Tinggalkan komentar

Reinkarnasi Vs Pewarisan Genetik (Kemunculan kembali Gen Resesif):

by Arif Budi Utomo

Menyadari kekurangan, menyadari kekosongan, bersiap untuk mengisi. Menuliskannya kembali dari sebelah kanan. Semoga dalam ridho-Nya. Selengkapnya..di www.http://pondokcinde.blogspot.co.id/

 

Kisah Spiritual Mas Dikonthole,

‘Misteri Para Penjaga Nusantara’

26 Juli 2012   16:38 Diperbarui: 26 Juli 2012   16:38

Siklus yang berulang

Hasil gambar untuk hereditas

Hukum Heriditas Mendel menjelaskan bahwa jika bunga merah di kawinkan dengan bunga putih,  (pada bunga pukul empat; Meribillis  sp). Akan banyak menghasilkan keturunan yang berwarna-warni. Dan pada keturunan yang kesekian kalinya akan ada alel (keturunan) yang akan kembali kepada galur murninya. Artinya bahwa keturunan kesekian kali dari perkawinan tersebut akan menghasilkan anakkan dengan DNA yang sama persis dengan Sang Ayah atau  sang Ibu leluhurnya. Membawa keseluruhan heriditas milik  induk asalnya.  Sehingga akan kembali menjadi bunga merah dan bunga putih, yang persis sama dengan induk asalnya.

Itulah hukum yang ingin dijadikan referensi oleh Mas Dikontole untuk menjelaskan mengapa orang Jawa sering mendapatkan ‘titisan’ dari leluhurnya.   Leluhur orang Jawa akan ‘menitis’ kepada raga manusia yang memiliki DNA yang sama.  Mas Dikontole bahkan meyakini bahwa hal ini berlaku umum pada semua makluk hidup. Kadang pemahaman ini, disandingkan dengan pemahaman reinkarnasi.

Memang faktanya,  Mas Dikontole menemukan beberapa kesamaan dalam kebetulan yang bisa diterima akal sehatnya. Dia terhenyak mendapatkan kenyataan ini. Apakah ini  sebuah kepastian?  Dia sendiri belum mampu menjawabnya.  Siapakah sebenarnya yang ‘menitis’, Entitas yang manakah? Ada jiwa, ruh, akal (ilmu), ada raga ? Semua memiliki potensi yang sama untuk ‘menitis’! Dia juga harus meng-eksplorasi lebih jauh untuk menguak kebenarannya.

Orang yang mendapatkan ‘titisan’ leluhurnya  disebut sebagai  orang masa lalu. Inilah pemahaman baru bagi Mas Dikontole. Yaitu manusia yang keberadaanya konon ‘fotokopi’ orang dari masa lalu. Sebab terdapat DNA yang nyaris hampir sama dengan leluhurnya tersebut.  Baik dari genotipnya maupun  fenotipnya (tampilan luar) semuanya nyaris sama . Hanya nanti yang membedakan adalah pengajaran lingkungan dan orang tua, yang akan membentuk  perilaku dan kepribadiannya.

Kejadian ini bukan suatu kebetulan. Adalah sebuah siklus alam. Yang akan terjadi 500 hingga 700 tahun sekali, siklus yang akan selalu berulang. Bahkan mungkin lebih cepat dari itu. Seperti yang terjadi  pada contoh bunga Mirabilis sp, yang diteliti Mendel.  Dan Mas Dikontole percaya bahwa hal ini terjadi juga pada makhluk hidup lainnya. Namun kembali kepada pertanyaan, entitas apakah yang menitis ?

Tidak selalu  orang-orang masa lalu akan menitis kepada anak keturunannya dengan  garis keturunan yang lurus, lebih banyak kadang malahan ‘menitis’ kepada garis keturunan yang  menyamping. Ini disebabkan karena garis keturunan yang lurus biasanya banyak mewarisi harta dan tahta. Oleh karenanya raga mereka banyak dikotori nafsu dunia. Raga yang kotor sulit untuk ditinggali mereka. Maka mereka memilih menyamping,  ‘menitis’ kepada raga-raga yang masih tergolong bersih.

Para leluhur yang menitis, mereka terhijab di dalam raga-raga masa kini. Keadaan ini sering menimbulkan frustasi tersendiri.. Banyaknya informasi, pemaknaan syariat masuknya agama perihal akidah dan tauhid, membuat keraguan tersendiri. Pemaknaan dan penghayatan yang keliru, mengakibatkan keberadaan mereka ini terabaikan. Diabaikan oleh raga baru mereka sendiri. Padahal sejatinya,  mereka adalah bagian dari hidup manusia itu sendiri, sebuah instrumen yang melengkapi.  Ibarat pesawat tempur, maka merekalah persenjataannya.

Nah, bagaimana ceritanya jika ada sebuah pesawat tempur, di mana sang pilot tidak mengetahui cara menggunakan atau   mengoperasikan system persenjataannya? Bahkan ironisnya lagi, sekedar memahami jenis pesawatnya saja, sang pilot sering kesulitan. Maka akibatnya- terlihat- nampak dalam tampilan luarnya, orang-orang ini sering dalam ‘galau’nya sendiri-sendiri. Mereka seperti terjebak dan berada di kehidupan masa kini dan masa lampau. Banyak dari mereka mengalami krisis kepercayaan diri.  Mereka kehilangan orientasi , sehingga berdampak kepada  karir mereka di kehidupan real. Hal inilah yang mesti diantisipasi.

Ketika badan halus ‘orang-orang masa lalu’ masuk ke dalam raga masa kini. Mereka akan kehilangan jati dirinya, mereka kehilangan sebagian besar memory-nya. Inilah hukumnya, yang menyebabkan orang-orang masa lalu tidak mampu berkiprah sebagaimana dahulu semasa dia hidup. Sebagaimana sifat cahaya ketika cahaya memasuki materi, maka cahaya akan kehilangan sifat gelombangnya. Padahal gelombang memiliki kemampuan  menyimpan data base informasi. Persis ketika kita download melalui bloetooth.  Maka jika sifat gelombangnya tidak ada,  cahaya akan kehilangan kemampuan menyimpan informasi, sebagian besar memorinya akan hilang.

Mereka menjadi lupa siapa nama dirinya. Bahkan sebagian ilmu kesaktiannya juga banyak yang hilang. Oleh karenanya perlu dibantu orang lain yang mengenalinya. Menunjukan siapa jati dirinya sesungguhnya. Sehingga diperlukan orang yang memiliki kemampuan untuk menunjukan siapa mereka.

Selain kehilangan memory-nya mereka juga kehilangan banyak kemampuan, seperti ilmu kesaktian dan lainnya.   Untungnya hal ini tidak menetap,  informasi masih bisa dipanggil kembali.  Seperti jika kita membuang  folder kita ke kotak sampah (recycle bin)  maka kita masih bisa memanggilnya lagi.  Sayangnya ini tidak berlaku jikalau mereka sudah reinkarnasi berkali-kali. Terlalu banyak memory yang lost.

Dari kebiasaan-kebiasaan mereka, dari cerita-cerita mereka,  dan juga rahsa-rahsa yang terus mengikuti jiwa mereka. Ungkapan makna, dan ketinggian budi bahasa. Serta yang paling utamanya, adalah dari frekuensi energy –nya. Mereka akan bisa dikenali. Seperti mengenali jenis gula, banyak jenis gula, ada glukosa, maltose, sukrosa, dan lain-lain.  Namun hal ini memerlukan ‘ experience’.  Jangan sekali-kali mencobanya, sebab jika tidak kuat bisa berbalik energy mereka akan menyerang kita. Dan  jantung  bisa mendadak berhenti. Perlu latihan pengolahan jiwa, memperkuat batin terlebih dahulu. Untuk mampu bertemu mereka.  Maka karena inilah para penempuh jalan spiritual, diharapkan tidak berlama-lama di wilayah ini.

Mereka datang dengan rahsa mendominasi menguasai tampilan mereka. Sebagaimana keadaan saat dia meninggal. Jika mereka meninggal dalam kondisi jiwa yang merana, sebab cinta, kekuasaan, pengkhianatan, dalam kesedihan yang amat sangat. Maka  mereka akan senantiasa dalam kesedihannya, energy ini begitu kuat memapar  kita, seperti efek radiasi saja. Kita tak akan mampu menolaknya, jiwa kita yang tidak terlatih akan terhempas karenanya. Sehingga kita pun kan diaduk-aduk rahsa, bila mengikuti rahsa mereka ini.

Dan bagi raga barunya, hal ini sangat menyiksa sekali. Saya ibaratkan, raga baru  semisal  bohlam kapasitas  5 watt. Bayangkan jika energy yang masuk bisa 10 ribu watt. Bagaimana keadaannya jika arus listrik 10 ribu watt tiba-tiba menghantam bohlam yang hanya memiliki kapasitas 5 watt ?  Kalau tidak terbakar ya pasti putus. Maka banyak sekali yang kemudian menjadi gila, jika sembarangan memangil mereka masuk ke raga, tanpa kekuatan batin yang memadai.

Oleh karenanya, raga barunya ini perlu di tempa, dilatih terus oleh mereka sebelum mereka benar-benar mampu menyatu di dalam raga barunya ini. Hal inilah yang membuat orang terbanting-banting. Sehingga raga baru seringkali tersungkur tanpa daya, tanpa mengerti kenapa keadaan dirinya bisa seperti itu. Keadaan dirinya seperti terbelenggu, dalam ketakmengertian mereka sendiri.

Mengungkap misteri orang-orang masa lalu

Penyusuran dan pengamatan Mas Dikontole benar-benar melelahkan untuk mengungkapkan siapa sesungguhnya jati diri sang Penjaga ini. Banyak sekali pemahaman agama menentang usaha eksplorasi ini. Label bid’ah, syirik, kafir dan atribut lainnya yang senada dengan itu, banyak disematkan kepada dirinya yang sedang melakukan eksplorasi.

Pemahaman setiap agama seperti bertentangan. Bahkan seperti saling menafikan. Namun realitas ini di masyarakat benar-benar nyata dan banyak sekali orang yang mau bersaksi tentang hal ini. Bagi orang yang mengalami keadaan ini merupakan suatu kebenaran. Meskipun bagi penentangnya hanya dianggap sebagai ilusi atau pun penyakit psikologis belaka. Pemahaman Islam paling keras menolak adanya fenomena ini. Sungguh aneh bagi Mas Dikontole, bukankah banyak disebutkan di ayat al-Qur’an atas fenomena ini.  Mengapakah mayoritas muslim enggan untuk menjadi saksi atas kebenaran kitabnya sendiri. Bahkan mereka menafikan dan menolak keras keberadaan mereka-mereka  ini.

Keberadaan kesadaran ini malahan diakomodasi oleh pemahaman Hindu dan Kejawen.  Jika kesadaran mereka yang  Kejawen saja berani dan  mampu menjadi saksi, berarti ada kebenaran dalam mitos di kesadaran masyarakat perihal  adanya sang Penjaga ini. Sebab tidak mungkin suatu hal bisa menetap kuat dalam kesadaran kolektif manusia, jika tidak ada kebenarannya. Inilah keyakinan Mas Dikontole.

Pemahaman Hindu menyebutnya sebagai fenomena reinkarnasi. Pemahaman kejawen menyebutnya sebagai ‘menitis’. Mengapakan Islam tidak mengakomodasi keadaan ini. Ataukah kita yang tidak mampu memaknai?  Malahan asyik memperebutkan kebenaran, tanpa mau bersusah payah untuk menjadi saksi atas kebenaran itu sendiri?  Mas Dikontole berkutat dengan pikirannya sendiri. Namun akhirnya Mas Dikontole mampu menarik benang merah dari semua pemahaman baik agama maupun kaum spiritualis.

Teologi Islam mengakui adanya fenomena bahwa setiap diri diciptakan berpasangan. Saya akan berpijak dari sini. Maka dalam setiap kelahiran manusia selalu saja ada dua pasangan bayi yang dilahirkannya.  Manusia akan melahirkan bayi sebagaimana bayi  manusia biasa dan di sisi lainnya adalah pasangannya yaitu bayi (ghaib). Bayi ghaib ini diberikan tanda kutip terlebih dahulu. Dari golongan apakah bayi ini, termasuk golongan Jin kah atau lainnya. Baik nanti kita ulas tersendiri. Maka pemahaman antara Islam dan Kejawen tidak bertentangan.

Kedua bayi ini benar-benar kembar identik. Seperti pasangan siang dan malam. Panas dan dingin. Positip dan negatip. Keduanya saling mengisi dan juga saling tarik menarik. Mereka besar berbarengan layaknya bayi-bayi biasa. Apa yang dimakan saudaranya dimakan pula oleh saudara lainnya. Apa yang disuka saudaranya disuka pula oleh saudara lainnya. Mereka dalam tubuh yang satu, namun hakekatnya dua  jiwa.

Mereka berdua begitu  seterusnya, mereka belajar ilmu bersama, mereka mengolah batin bersama, mereka menikah bersama. Jika saudara kembarnya yang manusia belajar kesaktian, maka dia pun belajar juga, sehingga mereka memiliki ilmu yang sama. Pendek kata apapun yang dilakukan manusia, maka dia pun mampu melakukannya. Mereka menyerap apapun yang dipelajari saudaranya. Masalah muncul ketika memasuki pemahaman spiritual mengenai hakekat ketuhanan.

Ketika raga mati, maka kedua saudara ini akan berpisah.  Jika amal kebaikan mereka sedikit dan jiwa tidak mampu tenang saat kematiannya. Jiwa manusianya akan menuju kepada pengadilan azab kubur. Sementara jiwa saudaranya ini akan reinkarnasi.   Inilah hukuman bagi orang yang berdosa di dunia.

Namun jika sebaliknya. jika saat meninggal jiwa mampu tenang, jika amal kebaikannya bagus, tingkat spiritualnya tinggi. Maka jiwa manusia-nya akan seperti ditidurkan saja dan akan dibangunkan saat hari pembalasan nanti. Sementara saudaranya yang satunya lagi akan menuju ke kahyangan tempat tinggal mereka di dunia. Biasanya tempat-tempat mereka di puncak-puncak gunung yang indah. Kadang mereka sering kangen melihat anak keturunannya yang ada di dunia.

Jika manusia amalnya jelek. Maka saudara kembarnya ini, harus menanggung karma, dia harus mengalami penyucian jiwa lagi di kehidupan berikutnya, dengan raga barunya, dia yang akan mengalami reinkarnasi. Dan akan terus begitu sampai dia berhasil moksa, atau pulang menuju ke kahyangan.

Tak jarang akibat jiwa rendahnya, bahkan saking rendahnya, mereka harus menjalani reinkarnasi di batu, pohon, pada binatang, dan lain sebagainya. Bagaimana keadaan saat kematian mereka itulah yang akan memberikan perbedaan besar.  Objek berfikir mereka kemana kita ruh mereka ditarik. Jika objek berfikir ke binatang maka mereka akan reinkarnasi menjadi binatang. Sungguh keadaan saudaranya ini mengenaskan sekali. Dia harus berjuang sendiri untuk terbebas dari siklus karmanya.

Sementara jiwa manusianya harus menghadapi alam kubur. Kedua saudara ini sama-sama menempuh jalannya masing-masing setelah meninggal. Namun tanggung jawab terbesar adalah pada jiwa manusia. Sebab jika saudara kembarnya ini nantinya merajelala kembali setelah reinkarnasi, jiwa manusia-nya tetap akan memikul beban dosa-nya. Hal ini disiyaratkan oleh surah yasin;

“Sesungguhnya Kami menghidupkan orang-orang yang telah mati dan Kami menuliskan apa yang telah mereka  kerjakan dan bekas-bekas yang mereka tinggalkan. Dan segala sesuatu Kami kumpulkan dalam Kitab induk yang nyata (Lauh Mahfuhz)  (QS. Yassin; 12)

Al-Qur’an selalu up to date. Pernyataannya akan berlaku untuk waktu dahulu, waktu sekarang ini ataupun waktu kejadian nanti baik di dunia maupun di akherat. Hukum-hukum ini tetap tidak akan berubah. Maka dengan pemahaman ini, kita akan mampu memaknai bahwa ada entitas manusia yang di hidupkan kembali setelah mati (reinkarnasi). Masalahnyanya entitas yang mana? Karena ayat tersebut  menggunakan satu kata ganti saja , yaitu ‘orang-orang’.

Nah, dari rangkaian pemahaman yang ada, menjadi jelas sekarang siapakah yang reinkarnasi dari dua saudara tersebut. Dari pemahaman Mas Dikontole, ayat ini  menerangkan bahwa jiwa  satunya akan terus di hidupkan, menjalani reinkarnasi. Menjalani karma atas perbuatan sewaktu di dunia. Sementara jiwa yang manusia-nya lah yang akan dimintai pertanggung jawaban atas bekas-bekas yang nanti ditinggalkan oleh saudara ghaibnya ini.  Semua perbuatan dua saudara ini akan di catat di dalam kitab yang nyata.

Maka dengan memaknai seperti ini, nampak tidak ada kerancuan dalam pemahaman di agama satu dan yang lainnya. Walohualam.

Berdasarkan uraian ini, sudah dapat kita tarik kepada masa sekarang. Bahwasanya  Orang-orang masa lalu adalah merupakan entitas  kembar  leluhur. Bukan hakekat sejati dari leluhur manusia tersebut. Mereka adalah jiwa kembar pasangan ghaib leluhur yang harus menjalani karma. Untuk menyelesaikan siklus karmapala-nya. Maka karenanya mereka reinkarnasi.

Mereka semua harus melakukan amal kebaikan. Untuk memperbaiki kesalahan-kesalahan mereka di masa lalu. Maka bagi manusia yang ‘dititisi’ oleh orang masa lalu, mempunyai kewajiban cukup berat, selain untuk dirinya sendiri, dia juga harus  membantu mereka, mengajarkan kebaikan,  agar  mereka semua bisa kembali ke kahyangan. Tidak kembali kepada siklus karma-nya. Sungguh kasihan sekali leluhur-leluhur mereka itu. Maka dalam setiap kedatangan mereka, sering membawa kesedihan yang luar biasa hebatnya. Selalu kesedihan yang luar biasa.

Maka dapat dimengerti kenapa orang-orang masa lalu sangat berkepentingan atas keselamatan anak cucunya ini. Sebab mereka membutuhkan raga mereka untuk menjalani takdir mereka, dalam siklus karmapalanya.

Suatu hubungan yang bersimbiosis mutualisme. Manusia yang dititisi akan memiliki kemampuan sebagaimana leluhur mereka itu, jika mampu dioptimalkan maka akan sangat banyak manfaatnya, bagi diri manusia itu. Disisi sebaliknya maka manusia itu juga harus mampu menyucikan dirinya. Menjaga seluruh amal perbuatannya, sehingga orang-orang masa lalu mampu melakukan amal kebaikan juga. Dengan demikian mereka akan berhenti ber reinkarnasi.

Nah, akhir dari tulisan ini. Benarkah mereka termasuk golongan jin ?. Termasuk di manakah orang-orang masa lalu itu? Mas Dikontole tidak berani berspekulasi. Dunia ghaib penuh misteri. Yang jelas mereka bukanlah dari golongan jin seperti yang kita kenal. Dan mereka juga bukan dari golongan manusia sejati. Al-Qur’an hanya menyebutkan namanya QORIN. Suatu ras di antara jin dan manusia. Yang mampu memasuki alam jin dan manusia sama mudahnya. QORIN menjadi jahat atau baik tergantung kepada didikan manusia yang menjadi saudara kembarnya. Mas Dikontole menandaskan bahwa inipun dalam dimensi keyakinannya saja. Maka tidak perlu diperdebatkan siapa jati diri mereka.

Qorin yang sudah lulus menjalani reikarnasi menjadi manusia setengah Dewa, yang kadang mereka masih mau diundang dan  menampakan dirinya pada anak keturunannya. Mereka bertempat di kahyangan, masih di dunia. Di atas puncak-puncak gunung yang tak terjaga. Di Kalimantan salah satunya. Mereka akan turut membantu manusia, dalam keadaan tertentu. Nah, merekalah yang akan turun, ikut membantu sang Sabdo palon. Raja Danyang Gunung se-Nusantara. Maka akibatnya alam akan bergolak, mencari keseimbangan baru. Bumi akan mengalami penyucian, maka tidak akan lama lagi akan banyak air tergenang di mana-mana (banjir) dalam tahun 2012 ini. Bumi akan berguncang di beberapa tempat, dan gunung-gunung menunjukan sikap tak bersahabat lagi dengan manusia.  Itulah wangsit yang diterima Mas Dikontole dari leluhurnya.

Wallohualam

salam

KOMPASIANA ADALAH PLATFORM BLOG, SETIAP ARTIKEL MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Atlantis in the Java Sea

A scientific effort to match Plato’s narrative location for Atlantis

Sembrani

Membahas ISU-ISU Penting bagi Anak Bangsa, Berbagi Ide, dan Saling Cinta

Wirdanova

+62811-813-1917

aawanto

The greatest WordPress.com site in all the land!

Covert Geopolitics

Beyond the Smoke & Mirrors

Catatan Harta Amanah Soekarno

as good as possible for as many as possible

Modesty - Women Terrace

My Mind in Words and Pictures

Kanzunqalam's Blog

AKAL tanpa WAHYU, akan berbuah, IMAN tanpa ILMU

Cahayapelangi

Cakrawala, menapaki kehidupan nusantara & dunia

religiku

hacking the religion

SANGKAN PARANING DUMADI

Just another WordPress.com site

WordPress.com

WordPress.com is the best place for your personal blog or business site.

%d blogger menyukai ini: