selanjutnya: tidak mungkin jejaknya hanya di Gunung Padang. Perlu dilakukan penelusuran lebih lanjut dan studi banding tidak hanya di Indonesia tapi di seluruh dunia.

Situs bangunan besar lain dari Zaman Es yang sudah diakui oleh dunia ilmu pengetahuan “mainstream” adalah Situs Göbekli Tepe di Anatolia Selatan, Turki. Göbekli Tepe yang lokasinya berada di dekat kelahiran Nabi Ibrahim dibangun 11.600 tahun lalu.

Seperti kasus Gunung Padang, fakta ini juga menjadi enigma yang sukar dijelaskan oleh ilmu pengetahuan kita tentang sejarah peradaban manusia. Oleh karena itu sangat menarik dan berguna apabila kasus Gunung Padang dibahas bersama-sama dengan Göbekli Tepe untuk melihat persamaan, perbedaan, dan kemungkinan keterkaitannya dalam berbagai hal.

Apresiasi dan pengakuan pemerintah serta masyarakat terlihat dari banyaknya kunjungan dari berbagai kalangan peneliti, akademisi, para pemerhati, masyarakat umum, dan para pejabat pemerintah terkait mulai dari para pemimpin pemerintah daerah, para menteri, kalangan Pimpinan TNI RI, dan Presiden SBY sendiri yang berkunjung pada tanggal 27 Februari 2014. Pengakuan legal terlihat dari dikeluarkannya Keputusan Gubernur Jawa Barat Nomor 430.05/Kep.1578- Disparbud/2013 dan 430.05/Kep.1579-Disparbud/2013 dan revisinya, yaitu: Keputusan Gubernur Jawa Barat Nomor 430.05/Kep.302-Disparbud/2014 dan 430.05/Kep.303-Disparbud/2014; Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 023/M/2014 pada bulan Februari 2014 yang menaikkan status Gunung Padang menjadi Situs Cagar Budaya Nasional dan menjadikan luas bangunan situs yang tadinya hanya 1/3 ha menjadi seluas 29 ha;

Dibentuk Tim Nasional Pelestarian dan Pengelolaan Situs Gunung Padang yang ditetapkan oleh Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No.225/P/2014 pada tanggal 8 Agustus 2014 yang anggautanya adalah TTRM ditambah para ahli dari berbagai institusi dari seluruh Indonesia; dan terakhir adalah Peraturan Presiden No.148 Tahun 2014 tentang Pengembangan, Pelindungan, Penelitian, Pemanfaatan, Dan Pengelolaan Situs Gunung Padang yang ditetapkan pada tanggal 17 Oktober 2014. Jelas bahwa Situs Gunung Padang sudah menjadi aset Indonesia dan Dunia yang tidak bisa dipandang sebelah mata. Göbekli Tepe, Monumen Kuil Besar Berumur 11600 tahun (9600 SM) Oleh Andrew Collins Kemunculan tiba-tiba dari sebuah bangunan besar tempat pemujaan di pusat keagamaan seperti Göbekli Tepe di Anatolia tenggara kemungkinan besar merupakan respon terhadap sebuah bencana katastrofi yang kelihatannya diakibatkan oleh tumbukan komet yang terjadi sekitar 10.900 tahun SM – membuat dunia hancur selama ratusan tahun, dan memicu terjadinya zaman es kembali selama 1.300 tahun, dikenal sebagai perioda Younger Dryas.

Apakah Göbekli Tepe dibangun oleh penduduk setempat dengan bantuan dari elit kekuasaan yang datang dengan maksud agar para pendeta dapat mencegah kekuatan supranatural yang dianggap bertanggung jawab atas terjadinya bencana katastrofi tersebut? Apakah struktur situs yang mempunyai pola-pola arah kesejajaran yang presisi terhadap bintang-bintang utama dan jalur besar pemekaran dari Galaxy kita (“the Milky Way”) dimaksudkan agar mendapat akses cepat ke alam angkasa raya untuk tujuan ini? Apabila ide ini benar, apa yang dapat diceritakan tentang peranan Göbekli Tepe dalam sejarah kehidupan manusia, dan apakah ada hubungannya dengan Situs Gunung Padang yang kelihatannya dibangun pada masa yang sama? Pembicara juga menelusuri kemungkinan hubungan antara Gunung Padang dan kebudayaan obsidian Paleolithic-Mesolithic di wilayah cekungan Bandung, dan juga keyakinan asli setempat, seperti mitos bahwa penduduk pertama di Jawa turun dari langit, dikenal sebagai sang Dewi Tenun dan Dewa Anjing Merah. Tradisi keyakinan ini masih kuat sampai sekarang dalam komunitas orang Kalang yang banyak tersebar di Jawa Tengah dan Jawa Timur meskipun pada mulanya mereka hidup di tempat yang dekat dengan Gunung Padang di wilayah Bandung, Jawa Barat.

Apakah tradisi kuno ini menyiratkan kunci untuk memahami keyakinan dan karya-karya dari masyarakat kuno yang bertanggung jawab terhadap penciptaan monumen Gunung Padang, dan apakah dapat membantu menjelaskan pola kelurusan arah situs terhadap bagian timur kaldera Gunung Gede-Pangrango? Gunung Padang, Piramida Sundaland Oleh: Danny Hilman Natawidjaja Sejak 2011 ahli geologi Dr. Danny Hilman Natawidjaja dan tim (=Tim Katastrofi purba yang kemudian berkembang menjadi Tim Terpadu Riset Mandiri – TTRM) menduga bahwa bukit Gunung Padang merupakan bukit buatan manusia dan mulai melakukan eksplorasi dengan teknologi pemindaian mutakhir dalam bidang geologi dan geofisika termasuk metoda “Ground Penetrating radar (GPR) atau georadar, tomografi seismik, survey struktur resistivitas dan juga banyak penggalian langsung dan pengambilan sampel mata bor yang dalam. Survey yang intensif dan komprehensif memperlihatkan bahwa Gunung Padang adalah bangunan sangat besar dengan multi-lapisan artifisial dari blok-blok batu andesit, yang tidak hanya menempati bagian puncaknya saja tapi seluruh badan bukit; juga tidak hanya dipermukaan tapi sampai jauh di bawah permukaan; Terlihat juga bukti-bukti kuat dari keberadaan lorong dan ruang-ruang di bawah tanah.

Hasil studi penentuan umur absolut dengan metoda analisa umur karbon yang terkandung dalam tanah-tanah yang berada pada lapisan-lapisan batuan artifisial tersebut menunjukkan bahwa bangunan megalit ini jauh lebih tua dari yang diperkirakan sebelumnya. Struktur megalit termuda yang menempati permukaannya saja berumur sekitar 2500-3500 tahun. Analisa karbon dari Lapisan artifisial ke-dua yang hanya tertimbun satu sampai beberapa meter di bawah tanah memberikan perkiraan umur 6700 sampai 7000 tahun lalu (4700 sampai 5000 tahun SM).

Penentuan umur dari Lapisan ketiga pada kedalaman 5 sampai 15 meter memberikan umur lebih tua dari 9500 tahun lalu, namun hasil karbon dating dari beberapa sampel tanah diantara Lapisan ketiga masih mempunyai ketidakpastian besar yang berkisar dari 10000 sampai 28000 tahun lalu. Walaupun demikian, sudah dapat dikatakan bahwa Gunung Padang mulai dibangun sejak Zaman Es dimana leluhur kita diyakini masih primitif, hidup dengan berburu yang tentunya dianggap tidak mempunyai kemampuan teknis untuk membuat bangunan maju berskala besar.

Oleh karena dapat dipahami apabila temuan ini dianggap sebagai ‘ajaran sesat’ oleh kalangan umum ahli arkeologi. Pembicara juga akan mendiskusikan kasus Gunung Padang dari kacamata geologi, khususnya mengenai sebuah konsep baru bahwa bencana katastropik global dapat menghancurkan dan me“re-start” perkembangan populasi dan budaya manusia.

Fokus pembahasan adalah sejarah bumi sejak 20000 tahun terakhir, yaitu sejak puncak Zaman Es, ketika kemudian suhu bumi mulai memanas dan es mencair, menyebabkan muka air laut naik sekitar 130 meter sampai Mid Holosen (sekitar 7000 tahun lalu). Bencana katastrofi global diindikasikan kuat terjadi ketika masa Younger Dryas (YD) dari 12900 sampai 11600 tahun lalu. YD ditandai oleh turunnya suhu bumi secara drastis yang membuat bumi kembali membeku selama 1300 tahun, dan kemudian diakhiri oleh naiknya kembali suhu bumi secara tiba-tiba, melelehkan Es besar-besaran dan menaikkan airlaut dengan serentak sehingga membanjiri daratan. YD menandai akhir Zaman Pleistosen dan awal Holosen. ‘Sangat kebetulan’ menurut sejarah, awal perkembangan populasi dan peradaban manusia seperti yang kita kenal sekarang dimulai sejak awal Holosen alias setelah YD berakhir.

Jadi, misteri besarnya: Apakah peradaban dunia yang kita kenal sekarang adalah satu-satunya peradaban sejak munculnya manusia modern sekitar 195000 tahun lalu? Atau, Apakah lebih masuk akal untuk mencurigai bahwa populasi manusia dan budayanya pernah hampir musnah ketika YD dan kemudian mulai lagi berkembang? Apabila ide ini benar, apakah peristiwa ini berkaitan dengan sejarah nabi Nuh seperti diceritakan oleh kitab-kitab suci dari agama-agama besar di dunia? Dan apakah peristiwa ini juga yang dimaksud oleh banyak mitos-mitos diberbagai tempat diseluruh dunia tentang bencana katastrofi banjir besar? Dan terakhir, mungkinkah bencana ini juga yang memusnahkan Kerajaan Besar Atlantis yang dikisahkan oleh naskah Critias-nya Plato sudah hancur dan tenggelam oleh banjir besar sekitar 11600 tahun (9600 SM) ?

Budaya Megalitik dan Perkakas Obsidian di Kawasan Danau Bandung Purba dan Manusia Gua Pawon Oleh: Johan Arief Disekitar Danau Bandung pernah ada suatu masyarakat yang hidup pada jaman peralihan Mesolitik-Neolitik, sekitar 2500-1000 SM. Pada saat itu Danau bandung masih ada dan sedang menuju kepada kepunahannya. Bukti-bukti kehidupan mereka diwakili oleh temuan rangka manusia di Gua Pawon dan temuan-temuan artefak antara lain obsidian dan bangunan megalitik seperti menhir dan batu temu-gelang. Ras manusia Pawon diduga mirip dengan manusia Wajak dari Jawa timur yaitu campuran antara ras Mongoloid dan (proto) Australomelanesoid. Mereka adalah masyarakat pemburu-pemungut. Mereka tinggal di guha-guha untuk sementara waktu saja, selama mereka dalam pengembaraan mencari makanan. Dari segi religi ada kemungkinan mereka mempunyai konsep monoteisme, seperti yang diperlihatkan adanya penguburan rangka terlipat (flexed) dan disekitar rangka terdapat benda-benda kubur.

Sebaliknya, di luar kawasan mereka (manusia Pawon), hidup masyarakat lainnya dengan melakukan aktivitas pertanian secara sederhana tanpa sistim irigasi (mungkin berladang) dan salah satu tanaman yang mungkin mereka budi-dayakan adalah pisang. Bukti dari aktivitas pertanian mereka adalah temuan pecahan obsidian yang mana sumber dari obsidian tersebut kemungkinan berasal dari gunung Kendan, Cicalengka. Dari segi religi, mereka tampaknya menganut konsep paganisme yaitu dengan melakukan pemujaan terhadap benda-benda mati seperti batu dan matahari. BIOGRAFI PEMBICARA Pembicara Kunci, Bapak Dedy Mizwar adalah Wakil Gubernur Jawa Barat sejak tahun 2013 sampai sekarang. Sebelumnya produser, sutradara, dan aktor senior yang sangat kondang. Memperoleh banyak penghargaan dari FFI, diantaranya untuk Pemeran Utama dalam Film Sunan Kalijaga (1984), Naga Bonar (1987) dan Naga Bonar Jadi Dua (2007).

Pembicara Kunci, Bapak Dipo Alam adalah Mantan Sekretaris Kabinet (seskab) Republik Indonesia 2009-1014. Sebelumnya Mantan Ketua Mikro Ekonomi ini dipercaya oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sebagai Sekretaris Jenderal Organisasi negara-negara berkembang (Developing Countries) 8 atau D-8 pada tahun 2006, yang bermarkas di Istanbul, Turki.

Pendidikannya antara lain lulus Sarjana Kimia, Fakultas MIPA, Universitas Indonesia (1978), Master of Engineering Management, The George Washington University, USA (1983), Professional Degree, Industrial and Engineering Management The George Washington University, USA (1984), Doctor of Science, The George Washington University, USA (1989). Pembicara, Andrew Collins, adalah seorang wartawan dan penulis sejarah di Inggris.

Dia sudah menulis selusin buku yang menantang persepsi umum tentang masa lalu, diantaranya buku “The Ashes of Angels (1996)”, “Gateway to Atlantis (2000), “The Cygnus Mistery (2006), dan buku teranyarnya yaitu “Göbekli Tepe : Genesis of the Gods” (2014). Dia sekarang meneliti tentang peranan perkawinan hibrid antara populasi manusia “archaic” dan populasi manusia modern terhadap kemunculan peradaban pada Zaman Paleolithic Atas. Andrew adalah salah satu dari peneliti Göbekli Tepe kelas dunia. Pembicara, Danny Hilman Natawidjaja, adalah ahli geologi kondang di LIPI, terkenal di dunia atas kepiawaiannya dalam riset gempa dan tsunami dan mitigasi bencana pada umumnya di Indonesia. Lulus sarjana dari ITB, M.Sc dari University of Auckland New Zealand, dan Ph.D dari California Institute of Technology (Caltech). Dia adalah penerima penghargaan Sarwono Prawirohardjo Award tahun 2005, sebuah penghargaan tertinggi dari LIPI untuk prestasi dalam dunia ilmiah dan kontribusi besar dalam diseminasi pengetahuan ilmiah untuk kepentingan masyarakat umum.

Baru-baru ini, dia terseleksi dalam 10 besar ranking atas ilmuwan Indonesia berdasarkan survey “Google scholar citations” yang dilakukan oleh Project ACUMEN of European Commission 7th Framework Programme, Capacities, Science in Society. Dalam empat tahun terakhir, dia memimpin tim penelitian arkeogeologi dan geofisika di Gunung Padang. Dia ketua survey Tim Katastrofi Purba dan kemudian menjadi TTRM. Dia juga Wakil Ketua Tim Penelitian Cagar Budaya Situs Gunung Padang yang dibentuk oleh Keputusan Gubernur Jawa Barat pada Bulan Desember 2013.

Kemudian dia menjadi Wakil Ketua (bidang geologi) dari Tim Nasional untuk Pengelolaan dan Pelestarian Gunung Padang yang dibentuk oleh Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan pada bulan Agustus 2014. Dia pengarang buku ‘Plato Tidak Bohong: Atlantis ada di Indonesia’.

Pembicara Johan Arief adalah Staf Pengajar di program studi (prodi) Teknik Geologi, Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian (FITB), Institut Teknologi Bandung (ITB) sejak tahun 1988. S-1 dan S-2 ditempuhnya di jurusan Teknik Geologi, Institut Teknologi Bandung (ITB), dan gelar Doktor diraih dari Universitas Kyoto, Jepang. Dari Tahun 2001 sd 2004 menjadi dosen di Pusat Penyelidikan Arkeologi Malaysia, Universitas Sain Malaysia di Penang. Aktivitas pasca-doktoral dilakukan dari tahun 2006 sd 2012 di Jepang, Jerman, Belanda dan Amerika. Bidang spesialisasinya bio-anthropologi dan arkeo-geologi (geoarkeologi). Menikah dengan Munafiataun Muniroh, dikarunia 4 orang anak. Saat ini aktif di Kelompok Keahlian (KK) Geologi Terapan, Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian (FITB) dan di Fakultas Seni Rupa dan Disain (FSRD), Institut Teknologi Bandung (ITB). Selain itu merupakan anggota inti dari Kelompok Riset Cekungan Bandung (KRCB).

Meninggalkan komentar

E Book Gratis karya teman

buku agus ttg emas

2 Komentar

Mengenal Kelompok ISIS dan Sepak Terjangnya (3)

Mengenal Kelompok ISIS dan Sepak Terjangnya (3)

Wahabisme, keyakinan yang berkuasa di Arab Saudi memainkan peran poros dalam pengokohan kelompok-kelompok Takfiri di dunia Islam dalam tiga dekade terakhir. Kelompok ini memiliki pemikiran tertutup dan terbelakang serta mengedepankan cara-cara kekerasan. Peran Wahabi dalam pengokohan lembaga-lembaga atau basis pemikiran Takfiri di berbagai negara Islam khususnya negara kategori miskin secara ekonomi dan budaya, sangat kuat dan mengakar.
3 Komentar

Perampokan Asset Indonesia

mesti dipikirin & gerak bareng – bareng dah cara kelarinnya.
DARI LAPAK SEBELAH JUST FYI :

1. Di masa Raffles (1811) pemilik modal swasta hanya boleh menguasai lahan maksimal 45 tahun; di masa Hindia Belanda (1870) hanya boleh menguasai lahan maksimal selama 75 tahun; dan di masa Susilo Bambang Yudhoyono (UU 25/2007) pemilik modal diperbolehkan menguasai lahan selama 95 tahun. Teritorial Indonesia (tanah dan laut) telah dibagi dalam bentuk KK Migas, KK Pertambangan, HGU Perkebunan, dan HPH Hutan. Total 175 juta hektar (93% luas daratan Indonesia) milik pemodal swasta/asing(Sumber : Salamuddin Daeng(SD), Insititut Global Justice (IGJ)

Continue Reading »

1 Komentar

Strategi Adu Domba CIA dan Konspirasi Anti-Syiah

Strategi Adu Domba CIA dan Konspirasi Anti-Syiah

Sebuah buku berjudul “A Plan to Divide and Destroy the Theology” telah terbit di AS. Buku ini berisi wawancara detail dengan Dr. Michael Brant, mantan tangan kanan direktur CIA.

Dalam wawancara ini diungkapkan hal-hal yang sangat mengejutkan. Dikatakan bahwa CIA telah mengalokasikan dana sebesar 900 juta US dollar untuk melancarkan berbagai aktivitas anti-Syiah. Dr.Michael Brant sendiri telah lama bertugas di bagian tersebut, akan tetapi ia kemudian dipecat dengan tuduhan korupsi dan penyelewengan jabatan.

Continue Reading »

Meninggalkan komentar

“The Son of Sun” States

Sampurasun

Sejak jaman dahulu hampir seluruh wilayah di permukaan bumi dikelola melalui pola pemerintahan dalam bentuk “KERAJAAN”… diduga (konsep) tata-kemaharajaan (ke-ratu-an / keraton) yang tertua di bumi ini berasal dari negara KITA sedangkan bangsa-bangsa lain masih menganut bentuk kepemimpinan adat sesuai dgn cara kewilayahannya masing-masing.

Bangunan keraton terakhir di negara KITA adalah Maharaja Purahita (Majapahit) dan Kadiri sebagai Ibu Kota wilayah Nusantara, dibangun oleh Prabhu Tajimalela (Prabhu Ci-Ung-Vana-Ra) yang lebih dikenal sebagai Rdn. Wijaya / Jaka Susuru. Majapahit pada dasarnya hanya melanjutkan pemerintahan yang sebelumnya yaitu Prabhu Sri Dharmawangsa Airlangga pada akhir jaman Dwipantara.

Kekuasaan yang sangat besar dari Negeri Matahari ini menyebar ke seluruh dunia, maka hingga hari ini seluruh ‘kerajaan’ yang berada (*setia) terhadap kemaharajaan tersebut mereka menggunakan lencana MATAHARI di dadanya.

MERDEKA DAN BERDAULAT ATAS ALUR SEJARAH DUNIA DI NEGERI SENDIRI….!

Tabe Pun
_/|\_
Mugia Rahayu Sagung Dumadi

http://youtu.be/Rt5Z88bu4UM…

***Sampurasun Sunda derived from ancient language, it is formed by several words, those are “Su” “Na” and “Da” which means The Eternal Mighty Flame. Today, S…
YOUTUBE.COM
  • Arayata Nu Maha Susi Urang Sunda..dan Manusa Sunda..itu bagaimana mas?
  • Diky Pamanahrasa Oh ini sama dengan yg ada di pintu KABAH. Ingat ya jgn kerdil dalam membacanya. Barade gulaaaaa hahaha
  • Ema Sujalma ada 2 tokoh di jawa timur yang berbeda pendapat tentang Ayahanda Raden Wijaya (Pendiri Majapahit ,,, kang mas Deddy Endartomengatakan ayahanda pendiri Majapahit (Rd Wijaya) adalah Prabu Jayadharma dari Sunda Galuh , sedangkan kang mas Tjahja Tribinuka tidak menerima atau menolak hal tersebut , nah bagaimana inih ?
  • I Made Wiragunarsa Dan kita di Bali masih setia memuja penghormatan Kepada sang Surya bah _/|\_
  • Hermawaty Susanto Sedih yah.. Kita sendiri malah melupakan.. Mungkin malah menganggap negeri matahari asalnya dr Padang pasir.. Dimana mataharinya luar biasa puanasnya. Ha ha ironis
  • Olads Hdn Tepat & benar sesuai sejarah dan bukti fisik sejarah yang masih dapat dibuktikan sd skrg

    Agama Matahari-(RA) ini memang meyebar kseluruh dunia dan berpusat di wilayah SUNDA BESAR Nusanta-RA yang sekarang menjadi indonesia. Akhir jaman Kerajaan Sunda diawali masuknya islam adalah era NUSANTA-RA, berpusat di gunung BROMO(brahma).

    Sebelum Nusantara adalah DWIPANTA-RA, berpusat di gunung SUNDA PURBA, sekarang disebut Gunung Tangkuban Perahu, terletak diwilayah Lembang (Lembah Hiyang) di kota Bandung PARA HYANGAN, menjadi pusat berkumpulnya para DEWA (Kahyangan).

    Pusat kerajaan SUNDA DWIPANTARA yang sekarang tepat berada di Markas KOPASUS terletak di dekat danau Situ Lembang. Bukti bukti seajarah secara fisik masih dapat ditemui diwilayah ini, berupa bukit bebatuan yang berusia 11 juta tahun lalu ( diperkirakan di masa banjir Nb. Nuh ).

    Sebelum jaman DWIPANTA-RA yaitu : Swarganta-RA berpusat di Gn. Krakatwa, seblum nya disebut jaman Dirganta-RA di kawasan Gn. Bataraguru/ Dn. oba, dan yang awal sekali yaitu jaman kerajaan Purwa-Naga-RA, tempat nya menurut sejarah tidak di ketahui.

    Setelah Nusanta-RA seiring punahnya seluruh kerajaan Majapahit dan Sunda Galuh Pajajaran, estafet kerajaan Sunda berada di Bali berpusat di Gunung Agung. Masyarakat Bali adalah rakyat jawa majapahit yang tetap teguh memegang ajaran Sunda( sekarang hindu) Ajaran Sunda Buhun sd sekarang masih di anut oleh masyarakat Baduy di desa KANEKES.

    Pengaruh ajaran agama Matahari (RA) di Mesir bernama DEWA AMON-RA, di jepang disebut agama shinto DEWA AMATE-RA-ZU. Di eropa ajaran Sunda disbut SUN.

    Ajaran agama SUNDA telah membangun kebudayaan dunia ,yang kini telah dilupakan. Bahkan agama SUNDA sudah dillupakan oleh darah pewarisnya. SUNDA BESAR sekarang tinggal tersisa sebagai suku sunda di jawa barat.

    http://1.bp.blogspot.com/…/xDr…/S760/peradaban+sunda.jpg

    1.BP.BLOGSPOT.COM

  • Andri Johan Pokoknya negara kita yg terhebat deh..baik sejarahnya maupun budaya dan agamanya.
    Kl agama pokoknya islam no1.asal beragam islam dapat tiket masuk sorga kloter pertama tentu para pegawai mui dan para haji dan hajjah.selanjutnya adalah ummat islam walau
    pun dia seorang koruptor ataupun penzinah karna ada ada proses cuci dosa dineraka melalui sirothol mustaqim.
    Kl yg pencinta nusantara.pokoknya seluruh peradaban dunia yg terhebat berawal dr nusantara ini,negara lain cemen semua.bahkan dunia ini adalah nusantara.peradaban para nabi2 jg ada berawal dinusantara ini.peradaban yg tenggelam di lautan atlantik konon jg adalah nusantara yg sangat kita cintai ini.
    Tetapii..leiving realitinya sekarang bagaimana???.meyoritas rakyatnya berada dalam lembah kemiskinan.kedelai aja mahal gak terbeli.beras mahal rakyat menjerit!!biaya sekolah mahal!
    Dan yg paling penting adalah kita sekarang tdk bisa bersaing dalam dunia global..sepak bola?? Kita keok dari vietnam..olimpiade???rengking ke. 100.
    World cup??masih mimpi!!!!lantas hebatnya dimanaaaa??
  • Andri Johan Sudah saatnya kita tidak lagi menjadi manusia utopia..selalu melenakan diri akan kejayaan masa lalu yg sebenarnya masih “debatable”entah iya entah nggak krn dalilnyapun gak terjamin..
    Ini adalah politik soft yahudi..para ilmuan memberikan statmen tenta
    ng kebatan indonesia dimasa lalu..baik budaya maupun agamanya.
    Sehingga banyaklah melahirkan budayawan penghayal2 masa lalu kemudian kindahan masa lalu itu diharapkan terjadi lg hari ini.dimana2 orang bicara keindahan masa lalu.
    Sebenarnya;kehebatan indonesia itu adalah sekarang ada pada sumber daya alam yg berlimpah.
    Ketahiulah sedikitnya ada 100 kilang minyak milik asing yg menyedot isi perut indonesi hari ini..lahan perkebunan,tambang emas terbesar didunia dan tidak akan habis dalam waktu 200 thn ada di indonesia.
    Tp kekuatan rakyatnya hayalah jadi TKI dinegri orang.birokrasinya korup semuanya.
    Jendral perangnya hobynya nyanyi karaoke dan mencipta lagu.
    Pemerintahan ini dikuasai oleh kelompok2 partai yg fikirannya hanya berorientasi sebatas partai..dan hanya sibuk penctraan dan terpilih lagi 5 tahun kedepan.
  • Kabayan Hungkul Kenapa setelah berubahnya sistem pemerintahan dari asalnya KARAJAAN sekarang menjadi presidensial kesejahteraan rakyatnya lebih makmur dari sistem KERAJAAN itu yang harus kita pikirkan, sistem kerajaan malah lebih jaya dibandingkan dengan sistem pemerintahan sekarang heu heu heu PEW PEW PEW
  • Sonny Tanoto Tugas para budayawan yang mengetahui sejarah kebesaran nusantara untuk membeberkan sejarah nusantara yang sebenarnya, tujuan utamanya bukan untuk terlena pada kejayaan masa lalu tapi menyadarkan kita semua untuk bangkit kembali meraih kejayaan itu. Maju terus BAH, beberkan keagungan dan kebesaran Nusantara agar kita semua termotivasi meraih kembali kejayaan itu. Ga ada hub dengan politik yahudi, kita memang keturunan bangsa yang hebat koq, peninggalan2 spiritual dan bangunan tidakkah cukup sebagai bukti…
    11 jam · Suka · 7
  • Bangun Charlie Kang Olads Hdn.& #spiritGN, ijin boyongan
    11 jam · Suka · 1
  • Ari Soma Seandainya gak masuk agama2 improt ke indon,…kayakna kita akan hebat sampai skrng
    10 jam · Suka · 3
  • Olads Hdn Kejayaan masalalu adlh jejak rekam lelehur kita yg dapat di teldani. Memang jgn terlena dg masalalu shg lupa utk saat ini. kita bisa belajar dg referensi jejak rekam para leluhur utk membangun mental spiritual menuju masa depan.

    Kita ingat bangsa yahudi yg lemah hancur diasingkan dunia selama ratusan tahun, namun generasi mereka ttp teguh pada petunjuk kitab Talmud ttg tanah Kanaan/palestina yg dijanjikan sejak Nb. Musa. Melalui rekayasa perang dunia I & II mereka berhasil menghimpun bangsa nya kembali, dan mendirikan Negara ISRAEL RAYA.

    Politik mereka mengenggam dunia menghalalkan sgl cara melalui pengaruh ekonomi, budaya, teknologi, agama dll.

    Bila dibandingkan mereka yahudi, agama budaya SUNDA LAND ( tanah surga). Lebih tua dari Yahudi jaman Nb.Musa/ Nb. Ibrahim. Ini bukan KHAYALAN, Wilayah SUNDA BESAR tertera pada peta Dunia, selat SUNDA menjadi batas wilayah dg pulau lain nya.

    Bukti fisik sejarah Sunda Land dlm hitungan ribu, juta tahun lalu msh dpt dilihat smp skrg : Danau Toba, Gn. Krakatwa, puncak Purba Sunda di Gn. Tanggkuban perahu Bandung ( please see google earth), Gn. Bromo, Gn. Agung Bali. Kerajaan SUNDA (RA) mash berdiri disana, bagi yg mampu melihat & akses ke sana.

    Agama Sunda adalah agama kesatuan umat manusia sejak Manusia pertama yg berakhir dengan kehancuran dunia Banjir besar Nb. Nuh, dan tenggelamnya Atlantis- Lemuria.

    Saat itu bangsa yg tersisa hanya kel. Nb. Nuh dan kaum yg taat. Generasi ini kmudian berkembang mendarat menempati daratan2 yg surut banjir. Generasi Mereka melanjutkan kehidupan sbgmana konsep dahulu, dan munculah pergeseran agama menjadi, hindu, budha, zoroaster, majusi, dll. hingga lahir konsep agama langit Islam Nb. Ibrahim yg terpecah menjadi berbagai golongan agama sd skrang.

  • Kabayan Hungkul justru dengan melupakan masa lalu kita hilang jati diri maka seperti inilah jadinya tak tentu arah dan tujuan, malah berbanding terbalik terlalu memuja bangsa lain sebagai perbandingan atas kemajuannya padahal itulah bumerangnya bagi kita sebagai anak bangsa yang kurang percaya diri
  • Recca Rekhaza Panji kerajaan majapahit berdiri tahun 1293 menurut literatur sejarah, apakah kerajaan byzantium di era tahun 200 – 1100 rasanya juga lebih tua, bahkan kerajaan mereka terdiri atas region2 kerajaan2 seperti alexandria, konstantinopel, rome, tergabung dalam “Empire” yang namanya Byzantium. Kalo dugaan majapahit adalah sistem kerajaan tertua, saya rasa banyak yg lebih tua.. Tapi takut saya salah paham saya mohon maaf, jd boleh di patahkan pendapat saya, monggo diskusinya scr terbuka.. Terimakasih salam santun.. sampurasun. LQ Hendrawan
  • Mad Syarif Qudsy tinggal tunggu waktunya

    Foto Mad Syarif Qudsy.
    5 jam · Suka · 1
  • Kabayan Hungkul keburu pulang kampung mas alias mulih ka jati mulang ka asal kalo nunggu terus bhihihihihi…..
  • Mad Syarif Qudsy masih mulang ka dunya dunya keneh kang kabayan…
  • Kabayan Hungkul hahahaha…… muhun kang Mad Syarif bd kamana deui atuh urang teh
  • Arayata Nu Maha Susi mulih ka Tasik mulang ka Bandung,keles
  • Raden Rangga Kusuma AI Punten Abah izin nyimak… _/|\_
    4 jam · Suka · 1
  • Kabayan Hungkul hehehehe nagen di bandung nya kang
    4 jam · Suka · 1
  • LQ Hendrawan sampurasun kang Recca Rekhaza Panji,

    terima kasih atas tanggapannya… salut _/|\_Lihat Selengkapnya

  • Recca Rekhaza Panji terimakasih kang LQ Hendrawan hahaha saya kira dugaan tertua di seluruh dunia, muhun maaf kang xp.. hmm kalau boleh bertanya lagi, apa hubungan negeri matahari (nusantara) dengan negeri matahari lain di kebudayaan suku MAYA (1000 SM), dan kebudayaan di kerajaan mesir kuno (3000 SM), krn sama2 memiliki lambang matahari yang sama.
  • LQ Hendrawan setiap bangsa yg memulai peradabannya selalu dibangun di sekitar sungai… kemudian berkembang menjadi sebuah kebudayaan besar, misalnya :
    - Mesir di sungai Nil
    - Cina di sungai Huang Ho dan Yang Tse Kiang

    - Maya & Aztec di sungai Amazon
    - India di sungai Gangga
    - dst
    Di negara KITA ribuan sungai besar… mustahil tidak ada kebudayaannya… (*kecuali memang ada konspirasi besar)

    Matahari merupakan sumber kehidupan di bumi… di negara KITA cahaya Matahari sangat sempurna, iklimnya sempurna, belum lagi sumber alam yg maha kaya… mustahil tidak terjadi kehidupan yg sempurna pula… (*kecuali ada konspirasi besar)

    nah kalau saya nulis terus mah pan cape… coba lihat film PUSAKA KUJANG… semoga dapat terjawab … ini link nya …. _/|\_

    https://www.youtube.com/playlist…

    YOUTUBE.COM
  • Recca Rekhaza Panji nuhun pisan kang LQ Hendrawan saya tonton dulu kalo begitu hehehe.. rahayu _/|\_
  • Diky Pamanahrasa Sayangnya di negeri kita tidak sungai. Maka tidak ada peradaban. Dibuktikan dengan begitu banyaknya saudara kita menyanjung peradaban bangsa lain. Tak segan segan peradaban kita disebut sesat. Ahhhh aku mah apa atuuuuuh
  • Ahmad Yanuana Samantho
    Tulis komentar…
Towards Emancipation

Freedom, ...our responsiblity.

Catatan Safari ANS

Terlambat Satu Detik Kerugian Satu Milyar

Women Terrace

to say something that i never talk before

Kanzunqalam's Blog

AKAL tanpa WAHYU, akan berbuah, IMAN tanpa ILMU

Cahayapelangi

Cakrawala, menapaki kehidupan nusantara & dunia

religiku

hacking the religion

SANGKAN PARANING DUMADI

Just another WordPress.com site

WordPress.com

WordPress.com is the best place for your personal blog or business site.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 5.436 pengikut lainnya.