NEO-LIBERALISME DAN NASIONALISME KITA
July 8, 2009 at 12:55 pm | In Ekonomi, Falsafah, Politik | Leave a Comment
NEO-LIBERALISME DAN NASIONALISME KITA
Prof.Dr. Abdul Hadi W. M.
Seperti halnya sebuah sistem pemerintahan dan politik, sebuah sistem ekonomi pastilah didasarkan atas pemikiran atau aliran filsafat tertentu. Demikian pula halnya dengan dua sistem ekonomi yang sedang diperdebatkan dengan hangatnya sekarang ini di negeri kita, yaitu neo-liberalisme dan ekonomi kerakyatan. Karena itu keduanya tidak saja dapat diperdebatkan dari perspektif ilmu ekonomi, tetapi juga dari perspektif sejarah pemikiran atau filsafat sebagaimana akan saya coba lakukan sejauh kemampuan saya.
Campur Tangan Negara-negara Besar dalam setiap Pemilu di Negara-negara Muslim.
July 6, 2009 at 4:21 am | In Uncategorized | Leave a CommentBls: Fw: [parapemikir] Ipar, Istri dan Anak SBY akan Masuk KPK ? Menyusul Besan
Saturday, July 4, 2009 4:23 PM
From: “Abdul Hadi WM”
To: “Ahmad Samantho”
Marilah kita belajar dari sejarah, khususnya berkenaan dengan pengalaman pemilu di negara-negara Dunia Ketiga selama tiga dasawarsa terakhir ini yang tidak sepi dari tangan asing. Sudah menjadi pengetahuan banyak orang bahwa kepentingan negara besar seperti AS, Inggeris, Perancis dan lain-lain sangat besar di negara-negara Asia Afrika. Usaha untuk mencampuri kebijakan politik dan ekonominya, bahkan militernya, selalu dilakukan memalui momen-momen penting seperti Pemilu dan Pilpres.
1. Dalam dasawarsa 1980an FIS, partai Islam terkemuka yang menolak neokolonialisme Barat, memenangkan pemilu yang berjalan demokratis di Aljazair. Tetapi kemenangannya diprotes oleh Perancis, bekas penjajah negeri itu, dan negara Barat lain. Campur tangan Perancis membuat hasil pemilu dianulir dan Aljazair mengalami kekacauan yang menyebabkan militer turun tangan. Pertanyaannya: benarkah negara-negara Barat menghendaki demokrasi tumbuh sehat di negara yang rakyatnya menenang neokolonialisme yang sekarang memakai baju baru berupa kapitalisme pasar bebas alias neoliberalisme?
2. Beberapa tahun lalu Hamas, fraksi perjuangan Palestina yang berhaluan Islam, memenangkan pemilu. Tetapi kemenangannya yang diperoleh secara demokratis tidak diakui oleh negara-negara Barat, terutama AS dan Israel, karena berpendirian bahwa Hamas itu organisasi teroris. Tampaknya bagi AS dan sekutunya organisasi perjuangan nasional apa pun, selama menentang Barat, dengan mudahnya dicap teroris. Benarkah mereka menginginkan demokrasi tumbuh di negara yang bukan pro-Barat dan Zionis?
3. Banyak pengamat mengatakan bahwa tergulingnya PM Thaksin yang populis dan yang pro-Beijing di Thailand tidak lepas dari campur tangan negara maju yang berhaluan pasar bebas.
4. Baru-baru ini pilpres Iran yang dimenangkan Ahmadinajad mengejutkan negara-negara Barat. Timbul kekacauan disebabkan tuduhan banyak kecurangan dilakukan oleh pendukung Ahmadinajad. Lagi-lagi Inggeris negara pertama yang begitu berkepentingan dengan hasil pilpres Iran. Sudah banyak diketahui orang bahwa Inggeris adalah negara yang paling bertanggungjawab atas berdirinya negara Zionis Irael sebagai sumber utama krisis Timur Tengah dan Inggeris pula yang membantu Shah Iran I dan Shah Iran II berkuasa di Iran. Pernah pemerintah AS dan Inggeris yang pro-Shah Iran mengungkit-ungkit pelanggaran HAM yang dilakukan Reza Pahlewi, sebanyak seringnya menuduh pemerintah Iran yang AS sebagai sponsor terorisme?
5. Pada mulanya Sadam Husein didukung AS dan sekutu Baratnya. Dia dibantu peralatan militer yang canggih untuk memerangi Iran, tidak lama setelah meletusnya Revolusi Iran. Teapi ketika kepentingan Saddam bertabrakan dg kepentingan AS dan Inggeris, negeri itu dihancurkan dan Saddam itu dihukum gantung sebagai pelanggar HAM besar walaupun pelanggarannya mungkin tidak sebesar yang dilakukan Bush atau PM Israel sejak Golda Meir hingga Benyamin Netanyahu.
6. Jenderal Musharaf di Pakistan didukung AS juga tetapi dijatuhkan pula melalui peristiwa terbunuhnya Benazir Bhutto, diikuti kemenangan suaminya yang kepemimpinannya lemah dan mudah diperdaya. Suharto juga didukung oleh AS, dan dijatuhkan oleh AS setelah kepentingan bisnis keluarganya merugikan kepentingan AS dengan WTO, IMF, ADB, IGGI dls.Setelah Pakistan dihbikin babak belur, bukan tidak mungkin giliran Indonesia sebagai negara yang penduduk Islamnya paling besar di dunia dan ditakutkan menjadi penghambat laju kepentingan ekonomi, politik, dan militer AS dan sekutunya.
Tulisan di atas saya tujukan kepada baik pendukung fanatik SBY-Budiono maupun pendukung capres-cawapres yang lain.
Terimakasih.
— Pada Sel, 30/6/09, Ahmad Samantho menulis:
Dari: Ahmad Samantho
Topik: Fw: [parapemikir] Ipar, Istri dan Anak SBY akan Masuk KPK ? Menyusul Besan
Kepada: islamalternatif@yahoogroups.com, “Islam muhammadi” , “Paramadina Kajian Islam” , “INternal Madina” , “Milist Icas” , “parapemikir”
, “santri kiri” , “Suara SUARA” , “Suara Hati”
Cc: “Isyraq” , “smansa” , “Abdillah Toha” , “Abdul Hadi WM” , “psik demokrasi”
Tanggal: Selasa, 30 Juni, 2009, 12:14 AM
— On Tue, 6/30/09, Al Faqir Ilmi wrote:
From: Al Faqir Ilmi
Subject: [parapemikir] Ipar, Istri dan Anak SBY akan Masuk KPK ? Menyusul Besan
To: “PIS JATIM” , “PKNU ANAS JEPARA” , media-bali@yahoogroups.com, “media-jateng” , media-jatim@yahoogroups.com, media-klaten@yahoogroups.com, media-sumut@yahoogroups.com, “Mediacare” , melati_sinardeli@yahoo.com, mfadjroelrachman@yahoo.com, mwk7777@gmail.com, “nasionalist” , nico_journalist@yahoo.com, novirianto@wartakota.co.id, PAN@yahoogroups.com, pantau-komunitas@yahoogroups.com, parapemikir@yahoogroups.com, partai-keadilan-sejahtera@yahoogroups.com, partai@pks.or.id, pemilu_2009_news@yahoogroups.com, PersIndonesia@yahoogroups.com, pesantren@al-hikam.or.id, pp_iaitb@yahoo.com, ppiindia@yahoogroups.com, ppmuh@indosat.net.id, presidium@alumnigmni.org, “OK Taufik”
Date: Tuesday, June 30, 2009, 5:47 AM
Ipar, Istri dan Anak SBY akan Masuk KPK ? Menyusul Besan
Oleh saricantika – 28 Juni 2009
http://public. kompasiana.com/2009/06/28/ipar-istri-dan-anak-sby- akan-masuk-kpk-menyusul-besan/,
Pernyataan SBY yang menyebut bahwa KPK sudah menjadi lembaga super body, serta perintahnya kepada BPKP untuk mengaudit KPK, tak lepas dari skenario SBY untuk mengobrak-abrik KPK. Selain dilatari dendam lantaran besannya Aulia Pohan dijebloskan ke penjara oleh KPK, SBY sudah mulai cemas; bisnis keluarganya sedang diselidiki KPK.
Pernyataan- pernyataan SBY selama ini yang memuji langkah KPK dalam memberantaskorupsi itu hanya manuver politik semata dan sekadar untuk pencitraan. Padahal sebenarnya SBY sangat panik karena kini KPK yang dia rancang sedemikian rupa untuk kepentingannya, kini tidak dapat SBY kontrol lagi.
SBY sendiri sekarang sudah mulai cemas dengan manuver KPK yang mulai melirik bisnis keluarganya. Juga, KPK saat ini sudah mulai “menembak” orang Partai Demokrat, dengan menyeret salah satu tokoh penting Partai Demokrat, yakni Jhony Allen dalam kasus pembangunan sarana pelabuhan di wilayah Indonesia Timur.
Inilah salah satu alasan mengapa SBY ingin membubarkan KPK. Jika itu tidak dihentikan, bisa-bisa KPK akan terus saja melakukan manuvernya untuk mengusut korupsi keluarganya dan juga orang-orang Demokrat.
Sebetulnya SBY tidaklah benar-benar serius memberantas korupsi, terbukti dengan lambannya pemerintah mengeluarkan Perpu Pengadilan Tipikor, karena proses pembuatan UU Pengadilan Tipikor di DPR hingga saat ini masih belum jelas bentuknya. Sementara DPR sendiri sudah akan berakhir masa tugasnya September mendatang.
Korupsi Besan SBY: Aulia Pohan
KPK telah berhasil mengungkap korupsi besan SBY, mantan Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Aulia Tantawi Pohan. Dan kini Aulia telah masuk penjara dijerat dengan kasus dugaan korupsi dana Yayasan Pengembangan Perbankan Indonesia (YPPI) sebesar Rp100 miliar. Kasus ini berawal sejak tahun 2000. Saat itu, tekanan publik terhadap BI sangat besar akibat skandal Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI).
Tim Penuntut Umum menuntut Aulia Tantawi Pohan empat tahun penjara dalam perkara dugaan penyelewengan dana Yayasan Pengembangan Perbankan Indonesia (YPPI) sebesar Rp100 miliar pada 2003.
Aulia dituntut bersama dengan tiga mantan Deputi Gubernur BI yang lain, yaitu Maman H. Somantri, Bunbunan Hutapea, dan Aslim Tadjuddin. Ketiga mantan pejabat BI itu juga mendapat tuntutan yang sama.
Dana YPPI sebesar Rp100 miliar itu diduga digunakan untuk bantuan hukum para mantan pejabat BI. Aulia Pohan dan terdakwa lainnya diduga menyetujui pemberian bantuan melalui mekanisme RDG.
Para mantan pejabat BI itu adalah mantan Direksi BI, Hendro Budianto, Paul Sutopo, dan Heru Supraptomo. Mereka menerima bantuan masing-masing sebesar Rp10 miliar.
Selain itu, para terdakwa juga menyetujui memberikan dana Rp 25 miliar kepada mantan Gubernur BI Sudradjad Djiwandono dan Rp13,5 miliar kepada mantan Deputi Gubernur BI Iwan R. Prawiranata.
Selain memberikan bantuan kepada para mantan pejabat BI, para terdakwa juga diduga menyetujui pemberian uang sebesar Rp 31,5 miliar kepada DPR melalui anggota DPR Antony Zeidra Abidin dan Hamka Yandhu. Pemberian itu untuk memperlancar amandemen UU BI dan penyelesaian masalah Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI).
Atas perbuatan itu, Aulia dan terdakwa lain dijerat dengan pasal 3 jo pasal 18 UU nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 55 ayat (1) kesatu KUHP.
KKN Kel. Ani Yudhoyono & Kel. Hatta Rajasa
Saat ini KPK tengah menyelidiki dugaan korupsi keluarga SBY di PowerTel. Perusahaan penyedia jasa infrastruktur backbone internet ini merupakan perusahaan yang melibatkan keluarga Ani Yudhoyono dan keluarga Hatta Rajasa.
Dalam susunan pejabat teras PowerTel duduk Hartanto Edhie Wibowo, adik kandung Ani Yudhoyono, sebagai komisaris utama dan nama Retno Cahyaningtyas. Sedangkan Di jajaran direksi ada dua anggota keluarga Hatta Rajasa, yakni Ketua DPW PAN Sumatera Selatan Achmad Hafisz Tohir dan Jon Erizal.
Hubungan mesra antara Hatta Rajasa dengan keluarga Cikeas disinyalir terjalin sejak lama. Saat politisi berambut perak itu menguasai Departemen Perhubungan. Sehingga wajarlah jika muncul dugaan apabila PowerTel mendapat kemudahan dari pihak Dephup, dalam hal ini dengan PT Kereta Api (KA).
Ketika Hatta menjabat sebagai Menhub, nama Hartanto, Hafisz dan Jon Erizal disinyalir selalu bermain di berbagai proyek di lingkungan Dephub. Bermodalkan hubungan darah dengan kekuasaan, ketiganya cukup disegani di lingkungan Dephub.
Kabarnya, menurut sumber, beberapa proyek yang mereka garap adalah pembangunan double track serta infrastruktur pendukung kereta api jurusan Tanah Abang-Serpong. Proyek tersebut menghabiskan dana APBN 2006-2007 senilai Rp 333 miliar. Proyek lainnya, pengadaan 16 unit kereta api listrik (KRL) bekas asal Jepang, senilai Rp 44,5 miliar. Belakangan proyek KRL eks Jepang itu, dipertanyakan banyak kalangan karena dinilai kemahalan.
Tak hanya itu, di sector pembangunan sarana transportasi laut, tak lepas dari pantauan mereka. Termasuk penyelenggaraan diklat di lingkungan Dephub, masuk dalam kuasa mereka. Sejak itu, temali perkawanan Hatta dengan Cikeas berjalan mulus. Apalagi Hatta termasuk menteri yang loyalitasnya tegak lurus kepada SBY.
Korupsi Eddy Baskoro Yudhoyono dan Gatot Suwondo di BNI
Sementara itu kini KPK tengah menyelidiki dugaan korupsi Eddy Baskoro Yudhoyono dan Gatot Suwondo di BNI. Ada berbagai manuver yang dilakukan Gatot dan Eddy untuk membobol BNI, Gatot sang paman bertindak sebagai Dirut BNI dan Eddy Baskoro bertindak selaku nasabah penerima pinjaman. Ditengarai jumlah dana yang dimainkan berkisar ratusan milyar rupiah, antara lain dalam bentuk kredit macet dan dana-dana lain yang sedang ditelusuri KPK, dengan total dana sekitar Rp. 600 milyar.
Gatot M Suwondo Dirut BNI adalah ipar Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. pria itu menikahi adik perempuan dari Ani Yudhoyono. Dari awal pengangkatan Gatot menjadi Dirut BNI sempat menggegerkan BNI dan dunia perbankan, mengingat kinerja Gatot yang dibawah rata-rata direktur bank.
Dalam RUPS yang digelar 6 Februari 2008, susunan direksi baru BNI dibentuk. Susunan direksi BNI adalah Dirut Gatot Mudiantoro Suwondo, wakil dirut Felia salim yang sebelumnya menjabat komisaris independen. Direktur: Achmad Baiquni, Bien Subiantoro, Suwoko Singoasto, Krishna Suparto, Darwin Suzandi, Ahdi Jumhari Luddin, Doddy Virgianto, Yap Tjay Soen. Posisi komisaris utama diberikan ke Erry Riyana Hardjapamekas yang sebelumnya adalah ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Eddy Baskoro Yudhoyono, anak bungsu Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono pernah terlibat kasus money politic. Harian Bangsa di Ponorogo, Jawa Timur, menulis bahwa Ibas –panggilan Eddy Baskoro Yudhoyono– membagi-bagikan uang Rp. 10.000,- kepada masyarakat di daerah pemilihannya di Ponorogo, Jawa Timur. Anehnya justru karena pemberitaan itu, ketiga media dijerat dengan pasal pencemaran nama baik.
Nama-nama Keluarga SBY yang tersangkut KPK
1. Istri – Ani Yudhoyono
2. Anak – Eddy Baskoro Yudhoyono
3. Besan – Aulia Tantawi Pohan
4. Ipar – Gatot Suwondo
5. Ipar – Hartanto Edhie Wibowo
6. Ipar – Retno Cahyaningtyas
NOTE:
KALAU SEMUA INFORMASI DIATAS BOHONG, MAS SBY TIDAK PERLU PANIK
NAMUN KALAU INFORMASI DIBENAR, BERSIAPLAH
KARENA CEPAT ATAU LAMBAT PASTI AKAN TERBONGKAR
Gusti Mboten Sare>
Siapakan Ya’juj dan Ma’juj ? Leluhur Zionisme Internasional
July 2, 2009 at 6:24 am | In Jihad, News, Politik | Leave a CommentFrom: adamleagle <prubono@…>
Subject: [islamalternatif] [PENDEDAHAN WAJAH YAKJUJ DAN MAKJUJ]
To: islam_alternatif@yahoogroups.com
Date: Wednesday, June 24, 2009, 7:04 PM
Allah SWT memberikan petunjuk untuk kita mengenali Ya’juj & Ma’juj. Ini dijelaskan melalui kisah Zulkarnain pada Surah al-Kahfi:
“…kemudian ia berpatah balik menurut jalan yang lain (utara). Sehingga apabila ia sampai di antara dua gunung, ia dapati di sisinya satu kaum yang hampir-hampir mereka tidak dapat memahami perkataan. Mereka berkata: “wahai Zulkarnain, sesungguhnya kaum Yakjuj dan Makjuj sentiasa melakukan kerosakan di bumi; oleh itu, setujukah kiranya kami menentukan sejumlah bayaran kepadamu (dari hasil pendapatan kami) dengan syarat engkau membina sebuah tembok di antara kami dengan mereka?” Dia menjawab: “(kekuasaan dan kekayaan) yang Tuhanku jadikan daku menguasainya, lebih baik (dari bayaran kamu); oleh itu bantulah daku dengan tenaga (kamu beramai-ramai) aku akan bina antara kamu dengan mereka sebuah tembok penutup yang kukuh. Bawalah kepadaku ketul-ketul besi”; sehingga apabila ia terkumpul separas tingginya menutup lapangan antara dua gunung itu, dia pun perintahkan mereka membakarnya dengan berkata: “Tiuplah dengan alat-alat kamu” sehingga apabila ia menjadikannya merah menyala seperti api, berkatalah dia: “Bawalah tembaga cair supaya aku tuangkan atasnya”. Maka mereka tidak dapat memanjat tembok itu, dan mereka juga tidak dapat menebuknya.
(Setelah itu) berkatalah Zulkarnain: “Ini ialah suatu rahmat dari Tuhanku; dalam pada itu, apabila sampai janji Tuhanku, Dia akan menjadikan tembok itu hancur lebur, dan adalah janji Tuhanku itu benar”…”; al-Kahfi:92- 98
Continue reading Siapakan Ya’juj dan Ma’juj ? Leluhur Zionisme Internasional…
Undangan Diskusi Bulanan Paramadina: Belajar Islam: Perbandingan Timur dan Barat
July 1, 2009 at 5:10 am | In Islam & Sciences, News | Leave a CommentNB: Tempat terbatas.. Bagi yang berminat hadir, mohon konfirmasi terlebih dahulu. Wartawan Gratis.
DISKUSI BULANAN VI
Selasa, 7 Juli 2009, Waktu : 19.00-21.30 WIB
Tempat : PARAMADINA
Belajar Islam: Perbandingan Timur dan Barat
Sebagian orang menyebutkan bahwa belajar Islam tak afdal kalau belum belajar ke Timur Tengah. Kawasan itu bukan hanya dianggap sebagai pusat Islam, tapi juga sebagai kawasan suci yang memiliki aura tertentu. Wilayah yang dianggap sebagai lokasi penyebaran Islam pertama dan turunnya para Nabi.
SEGERA BEREDAR: Majalah MADINA Terbaru Edisi Juli 2009
July 1, 2009 at 4:40 am | In News | Leave a CommentReorientasi Filsafat Ilmu Pengetahuan
June 29, 2009 at 8:25 am | In Falsafah, Hikmah, Islam & Sciences | Leave a CommentREORIENTASI FILSAFAT ILMU PENGETAHUAN
pokok-pokok pemikiran tentang etika keilmuan Bahan Diskusi Etika Keilmuan LIPI, 1 Juli 2002
oleh Armahedi Mahzar http://integralist.blogspot.com/
Kita kini berada di awal abad ke-21 milenium III dihadapkan pada sejumlah perkembangan revolusioner yang berpangkal pada keterjalinan ilmu pengetahuan dan teknologi yang sangat erat. Di satu pihak perkembangan ilmu pengetahuan mendorong kemajuan teknologi, di lain pihak kemajuan teknologi mendorong perkembangan ilmu pengetahuan.
KERAJAAN KANDIS “ATLANTIS NUSANTARA”
June 22, 2009 at 2:57 pm | In Ibrah Sejarah, Islam & Sciences | 1 CommentKERAJAAN KANDIS “ATLANTIS NUSANTARA”
ANTARA CERITA DAN FAKTA
(Sebuah Hipotesa Lokasi Awal Peradaban di Indonesia)
MAKALAH SEMINAR
Oleh:
PEBRI MAHMUD AL HAMIDI
MEI 2009
RINGKASAN
Nenek moyang bangsa Indonesia diduga kuat oleh para Arkeolog adalah ras Austronesia. Ras ini mendarat di Kepulauan Nusantara, dan memulai peradaban neolitik. Bukti arkeologi menunjukkan bahwa budaya neolitik dimulai sekitar 5000 tahun lalu di kepulauan Nusantara. Bersamaan dengan budaya baru ini bukti antropologi menunjukkan muncul juga manusia dengan ciri fisik Mongoloid. Populasi Mongoloid ini menyebar di kawasan Nusantara sekitar 5000 sampai 3000 tahun lalu dengan membawa bahasa Austronesia dan teknologi pertanian.
Jejak Langkah Dr. Ali Syariati
June 22, 2009 at 12:37 pm | In Biografi Hukama & Arifin, Ibrah Sejarah | Leave a CommentJejak Langkah Dr. Ali Shariati
Sebuah Biografi Perjuangan
Oleh: Ahmad Y. Samantho
“Sebentar lagi SBY akan jadi gubenur jendral AS negara bagian ke-51. Parpol-parpol Islam ibarat negara teluk yang diperas kekayaan minyaknya. Yang genting sekarang ialah masalah pengkhianatan, bahkan pelacuran intelektual. Diam-diam kita merindukan orang seperti Ali Syariati dan Morales. Bravo mustad’afin.”
(Abdul Hadi WM)
Itulah bunyi satire sebuah pesan singkat (SMS) sekitar sebulan yang lalu (31 Mei) kepada penulis, dari salah seorang tokoh budayawan-intelektual terkemuka Indonesia. Dialah Prof.Dr. Abdul Hadi WM, Sastrawan-budayawan sufi dan juga dosen senior di beberapa kampus seperti UI, Universitas Paramadina, The Islamic College, dll.
Sang Penguasa Baru di Indonesia
June 22, 2009 at 4:29 am | In Ekonomi, News, Politik | Leave a CommentJohn Pilgers – Sang Penguasa Dunia Baru di Indonesia
2009 April 10
tags: John Pilgers, penguasa dunia baru, the new rulers of the world, utang luar negeri
by nusantaraku
Sang Penguasa Dunia Baru atau New Rulers of The World (tahun 2002) merupakan film dokumenter karya John Pilgers [biografi di wikipedia], seorang jurnalis terkemuka dunia berkebangsaan Australia yang bekerja di Inggris.. Dari berbagai pengalaman dan menjadi saksi hidup pada berbagai peristiwa yang ia liput, membangkitkan semangat dasar nurani John Pilgers untuk membongkar segala ketidakadilan terutama yang dilakukan oleh Amerika dan sekutunya (termasuk Inggris dan Australia tempat dimana ia lahir dan tinggal).
Kajian Sufism Syekh Siti Jenar
June 18, 2009 at 9:55 am | In Irfan | Leave a Comment
Jumat, 12 Juni 2009 lalu, Paramadina telah menyelenggarakan diskusi bertajuk “Kontroversi Ajaran Syekh Siti Jenar dan Relevansinya Kini”. Respon para peserta cukup baik. Bahkan sesuai dengan permintaan dan persetujuan sebagian dari mereka, kajian mengenai Siti Jenar diteruskan menjadi paket kajian.
Paket kajian ini diharapkan bisa terus berlangsung. Sebagai langkah awal, kita akan memulai dengan mengupas tuntas Syekh Siti Jenar dan akan dilanjutkan dengan para wali atau sufi Nusantara lainnya, seperti Wali Sanga. Sebagaimana halnya Kajian Fushush al-Hikam Ibn ‘Arabi yang saat ini sudah berjalan lebih dari dua tahun di Paramadina.
Blog at WordPress.com. | Theme: Pool by Borja Fernandez.
Entries and comments feeds.


















http://indonesian.irib.ir/



