Tinggalkan komentar

Documentasi Launcing Buku Peradaban Atlantis Nusantara dan Talk Show di TV One

Ufuk Press, 19-July-2011

PENEMUAN PIRAMIDA BESAR DI INDONESIA DAN PENEMUAN PERADABAN ATLANTIS NUSANTARA

“Selama ini saya tidak pernah menemukan struktur subsurface seperti ini. Ini tidak alamiah,” 

Ungkapan tersebut diucapkan oleh seorang geolog senior dan terkenal yang turut dalam ekspedisi dan riset eksplorasi sebuah kelompok peneliti terhadap Gunung Lalakon yang berada di Soreang, Bandung, Jawa Barat.Tidak hanya di Soreang. Di Garut, Gunung Saduhurip juga ditemukan bentuk dan tekstur gunung serta susunan bebatuan yang tidak alamiah. Susunan yang diperkirakan hand-made tersebut juga menyimpan bangunan besar mirip piramida sebagaimana yang ditemukan di Gunung Lalakon, Bandung.Ekspedisi dan eksplorasi tersebut merupakan bagian dari penelitian mencari pusat peradaban dunia yang diperkirakan berada di Indonesia. Beberapa asumsi tersebut dikembangkan dari riset yang telah dibukukan dalam Atlantis, The Lost Continent Finally Found karya Prof. Arysio Santos dan Eden In The East karya Prof. Stephen Oppenheimer. Keduanya diterbitkan di Indonesia oleh Ufuk Publishing House.

Jalan panjang eksplorasi, ekspedisi dan riset tersebut mulai membuahkan hasil setelah penelitian panjang yang mereka lakukan terhadap situs Batujaya di Karawang, relief-relief yang ditemukan di candi Penataran, Blitar, Situs Pasemah di Pagar Alam, Sumatera dan eksplorasi terhadap Gunung Padang di Cianjur.

Melihat dari sumber referensi yang digunakan untuk menginterpretasikan, maka kita bisa menilai bahwa aktivitas eksplorasi  tersebut memiliki sumber bukti yang kuat.Eksplorasi yang dilakukan, menggunakan uji geolistrik dan geostatik terhadap susunan bebatuan  dengan menempatkan lebih dari 50 titik sensor pada gunung tersebut. Hasilnya ? Ditemukan bentuk bangunan yang menyerupai piramida di Mesir dengan susunan bebatuan dan lempung yang hampir mirip dengan piramida yang ditemukan di Mesir.

“Tingginya tak kalah dari piramida Giza di Mesir yang cuma 140-an meter,” tukas Agung Bimo Sutedjo yang memimpin proses ekspedisi dan eksplorasi terhadap gunung tersebut.

Bagaimana Pendapat Para Ahli ??

Para peneliti dan pakar yang tergabung di dalam Pusat Penelitian Arkeologi Nasional (Puslit Arkenas) menyatakan bahwa temuan terhadap kedua gunung tersebut sebagai temuan yang sangat menarik.

“Bukit itu adalah temuan geologi dengan bentuk yang sangat menarik. Tindak lanjut penelitian akan dirapatkan oleh Puslit Arkenas,” 
ujar Aurora Tambunan, Direktur Jendral Sejarah dan Purbakala Departemen Kebudayaan dan Pariwisata

“Selama ini saya tidak pernah menemukan struktur subsurface seperti ini. Ini tidak alamiah,” kata seorang pakar geologi terkenal yang turut dalam penelitian tersebut

Cerita soal penemuan bukit berstruktur piramida ini rupanya telah sampai pula ke Istana Presiden. Seorang pejabat di lingkaran presiden, kepada VIVAnews mengaku telah dilaporkan ihwal riset itu. Untuk keterangan soal ini, dia minta tak disebutkan namanya, menimbang riset yang belum rampung.

“Ya, saya sudah lihat analisis geolistrik dan georadar-nya. Saya menyaksikannya dalam bentuk tiga dimensi. Menakjubkan, dan masih misterius. Tim riset itu dipimpin oleh para geolog terpercaya,” ujar si pejabat itu lagi, Rabu pekan lalu.

Tapi, pejabat itu tak mau menjelaskan detil penemuan. Sang geolog, ujarnya, belum mau diungkapkan ke publik. “Masih didalami oleh tim riset mereka, tetapi dari hasil yang ada, memang mencengangkan,” ujarnya.

Dia melukiskan, dari hasil geolisitrik tampak struktur berbentuk piramida di dalam bukit itu. Ada undak-undakan, mirip tangga menuju puncak piramida. Di bagian dasar, ada semacam pintu, dan tampak juga sesuatu yang mirip lorong di dalamnya.

Pengumuman Hasil Riset dan Launching “Peradaban Atlantis Nusantara”

Perjalanan riset dan eksplorasi tersebut sebagian tercatat dalam Peradaban Atlantis Nusantara karya Ahmad Y. Samantho. Penulis tersebut adalah penulis yang mengikuti riset, seminar, dan ekspedisi mengenai Atlantis sejak pertama kali diperkenalkan di Indonesia sejak beberapa tahun yang lalu.

Buku tersebut diperkenalkan kepada publik untuk pertama kalinya pada 28 Juli 2011 di Universitas Paramadina, Jakarta. Akan hadir di dalam peluncuran tersebut kelompok peneliti yang telah menemukan “piramida” di Gunung Lalakon, Bandung dan Saduhurip, Garut, Jawa-Barat. Kelompok peneliti tersebut akan menampilkan penjelasan lebih detail mengenai hasil riset geolistrik dan georadar yang akan diadakan pada :

Waktu            : Kamis, 28 Juli 2011, Pk. 14.00 WIB

Lokasi            : Auditorium Universitas Paramadina, Jl. Jend. Gatot Subroto Kav.50 Jakarta.

Pembicara        :
1.    Dr. Radar Panca Dahana (Budayawan & Pengajar Program Pasca Sarjana Filsafat, Universitas Indonesia)
2.    Prof. Dr. Abdul Hadi (Guru Besar Filsafat Universitas Paramadina)
3.    Tim penulis
4.    Tim ekspedisi dan eksplorasi Gunung Lalakon dan Saduhurip

Key note speaker : Dr. Effendi Ghazali (Pengamat Kenegaraan & Pengajar Program Pasca Sarjana Universitas Indonesia)

Opening Remark : Dr. Totok Soefijanto (Wakil Rektor Universitas Paramadina)

Untuk Anda yang berminat hadir dalam forum tersebut mohon konfirmasi kehadirannya dengan mengirimkan email : info@ufukpress.com atau ke nomer : 0812-838-95-148 (Sadan)

 

Ufuk Press, 4-August-2011

RATUSAN PECINTA ATLANTIS SELURUH INDONESIA PADATI UNIVERSITAS PARAMADINA

Kalau kita lihat linguistik kuno, bahasa Austronesia yang digunakan nenek moyang purba Asia Tenggara adalah bahasa ibu yang paling banyak digunakan di seluruh dunia. Tulisan paku yang terdapat di Mesir juga berasal dari tulisan Austronesia Asia Tenggara. Dengan demikian, semakin dekatlah thesis yang menyebutkan bahwa ada kemungkinan Asia Tenggara adalah ibu peradaban duniaUngkapan tersebut dikemukakan Prof. Dr. Abdul Hadi WM pada sebuah forum seminar nasional Peradaban Atlantis Nusantara yang berlangsung pada Kamis, 28 Juli 2011 di auditorium Universitas Paramadina, Jakarta. Acara yang digelar pada beberapa hari sebelum bulan suci ramadhan tersebut dihadiri lebih dari 300 peserta seminar.

Kapasitas ruangan yang hanya berdaya tamping +/- 250 peserta tersebut  terasa sangat sesak dan tidak sanggup menampung ratusan peserta yang datang dari seluruh Indonesia.Hadir  sebagai pembahas dalam seminar nasional tersebut Prof. Dr. Abdul Hadi WM, Dr. Radar Panca Dahana, Dr. Oman Abdurrahman dan Dr. Okki Oktariadi. Sementara Pembantu Rektor I Bidang Akademik Universitas Paramadina, Dr. Totok Amin Soefijanto hadir mewakili Dr. Anis Baswedan (rektor Universitas Paramadina). Acara yang dibuka oleh key note speaker, Dr. Effendi Ghazali (pakar komunikasi politik) tersebut juga dihadiri oleh Ismail Bonaventura (Bona) merwakili grup musik D’Cinnamons yang akan mengeluarkan lagu “Atlantis” sebagai lagu unggulan mereka di album ke-2 mereka yang sebentar lagi akan release.

Dalam pertemuan tersebut, Dr. Okki Oktariadi mengatakan bahwa hampir sebagian besar ilmuwan dunia mengklaim wilayahnya sebagai lokasi ditemukannya kota Atlantis yang hilang. Dari mulai wilayah di Spanyol, Jepang, Cina hingga Timur Tengah semuanya melakukan klaim. Hanya bedanya, pemerintah negara-negara tersebut memberikan perhatian lebih terhadap riset yang dilakukan para ilmuwannya. Hasil riset yang dikemukakan ilmuwan di setiap negara umumnya dijadikan dasar klaim politis untuk mendatangkan devisa melalui pariwisata. Beberapa Negara Eropa yang mengklaim wilayahnya sebagai lokasi tenggelamnya kota Atlantis banyak mengolah informasi tersebut menjadi dasar untuk mengekspos keindahan alamnya sehingga semakin banyak turis mancanegara yang berkunjung.

Dr. Radar Panca Dahana mengatakan bahwa sejak masa lalu Indonesia memiliki kebudayaan yang sangat tinggi, namun karena dominasi sejarah dan politis temuan tersebut tidak muncul ke permukaan. Dr. Radar Panca Dahana berkata sebaliknya dengan Dr. Okki Oktariadi. Menurutnya, temuan Atlantis di Indonesia tidak hanya diartikan secara komersiil saja. Beliau percaya bahwa peninggalan kebudayaan tinggi yang banyak ditemukan di berbagai daerah memberikan identitas sebagai bangsa yang unggul dalam bidang-bidang tertentu. Peninggalan tersebut harusnya menjadi pijakan dalam memberikan titik tekan pembangunan di sektor mana yang didahulukan dan sektor mana yang dibangun secara berkelanjutan. Menurut beliau pembangunan selama puluhan tahun tidak memiliki dasar identitas yang jelas sehingga tidak aneh jika rakyatnya tidak hanya tidak merasakan pembangunan tetapi tidak mengenal identitas peninggalan peradaban dari nenek moyangnya sendiri.

Acara yang dihiasi hujan pertanyaan dan pernyataan tersebut diakhiri menjelang petang berakhir. Tidak lupa lantunan lagu “Atlantis” dari D’ Cinnamons menghiasi penutupan acara.

Ufuk Press, 22-July-2011

D’CINNAMONS LUNCURKAN LAGU “ ATLANTIS”

Memasuki album ke-2, D’Cinnamons akan mengeluarkan sebuah lagu yang berjudul Atlantis.  Kehadiran lagu tersebut diinspirasi dari sebuah buku yang telah banyak dikenal, Atlantis, The Lost Continent Finally Found karya Prof. Arysio Santos.

Ismail  Bonaventura (yang akrab dipanggil Bona) mengatakan bahwa buku tersebut telah memberikan inpirasi dari lahirnya salah satu lagu di album ke-2 mereka yang sebentar lagi akan di-release. Dalam lagu tersebut, Bona mengatakan bahwa isi liriknya dibuat sesuai dengan karakter D’Cinnamons. Lagu Atlantis berisi tentang seorang professor yang hendak menyelamatkan sebuah kota bernama Atlantis yang akan tenggelam oleh terjangan gelombang. Lahirnya karya tersebut secara otomatis menghubungkan dua jenis bisnis di industri kreatif tanah air, buku dan musik. Hal tersebut yang mendorong Ufuk Publishing House dan D’Cinnamons bertemu untuk pertama kalinya.Pertemuan tersebut digagas pada hari Rabu (20-Juli-2011) di salah satu plaza ternama di Jakarta. Baik pihak D’Cinnamons maupun Ufuk Publishing House sangat gembira dengan sinergisitas kerjasama tersebut. Bagi Ufuk Publishing House, diadaptasinya salah satu buku unggulan tersebut merupakan sebuah kebanggaan bagaimana sebuah buku bisa memberikan informasi dan inspirasi yang begitu berharga bagi D’Cinnamons yang sudah begitu dikenal oleh jutaan pecinta musik tanah air. Sejak kemunculan perdana dalam edisi Bahasa Indonesia pada tahun 2009, buku Atlantis, The Lost Continent Finally Found karya Prof. Arysio Santos menempati angka penjualan tertinggi di toko buku-toko buku modern yang tersebar di seluruh Indonesia hingga saat ini.D’ Cinnamons yang dikenal lewat lagu-lagu permainan gitar akustik telah mengantarkan lagu Loving You, Selamanya Cinta(aransemen ulang), Galih & Ratna(aransemen ulang), dan Ku Yakin Cinta menempati tangga lagu terbaik Indonesia. Ketika “bocoran” lagu Atlantis (yang akan segera release) diperdengarkan ke Ufuk Publishing House, Ahmad Taufiq memberikan komentar,
“ Dahsyat ini lagu. Top banget. Harusnya bisa go international”
“ Terima kasih, “ tukas Bona dengan rendah hati
Mengenai kelanjutan kerjasama yang akan segera dilakukan Ufuk Publishing House dan D’Cinnamons  ?

“Akan segera kita lakukan. Tunggu saja. Pokoknya surprise deh bagi pembaca buku Atlantis dan fans D’Cinnamons,” tutur Sadan, MarComm Spv Ufuk Publishing House sambil tersenyum

Ketika ditanya, apakah D’ Cinnamons akan tampil pada tanggal 28 Juli 2011 di Universitas Paramadina saat launching buku Peradaban Atlantis di Nusantara, Bona menjawab ringan, “ Mungkin saja” 

 

Sumber: Ufuk Publishing House

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Atlantis in the Java Sea

A scientific effort to match Plato’s narrative location for Atlantis

Sembrani

Membahas ISU-ISU Penting bagi Anak Bangsa, Berbagi Ide, dan Saling Cinta

Wirdanova

+62811-813-1917

aawanto

The greatest WordPress.com site in all the land!

Covert Geopolitics

Beyond the Smoke & Mirrors

Catatan Harta Amanah Soekarno

as good as possible for as many as possible

Modesty - Women Terrace

My Mind in Words and Pictures

Kanzunqalam's Blog

AKAL tanpa WAHYU, akan berbuah, IMAN tanpa ILMU

Cahayapelangi

Cakrawala, menapaki kehidupan nusantara & dunia

religiku

hacking the religion

SANGKAN PARANING DUMADI

Just another WordPress.com site

WordPress.com

WordPress.com is the best place for your personal blog or business site.

%d blogger menyukai ini: