1 Komentar

Nusantara Basis Pertama Peradaban Umat Manusia

Nusantara Basis Pertama Peradaban Manusia

Oleh: Agus Taruna Jaya

Nusantara, negeri terakhir yang dihuni mahluk purba, dan negeri pertama yang dihuni manusia pertama.

Saya sengaja membedakan antara mahluk purba dengan manusia, agar tidak terjadi kerancuan semantik. Bahwa yang sering disebut-sebut sebagai manusia purba pra sejarah, pantasnya disebut mahluk purba. Sehingga kita bias membedakannya dengan manusia pertama, yang diyakini diawali dari Adam.

1. Mahluk Purba

Mahluk purba banyak ditemukan oleh ilmuwan berupa fosil, yang tersebar dibeberapa belahan bumi ini. Masa mahluk purba, dibagi menjadi tiga:

  • Zaman batu tua; Paleolitikum, (1 jt – 600.000 SM)
  • Zaman megalitikum, (500.000 SM) dan
  • Zaman batu muda; Neolitikum. (90.000 – 50.000 SM)

Mahluk purba paling muda, yakni dari kelompok Homo Sapiens, Homo Modernman, itu ditemukan di pulau jawa, tepatnya di Tulungagung. Dengan sebutan nama Homo Sapiens Wajakensis (Tulungagung).pada  45.000 tahun yang lalu.

2. “Manusia” Pertama (Adam)

Adam diyakini seluruh manusia –terutama yang beragama samawi—sebagai manusia pertama, yang ada di muka bumi ini. Adam diciptakan Tuhan, sebagai pemimpin atau wakil Tuhan untuk mengurus bumi. Mengenai kasus Adam melanggar buah larangan, kemudian dijatuhkan ke bumi sebagai sangsi sebuah dosa. Sebenarnya hanya berupa pelajaran berharga pada manusia agar mau mentaati apa yang diperintahkan Tuhan. Tanpa pelanggaran tersebut pun, rencana awal penciptaan Adam oleh Tuhan, jelas bukan untuk hidup kekal di surga, melainkan untuk menjadi khalifah/pemimpin/wakil Tuhan, di muka bumi. Tanpa melanggar mendekati buah larangan, Adam pasti akan diturunkan ke bumi. Karena memang itu tujuan Adam diciptakan.

Yang kemudian muncul pertanyaa, kapan Adam diciptakan?

Kapan Adam diturunkan ke bumi?

Di mana Adam pertama kali diturunkan ke bumi?

Dalam kitab-kitab agama samawi seperti Talmud (Yahudi), dan Holly Bible (Kristiani), serta Veda (Hindu), mencatat usia manusia pertama pertama kali ada di bumi ini sekitar 3.000 – 4.000 sebelum Masehi. Kristiani dengan tegas menuliskan bahwa Adam diciptakan pada tahun 4.026 sebelum Masehi. (Baca buku All Scripture is Inspired of God edisi 1963, halaman 292-296. Hasil studi International Bible Students Asociation – New York).

Upa-Purana, kitab suci agama Hindu mencatat, kalau tahap Kaliyuga, bermula ada pada tahun 3.094 sebelum masehi. (Baca Historians History of Word 1926, hal. 493-494)

Hanya kitab suci Al-Qur’an, yang tidak memberikan perincian tahun pertama Adam tercipta. Sehingga terbebas dari perdebatan dan multitafsir. Al-Qur’an hanya mencantumkan planning Tuhan akan menciptakan ‘Khalifah’ di bumi ini. (lihat QS.02:30), kemudian diprotes oleh Malaikat; “Bukankah mereka suka sekali merusak dan menumpahkan darah?” Dijawab dengan otoritas “Inni a’lamu ma-la ta’lamun”; kalian tahu apa, AKU lebih Maha Tahu, apa yang tidak kalian ketahui.

Pernahkah terbersit pertanyaan, darimana Malaikat bersikap ‘Sok tahu’ kalau manusia yang akan diciptakan Tuhan itu, akan melakukan kerusakan dan pertumpahan darah di bumi? Jelas ini bukan semata asal protes tanpa dasar.

Protes malaikat disertai bukti empiris, bahwa sebelumnya, mereka melihat secara live, sudah ada kehidupan mahluk di bumi ini yang berlaku seperti itu. Melakukan kerusakan dan pertumpahan darah. Mereka itulah yang kita sebut ‘Mahluk purba’ yang punah pada 45.000 tahun sebelum Masehi. Jadi, protesnya Malaikat karena pernah menyaksikan langsung, bukan menghayal atau menduga-duga, tapi memang benar terjadi di bumi ini, yaitu pada masa zaman mahluk purba.

Usia Adam diperkirakan 930 – 1.000 tahun. Sedangkan Hawa diciptakan ketika Adam berusia 130 tahun. Berarti, Adam dan Hawa diturunkan ke bumi ini, diperkiran Adam busia sudah 150 tahun, atau lebih.

Selama 930 tahun, sangat tidak mungkin jika Adam dan Hawa hanya tinggal di suatu tempat saja. Mereka pasti melakukan perpindahan, dan memiliki keturunan yang cukup banyak. Untuk anak Adam-Hawa, kurang lebbih ada 40 anak kembar (laki-laki dan perempuan).

Anak-anak Adam adalah: Cayn/Qabil dan saudara perempuannya (ikrima), Abel/Habil dan Labuda, Ashut dan saudara perempuannya. Seth/Syits dan Hazura, Ayad dan saudara perempuannya, Balagh dan saudara perempuannya, Athati dan saudara perempuannya, Tawbah dan saudara perempuannya, Darabi dan saudara perempuannya, Hadaz dan saudara perempuannya, Yahus dan saudara perempuannya, Sandal dan saudara perempuannya, Baraq dan saudara perempuannya. Total keseluruhan anak Adam sejumlah 40 anak kembar. (Riwayat dari Ibnu Humayd, Salamah, Ibnu Ishaq).

Dari jumlah anak yang banyak tersebut, kemudian drama pembunuhan pertama kali terjadi antara Qabil terhadap Habil. Penulis tidak akan membahas tentang kisah pembunuhan pertama itu, tapi ada hal penting lainnya, dari keturunan mereka semua (anak-anak Adam yang 40 pasang itu), yang paling kuat adalah dari keturunan Set/Syits. Syits lah yang berhasil membalas kematian Habil, atas perintah Adam, Qabil pun ditangkap dan mati di Mesir. Ketika akan dikuburkan, Iblis menyuruh pengikut Qabil untuk membuat ramuan pengawet, dan memasukan Qabil ke dalam peti, kemudian tiap tahun diadakan pemujaan terhadapnya. Dari situ,mulai dikenal istilah mumi bagi bangsa Mesir kuno. Bukan Firaun yang pertama kali dimumikan, melainkan Qabil manusia pertama yang jasadnya dimumikan.

Syits memiliki wajah yang mirip sama dengan Adam. Dalam agama Islam, Set/Syits termasuk juga seorang nabi, namun tidak dimasukan dalam 25 nabi yang wajib diimani. Syits, menerima 50 shaf kitab, dan diturunkan semua ilmu Adam kepadanya. Dari keturunan Set/Syits inilah, berkembang manusia beragama (para Nabi) dan manusia petapa (para Dewa).

Setelah Adam diciptakan, dan diturunkan ke bumi ini sebagai khalifah / pemimpin / mandataris Tuhan di muka bumi. Adam diturunkan pertama kali menginjakan kakinya di negeri yang disebut Al-HIND, yakni Hindia, atau Nusantara, tepatnya di pulau Jawa bagian barat, atau di tataran sunda.

Kita lihat hasil penelitian ilmuwan dan sejarawan, umumnya menunjukan Adam pertama kali diturunkan di Srilangka, sebuah pulau di sebelah utara Samudera Hindia di pesisir tenggara India. Dengan alasan di sana ada telapak kaki raksasa, yang diperkiran adalah kaki nabi Adam.

Namun, tidak diketahui usianya tahun berapa telapak kaki itu ada. Yang bisa saja benar itu telapak kaki Adam, tapi bukan berarti Adam pertama kali diturunkan di sana. Karena setelah diturunkan ke bumi, Adam mencari istrinya Hawa yang diturunkan di Marwa (Turkmenistan). Agamawan menyebutkan kurang lebih waktu yang diperlukan oleh Adam selama 40 hari hingga bisa bertemu kembali dengan Hawa di Makah.

Setidaknya, telapak kaki Adam di pegunungan Srilangka tersebut bisa menyatukan keyakinan dari semua agama samawi di dunia. Yahudi, Hindu, Budha, Kristen dan Islam, semua percaya akan adanya nabi Adam. Meski orang Hindu lebih memuja kepada Dewa Syiwa. Karena dari keturunan Adam banyak yang menjadi Dewa-dewa yang kemudian dipuja oleh agama Hindu.

Dalam literasi agama Islam, sebuah hadits menyebutkan bahwa nabi Adam diturunkan di negeri bernama Al-Hind, disebut juga Hindia, atau Nusantara, lebih tepatnya lagi di pulau jawa sebelah barat, atau ditanah pasundan.

Dari Abu Hurairah ra, berkata : “Bahwa Nabi SAW, telah menjanjikan kepada kami tentang perang yang akan terjadi di AL HIND. Jika saya menemukan peperangan itu maka saya akan korbankan diri dan harta saya. Ketika saya terbunuh, maka saya akan menjadi salah satu syuhada yang paling baik dan jika saya kembali (dengan aman), maka saya (Abu Hurairah ra) adalah orang yang terbebas (dari neraka). (HR. An Nasai)

Dari Ali Ra, mengatakan “Bahwa dua lembah yang paling baik dikalangan manusia adalah lembah yang ada di MEKKAH dan lembah yang ada di AL HIND, dimana Nabi Adam as. diturunkan. Di dalam lembah itu ada satu bau yang wangi, yang darinya bisa membuat kamu jadi wangi”.

Bau wangi khas itu dari pohon gaharu, yang getahnya dijadikan menyan oleh tetua kita sebagai pengharum ruangan. Bahkan pada masa nabi, kerajaan di Indonesia sudah memberikan makanan JAHE kepada Rasul dan sahabat.

Dari Abu Sa’id Al Khudri ra. mengatakan : “Bahwa seorang raja dari AL HIND telah mengirimkan kepada Nabi Muhammad SAW, sebuah tembikar yang berisi jahe. Lalu Nabi SAW, memberi makan kepada sahabat-sahabatnya sepotong demi sepotong dan Nabi SAW pun memberikan saya sepotong makanan dari dalam tembikar itu”. (HR. Hakim)

Nabi Muhammad ada pada tahun 570 M sama dengan keberadaan kerajaan-kerajaan Hindu di Nusantara seperti; Kerajaan Tarumanagara di jawa barat, Kerajaan Kalingga di jawa tengah , Kerajaan Kanjuruhan di jawa timur, Kerajaan Sawerigading di Sulawesi. Ketiga kerajaan itu ada pada tahun 500-600 Masehi.

Sedangkan kerajaan Hindu pertama di Nusantara adalah kerajaan SALAKANAGARA di Banten, tepatnya di kabupaten Pandeglang sebagai ibukotanya. Yang luas kekuasaannya meliputi banten dan jawa barat, sampai Cirebon, dan sebagian pulau sumatera dikuasai Salakanagara, yang kemudian berganti menjadi kerajaan Tarumanegara (345 M) beribukota di Bekasi.

Sebelum ada kerajaan pertama itu (Salakanagara) di Nusantara, jauh sebelum Masehi sudah berkembang banyak masyarakat asli sunda banten keturunan dari nabi Adam, yang mengajarkan nama-nama benda, dengan metoda suku kata; “Hanacarakadatasawalapadajayanyamagabathanga” untuk mempermudah mengenal nama-nama benda (Qs.2:31). Yang kemudian disebut kitab Sastra Jendra Rahayu Pangruwating Diyu. Penguasaan ilmu bahasa itu masih berupa kalam (ucapan/hapalan) belum mengenal tulisan, dan sudah membuat peradaban kuno di sunda sezaman dengan Mesir kuno sebelum masehi, yang letaknya di gunung Padang – Cianjur.

Peradaban manusia modern seperti piramida di Mesir kuno, pra kerajaan hindu di Nusantara, sudah ada peradaban terbesar di gunung Padang – Cianjur yang berusia lebih tua 15.250 SM.

Sebelum masehi, masyarakat sunda – jawa sudah berkembang pesat, dengan keyakinan monoteisme. Hal ini kerap dikaitkan dengan ajaran dari Adam, yang diyakini orang Sunda sebagai manusia pertama yang ada di Sunda. Dan juga berhubungan kuat dengan ajaran tauhid dari nabi Ibrahim (Islam), Abraham (Yahudi-Kristen), Brahma (Hindu). Yang memulai ajarannya pertama kali di daratan Mesopotamia (Irak) atau di lembah sungai Eufrat. Mesopotamia merupakan peradaban tertua di dunia yang sudah ada pada 10.000 tahun sebelum Masehi. Setelah itu Mesir Kuno (kota Firaun dan nabi Musa), dan Persia (kota nabi Daud dan Sulaiman).

Sebelum ajaran Tauhid Ibrahim menyebar luas menjadi agama samawi, di tataran Sunda, sudah lebih dulu dikenal keyakinan monoteisme; Sunda Wiwitan dan Kejawen.

Kita bisa lihat dari literatur dan keyakinan orang jawa (jatim-jateng) berkeyakinan ‘Kejawen” (kejawaan, kejiwaan), yang menuhankan Tuhan Semesta Alam dengan sebutan Sang Hiyang Widhi, atau Hiyang Dumadi. Dan di masyarakat sunda, sudah memegang keyakinan akan kepercayaan terhadap nabi Adam sebagai manusia pertama di tataran sunda, dengan keyakinan “Sunda Wiwitan” yang bermakna Di tanah Sunda pertama kali ada. Dengan menuhankan satu tuhan yakni Sang Hiyang Kersa (Pencipta/Yang Maha Agung), atau Nu Ngersakeun (Yang Menghendaki). Dia juga disebut sebagai Batara Tunggal (Tuhan yang Maha Esa), Batara Jagat (Penguasa Alam), dan Batara Seda Niskala (Yang Gaib).

Salah satu masyarakat peninggalan sejarah dari zaman nabi Adam pertama ada ini, adalah orang Baduy. Masyarakat Baduy merupakan masyarakat yang dilestarikan oleh kerajaan Banten Lama (sebelum Banten Islam-Maulana Hasanudin) lebih dulu ada Banten lama dengan rajanya yang dikenal dengan gelar Prabu Pucuk Umun, yang semuanya menganut keyakinan “Sunda Wiwitan”.

4. Mahluk Purba VS Manusia Pertama (Adam)

Melihat fakta sejarah di atas, dapat kita lihat, ada jurang menganga antara masa zaman keberadaan “Mahluk Purba” dengan “Manusia Pertama”.

> Mahluk Purba, Punah 45.000 tahun yang lalu. (paling muda).

> Manusia pertama (Adam) diciptakan Tuhan menurut beberapa literatur:

– Kitab Upa-purana – 3.094 tahun yang lalu

– Talmud Yahudi – 4.000 tahun sebelum masehi

– Holly Bible – 4.026 tahun sebelum masehi

– Sejarawan dan Ilmuwan modern – 9.000 – 10.000 tahun sebelum masehi (Peradaban Mesopotamia tertua)

– Penemuan Plato yang menulis tentang Peradaban Sundalandia di Benua Atlantis Nusantara tepatnya di laut jawa, dalam bukunya Timaeus dan Critias (360 SM). Atlantis Sundaland sudah ada sejak 11.600 tahun sebelum masehi.

  • Situs gunung Padang dan Sundalandia selain sebagai pusat benua Atlantis (11.600 – 15.250 SM), di dalamnya ditemukan peradaban Piramida terbesar dan tertua di dunia, yakni gunung Padang di Cianjur (Pa – Da – Hyang). Dan yang terbaru hasil riset penelitian ilmiah adalah, adanya peradaban tertua di dunia di tataran Sunda, pulau jawa. Tepatnya di Gunung Padang – Cianjur.

Dengan ditemukannya situs piramida terbesar melebihi Mesir Kuno. Situs piramida gunung Padang diperkirakan ada pada 11.000 – 15.250 tahun sebelum Masehi. Ini menjadi paradaban manusia tertua dan terbesar di dunia, mengalahkan Mesopatamia, dan Mesir, yang selama ini diagungkan sebagai peradaban manusia tertua. Di tanah sunda lah peradaban manusia pertama ada, karena Adam turun ke bumi di tanah Sunda, dan keturunannya, membangun peradaban di Sunda. (Bacaan)

Jadi, jika melihat dari peradaban Mesopotamia, ada jarak yang menjadi jurang menganga antara Mahluk purba dengan Manusia pertama, kurang lebih 35.000 tahun (30 Abad).

Jika mahluk purba punah di masa 45.000 SM, dan Peradaban manusia pertama dimulai di gunung Padang yang berusia 15.000 SM. Berarti ada jurang menganga sekitar 30.000 tahun, atau 30 Abad lamanya, bumi dalam kekosongan setelah kepunahan Mahluk purba.

4. Peradaban Manusia

Jika peradaban Mesopotamia di lembah sungai Eufrat dianggap sebagai peradaban tertua, sangat kurang tepat, karena seringkali dinisbatkan kepada masa adanya nabi Ibrahim as., Mesir kuno dinisbatkan pada masa nabi Musa as., lantas manusia sebelum nabi Ibrahim sampai Adam apakah mereka tidak membuat peradaban?

Dalam silsilah keturunan para nabi, setelah Adam, anaknya  Set / Syits melahirkan dua generasi, yakni generasi para nabi, dan generasi para dewa. Generasi para nabi setelah Syits yaitu Nabi Idris, dan nabi Nuh. Baru setelah itu kepada nabi Ibrahim. Berarti, sebelum ada peradaban Meopotamia di masa Ibrahim as. Sebelumnya sudah ada peradaban di masa Nuh, Idris, Syits dan Adam. Tentu masa usianya harus lebih tua dari peradaban Mesopotamia (7000-1.000 SM). Dan itu hanya ada di benua Atlantis, benua yang hilang dan tenggelam di masa nabi Nuh. Yang oleh Plato ditulis rinciannya dalam buku Timeous and Critas, dan dibenarkan oleh para peneliti lebih dari 50 tahun dalam banyak buku.

Hal ini mempertegas eksistensi benua Atlantis benar berada di Nusantara, Sundalandia merupakan tempat kebudayaan manusia pertama, dari masa nabi Adam sampai nabi Nuh. Hingga akhirnya benua ini tenggelam, dan menjadi kepulauan di Indonesia meliputi ; Semenanjung Melayu, P. Sumatera, P. Jawa, dan P. Kalimantan. Plato tidak berbohong, dan kita tidak boleh menutupi sejarah manusia di dunia berawal dari Sundalandia (Indonesia) yang sudah ada lebih awal 11.600 – 15.250 SM. https://www.youtube.com/watch?v=I-vJU_JQMGE&t=916s

Salah satu peradabannya yang masih tertimbun adalah piramida gunung Padang (Pa-Da-Hyang) di Cianjur Jawa Barat. Dari hasil penelitian para ahli ditemukan usia carbon di sana sudah ada sejak 11.000 – 25.000 SM. Inilah, peradaban dunia pertama, sekaligus peradaban manusia pertama kali ada, pada zaman nabi Adam, Syits, Idris, dan Nuh.

Peradaban dunia bila di rinci berurut sebagai berikut:

  • Sundalandia (Indonesia), termasuk gunung Padang di Cianjur. (11.600 – 15.250 SM) Zaman nabi Adam, Syits, Idris, dan Nuh. Hingga terjadinya banjir.
  • Masa skala waktu geologi Holosen (10.000-11.430 SM), disebut juga sebagai “Kala Alluvium”. Masa sebagian besar es di kutub sudah mulai lenyap sehingga permukaan air laut naik lagi. Tanah-tanah rendah di daerah paparan sunda dan paparan sahul tergenang air dan menjadi laut transgresi. Hingga muncullah pulau-pulau di nusantara.
  • Mesopotamia di Irak (7000  – 10.000 SM), zaman nabi Ibrahim
  • India Kuno, Mohenjodaro – Pakistan (6.000 SM), zaman para dewa keturunan nabi Syits dari Anwar.
  • Mesir Kuno, Sungai Nil (3.150 SM) Zaman nabi Musa as.
  • MesoAmerika, di Meksiko (1.200 – 5.100 SM)
  • China, (2700 SM) bahwa Kaisar Kuning, Dinasti Xia
  • Yunani kuno, peradaban Minoan (2700 SM – 1500 SM) Zaman nabi Daud
  • Persia (1.000 – 530 SM) Zaman Raja Solomo / Sulaiman

Candi Borobudur disinyalir salah satu buah peradaban nabi Sulaiman di negeri Saba’ (Wonosobo). Salah satu bukti paling kuat ditemukannya surat dari Nabi Sulaiman bertuliskan “Bismilllahirrahmanirrahim” di atas sebuah plat emas di dalam kolam pemandian Ratu Saba’ (Ratu Boko) di daerah Sleman, Jawa Tengah. (Dalam Buku Borobudur & peninggalan Nabi Sulaiman –  Fahmi Basya). Dan seterusnya, hingga sekarang.

5. Kesimpulan

Dari penjelasan di atas, dan referensi sejarah juga peradaban manusia, penulis meyakini bahwa nabi Adam diturunkan ke bumi tepatnya di Al-Hind, Sundalandia benua Atlantis yang hilang, di pulau jawa, dengan keadaan alam seperti surganya dunia.
  • Peradaban manusia pertama kali ada di Benua Atlantis yang tenggelam yaitu Sundalandia yang menjadi negeri pertama tempat peradaban manusia pertama (11.600 – 15.250 SM). Pada zaman nabi Adam (930 tahun), Syits (912 tahun), Idris (865 tahun) dan Nuh ( 950 tahun). Hingga banjir, pada saat masuk skala waktu geologi Holosen. Sundalandia, berubah jadi kepulauan Melayu, Sumatera, Jawa, Kalimantan.
  • Diperkirakan Adam diciptakan oleh Tuhan pada abad ke-16 SM atau 15.500 SM. Diturunkan di Al-Hind, negeri Sundaland, di benua Atlantis. Atau di tataran Sunda.
  • Ditemukannya situs gunung Padang (Pa-Da-Hyang) di Cianjur yang cukup tua dari semua peradaban yang ada di dunia. Gunung Padang dijadikan tempat ritual ibadah dan juga peradaban manusia modern yang sudah ada 11.000 lebih SM. Bisa jadi, gunung Padang termasuk dalam peradaban Sundalandia benua Atlantis yang tenggelam di laut jawa. (11.600 – 15.250 SM) Di mana awal pertama kali Adam diturunkan ke bumi, dan berkembangnya anak-cucunya sampai zaman nabi Nuh.
  • Adanya kenyakinan “Sunda Wiwitan” pada masyarakat asli Sunda – Banten, yang menyakini akan keberadaan nabi Adam sebagai manusia pertama yang pertama kali ada di tanah Sunda. Dan mengajarkan keyakinan monoteis, terhadap Tuhan Semesta Alam. Mereka menyebutnya Sang Hyang Reksa (Yang Maha Kuasa/Agung/Pencipta). Juga, keyakinan orang jawa dengan kejawen (kejawaan/kejiwaan)

Dengan begitu, penulis menyimpulkan bahwa Nusantara, tepatnya tataran Sundaland merupakan tempat pertama nabi Adam sebagai manusia pertama diturunkan ke bumi oleh Tuhan Semesta Alam. Menggantikan zaman kepunahan mahluk purba. Di Sundalandia lah peradaban manusia pertama dimulai, dengan berdirinya negeri Atlantis yang pernah digambarkan oleh Plato dalam bukunya. Maka peradaban manusia tertua bukan lagi di Mesopotamia atau Mesir, melainkan di Indonesia.

Dan hal ini perlu terus dikaji ulang, diberi perhatian lebih, terutama oleh pemerintah untuk terus mensuport dan mendanai penelitian di gunung Padang-Cianjur. Hingga dunia benar-benar yakin dan percaya, bahwa Nusantara merupakan basis utama peradaban manusia di dunia.

Agus Taruna Jaya (Penulis adalah Sosiolog dan pecinta Sejarah)

Senin, 15-16 Mei 2017

https://www.kompasiana.com/agustarunajaya/591ad3af4ff9fda527c49e26/nusantara-basis-pertama-peradaban-manusia?page=all

 

Iklan

One comment on “Nusantara Basis Pertama Peradaban Umat Manusia

  1. ANTARA BOGOR – BATU HAJAR ASWAD – NABI ADAM

    Tah di dinya, ku andika adegkeun eta dayeuhlaju ngaranan Bogor
    sabab bogor teh hartina tunggul kawung
    Ari tunggul kawung
    emang ge euweuh hartina
    euweuh soteh ceuk nu teu ngarti
    Ari sababna, ngaran mudu Bogor
    sabab bogor mah dijieun suluh teu daek hurung
    teu melepes tapi ngelun
    haseupna teu mahi dipake muput
    Tapi amun dijieun tetengger
    sanggup nungkulan windu
    kuat milangan mangsa
    Amun kadupak
    matak borok nu ngadupakna
    moalgeuwat cageur tah inyana
    Amun katajong?
    mantak bohak nu najongna
    moal geuwat waras tah cokorna
    Tapi, amun dijieun kekesed?
    sing nyaraho
    isukan jaga pageto
    bakal harudang pating kodongkang
    nu ngawarah si calutak
    Tah kitu!
    ngaranan ku andika eta dayeuh
    Dayeuh Bogor!
    ——————————————————————–
    Asal usul Nama Bogor/Tunggul Aren (Siloka)
    1. Di tempat itu, dirikanlah olehmu sebuah kota, lalu beri nama Bogor, sebab bogor itu artinya tunggul aren.
    2. Tunggul aren itu, memang tak ada artinya, terutama bagi mereka yang tidak paham.
    3. Sebabnya harus bernama Bogor? sebab bogor itu dibuat kayu bakar tak mau menyala, tapi tidak padam, terus membara, asapnya tak cukup untuk “muput”.
    4. Tapi kalau dijadikan penyangga rumah, mampu melampaui waktu, sanggup melintasi zaman.
    5. Kalau kaki menyenggol, bisa membuat koreng yang menyenggolnya, membuat koreng yang lama sembuhnya.
    6. Kalau tertendang? bisa melukai yang mendangnya, itu kaki akan lama sembuhnya.
    7. Tapi, kalau dibuat keset? Semuanya harus tahu, besok atau lusa, bakal bangkit berkeliaran menasehati yang tidak sopan.
    8. Begitulah, beri nama olehmu itu kota, Kota Bogor.
    ———————————————————————-
    Batu Hajar Aswad

    1. Arti nomor 1 = Pendapat saya mengenai nama Bogor/Bokor memang karena adanya pengaruh bahasa arab, yaitu Bukhuur/Bakhuur = Dupa = Pohon Gaharu = Wangi. Sedangkan tentang tunggul aren (buahnya kolang kaling) adalah merupakan siloka dari batu Hajar Aswad yang seperti kolang kaling. Batu Hajar Aswad memiliki wangi yang alami semenjak awal keberadaannya.

    2. Arti nomor 3 = Beberapa sifat dasar Hajar Aswad, adalah terapung di air dan tidak pecah/tidak terpanaskan meskipun dibakar di nyala api.

    3. Arti nomor 4 = Batu Hajar Aswad adalah batu Surga yang menempel di dinding Baitullah (Rumah Allah) mampu melampaui ruang dan waktu dan sanggup melintasi zaman.

    4. Arti nomor 5 dan 6 = kalau menginjak-injak Hajar Aswad bisa kena azab Allah.

    5. Arti nomor 7 = kalau Hajar Aswad dihinakan oleh non muslim maka umat islam akan bangkit dan memerangi yang menghinanya.
    ————————————————————————
    Dalam literasi agama Islam, sebuah hadits menyebutkan bahwa nabi Adam diturunkan di negeri bernama Al-Hind, disebut juga Hindia, atau Nusantara, lebih tepatnya lagi di pulau jawa sebelah barat, atau ditanah pasundan. (Bayt al-Hikmah)

    Dari Ali r.a. Telah berkata : “Bumi yang paling wangi adalah tanah Al Hind, di sanalah Nabi Adam as. Diturunkan dan pohonnya tercipta dari wangi surga”. (Kanzul Ummal).

    Dari Ibnu Abbas r.a. telah meriwayatkan Ali Bin Abi Thalib ra. Telah berkata : “Di bumi tanah yang paling wangi adalah tanah Al Hind karena Nabi Adam as. telah diturunkan di Al Hind, maka pohon-pohon dari Al Hind telah melekat wangi-wangian dari surga.” (H.R. Hakim)

    Dari Ali Ra, mengatakan “Bahwa dua lembah yang paling baik dikalangan manusia adalah lembah yang ada di MEKKAH dan lembah yang ada di AL HIND, dimana Nabi Adam as. diturunkan. Di dalam lembah itu ada satu bau yang wangi, yang darinya bisa membuat kamu jadi wangi”.

    Bau wangi khas itu dari pohon gaharu, yang getahnya dijadikan menyan oleh tetua kita sebagai pengharum ruangan.

    Bukhuur/Bakhuur (Arab) adalah nama yang diambil dari bahasa Arab, berupa potongan-potongan kecil dari kayu beraroma/harum atau campuran bahan-bahan tradisional alami, dengan bahan utama kayu (Oudh nama yang berasal dari bahasa Arab untuk kayu Gaharu)

    Imam Bukhari menuliskan bahwa Oudh (kayu wangi yang dipakai sebagai bukhuur) dikenal menjadi aroma yang sangat baik untuk memperkuat tubuh dan pikiran. Nabi (SAW) bersabda: “Manjakan diri dengan dupa/Oud Al-Hind untuk memiliki penyembuhan tujuh penyakit”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Atlantis in the Java Sea

A scientific effort to match Plato’s narrative location for Atlantis

Sembrani

Membahas ISU-ISU Penting bagi Anak Bangsa, Berbagi Ide, dan Saling Cinta

Wirdanova

+62811-813-1917

aawanto

The greatest WordPress.com site in all the land!

Covert Geopolitics

Beyond the Smoke & Mirrors

Catatan Harta Amanah Soekarno

as good as possible for as many as possible

Modesty - Women Terrace

My Mind in Words and Pictures

Kanzunqalam's Blog

AKAL tanpa WAHYU, akan berbuah, IMAN tanpa ILMU

Cahayapelangi

Cakrawala, menapaki kehidupan nusantara & dunia

religiku

hacking the religion

SANGKAN PARANING DUMADI

Just another WordPress.com site

WordPress.com

WordPress.com is the best place for your personal blog or business site.

%d blogger menyukai ini: