1 Komentar

Kontekstual “Pyramid” Gunung Padang

Kontekstual “Pyramid” Gunung Padang

Posted on 17 Mei 2013 by Rovicky

400611_598372520175450_1126303062_n
Satu presentasi yang mengundang banyak pengunjung di Booth IAGI dalam Konvensi IPA adalah Presentasi Gunung Padang oleh Dr Andang Bachtiar (Salah satu pakar geologi dalam Tim Riset Terpadu Mandiri).

Begitu meyakinkan Pak ADB mendongeng Gunung Padang, yang diikuti banyak pengunjung, inilah, semakin kontroversi semakin menarik. Semakin besar “sesuatu” berita semakin besar pula pengunjung dan peminatnya. Konteks antara besar dan kecilnya sebuah penemuan itu tergantung dari dampak dan juga dukungan akan “sesuatu” itu sendiri. Demikian juga dengan Gunung Padang. Ah bukan Situs megalith Gunung padang yang besar tetapi “Pyramid Gunung Padang” … istilahpyramid saja sudah besar gemanya. Apalagi dengan ukuran sekian kali Borobudur !

Presentasi G Padang di Booth IAGI:( “Whadduh, Pakdhe ini sesuatu banget

Dalam arkeologi dikenal istilah kontekstual dari sebuah penemuan situs. Apabila situs itu hanya berupa satu tonggak batu megalith, barangkali ini hanya mewakili sekitar satu kecamatan saja. Dalam tulisan ketua IAAI pak Junus sebelumnyamenyatakan “Konteks adalah hubungan-hubungan yang menjelaskan keterkaitan antara satu unsur terhadap unsur lainnya“. Demikian juga Gunung Padang, eh“Pyramid” Gunung Padang tidak akan lepas dalam kontekstualnya. Sama halnya kalau saya bilang bahwa cadangan emasnya 500 juta ounce, maka konteksnya sudah bukan hanya satu proses hydrotermal porphyry yg kecil. Harus didukung oleh teory plate tectonic dan vulkanisme yg besar pula. Lah tambang Freeport saja hanya sekitar 67 juta ounce.Nah kalau Gunung Padang ini bener-bener ada dan dibangun pada masa sekian ribu tahun lalu, berapa orang yang ikut membangun ? Borobudur saja memerlukan satu kerajaan untuk membangun. Lah kalau piramida Gunung Padang ini ?Tentusaja perlu ada riset, penelitian untuk menceriterakan bagaimana status kepemimpinan saat itu, bagaimana sistem kerjanya, bagaimana memberi makan orang-orangnya, bagaimana pertanian, peternakan dan lain lain. Untuk menjawabnya tentunya dengan sebuah riset dan penelitian.Nah ini ada satu tulisan menarik tentang jumlah dan perkembangan jumlah penduduk dunia, jumlah populasi dunia dari tahun-ke tahun. silahkan tengok disinihttp://www.ldolphin.org/popul.html . Situs dunia maya (website) ini menceriterakan perkiraan jumlah penduduk dari tahun-ketahun sejak bumi diciptakan.Satu gambar yang menarik adalah gambar terlampir. Perkiraan populasi bumi sejak tahun 0 bahkan sebelum banjir nabi Nuh ! Dalam gambar ini memperlihatkan jumlah penduduk dunia bahkan hingga 9 milyar … ya 9 milyar yang tersapu habis ketika ada Giga Tsunami menghapuskan semua manusia pada 3500 tahun yang lalu. Ntah kemana binatangnya yg terkena badai tsunami Noah, tapi saya yakin team mandiri ini akan senang bila mendapatkan informasi ini. Karena kontekstual spekulasi jumlah penduduk pada 3500 tahun yang lalupun sudah ada disitu. Dan cukup untuk membangun Pyramida Gunung Padang, bila dipakai sebagai reason, atau alasan kontekstual.http://www.ldolphin.org/popul.html Jadi benarkan Pyramida Gunung padang ini dibangun oleh penduduk dunia yang saat itu sudah mencapai milyaran ?Monggo silahkan pilih sendiri, ini soal kepercayaan bukan saintifik, walaupun juga termasuk scholar (ilmu atau rumus yg dipelajari di sekolah) karena perkiraannya juga menggunakan rumus dan hitungan njlimet.Kalau konteks ini dipergunakan sebagai pertimbangan dalam menentukan kapan dilakukan eksavasi, maka tentunya masih banyak riset yang diperlukan sebelum melakukan ekscavasi massal. Perlu “reason by research“.

:( “Whallah Pakdhe, nanti kalau nunggu reserach trus kita kalah cepet sama orang asing yang meneliti, gimana ?”:D “Makanya publikasikan semua penemuanmu, tulis, tulis dan tulis dalam jurnal ilmiah !”

Silahkan berbagi :

Like this:

Filed under: Dongeng GeologiRuPa-RupIUsil Ditandai: | ,

«   »

10 Tanggapan

  1. ARKEOPOLITIK kali yaaa

     

  2. murtadha, on 19 Mei 2013 at 10:14 pm said:

    Mudah2an ilmuwan yg menggagas adanya pyramid gunung padang ini bener2 orang2 yg kompeten, bukan seperti si joko blue energi dan si … (sy lupa namanya) padi supertoy yang gak keruan juntrungannya itu …

     

  3. murtadha, on 19 Mei 2013 at 11:38 am said:

    Ciri ilmuwan itu adalah skeptis. Tapi tentu skeptisnya berdasar, bukan asal skeptis. Pak de Rovicky tentu pernah meneliti atau setidak pernah ke gunung Padang melihat kekar-kekar lembaran disana …
    Bukan begitu Pak de?

     

  4. Budi Tjahjadi, on 19 Mei 2013 at 8:19 am said:

    Namanya aja gunung Padang emang itu piramida ? Pakai seluruh ilmu geologi atau kebumian tak akan ketemu piramidanya. Di Mesir hampir semua piramida ada patung Spinenya 2bijih cari itu dulu baru betul betul betul kata Ipin bukan kebetulan ada piramidanya.

     

  5. dibutuhkan juga tanggapan seorang ahli GEOPOLITIK.
    GEOPOLITIK = Salah satu cabang baru ilmu GEOLOGI yang membahas tentang POLITIK.

     

  6. bukan ahli geologi, on 18 Mei 2013 at 4:23 am said:

    Gunung Padang jelas disusun (oleh manusia) dari bahan batuan alam. masalahnya hanya penentuan waktunya.
    Kalau pak Andang dengan dasar dating Beta Analytic Lab bilang 23.000 tahun, apa dasar pak Rovicky bilang itu tidak mungkin? ASUMSI bahwa manusia saat itu belum maju, atau ada penelitian sendiri yang tidak dipublikasikan? kalau memang ada penelitian, bagaimana hasil penelitiannya? apakah hasil datingnya dibangun pada tahun Masehi?

     

  7. gcm, on 17 Mei 2013 at 9:18 pm said:

    eh.. rupanya ngenyek tho.. :p

     

  8. gcm, on 17 Mei 2013 at 9:16 pm said:

    “Jadi benarkan Pyramida Gunung padang ini dibangun oleh penduduk dunia yang saat itu sudah mencapai milyaran ?”

    Saya sendiri kok meragukan kalau penduduk saat itu sudah mencapai milyaran… bahkan meragukan kalau banjir nabi Nuh adalah bencana global…

    Allahu a’lam–

     

  9. teka teki

     

  10. mkundarto, on 17 Mei 2013 at 9:01 pm said:

    mas Rovicky sendiri meyakini gak kalo Gunung Padang itu tersusun oleh manusia (buatan manusia)?

    bahkan aku jadi tertarik, sebenarnya orang indonesia, khususnya jawa, itu asal muasalnya dari mana? karena karakternya yang murah senyum dan ramah itu seperti tiada duanya hehee

    –> Saya ini terbiasa menggunakan pendekatan science, sehingga selalu sceptic dalam mensikapi sebuah keraguan. Saya menjawabnya dengan tulisan ini http://rovicky.wordpress.com/2012/02/21/skeptis-dan-budaya-riset/

     

     Sumber:

    http://rovicky.wordpress.com/2013/05/17/kontekstual-pyramid-gunung-padang/

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Tim Terpadu Riset Mandiri kembali memperoleh temuan penting di situs Gunung Padang Cianjur Jawa Barat.

    Tim yang memulai penelitian sejak pertengahan Mei 2012 itu kali ini memperoleh bukti bahwa konstruksi bangunan Gunung Padang dirancang oleh arsitek ulung dengan teknologi yang tergolong luar biasa.

    Bangunan Gunung Padang pada Teras 1 menggunakan bahan baku yakni batu columnar joint alami. Namun batu-batu panjang berpenampang segi lima tersebut terlebih dahulu dipotong-potong oleh masyarakat masa lalu. Potongan-potongan itu lalu disusun di bukit agar dinding bukit semakin kuat dan tidak longsor.

    Pada sisi utara bukit, potongan batu disusun sedemikian rupa sehingga seperti paku atau pasak yang menancap di bukit. Batu-batu menancap dengan posisi utara-selatan. Pada sisi timur bukit, potongan-potonhan batu ditancap dengan arah timur barat.

    Hasilnya adalah semacam bangunan perbentengan dengan dinding yang sangat kuat.

    Hasil ekskavasi arkeologi baru-baru ini di lereng timur pada kedalaman 1 meter memperoleh potongan-potongan batu seperti yang terlihat di Teras 1. Dapat disimpulkan bahwa di dalam tanah masih banyak struktur bangunan yang masih terpendam.

    Bahkan ditemukan semacam semen atau perekat purba yang berfungsi untuk menyambung patahan-patahan batu tersebut. Saat ini temuan tersebut sedang dianalisis di laboratorium untuk mengetahui campuran atau komposisi mineralnya.

    Tim terus melakukan riset dan semakin terbukti bahwa di dalam tanah Gunung Padang masih banyak struktur batu yang disusun oleh manusia. Temuan ini sekaligus menunjukkan bahwa peradaban bangsa Indonesia saat itu tidak sederhana bahkan tergolong luar biasa.
    Menurut Juru pelihara Gunung Padang Nanang, temuan penggalian terbaru TIm Arkeologi sangat menarik sekali.

    “Kuat indikasinya bahwa bebatuan yang tersusun di lereng adalah hasil dari penataan nenek moyang kita dulu,” kata Nanang, Selasa(26/3/2013).

One comment on “Kontekstual “Pyramid” Gunung Padang

  1. Suku sunda ( sundaland ) melahirkan suku-suku / bangsa di dunia. Suku sunda suku tertua di dunia karena nabi Adam diturunkan dari planet lain di tanah sunda ( sundaland ) di bumi ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Atlantis in the Java Sea

A scientific effort to match Plato’s narrative location for Atlantis

Sembrani

Membahas ISU-ISU Penting bagi Anak Bangsa, Berbagi Ide, dan Saling Cinta

Wirdanova

+62811-813-1917

aawanto

The greatest WordPress.com site in all the land!

Covert Geopolitics

Beyond the Smoke & Mirrors

Catatan Harta Amanah Soekarno

as good as possible for as many as possible

Modesty - Women Terrace

My Mind in Words and Pictures

Kanzunqalam's Blog

AKAL tanpa WAHYU, akan berbuah, IMAN tanpa ILMU

Cahayapelangi

Cakrawala, menapaki kehidupan nusantara & dunia

religiku

hacking the religion

SANGKAN PARANING DUMADI

Just another WordPress.com site

WordPress.com

WordPress.com is the best place for your personal blog or business site.

%d blogger menyukai ini: