Tinggalkan komentar

Tanah Wingit Nusantara

TANAH WINGIT NUSANTARA

“Dengarkan, Kaki, tanah Nusantara adalah tanah yang terbuka bagi pengajaran apa saja. Semuanya akan diterima di sini. Tak ada yang diutamakan atau dikesampingkan. Namun demikian, sesungguhnya Nusantara memiliki batur bangunannya sendiri. Jika pengajaran dari luar Nusantara hendak tegak dan berharap mampu memberikan kemakmuran bagi tanah Nusantara dan bagi seluruh penghuninya, maka pengajaran tersebut harus disesuaikan, diselaraskan, dileburkan dengan batur bangunan asli Nusantara!”

Dhawuh Janggan Sabda Palon kepada Syekh Lêmah Abang – dicuplik dari Buku Lêmah Abang Rumput Jawan Bertumbuh.

Nusantara memilili ciri khas sendiri, memiliki karakter sendiri, memiliki corak tersendiri. Manakala banyak agama dari luar Nusantara masuk ke Nusantara dan tidak mau melebur dengan keyakinan asli Nusantara, maka agama tersebut tidak akan bisa bertahan lama di Nusantara. Tengoklah agama Syiwa, Wishnu, Sakta yang tumbuh di sini, tidak akan dapat ditemukan keberadaan agama serupa di India sana yang keberadaannnya mirip dengan agama Syiwa, Wishnu, Sakta yang tumbuh di sini. Demikian pula dengan agama Buddha yang dulu berkembang di Nusantara, keberadaannya memiliki corak khas Nusantara, memiliki karakter tersendiri. Mau bukti? Masih tegak Borobudur dan bangunan-bangunan suci Buddhis masa Nusantara Kuno, ciri khas Nusantara tergurat abadi di sana. Oleh karenanya, keberadaan agama-agama tersebut masih tetap lestari hingga sekarang walau sudah tergolong minoritas. Demikian pula bagi agama Islam dan Kristen yang masuk ke Nusantara. Jika corak Nusantara asli tidak dimasukkan ke dalam nuansa kedua agama tersebut, maka keberadaan mereka tidak akan mampu bertahan lama tegak di Nusantara. Lagi-lagi silakan lihat ke sekeliling, Islam saat ini mendominasi Nusantara. Dan yang memiliki akar kuat hanya Islam NU sebagai model Islam yang bercorak Nusantara. Islam seperti inilah yang akan mampu berdiri kuat karena mencocoki dengan karakter tanah Nusantara. Islam model lain, hanya akan tumbuh sebentar, ramai, gaduh, dan akhirnya terbuang dari Nusantara.

Sebenarnya karakter tanah Nusantara ini tidak hanya berpengaruh bagi keyakinan dari luar Nusantara saja. Karakter ini juga berpengaruh bagi para calon pemimpin yang ingin mendaku sebagai penguasa seluruh Nusantara. Jika Anda ingin menjadi pemimpin Nusantara, maka tidak bisa tidak Anda harus membawa corak Kenusantaraan dalam keyakinan Anda. Jika Anda membuang corak Kenusantaraan dari keyakinan Anda, atau jika Anda tidak membuang corak Kenusantaraan namun berkompromi dengan kelompok yang menolak corak Kenusantaraan atau pula jika Anda malah lebih memilih aliran yang menolak kearifan lokal Nusantara sebagai keyakinan Anda, maka adalah lebih baik Anda tidak usah mencalonkan diri sebagai pemimpin Nusantara. Sebab sudah dapat dipastikan Anda akan gagal walau seribu kali berusaha untuk memenangi pertarungan politik tertinggi tersebut. Tanah Nusantara akan menolak dan akan membuang Anda. Tidak percaya? Silakan pelajari sejarah para penguasa Nusantara setidaknya semenjak runtuhnya Majapahit. Hanya mereka yang dicap sebagai tokoh Abangan saja yang selalu memenangi pergulatan politik tertinggi di sini. Mereka yang dicap sebagai tokoh Putihan, senantiasa ada dalam posisi kalah. Abangan adalah sebutan bagi kelompok yang mau menerima corak Kenusantaraan. Sedangkan Putihan adalah sebutan bagi kelompok yang menolak mentah-mentah corak Kenusantaraan. Sudah banyak terbukti, tokoh Abangan senantiasa beruntung dibandingkan tokoh Putihan dalam setiap pergulatan sengit memperebutkan kekuasaan tertinggi di sini, di Nusantara ini. Bahkan semenjak NKRI berdiri, semenjak pemilu pertama tahun 1955 dilangsungkan hingga Pemilu tahun 2019 sekarang, partai politik berbasis agama tak pernah sekalipun menjadi pemenang, mereka tidak pernah bisa mengalahkan partai berbasis nasionalis. Jika hendak di tarik mundur lagi ke masa kolonial Belanda, sudah terbukti pula bahwa kekuatan abangan lebih mampu untuk bertahan menghadapi gempuran kolonialis karena fleksibilitas yang mereka miliki. Mereka yang mendaku sebagai kelompok Putihan sudah hancur lebur terlebih dahulu tergilas kekuatan kolonialis. Fakta yang mencolok mata, sampai sekarang masih tegak berdiri Kesultanan Mataram yang bercorak abangan dan masih tetap memiliki kedaulatan tertentu walau sudah terpecah menjadi Kasunanan Surakarta, Puri Mangkunegaran, Kasultanan Yogyakarta dan Keraton Paku Alaman. Lebih mencolok mata lagi, pendiri Republik ini adalah sosok Abangan tulen.

Melihat kenyataan seperti itu, bagi negarawan yang hendak mempertaruhkan diri dalam pertarungan politik tertinggi di negeri ini, semestinya tidak gegabah untuk menampung golongan yang hendak menolak corak Kenusantaraan, yaitu golongan yang kebanyakan cenderung berkarakter radikal. Jika tetap nekad berkompromi dengan mereka, bisa dipastikan, negarawan seperti itu akan kalah walaupun mengaku sebagai tokoh Abangan sekalipun.

Damar Shashangka.
Bogor, 18 April 2019

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Atlantis in the Java Sea

A scientific effort to match Plato’s narrative location for Atlantis

Sembrani

Membahas ISU-ISU Penting bagi Anak Bangsa, Berbagi Ide, dan Saling Cinta

Nurul Wirda

0812-8267-9182

aawanto

The greatest WordPress.com site in all the land!

Covert Geopolitics

Beyond the Smoke & Mirrors

Catatan Harta Amanah Soekarno

as good as possible for as many as possible

Modesty - Women Terrace

My Mind in Words and Pictures

Kanzunqalam's Blog

AKAL tanpa WAHYU, akan berbuah, IMAN tanpa ILMU

Cahayapelangi

Cakrawala, menapaki kehidupan nusantara & dunia

religiku

hacking the religion

SANGKAN PARANING DUMADI

Just another WordPress.com site

WordPress.com

WordPress.com is the best place for your personal blog or business site.

%d blogger menyukai ini: