ULUL-ALBAB : PROFIL INTELEKTUAL PLUS

September 24, 2008 at 8:02 am | In Hikmah | No Comments

Ass. wr wb.,
Selam sejahtera,
Sampurasun

Dalam rangka mengenang Bang Imad alm (Allohummagfirlahu warhamhu wa’fihi
wa’fu ‘anhu) dan masih terkait dengan mencari pengertian-pengertian
tentang ulil albab, dibawah ini saya kutip dari sebuah buku yang diberi kata
pengantar oleh Bang Imad semasa beliau masih aktif di YPM Salman, pertengahan
tahun 1980-an. Semoga bermanfaat.

ULUL-ALBAB : PROFIL INTELEKTUAL PLUS

Ulul-albab disebut enambelas kali dalam Al-Quran. Menurut Al-Quran, ulul-albab
adalah kelompok manusia tertentu yang diberi keistimewaan oleh Allah SWT.
Diantara keistimewaannya ialah mereka diberi hikmah, kebijaksaan, dan
pengetahuan - disamping pengetahuan yang diperoleh mereka secara empiris:

“Allah memberikan hikmah kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barang
siapa yang diberi hikmah, sungguh telah diberi kebajikan yang banyak.
Dan tak ada yang dapat mengambil pelajaran kecuali ulul-albab.” (QS.
2:269)

Disebutkan pula dalam Al-Quran bahwa: “mereka adalah orang yang bisa
mengambil pelajaran dari sejarah umat manusia.” (QS. 12:111)

Continue reading ULUL-ALBAB : PROFIL INTELEKTUAL PLUS…

RUU Pornografi Versus Libidonomic

September 24, 2008 at 4:31 am | In Hikmah, Jihad, News | No Comments

RUU Pornografi Versus Libidonomic

Hari Dermanto

Rancangan Undang-Undang (RUU) pornografi yang sedang digodok Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) saat ini telah melahirkan banyak reaksi sosial, banyak pemikiran yang diupayakan dibangun sebagai sebuah opini publik untuk menolak RUU ini melahirkan kesan tersendiri bahwa benarkah budaya kita sudah sangat porno sehingga harus didikte dengan RUU ini atau sebaliknya RUU ini dihadirkan sebagai sebuah antitesa terhadap industrialiasi seksual dalam format pasar ekonomi yang dibentuk oleh kekuatan modal yang selama ini sukses mendikte arus budaya sehingga menyebabkan masyarakat begitu porno.

Continue reading RUU Pornografi Versus Libidonomic…

Paradoks Demokrasi Popularitas

September 23, 2008 at 4:38 am | In Hikmah, Politik | No Comments

Paradoks Demokrasi Popularitas

The country has all the ingredients for success:

a stable democracy, a wealth of natural resources

and a large consumer market.

But Indonesia is not keeping pace with Asia's booming economies.

Majalah ”Time” edisi 12 September, 2008)

Kutipan dari artikel Michael Schuman di majalah Time di atas mewakili kegetiran rakyat Indonesia. Bangsa Indonesia memiliki semua persyaratan untuk berhasil: demokrasi yang stabil, kekayaan alam yang melimpah, serta pasar yang besar. Akan tetapi, sayangnya Indonesia tidak melesat sejalan dengan laju pertumbuhan ekonomi Asia.

Justru sebaliknya, rakyat merasakan impitan kemiskinan yang kian menindih. Ada anggota masyarakat yang bertahun-tahun mengonsumsi daging sisa-sisa makanan hotel dan restoran yang dimasak bercampur zat pewarna tekstil. Bahkan, ada anggota masyarakat yang benar-benar secara harfiah mengonsumsi sampah buah dan sayuran di tempat pembuangan kotoran.

Continue reading Paradoks Demokrasi Popularitas…

Diperlukan Keseriusan Aparat Perangi Pornografi Anak

September 23, 2008 at 2:31 am | In Hikmah, News | No Comments

Diperlukan Keseriusan Aparat Perangi Pornografi Anak

Inke Maris MA - Suara Pembaca Detik Com
Selasa, 26/02/2008 08:14 WIB

Jakarta - Izinkan saya memberikan tanggapan terhadap berita di sejumlah surat kabar internasional dan Indonesia tanggal 14 Februari 2008, mengenai didendanya seorang pilot Singapore Airlines sebesar Aus$ 12000 atau Rp 96 juta dan seorang pilot Malaysia Airlines dengan denda Aus$ 6000, karena menyimpan di dalam laptop pribadinya gambar-gambar pornografi perkosaan disertai kekerasan dan pornografi melibatkan anak-anak yang diketemukan oleh petugas bea cukai di bandara Adelaide.

Peristiwa ini menunjukkan keseriusan aparat penegak hukum Australia dalam memerangi pornografi yang melibatkan anak, dan kesadaran mereka bahwa dunia dan konvensi PBB mengutuk kejahatan yang keji ini.

Continue reading Diperlukan Keseriusan Aparat Perangi Pornografi Anak…

Sains dan Pencarian Makna

September 22, 2008 at 4:02 am | In Hikmah, Islam & Sciences | No Comments

Sains dan Pencarian Makna Menyiasati Konflik Tua antara Sains dan Agama*

Dr. F. Budi Hardiman

Di samping agama dan filsafat, sains merupakan salah satu bentuk pengetahuan manusia yang gigih mencari makna. Mungkin sains tidak menuntaskan banyak misteri kehidupan manusia, seperti misteri asal-usul kehidupan dan misteri kematian, namun langkah-langkah untuk memecahkan enigma-enigma seperti itu tampaknya berjalan progresif dalam sains. Kesan bahwa sains ingin menyaingi agama atau bahkan menggantikannya dalam perannya sebagai juru tafsir dunia cukuplah beralasan. Sains berambisi menjadi sistem pandangan dunia menyeluruh, dan itulah yang terjadi dalam scientism. Di dalam saintisme kesahihan agama dalam memaknai dunia ditolak. Di tengah-tengah dominasi saintistis itu di abad ke-20 terjadi suatu tren yang sebaliknya: Kesahihan sains dalam memaknai dunia juga dipersoalkan.

Continue reading Sains dan Pencarian Makna…

Western Nationalism and Islamic Nationhood

September 20, 2008 at 4:09 am | In Falsafah, Hikmah | No Comments

Murtada Mutahhari

Translated from the Persian by Dr. Wahid Akhtar

Vol. V No.3 and 4

This article is an introduction (pishguftar) that Martyr Murtada Mutahhari wrote for his book Khadamat-e mutaqabil-e Islam wa Iran (The Mutual Services of Islam and Iran) first published in 1349 H.Sh./1960. The translation of this book is under way and will soon be published by the Sazman-e Tablighat-e Islami, and we hope to publish some parts of it in the future in al-Tawhid.

In the Name of God, the Beneficent, the Merciful

The relations, conflicts and clashes between various nations have in the present age become a daily issue which has acquired much greater significance than in any other epoch of human history. One of the problems related to it, or perhaps one of the most fundamental of them, is the problem of nationalism, its constructive elements, its scope and limits.

Continue reading Western Nationalism and Islamic Nationhood…

Dari Hadramaut ke Borobudur: Sejarah Jurnalisme Islam di Indonesia

September 19, 2008 at 4:28 am | In Hikmah, Ibrah Sejarah, Jihad | No Comments

Dari Hadramaut ke Borobudur

Kehadiran koran atau majalah berbahasa asing di Indonesia bukanlah hal baru. Bahkan, koran berbahasa Cina dan Arab sudah terbit sejak awal 1940-an. Dewasa ini di Jakarta terbit tiga koran bahasa Cina: Guoji Ribau (baca Ripau), Heping Ribau, dan Shang Bao.

Sedangkan di Surabaya dan Pontianak terbit dua koran Cina lainnya. Sebelum PD II lebih banyak lagi koran Cina yang terbit di Indonesia. Bahkan, kala itu koran Cina pernah menguasai pasaran Indonesia. Hampir semua kota menerbitkan koran dan majalah berbahasa Cina.

Continue reading Dari Hadramaut ke Borobudur: Sejarah Jurnalisme Islam di Indonesia…

Nilai Sebuah Senyuman, Pengalaman Sosiologis Mahasiswi Indonesia di Jerman

September 19, 2008 at 4:06 am | In Hikmah, Irfan | No Comments

On Fri, 9/19/08, Ix Budiman <ixbudiman@yahoo. com> wrote:
From: Ix Budiman <ixbudiman@yahoo. com>
Subject: [wisdoms4all] tersenyum
To: wisdoms4all@ yahoogroups. com
Date: Friday, September 19, 2008, 2:44 AM

Kisah di bawah ini adalah kisah yang saya dapat dari milis alumni Jerman, atau warga Indonesia yg bermukim atau pernah bermukim di sana . Demikian layak untuk dibaca beberapa menit, dan direnungkan seumur hidup.

Saya adalah ibu dari tiga orang anak dan baru saja menyelesaikan kuliah saya. Kelas terakhir yang harus saya ambil adalah Sosiologi. Sang Dosen sangat inspiratif, dengan kualitas yang saya harapkan setiap orang memilikinya.

Tugas terakhir yang diberikan ke para siswanya diberi nama “Smiling.” Seluruh siswa diminta untuk pergi ke luar dan memberikan senyumnya kepada tiga orang asing yang ditemuinya dan mendokumentasikan reaksi mereka. Setelah itu setiap siswa diminta untuk mempresentasikan didepan kelas. Saya adalah seorang yang periang, mudah bersahabat dan selalu tersenyum pada setiap orang. Jadi, saya pikir,tugas ini sangatlah mudah.

Continue reading Nilai Sebuah Senyuman, Pengalaman Sosiologis Mahasiswi Indonesia di Jerman…

Hikmah Perjalanan Hidup Manusia

September 18, 2008 at 6:29 am | In Hikmah, Irfan | No Comments

Perkembangan kejadian manusia dan kehidupannya di akhirat

{وَلَقَدْ خَلَقْنَا الإِنسَانَ مِنْ سُلاَلَةٍ مِنْ طِينٍ}(المؤمنون/12).

{ثُمَّ جَعَلْنَاهُ نُطْفَةً فِي قَرَارٍ مَكِينٍ}(المؤمنون/13).

{ثُمَّ خَلَقْنَا النُّطْفَةَ عَلَقَةً فَخَلَقْنَا الْعَلَقَةَ مُضْغَةً فَخَلَقْنَا الْمُضْغَةَ عِظَامًا فَكَسَوْنَا الْعِظَامَ لَحْمًا ثُمَّ أَنشَأْنَاهُ خَلْقًا آخَرَ فَتَبَارَكَ اللَّهُ أَحْسَنُ الْخَالِقِينَ}(المؤمنون/14).

{ثُمَّ إِنَّكُمْ بَعْدَ ذَلِكَ لَمَيِّتُونَ}(المؤمنون/15).

{ثُمَّ إِنَّكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ تُبْعَثُونَ}(المؤمنون/16).

12. Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah.

13. Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim).

14. Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha sucilah Allah, Pencipta Yang Paling Baik.

15. Kemudian, sesudah itu, sesungguhnya kamu sekalian benar-benar akan mati.

16. Kemudian, sesungguhnya kamu sekalian akan dibangkitkan (dari kuburmu) di hari kiamat.

Continue reading Hikmah Perjalanan Hidup Manusia…

Nasionalisme Baru

September 18, 2008 at 3:18 am | In Hikmah, Politik | No Comments

Jumat, 23 Mei 2008 Arah Nasional Baru Kita

Assalamualaikum Wr Wb

Yang terhormat Bapak Hatta Rajasa, Menteri Sekretaris Negara, sekaligus Ketua Umum peringatan 100 tahun Kebangkitan Nasional, Bapak/Ibu Pembicara, para senior dan kawan kawan seperjoangan, teman-teman wartawan, dan hadirin sekalian. Terima kasih atas kehadirannya di forum dialog peradaban ini.

Tema dialog kita hari ini adalah “HOS Tjokroaminoto versus Wahidin Sudirohusodo (SI vs BO): Mencari Kompromi Tonggak Sejarah Kebangkitan Nasional”. Kami mengambil tema ini mengingat pentingnya kita merenungkan bahwa pada saat ini puluhan ribu bahkan ratusan ribu rakyat kita memperingati kebangkitan satu abad Bangsa Indonesia dari Sabang sampai Marauke. Peringatan tersebut dilakukan secara besar-besaran. Bahkan media massa mengulas peristiwa kebangkitan ini dan juga menampilkan berbagai tulisan tentang nasionalisme. Dengan tema ini kita berusaha mengkaji; benarkah memang kita sudah berketapan hati menyatakan tonggak kebangkitan bangsa ini di mulai saat Boedi Oetomo berdiri pada tanggal 20 Mei 1908? Apakah cita-cita, spirit, cara perjoangan, jejak langkah perjoangan Boedi Oetomo dan para pendirinya memang merupakan sesuatu yang sangat utama dan hebat dibandingkan dengan organisasi perjoangan lainnya, tokoh-tokoh lainnya di masa penjajahan Belanda? Apakah perjoangan Boedi Oetomo mampu menghasilkan spirit yang kokoh bagi bangsa kita saat ini dengan merujuk pada perjuangan yang dilakukan para pendahulu tersebut di masa lalu?

Continue reading Nasionalisme Baru…

Next Page »

Blog at WordPress.com. | Theme: Pool by Borja Fernandez.
Entries and comments feeds.