Tinggalkan komentar

Hiduplah sesuai maksud penciptaan Kita

Hidup yang Allah berikan kepada kita adalah ujian bagi kita apakah akan kita jalani sesuai dengan maksud penciptaan kita olehNYA. Ataukah hanya hidup seperti binatang ternak di zona nyaman saja. Allah SWT berfirman dalam hadit qudsi: : Aku adalah “Kanzun Makhfiun” …….Salah satu hadis Qudsi yang terkenal adalah hadis Kanzun Makhfiy. Tuhan berfirman, “Aku adalah khazanah yang tersembunyi  (kanzun makhfiy). Aku rindu untuk dikenal. Karena itu Aku ciptakan makhluk supaya Aku diketahui.” Kitab-kitab tasawuf tidak pernah luput mengutip hadis ini. Muhammad bin Ibrahim, ahli hadis berkomentar: Hadis ini diriwayatkan oleh para sufi. Jika Anda menelitinya dengan melihat ayat Al-Qur’an ini, Anda akan segera melihat hadis ini sahih. Allah-lah yang menciptakan tujuh langit dan seperti itu pula bumi. Perintah Allah berlaku padanya, agar kamu mengetahui bahwa Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu, dan sesungguhnya Allah, ilmu-Nya benar-benar meliputi segala sesuatu. (Al-Qur’an, 65:12.) KH Prof.Dr. Jalalludin Rakhmat, M.Sc)

Mari kita renungkan sahabat. Al Qur’an Surat Al-A’raf Ayat 179

وَلَقَدْ ذَرَأْنَا لِجَهَنَّمَ كَثِيرًا مِنَ الْجِنِّ وَالْإِنْسِ ۖ لَهُمْ قُلُوبٌ لَا يَفْقَهُونَ بِهَا وَلَهُمْ أَعْيُنٌ لَا يُبْصِرُونَ بِهَا وَلَهُمْ آذَانٌ لَا يَسْمَعُونَ بِهَا ۚ أُولَٰئِكَ كَالْأَنْعَامِ بَلْ هُمْ أَضَلُّ ۚ أُولَٰئِكَ هُمُ الْغَافِلُونَ

“Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka Jahannam) kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai.”

Continue Reading »

Tinggalkan komentar

Tasawuf Ibnu Arabi

BAB III

PEMBAHASAN

by Muhammad Abdun Naja

  • Biografi Ibnu ‘Arabi
  • Riwayat Hidup

Ibnu ‘Arabi nama lengkap Ibnu ‘Arabi adalah Abu Bakar Ibnu Ali Muhyiddin al-Hatimi al-tha’I al Andalusia. Ada pula yang menyebutkan bahwa nama aslinya ialah Muhamad Bin Ali Ahmad Bin Abdullah. sedangkan nama Abu Bakar Abnu Ali Muhyidin atau al-Hatimi hanyalah nama gelar baginya, selanjutnya, ia populer dengan nama Ibnu ‘Arabi dan ada yang menulisnya Ibnu al-Arabi[1]. Muhammad Ibn ‘Ali Muhammad Ibnu ‘Arabi At-Tai Al-Hatimi, lahir di Murcia Spanyol bagian Utara lahir pada tanggal 27 Ramadhan 560 H (17 Agustus 1165 M) pada pemerintahan Muhammad Ibn Said Ibn’ Mardanisy. Ibnu ‘Arabi berasal dari keturunan Arab berasal dari keluarga yang soleh. ayahnya, menteri utama Ibn’ Mardanisy, jelas seorang tokoh terkenal dan berpengaruh di bidang politik dan pendidikan, keluarganya juga sangat religius, karena ketiga pamannya menjadi pengikut jalan sufi yang masyhur, dan ia sendiri digelari Muhyi al-Din (penghidup agama) dan al Syaikh al-Akbar (doktor maximus) karena gagasan-gagasannya yang besar terutama dalam bidang mistik[2].

Continue Reading »

Tinggalkan komentar

Kajian Sejarah Konsep Bhineka Tunggal Ika Pancasila

Power Point Presentation

Contoh Rundown Kajian Sejarah Nusantara BTI, Bisa diaplikasikan di mana saja kapan saja selayaknya.

Continue Reading »

Tinggalkan komentar

Proposal Program Pembangunan National Character Buliding dan Revitalisasi Falsafah Ideologi Pancasila dan Asas Kebangsaan Bhineka Tunggal Ika

Bismillahi al-Rahman al-Rahim, Atas Berkah Rahmat Karunia Allah:

Continue Reading »

Tinggalkan komentar

REVOLUSI MENTAL PANCASILA Berdasarkan WARISAN KEARIFAN PERENNIAL NUSANTARA DAN DUNIA

Sinopsis Buku

REVOLUSI MENTAL PANCASILA

 WARISAN KEARIFAN PERENNIAL NUSANTARA  DAN DUNIA

 

Karya: Ahmad Yanuana Samantho, MA, M.Ud

  

 REVOLUSI MENTAL PANCASILA

Berdasarkan WARISAN KEARIFAN PERENIAL  NUSANTARA DAN DUNIA

 

Daftar Isi

 Bab 1. KRISIS DUNIA MODERN

  • Pendahuluan: Situasi dan Kondisi Negara Bangsa NKRI saat ini,
  • Krisis Multidimensi yang Disebabkan oleh Paradigma Ontologis–Epistemologis Barat  Materialialisme-Sekuler dalam Ilmu dan Kebudayaan. (hal.4)

Bab 2. KELUAR DARI KRISIS MODERNISME

  • Saran Seyyed Hossein Nasr:Kembali Ke Ilmu Pengetahuan Suci Tradisional dan Kearifan Abadi (Perennialisme) untuk Menyelesaikan Krisis Multidimensi Manusia Modern (hal. 46)
  • Tasawuf (Irfan) Sebagai Modus Epistemologi Baru (hal. 98 )

Bab 3. KEPEMIMPINAN ILAHIAH DALAM KONSEP DEMOKRASI PANCASILA: 

  • Kajian Filsafat Islam Nusantara untuk Mengatasi Problem Utama Kebangsaan dan Kenegaraan (hal.104)
  • Reaktualisasi Panca Sila: Pidato B.J. Habibie  Tentang Reaktualisasi Panca Sila (hal. 115 )
  • Bhineka Tunggal Ika Adalah Kalimat Tauhid (hal. 120)
  • Perjalanan Hidup Manusia: Dari Tuhan Allah, Kembali Ke Allah, Falsafah Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika. (hal. 122)
  • Fitrah dalam Perspektif Al-Quran (hal. 128)
  • Merenungkan Hanacaraka (hal. 143)

Bab 4. RUH KEBANGKITAN INDONESIA BARU

  • Dinamika Muslim: Menuju Renaisans Indonesia (hal. 151)
  • Tafsir Uga Wansit Siliwangi, Ramalan Jayabaya, dan Sabdo Palon Noyo Gengong atas Prediksi kebangkitan Nusantara (Indonesia Baru) (hal. 158 )
  • Ajaran Islam dan Hindu-Budha dalam Kebudayaan Sunda ? Tinjauan Kritis atas Sejarah Proses Akulturasi dan Asimilasi Kebudayaan Sunda, Islam dan Hindu-Budha. (hal 174. )
  • Peradaban Sundaland adalah Akar dari Seluruh Peradaban Dunia (hal 189 )
  • Temuan Jejak Sejarah Para Nabi Allah di Nusantara dan Agama-agama Dunia (hal 192)
  • Falsafah Ageman (Sahadat) Sunda Buhun/Sunda Wiwitan (hal. 205 )
  • SUNDA itu adalah SU-NA-DA, Distorsi Sejarah dalam Perjalanan Waktu (hal. 213)
  • Menguak Kosmologi Sunda Kuno (hal. 223)
  • Apakah Sunda Pajajaran Adalah Kerajaan Hindu? (hal.237 )
  • Indonesia/Nusantara Sumber Peradaban Vedha India? (hal. 245 )
  • Kitab-Kitab Suci Hindu Menjelaskan Kedatangan Nabi Muhammad Saw (hal. 248 )
  • Apakah Noah/Manu/Nabi Nuh: Nabinya Kaum Hindu ? (hal. 271)
  • Titik Temu Kesamaan Hindu dan Islam (hal. 288 )
  • Agama-agama Asli Nusantara yang Terpinggirkan (hal. 304 )
  • Konsep Manusia Sunda di Tatar Sunda (hal. 311).
  • Koneksi Kenabian di Nusantara: Hubungan Nusantara Kuno dengan Sejarah Para Nabi Allah Dan Agama-agama Besar Dunia serta Kearifan Tradisional-Perennial Lokal Nusantara (hal. 328)
  • Melacak Jejak Leluhur Nusantara (hal. 344)
  • Dewa Ruci: Perjalanan Sufistik Esoteris Manusia Nusantara (hal. 391)
  • Batak Parmalim, Debata Mula Jadi Na Bolon, Dalian Na Tolu (hal. 403  )
  • Kaharingan Dayak Borneo Kalimantan (hal. 418)
  • To Manurung, Ila Galigo Sulawesi (hal 422. )
  • Borobudur, Monumen Kearifan Asli Nusantara ( hal. 228 )
  • Tangga Awal Pendakian Ziarah Spiritual dari Lantai Dasar Karmawibhangga Candi/Sandi Borobudur (hal. 450 )

Referensi (hal.454)

Biografi Penulis (hal.465)

Continue Reading »

Tinggalkan komentar

Antara Muslim Mukminin Vs Muslim Islamisist sok “Ngislam”

Pola pikir dan sikap tindak para ekstrimis islamist yg anti Pancasila dan anti NKRI pro “Khilafah” atau “Negara Islam Indonesia”, menurut terawangan saya adalah disebabkan oleh kesalahpahaman mereka dalam konsep teologis dan kosmologisnya.

Paradigma dan konsep Tauhid atau ketuhanan ala wahabi dan saudara-saudaranya menjadi sebab kerancuan berfikir mereka sekarang. Hal yg sama juga dulu 30 tahun yg lalu pernah saya alami ketika saya baru mengalami puber akidah yg terlambat dan salah asuhan.
Ideologi atau manhaj fikriyah ala Hizbut Tahrir atau Wahabiyin Persis, Al Irsyad, NII, DI-TII, ikhwanul muslimin dan berbagai OTB Islamist garis keras lainnya, mulai mewabah di kampus-kampus pada tahun 1980-an, sebagai kelanjutan perjuangan eks NII-DI TII dan para pejuang Masyumi tahun 1950-an yg pernah memperjuangkan Pancasila ala Piagam Jakarta, yg sila pertamanya adalah “Ketuhanan YME dengan kewajiban menjalankan Syariat Islam bagi pemeluknya.”

Kaum Islamist tersebut menganggap bahwa Pancasila yg kemudian berlaku secara sah de jure dan de facto, adalah belum atau tidak Islami. Sehingga perlu diganti dgn Syariat Islam, khalihah, NII-DI. Cara pandang seperti ini antara lain karena mereka memahami Islam secara banal harfiah atau letterlijk formalis fiqhiyah syar’iyah saja.

Continue Reading »

Tinggalkan komentar

DIKOTOMI ILMU DALAM PERADABAN ISLAM

DIKOTOMI ILMU PENGETAHUAN: AKAR TUMBUHNYA

DIKOTOMI ILMU DALAM PERADABAN ISLAM

  1. Pengantar

Dikotomi ilmu pengetahuan dalam dunia pendidikan sudah terlanjur terjadi. Hal ini mengapresiasi para cendikiawan untuk dapat berfikir dan menggali lebih banyak tentang ilmu pengetahuan. Implikasi yang bisa muncul dari dikotomi ilmu adalah timbulnya kesenjangan antara ilmu-ilmu agama dan ilmu-ilmu umum. Para pendukung ilmu agama menganggap valid sumber Ilahi dalam bentuk kitab suci dan tradisi kenabian dan menolak sumber-sumber non-skriptual sebagai sumber otoritatif untuk menjelaskan kebenaran sejati. Di pihak lain, ilmuan-ilmuan sekuler hanya menganggap valid informasi yang diperoleh melalui pengamatan indrawi.

Sejarah mencatat bahwa peradaban islam pernah menjadi kiblat ilmu pengetahuan dunia sekitar abad ke-7 M. sampai abad ke-15 M. Setelah itu masa keemasan itu mulai melayu, statis, bahkan terkesan mundur hingga abad ke-21 M. ini. Ketika menjadi kiblat ilmu pengetahuan, pendidikan islam yang berkembang adalah pendidikan islam non-dikotomis yang akhirnya mampu melahirkan intelektual muslim yang memiliki karya sangat besar dan berpengaruh positif terhadap eksistensi kehidupan manusia. Cendikiawan muslim tidak hanya mempelajari ilmu pengetahuan dan filsafat dari buku Yunani, tetapi menambahkan ke dalam hasil-hasil penyelidikan yang mereka lakukan dalam lapangan ilmu pengetahuan dan hasil pemikiran mereka dalam ilmu filsafat. Dengan demikian lahirlah ahli-ahli ilmu pengetahuan diberbagai bidang termasuk ahli filsafat (filosof-filosof islam).

Dengan banyaknya ahli-ahli filsafat yang muncul pada masa keemasan islam tersebut, maka terjadilah dikotomi ilmu pengetahuan. Dan selanjutnya pada makalah ini akan dikupas sedikit maupun banyak tentang hal-hal yang terkait dengan dikotomi ilmu pengetahuan dalam peradaban islam seperti: pengertian dikotomi ilmu, akar tumbuhnya dikotomi ilmu pengetahuan dalam peradaban islam, konsep islam tentang ilmu pengetahuan, faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya dikotomi ilmu, dan dampak dikotomi ilmu pengetahuan terhadap pengembangan pendidikan islam.

Continue Reading »

Atlantis in the Java Sea

A scientific effort to match Plato’s narrative location for Atlantis

sembrani

bertukar ide, melampaui mimpi bersama

Nurul Wirda

Semerbak Mawar yang dengan senang hati memancarkan Cahayanya

aawanto

The greatest WordPress.com site in all the land!

Covert Geopolitics

Beyond the Smoke & Mirrors

Catatan Harta Amanah Soekarno

as good as possible for as many as possible

Women Terrace

to say something that i never talk before

Kanzunqalam's Blog

AKAL tanpa WAHYU, akan berbuah, IMAN tanpa ILMU

Cahayapelangi

Cakrawala, menapaki kehidupan nusantara & dunia

religiku

hacking the religion

SANGKAN PARANING DUMADI

Just another WordPress.com site

WordPress.com

WordPress.com is the best place for your personal blog or business site.