Tinggalkan komentar

RP Soeroso, Banteng Muda Musuh Belanda

 

  • RP Soeroso, Banteng Muda Musuh Belanda

    September 6, 2019 by

    BEBERAPA waktu lalu jagat media sosial sempat dihebohkan dengan perlakuan brutal sekelompok vandalis  di Cianjur, Jawa Barat, yang menghancurkan tiga Tugu Penjelas Nama Jalan (TPNJ). Salah satu TPNJ itu menginformasikan riwayat seorang pejuang kemerdekaan bernama Soeroso. Siapakah dia? Dalam blog pribadinya, Ahmad Samantho menyebut Soeroso sebagai salah satu kakeknya. Menurut penulis sejarah asal Bogor itu, Soeroso memiliki nama… Baca selengkapnya

  • MESIN PENYEDOT UANG

    Juli 9, 2020 by

    MESIN PENYEDOT UANG Oleh : Dwi Condro Triono, Ph.D. Sistem Ekonomi Kapitalisme telah mengajarkan bahwa Pertumbuhan Ekonomi hanya akan terwujud jika semua Pelaku Ekonomi terfokus pada akumulasi Kapital (modal). Mereka lalu menciptakan sebuah mesin “penyedot uang” yang dikenal dengan Lembaga Perbankan.

  • *Apa Yang Akan Terjadi Jika Semua Orang Benar-Benar Memercayai Tauhid?*

    Juli 8, 2020 by

    *Apa Yang Akan Terjadi Jika Semua Orang Benar-Benar Memercayai Tauhid?* Baru-baru ini seorang psikolog bernama Scott Barry Kaufman (sepertinya dia keturunan Yahudi) melakukan penelitian apa implikasinya bilamana semua orang benar-benar memercayai tauhid. Tauhid di sini bahasa lainnya adalah kesatuan, keesaan, oneness, atau unity. SB Kaufmann secara menarik menjelaskan penelitian tersebut sebagai berikut:

  • Mataram Islam Bukan Pewaris Sah Majapahit ?

    Juli 7, 2020 by

    Mataram Islam Bukan Pewaris Sah Majapahit ? Berdirinya Kerajaan Mataram Islam sesungguhnya tidak memiliki pijakan yang kuat dari segi legalitas sejarah. Penguasa Kerajaan Mataram Yogyakarta yang pertama yakni Panembahan Senapati atau Sutawijaya tidak memiliki keterkaitan dari segi silsilah dengan Raja Majapahit Kertabumi atau Brawijaya V atau Dyah Kertawijaya (1453-1478).

  • Siwa, buda, Muhammad rasululah Dan bahtera peradaban (bagian I)

    Juli 2, 2020 by

    By Asep Kurniawan Siwa, buda, Muhammad rasululah Dan bahtera peradaban (bagian I) Dimasa lalu. Ini hanyalah satu gunung. Yang kemudian meletus. Dibekas gunung purba ini kemudian Muncul belasan gunung baru. Gunung purba ini jelas amat besar, membentang dari pantai selatan hingga utara. Dari pekalongan hingga magelang dan kebumen. Gunung ini, boleh jadi tingginya melebihi 10ribu… Baca selengkapnya

  • Pidato Bung Karno Pada Pertemuan Gerakan Pembela Pancasila di Istana Pada Tanggal 17 Juni 1954*

    Juni 28, 2020 by

    *Pidato Bung Karno Pada Pertemuan Gerakan Pembela Pancasila di Istana Pada Tanggal 17 Juni 1954* https://dip4news.com/pidato-bung-karno-pada-pertemuan-gerakan-pembela-pancasila-di-istana-pada-tanggal-17-juni-1954/ 16/01/2019By Dip4news.Com Pidato Bung Karno Pada Pertemuan Gerakan Pembela Pancasila di Istana Pada Tanggal 17 Juni 1954 Dip4news.Com-Editorial, Events, Featured, Home, Inspirator, Internasional, Nasional, News, Redaksi, Topik Utama-353 Views *Anjuranku Kepada Segenap Bangsa Indonesia* _Pidato Bung Karno pada pertemuan… Baca selengkapnya

  • Kearifan Gus Dur Membaca Masa Depan Indonesia

    Juni 26, 2020 by

    SALAHKAH BILA ISLAM DIPRIBUMIKAN Tubuh masih di KM 10 tapi jangkauan akal pikir sudah di kilo meter 40,itulah cerdasnya anak emas NU. Luar biasa Gus Dur menuliskan ini 36 tahun silam. Dan, tulisan ini menemukan relevansinya saat ini. Saya awalnya mengira ini ditulis pada saat sekarang atau beberapa tahun belakangan karena begitu mewakili kondisi terkini.… Baca selengkapnya

  • Penyimpangan Sejarah Hubungan Islam dan Pancasila

    Juni 25, 2020 by

    Penyimpangan Sejarah Hubungan Islam dan Pancasila Syaiful Arif Direktur Pusat Studi Pemikiran Pancasila Republika.co.id, 25 Juni 2020 Problem utama bangsa ini ialah deviasi (penyimpangan) dari semangat kebangsaan pendiri bangsa. Dalam proses deviatif ini, muncul berbagai simplifikasi atas fakta sejarah. Hasilnya, sebuah pengerasan sektarianisme yang bertentangan, terutama dengan visi para pendahulu yang saleh.

  • PBNU: HIZBUT TAHRIR SAMA DENGAN GAGASAN KOMUNIS INTERNASIONAL.

    Juni 25, 2020 by

    PBNU: HIZBUT TAHRIR SAMA DENGAN GAGASAN KOMUNIS INTERNASIONAL.   Katib Aam PBNU Yahya Cholil Staquf menyebut organisasi pengusung khilafah seperti Hizbut Tahir dan Ikhwanul Muslimin tak beda dg gagasan komunis internasional. Katib Aam Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf menyebut organisasi yg mencita2kan khilafah, seperti Hizbut Tahrir dan Ikhwanul Muslimin, tak beda dg… Baca selengkapnya

  • Hitler pengagum sukarno

    Juni 24, 2020 by

    Hitler pengagum sukarno Pembunuhan Yahudi secara massal adalah merupakan satu konspirasi dan pembohongan paling besar yang mereka rancang sebelum berdirinya negara Israel. Dengan adanya pembunuhan massal maka dunia akan jatuh simpati pada kaum Yahudi yang konon ditindas.

  • Imam Ali bin Abi Thalib RA, Kian Santang & Rakeyan Sancang

    Juni 24, 2020 by

    Lanjut ke konten Sofia Abdullah MENU Cari Imam Ali bin Abi Thalib RA, Kian Santang & Rakeyan Sancang ON 22 JUNI 2020 BY SOFIAABDULLAH Oleh SofiaAbdullah* Bagi pemerhati sejarah Sunda dan tentunya masyarakat Sunda sendiri yang ingin mengetahui sejarah leluhur, pastinya sudah tidak asing lagi dengan ketiga nama tokoh penting ini. Tiga tokoh yang terkait erat dengan sejarah… Baca selengkapnya

  • Bahaya Laten ORBA: Stempel Komunis!

    Juni 23, 2020 by

    Bahaya Laten ORBA: Stempel Komunis! Oleh: Erros Djarot (Mestinya Prof Erros Djarot niih….😊😊) Pada zaman Orde Baru, bicara sedikit keras membela rakyat, buruh, tani, dan nelayan, sangat mudah untuk dituduh dan distempel oleh aparat sebagai gerakan kaum Komunis. Menafsirkan Pancasila yang sedikit saja berbeda dengan tafsir tunggal versi penguasa, sudah cukup untuk dikategorikan dan dikelompokan… Baca selengkapnya

  • MENGENANG 50 Tahun WAFATNYA Bung KARNO 21 Juni 1970*

    Juni 23, 2020 by

    *MENGENANG 50 Tahun WAFATNYA Bung KARNO 21 Juni 1970* *PANCASILA: DARI PUNCAK KEJAYAAN MAJAPAHIT HINGGA PIDATO BUNG KARNO 1 JUNI 1945*   Secara etimologis, kata “Pancasila” berasal dari bahasa Jawa kuno, yang sebelumnya diserap dari bahasa Sanskerta dan Pali, yang artinya “sendi dasar yang lima” atau “lima dasar yang kokoh”. Mula-mula kata “sila” dipakai sebagai… Baca selengkapnya

  • CIA Rancang Penggulingan Sukarno Sejak 1953

    Juni 15, 2020 by

    Erwin Dariyanto – detikNews Senin, 11 Sep 2017 17:25 WIB 21 komentar SHARE   URL telah disalin Ilustrasi: Fuad Hasyim/detikcom Jakarta – Indonesianis asal Australia Greg Poulgrain menilai pergolakan politik di Indonesia pada era 1950-1960-an tak lepas dari campur tangan badan intelijen Amerika (CIA). Dalam buku “The Incubus of Intervention, Conflicting Indonesia Strategies of John F Kennedy and… Baca selengkapnya

  • Antara Sains dan Soto

    Juni 3, 2020 by

    Antara Sains dan Soto 5 Oleh Ulil Abshar Abdalla Saya sering membaca di beberapa buku sains populer yang terus terang amat saya nikmati itu suatu statemen yang kira-kira bisa diringkaskan dengan kalimat berikut: Perbedaan mendasar antara sains dan agama adalah bahwa dalam sains, seorang saintis akan dengan gembira menyambut koreksi sesama koleganya jika teori yang… Baca selengkapnya

  • Plandemic Covid 19

    Juni 3, 2020 by

    Virus corona sebenarnya sudah pernah ada, dan berkembang menjadi berbagai macam jenis virus, akibat modifikasi genetik. SARS yang pertama kali teridentifikasi di Guangzhou – China di tahun 2002, adalah virus corona. Tiba-tiba muncul virus baru di Wuhan, disebut virus Disease 2019 atau COVID-19.

  • Kerajaan Kalingga

    Mei 28, 2020 by

    Kerajaan Kalingga, Dari Odisha India hingga Jepara, Indonesia Kalingga berasal dari ,nama sebuah kerajaan di india selatan, yang didirikan oleh beberapa kelompok orang lain dari india yang berasal dari Odisha, mereka melarikan diri karena daerah Kalingga yang dihancurkan oleh Maharaja Ashoka pada tahun 265 SM. Awal mula kerajaan ini dan siapa pendirinya tidak diketahui dengan… Baca selengkapnya

  • SUNNI SYIAH PRODUK SEJARAH

    Mei 27, 2020 by

    SUNNI SYIAH PRODUK Ketika Sunni dan syiah mengakui Tuhan yang sama, nabi yang sama, Al-Quran yang sama, kiblat yang sama, syahadat yang sama, mengapa perbedaan harus dibesar-besarkan? Sunni dan Syiah adalah dua mainstream Islam yang sama-sama post quranic. Keduanya terbentuk setelah wahyu berhenti diturunkan dan setelah Nabi Muhammad SAW wafat.

  • Peran Serikat Jesuit

    Mei 27, 2020 by

    Sumpah Jesuit Mengungkap Sifat Berbahaya dari Serikat Jesuit – Organisasi terdepan untuk Okultis Setan Gelap Jarang disebutkan: bahwa keluarga Rothschild, bersama dengan para bankir dan industrialis barat lainnya, membiayai kebangkitan Hitler sebagai benteng melawan Soviet. Sayap ultra-kanan keliru menggambarkan Rothschild sebagai “bankir Yahudi” ketika, pada kenyataannya, Rothschild terjalin dengan Gereja Katolik, dan, bersama-sama dengan mafia… Baca selengkapnya

  • SOLEIMANI, FUKUYAMA DAN KOBOI TUA ITU

    Mei 26, 2020 by

    SOLEIMANI, FUKUYAMA DAN KOBOI TUA ITU Muhammad Rusli Malik Menjelang akhir 1980-an. Ada mendung kegelisahan menyelimuti pikiran Mikhail Gorbachev. Ekonomi negara komunis terbesar yang dipimpinnya itu mengalami perlambatan. Daya saingnya melempem. Pengangguran di mana-mana. Sentralisasi politik digugat. Sistem ekonomi terpimpin (command economy) dipertanyakan. Terutama setelah kehabisan energi berperang di Afghanistan. Presiden terakhir Uni Soviet itu… Baca selengkapnya

  • Politik Sumber Daya Alam Bung Karno

    Mei 26, 2020 by

    #indonesiaku BUNG KARNO DAN POLITIK SUMBERDAYA ALAM INDONESIA “Dunia akan bertekuk lutut kepada siapa yang punya minyak, Inilah bangsa Indonesia, Indonesia punya minyak, punya pasar. Jadi minyak itu dikuasai penuh oleh orang Indonesia untuk orang Indonesia, lalu dari minyak kita ciptakan pasar-pasar dimana orang Indonesia menciptakan kemakmurannya sendiri”—Bung Karno

  • Capres minimal harus Sarjana

    Mei 23, 2020 by

      Syarat Sarjana bagi Capres (3) Solusi Bagi Evo Morales-nya RI – detikNews Kamis, 13 Mar 2008 12:48 WIB Jakarta – Usul itu kembali jadi polemik. Usulan usang itu selalu datang ketika pemilu menjelang, yakni syarat sarjana bagi setiap capres. Tidak pernah ada keputusan pasti terhadap wacana ini. Yang ada isu tersebut selalu menggelinding setiap pembahasan… Baca selengkapnya

Lihat semua pos

BEBERAPA waktu lalu jagat media sosial sempat dihebohkan dengan perlakuan brutal sekelompok vandalis  di Cianjur, Jawa Barat, yang menghancurkan tiga Tugu Penjelas Nama Jalan (TPNJ). Salah satu TPNJ itu menginformasikan riwayat seorang pejuang kemerdekaan bernama Soeroso. Siapakah dia?

Dalam blog pribadinya, Ahmad Samantho menyebut Soeroso sebagai salah satu kakeknya. Menurut penulis sejarah asal Bogor itu, Soeroso memiliki nama lengkap Raden Soeroso dan merupakan putra dari Raden Soemarsono yang pernah tinggal di wilayah Cibalagung (masuk dalam wilayah Ciomas, Kota Bogor).

“Ketika masih kecil, saya sering melihat lukisan pinsil Kakek Soeroso dipajang di rumah Eyang Uti (nenek Samantho) dan di rumah Mbah Buyut Soemarsono,” ungkap Samantho.

Keterangan Ahmad Samantho ditegaskan oleh Sukarna (98). Kepada saya, eks pejuang kemerdekaan di Bogor itu berkisah bahwa Soeroso masih terhitung pimpinannya di BBRI (Barisan Banteng Republik Indonesia) cabang Bogor. Ketika sedang hebat-hebatnya perlawanan para pejuang Indonesia terhadap pasukan Inggris pada awal 1946, secara sukarela Soeroso bersama 10 anak buahnya hijrah ke Cianjur.

BACA JUGA: Di Bawah Simbol Banteng

“Karena saat itu konvoi tentara Inggris sering melewati Cianjur, Pak Soeroso memutuskan untuk “menunggu” mereka di sana,” ujar Sukarna.

Di kota penghasil beras itu, Soeroso lantas membangun basis perlawanan. Selain melatih para pemuda setempat, dia pun terlibat aktif dalam pengadaan senjata untuk melawan musuh. Dalam sebuah dokumen berjudul “Beberapa Catatan Tentang Sejarah Perjuangan Rakyat Cianjur dalam Merebut dan Mempertahankan Kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia Tahun 1942—1949” yang disusun oleh Tim Sejarah Dewan Harian Cabang Angkatan 1945 Kabupaten Cianjur, dikisahkan Soeroso pernah menyumbang 10 senjata bekas tentara KNIL kepada para pejuang yang beroperasi di Cipanas.

Dalam buku  Pertempuran Konvoy Sukabumi-Cianjur 1945-1946, Letnan Kolonel (Purn) Eddie Soekardi (Komandan Resimen ke-13 TRI Komandemen Jawa Barat) menyebut nama Soeroso sebagai pimpinan gerilyawan kota yang aksi-aksinya sangat impresif. Dalam suatu aksi penghadangan di pusat kota Cianjur pada Maret 1946, Soeroso dan anak buahnya berhasil mengganggu pergerakan Bataliyon 3/3 Gurkha Rifles (suatu kesatuan elit militer Inggris dari Divis ke-23 British India Army) dari Bandung ke Sukabumi. 

Bersama gerilyawan-gerilyawan lain dari  Yon 3 Resimen III TRI, Lasykar Hizbullah dan Sabilillah, Lasykar BBRI pimpinan Soeroso (lebih dikenal sebagai Pasukan Banteng Soeroso) melakukan penyerangan lewat aksi hit and run terhadap Yon 3/3 Gurkha Rifles yang diperkuat oleh tank Sherman, panser wagon, brencarrier dan truk-truk berisi pasukan. Kendati hanya menggunakan molotov cocktail (bom sederhana yang terbuat dari botol yang diisi bensin dan disertai sumbu) dan beberapa pucuk senjata saja, mereka melakukan serangan terstruktur khas tentara Jepang dari sudut-sudut pertokoan dan lorong-lorong rumah yang berderet sepanjang pusat kota Cianjur.   

“Bagi para serdadu Gurkha Rifles, situasi itu cukup membingungkan. Mereka hanya bisa bertahan dan membalas  serangan tersebut sekenanya dari balik kendaran-kendaraan tempur mereka… ” kata Eddie Soekardi.

BACA JUGA: Neraka Pasukan Gurkha

Ketidakberdayaan salah satu satuan elit militer Inggris dalam Perang Dunia II sempat dicatat oleh sumber Inggris sendiri. Dalam The Fighting Cock: The Story of The 23rd Indian Division, Kolonel A.J.F Doulton memuji pergerakan taktis gerilyawan Indonesia yang  sempat membuat para serdadu Gurkha  panik dan terpukul.

“Ini menjadi suatu bukti, orang-orang Indonesia mengalami kemajuan dan semakin militan…” tulis Doulton.

Tetapi karena kurang lengkapnya persenjataan para pejuang Indonesia, Cianjur pada akhirnya jatuh juga ke tangan tentara Inggris. Sebagai markas, para prajurit Inggris memilih bekas gedung Pabrik Es (sekarang menjadi Gedung Gelanggang Muda Cianjur). Pasukan Banteng Soeroso sendiri kemudian menyingkir ke arah Pasar Suuk (sekarang Jalan Barisan Banteng) dan mendirikan markas di sebuah rumah yang ditinggal pemiliknya (sebuah keluarga Belanda).

Zoehdi (95) masih ingat bagaimana Soeroso kerap melatih anak buahnya berbaris di sekitaran Pasar Suuk. Bunyi aba-abanya yang khas dan terdengar tegas, seolah menembus rimbunan pohon-pohon mahoni yang saat itu banyak tumbuh di sana.

“Saya mengenang Pak Soeroso itu sebagai pemuda pemberani, badannya kekar dan sorot matanya tajam menantang, mirip seekor banteng muda”ungkap eks anggota milisi Angkatan Pemoeda Indonesia (disingkat API, sebuah milisi perjuangan rakyat Indonesia yang didirikan pada akhir 1945) tersebut.

Keberanian Soeroso memang sangat populer di kalangan para pejuang Cianjur saat itu. Dikisahkan oleh Zoehdi, Soeroso pernah nekad mengejar sebuah pesawat tempur Inggris hanya menggunakan sepeda motor dan sebuah stengun.

Akhir 1946, tentara Inggris mulai meninggalkan Indonesia. Sebagai penggantinya maka tentara Belanda mulai bermunculan dan menjadi penguasa sebenarnya. Situasi tersebut jelas membuat para pejuang Indonesia semakin menguatkan perlawanannya. Mereka tak mau Belanda menjajah lagi untuk kedua kalinya. Di Cianjur, nyaris setiap hari hidup tentara pendudukan tak pernah tenang. Selalu saja ada dari mereka yang terbunuh atau hilang diculik gerilyawan Republik. Salah satunya adalah Pasukan Banteng Soeroso.

Dengan modal senjata seadanya, hampir tiap malam, mereka melakukan aksi teror terhadap asrama militer Belanda yang berada di wilayah Kampung Tangsi (sekarang menjadi  Gang Pangrango) dan induk pasukan  mereka yang bermarkas di Joglo (sekarang menjadi gedung Komando Distrik Militer 0608 Cianjur, Toserba Slamet, gedung Markas Corps Polisi Militer). Merasa terganggu dengan serangan-serangan Banteng Soeroso ini, maka militer Belanda kemudian melancarkan suatu operasi intelijen untuk menjebak pimpinan milisi Republik itu.

BACA JUGA: Tokoh di Balik Takluknya Tentara Inggris di Sukabumi

Maka disebarlah telik sandi ke pinggiran kota dan pelosok desa. Setelah semua informasi terkumpul, intelijen militer Belanda lantas membuat  skenario penangkapan. Singkat cerita, “diutuslah” oleh militer Belanda seseorang (yang berpura-pura sebagai pejuang) ke markas Banteng Soeroso. Dengan dalih membahas strategi perjuangan selanjutnya, sang telik sandi itu mengundang Soeroso  untuk menemui sekumpulan gerilyawan kota di sebuah warung makan yang masuk dalam wilayah Satoe Doeit (sekarang Jalan Soeroso atau Ampera). Tanpa kecurigaan, Soeroso menyanggupi undangan tersebut dan datang ke Satoe Doeit, bersama dua ajudannya, Sjamsoe dan Slamet.

Menurut kesaksian Sjamsoe, sekira jam 19.00 mereka tiba di warung makan itu dan langsung  memesan makanan. Saat santap malam itulah, satu peleton tentara Belanda mengepung tempat tersebut. Soeroso yang sadar dirinya masuk dalam jebakan lantas melakukan perlawanan. Pertempuran tidak seimbang pun berlangsung cukup seru.

“Kami bertiga bertarung habis-habisan, kami masing-masing hanya menggunakan sepucuk pistol,” kenang Sjamsoe.

Sayang, saat hendak meloloskan diri ke luar warung makan, sebutir peluru  menghantam tepat dada Soeroso. Dia pun terjungkal. Diikuti Slamet yang juga tertembak dan bermandikan darah. Lantas bagaimana nasibnya Sjamsoe,? Begitu terjungkal karena hantaman peluru, beberapa warga setempat langsung membawanya ke seorang dokter bernama Ojo. Kendati mengalami luka berat, Sjamsoe nyawanya masih bisa diselamatkan dan bisa melanjutkan hidupnya hingga awal tahun 2000. https://historia.id/militer/articles/soeroso-banteng-muda-musuh-belanda-6lj4E?fbclid=IwAR0tU7TK6XCbmdhuLTBY4ywb-cuj4jfwL1jjD8uuPs7__GFI2XqygbADIj0

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Atlantis in the Java Sea

A scientific effort to match Plato’s narrative location for Atlantis

Sembrani

Membahas ISU-ISU Penting bagi Anak Bangsa, Berbagi Ide, dan Saling Cinta

Wirdanova

+62811-813-1917

aawanto

The greatest WordPress.com site in all the land!

Covert Geopolitics

Beyond the Smoke & Mirrors

Catatan Harta Amanah Soekarno

as good as possible for as many as possible

Modesty - Women Terrace

My Mind in Words and Pictures

Kanzunqalam's Blog

AKAL tanpa WAHYU, akan berbuah, IMAN tanpa ILMU

Cahayapelangi

Cakrawala, menapaki kehidupan nusantara & dunia

religiku

hacking the religion

SANGKAN PARANING DUMADI

Just another WordPress.com site

WordPress.com

WordPress.com is the best place for your personal blog or business site.

%d blogger menyukai ini: