14 Komentar

Abstrak Proposal Thesis: Kepemimpinan Ilahiah dalam Konsep Demokrasi Pancasila: sebuah Kajian Filsafat Islam “DIVINE LEADERSHIP (WILAYAH AL-HIKMAH)IN THE CONCEPT OF DEMOCRACY PANCASILA: AN ISLAMIC PHILOSOPHICAL STUDIES”

Perkembangan kehidupan berbangsa dan kenegaraan di Republik Indonesia pasca gerakan reformasi 1998 menyisakan ketidakpastian bentuk dan hasil reformasi yang masih jauh dari harapan dan cita-cita reformasi. Meskipun memang ada beberapa kemajuan yang terjadi pada proses demokratisasi kehidupan sosial politik secara umum, namun secara keseluruhan, masíh banyak hal yang jauh dari cita-cita dan tuntutan reformasi.

Eforia reformasi membuka peluang banyak orang untuk mengkritisi segala yang ada para era rezim otoritarian Orde Baru Soeharto yang dianggap sebagai penghambat demokrasi di Indonesia. Bahkan untuk mengakomodasi semangat reformasi tersebut UUD 1945 pun telah diamandemen oleh MPR-DPR. Namun demikian, sebagian pihak malah menganggap bahwa Panca Sila sudah tidak layak lagi menjadi Dasar Negara Republik Indonesia. Panca Sila dipandang sudah usang (kadaluarsa) oleh sebagian orang yang kecewa dengan kepemimpinan para Presiden RI Sejak Soekarno, Soeharto, Habibie, Abdurahman Wahid, Megawati dan Susilo Bambang Yudono. Akibatnya muncullah tuntutan dan gerakan untuk mengganti Panca Sila dengan filsafat-ideologi lain yang beragam: mulai dari yang ekstrim kiri: Komunisme, Sosialis-Demokrat; ekstrim tengah: Demokrasi Sekuler-Liberal Nasionalis; maupun ekstrim kanan: kelompok pendukung ‘Syariah’ dan ‘Khilafah/Negara Islam’.

Saat ini, Sejak awal tahun 2006, kita menyaksikan memanasnya polemik dan ketegangan politik antar berbagai komponen atau faksi-faksi politik aliran (politik identitas) tersebut. Kontroversi dan polemik antara kaum ekstrim nasionalis-sekuler dan ekstrim globalis fundamentalisme Islam (Pengusung “Kekhalifahan & Syariat Islam”) menyeret pada kecenderungan untuk mempertentangkan antara ajaran Islam dengan Panca Sila. Terjadi stigmatisasi dan mispresepsi terhadap aspirasi Islam berhadapan dengan dengan isu sekularisasi dan demoralisasi Panca Sila[1]. Kontroversi RUU Anti Pornografi dan Pornoaksi (RUU-APP) dan Perda-perda ‘bernuansa Syariah Islam’ serta RaPerda Manokwari-Papua ‘yang bernuansa Kristen’ semakin mempertajam konflik dan polarisasi yang dipandang mengancam keutuhan persatuan nasional dan NKRI, serta mengancam hak asasi manusia (HAM), emansipasi dan demokrasi di Indonesia.[2]

Pada sisi yang lain, secara normative, Pancasilatelah dirumuskan dan disepakati oleh para pendiri republik Indonesia ini sebagai modus vivendi (pedoman hidup) bagi bangsa Indonesia yang pluralistic (beragam) namun tetap dalam satu kesatuan (Bhineka Tunggal Ika).

Setiap sila dalam Panca Sila merupakan obyektifikasi – dalam istilah Kuntowijoyo[3] – dari nilai-nilai universal dalam setiap agama dan kepercayaan. Walaupun berbeda-beda dari segi syariat dan aqidah, ada nilai-nilai yang diyakini bersama sebagai nilai-nilai luhur. Nilai-nilai bersama itu dalam Al-Qur’an disebut dengan kalimatin sawa. Pancasila adalah kalimatin sawa – common ground.[4]

Dalam perjalanan sejarah, Pancasila telah menjadi pemersatu bangsa dalam perjuangannya untuk menentang penjajahan dan memakmurkan rakyat.

Pernah Panca Sila dipertentangkan dengan Islam, sehingga konstituante (pada tahun 1950-an) telah dijadikan ajang konflik. Konflik ini kemudian melimpah dari gedung parlemen ke dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Banyak korban berjatuhan karena konflik ini.

Akhir-akhir ini, konflik antar umat beragama, intra umat beragama dan di antara kelompok agama dan kelompok sekular mulai berkembang ke arah pada tingkat yang mengkhawatirkan dan mengacam kesatuan dan persatuan bangsa serta NKRI. Kalimatin sawa telah terlupakan.

Lembaga Pertahanan Nasional (Lemhanas) dan Dewan Ketahanan Nasional (Wantanas) dengan risaumenyebutkan memudarnya kesadaran Panca Sila pada kelompok elit di Indonesia. Indikasinya adalah lahirnya kebijakan-kebijakan pemerintah (Pusat maupun Daerah), MUI dan lembaga-lembaga publik lainnya yang menyuburkan sikap-sikap intoleransi dalam kehidupan bernegara dan bermasyarakat. [5]

Konflik kebangsaan tersebut menurut pengamatan sementara penulis dan beberapa pengamat lainnya adalah disebabkan pada satu pihak oleh kecenderungan pemikiran dangkal dari kalangan puritan (fundamentalis) Islam literalis-tekstual kaum pengikut Wahabisme & Talibanisme, sehingga memancing reaksi kontra yang juga ekstrim dari kaum sekular-liberalis yang terkait dengan kepentingan kapitalisme-imperialisme Global. Konflik ini sebenarnya terutama dipicu oleh isu-isu ketidakadilan politik-ekonomi, dan dominasi hegemonik korporat kapitalis global atas segala sumber daya alam (migas dan mineral), yang kemudian memunculkan reaksi perlawanan dari kalangan politikus Islam di Indonesia yang menyeret simbol-simbol keagamaan dan justifikasi serta stigmatisasi SARA.

Ketika Panca Sila dicoba untuk dipertentangkan dengan Islam, ketika Islam seolah-olah dipersepsikan anti Panca Sila, atau Panca Sila dipersepsi sebagai tidak Islamis, maka problem ini memotivasipenulis untuk melakukan penelitian, untuk menjawab pertanyaan benarkah persepsi-persepsi filosofis tersebut? Lalu apakah memang perlu dan bagaimanakah cara memandang dan menafsirkan kembali makna substansial teks-teks Panca Sila maupun makna teks-teks suci Islam (Al-Quran, Sunnah & Ijtihad para ulama) dalam konteks filsafat-ideologi dan setting habitat bangsa Indonesia yang plural dan multikultural (Bhineka Tunggal Ika). Bagaimanakah menafsirkan Panca Sila yang sesuai dengan cita-cita harmonisasi kehidupan berbangsa dan bernegara di tengah realitas keragaman (pluralism & multikulturalisme) agama, suku, ras dan golongan antar komponen dan unsur penyusun negara bangsa Indonesia ini. Bagaimanakah kita memahami dan menafsirkan isu-isu pluralisme, multikulturalisme, demokrasi dan HAM dalam Pandangan Dunia Islamisme (yang membawa misi Rahmatan lil ‘Alamin) secara tepat dan benar sesuai kaidah berfikiran filosofis dan ilmiah (scientific).

Maka dipandang sudah sangat penting adanya upaya untuk menggali dan merekonstruksi kembali pemahaman dan penghayatan terhadap substansi & esensi Pancasila dalam konteks inti saripati nilai agama-agama, untuk kemudian mensosialisasikan kembali Panca Sila, kepada semua komponen bangsa Indonesia.Dengan kata lain diperlukan upaya-upaya penelitian dan pengembangan ke arah substansiasinilai-nilai luhur Pancasila, sehingga Panca Sila tidak hanya sekedar menjadi slogan para politisi saja, tetapi benar-benar dapat menjadi system falsafah-ideologi yang dapat menjadi ‘modus vivendi’ (pedoman hidup) bagi subsistem kehidupan ipoleksosbud hankamnas (ideology-politik-ekonomi sosial-budaya, pertahanan dan keamanan nasional)negara dan bangsa Republik Indonesia.

Jawaban-jawaban yang tepat dan benar atas pertanyaan dan masalah-masalah tersebut di atas, melalui penelitian dan penulisan Thesis Magíster Filsafat Islam penulis di ICAS-Paramadina Jakarta inilah, diharapkan dapat melahirkan salah satu alternatif solusi fundamental (mendasar) dan radikal (mengakar) untuk merevisi cara pandang (worldview/weltanschaung) bangsa Indonesia terhadap realitas Panca Sila dalam keragaman ras, suku, agama dan kebudayaan bangsa Indonesia yang “ber-Bhineka Tunggal Ika”.

Setelah mengkaji “Filsafat Hikmah”, meneliti dan merenungkan makna kata “Hikmah” dalam rumusan sila ke-4 Pancasila,penulis berasumsi bahwa solusi atas segala permasalahan tersebutdapat didekati dengan pendekatan deskripsi-elaboratif, komparasi dananalisis Filsafat Hikmah (Filsafat Islam) yang holistik-komprehensif yaitu: Hikmah al-Muta’aliyah yang dikembangkan Mulla Sadra danKonsep Imamah dan Wilayatul Faqih yang dikembangkan oleh Imam Khomeini

Kajian Filsafat Politik yang akan penulis lakukan merupakan wilayah/domain filsafat praktis (Hikmah‘amali).Ini sesuai dengan karateristif Filsafat Islam yang penulis pelajari, yang tidak dapat terlepas dari kajian ontologis maupun epistemologis (al-Hikmah al-Nazari/Filsafat Teoritik) sebagai satu kesatuan sistemik-integratif dari Filsafat Islam.Secara lebih tegas kajian penelitian Thesis ini akan memasuki wilayah kajian etika politik sebagai bagian dari filsafat politik Islam yang sejalan dengan Pancasila, sebagai dasar falsafah dan ideologi serta landasan prinsip normatif dasar kehidupan berbangsa dan bernegara di Republik Indonesia.

Metodologi Penelitian atau pendekatan terhadap objek kajian/penelitian yang akan penulis gunakan, sebagaimana metode epistemologi Filsafat al-Hikmah al-Muta’aliyah (Mulla Sadra), adalah pendekatan yang holistik-integratif yang meliputi baik: Burhani, Bayani, maupun Irfani (gnostic).Al-Hikmah al-Muta’aliyah (Theosofi Transendental) secara epistemologis didasarkan pada tiga prinsip: intuisi intelektual (dzawq atau Isyraq), pembuktian rasional (‘aql atau istidlal atau argumentasi logis/burhani),dan Syariat Islam (bayani/penjelasan tekstual).Mengutip uraian Prof. Dr. Jalaluddin Rakhmat: “…sehingga Hikmah adalah kebijaksanaan (wisdom) yang diperoleh lewat pencerahan ruhaniyah atau intuisi intelektual dan disajikan dalam bentuk yang rasional dengan menggunakan argumen-argumen yang rasional. Hikmah ini bukan hanya memberikan pencerahan kognitif, tetapi juga realisasi, yang mengubah wujud penerima pencerahan itu merealisasikan pengetahuan sehingga terjadinya transformasi wujud hanya dapat dicapai dengan mengikuti syariat.”[6]

DIVINE LEADERSHIP (WILAYAH AL-HIKMAH)

IN THE CONCEPT OF DEMOCRACY PANCASILA:

AN ISLAMIC PHILOSOPHICAL STUDIES”

by

Ahmad Y. Samantho

SRN: 8203110016

A Master’s thesis submitted to the

Islamic College for Advanced Studies

( ICAS ) Jakarta 2005

in partial fulfillment of the requirements for the Master of Art degree

Outline Thesis(Summaries of The Chapters of The Thesis):

CHAPTERI

Introduction

I. Latar Permasalahan:

a. Quo Vadis Indonesia pasca Reformasi: Demokrasi ataukah Oligarki-Plutokrasi Kekuasaan?

b. Sejarah kegagalan eksperimentasi berbagai sistem politik Indonesia pasca Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia 1945

c. Krisis Politik-Ekonomi-Sosial Bangsa Indonesia pasca Reformasi 1998:

i. Penguatan Oligarki-Plutokrasi Liberal Kapitalisme Global (Corporatocracy) di Indonesia .

ii.Pemberantasan Korupsiyang tak kunjung tuntas di negara (Indonesia) yang terkorup di dunia.

iii.Kekisruhan pilkada-pilkada di berbagai daerah dan kontroversi dana kampanye calon Presiden RI : Praktek Machiavelism & Money Politik.

iv.Ketidakberdayaan (kelemahan) Negara dalam mencegah dan menangani konflik horisontal bernuansa SARA yang mengancam keutuhan NKRI, berupa polemik dan konflik sosial-politik antara kaum Nasionalis-Sekular dengan kaum “Globalis Fundamentalis Islam” yang tampak menonjol dalam dua trend:

1.Trend Politisasi Islam dan ambisi pembentukan Negara Islam Indonesia / Kekhalifahan Islam: trend formalisasi Syariat Islam yang dangkal dan artifisial oleh kaum puritan fundamentalis literal, melalui Peraturan Daerah (Perda-Perda bernuansa ’Syariat Islam), dan produk-produk legislasi nasional lainnya, versus:

2.Trend Liberalisasi ajaran Islam dan sekularisasi politik dan budaya yang dikendalikan oleh jaringan funding corporatocracy Kapitalisme Global.

v.Ketidakberdayaan Negara Republik Indonesia dalam mencegah dan mengatasi intervensi, dominasi dan hegemoni kekuasaan asing dalam pengusaan sumber daya alam, ekonomi, budaya dan politik.

 II.Problem Definition (Rumusan Masalah):

Pilihan tema besar Thesis ini disebabkan adanya masalah mendasar dalam “filsafat politik dan ideology bangsa Indonesia” berupa: belum jelasnya bentuk, wujud detail rumusan konsepsi (teori) ideologi Pancasiladalam filsafat politik maupun dalam konsepsi ilmu politik dan ideologi bangsa.Ketidakjelasan ideologis ini mengakibatkantidak adanya pedoman penjabaran (modus vivendi) dan aplikasi nilai-nilai etika Pancasila dalam realita sejarahpraktek kepemimpinan, kenegaraan, kehidupan politik, dan sosial-budaya bangsa Indonesia, sehingga Indonesia hingga saat ini masih terjebak dalam krisis akut mulitidimensional yang mengancam kemerdekaan dan kemandiriannya serta menghambat pertumbuhan kemajuannya.

 III.Purpose of Study ( Tujuan Penelitian dan Penulisan Thesis):

1.Melacak jejak-jejak filsafat politik dan sejarah pemikiran politik yang melatari lahirnya rumusan Panca Sila sebagai dasar falsafah-ideologi negara Republik Indonesia.

2.Menggali dan menawarkan sumbangsih khazanah ‘filsafat hikmah’ dengan pendekatan ontologis, epistemologis dan aksiologis ’khazanah filsafat & Irfan Islam’, yang holistik dan integratif, dengan menghidupkan dan mengintegrasikan kembali kearifan perenial dan kebenaran universal warisan dari berbagai agama dan peradaban umat manusia di dunia.

3.Mencoba merumuskan substansiasi dan penjabaran prinsip-prinsip dan teori filsafat ideologi Pancas Sila sebagai modus vivendi bagi sistem kehidupan berbangsa dan bernegara (ipoleksosbud hankamnas) di Republik Indonesia

IV.Benefits of Research (Manfaat Penelitian) :

1.Terinventarisasinya permasalahan yang ada dalam menafsirkan dan mengimplementasikan prinsip-prinsip filsafat ideologi Panca Sila dalam realitas kehidupan berbangsa danbernegara di Republik Indonesia

2.Diketahuinya latar kesejarahan dan filsafat-pemikiranpolitik dari berbagai agama dan aliran pemikiran dalam perumusan prinsip-prinsip (redaksi) dan nilai-nilai luhur filsafat-ideologi Panca Sila.

3.Tersedianya alternatif penafsiran dan pengembangan konsep teoritis (ontologis & epistemologis) maupun praktis (aksiologis) landasan Filsafat-Ideologi Panca Sila ke dalam genre “Filsafat Politik Panca Sila” yang mengakomodir kesatuan nilai-nilai utama universal-perenial dari berbagai agama-agama dalam konteks pluralisme dan multikulturalisme (Bhineka Tunggal Ika)

4.Terbangunnya paradigma baru Filsafat Politik Panca Sila yang layak menjadi landasan kehidupan (modus vivendi) berbangsa dan bernegara di Indonesia

V.Methods of Research (Metodologi Penelitian):

1.Telaah Pustaka

2.Analisis kesejarahan (Histórica Analítica)

3.Fenomenologi Hermeneutic (Heidegger)

4.Hermeunetic: Analisis Semantik / Analisis Wacana (Discourses & Content Analytic: Paul Ricour & Derida, Ricour, Sachiko Murata)

5.Deskripstif, Heuristik-interpretatif (Baker, Anton & Zubair, 1990, p.84-85)

6.Analisis sistematik

7.Refleksi-elaborasi Kritis

8.Studi Perbandingan (Comparative Studies)

VI.Review of Literature (Telaah Pustaka)

Sejauh yang penulis survey sampai saat ini tampaknya belum ada literature yang membahas dan mengkaji secara mendalam dan komprehensif tentang penjabaran ideologi Pancasila dari sudut pandang Filsafat Islam, seperti yang ingin penulis lakukan saat ini

Namun demikian memang sudah ada beberapa karya rintisan maupun seminar-seminar dan penelitian yang mengarah kepada upaya penjabaran nilai-nilai prinsipil Pancasila dari berbagai sudut pandang filsafat maupun disiplin ilmu-ilmu humaniora dan ilmu sosial. Beberapa di antaranya adalah:

VII.Definitions (Batasan-Batasan terminology yang dipakai dalam thesis ini):

1. Explanation on Terminology

a.Pengertian dan Definisi ‘Potical Philosophy’ (Filsafat Politik)

b.Pengertian dan Definsi ‘Etika Politik’

c.Definisi ‘Panca Sila’

d.Pengertian dan Definisi ‘Wilayah’ (Kepemimpinan)

e.Pengertian dan Definisi ‘Demokrasi’ (Kerakyatan)

f.Pengertian dan Definisi ‘Al-Hikmah’

 CHAPTER II

SEJARAH PERUMUSAN PANCASILA DAN ASAL-USUL

ISTILAH-ISTILAH KUNCI DALAM RUMUSAN PANCASILA

I.Sejarah Kelahiran Panca Sila:

1.Sejarah Kelahiran Panca Sila (Sidang-sidang PPKI & BPUPKI 29 Mai – 1 Juni 1945)

2.Siapa yangpaling berperan dalam menyumbangkan gagasan rumusan Pancasila? Peran dan sumbangsih pemikiran Muhammad Yamin, KH Wahid Hasyim, Soekarno dan Muhammad Hatta, dll. dalam perumusan Pancasila.

II.Melacak referensi/rujukan para perumus Pancasila:

1.Pengaruh ajaran agama Islam:Al-Quran & Hadist Nabi, Kitab Madinah al-Fadhilah karya al-Farabi dan Kitab Tajus Salatin karya Bukhari al-Jawhari (Konsep /terminologi “Adil”, “Rakyat”, “Musyawarah”, per-“Wakil”an.)

2.Pengaruh Filsafat Barat terhadap pola pikir para pendiri bangsa Indonesia / para perumus Panca Sila: Humanisme, Sosialisme-Marxisme, Demokrasi, Internasionalisme dan Nasionalisme.

3.Pengaruh pandangan agama Budha terhadap pola pikir para perumus Pancasila

4.Pengaruh pandangan agama Hindu terhadap pola pikir para perumus Pancasila

5.Pengaruh pandangan agama-agama/kepercayaan kuno asli Nusantara terhadap pola pikir para perumus Pancasila.

CHAPTER III

KONSEP KEPEMIMPINAN ILAHIYAH (WILAYAH AL-HIKMAH) DALAM SISTEM DEMOKRASI PANCASILA  (“DIVINE LEADERSHIP/WILAYAH AL-HIKMAH) IN THE CONCEPT OF DEMOCRACY PANCASILA: AN ISLAMIC PHILOSOPHICAL STUDIES”)

I. Analisa Makna dan pengertian “Hikmah”: Tinjauan filosofis dan Irfani.

  1. Makna istilahAl-Hikmah dalam Al- Qur’an al-Karim & Tafsir Al-Qur’an
  2. Makna istilah Al-Hikmah dalam Hadits-Hadits Nabi dan penjelasan para Imam Ahlul Bayt dan para Ulama Islam.
  3. Penjelasan makna ”Hikmah” dalam tinjauan Filsafat Islam atau theosofi transendental al-Hikmah al-Mu’ta’aliyyah-nya Mulla Sadra
  4. Kajian Semantik: Hikmah, Hukum, Hukama dan Hakim, berdasarkan filsafat Islam/Filsafat Hikmah :
  5. Makna dan pengertian ”Hikmah” (’Hockmah’) dalam literatur agama pra Islam (Nasrani/Kristen dan Yahudi)
  6. Keluasan hikmah dalam berbagai ajaran agama dan sejarah peradaban-budaya manusia.

a)Analisis semantik Hubungan antara ’Ketuhanan Yang Maha Esa’, ’Hikmah’, ’Kemanusiaan yang Adil dan beradab’, Keadilan’dan ’Kerakyatan’yang menjadi kata-kata kunci dalam rumusan Pancasila.

b)Kesejajaran (paralelisme) antara fungsi dan kedudukan Pancasila di Indonesia dan ”Piagam Madinah” zaman Nabi Muhammad SAAW sebagai common denominator (samen bundeling van elle crachten) dalam kehidupan negara-bangsa yang plural.

II.Konsep Wilayah al-Hikmah (Kepemimpinan Filososis al-Hikmah) dalam sistem demokrasi Panca Sila (Musyawarah-Perwakilan);

a.Perbandingankonsep dan aplikasi konsep (eksperimentasi) ”Wilayatul Faqih”-Imam Khomeini (Rep.Islam Iran) dengan konsep ”Wilayah al-Hikmah” ala Pancasila.

b.Siapa sajakah yang memenuhi kriteria kepemimpinan al-Hikmah yang selayaknya memimpin rakyat dalam proses demokrasi representatif (permusyawaratan-perwakilan).

c.”Meritokrasi” sebagai salah satu alternatif pendekatan baru ke arah Kepemimpinan/Wilayah–Falsafah- al-Hikmah, alternatif sistem Neo-Demokrasi Pancasila.

d.Relevansi dan signifikansi kepemimpinan Hikmah dalam konteks Demokrasi, Pluralisme dan Multikulturalisme bangsa Indonesia.

e. Konsekuensi Wilayah al-Hikmah pada Pengutamaan Konsep dan Sistem Negara Hukum dalam penegakan Keadilan sosial, Kemanusiaan yang adil dan beradab, Ketuhanan Yang Maha Esa, Demokrasi Kerakyatan dan Persatuan Indonesia.

f.Kualifikasi Hikmah sebagai Kriteria utama rekrutmen para anggota legislatif (Politisi Pancasilais)

g.Kualifikasi Hikmah sebagai kriteria utama pemilihan para pejabat eksekutif/pemerintahan, para aparat penegak Hukum dan para Hakim (yudikatif).

CHAPTER IV

Kesimpulan (Conclusion)

Bibliography

1.Alston, William. “History of Philosophy of Religion.” The Routledge Encyclopedia of Philosophy. Vol. 8. Ed. E. Craig. New York: Routledge, 1998. Pp…

2.Al-Maududi, Abul A’la, Hukum dan Konstitusi, Sistem Politik Islam, Penerbit Mizan, 1990

3.Al-Buraey, Muhammad, Islam Landasan Alternatif Administrasi Pembangunan, Penerbit CV Rajawali, Jakarta, 1986

4.Anshari, Endang Saifuddin, Piagam Jakarta 22 Juni 1945, Sebuah Konsensus Nasional tentang Dasar Negara Republik Indonesia (1945-1949), Gema Insani Pers, Jakarta, 1997

5.Ar-Rais, Dhiya’ ad-Din, Islam dan Khilafah, Kritik terhadap Buku Khilafah dan pemerintahan Dalam Islam, Ali Abdur Raziq, Penerbit Pustaka, 1985.

6.Azra, Azyumardi, Jaringan Ulama Timur Tengah dan Kepulauan Nusantara, Melacak Akar-akar Pembaruan Pemikiran Islam di Indonesia, penerbit Mizan, Bandung, 1994

7.Azra, Azyumardi, Menuju Masyarakat Madani, Penerbit Remaja Rosda karya, Bandung, 1999.

8.Bahtiar Effendy, Islam dan Negara: Transformasi Pemikiran dan Praktek Politik Islam di Indonesia, Yayasan Wakaf Paramadina, Jakarta1998

9.Bakar, Osman, Tawheed and Science: Essays on The History and Philosophy of Islamic Science, Secretariat for Islamic Philosophy and Science and Nurin Enterprise, Malaysia, 1991. Terjemahan Indonesia oleh Yuliani Liputo, Tauhid dan Sains: Esai-esai tentang Sejarah dan Filsafat Sains Islam, Pustaka Hidayah, bandung, 1994.

10.Bagir, Haidar, Buku Saku Filsafat Islam, Penerbit Arasy- PT Mizan, Jakarta, 2005

11.Bagir, Haidar, Buku Saku Tasawuf, Penerbit Arasy- Mizan, Jakarta, 2005.

12.Capra, Fritjof, The Turning Point: Science, Society anf The Rising Culture, BantamBooks Inc. New York, 1983.

13.Chomsky, Noam,Imperial Ambition,

14.Danechepajuh, MuhammadTaqi, A Bibliography of The Writings of Mulla Sadra, Tehran University.

15.Fakhry, Majid, A Short Introduction to Islamic Philosophy, Theology and Mysticism, One World Publication, Oxford, Englang, 1997. Terjemahan Indonesia oleh Zainul Am, Sejarah Filsafat Islam: Sebuah Peta Kronologis, Penerbit Mizan, Bandung, 2001.

16.Fauzi, Ihsan Ali, Demokratisasi dan Liberalisasi Ekonomi: Beberapa Catatan Teoritis, Makalah Kursus Singkat di PSI Forum Muda Paramadina, Jakarta , 19 April 2007

17.Fauzi, Ihsan Ali, Warisan Kolonial dan Demokrasi: Membandingkan Pengalaman India dan Indonesia, Makalah Forum Muda Paramadina, Jakarta, 29 Maret 2007

18.Hadi, Abdul, Widji Muthahar, Pancasila, Reformasi dan Cita-cita Masyarakat Madani, makalah bahan kuliah Pancasila,di ICAS-Paramadina, Jakarta tahun 2006

19.Hadi, Abdul, Widji Muthahar, Pancasila sebagai Etika Politik dan Dasar Ideologi Negara, catatan Kuliah IX Pancasila, di ICAS-Paramadina, Jakarta 2006,

20.Hadi, Abdul, Widji Muthahar, Multikulturalisme Versus Nation State, Catatan Tambahan Kuliah Pancasila, di ICAS-Paramadina, Jakarta, 2006

21.Hadi, Abdul, Widji Muthahar, Persatuan dan Kemajemukan Indonesia, Mencari Visi Baru serta Pesrekat Sejarahnya, Makalah bahan Kuliah Pancasila di ICAS –Paramadina Jakarta, 2006

22.Hadi, Abdul, Widji Muthahar, Kemanusiaan dalam Islam, Catatan Kuliah II Pancasila dan Humanisme, di ICAS-Paramadina Jakarta, 2006

23.Heriyanto, Husain, Paradigma Holistik: Dialog Filsafat, Sains dan Kehidupan Menurut Shadra dan Whitehead, Penerbit Teraju, Jakarta, 2003.

24.Kartanegara, Mulyadhi, Menembus Batas Waktu: Panorama Filsafat Islam. Penerbit Mizan, Bandung, 2002.

25.Kartanegara, Mulyadhi, Menyibak Tirai Kejahilan: Pengantar Epistemologi Islam, Penerbit Mizan, Bandung, 2003.

26.Kartanegara, Mulyadhi, Menuju Gerbang Kearifan, Sebuah Pengantar Filsafat Islam, Penerbit …………, 2005

27.Kartanegara, Mulyadhi, Integrasi Ilmu, Sebuah Rekonstruksi Holistik, Penerbit Arasy PT Mizan Pustaka, Jakarta, 2005.

28.Kartanegara, Mulyadhi, Tradisi Ilmiah Islam, Penerbit Serambi, Jakarta, 2005.

29.Kartanegara, Mulyadhi (Arr), Edward Craig (General Editor), Luciano Floridi (Consultan Editor), Routledge’s Encyclopedia of Islamic Philosophy, London & New York, 1998.

30.Khamenei, Seyyed Muhammad, Mulla Sadra’s Transcendent Philosophy, Sadra Islamic Philosophy Research Institute (SIPRIn), Teheran, 2004.

31.Khomeini, Imam, “Sistem Pemerintahan Islam” (Indonesian Translation from: Islamic Government, Seri perkuliahan Imam Khomeini tahun 1970), terjemahan Anis Maulachela, Pustaka Zahra, 2002

32.Khalid Walid, Tasawuf Mulla Sadra, Konsep Ittihad al-Aqil al-Maqul, dalam Epistemologi Filsafat Islam dan Makrifat Ilahiyyah, Muthahhari Pers, Bandung, 2006

33.Leaman, Oliver, A Brief Introduction to Islamic Philosophy, Polity Press, Cambridge, 1999. Terjemahan Indonesia oleh:……….,Pengantar Filsafat Islam, Sebuah Pendekatan Tematis, Penerbit Mizan, Bandung, 2002

34.Mahzar, Armahedi, Revolusi Integralisme Islam: Merumuskan Paradigma Sains dan Teknologi Islami,Bandung, Penerbit Mizan,2004.

35.Mahzar, Armahedi, Integralisme: Sebuah Rekontruksi Filsafat Islam, Bandung, Penerbit Pustaka Salman, 1983.

36.Mahzar, Armahedi, Islam Masa Depan, penebit Pustaka, Bandung, 1983.

37.Muthahhari, Murtadha, Filsafat Hikmah: Pengantar Pemikiran Shadra, Penerbit Mizan Bandung, 2002.

38.Muthahhari, Murtadha, Pandangan Dunia Tauhid, Yayasan Muthahhari, Bandung, 1985.

39.Muthahhari, Murtadha, Pengantar Ilmu-ilmu Islam, Penerbit Pustaka Zahra, Jakarta,2003, terjemahan dari Understanding Islamic Sciences, ICAS, London, 2002.

40.Muthahhari, Murtadha, Manusia dan Alam Semesta, Konsepsi Islam tentang Jagat Raya, Penerbit Lentera, Jakarta, 2002, terjemahan Ilyas Hasan dari Man and Universe, Ansariyan Publication, Qum Iran, 1997.

41.Muthahhari, Murtadha, Manusia Seutuhnya, terjemahan Indonesia oleh Abdillah Hamid Ba’abud, Penerbit YAPI, Bangil, 1995.

42.Mustamin al-Mandari (ed), Menuju Kesempurnaan: Persepsi dalam Pemikiran Mulla Sadra, Penerbit Safinah, Makassar, 2003.

43.Nasr, Seyyed Hossein, Sadr a-Din Shirazi and His Transcendent Theosophy, Background, Life and Works, Institute for Humanities and Cultural Studies, Tehran University, Tehran 1997.

44.Nur, Syaifan, Filsafat Wujud Mulla Sadra, Penerbit Pustaka Pelajar, Yogyakarta, 2002

45.Madjid, Nurcholish, Indonesia Kita, PT Gramedia Pustaka Utama berkeja sama dengan Universitas Paramadina Jakarta dan Perkumpulan Membangun kembali Indonesia, 2003

46.Muthahhari, Murthada, Filsafat Hikmah, Pengantar Pemikiran Shadra, Penerbit Mizan, Bandung, 2002

47.Nasr, Seyyed Hossein and Oliver Leaman, History of Islamic Philosophy Vol I,London-New York: Routledge,1996

48.Nasr, Seyyed Hossein and Oliver Leaman, History of Islamic Philosophy Vol II, London-New York: Routledge, 1996

49.Nasr, Seyyed Hossein. Ideals and the Realities of Islam. Chicago: ABC International Group, 2001; Cambridge: Islamic Texts Society, 2001

50.Nasr, Seyyed Hossein. Islam and the Plight of Modern Man. Chicago: ABC International Group, 2001; Camberidge: Islamic Texts Society, 2002

51.Panggabean, Syamsul Rizal, Wahabisme di Indonesia, Makalah Diskusi Wahabisme X, PSI Paramadina, 2 Maret 2007

52.Nurhadi, Robi, Membendung Konspirasi Perampok Global, makalah pada Kajian Strategis kerjasama UNAS dengan Dewan Ketahanan Nasional (WANTANAS) DI Universitas Nasional, 31 Januari 2005

53.Perkins, John ,Confession of an Economic Hitman, Pengakuan seorang Ekonom Perusak, Penerbit Abdi Tandur, Jakarta 2005

54.

55.Rahman, Fazlur, Filsafat Shadra, Penerbit Pustaka, Bandung 2000, (Translation from: The Philosophy of Mulla Shadra (Shadr al-Din al-Syirazi), Fazlur Rahman, State University of New York, Albany, ney York, 1975

56.Rahman, Fazlur, The Philosophy of Mulla Sadra (Shadr al-Din al-Syirazi), State University of New York, Albany New York, 1975,Indonesian translation: Filsafat Sadra, Terjemahan Munir A. Muin, Penerbit Pustaka, Bandung, 2000

57.Sadra, Mulla,Hikmat al-Arsyiah, Iran, English Translation by James Winston Morris, The Wisdom of The Throne:an Introduction to the Philosophy of Mulla Sadra, Princeton University Press, New York, 1981. Terjemahan Indonesia oleh Dimitri Mahayana dan Dedi Juniardi, ,Kearifan Puncak, Penerbit Pustaka Pelajar, Jogyakarta, 2001.

58.Sadra, Mulla,Manifestasi-Manifestasi Ilahi: Sebuah Risalah Teosofi Islam, terjemahan Irwan Kurniawan (dari Judul Asli al-Mazahir al-Ilahiyyah fi Asrar al-‘Ulum al-Kamaliyyah), Penerbit Pustaka Hidayah, Bandung,2004.

59.Sadr, Allama Muhammad Bagir, Our Philosophy, Ansariyah Publication, Qum, Iran, 1987. Terjemahan Indonesia oleh M. Nur Mufid bin Ali, Falsafatuna, Penerbit Mizan, Bandung, 1991.

60.Sjadzali, Munawir, Islam dan Tata Negara, Penerbit Unersitas Indonesia, UI-Press,Jakarta, 1990

61.Sairin, Weinata, Apresiasi, Interpretasi dan Ekspektasi Pancasila sebagai Mosus Vivendi Kehidupan Beragama dan berkepercayaan di Indonesia, Makalah yang disampaikan pada Seminar Nasional: Pancasila sebagai Modus Vivendi dalam Beragama dan berkepercayaan di Indonesia,, 28 Agustus 2006 di Auditorium Adhiyana, Wisma Antara, Jakarta, yang diselenggarakanoleh kerjasama antara ICAS-Paramadina, IJABI, BPKBB, WANTANAS RI.

62.Sekretariat negara Republik Indonesia, Risalah Sidang Badan Penyelidik Usaha-usaha PersiapanKemerdekaan Indonesia (BPUPKI) – Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI), Setneg RI, Jakarta 1995

63.Yamani, Filsafat Politik Islam, Antara pemikiran Al-Farabi dan Imam Khomeini, Mizan Bandung,

64.Yazdi, Muhammad Taqi Misbah, Philosophical Instruction, An Introduction to Contemporary Islamic Philosophy, Translated by Muhammad Legenhausen and Azim Sarvdafir, IGCS-Global Publication, Binghamton University, State University of New York, Binghamton-New York, 1999. Terjemahan Indonesia oleh Musa Kazim, Buku Daras Filsafat Islam, Penerbit Mizan Bandung, 2003

65.Yazdi, Muhammad Taqi Misbah, The Learning of The Glorious Qur’an, (English Translation) by M.J. Khalili, Islamic Propagation Organization, Tehran, Islamic Republic of Iran, 1994. Terjemahan Indonesia oleh M. Habib Wijaksono, Filsafat Tauhid, Penerbit Arasy- PT Mizan Pustaka, Bandung, 2003.

66.Yazdi, Mehdi Hairi, The Principles of Eopistemology in Islamic Philosophy: Knowledge by Presence, State University of New YorkPress, Albany, 1992. Terjemahan Indonesia oleh Ahsin Muhammad, Menghadirkan Cahaya Tuhan: Epistemology Iluminasionis dalam Filsafat Islam, Penerbit Mizan, 2003.

67.Yassin, Muhammad, SH,SIP, Letjen TNI, Sumbangan pemikiran tentang Pancasila sebagai Modus Vivendi dalam Beragama dan Berkepercayaan di Indonesia, Makalah Keynote Speaker pada Seminar Nasional yang diselenggarakan oleh Ikatan Jamaah Ahlul Bait Indonesia (IJABI) dalam rangka HUT Kemerdekaan RI ke-61.

68.


[1] Kalangan DPR dan pengamat politik, Republika………………. 2007

[2] Kekhawatiran ini misalnya dapat dilihat dalam makalah berjudul: “Penyeragaman dan Totalisasi Dunia Kehidupan Sebagai Ancaman terhadap Hak Asasi Manusia: Sebuah Studi kebijakan di Indonesia”, yang disusn oleh Tim IMPARSIAL, Desember 2006, hal 3.

[3] Kuntowijoyo, dalam…………….

[4] Jalaluddin Rakhmat, (Prof.Dr), dalam pengantar proposal Seminar Nasional Pancasila sebagai modus Vivendi kehidupan berbangsa dan beragama di Indonesia, Juni 2006.

[5] Kerisauan ini misalnya diungkapkan oleh Gubenur Lemhannas Muladi dalam rapat dengar pendapat Komisi I DPR, Kamis (13/7/2006),. Hal senada juga disampaikan oleh Sekretaris Jenderal Dewan Ketahanan Nasional (Wantanas) Letnan Jederal Muhammad Yassin: “Sejak awal reformasi, pamor Panca Sila mengalami kemunduran disebabkan oleh adanya keinginan perubahan di berbagai aspek kehidupan yang cenderung menimbulkan anomi, anomaly bahkan ada kecenderungan lahirnya fenomena anarki, sehingga nilai-nilai dasar Panca Sila mengalami degradasi dalam pelaksanaannya.” (Harian Kompas, Jum’at, 14 Juli 2006)

[6] Jalaluddin rakhmat dalam pengantar terhadap buku terjemahan Mulla Sadra,Hikmat al-Arsyiah, Iran, English Translation by James Winston Morris, The Wisdom of The Throne:an Introduction to the Philosophy of Mulla Sadra, Princeton University Press, New York, 1981. Terjemahan Indonesia oleh Dimitri Mahayana dan Dedi Juniardi, ,Kearifan Puncak, Penerbit Pustaka Pelajar, Jogyakarta, 2001, halamanXV.

http://www.lintasberita.com/all/local/Kepemimpinan_Ilahiah_dalam_Konsep_Demokrasi_Pancasila_sebuah_Kajian_Filsafat_Islam_ldquoDIVINE_LEADERSHIP_WILAYAH_AL-HIKMAHIN_THE_CONCEPT_OF_DEMOCRACY_PANCASILA_AN_ISLAMIC_PHILOSOPHICAL_STUDIESrdquo

About these ads

14 comments on “Abstrak Proposal Thesis: Kepemimpinan Ilahiah dalam Konsep Demokrasi Pancasila: sebuah Kajian Filsafat Islam “DIVINE LEADERSHIP (WILAYAH AL-HIKMAH)IN THE CONCEPT OF DEMOCRACY PANCASILA: AN ISLAMIC PHILOSOPHICAL STUDIES”

  1. bisa ksih contoh proposal tentang ilmu kalam g’ mas… saya kesulitan mengkaji ilmu kalam……..

  2. Kualifikasi Hikmah sebagai Kriteria utama rekrutmen para anggota legislatif (Politisi Pancasilais)

    Kualifikasi Hikmah sebagai kriteria utama pemilihan para pejabat eksekutif/pemerintahan, para aparat penegak Hukum dan para Hakim (yudikatif).

    Saya punya saran, mungkin dibagian ini Anda perlu suatu model yang kongkret untuk proses rekrutmen ini. Contohnya misalkan membuat semacam kuisioner dimana aspek-aspek psikologis dari setiap pejabat dapat dianalisa sehingga dapat diukur kesehatan jiwanya atau kondisi akhlaknya.

    Sejauh ini, salah satu kelemahan sistem rekrutmen di Indonesia melulu hanya dibuat berdasarkan teori psikologi standar. Perlu suatu rumusan yang kongkret di wilayah praktisnya agar konsep Anda juga dapat menjadi bagian dari kuisioner tersebut, khususnya bagian-bagian yang berhubungan dengan kesehatan mental si calon pejabat.

  3. salam….
    mas, saya buat blog media anak muslim, tolong komentarnya dan utama lg promosiin donk biar putra/i kita bisa maju dan cerdas
    wasalam

  4. Selamat !

    Salam kenal sari saya.

    Saya sudah lama menunggu munculnya ide tafsiran Pancasila sebagai dasar divergensi dan azas multikulturalis di Indonesia dengan dasar Filsafat Hikmah Shadra.
    Dari tataran historis, saya baca, apakah Anda menggunakan sumber-sumber yang digunakan atau yang berasal dari para founding fathers, misalnya Soekarno, Yamin dll ?

    Wass

  5. Salam,

    Terimakasih buat Septianika atas tanggapannya.
    Memang saya baru sedikit menenmukan bahwa ternyata, Muhammad Yamin lah yang paling berpengaruh dalam perumusan sila ke-empat Pancasila tersebut.

    Ada sebuah artikel yang dimuat di Harian Media Indonesia, Rabu, 3 Oktober 2007, karya Ari Harsono (dosen Fisip UI) yang mengungkapkan bahwa menurut Yamin, “Hikmah Kebijaksanaan”, adalah Rasionalisme: yaitu maksimalisasi penggunaan akal-sehat/Logika. Dalam Pidatonya di bawah judul Kebijaksanaan, Yamin mengatakan: “Dasar yang ketiga, jalan kebijaksanaan (rasionalisme). Pembaharuan itu dijalankan dengan tenaga pikiran terutama dari kaum terpelajar yang budiman dan berpengetahuan tinggi. Dasar irasionalisme dan prelogisme hendaklah berangsur-angsur hilang dan dari sekarang negara Indonesia hendaklah disusun atas logika sebagai akibat dari rasionalisme yang sehat. “Hikmat kebijaksanaan yang menjadi pimpinan kerakyatan Indonesia ialah Rasionalisme yang sehat karena telah melepaskan dari anarki, liberalisme, dan semangat penjajahan,” (Yamin 1959: 98)

  6. tesis anda sangat luas sekali dan melebar ke mana-mana, tugas anda adalah mengerucutkan menjadi sebuah harmonisasi dan tafsiran yang elegan, dan logis .
    ataukah ada benang merahnya?

  7. Tahun 2012 Bumi akan dihancurkan kembali?
    Ada sebuah cerita dan ramalan menarik yang dapat diambil dari setiap ajaran agama dan ramalan para ahli sufi. Dalam mitos-mitos kuno, setiap masa atau kaum memiliki era dan kepercayaan bagimana dunia akan berakhir. Namun disetiap waktunya ramalan tersebut menjadi satu hal yang patut diperhitungkan dan mana yang benar. Menurut para ahli arkeolog, Ramalan Nostradamus dan Para Sufi Bangsa Mayalah yang paling tersohor.
    Pada sistem penanggalan didalam Kalender Bangsa Maya/Maya Calendar yg merupakan kalender paling akurat hingga kini yg pernah ada di bumi. (Perhitungan Maya Calendar dari 3113 SM sampai 2012 M), mereka (Bangsa Maya) menyatakan pada tahun 2012, tepatnya tanggal 21 Desember 2012, merupakan “End of Times”. Maksud dari “End of Times” itu sendiri masih diperdebatkan oleh para ilmuwan, dan arkeolog.
    Ada yang menyatakan bahwa maksudnya adalah :
    1.Berhentinya waktu (bumi berhenti berputar)
    2.Peralihan dari Zaman Pisces ke Aquarius
    3.Peralihan dari Abad Silver ke Abad keemasan
    4.End of Times = End of the World as we know it
    5.Akan ada sebuah galactic Wave yang besar, yang memberhentikan semua kegiatan di muka bumi ini, termasuk kemusnahan manusia
    6.Perubahan dari dimensi 3 ke dimensi 4, bahkan 5
    7.Kehidupan manusia meningkat dari level dimensi 3, ke 4, DNA manusia meningkat dari strain 2 ke 12, sehingga manusia dapat menggunakan telepati bahkan telekinesis
    8.Ada yang menyatakan tidak akan terjadi apa-apa
    9.Ada yang menyatakan waktu sudah tidak akan berlaku, jadi waktu tidak linear, tetapi bisa berubah-ubah, sesuai dengan waktu yang kita alami, karena ditemukannya mesin waktu
    10.Ditemukannya mesin waktu dan stargate
    11.Manusia sudah dapat melakukan transportasi ke galaxi lain, melalui stargate
    12.Bangkitnya messiah, yang akan menyelamatkan manusia dari kehancuran
    13.Kebangkitan Isa AS / Jesus
    14.First Contact pertama kali peradaban manusia dengan Alien/UFO
    15.Manusia bergabung dengan komunitas antar galaxi pertama kali, manusia = galaxy being
    Dalam kalender bangsa Maya yang sangat tersohor itu, diramalkan bahwa pada periode 1992-2012 bumi akan “dimurnikan”, selanjutnya peradaban manusia sekarang ini akan berakhir dan mulai memasuki peradaban baru.
    Dalam sejarah peradaban kuno dunia, bangsa Maya dikenal menguasai pengetahuan tentang ilmu falak yang khusus dan mendalam, sistem penanggalan yang sempurna, penghitungan perbintangan yang rumit serta metode pemikiran abstrak yang tinggi. Kesempurnaan dan akurasi dari pada penanggalannya membuat orang takjub.
    Sekelompok masyarakat yang misterius ini tinggal di wilayah selatan Mexico sekarang (Yucatan) Guetemala, bagian utara Belize dan bagian barat Honduras. Banyak sekali pyramid, kuil dan bangunan-bangunan kuno yang dibangun oleh Maya yang masih dapat ditemui di sana. Banyak juga batu-batu pahatan dan tulisan-tulisan misterius pada meja-meja yang ditinggalkan mereka.
    Para arkeolog percaya bahwa Maya mempunyai peradaban yang luar biasa. Hal itu bisa dilihat dari peninggalannya seperti buku-bukunya, meja-meja batu dan cerita-cerita yang bersifat mistik. Tetapi sayang sekali buku-buku mereka di perpustakaan Maya semuanya sudah dibakar oleh tentara Spanyol ketika menyerang sesudah tahun 1517. Hanya beberapa tulisan pada meja-meja dan beberapa system kalender yang membingungkan tersisa sampai sekarang.
    Seorang sejarahwan Amerika, Dr. Jose Arguelles mengabdikan dirinya untuk meneliti peradaban bangsa ini. Ia mendalami ramalan Maya yang dibangun di atas fondasi kalender yang dibuat bangsa itu, dimana prediksi semacam ini persis seperti cara penghitungan Tiongkok, ala Zhou Yi. Kalendernya, secara garis besar menggambarkan siklus hukum benda langit dan hubungannya dengan perubahan manusia.
    Dalam karya Arguelles, The Mayan Factor: Path Beyong Technology yang diterbitkan oleh Bear & Company pada 1973, disebutkan dalam penanggalan Maya tercatat bahwa sistim galaksi tata surya kita sedang mengalami ‘The Great Cycle’ (siklus besar) yang berjangka lima ribu dua ratus tahun lebih. Waktunya dari 3113 SM sampai 2012 M. Dalam siklus besar ini, tata surya dan bumi sedang bergerak melintasi sebuah sinar galaksi (Galatic Beam) yang berasal dari inti galaksi. Diameter sinar secara horizontal ini ialah 5125 tahun bumi. Dengan kata lain, kalau bumi melintasi sinar ini akan memakan waktu 5125 tahun lamanya.
    Orang Maya percaya bahwa semua benda angkasa pada galaksi setelah selesai mengalami reaksi dari sinar galaksi dalam siklus besar ini, akan terjadi perubahan secara total. Orang Maya menyebutnya, penyelarasan galaksi (Galatic Synchronization). Siklus besar ini dibagi menjadi 13 tahap, setiap tahap evolusi pun mempunyai catatan yang sangat mendetail. Arguelles dalam bukunya itu menggunakan banyak sekali diagram-diagram untuk menceritakan kondisi evolusi pada setiap tahap. Kemudian setiap tahap itu dibagi lagi menjadi 20 masa evolusi. Setiap masa itu akan memakan waktu 20 tahun lamanya.
    Dari masa 20 tahun antara tahun 1992-2012 itu, bumi kita telah memasuki tahap terakhir dari fase Siklus Besar, bangsa Maya menganggap ini adalah periode penting sebelum masa pra-Galatic Synchronization, mereka menamakannya: The Earth Generetion Priod (Periode Regenerasi Bumi). Selama periode ini bumi akan mencapai pemurnian total. Setelah itu, bumi kita akan meninggalkan jangkauan sinar galaksi dan memasuki tahap baru: penyelarasan galaksi.
    Pada 21 Desember 2012 akan menjadi hari berakhirnya peradaban umat manusia kali ini, dalam perhitungan kalender Maya. Sesudah itu, umat manusia akan memasuki peradaban baru total yang tidak ada hubungannya sama sekali dengan peradaban sekarang. Pada hari itu, tepatnya musim dingin tiba, matahari akan bergabung lagi dengan titik silang yang terbentuk akibat ekliptika (jalan matahari) dengan ekuator secara total. Saat itulah, matahari tepat berada di tengah-tengah sela sistem galaksi, atau dengan kata lain galaksi terletak di atas bumi, bagaikan membuka sebuah “Pintu Langit” saja bagi umat manusia.
    Mulai 1992, bumi memasuki apa yang oleh bangsa Maya disebut ‘Periode Regenerasi Bumi”. Pada periode ini, Bumi dimurnikan, termasuk juga hati manusia, (ini hampir mirip ramalan orang Indian Amerika-Utara terhadap orang sekarang ini), subtansi yang tidak baik akan disingkirkan, dan substansi yang baik dan benar akan dipertahankan, akhirnya selaras dengan galaksi (alam semesta), ini adalah singkapan misteri dari gerakan sistem galaksi kita yang diperlihatkan oleh bangsa Maya.
    Sejak tahun 1992 sampai 2012 nanti, bagaimana terjadi “pemurnian” dan bagaimana pula terjadi “regenerasi” pada bumi kita ini, tidak disebutkan secara detail oleh bangsa Maya. Dalam ramalan mereka pun tidak menyinggung tentang apa hal konkret yang memberikan semangat manusia untuk bangkit dari kesadaran dan bagaimana bumi mengalami permurnian, yang ditinggalkan oleh mereka kepada anak cucunya (barangkali tidak tercatat). Lantas, fenomena baru apa yang sudah bisa kita lihat sejak tahun 1992 sampai sekarang yang bisa kita kaitkan dengan ramalan bangsa Maya yang beradab itu?
    Mungkin sudah diatur, bahwa kalender Maya tidak hilang dan sejarah manusia, dan harus diuraikan dengan kode oleh manusia sekarang. Namun ia tetap saja harus dilihat, apakah umat manusia yang terpesona oleh konsepsinya yang terbentuk sesudah kelahiran dapat menembus batas-batas untuk mengingatkan dan memahami kebenaran yang melampaui sistim pengetahuan kita.
    Sebenarnya, jika ditinjau dari beberapa penelitian yang telah dilakukan saat ini. Memang pada beberapa dua dasawarsa belakangan ini, bumi sedang mengalami suatu siklus yang dinamakan pembalikan daya magnet kutub.
    Pembalikan daya magnet kutub adalah proses yang terjadi pada waktu kutub utara dan kutub selatan saling bertukar posisi. Ketika ini terjadi, untuk beberapa saat medan magnet bumi mencapai Gauss nol, yang berarti bumi pada waktu itu punya daya magnet nol. Ketika ini terjadi bersamaan dengan perbalikan orbit sebelas tahunan kutub matahari, masalah besar akan terjadi.
    Mungkin benar adanya apa yang dikatakan Bangsa Maya mengenai kehancuran perdaban manusia di tahun 2012 esok, hal tersebut tentunya dapat kita lihat dari sifat-sifat manusia zaman sekarang yang bagaimana moralnya, kelakuan telah sangat merosot dan alam-pun kelihatannya semakin tidak bersahabat dengan kita.
    Di Indonesia sendiri seorang peramal mengatakan, “pada tahun 2012 nanti jumlah penduduk di Indonesia ini tinggal 40%”. Lalu ketika ditanya apa penyebabnya,dia menuturkan, “pada tahun itu sebuah bencana besar akan melanda Bumi secara Global, mungkin pada setiap negara nantinya hanya menyisakan 30%-40% kehidupan untuk kembali membangun kehidupan baru”.
    Ramalan serupa juga diutarakan oleh Beberapa Biksu di Tibet yang terkenal dengan penguasaan clairvoyance-nya yang sangat baik. Mereka mengatakan pada awal tahun 2012 merupakan tahun paling mendebarkan bagi umat manusia di muka Bumi, dimana pada permulaan tahun, beberapa fenomena aneh akan banyak bermunculan. Namun dalam penutupnya, Para Biksu mengatakan Bumi akan terselamatkan oleh sebuah kekuatan besar yang melindungi mereka secara kasat mata, sehingga memungkinkan peradaban manusia tidaklah sepenuhnya musnah.
    Pada 10 tahun belakangan ini Master Li Hongzhi mengajarkan prisip karakter alam semesta “Zhen-Shan-Ren” (Sejati-Baik-Sabar) yang berefek untuk memurnikan hati manusia dan alam ini. Dalam waktu singkat pengikut latihan kultivasi jiwa dan raga ini telah lebih mencapai dari 200 juta orang yang tersebar lebih di 60 negara. Melalui kultivasi yang terus menerus latihan ini dapat menyapai tujuan menggantikan sel-sel tubuh manusia dengan materi energi tinggi dengan meningkatkan moral manusia sesuai dengan karakter alam semesta.
    Tidak ada seorangpun yang bisa meramalkan kapan tepatnya kiamat itu datang. Tapi dilain sisi, akan ada regenarasi suatu peradaban yang diramalkan para Orang Bangsa Maya ditahun 2012 nanti. Ini bukanlah suatu kehancuran Alam semesta secara keseluruhan (Jadi belum bisa diartikan kiamat yang sebenarnya), mungkin nantinya secuil para manusia-manusia yang terselamatkan dari bencana akan kembali membangun tonggak peradaban baru yang lebih baik dan lebih bermoral daripada kita

    Bumi Nusantara Menanti Bocah Angon-forum pendapat by email :ki_ageng_jenar@yahoo.com
    Politik tahun mendatang akan dipengaruhi oleh Taufik Kemas dan Kalla –ini adalah kelompok Qarun, rela menjual Indonesia untuk kepentingan kelompoknya.Makanya Lumpur Lapindo-–Aburizal Orang terkaya Asia versi Forbes- adalah Skenario Tuhan mencegah orang seperti ini menjadi RI-1 dan Lumpur adalah alat efektif untuk menyerang dan menggagalkan kepentingan politik mereka.
    Alm Mbah K.H Hasyim Asy’ari-godfather NU,berpesan di alam ruh:
    NU iki yonine wus ilang,pindah ke Kahuripan ash Shirot’, NU bisa bagus kalu kembali ke khittoh 1926
    Ir Soekarno, ,berpesan di alam ruh:
    Munggahe Kahuripan ash Shirot kudu ngelobi orang2 yang nyekel negoro, sebab negoro bakal ada gonjang-ganjing/Goro-Goro(kematian putih-bencana dan kematian merah-konflik berdarah antar sesama) sing biso nyirep iki satrio2 Kahuripan ash Shirot’
    2006- thn Kolo Murko-lampu kuning-hati2
    2007-thn Kolo Bendhu-lampu merah, Balabencana bakal nerjang marang : Ulama sing nglamak-pandai berdalih walau salah, Kyai kang ora ngayahi-tidak peduli masyarakat, Pemerintah atau pejabat kang ora ngerti perintah atau amanat rakyat, Rakyat sing bejat-sudah saatnya terjadi bencana-kematian putih,kematian merah-konflik, dengan tujuan seleksi alam, kabeh manungso bakal keno ciloko kajaba sing mbalek marang gusti Alloh-Fafirru ila Alloh
    Dasar Hukum Satrio Paningit berbasis Qur’an
    Satrio Paningit adalah kembalinya sebuah cerita dalam quran tentang Kisah Bani Israil berdoa kepada Alloh agar diangkat seseorang yang memimpin mereka,kemudian doa mereka terkabul,petunjuk tuhan datang kepada mereka melalui seorang nabi Eliya,tetapi ketika utusan tuhan ini datang menyampaikan bahwa pemimpin mereka adalah Thalut, maka Bani Israil mengejek mereka,kenapa pemimpin mereka hanya Seorang Bocah Angon-Penggembala yang miskin,diantara Bani Israil mengatakan Bocah Angon bisa apa ,Kaya tidak, bukan lulusan Sarjana, Lebih pantas mereka yang jadi pemimpin karena lebih kaya dan lebih terhormat di pandangan masyrakat.Inilah adalah cerita quran,tapi isi quran kok cerita katanya mukjizat,mukjizat kok isinya cerita bukan sebuah keris atau apa. Cermin budaya Kapitalisme akan menolak Logika Cerita diatas, terutama Jakarta – banyak orang kaya karena korupsi atau –pengemis bertongkat emas– lalu dengan bangga menyebut dirinya pantas memimpin negeri ini hal ini Naif kalo melihat Logika quran diatas,tapi ketika AhmadiNejad datang ke Indonesia,Orang indonesia begitu antusias menyambut kedatanganya.Dengan melihat antusiasme sambutan masyarakat terhadap datangnya AhmadiNejad ke Indonesia,artinya Bangsa ini merindukan seseorang yang pantas memimpin negeri ini jjauh didalam Lubuk Hatinya. Kemunculan satrio paningit-imam mahdi seperti diriwayatkan dalm hadits sunni dan syi’i memiliki dasar hukum hadits yang kuat dan tak terbantakan
    Prinsip Berpolitik dalam Pandangan Satrio Paningit:Ilmu politik merupakan ilmu kenabian atau illmu quran – bukti sederhana adalah jikalau anda menghitung jumlah nama nabi yang paling banyak disebut di quran maka Nama nabi Musa paling banyak disebut kenapa Karena nabi Musa mampu membawa perubahan tatanan Sosial dari Kezoliman kepada arah kemakmuran,era Musa ditandai dengan hancurnya tiga sistem kekuasaan tirani-1.Firaun symbol pemerintahan penindas,2.Qarun-simbol dari pengusaha yang serakah,3.Ba`lam baura-simbol ulama yang mengekor pada kezoliman,padahal Ba`lam dulunya adalah seorang wali alloh karena pernah mendapatkan iismul adhom dari Alloh sehingga doanya apa aja yang diminta terkabul,jadi bisa anda bayangkan seorang walialloh saja bisa tergelincir apalagi kita atau ustad2 biasa.arti dari Ilmu politik merupakan ilmu kenabian adalah jika anda berpolitik tapi mengabaikan laku spiritual ttasawuf atau tidak melakukan tazkiya nafs maka Setan adalah pendamping nya,inilah yang terjadi di Indonesia,era Musa kembali. kenapa isinya quran kok cerita karna sejarah selalu berulang atau sama tapi beda bentuk kondisi dan sunnatulloh adalah parameter penyeimbang/MicroController,sehingga penyimpangan apapun dalam masyarakat akan dikembalikan pada jalurnya sehingga ada sebutan sejarah berulang,sehingga mengapa dalam quran banyak ada cerita itu maksudnya menjelaskan posisi sunatulloh/hukum alam yang merupakan bentuk ketundukan langit dan bumi kepada sang Pencipta-atau lillahi ma fi samawati wal ardh atau lahu mulkus samawati wal ardh atau sabbaha lilahi ma fi samati wal ardh
    Asal Satrio Paningit : Satrio Paningit dalam pandangan Jawa, ramalan Jayabaya-sebenarnya adalah hasil pertukaran ilmu antara Raja Kediri dengan Wali alloh dari Turki,Syekh Ali syamsu Zain: Satrio paningit bakal jumedul ono antarane mandura wetan lan manduro kulon,olehe mususi ono ing Pacitan,olehe adang ono ing Ponorogo (dubes Iran – ditunjuk oleh Ahmadi Nejad- pernah mengunjungi tempat ini dan kerjasama dengan salah satu pondok disana),olehe murak ono ing Mojokerto
    Tafsir nya: Mandura wetan jelas pulau madura, mandura kulon adalah desa sekitar Kabuh-Jombang,di desa Matokan ada sebuh kampung Madura-iinilah mandura kulon.Jadi Satrio paningit berasal dari sebuah tempat antara Kabuh-Jombang dan Surabaya.. Keadaan bangsa saat ini- dalam transisi pergantian generasi dan nasib-th 2006-2008 :
    Sing ono dhuwur podho kejungkir (kelas elit dalam kondisi terjungkir-rugi,proyek gak jalan, konflik kepentingan dll), Sing ono tengah podho kegulung-gulung (kelas menengah dalam kondisi survival ,antara kerja dan penghasilan tidak sebanding),Sing ono ngisor podho muntah (kelas bawah dalam kondisi susah mencari pangan untuk memenuhi kebutuhan hidup), Yang selamat adalah orang2 yang qona’ah (merasa cukup dan tidak banyak menuntut-tawakkal ala alloh bukan berarti gak berusaha).Tanda2 Indonesia akan menjadi mercusuar dunia akan terlihat pada th 2012 –mengapa karena persyaratan spiritual berdirinya era Majapahit yang islami telah sempurna dan beberapa pusaka Majapahit telah diboyong di dekat Tarik(majapahit awal)–Kabuh seperti yang dilakukan pada era R wijaya, karena dibimbing oleh para wali dan R.wijaya –wali alloh versi hindu, jadi walialloh itu tidak harus bergama islam tapi akhlak bagus sosialnya bagus akan mempermudah jalan menuju kewalian dan GajahMada, dalam sejarah Gajah mada tidak disebut hindu atau budha tapi audiensi dengan beliau menyatakan bahwa dirinya Islam,2 bukti yang masuk akal- pertama- rekonsrtruksi keraton Majapahit era Hayam wuruk versi prof dr Slamet Mulyana, kedua jaman Jayabaya-kediri islam sudah masuk:
    Tanda2 awal Indonesia akan menjadi mercusuar dunia 1.Ada lingkaran putih di langit (ada banyak orang yang telah melihat dan meyaksikan ini),,2.Terjadi pembunuhan (kematian merah) dalam skala kecil,,3.Terjadi pagebluk yang tak terduga,untuk ini Syed Jumadil Kubro,Trowulan, memberikan pesannya : Sing sabar dan ikhlas,sebentar lagi akan memasuki era kebangkitan Majapahit-Syarat untuk berdirinya Majapahit ke dua telah sempurna- Hati2, teliti dan ada pagebluk (bencana dan penyakit-kematian putih) yang tak terduga yang masuk kedalam tubuh manusia terutama: para pejabat pemerintahan, para ulama dan kyai, juga para pengusaha—tanda2 mereka yang terkena pagebluk ini adalah telapak tangan sebelah kiri terdapat tanda titik merah bila dilihat secara ghoib.Jadi bencana2 yang terjadi adalah alat alloh agar masyarkat mampu mnerima kedatangan BocahAngon,karena kedatangan Pemimpin Bani Israel juga tidak bisa diterima oleh kaumnya jadi dengan bencana-kematian putih inilah cara agar rakyat mampu dan mengerti isyarat2 ilahi dan pada akhirnya mereka mampu menerima kedatangan satrio Paningit
    Salah satu Metodologi Spiritual yang Ditempuh satrio Paningit/Bocah Angon,agar Indonesia Disegani dan dapat menundukkan negara2 di dunia-sesuai petunjuk Alloh
    Untuk menundukkan negara2 barat maka perlu diadakan ritual di suatu tempat di Jawa Barat, Untuk menundukkan negara2 Timur Tengah maka perlu diadakan ritual di suatu tempat di Jawa Tengah, Untuk menundukkan negara2 Timur /Asia maka perlu diadakan ritual di suatu tempat di Jawa Timur, rahasia masing2 tempat tersebut tetap kami rahasiakan untuk menghindari khalayak rami mengetahui.Tempat2 tersebut didapat atas petunjuk Alloh.arti menaklukan bisa disegani oleh negara2 lain, Kisah ini akan mengulang sejarah Syek Subakir –waliSongo periode pertama sebelum munculnya Majapahit era Wijaya-dalam menenangkan tanah Jawa agar dapt dihuni.juga terdapat ritual tertentu untuk Istana Negara-secret for public
    Syarat untuk melakukan ritual tersebut harus mampu menguasai lima alam atau menjelajah lima alam::Alam rububiyah, Alam malakut, Alam ruh, Alam jin,ini adalah wilayah paranormal/dukun,mereka menganggap walialloh yang udah meninggal bisa dipanggil seenaknya untuk membantu bisnis mereka,karena jin sendiri bisa menyerupai wali tapi mereka menjerumuskan mereka tanpa mereka tahu sebab mereka tidak bisa membedakan antara mana jin yang menyerupai wali mana yang bukan karena orang mukmin yang meninggal ruh nya di sisiNya mendapatkan rizqiNya,jadi tidak sembarangan.,,Alam jasad-materi
    Satrio Paningit versi Nabi Muhammad SAW-pesan Beliau di alam ruh yang diterima Bocah Angon
    Dalam audiensi dengan N.muhammad SAW , beliau bersabda:Dirikanlah agama dengan syariat dan tarekat, Carilah kebenaran agama dengan sarana hakekat dan makrifat, Kembali la kepada ajaran quran dan hadits,jangan belajar memutar balikkan quran hadits agar menemukan keberuntungan dunia akhirat , Jejegno tauhid lakokno tauhid dunungno tauhid lan makrifatno tauhid, Sampurnakno akhlak….3x , karena agama itu menyempurnakan akhlak
    :::Syarat untk menjadi satrio paningit atau pemimpin idaman rakyat-petunjuk N Muhammad: melakukan 7 laku utama yaitu : pernah melakukan gembala -gembala artinya mengayomi orang2, poso luweh, poso mbisu –diam, poso nyepi, poso ngrame –menolong orang,melihat matahari artinya waskita dan Tazkyah nafs –lihat surat as-Syam, laku mikul – menanggung beban orang2 yang membutuhkan-sesuai dengan kisah Bani Israel minta seorang raja dalam qur’an dan injil perjanjian lama
    Kerukunan Umat Beragama Suatu ketika Satrio Paningit ini pernah mendapat petunjuk Tuhan untuk pergi ke Pulau Bali,ternyata pelajaran yang diperoleh adalah bahwa masyarakat Hindu yang percaya kepada Dewa-dewa saja rukun damai,kenapa umat islam yang sistem dan teologinya begitu sempurna masih saja bercerai berai,konflik islam garis keras pro teroris vs islam moderat
    Kemunculan Satrio Paningit Banyak Satrio Paningit yang akan muncul dari berbagai daerah,mungkin 30 atau 40 orang yang akan mengaku dirinya sebagai Satrio paningit,hal ini sangat wajar.tetapi yang benar akan mmempunyai kriteria sbb:1.Mampu menguasai 5 alam-rububiyah,malakut,ruh,jin,jasad.2.Menjalankan syariat,ketika orang bisa melakukan hal ajaib tapi tidak bersyariat,bukan satrio yang benar.3.memiliki akses ke N.muhammad,N.khidr,Sy Subakir,GajahMadah,R Wijaya
    Masalah harta qarun dan Goro-Goro Ketika Kanjeng Sunan giri dan Kanjeng Sunan Kalijogo masih hidup pernah berwasiat kepada ratu pantai selatan agar menjaga kotak harta qarun sampai orang yang dijanjikan yaitu bocah angon,muncul untuk memimpin nusantara karena beliau ini yang memegang kunci kotak harta qarun.Jadi ratu pantai selatan ingin memiliki harta tersebut dengan berlalunya waktu yang panjang setelah kematian kedua sunan tersebut,makanya ada 2 kelompok Satrio Paningit,kelompok Pantai selatan-penjaga kotak ga punya kunci,kelompok darat-wali: punya kunci dan pemilik kotak berdasrkan surat wasiat.Goro-goro adalah pertempuran 2 kelompok ini,karena 2 kelompok ini memiliki jaringan kyai2 di lapisan masyarakat yang didatangi orang awam dan pejabat.Kesimpulan orang awam yang mengejar harta qarun ini telah melakukan kesalahan yaitu bukan Haknya kok di ambil,hasilnya adalah kehancuran.
    Masalah Lumpur Lapindo: Semburan Lumpur Lapindo Tidak bisa Berhenti dalam waktu tahun ini,tapi harus menyelesaikan masala2 orang2 yang terkena lumpur.Kursi RI-1 telah diberi tanda silang dengan Keris Majapahit,jadi tidak akan tenang Bumi Nusantara ini sampai datang orang yang Dijanjikan-Bocah Angon memerintah negeri ini.pilihlah pemimpin yang benar dalam pemilu jika tidak ada yang benar maka golput adalah pilihan terakhir setelah itu revolusinya Nabi Musa-Sang Bocah Angon atau Bima Suci-istilah Kejawen.Kebangkitan Majapahit merupakan Kebangkitan Sumatera juga pulau2 lainnya dan TNI-simbol Gaja Madah karena Jayanegara-raja 2 Majapahit dan Patih Adityawarman ibu dari Sumatra, Dara Petak dan Dara Jingga.
    Pesan untuk Rakyat Indonesia-awali dan akhiri bacaan ini dgn Solawat Nabi ::
    . 3 solawat tingkat tinggi SOLAWAT ALI BIN ABITHOLIB ,FATIH DAN UWAIS QARNI :::
    SOLAWATULLOHI WA MALAIKATIHI WA ANBIYAIHI WA RUSULIHI WAHAMALATIL ARSYI WAL KURSYI WA JAMIIL KHOLQI fis SAMA’wati WAL ARDHI wa maa bainahuma ALA SAYIDINA MUHAMMADINIL nil- Fatihi Lima Ughliqa wal Khatimi Lima Sabaqa Nasiril Haqqi Bil Haqqi Wal Hadi Ila Siratikal Mustaqim wa ‘Ala Alihi Wa’itratihee ahli batihi alaihisalam wa rohamtullohi wabarakatuh be ‘Adadi Kulli Ma’ loomillaka Haqqa Qadrihi wa Miqdarihil Azim. Astaghfirullaa Halladhi La ilaahaa illaa huwal Hayyul Qayyoomu Wa Atoobu ilaih. Yaa Hayyu Yaa Qayyoom.Kunci Langit dan Bumi versi SAW- Laa ilaaha illAllaahu wAllaahu Akbaru wa SubhaanAllaahi wal hamduliLaahi wastaghfiruLlaahal ladzee Laa ilaaha illaa huwal Awwalu wal Aakhiru waz Zaahiru wal Baatinu Yuhyee wa Yumeetu wa huwa Hayyul Laa Yamootu Biyadihil Khair; wa huwa ‘Alaa Kulli Shai in Qadeer

  8. Bisa tidak Mas Minta tolong, karena saya kesusahan untuk mencari judul Tentang:”Aplikasi dan sytem hukum islam Di Indonesia” untuk Thesis saya. Minta tolong ya Mas.

  9. Salam,

    Kang/Mas Andri Herdiyanto YTH,

    Terima kasih atas tanggapannya.

    Memang tidak mudah untuk mengimplementasikan falsafah Pancasila dalam mengatasi krisis multidimensional bangsa kita saat ini. Tapi itu bukan berarti kita tidak punya harapan lagi terhadap ideologi Panca Sila.

    Menurut saya, yang terpenting saat ini adalah bagaimana kita dapat menggali kembali khazanah historis falsafah dan berbagai pemikiran yang melatari Pancasila dari berbagai sudut pandang agama-agama, konteks budaya, ideologi dan peradaban-peradaban yang pernah berjaya di Nusantara, dan bagaimana memahami ajaran Islam tentang “Hikmah” dalam berbagai dimensinya. Juga tentang prinsip-prinsip normatif Pancasila seperti Ketuhanan YME, Kemanusiaan, Keadilan, Adab (keberadaban), Persatuan Indonesia, dll, dari kacamata (perspektif) filasafat, tasawuf, dan religious studies serta humaniora (berbagai disiplin ilmu sosial-kemanusiaan).

    Setelah atau sambil kita mendalami penghayatan norma-norma Pancasila itu, maka tugas selanjutnya adalah kita semua wajib mensosialisasikan dan menyebarkan pembudayaan (cultivication) norma Pancasila itu melalui pendidikan dan pelatihan, strategi komunikasi massa via media, dakwah, pembentukan opini publik, pencerahan dan pemberdayaan pemikiran masyarakat, dll.

    Setelah semua, atau minimal sebagian besar rakyat Indonesia tercerahkan dengan falsafah Pancasila dan pandangan dunia religius-spiritualis, maka insya-Allah Hikmah itu akan memimpin kita ke arah kebaikan dan kesempurnaan kehidupan sosial-politik-budaya dan ekonomi serta hankamnas RI.

    Anda, saya dan kita semua berkewajiban untuk melakukan tugas mulia tersebut sebafgai panggilan nurani terhadap kaum intelektual yang tercerahkan (ulul albab/rausyan fikr/hukama/ahli hikmah). Wallahu ‘alam bi shawab.

    — On Sun, 11/2/08, andri herdiyanto wrote:

    From: andri herdiyanto
    Subject: Salam Kenal
    To: ay_samantho@yahoo.com
    Date: Sunday, November 2, 2008, 4:40 AM

    Salam,
    Perkenalkan, nama saya Andri Herdiyanto, mahasiswa Unpad. Saya tertarik dengan thesis Pak Ahmad Y. Samantho mengenai wilayah al hikmah dalam kaitannya dengan falsafah pancasila di Indonesia. Pertanyaan saya, bagaimanakah implementasi riil dari konsep ‘Kerakyatan yang dipimpin oleh HIKMAH kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan” sebagaimana tertera dalam sila ke-4 Pancasila itu yang ideal dan mampu mengangkat negeri ini dari krisis multidimensi?
    Atas jawaban dan perhatiannya, saya ucapkan terima kasih.
    Wasalam,
    Andri Herdiyanto

  10. From: andri herdiyanto
    Subject: Salam Kenal
    To: ay_samantho@yahoo.com
    Date: Sunday, November 2, 2008, 4:40 AM

    Salam,
    Perkenalkan, nama saya Andri Herdiyanto, mahasiswa Unpad. Saya tertarik dengan thesis Pak Ahmad Y. Samantho mengenai wilayah al hikmah dalam kaitannya dengan falsafah pancasila di Indonesia. Pertanyaan saya, bagaimanakah implementasi riil dari konsep ‘Kerakyatan yang dipimpin oleh HIKMAH kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan” sebagaimana tertera dalam sila ke-4 Pancasila itu yang ideal dan mampu mengangkat negeri ini dari krisis multidimensi?
    Atas jawaban dan perhatiannya, saya ucapkan terima kasih.
    Wasalam,
    Andri Herdiyanto

  11. mas saya ini mahasiswa ushuluddin (TH) IAIN walisongo semarang, yang sekarang sedang membuat skripsi, dan skripsi yang saya buat mempuyai sedikit kesamaan dengan tesis mas sumanto , dengan judul relevansi pancasila dengan al-Qur’an,study analisis mufassir indonesia. melihat tesiss yang mas sumanto buat, saya sangat tertarik dan ingin sekali melihat keseluruhan tulisannya. mas bisakah saya melihat, ataupun membeli apabila sudah di bukukukan…karena ini sangaat penting sebagai acuan pembuatan sekripsi saya,.trim wass.

  12. Saya sungguh kagum dengan kajian saudara. Bagaimana cara untuk mendapatkan salinannya.

    Hussein, Kota Kinabalu

  13. Sungguh suatu kajian yang bernilai !!! Jadilah penjaga dasar NKRI yang setia,,,

    • Memelihara dan memperkuat “common ground” dan “samen bundeling van alle krachten” adalah hal yang paling penting untuk bangsa Indonesia agar mampu memperkuat ketahanan nasionalnya dan mempercepat pembangunan kesejahteraan dan keadilan serta kemajuan peradaban bangsanya.

      Prinsipalitas dan Kepemimpinan Hikmah dalam kehidupan berdasarkan sistem ipoleksosbud hankamnas Pancasilais, insya-Allah akan membuka kunci-kunci utama dalam pemahaman dan penjabaran nilai-nilai luhur Panca Sila.

      Salah satu yang krusial adalah dalam kita memaknai sila pertama Panca Sila. Bila sila Ketuhanan Yang Maha Esa itu ditafsirkan secara banal (dangkal) dengan pemahaman sebagian Muslim beraliran pikir Wahabiyah atau Tauhid ala Wahabi, maka ini akan menjadi blunder klaim kebenaran yang berpotensi menimbulkan konflik dan memecahbelah persatuan dan kesatuan antar umat beragama di Indonesia dan NKRI.

      Maka menurut hemat saya, memahami dan menjabarkan sila pertama Pancasila itu akan lebih rasional dan objektif bila kita menggunakan metode pendekatan ibn ‘Arabi terhadap keesaan Tuhan, yaitu “wahdah al-Wujud“; bahwa semua realitas (yang beraneka ragam (Bhineka) itu berasal dari satu sumber Realitas, Satu Wujud, Satu Eksistensi, Yaitu Tuhan Yang Maha Esa, dan akan kembali kepada kesatuan dengan-Nya (Tunggal Ika). Maka keanekaragaman (pluralitas) segala sesuatu di alam ini pada hakikatnya adalah sekedar manifestasi (tajaliyat) dari Keagungan, Kebesaran dan Keesaan Tuhan Sang Maha Pencipta. Apa pun nama-nama yang kita manusia sandangkan kepada-Nya, hanyalah berbagai modus untuk memahami dan mengenali Realitas-Nya, Yang Maha Luas dan Maha Meliputi segala sesuatu.

      Keanekaragaman ras, kebangsaan, suku-suku, agama-agama, budaya, adat-istiadat, tradisi dan peradaban umat manusia adalah merupakan Kehendak-Nya dan Takdir-Nya, yang mengandung Hikmah (baik tersurat maupun tersirat), sebagai tanda-tanda (ayat-ayat/signs) Keagungan, Kebesaran dan Keindahan Tuhan YME.

      Tuhan YME-lah sumber dari Hikmah (kebijaksanaan) Ketuhanan, Kemanusiaan, Kerakyatan, Keadilan, Musyawarah-Perwakilan Rakyat serta Persatuan Indonesia.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Towards Emancipation

Freedom, ...our responsiblity.

Catatan Safari ANS

Terlambat Satu Detik Kerugian Satu Milyar

Women Terrace

to say something that i never talk before

Kanzunqalam's Blog

AKAL tanpa WAHYU, akan berbuah, IMAN tanpa ILMU

Cahayapelangi

Cakrawala, menapaki kehidupan nusantara & dunia

religiku

hacking the religion

SANGKAN PARANING DUMADI

Just another WordPress.com site

WordPress.com

WordPress.com is the best place for your personal blog or business site.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 4.972 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: