Tinggalkan komentar

Aset Nusantara yang dirampas Imperialis

Safari Ans shared Safari Ans‘s photo.

Terima kasih saya yang tidak terhingga kepada Prof. Dr. Azyumardi Azra (Guru Besar UIN Jakarta) yang bersedia memberikan kata pengantar buku ini. Demikian juga Kang Ahmad Yanuana Samantho, sang penulis buku bestseller Garut Kota Illuminati yang bersedia berikan kata pengantar.

Terima kasih tak terhingga juga dukungannya atas terbitnya buku ini. Mereka adalah Prof. Dr. Soleh Soemirat, Guru Besar Ilmu Komunikasi Unpad Bandung. Prof. Dr. Engkus Kuswarno, Guru Besar Komunikolog Unpad Bansung. Prof. Dr. M. Din Madjid, Guru Besar Sejarah UIN Jakarta. Mr. Rolf Bommer, konsultan keuangan internasional senior di Swiss. Dr. Marsudi Syuhud, Sekjen Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PB NU).
Dan terima kasih khusus kepada Pak Mehdy Zidane, Pimred Phoenix Publishing Project yang berikan semangat kepada saya dan bersedia menerbitkan buku ini. Dan semua pihak dan kawan-kawan yang telah bersedia membantu sehingga buku pertama tentang Harta Amanah Soekarno ini terbit. Salam perjuangan wahai anak bangsa.

Alhamdulillah. Buku saya sudah selesai cetak. Peluncurannya tanggal 7 Mei 2014. Ini buku pertama yang secara khusus membahas masalah sisi lain aktivitas Bung Karno. Judulnya “Harta Amanah Soekarno”. Ini merupakan hasil investigasi jurnalistik saya belasan tahun. Tema itu menjadi disertasi saya yang kini sedang berlangung. Buku ini merupakan tahap awal penelitian saya yang kemudian menjadi tesis saya di Pascasarjana Fikom Unpad Bandung. Buku ini menjadi penting di tengah maraknya orang membicarakan apa yang disebut Harta Amanah Soekarno, Harta Dinasti, dan Dana Revolusi Bung Karno.

Banyak orang berharap cemas akan cairnya harta itu. Puluhan paguyuban dengan ribuan anggota pun berdiri untuk sekedar menyambut kedatangan sang pencair dana amanah. Tapi tak kunjung datang. Sang Satrio Peningit pun ditunggu kedatangannya lantaran diduga berkait dengan cairnya dana amanah ini.

Buku ini bercerita soal perjanjan rahasia antara Soekarno dengan John F. Kennedy (Presiden AS) pada 14 November 1963 yang kemudian berlaku 14 November 1965. Seminggu setelah JFK teken perjanjian itu, ia ditembak 22 Novmber 1963. Soekarno pun “dikudeta” kekuasaannya melalui G30S-PKI (30 September 1965) atau dua minggu sebelum perjanjian yang disebut “The Green Hilton Memorial Agreement” berlaku.

Lebih jauh lagi, buku saya ini mengunkap sebuah pertanyaan besar yang banyak disebut-sebut sesepuh di Jawa: Benarkah bangsa Indonesia memiliki saham mayoritas di FED, bank sentral AS? Buku ini mengungkap tuntas soal itu. Saya sarankan baca buku ini sebelum Anda bicara soal Harta Amanah, apalagi berkait dengan pencairan dokumen UBS berupa surat berharga bank seperti: SBLC, bank garansi, dan sebagainya. Ayo datang dan beli bukunya pada saat peluncuran perdana! Salam perjuangan wahai anak bangsa. Bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar

 

cover buku harta amanah sukarno

NoFire LeMurian Says: “Bnyk org yg blm tau bhw EAST INDIA COMPANY (EIC) Perusahaan Hindia Timur yg didirikan thn 1600 yg berkantor pusat di London United Kingdom (kerajaan inggris) oleh ratu Elizabeth I sbg pesaing VOC Neitherland yg memonopoli perdagangan rempah2 dunia pd awalx ternyata dibiayai oleh investor gabungan (konsorsium) dr para Raja2 dr kerajaan Nusantara; dr namanya saja EAST INDIA/ Hindia Timur adlh sebutan nama utk NUSANTARA saat itu di dunia internasional, mrk inggris hanyalah user; karyawan saja yg memutar dana sang owner dr perusahaan tsb yaitu para Raja2 Nusantara tsb yg pd saat itu qta tau Nusantara adlh sbg pusat perdagangan dunia (WTC). EIC adlh Perusahaan raksasa saat itu yg mengatur perdagangan dunia n stlh 250 thn beroperasi n kontrak kerjasama brakhir pd pertengahan abad 19 dilakukanlah pembagian deviden, laba dr perusahaan tsb sgt luarbiasa besar yg oleh UK saja dpt membangun kerajaan Inggris hingga menjd imperium persemakmuran (commonwealth) yg besar di dunia dan kekayaan dr laba tsb yg berupa emas dlm jumlah besar (krn pd saat itu alat tukar perdagangan dunia adlh uang emas) oleh para Raja2 Nusantara sbg komisaris tunggal EIC tsb dilebur n disimpan serta disertifikasi internasional sbg kolateral dunia utk membangun sistem moneter dunia (berpusat di UBS swiss; Union Bank Switzerland) -dr sinilah lahirx sejarah perbankan internasional- yg sertifikat dr kolateral tsb dipecah n disimpan di Bank2 sentral di sluruh negara2 di dunia sbg penjamin uang kartal yg dicetak di msg2 negara sehingga uang kertas menjd brnilai sbg alat tukar brg n jasa menggantikan emas dlm perdagangan nasional, regional n internasional spt saat ini, s/d skrg kolateral emas Nusantara tsb menjd MIZAN dlm sistem moneter n kehidupan perekonomian dunia internasional. (Nofire Lemurian)

Negeri qta mmg luarbiasa luhur n kaya raya

*jk qta tau 

 

 

 

 

 

Lanjutkan Membaca »

Tinggalkan komentar

Legenda AJISAKA, mengungkap zuriat NABI ISHAQ di NUSANTARA

Legenda AJISAKA, mengungkap zuriat NABI ISHAQ di NUSANTARA

Kang Ari Tea
Bandung

Dalam prasasti Kui (840M) disebutkan bahwa di Jawa terdapat banyak pedagang asing dari mancanagara untuk berdagang misal Cempa (Champa), Kmir (Khmer-Kamboja), Reman (Mon), Gola (Bengali), Haryya (Arya) dan Keling.

Untuk kebutuhan administrasi, terdapat para pejabat lokal yang mengurusi para pedagang asing tersebut, misal Juru China yang mengurusi para pedagang dari China dan Juru Barata yang mengurusi para pedagang dari India. Mereka seperti Konsul yang bertanggung jawab atas kaum pedagang asing.

Di dalam catatan sejarah, kita mengenal gelar “Sang Haji (Sangaji)” merupakan gelar dibawah “Sang Ratu”, seperti contoh Haji Sunda pada Suryawarman (536M) dari Taruma, Haji Dharmasetu pada Maharaja Dharanindra (782M) dari Medang. Haji Patapan pada Maharaja Samaratunggadewa (824M) dari Medang. Sumber : History of Java Nusantara
Legenda Ajisaka

Lanjutkan Membaca »

Tinggalkan komentar

NUBUAT IMAM ALI BIN ABI THALIB AS TENTANG BANGSA DAN NEGARA ARAB DI AKHIR ZAMAN

Nubuat Imam Ali bin Abi Thalib as tentang Bangsa dan Negara Arab di Akhir Zaman!

M3
the-zionist-arab-states-council-1

Sebelum saya mulai mengutip nubuat Imam Ali as yang fenomenal ini tentang kondisi bangsa dan negara-negara Arab di Akhir Zaman, maka ada yang perlu kita garis bawahi terlebih dulu dan mengapa saya hanya fokus kepada bangsa dan negara-negara Arab yang lokasi geografisnya terletak di Peninsula Arabia atau lebih dikenal dengan nama Hijaz.

Lanjutkan Membaca »

2 Komentar

Bung Karno: Penyambung Lidah Rakyat Indonesia

Raden Wiraatmadja

Sukarno ialah dengan menamakannya seorang yang maha‐pencinta. Ia mencintai negerinya, ia mencintai rakyatnya, ia mencintai wanita, ia mencintai seni dan melebihi daripada segala‐galanya ia cinta kepada dirinya sendiri. Sukarno adalah seorang manusia perasaan. Seorang pengagum. Ia menarik napas panjang apabila menyaksikan pemandangan yang indah.

Jiwanya bergetar memandangi matahari terbenam di Indonesia. Ia menangis dikala menyanyikan lagu spirituil orang negro. Orang mengatakan bahwa Presiden Republik Indonesia terlalu banyak memiliki darah seorang seniman. “Akan tetapi aku bersyukur kepada Yang Maha Pencipta, karena aku dilahirkan dengan perasaan halus dan darah seni. Kalau tidak demikian, bagaimana aku bisa menjadi Pemimpin Besar 

1 Komentar

Redupnya Cahaya Putera Sang Fajar

Raden Wiraatmadja

Redupnya Cahaya Putera Sang Fajar

Jatuhnya Soekarno dari kursi kepresidenan RI merupakan peristiwa politik cukup menarik dan sangat bersejarah. Dimulai dengan Supersemar yang memberi “mandat” kepada Jenderal Soeharto untuk memulihkan keamanan dan politik yang saat itu sangat kacau, sampai ditolaknya Pidato Nawaksara yang disampaikan oleh Presiden Soekarno.

Mengenai Surat Perintah Sebelas Maret, menurut sebuah sumber, itu merupakan mandat atau perintah untuk menyelamatkan revolusi. Dan bukan pelimpahan kekuasaan, melainkan pelimpahan tugas. Menurut sumber itu pula, sebagai orang yang diperintahkan pemegang supersemar berkewajiban melaporkan kepada Soekarno apa yang dikerjakannya sesuai perintah itu.

Berikut ini adalah kronologis kejatuhan Soekarno yang dikutip dari berbagai sumber, dan sebagian besar, dikutip dari buku “Proses Pelaksanaan Keputusan MPRS No.5/MPRS/ 1996 Tentang Tanggapan Madjelis Permusjawaratan Rakjat Sementara Republik Indonesia Terhadap Pidato Presiden/Mandataris MPRS di Depan Sidang Umum Ke-IV MPRS Pada Tanggal 22 Djuni 1966 Yang Berdjudul Nawaksara,” dimulai dengan dikeluarkannya Surat Perintah Sebelas Maret (Supersemar).

Lanjutkan Membaca »

Tinggalkan komentar

Pidato BK Di saat Senja (Bagian IV.Tamat)

Tidak banyak diketahui umum bahwa tahun 1965-1967 Presiden Soekarno sempat berpidato paling sedikit sebanyak 103 kali. Yang diingat orang hanyalah pidato pertanggungjawabannya, Nawaksara, yang ditolak MPRS tahun 1967. Dalam memperingati 100 tahun Bung Karno, tahun 2001 telah diterbitkan kumpulan pidatonya. Namun, hampir semuanya disampaikan sebelum peristiwa G30S 1965.

Kumpulan naskah ini diawali pidato 30 September 1965 malam (di depan Musyawarah Nasional Teknik di Istora Senayan, Jakarta) dan diakhiri pidato 15 Februari 1967 (pelantikan beberapa Duta Besar RI). Pidato-pidato Bung Karno (BK) selama dua tahun itu amat berharga sebagai sumber sejarah. Ia mengungkapkan aneka hal yang ditutupi bahkan diputarbalikkan selama Orde Baru. Dari pidato itu juga tergambar betapa sengitnya peralihan kekuasaan dari Soekarno kepada Soeharto. Di pihak lain, terlihat pula kegetiran seorang presiden yang ucapannya tidak didengar bahkan dipelintir. Soekarno marah. Ia memaki dalam bahasa Belanda.

Konteks pidato

Periode 1965-1967 dapat dilihat sebagai masa peralihan kekuasaan dari Soekarno kepada Soeharto. Dalam versi pemerintah, masa ini dilukiskan sebagai era konsolidasi kekuatan pendukung Orde Baru (tentara, mahasiswa, dan rakyat) untuk membasmi PKI sampai ke akarnya serta pembersihan para pendukung Soekarno.

Mulai tahun 1998 di Tanah Air dikenal beberapa versi sejarah yang berbeda. Selain menonjolkan keterlibatan pihak asing seperti CIA, juga muncul tudingan terhadap keterlibatan Soeharto dalam “kudeta merangkak”, yaitu rangkaian tindakan dari awal Oktober 1965 sampai keluarnya Supersemar (Surat perintah 11 Maret 1966) dan ditetapkannya Soeharto sebagai pejabat Presiden tahun 1967. “Kudeta merangkak” terdiri dari beberapa versi (Saskia Wieringa, Peter Dale Scott, dan Subandrio) dan beberapa tahap.

Substansi pidato

Setelah peristiwa G30S, Soekarno berusaha mengendalikan keadaan melalui pidato-pidatonya.

“Saya komandokan kepada segenap aparat negara untuk selalu membina persatuan dan kesatuan seluruh kekuatan progresif revolusioner. Dua, Menyingkirkan jauh-jauh tindakan-tindakan destruktif seperti rasialisme, pembakaran-pembakaran, dan perusakan-perusakan. Tiga, menyingkirkan jauh-jauh fitnahan-fitnahan dan tindakan-tindakan atas dasar perasaan balas dendam.”

Ia juga menyerukan “Awas adu domba antar-Angkatan, jangan mau dibakar. Jangan gontok-gontokan. Jangan hilang akal. Jangan bakar-bakar, jangan ditunggangi”. Dalam pidato ia menyinggung Trade Commission Republik Rakyat Tiongkok di Jati Petamburan yang diserbu massa karena ada isu Juanda meninggal diracun dokter RRT. Padahal, beliau wafat akibat serangan jantung. Soekarno menentang rasialisme yang menjadikan warga Tionghoa sebagai kambing hitam.

Dalam pidato 20 November 1965 di depan keempat panglima Angkatan di Istana Bogor BK mengatakan, “Ada perwira yang bergudul. Bergudul itu apa? Hei, Bung apa itu bergudul? Ya, kepala batu.” Tampaknya ucapannya itu ditujukan kepada Soeharto. Pada kesempatan yang sama Soekarno menegaskan, “Saya yang ditunjuk MPRS menjadi Panglima Besar Revolusi. Terus terang bukan Subandrio. Bukan Leimena…. Bukan engkau Soeharto, bukan engkau Soeharto, dan seterusnya (berbeda dengan nama tokoh lain, Soeharto disebut dua kali dan secara berturut-turut).

Mengapa Soekarno tak mau membubarkan PKI, padahal ini alasan utama kelompok Soeharto menjatuhkannya dari presiden. Karena dia konsisten dengan pandangan sejak tahun 1925 tentang Nas (Nasionalisme), A (Agama), dan Kom (Komunisme). Dalam pidato ia menegaskan, yang dimaksudkan dengan Kom bukanlah Komunisme dalam pengertian sempit, melainkan Marxisme atau lebih tepat “Sosialisme”. Meskipun demikian Soekarno bersaksi “saya bukan komunis”. Bung Karno juga mengungkapkan keterlibatan pihak asing yang memberi orang Indonesia uang Rp 150 juta guna mengembangkan “the free world ideology”. Ia berseru di depan diplomat asing di Jakarta, “Ambassador jangan subversi.”

Tanggal 12 Desember 1965 ketika berpidato dalam rangka ulang tahun Kantor Berita Antara di Bogor, Presiden mengatakan tidak ada kemaluan yang dipotong dalam peristiwa di Lubang Buaya. Demikian pula tidak ada mata yang dicungkil seperti ditulis pers.

Peristiwa pembantaian di Jawa Timur diungkapkan Soekarno dalam pidato di depan HMI di Bogor 18 Desember 1965. Soekarno mengatakan pembunuhan itu dilakukan dengan sadis, orang bahkan tidak berani menguburkan korban.

“Awas kalau kau berani ngrumat jenazah, engkau akan dibunuh. Jenazah itu diklelerkan saja di bawah pohon, di pinggir sungai, dilempar bagai bangkai anjing yang sudah mati.”

Dalam kesempatan sama, Bung Karno sempat bercanda di depan mahasiswa itu, “saya sudah 65 tahun meski menurut Ibu Hartini seperti baru 28 tahun. Saya juga melihat Ibu Hartini seperti 21 tahun.”

Gaya bahasa Soekarno memang khas. Ia tidak segan memakai kata kasar tetapi spontan. Beda dengan Soeharto yang memakai bahasa halus tetapi tindakannya keras. Di tengah sidang kabinet, di depan para Menteri, Presiden Soekarno tak segan mengatakan “mau kencing dulu” jika ia ingin ke belakang . Ketika perintahnya tidak diindahkan, ia berteriak “saya merasa dikentuti”. Pernah pula ia mengutip cerita Sayuti Melik tentang kemaluannya yang ketembak. Namun, di lain pihak ia mahir menggunakan kata-kata bernilai sastra, “Kami menggoyangkan langit, menggempakan darat, dan menggelorakan samudera agar tidak jadi bangsa yang hidup hanya dari 2 ½ sen sehari. Bangsa yang kerja keras, bukan bangsa tempe, bukan bangsa kuli. Bangsa yang rela menderita demi pembelian cita-cita.”

Dalam pidato 30 September 1965 ia sempat mengkritik pers yang kurang tepat dalam menulis nama anak-anaknya. Nama Megawati sebetulnya Megawati Soekarnaputri, bukan Megawati Soekarnoputri. Demikian pula dengan Guntur Soekarnaputra.

Di balik pidato

Apa yang disampaikan Soekarno dalam pidato-pidatonya merupakan bantahan atas apa yang ditulis media. Monopoli informasi sekaligus monopoli kebenaran adalah causa prima dari Orde Baru. Umar Wirahadikusumah mengumumkan jam malam mulai 1 Oktober 1965, pukul 18.00 sampai 06.00 pagi, dan menutup semua koran kecuali Angkatan Bersenjata dan Berita Yudha. Koran-koran lain tidak boleh beredar selama seminggu. Waktu sepekan ini dimanfaatkan pers militer untuk mengampanyekan bahwa PKI ada di belakang G30S.

Meski masih berpidato dalam berbagai kesempatan, pernyataan BK tidak disiarkan oleh koran-koran. Bila Ben Anderson di jurnal Indonesia terbitan Cornell mengungkapkan hasil visum et repertum dokter bahwa kemaluan jenderal tidak disilet dalam pembunuhan di Lubang Buaya 1 Oktober 1965, jauh sebelumnya Soekarno dengan lantang mengatakan, 100 silet yang dibagikan untuk menyilet kemaluan jenderal itu tidak masuk akal.

Dalam pidatonya terdengar keluhan. Misalnya, di Departemen P dan K orang-orang yang mendukung BK dinonaktifkan. Sebetulnya seberapa drastiskah merosotnya kekuasaan yang dipegangnya?

Presiden Soekarno masih sempat melantik taruna AURI dan berpidato dalam peringatan 20 tahun KKO. Paling sedikit Angkatan Udara, Marinir, dan sebagian besar tentara Kodam Brawijaya masih setia kepada Bung Karno. Tetapi kenapa ia hanya sekadar berseru “jangan gontok-gontokan antarangkatan bersenjata”. Kenapa ia tidak memerintahkan tentara yang loyal kepadanya untuk melawan pihak yang ingin menjatuhkannya?

Soekarno tidak ingin terjadi pertumpahan darah sesama bangsa. Dalam skala tertentu, yang tidak diharapkan Bung Karno itu telah terjadi setelah ia meninggal . Demikian pula yang kita lihat hari ini di Aceh. Sebuah wilayah yang pada tahun 1945 para ulamanya menyerukan rakyat mereka untuk berdiri di belakang Bung Karno

  • You and 4 others like this.
  • Raden Wiraatmadja ”Anakku, simpan segala yang kau tahu. Jangan ceritakan deritaku dan sakitku kepada rakyat, biarlah aku yang menjadi korban asal Indonesia tetap bersatu. Ini kulakukan demi kesatuan, persatuan, keutuhan, dan kejayaan bangsa. Jadikanlah deritaku ini sebagai kesaksian bahwa kekuasaan seseorang Presiden ada batasnya karena kekuasaan yang langgeng hanyalah kekuasaan rakyat dan di atas segalanya adalah kekuasaan Tuhan yang Maha Esa”.
  • Ade Gunawan Kang Raden , ijin “copas“ , nuhun
2 Komentar

Putin Membuat ‘New World Order’ Takut Tuhan

Putin Membuat ‘New World Order’ Takut Tuhan

Putin Membuat 'New World Order' Takut Tuhan

 MAHDI-NEWS - Setelah referendum kemerdekaan Crimea,  Hillary Clinton mengatakan Presiden Rusia Putin adalah ” Hitler baru.” Zbigniew Brezezinski  mantan Penasihat Keamanan Nasional setuju,  menyebut Putin tidak hanya sebagai Hitler,  tetapi juga preman, pengancaman,  seorang gangster Mafia,  dan Mussolini.  Media mainstream Barat pun menyebarluaskan serangan kekanak-kanakan ini.

 Mengapa semua pembuat kebijakan luar negeri Barat begitu takut terhadap Putin ?

Lanjutkan Membaca »

Catatan Safari ANS

Terlambat Satu Detik Kerugian Satu Milyar

Women Terrace

Where is women can feel free

Kanzunqalam's Blog

AKAL tanpa WAHYU, akan berbuah, IMAN tanpa ILMU

Cahayapelangi

Cakrawala, menapaki kehidupan nusantara & dunia

religiku

hacking the religion

SANGKAN PARANING DUMADI

Just another WordPress.com site

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 4.953 pengikut lainnya.