Dari Hadramaut ke Borobudur: Sejarah Jurnalisme Islam di Indonesia
September 19, 2008 at 4:28 am | In Hikmah, Ibrah Sejarah, Jihad | No CommentsDari Hadramaut ke Borobudur
Kehadiran koran atau majalah berbahasa asing di Indonesia bukanlah hal baru. Bahkan, koran berbahasa Cina dan Arab sudah terbit sejak awal 1940-an. Dewasa ini di Jakarta terbit tiga koran bahasa Cina: Guoji Ribau (baca Ripau), Heping Ribau, dan Shang Bao.
Sedangkan di Surabaya dan Pontianak terbit dua koran Cina lainnya. Sebelum PD II lebih banyak lagi koran Cina yang terbit di Indonesia. Bahkan, kala itu koran Cina pernah menguasai pasaran Indonesia. Hampir semua kota menerbitkan koran dan majalah berbahasa Cina.
Continue reading Dari Hadramaut ke Borobudur: Sejarah Jurnalisme Islam di Indonesia…
Islam in Europe, When Islam Ruled in Europe
September 15, 2008 at 3:06 am | In Ibrah Sejarah | No Comments
http://www.youtube.com/watch?v=KUhe89q-6X8
Islam in Europe, When Islam Ruled Europe
September 15, 2008 at 2:25 am | In Ibrah Sejarah | No CommentsPertemuan dan Perbenturan Muslim vis a vis Portugis di Nusantara
September 4, 2008 at 3:34 am | In Ibrah Sejarah, Politik | No Comments
Jilid I
by Reno Azwir (ICAS Students)
Mengamati jejak langkah bangsa Portugis sebagai petualang bahari, cukup dengan merujuk kembali kepada masa di mana Perang Salib sedang melanda Eropa di Abad ke-13 M. Dalam perang dahsyat itu, bangsa penjelajah ini berhasil menumbangkan kekuasaan Muslim yang menduduki wilayah mereka. Api Perang Salib terus dikobarkan hingga ke Afrika Utara untuk mencari orang-orang Moor (muslim) lainnya. Tapi nafsu perang yang terus tersulut itu ternyata menemui hambatan dengan gigihnya semangat perlawanan yang dilakukan Muslimin di Afrika Utara. Atas pertimbangan geografis, maka Portugis memutar haluan untuk masuk ke Afrika melalui jalur Selatan.
Continue reading Pertemuan dan Perbenturan Muslim vis a vis Portugis di Nusantara…
34 artikel menarik seputar Tan Malaka
September 2, 2008 at 4:59 am | In Hikmah, Ibrah Sejarah, Politik | 1 Commenthttp://ruangasadiru mahkata.blogspot .com/2008/ 09/tan-malaka- bapak-republik- revolusi. html
Majalah Tempo dalam edisi khusus Kemerdekaan mengangkat profil Tan Malaka : Bapak Republik Yang Dilupakan. Tidak tanggung-tanggung edisi Tan Malaka ini terdiri dari 26artikel yang ditulis oleh wartawan Tempo dan 8 kolom/opini yang ditulis oleh pengamat/pakar dari Asvi Warman Adam hingga Ignas Kleden.
Beberapa petikan penting soal Tan Malaka, sehingga terlalu gegabah kalau kita mengabaikan edisi khusus tempo ini, mengabaikan Tan Malaka …..
”Ia menulis Naar de Republiek Indonesia (Menuju Republik Indonesia) pada 1925, jauh lebih dulu dibanding Mohammad Hatta, yang menulis Indonesia Vrije (Indonesia Merdeka) sebagai pleidoi di depan pengadilan Belanda di Den Haag (1928), dan Bung Karno, yang menulis Menuju Indonesia Merdeka (1933)”.
APOKALIPTISISME DAN TEOKRASI AMERIKA
August 27, 2008 at 3:32 am | In Hikmah, Ibrah Sejarah, Politik | 2 CommentsProf.Dr. Abdul Hadi W. M.
Tidakkah kaulihat pemerintahan demokrasi di Barat
Yang kelihatan cerah? Namun kalau dijenguk lebih mendalam
Jiwa mereka sebenarnya lebih kelam dari Jengis Khan
(Iqbal dalam “Parlemen Setan” 1933)

American Theocracy (2006) karangan Kevin Phillips yang pernah diperdebatkan beberapa waktu lalu di harian Republika memang buku yang menarik dan relevan. Sayang, dalam perdebatan sesaat itu, masalah mendasar yang merupakan isi buku itu tidak dibahas secara mendalam. Kini adalah saatnya untuk membahas buku yang kontroversial dan membuat banyak pengamat politik terbungkam.
Ada tiga hal saling terkait dibahas Kevin Phillips. Pengalamannya sebagai ahli strategi politik Partai Republik selama lebih dua dasawarsa, ditambah pengetahuan yang luas tentang sejarah agama di Amerika, memungkinkannya dapat menjelaskan banyak hal berkaitan dengan pemerintahan Bush. Khususnya pengaruh fundamentalis Protestan terhadap politik luar negeri AS di Timur Tengah.

![]()
![]()
![]()
Pertama, berkaitan dengan kedudukan AS sebagai ‘imperialisme minyak’ (petro imperialism) yang berdampak buruk bukan saja bagi perdamaian dunia, tetapi juga merisaukan rakyat AS sendiri. Untuk mengamankan minyak dunia, AS harus menempatkan ribuan tentaranya di berbagai penjuru dunia yang dipandang strategis. Ini memerlukan biaya besar, yang sulit diramal sampai kapan bisa dipertahankan. Kedua, Philiips menguraikan panjang lebar kuatnya pengaruh fundamentalis Kristen yang radikal dalam pemerintahan Bush. Motif AS menduduki Afghanistan dan Iraq, memberikan dukungan penuh kepada Israel, dan mengancam Iran, bukan hanya disebabkan ingin menguasai minyak dunia. Motif lain yang tersembunyi bersifat keagamaan, yaitu keinginan untuk mewujudkan “impian apokaliptik” yang melekat dalam dogma Kristen fundamentalis. Ketiga, keleluasaan menggunakan kartu kredit selama beberapa tahun terakhir ini telah menyebabkan semrawutnya situasi keuangan AS.
NUSANTARA KITA YANG KINI SELALU TERJAJAH
August 23, 2008 at 5:57 am | In Hikmah, Ibrah Sejarah, Jihad, Politik | No CommentsKADO ULTAH 63 TAHUN KEMERDEKAAN:
NUSANTARA KITA YANG KINI SELALU TERJAJAH
Konon, jauh sebelum munculnya peradaban Yunani, dunia mengenal sebuah negeri adidaya yang mengutamakan keadilan dan kesejahteraan rakyatnya.
Negeri panutan bernama “Atlantis” itu, menurut beberapa ahli sejarah,
berada di semenanjung Asia lama, yang kemudian dikenal dengan kawasan
Nusantara.
Mitos kejayaan nusantara lama itu, pernah diungkapkan oleh Ketua
Mahkamah Konstitusi, Jimly Asshidiqie, dalam peringatan “Hari
kebangkitan Nasional” beberapa waktu lalu. Nusantara memang kaya
dengan kegenda, yang bercerita tentang majunya peradaban sebuah Negeri
yang tersebar di seantero wilayah yang subur dengan ekonomi agrarian,
kelautan dan perdagangan. Tarumanagara, Samudera Pasai, Padjajaran,
Majapahit, Demak Bintoro, Mataram, Banten, dan Cirebon, adalah
sebagian dari ribuan kerajaan yang tercatat dalam tinta emas sejarah,
pada rentang waktu sekitar 700-1700 Masehi.
ABDUL HADI WM: “KEBUDAYAAN ISLAM ITU BUKAN KEBUDAYAAN ARAB”
August 21, 2008 at 9:25 am | In Ibrah Sejarah | No CommentsABDUL HADI WM: “KEBUDAYAAN ISLAM ITU BUKAN KEBUDAYAAN ARAB”
admin | Diskusi | 00-00-0000
http://www.psik-demokrasi.org/home.php?page=fullnews&id=223
Perkembangan Islam di nusantara dengan segala keragaman dan budayanya, tidak bisa dilepaskan dari konteks sejarah masuknya Islam di nusantara. Munculnya Nahdhatul Ulama yang lebih akulturatif terhadap kebudayaan dan Muhammadiyah yang puritan juga tidak bisa lepas dari konteks ini. Tentang bagaimana Islam masuk ke nusantara dan perkembangannya, berikut adalah wawancara Fachrurozi dan Deni Agusta dari Pusat Studi Islam dan Kenegaraan dengan Abdul Hadi WM di Univ. Paramadina, Jum’at, 16 Mei 2008. Berikut pandangannya tentang Cak Nur.
Continue reading ABDUL HADI WM: “KEBUDAYAAN ISLAM ITU BUKAN KEBUDAYAAN ARAB”…
Sisi Gelap itu jangan Ditutupi
August 9, 2008 at 8:13 am | In Ibrah Sejarah | No Commentshttp://www.gatra. com/artikel. php?id=117175
Sisi Gelap Itu Jangan Ditutupi
Kekuasaan, dalam bentuk apa pun, hampir selalu dibangun dengan kekerasan, tidak terkecuali oleh mereka yang memakai jubah agama yang mengatasnamakan Tuhan. Tidak ada satu agama pun yang bisa melepaskan diri dari kelakuan penguasa yang amoral, tetapi sering didukung oleh fatwa ulama yang membenarkan sang penguasa untuk bertindak kejam.
Adapun era Nabi Muhammad SAW tampaknya sebuah perkecualian. Perang memang terjadi, tetapi semata-mata untuk mempertahankan diri, demi tegaknya keadilan, keamanan, kebenaran, dan persamaan. Kebijakan Nabi selalu diarahkan untuk terwujudnya nilai-nilai mulia sebagai cerminan rahmat Allah untuk seluruh manusia, termasuk mereka yang tidak beriman.
Mengenang Muhammad Imaduddin
August 6, 2008 at 9:11 am | In Ibrah Sejarah, Jihad, News | 1 CommentPengantar Redaksi;
Salam,
Sekitar sebulan yang lalu datanglah salah satu menantu guru saya Bang Imad (Dr.M. Immaduddin Abdul Rahim) ke kantor saya ICAS. Pada kedatangannya yang kedua kenalan baru saya yang menantunya Bang Imad menyampaikan balasan salam saya untuk beliau, dan dia menyampaikan keinginan serta undangan Bang Imad agar saya dapat menjumpai beliau di rumahnya. Menurutnya ia ingin bertemu kembali dengan mantan murid-muridnya yang pernah Beliau training di Mesjid Salman ITB Bandung. Kebetulan saya adalah salah satu murid beliau yang 2-3 kali mengikuti training-training kader dakwah islam Bang Imad: LMD (Latihan Mujahid Dakwah), SII (Studi Islam Intensif) di Mesjid Salman ITB Bandung tahun 1983-1984.
Sangat menyesal aku, belum sempat menjenguk beliau, Beliau sudah pergi menghadap Al-Khaliq, Rabb al ‘Alamin.
Semoga, jejak benih-benih ilmu dan amal yang beliau tanamkan kepada kami para muridnya, mengantarkan ruh beliau keharibaan Illahi Rabbi, dengan kendaraan ilmu yang bermanfaat, dan jariyah yang abadi.
“Dialah Allah yang menciptakan kehidupan dan kematian, supaya Dia tahu siapakah diantaramu yang paling baik amalnya.” (ayat al-Qur’an)
Berikut saya tampilkan tulisan mengenai profile dan riwayat perjuangan beliau, insya-Allah akan saya lengkapi dengan foto-foto aktifitas beliau dari koleksi foto saya, dll.
Ahmad Y. Samantho
Alumni LMD dan SII Mesjid Salman ITB tahun 1984-1985.
2008-08-05 07:48:00
Mengenang Muhammad Imaduddin
Amich Alhumami
Peneliti Sosial Department of Social Anthropology, University of Sussex, United Kingdom
Tahun 2008 mungkin bisa disebut sebagai tahun belasungkawa bagi Indonesia. Beberapa putra terbaik bangsa berpulang ke haribaan Sang Pencipta.
Khusus bagi kalangan aktivis gerakan Islam, duka mendalam terasa amat menyesakkan dada karena satu demi satu tokoh-tokoh pentingnya wafat. Setelah Prof Nurcholish Madjid (20/8/2005), Prof Deliar Noer (18/6/2008), kini Dr Muhammad Imaduddin Abdulrahim menyusul wafat pada hari Sabtu (2/8) karena penyakit stroke yang sudah cukup lama dideritanya.
Bagi kalangan aktivis gerakan Islam dan intelektual Muslim, kepergian Bang Imad panggilan akrab sang cendekiawan jelas kehilangan besar. Dr Imaduddin salah satu tokoh utama yang mewakili generasi baru intelektual Muslim yang muncul sejak dekade 1970-an, suatu lapisan kelompok terpelajar yang di kemudian hari memberi kontribusi besar bagi terbentuknya struktur baru masyarakat Muslim Indonesia, sekaligus membawa pengaruh signifikan terhadap dinamika sosial-politik di pentas nasional.
Blog at WordPress.com. | Theme: Pool by Borja Fernandez.
Entries and comments feeds.












http://indonesian.irib.ir/



