Tinggalkan komentar

Biografi Al-Biruni, Ilmuwan Muslim Hebat yang terlupakan.

Ary Keim menambahkan 2 foto baru.

2 jam · Daerah Khusus Ibukota Jakarta ·

Penemu Lingkar Planet Bumi

Al-BiruniPrestasi luarbiasa karya seorang Muslim dari masa puncak keemasan peradaban Islam yg bahkan hingga detik ini masih dipakai dan dikagumi ilmuan-ilmuwan NASA. Ironisnya dianggap tidak penting oleh muslim Indonesia karena “nggak menjamin masuk syurga”… Walah… Jangan-jangan nanti dihapus dari kuliah Astronomi, Fisika dan Matematika di universitas-universitas Indonesia karena bertentangan dengan “budaya Muslim”… Wadoooh!!!

Foto Ary Keim.
Foto Ary Keim.

Continue Reading »

Tinggalkan komentar

Agama yang paling awal berkembang di Nusantara adalah Kapitayan.

SEBENARNYA AGAMA APA YANG ADA PERTAMA KALI BERKEMBANG DI NUSANTARA?
Agama yang paling awal berkembang di Nusantara adalah Kapitayan.
Sebuah kepercayaan yang memuja sesembahan utama yang disebut, “Sanghyang Taya”yang bermakna hampa atau kosong. Orang Jawa/Sunda Wiwitan mendefinisikan Sanghyang Taya dalam satu kalimat, “tan kena kinaya ngapa” alias tidak bisa diapa-apakan keberadaannya. Untuk itu, supaya bisa disembah, Sanghyang Taya mempribadi dalam nama dan sifat yang disebut “Tu” atau “To”, yang bermakna “daya gaib”, yang bersifat adikodrati.
Dalam bahasa Jawa kuno, Sunda kuno juga Melayu kuno, kata “taya” artinya kosong atau hampa namun bukan berarti tidak ada. Ini adalah istilah yang digunakan untuk mendefinisikan sesuatu yang tidak bisa didefinisikan, tan kena kinaya ngapa, sesuatu yang tidak bisa dilihat, juga tidak bisa diangan-angan seperti apapun. Ia ada tetapi tidak ada.
1 Komentar

*Misteri Bank INDONESIA*

*Misteri Bank INDONESIA*

Dalam teori konspirasi disebutkan bahwa bank-bank sentral tidak dimiliki oleh suatu negara di mana bank sentral itu berada melainkan milik atau bagian dari Federal Reserve yang adalah bank swasta (bukan milik pemerintah AS). Bank Indonesia juga termasuk di antaranya. JF Kennedy dibunuh karena berniat menghentikan Federal Reserve dan begitu juga Bung Karno, yang sahabat dekat JF Kennedy, yang gencar melawan kapitalisme. Bung Karno lebih dekat ke blok sosialis seperti Russia dan China untuk mengakhiri dominasi dan kendali kapitalis atas bumi.

Bung Karno dihentikan melalui rezim Soeharto yang mana sejak itu kapitalis kembali menguasai Indonesia melalui ekonomi. Saat Megawati menjadi presiden, Indonesia berusaha melepaskan diri dari kapitalis dengan cara membayar semua hutang pada IMF dan menjalin kerjasama erat kembali dengan Russia dan China. Namun upaya itu terhenti dengan munculnya SBY dengan Demokratnya. Itulah alasan mengapa Megawati tidak mau bertemu dan ada perang dingin dengan SBY, dan terlihat sejak SBY memerintah kembali RI berhutang pada IMF yang membuat Megawati jengkel.

Continue Reading »

Tinggalkan komentar

Dasar Epistemologi dan Konsep Islam Nusantara ; Dari NU Untuk Dunia

DASAR EPISTEMOLOGI DAN KONSEP ISLAM NUSANTARA ; DARI NU UNTUK DUNIA[1]

Oleh : Ahmad Hilmy Hasan**

 Prawacana

ISLAM adalah agama yang universal, sempurna, dinamis, lentur, elastis dan selalu dapat menyesuaikan dengan situasi dan kondisi.[2] Islam dikenal sebagai salah satu agama yang akomodatif terhadap tradisi lokal dan ikhtilāf ulama dalam memahami ajaran agamanya.[3] Islam dibawa oleh Nabi Muhammad saw. kepada seluruh manusia dalam segala aspek kehidupan, termasuk dalam bidang sosial politik. Beliau membebaskan manusia dari kegelapan peradaban menuju cahaya keimanan.[4]

Universalisme Islam yang dimaksud adalah bahwa risalah Islam ditujukan untuk semua umat, segenap ras dan bangsa serta untuk semua lapisan masyarakat (al-Islam Shalih li Kulli Zamān wa Makān). Ia bukan risalah untuk bangsa tertentu yang beranggapan bahwa mereka bangsa yang terpilih, dan karenanya semua manusia harus tunduk kepadanya. Risalah Islam adalah hidayah dan rahmat Allah untuk segenap manusia.[5]

Sebagaimana dijelaskan dalam Q.S. al-Anbiyā/21 : 107.

وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلا رَحْمَةً لِلْعَالَمِينَ

Dan tiadalah kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam.[6]

Demikian pula dalam Q.S. al-Furqān/25 : 1.

تَبَارَكَ الَّذِي نَزَّلَ الْفُرْقَانَ عَلَى عَبْدِهِ لِيَكُونَ لِلْعَالَمِينَ نَذِيرًا

Mahasuci Allah yang telah menurunkan Furqan (Al-Qur’an) kepada hamba-Nya (Muhammad), agar dia menjadi pemberi peringatan kepada seluruh alam (jin dan manusia).[7]

Universalisme Islam merupakan suatu ajaran yang diterima oleh seluruh umat Islam sebagai akidah. Persoalan universalisme Islam dapat dipahami secara lebih jelas melalui sifat al-Waqi’iyyah (berpijak pada kenyataan obyektif manusia).[8]

Continue Reading »

Tinggalkan komentar

​Kosmologi Sunda Kuna (Sebuah Warisan Kearifan Nusantara)

Kosmologi Sunda Kuna (Sebuah Warisan Kearifan Nusantara)
Hung Ahung

Sampurasun

Orang Sunda diketahui sudah memiliki keadaban konsep tersendiri tentang jagat raya. Konsep tersebut merupakan perpaduan antara konsep Sunda asli dan ajaran agama Hindu. Uraian mengenai hal ini antara lain terdapat dalam naskah lontar Sunda Kropak 420 dan Kropak 422 yang kini tersimpan sebagai koleksi Perpustakaan Nasional di Jakarta. Kedua naskah yang ditulis pada daun lontar dengan menggunakan aksara dan bahasa Sunda kuna itu berasal dari kabuyutan Kawali, termasuk daerah Kabupaten Ciamis sekarang.

Dulu di kabuyutan Kawali tersimpan sejumlah naskah lontar Sunda dan barang pusaka lainnya peninggalan kerajaan Sunda. Lokasi tersebut selain pernah menjadi ibu kota Kerajaan Sunda-Galuh, juga menjadi tempat pengungsian sejumlah pejabat dan rakyat Kerajaan Sunda-Pajajaran, setelah ibu kota kerajaan mereka (Pakuan Pajajaran) di sekitar Kota Bogor sekarang diserang dan diduduki oleh pasukan Islam Banten-Cirebon. Bersama dengan naskah-naskah lontar lainnya, kedua naskah lontar tersebut diserahkan oleh Bupati Galuh R.A. Kusumadiningrat (memerintah tahun 1839-1886) kepada Museum Gedung Gajah (Museum Nasional sekarang) pada perempatan ketiga abad ke-19.

Continue Reading »

Tinggalkan komentar

10 Islamic Philosophers, and Why You Should Know Them

  • November 17, 2016

by SCOTTY HENDRICKS

If challenged to name ten philosophers in ten seconds, some of us might make it to ten. Most of us could possibly hit seven. Of those, the majority are likely to be ancient Greek figures with the remainder more modern, western ones. If a non-western name is to be offered it is likely to be one of the extremely famous thinkers of Asia, such as Confucius, the Buddha, Lao Tzu, or Sun Tzu. How many of us would produce a thinker from the Islamic world as an example?

This is a shame, as the Islamic Golden Age produced some of the most important thought in human history. It is through Islamic thinkers that the west was able to regain access to the thought of Aristotle and Plato. Of the stars that have proper names in common usage, most of them have the names given to them by Arabic astronomers. We use the numeral system they devised, including the zero. They set the standard for the scientific method for hundreds of years. It is impossible to fully understand western thought without understanding the ideas of Islamic thinkers.

Continue Reading »

Tinggalkan komentar

Topeng PKS di Balik Prabowo

Topeng PKS di Balik Prabowo

Etalase IndonesiaDi tahun 2006, Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono memberi peringatan akan adanya penyusupan gerakan radikal (Zionis-Wahabi) ke dalam partai-partai Islam. Menurut Juwono Sudarsono, gerakan radikal itu bernaung di parpol yang mengatasnamakan Islam sambil menunggu momentum radikalisasi.

Atas pernyataannya itu, Menhan Juwono Sudarsono menerima badai protes dari kalangan partai, salah satunya Ketua Umum Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Tifatul Sembiring. Dia menyebut pernyataan Menhan itu hanya memberi stigma negatif partai-partai Islam (untuk kita bisa mengartikannya sebagai partai-pratai yang membajak dan mengatasnamakan Islam). Dia menyebut Menhan telah menggunakan cara-cara Orde Baru.“Kalau memang punya bukti, langsung tunjuk hidung partai mana yang dimaksud,” tantang Tifatul Sembiring menanggapi pernyataan Menhan Juwono Sudarsono.

Tak heran jika mantan presiden PKS, yang sekarang ini menjabat sebagai Menkominfo di pemerintahan SBY tersebut, bersikap sangat keras terhadap peringatan Menhan Juwuno Sudarsono di tahun 2006 itu. Bersama Hidayat Nur Wahid, Tifatul adalah peletak dasar ideologi PKS. Keduanya berasal dari gerakan Tarbiyah, yang ingin mentransplantasi ideologi politik Ikhwanul Muslimin dari Mesir dan ideologi keagamaan Wahabi dari Arab Saudi.

Continue Reading »

sembrani

bertukar ide, melampaui mimpi bersama

Nurul Wirda

Semerbak Mawar yang dengan senang hati memancarkan Cahayanya

aawanto

The greatest WordPress.com site in all the land!

Covert Geopolitics

Beyond the Smoke & Mirrors

Catatan Harta Amanah Soekarno

as good as possible for as many as possible

Women Terrace

to say something that i never talk before

Kanzunqalam's Blog

AKAL tanpa WAHYU, akan berbuah, IMAN tanpa ILMU

Cahayapelangi

Cakrawala, menapaki kehidupan nusantara & dunia

religiku

hacking the religion

SANGKAN PARANING DUMADI

Just another WordPress.com site

WordPress.com

WordPress.com is the best place for your personal blog or business site.