5 Komentar

MELACAK JEJAK LELUHUR NUSANTARA

Melacak Jejak Leluhur Nusantara

Oleh : Rahwana Dasamuka
Melacak jejak Leluhur Nusantara
Jika mencermati Evolutionary tree of Human Y-chromosome DNA (Y-DNA) haplogroups, diperkirakan Keluarga Nuh berasal dari Haplogroup IJK, yang merupakan pangkal percabangan keturunan Sem bin Nuh (Haplogroup IJ) dan Yafet bin Nuh (Haplogroup K). Dengan demikian keturunan Nabi Adam yang selamat dari Banjir Nuh, berasal dari 8 komunitas, yakni Haplogroup A, B, C, D, E, G, H dan IJK.
Slide11
Setelah terjadinya Bencana Nuh, pada sekitar 13.000 tahun yang silam (Sumber : Patung Sphinx, Bukti Arkeologis Bencana Nuh 13.000 tahun yang silam), setidaknya muncul 3 kelompok pengikut Nabi Nuh, yaitu :
– Kelompok Timur, dipimpin Yafet bin Nuh, diperkirakan mendiami Sundaland (Paparan Sunda). Mereka kebanyakan berasal dari Haplogroup IJK, dan dari kelompok ini muncul ras baru, yang di-identifikasikan sebagai Haplogroup K, kemudian berkembang menjadi Haplogroup L, M, NO, P, S dan T.
– Kelompok Tengah, dipimpin Sem bin Nuh, diperkirakan mendiami Asia Tengah. Mereka berasal dari Haplogroup IJK, G dan H, dari kelompok ini muncul ras baru, yang di-identifikasikan sebagai Haplogroup IJ, kemudian berkembang menjadi Haplogroup I dan Haplogroup J.
– Kelompok Barat, dipimpin Ham bin Nuh, diperkirakan mendiami daratan Afrika. Mereka berasal dari Haplogroup IJK, A, B, C, D, dan E.
Yafet dan Leluhur Nusantara
Untuk dipahami, selepas banjir Nabi Nuh di Nusantara atau lebih tepatnya di Sundaland, muncul satu komunitas Bani Adam (Kelompok Timur), yang di-identifikasikan sebagai Haplogroup K atau dalam istilah Plato dikenal dengan “Peradaban Atlantis”.
Slide10
Komunitas ini, pernah mencapai peradaban yang tinggi selama ratusan tahun, akan tetapi kemudian hancur diterjang banjir pada sekitar tahun 9.600 SM. Komunitas ini akhirnya berpencar ke segala penjuru bumi. Mereka kemudian menjadi leluhur bangsa-bangsa di Asia Timur, seperti ras Mongoloid dan Altai (Sumber : Menyoal Asal-usul Identitas Bangsa Melayu).
Setelah situasi di Nusantara dirasakan cukup tenang, sekelompok kecil dari bangsa Sundaland mulai “pulang kampung”. Dan pada puncaknya, mereka datang dalam jumlah besar, pada sekitar tahun 2.500 SM – 1.500 SM. Mereka ini kemudian dikenal sebagai bangsa Proto Melayu (Sumber : Sejarah Melayu, Teori Sundaland dan Naskah Wangsakerta).
Pada sekitar tahun 300 SM, datang dalam jumlah yang besar kelompok bangsa dari Asia Selatan (India) dan Asia Tengah, yang dikenali sebagai Deutero Melayu dan membawa pengaruh budaya Hindustan di Nusantara.
Bangsa-Bangsa di Nusantara, sebagian besar merupakan hasil pembauran dari 2 komunitas ini, yaitu Proto Melayu dan Deutero Melayu. Mereka merupakan zuriat (keturunan) dari Yafet bin Nuh (Haplogroup IJK), yang berkembang menjadi Haplogroup K, kemudian memunculkan ras baru Haplogroup NO. Dari Haplogroup NO inilah, kemudian muncul bangsa Nusantara (bangsa Austronesia), yang di dalam Human Y-chromosome DNA (Y-DNA) haplogroups, dikenali sebagai Haplogroup O1a-M119 (Sumber : Haplogroup O (Y-DNA)).
Menurut Teori Antropologi, Bangsa Melayu berasal dari percampuran dua bangsa, yaitu Proto Melayu dan Deutero Melayu. Proto Melayu adalah ras Mongoloid, diperkirakan bermigrasi ke Nusantara sekitar tahun 2500-1500 SM, kemungkinan mereka berasal dari daerah : Provinsi Yunnan di selatan Cina, New Guinea atau Kepulauan Taiwan.
Sementara Bangsa Deutero Melayu berasal dari dataran Asia Tengah dan Selatan, yang datang ke Nusantara pada sekitar tahun 300 SM. Diperkirakan kedatangan Deutero Melayu membawa pengaruh budaya India yang kuat dalam sejarah Nusantara dan Asia Tenggara.
Proto Melayu dan Sundaland
Sebagaimana kita pahami bersama, setelah terjadi Peristiwa Bencana Nabi Nuh pada sekitar tahun 11.000 SM (13.000 tahun yang lalu), semua peradaban di bumi hancur dan yang tinggal hanya Keluarga Nabi Nuh beserta pengikutnya.
Sekelompok pengikut Nabi Nuh yang selamat, kemudian membangun peradaban di kawasan Sundaland. Di kemudian hari, di sekitar Sundaland menjadi sebuah Pusat Peradaban, yang dikenal sebagai Peradaban Atlantis.
Pada sekitar tahun 9.600 SM, menurut catatan Plato, Peradaban Atlantis ini hancur dilanda banjir. Penduduk Atlantis berpencar ke seluruh penjuru bumi. Mereka kemudian menjadi leluhur bangsa-bangsa di Asia Timur, seperti ras Mongoloid dan Altai (Sumber : Menyoal Asal-usul Identitas Bangsa Melayu dan Patung Sphinx, Bukti Arkeologis Bencana Nuh 13.000 tahun yang silam).
Setelah situasi di Nusantara dirasakan cukup tenang, ada sekelompok kecil dari bangsa Atlantis yang mulai “pulang kampung”. Dan pada puncaknya, mereka datang dalam jumlah besar, pada sekitar tahun 2.500 SM – 1.500 SM. Mereka ini kemudian dikenal sebagai bangsa Proto Melayu.
Teori Out of Sundaland
Keberadaan Peradaban di Sundaland, dikemukakan Profesor Aryso Santos dari Brasil, melalui bukunya Atlantis, The Lost Continent Finally Found, The Definitive Localization of Plato’s Lost Civilization (2005). Di dalam bukunya itu, Profesor Santos menyatakan, Sundaland adalah benua Atlantis, yang disebut-sebut Plato di dalam tulisannya Timeus dan Critias.
Sebelumnya pada tahun 1998, Oppenheimer menerbitkan buku berjudul,”Eden in the East : The Drowned Continent of Southeast Asia”. Secara singkat, buku ini mengajukan tesis bahwa Sundaland pernah menjadi suatu kawasan berbudaya tinggi, tetapi kemudian tenggelam, dan para penghuninya mengungsi ke mana-mana (out of Sundaland), yang pada akhirnya menurunkan ras-ras baru di bumi.
Hipotesis ini ia bangun berdasarkan penelitian atas geologi, arkeologi, genetika, linguistk, dan folklore atau mitologi. Berdasarkan geologi, Oppenheimer mencatat bahwa telah terjadi kenaikan permukaan laut dengan menyurutnya Zaman Es terakhir. Laut naik setinggi 500 kaki pada periode 14.000-7.000 tahun yang lalu dan telah menenggelamkan Sundaland. Arkeologi membuktikan bahwa Sundaland mempunyai kebudayaan yang tinggi sebelum banjir terjadi. Kenaikan permukaan laut ini telah menyebabkan manusia penghuni Sundaland menyebar ke mana-mana mencari daerah yang tinggi.
Dukungan bagi hipotesis Oppenheimer (1998), datang dari sekelompok peneliti arkeogenetika yang sebagian merupakan rekan sejawat Oppenheimer. Kelompok peneliti dari University of Oxford dan University of Leeds ini mengumumkan hasil peneltiannya, melalui jurnal berjudul “Molecular Biology and Evolution” edisi Maret dan Mei 2008, yakni pada makalah berjudul “Climate Change and Postglacial Human Dispersals in Southeast Asia” (Soares et al., 2008) dan “New DNA Evidence Overturns Population Migration Theory in Island Southeast Asia” (Richards et al., 2008).
Richards et al. (2008) berdasarkan penelitian DNA menantang teori konvensional saat ini bahwa penduduk Asia Tenggara (Filipina, Indonesia, dan Malaysia) datang dari Taiwan 4000 (Neolithikum) tahun yang lalu. Tim peneliti menunjukkan justru yang terjadi adalah sebaliknya, bahwa penduduk Taiwan berasal dari penduduk Sundaland, yang bermigrasi akibat Banjir Besar di Sundaland.
Ciri garis-garis DNA menunjukkan penyebaran populasi pada saat yang bersamaan dengan naiknya permukaan laut di wilayah ini, dan juga menunjukkan migrasi ke Taiwan, ke timur (New Guinea dan Pasifik), dan ke barat (daratan utama Asia Tenggara), terjadi dalam masa sekitar 10.000 tahun yang lalu.
Sementara itu Soares et al. (2008) menunjukkan bahwa haplogroup E (Note : mungkin yang dimaksud haplogroup O), yang merupakan komponen penting dalam keanekaragaman mtDNA (DNA mitokondria), secara dramatik tiba-tiba menyebar ke seluruh pulau-pulau Asia Tenggara pada periode sekitar awal Holosen, pada saat yang bersamaan dengan tenggelamnya Sundaland menjadi laut-laut Jawa, Malaka, dan sekitarnya.
Lalu komponen ini mencapai Taiwan dan Oseania, pada sekitar 8.000 tahun yang lalu. Ini membuktikan bahwa global warming dan sea-level rises pada ujung Zaman Es 14.000-7.000 tahun yang lalu, sebagai penggerak utama human diversity di wilayah ini (Sumber : mail-archive).
Migrasi Deutero Melayu menurut Naskah Wangsakerta
Setelah selama ribuan tahun Bangsa Proto Melayu mendiami Nusantara. Pada sekitar tahun 300 SM, datang bangsa pendatang, yang dikemudian hari dikenal dengan nama Deutero Melayu.
Teori Migrasi Deutero Melayu, ternyata bukan berasal dari Sejarawan Barat (Belanda), seperti NJ. Krom, Eugene Dubois, JG. de Casparis dan sebagainya, melainkan berasal dari seorang sejarawan Nusantara, yang bernama Pangeran Wangsakerta, beliau diperkirakan hidup pada pertengahan abad ke-17M.
Melalui Naskah Wangsakerta, beliau menuturkan Silsilah Aki Tirem (Sesepuh masyarakat Salakanagara, pada abad 1 Masehi), sebagai berikut :
“Aki Tirem putera Ki Srengga putera Nyai Sariti Warawiri puteri Sang Aki Bajulpakel putera Aki Dungkul putera Ki Pawang Sawer putera Datuk Pawang Marga putera Ki Bagang putera Datuk Waling putera Datuk Banda putera Nesan”
Selanjutnya ia menulis, leluhur Aki Tirem bernama Aki Bajulpakel berdiam di Swarnabumi (Sumatera) bagian Selatan, kemudian Datuk Pawang Marga berdiam di Swarnabumi bagian Utara dan Datuk Banda berdiam di Langkasungka India.
Dari penyelusuran Genealogy di atas, nampak jelas bahwa jalur migrasi bangsa Deutero Melayu, adalah bermula dari tanah India, lalu memasuki Nusantara melalui Swarnabumi (Sumatera) dan kemudian menuju ke pulau Jawa (Sumber : Teori Antropologi “Migrasi Deutero Melayu”, ditemukan Panembahan Tohpati, Sejarawan Nusantara abad ke-17M).
Keragaman leluhur penduduk Nusantara, semakin diperkaya dengan kehadiran keturunan Nabi Ibrahim, dari Dinasti Pallawa yang dikenal sebagai Dewawarman I (Sumber : (Connection) Majapahit, Pallawa dan Nabi Ibrahim ?). Di kemudian hari Dewawarman I menjadi penguasa di Salakanagara, dan menikah dengan anak Aki Tirem, yang bernama Pohaci Larasati
Menyingkap misteri Nusantara dari timur tengah
Sampai saat ini banyak ahli Arkeologi bingung, mengapa Sphinx di Mesir menghadap ke arah barat daya (Southwest).
Padahal sudah kita pahami bersama, berdasarkan penelitian catatan-catatan mengenai Mesir kuno, melalui gambar-gambar yang terdapat pada piramid dan sphinx, diketahui bahwa penguasa yang membangun benda-benda itu, mendewakan Matahari.
Oleh karenanya, apabila kita imaginasikan wajah Sphinx menghadap ke arah ufuk timur, tempat terbitnya matahari, secara mengejutkan diperoleh fakta bahwa Mekkah ternyata berada di wilayah kutub utara.
Apa makna semua ini ?
Seorang cendikiawan muslim, ustadz Nazwar Syamsu menduga, pergeseran posisi menghadap pada Sphinx erat kaitannya dengan bencana maha dahsyat ribuan tahun yang silam, yang kita kenal sebagai bencana banjir Nuh (Sumber : Yuwie.Com).
Hal ini juga didukung oleh informasi Al Qur’an, yang menceritakan posisi Bakkah (Mekkah), berada di wilayah Utara (QS. Nuh (71) ayat 14), sebelum peristiwa bencana Nuh (Sumber : Sains dan Dakwah).
Sphinx, adalah patung singa bermuka manusia yang juga merupakan obyek penting dalam penelitian ilmuwan, tingginya 20 meter, panjang keseluruhan 73 meter, dianggap didirikan oleh kerajaan Firaun ke-4 yaitu Khafre.
Namun, melalui bekas yang dimakan karat (erosi) pada permukaan badan Sphinx, ilmuwan memperkirakan bahwa masa pembuatannya mungkin lebih awal, paling tidak 10 ribu tahun silam sebelum Masehi.
Seorang sarjana John Washeth juga berpendapat: Bahwa Piramida raksasa dan tetangga dekatnya yaitu Sphinx, jika dibandingkan dengan bangunan masa kerajaan ke-4 lainnya, sama sekali berbeda, Sphinx diperkirakan dibangun di masa yang lebih purba.
Dalam bukunya “Ular Angkasa”, John Washeth mengemukakan: perkembangan budaya Mesir mungkin bukan berasal dari daerah aliran sungai Nil, melainkan berasal dari budaya yang lebih awal.
Ahli ilmu pasti Swalle Rubich dalam “Ilmu Pengetahuan Kudus” menunjukkan: pada tahun 11.000 SM, Mesir pasti telah mempunyai sebuah budaya yang hebat. Pada saat itu Sphinx telah ada, hal ini bisa terlihat, pada bagian badan Sphinx yang jelas sekali ada bekas erosi. Diperkirakan akibat dari banjir dahsyat di tahun 11.000 SM.
Perkiraan erosi lainnya pada Sphinx adalah air hujan dan angin.
Washeth mengesampingkan dari kemungkinan air hujan, sebab selama 9.000 tahun di masa lalu dataran tinggi Jazirah, air hujan selalu tidak mencukupi, dan harus melacak kembali hingga tahun 10.000 SM baru ada cuaca buruk yang demikian.
Washeth juga mengesampingkan kemungkinan tererosi oleh angin, karena bangunan batu kapur lainnya pada masa kerajaan ke-4 malah tidak mengalami erosi yang sama. Dan bisa terlihat, pada tulisan berbentuk gajah dan prasasti peninggalan kerajaan kuno, dimana tidak ada sepotong batu pun yang mengalami erosi, separah Sphinx.
Profesor Universitas Boston, dan ahli dari segi batuan erosi Robert S. juga setuju dengan pandangan Washeth sekaligus menujukkan: Bahwa erosi yang dialami Sphinx, ada beberapa bagian yang kedalamannya mencapai 2 meter lebih, dan jelas sekali merupakan bekas setelah mengalami tiupan dan terpaan angin yang hebat selama ribuan tahun.
Washeth dan Robert S. juga menunjukkan: Teknologi bangsa Mesir kuno tidak mungkin dapat mengukir skala yang sedemikian besar di atas sebuah batu raksasa, produk seni yang tekniknya rumit.
Jika diamati secara keseluruhan, kita bisa menyimpulkan secara logis, bahwa pada masa purbakala, di atas tanah Mesir, pernah ada sebuah budaya yang sangat maju, namun karena adanya pergeseran lempengan bumi, daratan batu tenggelam di lautan, dan budaya yang sangat purba pada waktu itu akhirnya disingkirkan, meninggalkan piramida dan Sphinx dengan menggunakan teknologi bangunan yang sempurna.
Dalam jangka waktu yang panjang di dasar lautan, piramida raksasa dan Sphinx mengalami rendaman air dan pengikisan dalam waktu yang panjang.
Temuan ahli arkeologi, berkenaan dengan Sphinx nampaknya sejalan dengan temuan Geologi, yang memperkirakan pada sekitar masa 11.000 SM, pernah terjadi banjir global yang melanda bumi. (Sumber : Kapal Nabi Nuh, Misteri Sejarah Peradaban Manusia ).
Peristiwa banjir global inilah, yang menurut Ustadz H.M. Nur Abdurrahman, sebagai banjir di era Nabi Nuh. Yang sangat luar biasa, dan memusnahkan seluruh peradaban ketika itu, dan yang tersisa adalah mereka yang meyakini Syariat ALLAH, melalui utusan Nya Nabi Nuh SAW.
Pernahkah anda berpikir siapakah nenek moyang kita? Sebagian besar dari anda pastilah berpikir Adam dan Hawa. Namun pernahkah anda berpikir bagaimana dari sepasang manusia bisa muncul beragam ras dengan tampilan fisik yang begitu berbeda?
Tampilan fisik pada dasarnya sudah dikodekan dalam gen (DNA) kita. Gen dalam tubuh kita terletak dalam inti sel, dalam kromosom, yang tersusun dari untaian rantai DNA. DNA sendiri tersusun atas urutan pasangan basa (kode genetik) yang menyimpan semua informasi tentang bagaimana tubuh kita terbentuk, organ-organ bekerja, hingga tampilan luar tubuh kita.
Kode genetik dalam DNA diintepretasikan dalam ekspresi gen. Dikenal 2 istilah dalam ekspresi gen, yaitu genotip dan fenotip. Genotip adalah ekspresi gen yang terkodekan namun tidak muncul ke permukaan, sedangkan fenotip adalah ekspresi gen yang muncul dan teramati. Contoh dari genotip dan fenotip bisa dilihat dari penyakit bawaan. 2 orangtua normal bisa memiliki anak dengan kelainan jantung karena salah satu atau keduanya adalah carrier (pembawa) gen penyakit tersebut dari garis keluarganya. Dengan demikian, gen kelainan jantung adalah genotip pada orangtua, namun fenotip pada anak.
Lalu apa hubungannya dengan keragaman manusia? Keragaman pada manusia (begitu juga pada spesies lain) dapat ditelusuri melalui perbedaan urutan basa dalam DNA. Ada lebih dari 2 milyar pasangan basa yang menyusun rantai DNA. Jika rantai DNA yg terpilin dalam bentuk kromosom itu diurai, maka ia akan membentang sepanjang 1,8 m. Dari sudut pandang genetika, menusia, apapun rasnya adalah >99% identik, meskipun perbedaan itu hanya 0,00 sekian %, tidak ada gen yang persis sama.
Perbedaan urutan basa yang ditemukan pada sekelompok individu dalam suatu spesies disebut dengan ‘genetic marker’ (penanda gen). 2 individu yang memiliki genetic marker pada posisi yang sama mengindikasikan hubungan kekerabatan. Dari sinilah kita bisa menelusuri leluhur kita sesungguhnya dan darimana mereka berasal. Semakin banyak genetic marker khas yang terdapat dalam suatu ras atau spesies,  makin beragam karakteristik individu penyusunnya.
Keragaman genetik (Genetic diversity) semakin berkurang dengan adanya migrasi. Ketika sekelompok kecil dari nenek moyang kita bermigrasi ke daerah baru, pada dasarnya mereka membawa dalam diri mereka sample yang lebih kecil dari genetic diversity komunitas asal.
Studi menunjukkan bahwa benua Afrika memiliki genetic diversity tertinggi di muka bumi. Genetic marker dari ras-ras yang ada di seluruh dunia, baik Eropa maupun Asia, bersumber dari Afrika. Gen Afrika mengandung genotip yang berpotensi memunculkan ras-ras lain yang sama sekali berbeda dari mereka. Ketika sebagian dari mereka keluar dari tempat tinggalnya dan terpapar oleh lingkungan yang baru, maka dalam jangka waktu tertentu akan timbul mutasi yang akan merubah susunan basa dalam gen, membuat genotip berubah menjadi fenotip dan membuat mereka rentan terhadap penyakit tertentu.
Proto Melayu adalah ras Mongoloid yang diperkirakan bermigrasi ke Nusantara sekitar 2500-1500 SM. Ada beberapa teori Antropologi yang mempostulatkan daerah asal mereka: Provinsi Yunnan di selatan Cina, New Guinea atau kepulauan Taiwan. Gelombang migrasi kedua mendatangkan bangsa Deutero Melayu dari dataran Asia Tengah dan Selatan sekitar tahun 300 SM. Diperkirakan kedatangan Deutero Melayu inilah yang membawa pengaruh India yang kuat dalam sejarah Nusantara dan Asia Tenggara pada umumnya. Percampuran antara kedua bangsa inilah yang memunculkan ras melayu modern, ya kita-kita ini. Di samping itu, proto Melayu yang masih asli hingga kini diyakini menurunkan etnik dengan tampilan fisik yang mirip mongoloid seperti suku Dayak.
Selama tak kurang dari 100 tahun, teori ini adalah teori yang berlaku dan tertulis di buku-buku teks sejarah kita. Namun baru-baru ini, hasil studi yang dipublikasikan oleh konsorsium HUGO (Human Genome Project), yang beranggotakan 40 research group dari berbagai negara, mungkin harus membuat buku sejarah kita ditulis ulang. Apa pasal? Pada tahun 2009, melalui penelitian panjang yang melibatkan sampel gen dari hampir 2000 individu di Asia, yang dikombinasikan dengan riset antropologi kebudayaan, memunculkan sebuah konklusi yang mengejutkan: Ras Mongoloid bukanlah nenek moyang kita, namun sebaliknya, kitalah nenek moyang mereka.
Bagaimana bisa? Bukankah bangsa Cina telah membangun peradaban maju tak kurang dari 4000 tahun yang lalu? Bukankah populasi bangsa Cina telah sedemikian besar bahkan sejak jaman dinasti Han 2000 tahun yang lalu?
Edison Liu, dari Genome Institute of Singapore selaku kepala konsorsium ini menjelaskan, usia suatu komunitas memiliki efek yang lebih besar kepada genetic diversity daripada ukuran populasi. Walaupun populasi bangsa China lebih besar, namun genetic diversity-nya, terutama etnis Han yang merupakan etnis mayoritas China, lebih rendah daripada etnis-etnis  yang ada di Asia Tenggara. Migrasi ke dataran China “baru” terjadi 20.000 hingga 40.000 tahun yang lalu, diikuti dengan meluasnya budaya bertanam padi ke seluruh Asia. Dari dataran Cina ini, komunitas yang lebih kecil kemudian bermigrasi ke Korea dan Jepang. Menjadikan ras Altai (Korea-Jepang) ras yang relatif paling muda di Asia.
Hasil studi menunjukkan bahwa proses migasi manusia yang menghuni benua Asia adalah melalui garis pantai timur Afrika, semenanjung Arab, Asia Selatan, baru kemudian masuk ke Asia Tenggara dan Nusantara. Peristiwa ini terjadi sekitar 85.000-75.000 tahun yang lalu. Dengan demikian, nenek moyang kita berasal dari dataran India, bukan China.
Hasil riset ini menyusun family tree dari 73 kelompok etnis di Asia, dan secara mengejutkan, kelompok etnis Asia Tenggara, yaitu Thailand dan Indonesia, berada di bagian bawah, hanya setingkat di atas etnik India dan Uyghur. Genetic diversity di Asia Timur (Jepang, Korea dan China) dapat ditelusuri dari gen-gen yang ada di Asia Tenggara, terutama suku Mon di Thailand (yang memiliki gen Dravida, Bengali, Thai, Negrito, Melayu dll). Dari suku Mon inilah kemudian diturunkan ras Melayu yang tinggal di selatan Thailand, semenanjung Malaka hingga Nusantara. Jika diperhatikan dalam family tree , adalah hal yang menarik bahwa etnis Minang dan Batak ternyata memiliki gen yg berasal dari dataran India, sedangkan dalam etnis Jawa dan Sunda, gen tersebut muncul dalam prosentase yang jauh lebih kecil. Hal ini menunjukkan bahwa migrasi dari dataran India masuk melalui semenanjung Malaka, ke pulau Sumatera sebelum akhirnya menyebar ke seluruh wilayah Nusantara, menyebabkan genetic diversity semakin berkurang dari pulau Sumatera ke Sulawesi.
Kesimpulan ini mengejutkan sekaligus sulit diterima. Namun demikian, analisa sample gen ternyata berkorelasi dengan penelitian Antropologi, dimana didapati bahwa kebudayaan dan bahasa di Asia Tenggara jauh lebih kompleks dan beragam daripada Asia Timur. Sebagaimana kita tahu, ada lebih dari 300 kelompok etnis dan lebih dari 700 bahasa di Nusantara. Di masyarakat kita terdapat berbagai jenis warna kulit dari coklat gelap, sawo matang hingga kuning langsat. Merujuk pada studi yang dilakukan HUGO, mungkin  saja ribuan tahun lalu, sekelompok individu dari nenek moyang kita bermigrasi ke utara, menetap di sana, menikah antar sesamanya (endogamy), dan karena paparan lingkungan yang jauh berbeda dengan iklim equatorial, memunculkan fenotip yang kita lihat sebagaimana lazimnya bangsa China modern.
Jika studi ini benar, maka bangsa China yang masuk ke semenanjung Malaka dan Nusantara di awal masa kolonial pada dasarnya sedang “pulang kampung” ke tanah nenek moyangnya, dan ungkapan “saudara tua” yang pernah dilontarkan Jepang di awal invasi ke Indonesia telah salah kaprah.
Salam saUDARA NusaNtaRA
Ra-Hayu _/\_
Diposkan oleh di 12:17 AM

5 comments on “MELACAK JEJAK LELUHUR NUSANTARA

  1. samanjak rajo alam turun dari kapa di puncak gunuang karinci nan di jodohkan samo anak bungsu nabi adam ,mako bamulolah sejarah pagaruyuang batu sangka tampaik basarang ula nago ,duduak tamanuang tiok sabanta oi takana juo oi oi ayam den lapeh,harimau campa,kuciang siam,kambing hutan,gajah tungga,buayo putiah daguak,ula bidai,anjiang mualim dengan pasanganya masing2,sabagai pangiriang rajo alam ,sabagai penghuni asa wilayah minang kabau/nusantara,satarusnyo bertebaran keseluruh penjuru alam
    .sumber rujukan rasmi kajian DNA itu : https://yentown.us/wp-content/uploads/137/1.pdf
    penerangan lengkap kajian DNA itu : http://humpopgenfudan.cn/p/A/A1.pdf
    • Data di atas membuktikan, raja minang kabau /kerajaan pagaruyung/,raja sedaulat dunia,tuan raja di asia timur ,sudah selayaknya masyrakat dunia seluruhnya beraja kepada raja minang kabau.sebagai pewaris raja islam ,dari keluarga junjungan besar nabi Muhammad S A W ,nabi dan rasul,penghulu seluruh alam .

    universiti yang terlibat dalam kajian DNA yang membuktikan bahawa bangsa di timur Asia itu berasal dari DNA Melayu
    1) Chinese National Human Genome Center, Shanghai, CHINA
    2) Institute of Genomics and Integrative Biology, New Delhi,
    3) University of Tokyo, JAPAN
    4) Center for Genome Science, Korea National Institute of Health, Seoul, KOREA
    5) Universiti Sains Malaysia, Kubang Kerian, Kelantan, MALAYSIA
    6) Genome Institute of SINGAPORE
    7) Institute of Biomedical Sciences, Academia Sinica, Taipei, TAIWAN
    8) Affymetrix, Inc. USA
    .

  2. manusia awal berasal dari nusantara /wilayah khatulistiwa /dimana matahari beredar cara menegak di atasnya ,ini di sebut berguru ke alam takambang ,sebabnya manusia sangat memerlukan cahaya matahari untuk meneruskan kehidupanya ,sebagai anugerah allah tuhan yang maha pengasih dan maha penyayang,yang menjadi sumber dari semua kehidupan yang ada di seluruh alam ini ……….jadilah kamu seorang yang islam ,pengertian islam ialah alim ,mengetahui……..yang betul dan yang salah…..

  3. seperti yang saya nyatakan, kerajaan, pagaruyung batusangka , namanya di ambil dari empat, patah kata / perkataan ,satu perkataan, pagar , dua perkataan, ruyung ,tiga perataan, batu, empat perkataan, sangkar, merupakan kerajaan awal yang pernah ujud selepas banjir besar di zaman nabi nuh alaihissalam,sebelum menebar ,keseluruh wilayah nusantara /antara nusa / antara bangsa ,di seluruh dunia ,yang di akui di sini kususnya yang ber agama islam ,sebabnya agama islam itu ,ujudnya semenjak nur muhammad di ciptakan allah subhanahuataala lagi,ya itu ciptaan pertama ,allah taala, sebelum seluruh alam dan isinya allah taala ciptakan dari nur muhammad s a w,termasuk angin,air,api,tanah,serta sekalian ruh,para malaikat,serta surga dan neraka,jadi raja paga ruyung dan kerajaanya ,merupakan raja sedaulat dunia ,dengan kedatangan iskandar zulkanein /cyrus the great serta raja pagaruyung batu sangka ini sebagai pewarisnya yang meneruskanya dengan arti kata waris nan bajawek serta umanaik nan batarimo,yang turun /mendarat di puncak gunung kerinci / turun dari kapal ,yang ketuanya di sebut dengan sebutan , raja alam ,dan raja gajah /gajah tungga,raja harimau/harimau champa,raja kucing siam,raja kambing hutan,raja ular ,raja buaya putih daguk,raja kambing hutan,raja anjing mualim,merupakan raja raja hewan dalam bentuk dan rupa manusia yang sifat dan perangainya seperti binatang tersebut,merupakan waris asal penghuni alam yang ada sekarang ini ,yang menjadi bundo kanduang /puteri alam minang kabau dari puteri bungsu /anak bungsu nabi adam alaihissalam ,yang di jodoh kan dengan raja alam yang turun dari kapal yang mendarat di puncak gunung kerinci ,yang lainya turun ber pasang pasangan subhanallazikhalaqal azwaja artinya allah yang menyediakan pasanganya / ber pasang pasangan,surah yasin ayat 36, jadi peristiwa perlawanan adu kerbau itu ,merupakan simbolik sebagai pengesahan pewaris raja dan kerajaan yang asalnya dari tanah yang bernama, pagaruyung batusangka,tampeik basarang ula nago ,duduak tamanuang tiok sabanta oi takana juo oi oi ayam den lapeh.asal namanya pulau paco /pulai ameh /emas /pulau andalas/seterusnya pulau sumatra ,tempat asalnya raja dan kerajaan awal sedaulat dunia,jadi dalam agama islam ilmu ada 4 tingkat ,ilmu tingkat pertama syariat ,ilmu tingkat kedua tariqat,ilmu peringkat ketiga haqiqat,ilmu peringkat ke empat makrifat, nabi adam alaihissalam peringkat syriat,minang kabau peringkat tariqat ,nabi ibrahim alaihissalam peringkat haqiqat,nabi muhahammad s a w dari peringkat ilmu syariat sampat ilmu makrifat,jadi pagaruyung batusangka ,bila sudah ber nama minang kabau ,siap dengan nama suku ,suku dari kalangan raja ,suku koto /kota piliang /pilihan/ terpilih,suku caniago ,suku tanjung,suku melayu ,suku sikumbang,suku jambak ,suku mandailing ,suku pisang suku delima,mana yang pergi merantau maka jadilah suku jawa ,sunda batak,bugis serta bermacam macam suku lainya,jadi suku raja ini persamaan rupa dan paras wajahnya sangat dekat hampir serupa di seluruh alam ini ,bermula dari rupa nabi adam alaihissalam seterusnya rupa bentuk /paras rupa dari suku raja minang kabau ,seterusnya rupa atau paras rupa nabi ibrahim alaihissalam,seterusnya paras rupa nabi muhammad s.a.w . inilah yang disebut alam takambang jadikan guru ,sekian dari baginda sinang / raja kapiceh ,semuanya di ikat dengan ikatan dua kalimah syahadah kamu di jadikan bersuku serta ber bangsa bangsa untuk saling kenal mengenal di antara satu dengan yang lainya ,kamu di sisi allah adalah sama kecuali yang ber iman serta yang lebih bertaqwa di antara kamu……..

  4. Kesimpulan ini mengejutkan sekaligus sulit diterima. Namun demikian, analisa sample gen ternyata berkorelasi dengan penelitian Antropologi, dimana didapati bahwa kebudayaan dan bahasa di Asia Tenggara jauh lebih kompleks dan beragam daripada Asia Timur. Sebagaimana kita tahu, ada lebih dari 300 kelompok etnis dan lebih dari 700 bahasa di Nusantara. Di masyarakat kita terdapat berbagai jenis warna kulit dari coklat gelap, sawo matang hingga kuning langsat. Merujuk pada studi yang dilakukan HUGO, mungkin saja ribuan tahun lalu, sekelompok individu dari nenek moyang kita bermigrasi ke utara, menetap di sana, menikah antar sesamanya (endogamy), dan karena paparan lingkungan yang jauh berbeda dengan iklim equatorial, memunculkan fenotip yang kita lihat sebagaimana lazimnya bangsa China modern.

    Jika studi ini benar, maka bangsa China yang masuk ke semenanjung Malaka dan Nusantara di awal masa kolonial pada dasarnya sedang “pulang kampung” ke tanah nenek moyangnya

  5. senang bisa membaca ini. Dalam agama, memang seringkali dikatakan bahwa manusia keturunan Adam. Dan keturunannya yang selamat di jaman air bah adalah Nabi Nuh dan keluarganya. kelak keluarga nabi nuhlah yang akan menurunkan bangsa-bangsa selanjutnya. Dalam sastra lisan Dayak juga diungkapkan demikian, bahwa PAMA NOH (nabi Nuh), mempunyai anak RANTAPM (ham), JARAM (Sam) dan MALET (Yafet), dari yafet anak bungsu Nabi Nuhlah orang Dayak berasal. anak Malet (Yafet) ada tujuh orang, anaknya yang bungsu bernama RIHIPM (di alkitab= Tiras) sampai keturunan ke-12 dari Yafet (Rihipm) adalah leluhur bangsa Dayak Kalbar khususnya. dan keturunan ke-13 dari Yafet (Rihipm) itu salah satunya bernama Galeber. Inilah pemimpin Keluarga leluhur Dayak yang datang ke Nusantara dari BABILONIA / BINUA AYA (negeri/kerajaan Besar). Jadi keluarga NEK (Mbah / Datuk) GALEBER ini hidup sejaman NABI IBRAHIM keturunan NABI NUH dari anaknya yang bernama SAM (Jaram). Dan Nek Galeber (Moyang Dayak Kalbar) ini datang ke Kalimantan setelah SODOM (Kayu Sampongan) dan GOMORA (Pentek Kayu) di musnahkan oleh TUHAN (Nek Daniakng), ILMUWAN SANGAT SUKAR UNTUK MEMASTIKAN SECARA REAL TAHUN-TAHUN PASTI DAN KETURUNAN-KETURUNAN YANG DISEBUTKAN DALAM ALQURAN DAN ALKITAB, BAHWA APAKAH SILSILAH DARI ADAM SAMPAI NUH BENAR DITURUNKAN SECARA TURUN TEMURUN BAGAIKAN KELUARGA KAKEK YNG MENURUNKAN ANAK, LALU ANAK MENURUNKAN CUCUNYA KAKEK. ATAU BISA SAJA YANG DICERITAKAN TENTANG SILSILAH DARI ADAM SAMPAI NUH ITU HANYALAH ORANG-ORANG YANG TERKENAL SAJA DIJAMANNYA, YANG MEMANG BERASAL DARI KETURUNAN-KETURUNAN ORANG YG DICERITAKAN TERSEBUT, TETAPI….TIDAK BERURUTAN SEPERTI TURUNAN SEORANG KAKEK SAMPAI KE CICITNYA.

    MISAL JIKA KITA MENYEBUTKAN TENTANG PRESIDEN INDONESIA..YANG TERKENAL…MAKA YANG DICERITAKAN ADALAH PRESIDEN-PRESIDEN YANG TERKENAL SAJA, SEPERTI SUKARNO LALU SUHARTO LALU GUSDUR, SEMENTARA YANG TIDAK TERKENAL TIDAK DICERITAKAN ANGGAP SAJA MEREKA ADALAH MEGAWATI, BJ HABIBI DAN SBY……….JADI KELAK YANG AKAN DICERITAKAN SECARA TURUN-TEMURUN ADALAH YANG TERKENAL SAJA YAITU….SUKARNO, SUHARTO DAN GUS DUR……SAYA YAKIN DALAM CERITA ALQURAN DAN ALKITAB TENTANG KETURUNAN ADAM SAMPAI NUH, DLL JUGA DEMIKIAN.

    BENARKAH RAS ATLANTIS ADALAH RAS MELAYU (AUSTRONESIA) ? YANG MEMBANGUN SITUS PERADABAN GUNUNG PADANG ITU?…………..INILAH YANG SUKAR DI JAWAB, JIKA PENENTUAN USIA PARA NABI DAN KETURUNANNYA BENAR-BENAR DILAKUKAN SEPERTI seorang uskup kristen yang menentukan umur keberadaan manusia turunan adam sampai sekarang, maka keberadaan ras adam baru kuranglebih 11000 (sebelas-an ) ribu tahun….TETAPI PENENTUAN SEORANG USKUP KRISTEN ITU DIBANTAH OLEH USKUP-USKUP YANG LAIN SERTA PARA ILMUWAN.

    JIKA KITA MENGGUNAKAN METODE PENENTUAN USIA RAS ADAM SEPERTI YANG DILAKUKAN OLEH SALAHSEORANG USKUP KRISTEN ITU, TENTU SAJA SEMUANYA HANYALAH BERDASARKAN PERKIRAAN SAJA, DENGAN DEMIKIAN DIA MENYIMPULKAN BAHWA JAMAN IBRAHIM KURANGLEBIH 1900 SM (SERIBU SEMBILAN RATUS) SEBELUM MASEHI.

    KARENA NEK GALEBER (moyang Dayak kalbar) HIDUP SEJAMAN NABI IBRAHIM, YANG SODOM DAN GOMORA DIHANCURKAN DIJAMAN IBRAHIM DAN KELUARGA NEK GALEBER MENINGGALKAN BABILONIA PERGI KE KALBAR TIDAK LAMA SETELAH SODOM DAN GOMORA DIHANCURKAN MAKA……DENGAN PERKIRAAN JUGA…BAHWA MOYANG DAYAK KALBAR DATANG KE KALBAR SEKITAR TAHUN 1900-AN SM JUGA…..SO INI CUKUP TEPAT DENGAN PREDIKSI PARA AHLI ANTROPLOGI BAHWA KEDATANGAN RAS MELAYU TUA (proto melayu) ke nusantara sekitar tahun 3000 sm – 1500 sm. dan orang batak adalah yang paling tua mereka datang sekitar tahun 3000 sm, dayak kalbar sekitar tahun 1900 sm….dilanjutkan oleh proto melayu lainnya.

    sementara ras melayu muda (deutro melayu) = aceh, melayu, minang, palembang, sunda, jawa, dll baru datang sekitar tahun 500 sm – 300 sm, jadi baru berusia sekitar 2500 tahun.

    maka juga menggunakan metode penentuan ras adam seperti yg dilakukan oleh seorang uskup itu………PERADABAN ATLANTIS DENGAN SITUS GUNUNG PADANGNYA…..BUKAN DI BANGUN OLEH RAS MELAYU (ANAK YAFET). MELAINKAN OLEH RAS MANUSIA BUKAN KETURUNAN RAS ADAM.

    SEJATINYA KIAMAT DIBUMI ITU TELAH TERJADI BERKALI-KALI….DAN RAS ADAM BARU MENGALAMINYA SEKALI DIJAMAN NABI NUH.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Atlantis in the Java Sea

A scientific effort to match Plato’s narrative location for Atlantis

Sembrani

Membahas ISU-ISU Penting bagi Anak Bangsa, Berbagi Ide, dan Saling Cinta

Wirdanova

+62811-813-1917

aawanto

The greatest WordPress.com site in all the land!

Covert Geopolitics

Beyond the Smoke & Mirrors

Catatan Harta Amanah Soekarno

as good as possible for as many as possible

Modesty - Women Terrace

My Mind in Words and Pictures

Kanzunqalam's Blog

AKAL tanpa WAHYU, akan berbuah, IMAN tanpa ILMU

Cahayapelangi

Cakrawala, menapaki kehidupan nusantara & dunia

religiku

hacking the religion

SANGKAN PARANING DUMADI

Just another WordPress.com site

WordPress.com

WordPress.com is the best place for your personal blog or business site.

%d blogger menyukai ini: