Tinggalkan komentar

Tagar, Makar dan Khilafanisasi Indonesia.

Tagar, Makar dan Khilafanisasi Indonesia.

Let’s address the elephant in the room: Gerakan #2019GantiP** itu adalah konvergensi kepentingan pihak-pihak yang ingin mendirikan kekhilafahan di Indonesia. Apapun topeng yang dipakai, tidak mampu menutup DNA dan tujuan akhir dari gerakan tersebut yaitu mengganti sistem pemerintahan berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 dengan sistem kekhilafahan.

Ini yang perlu diingat, bahwa sistem yang ingin diganti itu bukan sistem Presidensiil ke sistem Parlementer, akan tetapi sistem yang ingin diganti itu adalah sistem pemerintahan YANG DILANDASI OLEH PANCASILA DAN UUD 1945 menjadi Khilafah dengan mendirikan Dawlah Islamiya alias Negara Islam di Indonesia.

Kenapa konvergensi kepentingan? Karena ada beberapa elemen yang memiliki kepentingan bersama di dalam gerakan ini, walaupun mereka sendiri belum tentu saling mendukung.

1. Element Terorisme – Gerakan ini memberikan angin kepada sel-sel teroris aktif yang ada di Indonesia seperti JAD, JAT, JI, MIT, JAK, Mahad Ansharullah, MIB, Laskar Jundullah dan kelompok-kelompok lainnya. Mereka mungkin saja tidak ikut berdemonstrasi bersama secara publik, tapi mereka memanfaatkan situasi anarki yang terjadi ini untuk rekruitmen sekaligus pembenaran keberadaan gerakan mereka.

Continue Reading »

Iklan
Tinggalkan komentar

Ancaman terhadap Konstitusi Pancasila dan Asas Bhineka Tunggal Ika saat ini

by Ahmad Yanuana Samantho, et all

(cuplikan Buku REVOLUSI MENTAL IDEOLOGI PANCASILA Berdasarkan Kearifan Perennial Nusantara dan Dunia)

INDONESIA 2015-2045:

Renungan untuk Pembangunan Strategi Kebudayaan[1]

by Azyumardi Azra, CBE*

 

Abstract

Indonesia in under President Joko Widodo and Vice President M. Jusuf Kalla faces not only economic challenge, but also political, social, cultural and religious challenges.  In these last contexts, Indonesia has been very fortunate to be a Unitary Republic (NKRI) with the National Constitution of 1945, Pancasila, and Bhinneka Tunggal Ika—the last two are the constitutional basis of a multicultural Indonesia. These basic principles, however, need to be revitalized in order for Indonesia to be able to progress and, more importantly, remain integrated towards 2045, when the nation-state will celebrate its centeninal.

Membayangkan Indonesia sepanjang 2015-2045 di bawah kepemimpinan Presiden Joko ‘Jokowi’ Widodo dan Wakil Presiden Muhammad Jusuf Kalla, satu abad/milenium Indonesia pada 2045, yang merupakan masa yang tidak terlalu jauh dan juga tak terlalu panjang, hampir bisa dipastikan mengandung lebih banyak kontinuitas. Pada saat yang sama, berbagai bentuk perubahan juga berlangsung, meski boleh jadi tidak terlalu bersifat transformatif revolusioner.

Perkembangan Indonesia pada tahun-tahun 2015-2045 masih sangat dipengaruhi dinamika dalam kehidupan politik dan ekonomi. Komposisi kekuatan politik baik pada lembaga legislatif (DPR RI) dan eksekutif (Presiden) akan banyak mempengaruhi dinamika politik. Begitu pula corak kepemimpinan nasional yang telah dihasilkan Pilpres 2014, 2019. 2024 dan seterusnya menjadi faktor sangat menentukan bukan hany perjalanan politik Indonesia, tapi juga ekonomi, sosial dan budaya menuju 2045.

Dinamika politik jelas pula sangat berpengaruh pada perkembangan ekonomi sepanjang 2015-2045. Indonesia dapat memiliki postur ke dalam dan keluar lebih kuat, jika kegaduhan politik dan saling sandera di antara berbagai kekuatan politik sepanjang periode 2014-2019 berkurang sehingga memungkinkan konsentrasi lebih besar pada peningkatan pertumbuhan ekonomi Indonesia. Karena itu, pemerintahan Jokowi-JK dengan gabungan kekuatan politik pendukung yang relatif lebih sedikit dibandingkan koalisi Prabowo-Hatta yang dikalahkannya pada Pilpres 2014 memerlukan upaya keras untuk dapat menarik sebagian kekuatan politik ‘Koalisi Merah Putih’ ke pangkuannya.

Continue Reading »

Tinggalkan komentar

Sumanto Al-Qurtuby: Kekhawatiran Pudarnya Spirit Kebhinekaan

Sumanto Al-Qurtuby: Kekhawatiran Pudarnya Spirit Kebhinekaan

Prof Sumanto Al Qurtuby

PROF SUMANTO AL QURTUBY

JAKARTA – Pudarnya semangat kebhinekaan di tanah air menurut Prof Sumanto Al Qurtuby tak bisa dilepaskan dari kepasifan masyarakat. Apakah Anda mau membantu merawat kemajemukan?

KINI, SEJARAH ITU TERULANG KEMBALI. SEJUMLAH PARPOL YANG FRUSTASI KARENA GAGAL MERAIH KEKUASAAN KEMUDIAN GELAP MATA DAN KONGKALIKONG DENGAN BERBAGAI KELOMPOK RADIKAL DAN ORMAS SONTOLOYO UNTUK MENGGANGGU STABILITAS POLITIK, KEAMANAN NEGARA, DAN KENYAMANAN MASYARAKAT.

Baca: Sumanto Al-Qurtuby: Waspadai Gerakan Kelompok “Islam Sontoloyo”

Kala saya mengadakan tur diskusi di Yogyakarta beberapa waktu lalu, saya merasakan ada rasa kekhawatiran yang begitu mendalam di kalangan masyarakat terhadap fenomena yang berkembang akhir-akhir ini di Indonesia. Kekhawatiran tersebut khususnya berkaitan dengan munculnya berbagai kelompok agama, khususnya Islam, yang intoleran dan antikebhinekaan.

Continue Reading »

Tinggalkan komentar

Hussain, Api Revolusi yang Terus Terjaga.

Rendy Eka Saputra

 

Tinggalkan komentar

SEJARAH & BUDAYA SYIAH DI ASIA TENGGARA

SEJARAH & BUDAYA SYIAH DI ASIA TENGGARA

Penyunting
Dicky Sofjan, Ph.D.
Sejarah & Budaya Syiah di Asia Tenggara
@ Katalog Dalam Terbitan (KDT)

Penyunting
Dicky Sofjan
–cet. 1 — Yogyakarta: Penerbit Sekolah Pascasarjana
Universitas Gadjah Mada, 2013
hlm. xxviii + 330
ISBN 978-979-25-0118-6
1. Sejarah & Budaya Syiah di Asia Tenggara: Judul
2. Kumpulan Essai
Cetakan Pertama, Juli 2013
Penyunting Ahli: Dicky Sofjan
Penyunting Bahasa: Elis Zuliati Anis
Desain Cover: Joko Supriyanto
Pradiastuti Purwitorosari
Tata Letak : Pradiastuti Purwitorosari
Foto Cover: Julispong Chularatana

Keterangan Gambar Cover:
Upacara Maharam pada hari peringatan Asyura di Bangkok, Thailand.
Kuda Imam Husein yang bernama “Dzuljanah” membawa keranda matinya
yang telah dihiasi sebagai bentuk peringatan terhadap tragedi pembantaian
terhadap Imam Husein, keluarga, dan pengikutnya di Karbala.

Penerbit: Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada
Jl. Teknika Utara, Pogung Sleman, Yogyakarta
Anggota IKAPI No: 077/DIY/2012
Hak Cipta @ 2013 pada Penerbit

Dicetak oleh: Percetakan Lintang Pustaka Utama (0274-624801)
Isi di luar tanggung jawab percetakan

Lagu Aceh yang biasa mengiringi Tarian Saman dari Aceh, mengenang Tragedi Karbala Syahgidnya Imam Hussein bin Ali bin Abi Thalib.

Ritual Adat Budaya Bengkulu dan Padang Pariaman: Mengarak Tabuik, memperingati Syahadah Iman Hussein bin Abi Thalig di Padang Karbala, Irak.

 

DOWNLOAD PdF bukunya:

sejarah_dan_budaya_syiah_di_asia_tenggara -Dicky Sofjan PhD (ed) -353 hlm(1)Kitab Topah

SEJARAH & BUDAYA
SYIAH DI ASIA TENGGARA

Penyunting
Dicky Sofjan
Indonesian Consortium for Religious Studies (ICRS)

KONTRIBUTOR
1. Azyumardi Azra, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Jakarta
2. Husein Heriyanto, Universitas Indonesia, Jakarta
3. Imtiyaz Yusuf, Universitas Mahidol, Bangkok
4. Julispong Chularatana, Universitas Chulalongkorn, Bangkok
5. Kamaruzzaman Bustamam-Ahmad, Institut Agama Islam Negeri Ar-Raniri, Banda Aceh
6. Mohammad Ali Rabbani, Islamic Culture and Relations Organization, Jakarta
7. Mohd Faizal Bin Musa, Universitas Kebangsaan Malaysia, Kuala Lumpur
8. Rabitah Mohamad Ghazali,Universitas Kebangsaan Malaysia, Kuala Lumpur
9. Rima Sari Idra Putri,Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, Jawa Timur
10. Supratman,Universitas Hasanuddin, Makasar
11. Yance Zadrak Rumahuru,Sekolah Tinggi Agama Kristen Negeri, Ambon
12. Yudhi Andoni,Universitas Andalas, Padang
13. Yusni Saby,Institut Agama Islam Negeri Ar-Raniri, Banda Aceh
14. Yusuf Roque Santos Morales,Universitas Ateneo De Davao, Davao-Filipina
15. Zulkifli,Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Jakarta

Penulisan buku ini berawal dari konferensi internasional yang diselenggarakan oleh Indonesian Consortium for Religious Studies (ICRS) berlokasi di Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta. ICRS adalah sebuah lembaga konsorsium tigauniversitas yang kesemuanya berada di Yogyakarta, yaitu Universitas
Gadjah Mada, Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga (UIN Suka), dan Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW). ICRS menawarkan program internasional di tingkat Ph.D. (Doctor of Philosophy) dengan tiga bidang spesialisasi, yaitu teks suci, sejarah sosial agama-agama serta agama, dan isu-isu kontemporer. Saat ini, setelah enam tahun
didirikan, ICRS memiliki lebih dari 60 mahasiswa dari sepuluh negara yang berbeda.

Continue Reading »

Tinggalkan komentar

Karomah Batu tempat Kepala Imam Hussein yang terpenggal Yazid bin Muawiyah dicuci dan dihormati Seorang Pendeta Kristen

Ahmad Yanuana Samantho membagikan kiriman.

4 jam · 

Gambar mungkin berisi: 1 orang, duduk dan dalam ruangan
Gambar mungkin berisi: dalam ruangan

Alia Yaman

ASHURA
10TH MUHARRAM
Commemoration of the martyrdom at Karbala of Imam Hussain AS, a grandson of the Prophet Muhammad SAWW
اَلسَّلامُ عَلَيْكَ يا اَبا عَبْدِ اللَّهِ
assalaamu ‘alaika yaa abaa ‘abdillaah

اَلسَّلامُ عَلَيْكَ يَا بْنَ رَسُولِ اللَّهِ
assalamu ‘alaika yabna rasuulillaah

اَلسَّلامُ عَلَيْكَ يا خِيَرَةَ اللَّهِ وَابْنَ خِيَرَتِهِ
assalaamu ‘alaika yaa khiyaratallaahi wabna khiyaratih

اَلسَّلامُ عَلَيْكَ يَا بْنَ اَميرِ الْمُؤْمِنينَ وَابْنَ سَيِّدِ الْوَصِيّينَ
assalaamu ‘alaika yabna amiiril mu’miniina wabna sayyidil washiyyiin

اَلسَّلامُ عَلَيْكَ يَا بْنَ فاطِمَةَ سَيِّدَةِ نِساَءِ الْعالَمينَ
assalaamu ‘alaika yabna faathimata sayyidati nisaa’il ‘aalamiin

اَلسَّلامُ عَلَيْكَ يا ثارَ اللَّهِ وَابْنَ ثارِهِ
assalaamu ‘alaika yaa tsaarallaahi wabna tsaarih

وَالْوِتْرَ الْمَوْتُورَ
wal witral mauwtuur

اَلسَّلامُ عَلَيْكَ وَعَلَی الاَْرْواحِ الَّتي حَلَّتْ بِفِناَئِكَ
assalaamu ‘alaika wa ‘alal arwaahil lati hallat bifinaa’ik

عَلَيْكُمْ مِنّي جَميعاً سَلامُ اللَّهِ اَبَداً
‘alaikum minnii jamii’an salaamullaahi abada

ما بَقيتُ وَبَقِيَ اللَّيْلُ وَالنَّهارُ
maa baqiitu wa baqiyal lailu wan nahaar

***
Salam atasmu wahai Aba Abdillah
Salam bagimu wahai putra Rasulullah
Salam atasmu wahai pilihan Allah dan anak pilihan-Nya
Salam atasmu wahai putra Amirul Mukminin dan putra para washi
Salam atasmu wahai putra Fathimah, pemimpin perempuan seluruh dunia
Salam atasmu wahai “darah Allah” dan anak “darah-Nya”
dan salam untukmu wahai yang terbunuh dan belum menuntut pembunuhnya
Salam atasmu dan untuk arwah yang berada di sekitarmu
Sampai kapanpun salamku dan seluruh salam Allah untuk kalian
Sampai kapanpun selama aku masih hidup dan siang malam silih berganti

Salam atasmu, wahai pendeta Kristen yang menangisi, memuliakan dan membersihkan kepala Imam Hussain AS.

***

Tears seen on the stone where the blessed Head of grandson of Holy Prophet, the noble Imam Hussain (as) was kept in 61 Hijri, and till todate visitors have occasionally witnessed blood and tears sprouting out, a miracle or maujiza to witness till today although 1400 years have passed.

A brief background of this location is that soon after the carnage at Karbala, where all male members (except Imam Sajjad) and companions of the family of the Holy Prophets were ruthlessly massacred in the plains of Karbala (Iraq), in 61 Hijri, the caravan of the prisoners comprising ladies and children, along with the severed heads of the 72 martyrs were taken from Karbala to Syria, to be presented in the court of the tyrant Yazid ibn Muawiyyah Laanatullah.

On its way, the caravan stopped in Aleppo to rest, at the mesentery, which is this location today. The monk and priest of this monastery noticed that a brilliant light was emitting from the blessed head of Imam Hussein A.S. They requested the guards to allow them to keep the head for one night. The guards were reluctant but agreed after they were paid huge amount by the priests.

The head was placed on the stone that you observe in this video, and the priest were able to talk to the severed head till next day morning, and after it was given back, priest noticed that during the night few drops of blood fell from the blessed head of the Master of the Martyrs Imam Hussain A.S. on this stone. This place became a sacred monument for Zaireen who travel from all corners to visit this location at Alleppo (Halab), to mourn and witness with their own eyes how this blood on the stone has survived last 1400 years and during our visit, we also witnessed with our own eyes how the stone still cries on the noble Imam, a living miracle indeed.

QS. As-Saaffat [37]:107:
“Dan Kami tebus anak itu dengan SEMBELIHAN YANG AGUNG”

Bianca DonitaMange MG Wardihan

Tinggalkan komentar

Bulan Muharram.. Bulan DUKA Rasulullah SAW Dan keluarga sucinya

Muharram bulan Duka versi Rasulullah SAW VS Bulan penuh berkah versi bani Umayyah..

Bulan Muharram.. Bulan DUKA Rasulullah SAW Dan keluarga sucinya

Gambar mungkin berisi: satu orang atau lebih dan luar ruanganSyekh Shaduq dari Jablah Makkiyah meriwayatkan bahwa dia mendengar Maitsam Tammar ra berkata,

”Demi Allah pada hari kesepuluh bulan Muharam, umat ini telah membunuh putra Nabinya sendiri dan setiap aliran yang memusuhi agama Allah menganggap bahwa hari ini adalah hari yang penuh berkah…”

Hal ini sudah terjadi dan diketahui oleh Allah Swt. Aku tahu hal itu dari Imamku, Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib as ketika Jablah berkata, ‘Wahai Maitsam, bagaimana umat ini bias menjadikan hari dibantainya Imam Husain as sebagai hari yang berkah?’

Maitsam ra menangis dan berkata, ’Dengan hadis buatan tadi mereka menganggap bahwa hari itu adalah hari diterimanya taubat Adam as oleh Allah Swt, padahal hal itu terjadi pada bulan Zulhijah.

Mereka menganggap bahwa hari itu adalah hari dikeluarkannya Yusuf as dari perut ikan, padahal hal itu terjadi pada bulan Zulqoidah.

Mereka beranggapan bahwa hari itu adalah hari berlayarnya bahtera Nuh as, padahal hal itu terjadi pada hari kesepuluh bulan Zulhijah.

Mereka beranggapan bahwa hari itu hari dibelahnya laut bagi Musa as, padahal itu terjadi pada bulan Rabi’ul Awal.’”

Continue Reading »

Atlantis in the Java Sea

A scientific effort to match Plato’s narrative location for Atlantis

Sembrani

Berbagi Ide, Saling Cinta

Nurul Wirda

0812-8267-9182

aawanto

The greatest WordPress.com site in all the land!

Covert Geopolitics

Beyond the Smoke & Mirrors

Catatan Harta Amanah Soekarno

as good as possible for as many as possible

Modesty - Women Terrace

My Mind in Words and Pictures

Kanzunqalam's Blog

AKAL tanpa WAHYU, akan berbuah, IMAN tanpa ILMU

Cahayapelangi

Cakrawala, menapaki kehidupan nusantara & dunia

religiku

hacking the religion

SANGKAN PARANING DUMADI

Just another WordPress.com site

WordPress.com

WordPress.com is the best place for your personal blog or business site.