Pertemuan jalan Filosofi dan Sufi pada karya Ibn Thufail: HAYY IBN YAQZAN

2009 December 6
by ahmadsamantho

HAYY IBN YAQZAN’ IBN TUFAYL:

PERTEMUAN JALAN FILOSOF DAN SUFI

oleh: Abdul Hadi W. M.

Kesusastraan Arab pada masa kejayaan Islam tidak hanya berkembang pesat di timur yaitu wilayah-wilayah kekhalifatan Baghdad, tetapi juga di Barat yaitu wilayah-wilayah Maghribi (Tunisia, Maroko, Libya sekarang) dan Andalusia di Semenanjung Iberia.

Salah satu karya yang dianggap masterpiece sastra Andalusia ialah Hikayat Hayy ibn Yaqzan, sebuah fiksi ilmiah (science fiction) dan sekaligus juga merupakan alegori sufi bercorak falsafah. Novel ini dkarang oleh Ibn Tufayl, seorang filosof, ilmuwan, ahli kedokteran dan sastrawan besar Andalusia (Spanyol Arab). read more…

Pertemuan jalan Filosofi dan Sufi pada karya Ibn Thufail: HAYY IBN YAQZAN

2009 December 6
by ahmadsamantho

HAYY IBN YAQZAN’ IBN TUFAYL:
PERTEMUAN JALAN FILOSOF DAN SUFI

Abdul Hadi W. M.

Kesusastraan Arab pada masa kejayaan Islam tidak hanya berkembang pesat di timur yaitu wilayah-wilayah kekhalifatan Baghdad, tetapi juga di Barat yaitu wilayah-wilayah Maghribi (Tunisia, Maroko, Libya sekarang) dan Andalusia di Semenanjung Iberia. Salah satu karya yang dianggap masterpiece sastra Andalusia ialah Hikayat Hayy ibn Yaqzan, sebuah fiksi ilmiah (science fiction) dan sekaligus juga merupakan alegori sufi bercorak falsafah. Novel ini dkarang oleh Ibn Tufayl, seorang filosof, ilmuwan, ahli kedokteran dan sastrawan besar Andalusia (Spanyol Arab).
Ia lebih lebih dari tiga karya besar sezamannya yaitu (1) al-Qisas al-Tawbi’ wa al-Zawabbi’ karya Ibn Syuhaid; (2) Tawq al-Hamamat karya Ibn Hazm; (3) Maqamat karya Harizi.

Riwayat Hidup Pengarang
Ibn Tufayl nama lengkapnya ialah Abu Bakar Muhammad bin Muhammad bin Abdul Malik al-Qaisi (1106-1185 M/500-581 H) berasal dari kabilah Qais di Maroko. Dia dilahirkan di Guadiks, dekat Granada, Andalusia. Di Eropah dia dikenal dengan nama Latinnya Abubacer.. Buku-buku yang dikarangnya meliputi topik berkenaan dengan ilmu kedokteran, farmasi, astronomi, matematika, biologi, falsafah, adab dan kesusastraan.
Pada masa hayatnya dia memegang banyak jabatan di Istana al-Muwahidin, yaitu ketika tampuk pemerintahan berada di tangan Amirul Mukminin Abu Ya`kub Yusuf (1163-84). Jabatannya terpenting ialah sebagai dokter istana di Granada dan qadi agung di istana khalifah Abu Ya`kub Yusuf. Dialah pula yang yang mengenalkan Ibn Rusyd (1126-1198 M), rekan dan muridnya sekaligus, kepada Amirul Mukminin. Ibn Rusyd ialah seorang filosof dan ahli kedokteran terkemuka. Dialah kelak yang memegang jabatan dokter istana menggantikan Ibn Tufayl.
Ibn Tufayl pulalah yang meminta Ibn Rusyd membahaskan buku-buku Aristotle tentang falsafah, karena sultan menyukai ilmu pengetahuan dan falsafah. Ibn Tufayl sangat taat beribadah, dan konon mengikuti jalan sufi dalam disiplin spiritual. Beliau wafat di Marakesy dalam usia tua. Karya-karya beliau yang paling banyak ialah tentang ilmu perubatan, astronomi, matematika dan falsafah. Namun yang paling terkenal ialah fiksyennya Risalah Hayy ibn Yaqzan (“Si Hidup anak Si Sadar”).
Hayy ibn Yaqzan dikenal sebagai novel falsafah, alegori falsafah, atau alegori sufi bercorak falsafah, yang ditulis dalam bentuk science fiction. Dalam novel ini beliau mengungkapkan pandangan falsafahnya tentang alam semesta, epistemologi (falsafah ilmu pengetahuan0 tentang Tuhan, agama, moral, manusia dan watak-wataknya, dalam bentuk bahasa sastera yang bermutu tinggi dan cemerlang.
Judul buku ini diambil dari karya Ibn Sina. Walaupun demikian tema, cara dan persoalan yang dibahaskan penulisnya berbeda dengan karya Ibn Sina. Navel ini lebih jauh memberi penafsiran terhadap karya Ibn Sina sendiri Asrar al-Hikmah al-Masyriqiyah (Rahsia Falsafah Ketimuran).

Ringkasan Cerita
Buku ini dibuka dengan penjelasan pengarangnya mengenai tujuan penulisan romannya. Ibn Tufayl mengatakan bahwa karyanya itu ditulis untuk menjabarkan falsafah Masyriqiyah Ibn Sina. Pada peringkat epistemologi dan metafisika, pencapaian pengetahuan dalam falsafah Masyriqiyah mirip dengan tasawuf atatau mistisisme illuminatif. Pengetahuan yang ingin dicapai ialah pengetahuan illuminatif atau kasyf, yaitu tersingkapnya penglihatan kalbu dari hijab yang menghalangi seseorang menyaksikan keberanan hakiki. Walaupun ada kemiripan, falsafah Masyriqiyah berbeda dari tasawuf. Dalam yang pertama, pengetahuan dapat dicapai melalui pemikiran spekulatif falsafah bukan melalui disiplin kerohanian seperti dalam tasawuf. Namun karena keadaan dan pengalaman kerohanian yang dicapai itu sukar diuraikan secara diskursif sebagaimana dalam bahasa falsafah secara umum, maka Ibn Tufayl menggunakan kisah perumpamaan atau alegori untuk menjelaskan apa yang dimaksud dengan pencapaian illuminatif dalam falsafah Masyriqiyah itu.
Di tengah lautan luas, di pulau terpencil yang tidak terlalu subur, hiduplah seorang anak lelaki bernama Hayy bin Yaqzan alias Urip bin Sadar. Anak itu telah dibuang oleh ibunya ketika masih bayi dengan memasukkan ke dalam sebuah peti dan kemudian menghanyutkan peti itu ke sungai, sehingga Hayy terdampar di pulau Waqwaq yang terpencil itu. Ibunya terpaksa membuang anaknya karena kuatir dimarahi abangnya, sebab secara diam-diam dia kawin salah seorang kerabat dekatnya tanpa persetujuan dan pengetahuan abangnya. Seekor rusa betina merasa kasihan melihat bayi mungil dalam peti itu, dia ingat pada anaknya yang sudah mati beberapa waktu yang lalu. Rusa itu kemudian memelihara Hayy. Hayy bin Yaqzan ternyata tumbuh menjadi anak yang sehat dan kuat, serta dapat bersaing dengan binatang lain dalam berburu binatang kecil untuk santapannya. Namun ketika pikirannya mulai tumbuh, ia sadar betapa besar perbedaan dirinya dengan binatang-binatang lain di sekelilingnya. Misalnya saja ia menyadari sementara binatang lain berbulu, dia tidak berbulu. Untuk itu dia berusaha menutupi badannya dengan daun-daun, kulit kayu dan akhirnya kulit binatang hasil buruannya. Ia juga menyadari bahwa hewan lain memiliki senjata alami untuk mempertahankan diri ancaman, sedang dia sebagai anak manusia tidak. Maka ia pun mulai berusaha membuat senjata.
Kini usianya mencapai tujuh tahun. Tingkat pengetahuan dan kesadarannya sudah demikian berkembang. Begitu juga tehnik yang dikuasai dalam membuat pakaian dan senjata. Dia mengenakan tiga hilai daun lebar yang halus dan kulit hewan untuk menutupi tubuhnya serta menjaganya dari sengatan udara dingin dan panas. Pada suatu hari ibu angkatnya meninggal dunia. Perasaannya terpukul. Ia ingin tahu apa rahasia kematian. Tubuh rusa yang mati itu dibedahnya untuk mengetahui apa penyebab kematiannya. Ia mengetahui bahwa kematian iu secara badaniah disebabkan berhentinya denyut jantung. Setelah merenung lebih jauh ia pun mengetahui bahwa kematian disebabkan terpisahnya badan dari roh.. Kini ia mulai menyadari tentang adanya asas hayat yang disebut roh itu.
Setelah mengetahui bahwa kematian tidak langsung menyebabkan tubuh rusak, ia menyimpulkan bahwa kematian tidak lain hanyalah akibat retaknya persatuan antara Jiwa dan Tubuh. Begitulah melalui cara berpikir spekulatif, menggunakan akal murni, Hayy bin Yaqzan mengenal rahasia kematian.
Pengetahuan penting kedua setelah mengetahui rahasia kematian ialah pengetahuan tentang api dan kegunaannya dalam kehidupan. Dalam sejarah peradaban manusia perubahan besar dimulai dengan penemuan api. Dengan mengetahui cara membuat api dan mendayakan kegunaannya, Hayy bin Yaqzan mulai mampu membuat alat-alat yang diperlukan untuk mempertahan dan mengembangkan hidupnya termasuk membuat senjata. Perubahan ini pula yang kian menyadarkan betapa manusia berbeda dari hewan lain. Ia mulai mengetahui apa artinya cuaca dan suhu udara. Penelitian empiris sangat dimungkinkan terjadi sejak api didayagunakan untuk membuar peralatan. Hasil-hasil penelitian empiris itu pada gilirannya membantu Hayy bin Yaqzan untuk melangkah lebih jauh menapaki pengetahuan yang bersifat kerohanian.
Jika hendak diringkas sejak ibu angkatnya mati ingá mengenal rahasia dan kegunaan api, maka ada dua bentuk pengetahuan yang dicapainya kini. Satu ialah kesadaran bahwa kehidupan makhluq itu tersusun dari dua asas: (1) anasir-anasir jasmani dan (2) bentuk jasmani yang tersusun rapi. Pada makhluq bernyawa bentuk yang tersusun kompleks itu bisa disebut sebagai Jiwa (al-nafs), yang merupakan asas utama kehidupan makhluq bernyawa dan pada hakekatnya bukan merupakan obyek penelitian inderawi. Ia hanya bisa ditelaah melalui pemikiran akliyah atau rasional. Demikianlah Hayy menyadari bahwa daya-daya jiwa yang kompleks itu merupakan sifat-sifat yang menentukan kehidupan makhluq bernyawa.
Pada usia dua puluh tujuh tahun pengetahuan yang dicapai Hayy bin Yaqzan ternyata lebih tinggi lagi. Semua itu dicapai melalui daya upaya akal murni yang ada pada dirinya dan merupakan kemampuan rohani yang terpendam dalam setiap diri manusia. Dia mulai memikirkan benda-benda di angkasa yang luas tak terkira. Ia menemukan bahwa terdapat bintang-bintang dan planet yang tidak dapat musnah. Melalui pengetahuan tentang bintang-bintang di langit dia mulai mengetahui bahwa di belakang tabir kehidupan segala sesuatu di alam semesta ini ada Pencipta (Khaliq). Namun bagaimana keberlangsungan alam semesta bisa terjadi, Hayy bin Yaqzan tidak dapat memberikan kesimpulan apa-apa. Namun pada akhirnya dia mengerti bahwa persoalan tentang keabadian dan kesementaraan dunia tidak dapat dipecahkan dengan metode burhani atau pembuktian, khususnya dengan mencari hukum sebab akibatnya.
Dari perenungan terhadap rahasia alam semesta ini Hayy bin Yaqzan naik ke tahap pengetahuan beributnya. Ketika usianya beranjak tiga puluh tahun ia mulai merenungi keindahan dan tatanan alam yang teratur sebagai bukti tentang adanya penciptaan terencana di sebalik semua peristiwa dan kejadian. Jika memang ada Pencipta di balik semua itu, tentulah dia harus memiliki sifat-sifat yang sempurna dan bebas dari hal-hal lain di luar dirinya serta Maha Tahu, Tidak Terhingga dan Maha Indah.
Untuk menjawab persoalan-persoalan yang secara deras bermunculan dalam pikirannya, ia berusaha melakukan penyelidikan lebih mendalam sehingga akhirnya sampai ke tahap pengetahuan yang tinggi, yaitu pengetahuan tentang Wujud Tertinggi yang nirbendawi (immaterial) dan tanzih (transenden). Ia menyimpulkan bahwa pengetahuan seperti itu tidak dapat diperoleh melalui daya-daya jasmani seperti penginderaan, tetapi melalui daya-daya jiwa yang berbeda dari daya-daya jasmani sebagaimana jiwa berbeda dari jasmani. Daya-daya jiwa ini bisa memperoleh pengetahuan yang lebih asasi dan hakiki karena jiwa merupakan asas dan hakikat hidup manusia yang sejati. Jiwa lebih unggul atas segala yang bersifat bendawi dan bebas dari proses pembentukan dan kehancuran yang dialami tubuh jasmani. Pada tahapan ini Hayy bin Yaqzan mulai menyadari bahwa hanya Jiwa yang damai dan bahagia yang dapat berhubungan eray dengan Wajib al-Wujud (Wujud Niscaya), yaitu Tuhan Yang Satu dan Maha Besar. Ia kian jauh mengembara dalam dunia perenungan sehingga mengetahui bahwa sasaran terakhir pengetahuan ialah Wujud Nscaya.
Kaedah atau metode yang digunakan Hayy bin Yaqzan ialah instropeksi atau penyelidikan ke dalam diri menggunakan akal murni. Melalui kaedah ini dia sampai pada pengetahuan tentang hakikat diri yang sejati. Kini ia pun menyadari pertalian dirinya dengan tiga hal: (1) Alam hewan. Seperti kehidupan hewan dalam diri manusia ada tatahan kehidupan yang bersifat hewani; (2) Benda-benda langit di jagat raya. Dalam diri manusia juga terdapat alam serupa itu yang memungkinkan manusia berhubungan dengan semua hal di alam semesta. Peralatan yang menghubungkan itu ialah akal dan imaginasi.; (3)Wujud Niscaya, yang merupakan hakikat sejati diri manusia. Manusia terhubungkan dengannya melalui kasyf atau pengetahuan illuminatif.
Sebagai buah dari pengetahuan yang diperolehnya itu Hayy bin Yaqzan mampu meliliki tiga kepandaian sekaligus, yaitu (1) Cara memelihara tubuh dan memenuhi kebutuhan-kebutuhan pokoknya; (2) Dapat merenungi segala sesuatu yang tidak bisa dicapai dengan pengetahuan inderawi, tetapi dengan akal dan imanigasi. Pengethuan tentang hal itu semua mencapai puncaknya pada pengetahuan tentang Tuhan; (3) Cara berhubungan dengan Wujud Tertinggi melalui tafakur dan ibadah. Menurut Hayy bin Yaqzan , jiwa tidak akan pernah kehilangan sifat-sifatnya kecuali renungannya tentang Tuhan mencapai kesempurnaan. Renungan bisa sempurna apabila jiwa mengalami penyatuan dan hapus (fana’) dalam Diri Hakiki, sebagai respresentasi Wujud Tertinggi dalam kesadaran terdalam manusia.
Tidak lama kemudian sesudah itu datanglah ke pulau Waqwaq seorang ahli tasawuf bernama Absal. Tidak lama kemudian Hayy bin Yaqzan menjalin persahabatan dengan Absal, manusia lain pertama yang ia jumpai dalam hidupnya. Absal kemudian mengajarkan bahasa kepada Hayy bin Yaqzan. Setelah dapat berbicara Hayy menuturkan pengalaman hidup dan pengetahuan yang diperolehnya selama ini. Persahabatan menjadi semakin akrab karena Absal pun sebenarnya sedang meneliti hal yang sama dalam hidupnya. Pengetahuan yang dicapai Hayy bin Yaqzan semakin memperkuat keyakinan Absal terhadap akidah yang selama ini dia pegang teguh.
Absal lantas mengajak Hayy supaya menyebar luaskan ajarannya kepada penduduk di pulau lain yang merupakan tempat kelahiran Hayy. Hayy menyetujui ajakan itu, lantas mereka pergi ke pulau yang dimaksud. Malangnya pengajaran yang disampaikan Absal dan Hayy kurang memperoleh penerimaan dar penduduk, yang púas dengan pengetahuan rendah. Karena itu keduanya lantas meninggalkan penduduk dan kembali ke pulau Waqwaq untuk melanjutkan perenungannya tentang hakekat Wujud Tertinggi.

Kedudukan Hayy ibn Yaqzan
Karya bn Tufayl ini mempunyai kedudukan istimewa dalam sejarah kesusastraan Arab bukan hanya di Andalusia, tetapi juga di negeri Arab yang lain, bahkan di luar Arab. Banyak keistimewaan dan keunikan yang Hayy bin Yaqzan. Dalam sejarah sastra Arab tidak ada karya bercorak falsafah yang sedemikian menarik minat pembaca di luar Arab seperti buku ini. Melalui karyanya itu Ibn Tufayl telah memberikan sumbangan besar terhadap pemikiran sastra dan falsafah baik di Timur maupun di Barat. Beberapa aspek yang membuat hikayat ini memiliki kedudukan istimewa ialah:
1. Hayy bin Yaqzan merupakan science fiction pertama yang muncul dalam sejarah sastra dunia. Malahan boleh dikatakan sebagai science fiction yang murni.
2. Melalui karyanya ini Ibn Tufayl berikhtiar mendamaikan agama dan falsafah, dua disiplin yang sering dipertentangkan oleh para sarjana sehingga kini. Karena itu karya ini dapat disebut juga sebagai alegori falsafah bercorak kesufian atau alegori sufi bercorak falsafah. Kandungannya ialah bagaimana manusia memperoleh ilmu pengetahuan dengan menggunakan baik metode falsafah mahupun metode sufi.
3..Dalam novel ini penulisnya berikhtiar mempermukan alirann pemikira yang sering dipertentangkan, yaitu pemikiran falsafah dan pemikiran sufi. Dua aliran utama itu menggunakan metode berbeda dalam mencapai kebanaran, tetapi ternyata keduanya dapat dipertmukan kembali.
4. Karya ini bukan saja mempengaruhi perkembangan sastra Arab dan pemiikiran falsafah Islam, tetapi juga secara langsung atau tidak langsung mempengaruhi banyak sastrawan dunia. Di antara karya penulis dunia yang dipengaruhi karya Ibn Tufayl ialah El Critican (Si Pengeritik) karya penulis Spanyol abad ke-17 bernama Baltazar Gracian. Karya lain yang dipengaruhi karangan Ibn Tufayl ialah Robinson Cruso karya Daniel Defoe (1661-1731 M), Gullivers Travels karya Jonathan Swift (1667-1745 M) dan Jungles Books karya Rudyard Kipling (1856-1936 M).
Ali Audah (2002) berpendapat bahwa Ibn Tufayl berusaha membuktikan bahwa manusia dapat berkomunikasi dengan Tuhan melalui gerak kalbunya, yaitu melalu jalan tasawuf, bukan melalui jalan falsafah. Falsafah berdasarkankepada akal dan pengetahuan empirikal, dan peringkatnya dalam hirarki ilmu pengetahuan ada di bawah ilmu tasawuf. Kebenaran tertinggi dalam ilmu tasawuf dicapai melalui pengalaman atau perenungan batin yang dalam. Selanjutnya Ali Audah berpendapat bahwa Ibn Tufayl berdialog dengan para sufi dan filosof, bukan dengan orang awam atau biasa. Karena itu karya ini hanya dapat difahamkan oleh mereka yang memiliki pengetahuan tentang falsafah dan ilmu tasawuf
Sarjana lain dari Mesir Sohier el-Kalamawy dan Mahmoud Ali Kahky (1986) berpendapat bahwa Risalah Hayy ibn Yaqzan: (1) Merupakan cerita bercorak falsafah dan mistikal kedua-duanya, atau cerita sufi dengan latar belakang pencarian kebenaran melalui jalan falsafah. Jalan tasawuf ternyata mengungguli jalan falsafah; (2) Karya Ibn Tufayl ini merupakan cerita simbolik, dan terutamanya berkenaan ikhtiar mendamaikan falsafah dengan agama. Penulisnya berhujah bahwa perenungan yang murni rasional dan iman yang sejati merupakan sisi dari sebuah mata uang (siling) yang sama, dan kedua-duanya sama dapat membawa manusia dekat dengan Tuhan dan bersatu secara mistikal dengan-Nya; (3) Penulisnya juga memperlihat bahwa kehidupan spiritual yang luhur hanya dapat dicapai oleh sedikit orang dan kebenaran yang diperoleh dapat dikomunikasikan hanya untuk sedikit orang; (4) Pandangan falsafah Ibn Tufayl memiliki banyak persamaan dengan pandangan para filosof Arab sebelumnya, seperti Ibn Sina dan Ibn Bajah. Kedua-dua filosof tersebut mengajarkan falsafah ketimuran (masyriqiyah) yang bercorak rasional dan mistikal; (5) Penggunaan bentuk cerita untuk memaparkan falsafah merupakan suatu bentuk pengungkapan yang orisinal dan mendahului zamannya. Kajian menunjukkan bahwa Hayy Ibn Yaqzan merupakan karya sastera Arab terbesar, paling orisinal dan unik.
Risalah Hayy Ibn Yaqzan ditulis oleh pengarangnya berdasarkan karya Ibn Sina yang bertajuk sama, namun dengan tema dan pengolahan cerita yang berbeda. Ibn Sina mengemukakan bahwa dalam diri manusia terdapat fakulti kerohanian yang bersifat substansial, yaitu Akal aktif. Akal aktif merupakan saluran penyampaian kebenaran spiritual yang tinggi kepada fikiran manusia. Dalam karyanya Ibn Sina membuektikan bahwa akal aktif dalam jiwa menusia itu benar-benar substansial, tidak tergantung pada sesuatu apa yang ada di luarnya dan self-suficient. Karena memiliki akal aktif itulah manusia dapat berfikir tanpa adanya pengaruh dari pengamatan indera dan tanpa menggunakan fakulti jasmaninya. Adanya akal aktif dalam diri manusia memperlihat bahwa jiwa manusia benar-benar merupakan anugerah Tuhan yang istimewa, sebuah substansi paling hakiki, memiliki sinar yang dapat menerangi jiwa manusia dalam keadaan gelap, dan ia mesti ada dalam diri manusia (Goodman 1997).
Ibn Tufayl memberi nuansa sosial terhadap pemikiran Ibn Sina itu. Akal aktif disimbolisasikan menjadi watak Hayy Ibn Yaqzan, yang walaupun hidup bersendiri di sebuah pulau tanpa manusia lain kecuali ditemani binatang-binatang di persekitarannya, namun dapat mencapai pemikiran yang tinggi karena menggunakan akal aktifnya dengan sungguh-sungguh. Dengan perkataan lain sebagai simbol akal aktif Hayy Ibn Yaqzan dapat hidup sebagaimana manusia lain dan mencapaii kebenaran falsafah dan agama, walaupun dia tidak dibantu oleh pendidikan dan kebudayaan.
Melalui karyanya itu Ibn Tufayl ingin memberikan pembenaran terhadap pendapat Imam al-Ghazali dan Aristoteles tentang kodrat dasar manusia. Imam al-Ghazali berpendapat bahwa manusia sebenarnya siap menerima idea-idea tentang kebenaran dan banyak peristiwa-peristiwa yang bersifat kebetulan dapat memberi rangsangan yang aktif kepada seseorang untuk melakukan penelitian yang bercorak falsafah dan ketasawufan. Aristotle pula mengatakan bahwa kudrat manusia paling dasar ialah “keinginan untuk mengetahui segala sesuatu”. Dalam pemikiran Ibn Tufayl sendiri, bahasa, budaya dan tradisi tidak mutlak diperlukan oleh seseorang dalam mencapai peringkat perkembangan fikiran yang tinggi.
Tradisi, bahasa dan kebudayaan hanya dapat membantu mempercepat kemajuan perkembangan fikiran dan pemahaman manusia, namun manusia sendirilah semestinya yang aktif mendayagunakan kesanggupan inteleligansi dan spiritualnya. Yaitu dengan memilih metode-metode yang paling mungkin, dan melakukan latihan dan pembelajaran yang berdisiplin dan sungguh-sungguh mengikuti jalan yang telah diplihnya. Menguasai bahasa memang penting, tetapi tidak banyak bermanfaat jika menjadikan bahasa hanya sebagai saran komunikasi dan informasi. Bahasa harus pula dijadikan sarana berpikir dan menghasilkan pemikiran, sehingga dengan demikian bahasa itu berkembang dan pemakainya maju dalam pemikiran.

Taoisme: Ajaran dan Konsep-konsep Kunci

2009 December 5
by ahmadsamantho

TAOISME:
AJARAN DAN KONSEP-KONSEP KUNCI

Abdul Hadi W. M.

Taoisme merupakan aliran falsafah penting di Cina sesudah Konfusianisme. Bentuk ajarannya yang awal dinisbahkan kepada Lao Tze dan Yang Chu. Tetapi sebagai faham falsafah, Taoisme baru dikenal pada abad ke-1 SM. Yang pertama kali menyebut sistem ini sebagai madzab falsafah ialah Ssu-ma Ch`ien dalam bukunya Shih Chi (Rekaman Sejarah). Sudah tentu sebelum abad ke-1 SM Taoisme telah berkembang dan dasar-dasar pokok ajarannya telah dirumuskan oleh para pendirinya.

read more…

Are Science and Christianity Compatible ?

2009 December 5
by ahmadsamantho

—————————————————————————————————————-
INTRODUCTORY NOTE:
YOU ARE EXPECTED TO READ THIS ARTICLE AS A KIND OF “RESPONSE” TO THE OTHER ARTICLE ENTITLED “SCIENCE AND RELIGION” POSTED BY PROF. ABDUL HADI WM A FEW DAYS AGO.

Mahnun Hussein read more…

Science and The View of Man:”Can We Take a Vacation from Our Beliefs?

2009 December 5
by ahmadsamantho

This is an article sent to me, ahmad Samantho, by my teacher: Prof.Dr. Abdul Hadi WM, via Note in Face Book,  Dec 4, 2009.

SCIENCE AND THE VIEW OF MAN –
“CAN WE TAKE A VACATION FROM OUR BELIEFS?*

James D. Strauss
(Lincoln Christian Seminary, Lincoln IL, USA)

There is no doubt that 20th century pragmatism, relativity and probabalistic tendencies have led to intellectual nihilism and paralysis. The excessive deterministic attitudes of the preceding epoch led to a similar stagnation. The Christian world view strives to resolve both of these two periods of intellectual death. No scientific experimentation can lay claim to ultimate or absolute truth of anything. If there are to be such ‘claims’ they must be derived from the Judaeo/Christian God–the creator of the universe. There is no known experiment that will determine the geometry of space. All scientific concepts, e.g., space, time and mass–derive their meaning from presuppositions of a specific theory. We do not know what they are in any ultimate sense. We have only standards that are unambiguously defined within the framework of a given theory. It is the theory that determines this meaning. Within any theory absolutes are only absolute by definition.

read more…

2012: Perang Dunia ke-3 ?

2009 December 1
by ahmadsamantho

2012: Perang Dunia ke III

To be : The ALLAAH’s World Order

by Abu Ghazi 0813 832832 34 0817 0856282 2012

Kiamat ????? hmmm…….tidak bisa kita membenarkan atau menyalahkan suatu pendapat tanpa menyandarkannya dengan argumentasi yang akurat dan ilmiah. Saya akan membuat bahasan tersendiri tentang hakekat kiamat 2012, namun kali ini saya berkeinginan untuk mengutarakan bahwa sebelum kiamat nanti akan terjadi dulu peperangan dahsyat antar mahluk mutan di alam raya ini. read more…

Kiamat 2012 dan Perubahan Iklim

2009 November 30
by ahmadsamantho

Seorang Kuno di Copenhagen
Kiamat 2012 dan Perubahan Iklim

Oleh : Wardah T. Alkatiri *)

Seorang arif dari masa lampau diundang datang ke Konferensi Perubahan
Iklim yang diadakan PBB di Copenhagen, Denmark, tgl 7-18 Desember 2009. Ini
adalah acara besar yang menjadi tumpuan harapan banyak ilmuwan dan pemerhati lingkungan di seluruh dunia. Hasil konferensi akan menentukan nasib bumi dan kelanjutan keberadaan umat manusia yang hidup di sana, demikian pesan dikumandangkan penyelenggara acara dalam setahun terakhir.

Dan perhitungan mundur count down ke hari H acara pun dipasang di semua website organisasi lingkungan hidup sedunia untuk mengingatkan betapa pentinganya acara ini.

read more…

PENJELASAN ILMIAH DAN TEKNIK SEKITAR ISUE HURU-HARA 2012 DAN FILM 2012 WWW

2009 November 30
by ahmadsamantho

PENJELASAN ILMIAH DAN TEKNIK SEKITAR ISUE HURU-HARA 2012 DAN FILM 2012 WWW

(C) 2009 — EE ONE S | Thunder Rider KOSTER 0115

Isue ttg peristiwa qiamat akan terjadi pd 2012 M sebenarnya adalah provokasi para org yg terobsesi dgn informasi yg bersumber terutama dari prediksi kalender Maya (Mayan calendar prediction). Padahal pd dasarnya kalendar Maya tak menyatakan secara langsung bahwa qiamat akan terjadi pd 2012 M.

KENAPA KALENDAR MAYA?

Mengapa kalender Maya begitu terkenal dan dipercaya? Selama ini kalendar Maya dianggap sangat presisi atau hampir presisi dlm memprediksi kapan gerhana terjadi, baik gerhana bulan (lunar eclipse) maupun gerhana mentari (solar eclipse), berabad kemudian stlhnya.


foto geseran gerhana Mentari
read more…

Indonesia, Kepulauan Peninggalan Atlantis ?

2009 November 30
by ahmadsamantho

Artikel ini, adalah artikel karya Prof.Dr. Arisiyo Santos des Nunes, yang saya terjemahkan dari situs beliau di http://www.atlan.org /

http://www.atlan.org/articles/true_history/

berjudul asli: The True History of Atlantis.

SEJARAH ATLANTIS YANG SEBENARNYA

Catatan: Bencana alam (cataclysms) api dan air di seluruh dunia sejauh yang kita bicarakan dalam esai ini adalah sangat ilmiah. Hal ini banyak dibuktikan dalam catatan geologis, yang secara umum diterima oleh ilmu Geologi modern. Jadi kepunahan besar-besaran segala macam spesies, dan terutama mamalia besar terjadi pada akhir zaman es Pleistocene, sekitar 11.600 tahun yang lalu. Ketika Sekitar 70% dari jenis mamalia besar yang ada pada zaman sebelumnya  punah, termasuk, dalam segala kemungkinannya, dua jenis manusia, Neandertals dan Cro-Magnons, yang punah sekitar zaman ini.

read more…

PIDATO ANAK 12 TH YANG MEMBUNGKAM PARA PEMIMPIN DUNIA DI PBB

2009 November 20
by ahmadsamantho

PIDATO ANAK 12 TH YANG MEMBUNGKAM PARA PEMIMPIN DUNIA DI PBB

Cerita ini berbicara mengenai seorang anak yg bernama Severn Suzuki,  seorang anak yg pada usia 9 tahun telah mendirikan Enviromental Children’s Organization ( ECO ).

ECO sendiri adalah sebuah kelompok kecil anak yg mendedikasikan diri untuk belajar dan mengajarkan pada anak” lain mengenai masalah lingkungan.

read more…