Tinggalkan komentar

RP Soeroso, Banteng Muda Musuh Belanda

  • RP Soeroso, Banteng Muda Musuh Belanda

    September 6, 2019 by

    BEBERAPA waktu lalu jagat media sosial sempat dihebohkan dengan perlakuan brutal sekelompok vandalis  di Cianjur, Jawa Barat, yang menghancurkan tiga Tugu Penjelas Nama Jalan (TPNJ). Salah satu TPNJ itu menginformasikan riwayat seorang pejuang kemerdekaan bernama Soeroso. Siapakah dia? Dalam blog pribadinya, Ahmad Samantho menyebut Soeroso sebagai salah satu kakeknya. Menurut penulis sejarah asal Bogor itu, Soeroso memiliki nama… Baca selengkapnya

  • Desember 7, 2019 by

    Habib Luthfi bin Yahya Meresmikan Kanzus Sholawat Bogor Penulis Admin -28 November 20190153 BincangSyariah.Com – Pesantren Al-Ghazaly, Bogor menjadi tempat pelaksanaan pembukaan Kanzus Sholawat Bogor, yang dipimpin oleh Habib Luthfi bin Yahya, Senin (25/11). Acara yang berlangsung sejak pukul 07.30 pagi itu dihadiri oleh perwakilan dari TNI, Polri, Pemda, para ulama, tokoh lintas mazhab, tokoh lintas agama, dan… Baca selengkapnya

  • Mengapa banyak peninggalan Majapahit ada di luar negeri ?

    Desember 7, 2019 by

    Judul tulisan di atas mungkin tidak ideal untuk sebuah judul, namun inilah bentuk keresahan saya dengan banyaknya peninggalan kerajaan Majapahit yang justru tersimpan di Museum-museum luar negeri. Sebuah keprihatinan karena selaku “pemilik” peninggalan itu, kita justru bisa menikmatinya hanya dari gambar-gambar yang diterbitkan orang asing. Apa saja peninggalan kerajaan Majapahit yang ada di museum-museum luar…

  • Borobudur Cerminan Kehidupan Damai

    Desember 6, 2019 by

    Borobudur Cerminan Kehidupan Damai besar dan megah ini hanya mungkin bisa terwujud jika bangsa yang membuatnya hidup dalam damai. Konstruksi yang rumit, ukuran besar dan relief detil yang mengagumkan memerlukan waktu yang panjang untuk menyelesaikannya. Kemegahan maha karya ini hanya bisa dibuat oleh bangsa yang hidup menetap, hidup berkelimpahan dan memiliki cita rasa seni yang… Baca selengkapnya

  • Waspada Keselamatan Negara

    Desember 5, 2019 by

    Waspada Keselamatan NegaraYudi Latif Kompas, Kamis, 5 Desember 2019 Tahun depan, negara indonesia merdeka genap berusia 75 tahun. Pengujung generasi ketiga dalam siklus keberlangsungan entitas kuasa. Setiap tiga generasi berlalu, nubuat Ibn Khaldun memperkirakan titik ini sebagai momen rawan bencana, yang bisa mengancam daya sintas negara. Pada momen ini, menurut dia, solidaritas bersama terancam pudar.… Baca selengkapnya

  • BUDAYAWAN YANG TAK BERADAB

    November 7, 2019 by

    Originally posted on Blog Sastra F. Rahardi:
    Kompas, Sabtu, 1 April 2006 Oleh F. Rahardi Seperti sudah menjadi tradisi, pada tiap pergantian personil anggota Dewan Kesenian Jakarta (DKJ), selalu ada ribut-ribut. Termasuk yang terjadi akhir-akhir ini. Budayawan yang menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) bermakna sebagai manusia yang berakal budi, telah menjadi  pendemo yang tidak…

  • Kembalikan Tradisi Masyarakat Sriwijaya untuk Alam

    November 7, 2019 by

    oleh Taufik Wijaya [Palembang] di 7 November 2019 Selama puluhan abad masyarakat di Nusantara hidup sejahtera karena memiliki hubungan harmonis dengan alam. Di masa Kedatuan Sriwijaya hubungan ini melahirakn sejumlah tradisi, seperti sedekah sungai, sedekah laut, dan sedekah bumi. Sebagian besar tradisi ini mulai hilang atau berkurang sejalan dengan tradisi ekstratif yang dibawa bangsa penjajah Eropa, yang… Baca selengkapnya

  • Kaleidoskop Bhumi Jawa

    Oktober 20, 2019 by

    3 jam · ‎Subhan Mustaghfirin‎ keNUHSANTARA HISTORICAL DISCOVERY3 jam ======= Kaleidoskop Bhumi Jawa =======(Sejak Zaman Purba sampai Zaman Modern) Diambil dari kompilasi babad, kidung, naskah, prasasti, wiki & buku sejarah. 10.000 SM – Kebudayaan Gunung Padang muncul di Cianjur.9500 SM – Kebudayaan Goa Pawon muncul di Bandung.7500 SM – Kebudayaan Pangguyangan muncul di Sukabumi.4000 SM – Tahap kedua… Baca selengkapnya

  • Tasjim’ Versi Muslim non-Asy’ariyah Dan Hindu Hare

    Oktober 18, 2019 by

    Tasjim’ Versi Muslim non-Asy’ariyah Dan Hindu Hare Krishna Oleh: Menachem Ali, Dosen Philology Universitas Airlangga Kaum Hindu Hare Krishna (ISKCON) juga mengenal nama الله (ALLAH) sebagai Kepribadian Tuhan Yang Maha Esa. Hal ini sebagaimana penjelasan AC. Bhaktivedanta Swami Prabhupada dalam uraiannya mengenai ayat suci Weda. Ayat suci yang termaktub dalam kitab Bhagavad-gita X.7 menyebutkan demikian:… Baca selengkapnya

  • KONVERSI IDEOLOGI MUHAMMADIYAH KE GERAKAN FRONT PEMBELA ISLAM (FPI)

    Oktober 16, 2019 by

    KONVERSI IDEOLOGI MUHAMMADIYAH KE GERAKAN FRONT PEMBELA ISLAM (FPI) BY Sholihul Huda1 1)Religious Studies Department, Faculty of Islamic Studies, Muhammadiyah Surabaya University. sholikhsby@gmail.com https://www.academia.edu/34950395/KONVERSI_IDEOLOGI_MUHAMMADIYAH_KE_GERAKAN_FRONT_PEMBELA_ISLAM_FPI?auto=download Abstraksi Tulisan ini merupakan hasil penelitian yang ingin memotret fenomena terkait proses, faktor, bentuk dan dampak konversi ideologi dikalangan aktifis Muhammadiyah ke FPI di daerah Paciran Lamongan. FPI merupakan salah satu… Baca selengkapnya

  • Awal Mula Para Raja Nusantara

    Oktober 14, 2019 by

    KISAH AWAL MULA DAN SILSILAH LELUHUR PARA RAJA NUSANTARA Marilah kita lanjutkan cerita tentang leluhur bangsa Nusantara yang telah saya jelaskan dalam Kisah Zaman Awal Peradaban Bangsa Bumi. Dalam kisah sebelumnya telah dijelaskan bahwa zaman Dwapara Yuga (diperkirakan terjadi pada tahun 8.984 SM), ditandai dengan kelahiran Sang Avatar Sri Krishna. Pada zaman itu, dikisahkan terdapat sebuah bangsa besar bernama bangsa… Baca selengkapnya

  • 5 Nilai Moral Islam / 10 Perintah Tuhan

    September 18, 2019 by

    Lima Nilai Moral Islam dikenal pula sebagai Pancasila atau Sepuluh Perintah Tuhan versi Islam. Perintah-perintah ini tercantum dalam Al-Qur’an surat Al-An’aam 6:150-153 di mana Allah menyebutnya sebagai Jalan yang Lurus (Shirathal Mustaqim ): Tauhid (Nilai Pembebasan)   1. Katakanlah: “Bawalah ke mari saksi-saksi kamu yang dapat mempersaksikan bahwasanya Allah telah mengharamkan yang kamu haramkan ini.” Jika… Baca selengkapnya

  • Ironi, Tidak Ada Kajian Khusus Kerajaan Sriwijaya dan Kejayaan Maritim

    September 4, 2019 by

    oleh Taufik Wijaya [Palembang] di 4 September 2019 Tidak adanya studi khusus mengenai Kerajaan Sriwijaya, termasuk kerajaan lain di Nusantara, di perguruan tinggi maupun sekolah di Indonesia adalah ironi. Mengingat, peradaban besar dan kejayaan maritim dilahirkan Sriwijaya. Di Indonesia saat ini, minim generasi muda yang menekuni studi Kerajaan Sriwijaya. Pemerintah diharapkan melahirkan kebijakan agar sejarah… Baca selengkapnya

  • Kapamimpinan Sunda ?

    Agustus 29, 2019 by

     Nyungsi Pamendak: Kapamingpinan Sunda. ku : Roza Rahmadjasa Mintaredja Meureun, nu sabenerna mah lain Kapamingpinan Numutkeun Budaya Sunda, tapi Kapamingpinan Numutkeun Manusa anu dianggap Apal kana Budaya Sunda. Ari sababna? Lantaran budaya Sunda mah moal bisaeun cumarita ihwal kapamingpinan, budaya Sunda mah hiji sistem ajen/nilai, lain manusa. Kahiji eta; atuh kadua, sabenerna teu wasa kuring… Baca selengkapnya

  • Misteri Pulau Agyre yang Hilang ternyata Salaka Nagara

    Agustus 29, 2019 by

    MISTERI PULAU AGYRE YANG HILANG TERNYATA SALAKA NAGARA Oleh Yuddy Aditiawan pada Sabtu, 06 Juli 2013 pukul 16.34 Penulis: Iwan Taufik Sejarah Indonesia mempunyai banyak sisi yang belum di eksplorasi, termasuk penelusuran berbagai kerajaan yang pernah ada di nusantara.Selama ini, proses mencari jejak kerajaan-kerajaan di nusantara banyakmenghasilkan informasi baik yang lama maupun yang baru; bahkan tidakjarang menimbulkan pertanyaan… Baca selengkapnya

  • Kontroversi Uga Wangsit Siliwangi: Kebangkitan Nusantara (“Pajajaran Anyar”) ?

    Agustus 27, 2019 by

    Manakah Naskah Uga Wangsit Siliwangi yang sebenarnya? Belum diketemukan atau tidak ada? Karena Redaksi kalimat dalam naskah Uga Wangsit Siliwangi yang populer dan termasuk yg jadi rujukan video ini, adalah menggunakan bahasa Sunda kontemporer (masa kini) bukan bahasa Sunda Kuno zamannya Prabu Siliwangi (Sri Baduga Maharaja Di Pakuan Pajajaran), anak-cucu dan buyutnya sampai ke Raga… Baca selengkapnya

  • Popol Vuh

    Agustus 22, 2019 by

    POPOL VUH by Habib Hussein Mitos-mitos tertulis suku Maya paling tua berasal dari abad ke-16 yang ditemukan dalam dokumen-dokumen sejarah dari Dataran Tinggi Guatemala. Dokumen paling penting adalah Popol Vuh yang memuat kisah penciptaan Quichean serta beberapa kisah petualangan dari pahlawan kembar, Hunahpu dan Xbalanque. Popol Vuh adalah naratif mitos-sejarah yang berasal dari kerajaan K’iche’… Baca selengkapnya

  • Zaman Disrupsi ke -15: Peradaban

    Agustus 21, 2019 by

    ZAMAN DISRUPSI KE-15 PERADABAN (2) Achmad Chodjim Kita pun harus berani mengakui dengan jujur bahwa kekuatan bangsa ini terwujud karena bisa membangun kehidupan bersama dalam aneka macam perbedaan yang dapat disebut juga diversity ini homogenity. Harus ada komitmen untuk tidak mengusik keyakinan orang atau komunitas lain. Dengan demikian, kita tidak perlu heran jika suku bangsa… Baca selengkapnya

  • Nusantara Tak Pernah Dikalahkan & Dijajah ?

    Agustus 21, 2019 by

    Nusantara Tidak Pernah Dikalahkan ? _by Agus Budiyono, Alumni Massachusetts Institute of Technology_ _disampaikan dalam Seminar Nasional “Literasi Sains untuk Membumikan Nilai-nilai Pancasila” Solo, 19 Agustus 2019_ Saya menghabiskan sebagian besar usia dewasa saya di luar nusantara. Saya pernah tinggal di _Amerika (Cambridge, Boston, Nashua, Columbus),Eropa (Assen),Australia (Melbourne) dan Timur Jauh (Seoul)._ Kemanapun saya pergi… Baca selengkapnya

View all posts

BEBERAPA waktu lalu jagat media sosial sempat dihebohkan dengan perlakuan brutal sekelompok vandalis  di Cianjur, Jawa Barat, yang menghancurkan tiga Tugu Penjelas Nama Jalan (TPNJ). Salah satu TPNJ itu menginformasikan riwayat seorang pejuang kemerdekaan bernama Soeroso. Siapakah dia?

Dalam blog pribadinya, Ahmad Samantho menyebut Soeroso sebagai salah satu kakeknya. Menurut penulis sejarah asal Bogor itu, Soeroso memiliki nama lengkap Raden Soeroso dan merupakan putra dari Raden Soemarsono yang pernah tinggal di wilayah Cibalagung (masuk dalam wilayah Ciomas, Kota Bogor).

“Ketika masih kecil, saya sering melihat lukisan pinsil Kakek Soeroso dipajang di rumah Eyang Uti (nenek Samantho) dan di rumah Mbah Buyut Soemarsono,” ungkap Samantho.

Keterangan Ahmad Samantho ditegaskan oleh Sukarna (98). Kepada saya, eks pejuang kemerdekaan di Bogor itu berkisah bahwa Soeroso masih terhitung pimpinannya di BBRI (Barisan Banteng Republik Indonesia) cabang Bogor. Ketika sedang hebat-hebatnya perlawanan para pejuang Indonesia terhadap pasukan Inggris pada awal 1946, secara sukarela Soeroso bersama 10 anak buahnya hijrah ke Cianjur.

BACA JUGA: Di Bawah Simbol Banteng

“Karena saat itu konvoi tentara Inggris sering melewati Cianjur, Pak Soeroso memutuskan untuk “menunggu” mereka di sana,” ujar Sukarna.

Di kota penghasil beras itu, Soeroso lantas membangun basis perlawanan. Selain melatih para pemuda setempat, dia pun terlibat aktif dalam pengadaan senjata untuk melawan musuh. Dalam sebuah dokumen berjudul “Beberapa Catatan Tentang Sejarah Perjuangan Rakyat Cianjur dalam Merebut dan Mempertahankan Kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia Tahun 1942—1949” yang disusun oleh Tim Sejarah Dewan Harian Cabang Angkatan 1945 Kabupaten Cianjur, dikisahkan Soeroso pernah menyumbang 10 senjata bekas tentara KNIL kepada para pejuang yang beroperasi di Cipanas.

Dalam buku  Pertempuran Konvoy Sukabumi-Cianjur 1945-1946, Letnan Kolonel (Purn) Eddie Soekardi (Komandan Resimen ke-13 TRI Komandemen Jawa Barat) menyebut nama Soeroso sebagai pimpinan gerilyawan kota yang aksi-aksinya sangat impresif. Dalam suatu aksi penghadangan di pusat kota Cianjur pada Maret 1946, Soeroso dan anak buahnya berhasil mengganggu pergerakan Bataliyon 3/3 Gurkha Rifles (suatu kesatuan elit militer Inggris dari Divis ke-23 British India Army) dari Bandung ke Sukabumi. 

Bersama gerilyawan-gerilyawan lain dari  Yon 3 Resimen III TRI, Lasykar Hizbullah dan Sabilillah, Lasykar BBRI pimpinan Soeroso (lebih dikenal sebagai Pasukan Banteng Soeroso) melakukan penyerangan lewat aksi hit and run terhadap Yon 3/3 Gurkha Rifles yang diperkuat oleh tank Sherman, panser wagon, brencarrier dan truk-truk berisi pasukan. Kendati hanya menggunakan molotov cocktail (bom sederhana yang terbuat dari botol yang diisi bensin dan disertai sumbu) dan beberapa pucuk senjata saja, mereka melakukan serangan terstruktur khas tentara Jepang dari sudut-sudut pertokoan dan lorong-lorong rumah yang berderet sepanjang pusat kota Cianjur.   

“Bagi para serdadu Gurkha Rifles, situasi itu cukup membingungkan. Mereka hanya bisa bertahan dan membalas  serangan tersebut sekenanya dari balik kendaran-kendaraan tempur mereka… ” kata Eddie Soekardi.

BACA JUGA: Neraka Pasukan Gurkha

Ketidakberdayaan salah satu satuan elit militer Inggris dalam Perang Dunia II sempat dicatat oleh sumber Inggris sendiri. Dalam The Fighting Cock: The Story of The 23rd Indian Division, Kolonel A.J.F Doulton memuji pergerakan taktis gerilyawan Indonesia yang  sempat membuat para serdadu Gurkha  panik dan terpukul.

“Ini menjadi suatu bukti, orang-orang Indonesia mengalami kemajuan dan semakin militan…” tulis Doulton.

Tetapi karena kurang lengkapnya persenjataan para pejuang Indonesia, Cianjur pada akhirnya jatuh juga ke tangan tentara Inggris. Sebagai markas, para prajurit Inggris memilih bekas gedung Pabrik Es (sekarang menjadi Gedung Gelanggang Muda Cianjur). Pasukan Banteng Soeroso sendiri kemudian menyingkir ke arah Pasar Suuk (sekarang Jalan Barisan Banteng) dan mendirikan markas di sebuah rumah yang ditinggal pemiliknya (sebuah keluarga Belanda).

Zoehdi (95) masih ingat bagaimana Soeroso kerap melatih anak buahnya berbaris di sekitaran Pasar Suuk. Bunyi aba-abanya yang khas dan terdengar tegas, seolah menembus rimbunan pohon-pohon mahoni yang saat itu banyak tumbuh di sana.

“Saya mengenang Pak Soeroso itu sebagai pemuda pemberani, badannya kekar dan sorot matanya tajam menantang, mirip seekor banteng muda”ungkap eks anggota milisi Angkatan Pemoeda Indonesia (disingkat API, sebuah milisi perjuangan rakyat Indonesia yang didirikan pada akhir 1945) tersebut.

Keberanian Soeroso memang sangat populer di kalangan para pejuang Cianjur saat itu. Dikisahkan oleh Zoehdi, Soeroso pernah nekad mengejar sebuah pesawat tempur Inggris hanya menggunakan sepeda motor dan sebuah stengun.

Akhir 1946, tentara Inggris mulai meninggalkan Indonesia. Sebagai penggantinya maka tentara Belanda mulai bermunculan dan menjadi penguasa sebenarnya. Situasi tersebut jelas membuat para pejuang Indonesia semakin menguatkan perlawanannya. Mereka tak mau Belanda menjajah lagi untuk kedua kalinya. Di Cianjur, nyaris setiap hari hidup tentara pendudukan tak pernah tenang. Selalu saja ada dari mereka yang terbunuh atau hilang diculik gerilyawan Republik. Salah satunya adalah Pasukan Banteng Soeroso.

Dengan modal senjata seadanya, hampir tiap malam, mereka melakukan aksi teror terhadap asrama militer Belanda yang berada di wilayah Kampung Tangsi (sekarang menjadi  Gang Pangrango) dan induk pasukan  mereka yang bermarkas di Joglo (sekarang menjadi gedung Komando Distrik Militer 0608 Cianjur, Toserba Slamet, gedung Markas Corps Polisi Militer). Merasa terganggu dengan serangan-serangan Banteng Soeroso ini, maka militer Belanda kemudian melancarkan suatu operasi intelijen untuk menjebak pimpinan milisi Republik itu.

BACA JUGA: Tokoh di Balik Takluknya Tentara Inggris di Sukabumi

Maka disebarlah telik sandi ke pinggiran kota dan pelosok desa. Setelah semua informasi terkumpul, intelijen militer Belanda lantas membuat  skenario penangkapan. Singkat cerita, “diutuslah” oleh militer Belanda seseorang (yang berpura-pura sebagai pejuang) ke markas Banteng Soeroso. Dengan dalih membahas strategi perjuangan selanjutnya, sang telik sandi itu mengundang Soeroso  untuk menemui sekumpulan gerilyawan kota di sebuah warung makan yang masuk dalam wilayah Satoe Doeit (sekarang Jalan Soeroso atau Ampera). Tanpa kecurigaan, Soeroso menyanggupi undangan tersebut dan datang ke Satoe Doeit, bersama dua ajudannya, Sjamsoe dan Slamet.

Menurut kesaksian Sjamsoe, sekira jam 19.00 mereka tiba di warung makan itu dan langsung  memesan makanan. Saat santap malam itulah, satu peleton tentara Belanda mengepung tempat tersebut. Soeroso yang sadar dirinya masuk dalam jebakan lantas melakukan perlawanan. Pertempuran tidak seimbang pun berlangsung cukup seru.

“Kami bertiga bertarung habis-habisan, kami masing-masing hanya menggunakan sepucuk pistol,” kenang Sjamsoe.

Sayang, saat hendak meloloskan diri ke luar warung makan, sebutir peluru  menghantam tepat dada Soeroso. Dia pun terjungkal. Diikuti Slamet yang juga tertembak dan bermandikan darah. Lantas bagaimana nasibnya Sjamsoe,? Begitu terjungkal karena hantaman peluru, beberapa warga setempat langsung membawanya ke seorang dokter bernama Ojo. Kendati mengalami luka berat, Sjamsoe nyawanya masih bisa diselamatkan dan bisa melanjutkan hidupnya hingga awal tahun 2000. https://historia.id/militer/articles/soeroso-banteng-muda-musuh-belanda-6lj4E?fbclid=IwAR0tU7TK6XCbmdhuLTBY4ywb-cuj4jfwL1jjD8uuPs7__GFI2XqygbADIj0

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Atlantis in the Java Sea

A scientific effort to match Plato’s narrative location for Atlantis

Sembrani

Membahas ISU-ISU Penting bagi Anak Bangsa, Berbagi Ide, dan Saling Cinta

Wirdanova

+62811-813-1917

aawanto

The greatest WordPress.com site in all the land!

Covert Geopolitics

Beyond the Smoke & Mirrors

Catatan Harta Amanah Soekarno

as good as possible for as many as possible

Modesty - Women Terrace

My Mind in Words and Pictures

Kanzunqalam's Blog

AKAL tanpa WAHYU, akan berbuah, IMAN tanpa ILMU

Cahayapelangi

Cakrawala, menapaki kehidupan nusantara & dunia

religiku

hacking the religion

SANGKAN PARANING DUMADI

Just another WordPress.com site

WordPress.com

WordPress.com is the best place for your personal blog or business site.

%d blogger menyukai ini: