Tinggalkan komentar

RP Soeroso, Banteng Muda Musuh Belanda

  • Launching MDHW TV

    November 17, 2020 by

    Indopos.co.id – Untuk mengenang jasa besar para kiai dan pahlawan yang berjuang merebut dan mempertahankan kemerdekaan 1945, Pengurus Besar (PB) Majelis Dzikir Hubbul Wathon (MDHW) mengadakan peringatan Hari Pahlawan 10 November 2020, di kantor PB MDHW Jalan Tegal 2A Menteng Jakarta Pusat, Senin (16/11/2020). Acara MDHW ini mengikuti protokol kesehatan yang ketat. Selain diisi rangkaian kegiatan… Baca selengkapnya

  • Pangeran Djonet Diponegoro

    Oktober 27, 2020 by

    Pangeran Djonet adalah penyebar ilmu Silat RM Djonet adalah putra dari Pangeran Diponegoro dari istrinya yang bernama RaY Maduretno/RA Diponegoro (cucu Sultan Hamengkubuwo II), ibunya RaY Maduretno (makam imogiri) bernama Bray Maduretno (anak Sultan Hamengkubuwo II) menikah dengan Pangeran Prawirodredjo (adipati maospati/madiun), jadi RM Djonet Dipomenggolo adalah buyut Sultan Hamengkubuwo II dari ibu Ray Maduretno… Baca selengkapnya

  • Tauhid: Wahdatul Wujud

    Februari 5, 2021 by

    WAHDATUL WUJUD, Keseluruhan ada (wujud atau eksistensi) dan apa saja yang mengada atau teradakan (maujud) — merupakan ketung­gal­an, kesatuan. Be­ragam realitas ”non-Tuhan” itu tak me-wujud sendiri melainkan “se­­­kadar” sebagai pengungkapan dari realitas atau wujud— Realitas atau Wujud—tunggal. Itu  semua, baik yang bersifat indrawi maupun intelek­tual (noninderawi), hanyalah seperti bayangan. Yakni, sebagaimana bayangan yang bermain dalam… Baca selengkapnya

  • MALIK AL HIND Sahabat NABI Muhammad SAW dari Nusantara

    Februari 1, 2021 by

    Masih tentang Sahabat Nabi Muhammad dari Nusantara?Jumat 29 Jan 2021 06:01 WIB REPUBLIKA.CO.ID, — Pada awalnya tulisan tentang Sri Baduga Malik al-Hind yang terdahulu adalah sekadar contoh dari penerapan metode abduktif dalam mata kuliah kajian Islam interdisipliner di Pascasarjana STFI Sadra dan kajian ilmu hadis revisionis di LPII Yayasan Muthahhari Bandung. Tentang kajian islam interdisipliner,… Baca selengkapnya

  • Mencari Jejak Ki Sunda

    Januari 26, 2021 by

    Mencari Jejak Ki Sunda by: Tauhid Nur Ashar Sebuah mangkok nan indah dan subur kini terbentang dengan dipenuhi permukiman dan berbagai gedung yang tinggi menjulang. Kita menamainya Megapolis Bandung. Bahkan sejak RAA Wiranatakusumah memindahkan ibukota ke daerah Masjid Agung Dalem Kaum saat ini dari Dayeuh Kolot, kota yang satu ini terus berkembang dan terus menjadi… Baca selengkapnya

  • Imam Ali bin Abi Thalib RA, Kian Santang & Rakeyan Sancang

    Januari 26, 2021 by

    Oleh SofiaAbdullah* Imam Ali bin Abi Thalib RA, Kian Santang & Rakeyan Sancang – Sofia Abdullah (wordpress.com) Bagi pemerhati sejarah Sunda dan tentunya masyarakat Sunda sendiri yang ingin mengetahui sejarah leluhur, pastinya sudah tidak asing lagi dengan ketiga nama tokoh penting ini. Tiga tokoh yang terkait erat dengan sejarah masuknya Islam ke wilayah jawa bagian… Baca selengkapnya

  • Wali Sangha

    Januari 14, 2021 by

    📚 MANAKAH YANG BENAR: “WALI SANGA (WALI SONGO)” ATAUKAH “WALI SANGHA” Oleh: Syansanata Ra(Yeddi Aprian Syakh al-Athas) *Tulisan ini diturunkan sebagai pengantar dari kajian tentang Kutub Selatan (Sarishma / Antartika). Bismillaahirrahmaanirrahiim, Wahai Saudaraku, sudah menjadi pengetahuan “mainstream” yg diamini oleh masyarakat umum, khususnya oleh masyarakat Tanah Jawa dimana ketika kita menyebut kata “WALI SANGA” maka… Baca selengkapnya

  • . FPI, HTI DAN KHILAFAH HANYALAH ALASAN UNTUK MELEGALKAN FASISME & MEMPERTAHANKAN DOMINASI KAUM TAMAK DINEGRI INI

    Januari 8, 2021 by

    olehTito Gtsu.FPI, HTI DAN KHILAFAH HANYALAH ALASAN UNTUK MELEGALKAN FASISME & MEMPERTAHANKAN DOMINASI KAUM TAMAK DINEGRI INI Zaman Orde Baru, muslim Indonesia terpolarisasi menjadi tiga kelompok, NU, Muhammadiyah, dan selain keduanya . Tapi peta gerakan Islam, pasca runtuhnya rezim militer Orba Tahun 1998, berubah drastis. Golongan islam tumbuh bak jamur di musim hujan. Menarik diamati.… Baca selengkapnya

  • Sejarah Singkat Wali Songo Penyebar Islam di Pulau Jawa (Bagian ke-1 dari 9 Tulisan)

    Januari 4, 2021 by

    Sejarah Singkat Wali Songo Penyebar Islam di Pulau Jawa (Bagian ke-1 dari 9 Tulisan) Serambi Nusantara Prabu Siliwangi dan Kosmologi Sunda: Telaah Tasawuf Ketuhanan Leluhur Nusantara Oleh Ki Eka ”Sengara” Dalam telaah almarhum Edi S. Ekadjati, kosmologi Sunda kuno terbagi dalam tiga hal, yaitu   bumi sangkala (dunia nyata, alam dunia), buana niskala (dunia gaib, alam gaib), dan buana jatiniskala (dunia atau… Baca selengkapnya

  • Kampung Adat Urug

    Januari 1, 2021 by

    Skip to content Friday, January 1, 2021 Latest: Tatap Tahun Baru 2021, Portal Berita Serambi Nusantara DiluncurkanAkhiri 2020, BoyGreen Tanam Ratusan Pohon Buah di Embung Gilirejo BoyolaliWarga Kota Bogor Gelar Haul ke-11 Sang Guru Bangsa, KH Abdurrahman WahidMenelusuri Kampung Adat Sisa Peninggalan Kerajaan Pakuan Pajajaran di Desa UrugPondok Sufi Gentala ‘Arsy, Membumikan Tarekat di “Tanah Wiralodra”… Baca selengkapnya

  • Islam dan Jalur Rempah Nusantara

    Desember 23, 2020 by

    ISLAM DAN JALUR REMPAH PANTAI BARAT SUMATERA UTARA : DEKONSTRUKSI SEJARAH MASUKNYA PERADABAN ISLAM PERTAMA DI INDONESIA ABAD KE 7(FGD, Kampus UINSU, 22 Desember 2020) Diskusi tentang kota kuno yang berabad abad hilang, kota misterius yang baru saja ditemukan. Di kota kuno ini sejak setahun belakangan sudah ratusan koin Dinasti Umayyah dan Abassiah ditemukan, temuan… Baca selengkapnya

  • Waspada Balkanisasi NKR

    Desember 19, 2020 by

    AWAS! BALKANISASI NUSANTARA MELALUI PINTU SENTIMEN AGAMA Sesi Belajar Geopolitik Balkanisasi itu istilah geopolitik. Menurut wikipedia, ia merupakan proses fragmentasi atau pembagian sebuah negara menjadi beberapa negara kecil yang kerap tidak kooperatif antara satu dan lainnya. Balkanisasi dianggap peyoratif (pemburukan makna) dari proses perpecahan negara besar menjadi negara kecil-kecil. Populernya istilah tersebut, erat-kaitannya dengan terpecahnya… Baca selengkapnya

  • Pancasila: Indonesia Mercu Suar Dunia

    Desember 16, 2020 by

    Ibnu Prakoso Jun 21 INDONESIA MERCUSUAR DUNIA Pancasila setelah mengalami tekanan, pengamalan dan pelaksanaan yang keluar dari nilainya, khususnya masalah Keadilan Sosial, dan ada juga sebagian dari saudara kita yang berusaha untuk menggantikan Pancasila dengan ideologi “Khilafah”. Maka dengan sungguh-sungguh saya tegaskan disini, bahwa sebagai dasar, falsafah dan ideologi, Pancasila merupakan solusi, titik temu, bagi bangsa… Baca selengkapnya

  • Amanat Prabu Wastu Kancana

    Desember 14, 2020 by

    AMANAT WASTU KENCANA Prabu Raja Wastu atau Niskala Wastu Kancana adalah putera Prabu Maharaja Lingga Buana yang gugur di Palagan Bubat pada tahun 1357. Wastu Kancana adalah satu-satunya ahli waris Linggabuana yang masih hidup,karena ketiga saudaranya telah wafat. Menurut Kropak 630, tingkatan batin manusia dalam keagamaan adalah acara, adigama, gurugama, tuhagama, satmata, suraloka, dan nirawerah.… Baca selengkapnya

  • Geopolitik Mutakhir

    Desember 1, 2020 by

    Buat kawan-kawan Nasionalis yang masih belum bosan membela Jokowi, silahkan simak benang merah konspirasi politik di bawah ini. Apa yang nampak di permukaan hanya sebagian hal saja, namun kepingan “puzzle” yang disatukan dari berbagai sumber, bisa menjadi bahan perenungan untuk perjalanan ke depan bangsa ini. Sengkarut Politik semenjak hadirnya Jokowi hingga hari ini bukan tiba-tiba… Baca selengkapnya

  • MEMULIAKAN AHLUL BAIT DALAM BUDAYA NUSANTARA

    November 14, 2020 by

    MEMULIAKAN AHLUL BAIT DALAM BUDAYA NUSANTARA Berdasarkan buku Masuknya Islam ke Timur Jauh yang ditulis oleh peneliti sejarah terkenal tahun 1950an, seorang mufti dari Malaysia, bernama al Habib Alwi bin Thahir al Hadad, disebutkan pada tahun 681 M hingga tahun 700an Masehi pasca peristiwa karbala, telah terjadi gelombang hijrah kaum syiah Islam yang cukup besar… Baca selengkapnya

  • Pendidikan Yang Berkebudayaan

    Oktober 30, 2020 by

    Pendidikan Yang Berkebudayaan (PYB): Catatan Khusus (1) PYB itu adalah judul sebuah buku yang menurutku adalah sebuah magnum opus dari pemikir Yudi Latif (YL) yang sangat komprehensif menyusun mozaik landasan konsep Pendidikan di Indonesia dengan memutar ulang jejak sejarah yang melatarinya dan berupaya membawanya ke konteks kekinian. Sehingga terasa sangat pas jika subjudulnya adalah “Histori,… Baca selengkapnya

  • Penjajahan Sistemik

    Oktober 30, 2020 by

    SEKILAS PENJAJAHAN SISTEM Sesi Belajar Geopolitik Kendati kolonialisme fisik di Indonesia telah selesai pada 17 Agustus 1945, tetapi secara nonfisik (penjajahan) belum usai. Bahwa kolonialisme masih berlanjut hingga kini namun dalam “wajah” berbeda. Lebih soft, tetapi kerusakan yang ditimbulkan tak kalah dahsyat dibanding penjajahan fisik/klasik. Wajah lain kolonialisne (nonfisik) itu antara lain berupa penjajahan pikiran,… Baca selengkapnya

Lihat semua pos

BEBERAPA waktu lalu jagat media sosial sempat dihebohkan dengan perlakuan brutal sekelompok vandalis  di Cianjur, Jawa Barat, yang menghancurkan tiga Tugu Penjelas Nama Jalan (TPNJ). Salah satu TPNJ itu menginformasikan riwayat seorang pejuang kemerdekaan bernama Soeroso. Siapakah dia?

Dalam blog pribadinya, Ahmad Samantho menyebut Soeroso sebagai salah satu kakeknya. Menurut penulis sejarah asal Bogor itu, Soeroso memiliki nama lengkap Raden Soeroso dan merupakan putra dari Raden Soemarsono yang pernah tinggal di wilayah Cibalagung (masuk dalam wilayah Ciomas, Kota Bogor).

“Ketika masih kecil, saya sering melihat lukisan pinsil Kakek Soeroso dipajang di rumah Eyang Uti (nenek Samantho) dan di rumah Mbah Buyut Soemarsono,” ungkap Samantho.

Keterangan Ahmad Samantho ditegaskan oleh Sukarna (98). Kepada saya, eks pejuang kemerdekaan di Bogor itu berkisah bahwa Soeroso masih terhitung pimpinannya di BBRI (Barisan Banteng Republik Indonesia) cabang Bogor. Ketika sedang hebat-hebatnya perlawanan para pejuang Indonesia terhadap pasukan Inggris pada awal 1946, secara sukarela Soeroso bersama 10 anak buahnya hijrah ke Cianjur.

BACA JUGA: Di Bawah Simbol Banteng

“Karena saat itu konvoi tentara Inggris sering melewati Cianjur, Pak Soeroso memutuskan untuk “menunggu” mereka di sana,” ujar Sukarna.

Di kota penghasil beras itu, Soeroso lantas membangun basis perlawanan. Selain melatih para pemuda setempat, dia pun terlibat aktif dalam pengadaan senjata untuk melawan musuh. Dalam sebuah dokumen berjudul “Beberapa Catatan Tentang Sejarah Perjuangan Rakyat Cianjur dalam Merebut dan Mempertahankan Kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia Tahun 1942—1949” yang disusun oleh Tim Sejarah Dewan Harian Cabang Angkatan 1945 Kabupaten Cianjur, dikisahkan Soeroso pernah menyumbang 10 senjata bekas tentara KNIL kepada para pejuang yang beroperasi di Cipanas.

Dalam buku  Pertempuran Konvoy Sukabumi-Cianjur 1945-1946, Letnan Kolonel (Purn) Eddie Soekardi (Komandan Resimen ke-13 TRI Komandemen Jawa Barat) menyebut nama Soeroso sebagai pimpinan gerilyawan kota yang aksi-aksinya sangat impresif. Dalam suatu aksi penghadangan di pusat kota Cianjur pada Maret 1946, Soeroso dan anak buahnya berhasil mengganggu pergerakan Bataliyon 3/3 Gurkha Rifles (suatu kesatuan elit militer Inggris dari Divis ke-23 British India Army) dari Bandung ke Sukabumi. 

Bersama gerilyawan-gerilyawan lain dari  Yon 3 Resimen III TRI, Lasykar Hizbullah dan Sabilillah, Lasykar BBRI pimpinan Soeroso (lebih dikenal sebagai Pasukan Banteng Soeroso) melakukan penyerangan lewat aksi hit and run terhadap Yon 3/3 Gurkha Rifles yang diperkuat oleh tank Sherman, panser wagon, brencarrier dan truk-truk berisi pasukan. Kendati hanya menggunakan molotov cocktail (bom sederhana yang terbuat dari botol yang diisi bensin dan disertai sumbu) dan beberapa pucuk senjata saja, mereka melakukan serangan terstruktur khas tentara Jepang dari sudut-sudut pertokoan dan lorong-lorong rumah yang berderet sepanjang pusat kota Cianjur.   

“Bagi para serdadu Gurkha Rifles, situasi itu cukup membingungkan. Mereka hanya bisa bertahan dan membalas  serangan tersebut sekenanya dari balik kendaran-kendaraan tempur mereka… ” kata Eddie Soekardi.

BACA JUGA: Neraka Pasukan Gurkha

Ketidakberdayaan salah satu satuan elit militer Inggris dalam Perang Dunia II sempat dicatat oleh sumber Inggris sendiri. Dalam The Fighting Cock: The Story of The 23rd Indian Division, Kolonel A.J.F Doulton memuji pergerakan taktis gerilyawan Indonesia yang  sempat membuat para serdadu Gurkha  panik dan terpukul.

“Ini menjadi suatu bukti, orang-orang Indonesia mengalami kemajuan dan semakin militan…” tulis Doulton.

Tetapi karena kurang lengkapnya persenjataan para pejuang Indonesia, Cianjur pada akhirnya jatuh juga ke tangan tentara Inggris. Sebagai markas, para prajurit Inggris memilih bekas gedung Pabrik Es (sekarang menjadi Gedung Gelanggang Muda Cianjur). Pasukan Banteng Soeroso sendiri kemudian menyingkir ke arah Pasar Suuk (sekarang Jalan Barisan Banteng) dan mendirikan markas di sebuah rumah yang ditinggal pemiliknya (sebuah keluarga Belanda).

Zoehdi (95) masih ingat bagaimana Soeroso kerap melatih anak buahnya berbaris di sekitaran Pasar Suuk. Bunyi aba-abanya yang khas dan terdengar tegas, seolah menembus rimbunan pohon-pohon mahoni yang saat itu banyak tumbuh di sana.

“Saya mengenang Pak Soeroso itu sebagai pemuda pemberani, badannya kekar dan sorot matanya tajam menantang, mirip seekor banteng muda”ungkap eks anggota milisi Angkatan Pemoeda Indonesia (disingkat API, sebuah milisi perjuangan rakyat Indonesia yang didirikan pada akhir 1945) tersebut.

Keberanian Soeroso memang sangat populer di kalangan para pejuang Cianjur saat itu. Dikisahkan oleh Zoehdi, Soeroso pernah nekad mengejar sebuah pesawat tempur Inggris hanya menggunakan sepeda motor dan sebuah stengun.

Akhir 1946, tentara Inggris mulai meninggalkan Indonesia. Sebagai penggantinya maka tentara Belanda mulai bermunculan dan menjadi penguasa sebenarnya. Situasi tersebut jelas membuat para pejuang Indonesia semakin menguatkan perlawanannya. Mereka tak mau Belanda menjajah lagi untuk kedua kalinya. Di Cianjur, nyaris setiap hari hidup tentara pendudukan tak pernah tenang. Selalu saja ada dari mereka yang terbunuh atau hilang diculik gerilyawan Republik. Salah satunya adalah Pasukan Banteng Soeroso.

Dengan modal senjata seadanya, hampir tiap malam, mereka melakukan aksi teror terhadap asrama militer Belanda yang berada di wilayah Kampung Tangsi (sekarang menjadi  Gang Pangrango) dan induk pasukan  mereka yang bermarkas di Joglo (sekarang menjadi gedung Komando Distrik Militer 0608 Cianjur, Toserba Slamet, gedung Markas Corps Polisi Militer). Merasa terganggu dengan serangan-serangan Banteng Soeroso ini, maka militer Belanda kemudian melancarkan suatu operasi intelijen untuk menjebak pimpinan milisi Republik itu.

BACA JUGA: Tokoh di Balik Takluknya Tentara Inggris di Sukabumi

Maka disebarlah telik sandi ke pinggiran kota dan pelosok desa. Setelah semua informasi terkumpul, intelijen militer Belanda lantas membuat  skenario penangkapan. Singkat cerita, “diutuslah” oleh militer Belanda seseorang (yang berpura-pura sebagai pejuang) ke markas Banteng Soeroso. Dengan dalih membahas strategi perjuangan selanjutnya, sang telik sandi itu mengundang Soeroso  untuk menemui sekumpulan gerilyawan kota di sebuah warung makan yang masuk dalam wilayah Satoe Doeit (sekarang Jalan Soeroso atau Ampera). Tanpa kecurigaan, Soeroso menyanggupi undangan tersebut dan datang ke Satoe Doeit, bersama dua ajudannya, Sjamsoe dan Slamet.

Menurut kesaksian Sjamsoe, sekira jam 19.00 mereka tiba di warung makan itu dan langsung  memesan makanan. Saat santap malam itulah, satu peleton tentara Belanda mengepung tempat tersebut. Soeroso yang sadar dirinya masuk dalam jebakan lantas melakukan perlawanan. Pertempuran tidak seimbang pun berlangsung cukup seru.

“Kami bertiga bertarung habis-habisan, kami masing-masing hanya menggunakan sepucuk pistol,” kenang Sjamsoe.

Sayang, saat hendak meloloskan diri ke luar warung makan, sebutir peluru  menghantam tepat dada Soeroso. Dia pun terjungkal. Diikuti Slamet yang juga tertembak dan bermandikan darah. Lantas bagaimana nasibnya Sjamsoe,? Begitu terjungkal karena hantaman peluru, beberapa warga setempat langsung membawanya ke seorang dokter bernama Ojo. Kendati mengalami luka berat, Sjamsoe nyawanya masih bisa diselamatkan dan bisa melanjutkan hidupnya hingga awal tahun 2000. https://historia.id/militer/articles/soeroso-banteng-muda-musuh-belanda-6lj4E?fbclid=IwAR0tU7TK6XCbmdhuLTBY4ywb-cuj4jfwL1jjD8uuPs7__GFI2XqygbADIj0

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Atlantis in the Java Sea

A scientific effort to match Plato’s narrative location for Atlantis

Sembrani

Membahas ISU-ISU Penting bagi Anak Bangsa, Berbagi Ide, dan Saling Cinta

Wirdanova

+62811-813-1917

aawanto

The greatest WordPress.com site in all the land!

Covert Geopolitics

Beyond the Smoke & Mirrors

Catatan Harta Amanah Soekarno

as good as possible for as many as possible

Modesty - Women Terrace

My Mind in Words and Pictures

Kanzunqalam's Blog

AKAL tanpa WAHYU, akan berbuah, IMAN tanpa ILMU

Cahayapelangi

Cakrawala, menapaki kehidupan nusantara & dunia

religiku

hacking the religion

SANGKAN PARANING DUMADI

Just another WordPress.com site

WordPress.com

WordPress.com is the best place for your personal blog or business site.

%d blogger menyukai ini: