Tinggalkan komentar

DESAIN DEMOKRASI EKONOMI-POLITIK PANCASILA

Yudhie Haryono's Blog

Yudhie Haryono
Direktur Eksekutif Nusantara Centre

Demokrasi ekonomi-politik sesungguhnya menjadi tujuan pembangunan Indonesia. Yaitu membangun masyarakat adil dan makmur berdasarkan Pancasila. Dengan demikian, seluruh pembangunan ekonomi-politik kita pun haruslah berlandaskan Pancasila. Pemikiran dan tindakan yang ingin kita bangun harus berdasar, bertujuan, dan berpedoman dalam penyelenggaraannya sebagai manifestasi ekonomi-politik Pancasila. Dalam arti singkat, ekonomi-politik Pancasila adalah ilmu dan cara berekonomi-politik menurut sila-sila dalam Pancasila; yaitu ilmu ekonomi-politik dan praktik berekonomi-politik yang berketuhanan yang maha esa, berperikemanusiaan yang adil dan beradab, mementingkan persatuan Indonesia, menggunakan asas musyawarah, dan berujung pada berkeadilan sosial bagi semua masyarakat. 

Lihat pos aslinya 1.764 kata lagi

Iklan
Tinggalkan komentar

PRAMOEDYA ANANTA TOER MENGGAMBAR INDONESIA

Tokoh Pejuang Indonesia Anti Kolonialisme dan Imperialisme

Yudhie Haryono's Blog

M. Yudhie Haryono
Direktur Eksekutif Nusantara Centre


pramoedyaPramPram1Pram_dan_Cinaanak semua bangsabumi-manusia1

Bagi saya, Pramoedya adalah salah satu dari tiga penggambar besar bangsa kita. Jika Nurcholish Madjid adalah penggambar paling fasih tentang ”Islam dan Indonesia,” lalu HAMKA adalah penggambar setia tentang ”ummat dan sikap,” maka Pram adalah penggambar idealis tentang ”rakyat dan nasibnya.”
Cara Pram menggambar Indonesia sangat detail. Walau orang kampung, dia berpikir dan bertindak dunia. Lahir di Blora, Jawa Tengah, 6 Februari 1925—wafat di Jakarta, 30 April 2006 pada umur 81 tahun, Pram secara luas dianggap sebagai salah satu pengarang yang paling produktif dalam sejarah sastra Indonesia. Berasal dari keluarga yang punya ”sikap” dan pengabdian pada idealisme, Pram adalah pewaris dan penanda keluarga besarnya. Buktinya adalah, ia menghasilkan lebih dari 50 karya yang diterjemahkan ke dalam lebih dari 41 bahasa asing dan beberapa kali mendapat nominasi Nobel Sastra. Satu momen yang tak dipunyai sastrawan lainnya di Indonesia.
Bukti lainnya, ketika Pramoedya Ananta Toer…

Lihat pos aslinya 1.945 kata lagi

Tinggalkan komentar

NURCHOLISH MADJID PELETAK NEO-MODERNISME ISLAM INDONESIA

Inilah guru kami semua

Yudhie Haryono's Blog

M. Yudhie Haryono
Direktur Eksekutif Nusantara Centre

Nurcholish M

Melalui bukunya Gagasan Islam Liberal, Greg Barton [1999] menulis bahwa Cak Nur adalah hanif yang berpaham kebangsaan. Dengan paham ini, Cak Nur adalah muslim yang telah mensintesakan keislaman-kemodernan dan keindonesiaan. Sintesa itulah yang menyebabkan Cak Nur mendapat julukan “guru bangsa.”

Lihat pos aslinya 1.019 kata lagi

Tinggalkan komentar

WARISAN KEARIFAN DAN  KETELADANAN PRABU SILIWANGI

 

 Oleh Ahmad Yanuana Samantho

(Penulis beberapa buku sejarah dan Buku Kerajaan Pakuan Pajajaran di Tengah Pusaran Sejarah Dunia, Sekretaris 2 Sunda Ormas Langgeng Wisesa/SLW)

 

Kepopuleran Prabu Siliwangi di kalangan masyarakat Sunda dan Nusantara sangatlah tinggi, sehingga kadang melampaui dimensi sejarah dan menembus batas mitologis dan legendaris. Namun demikian, bagi sebagian generasi muda –yang sudah banyak terpapar dan terimbas teknologi informasi modernisme global-  legenda sejarah Prabu Siliwangi itu belumlah terlalu menyebar merata, Padahal warisannya sangat berharga bagi masa depan mereka, dan kita semua.

Tulisan ringkas ini mencoba mengais kembali apa yang masih tersisa dan selayaknya dilestarikan dari kearifan budaya dan karakter adab leluhur Sunda tersebut, yang tentunya tidak hanya akan bermanfaat bagi orang Sunda saja, tetapi juga bagi bangsa kita Indonesia dan bahkan bagi kemanusiaan sedunia, saat ini.

Continue Reading »

Tinggalkan komentar

Peringatan Suro dalam Tradisi Jawa & Sunda

Peringatan Asyuro di Semarang Lancar, Polisi Banjir Apresiasi
Senin, 2 Oktober 2017 | 23:14

Foto sebagian peserta acara Asyuro di Semarang.

Foto sebagian peserta acara Asyuro di Semarang.

Berita Terkait

SEMARANG– Puluhan tokoh lintas agama dan organisasi yang tergabung dalam Persaudaraan Lintas Agama (Pelita) Kota Semarang memberikan apresiasi kepada Polrestabes Kota Semarang dan Polda Jawa Tengah yang berhasil melindungi acara peringatan Asyuro yang diselenggarakan masyarakat muslim Syiah Jawa Tengah di Gedung UTC Jalan Kelud Semarang, Minggu (1/10/17).

Continue Reading »

Tinggalkan komentar

Ada 11 fase kehidupan manusia dalam falsafah Jawa

WIS TEKAN NGENDHI URIPMU
Ada 11 fase kehidupan manusia dalam falsafah Jawa sbb :

1. Maskumambang

Simbol fase ruh/kandungan di mana kita masih “mengapung” atau “kumambang” di alam ruh dan kemudian di dalam kandungan yang gelap.

2. Mijil

Mijil artinya keluar. Ini adalah fase bayi, dimana kita mulai mengenal kehidupan dunia. Kita belajar bertahan di alam baru.

3. Sinom

Sinom adalah masa muda, masa dimana kita tumbuh berkembang mengenal hal2 baru.

4. Kinanthi

Ini adalah masa pencarian jati diri, pencarian cita2 dan makna diri.

5. Asmaradhana

Fase paling dinamik dan ber-api2 dalam pencarian cinta dan teman hidup.

6. Gambuh

Fase dimulainya kehidupan keluarga dengan ikatan pernikahan suci (gambuh). Menyatukan visi dan cinta kasih

7. Dhandang Gula

Ini adalah fase puncak kesuksesan secara fisik dan materi (dhandang = bejana). Namun selain kenikmatan gula (manisnya) hidup, semestinya diimbangi pula dengan kenikmatan rohani dan spiritual.

8. Durma

Fase dimana kehidupan harus lebih banyak didermakan untuk orang lain, bukan mencari kenikmatan hidup lagi (gula). Ini adalah fase bertindak sosial. *Dan berkumpul dengan teman2 seperjuangan, bersosialisasi.

9. Pangkur

Ini adalah fase uzlah (pangkur-menghindar), fase menyepi, fase kontemplasi, mendekatkan diri kepada Gusti Allah. Menjauhkan diri dari gemerlapnya hidup.

10. Megatruh

Ini fase penutup kehidupan dunia, dimana Ruh (Roh) meninggalkan badan (megat: memisahkan). Fase awal dari perjalanan menuju keabadian.

11. Pucung

Fase kembali kepada Allah, Sang Murbeng Dumadi, Sangkan Paraning Dumadi. Diawali menjadi pocung (jenazah), ditanya seperti lagu pocung yang berisi pertanyaan. Fase menuju kebahagiaan sejati, bertemu dengan yang Mahasuci.

Panjenengan di tahap mana?
semoga bermanfaat…sekedar mengingat kan kembali..

Wong jowo ojo ilang jowone

Tinggalkan komentar

Basa anu parantos jarang di anggo ku Urang Sunda…

Basa anu parantos jarang di anggo ku Urang Sunda…

1. Atah Anjang = Langka Silih Anjangan
2. Adigung Adiguna = Takabur, Sombong
3. Ambek Nyedek tanaga Midek = Nafsu gede tapi tanaga euweuh

Continue Reading »

Atlantis in the Java Sea

A scientific effort to match Plato’s narrative location for Atlantis

sembrani

bertukar ide, melampaui mimpi bersama

Nurul Wirda

0812-8267-9182

aawanto

The greatest WordPress.com site in all the land!

Covert Geopolitics

Beyond the Smoke & Mirrors

Catatan Harta Amanah Soekarno

as good as possible for as many as possible

Women Terrace

to say something that i never talk before

Kanzunqalam's Blog

AKAL tanpa WAHYU, akan berbuah, IMAN tanpa ILMU

Cahayapelangi

Cakrawala, menapaki kehidupan nusantara & dunia

religiku

hacking the religion

SANGKAN PARANING DUMADI

Just another WordPress.com site

WordPress.com

WordPress.com is the best place for your personal blog or business site.