Tinggalkan komentar

Wajib Jihad di “Dunia Maya ataukah Dunia Realita”?

Dunia Maya ataukah Dunia Realita?

Imam Sayid Ali Khamenei,
“ Jika kita melalaikan perkara media sosial dan orang-orang mukmin pemilik bashirah tidak masuk area ini, bisa dipastikan kita akan dihancurkan berkeping-keping.”

Dalam kesempatan lain Imam Khamenei berkata,

“Media sosial di era sekarang ini adalah sebuah kekuatan lunak (Sofware) yang sungguh luar biasa dari berbagai dimensi. Diantaranya: Dimensi budaya, politik, ekonomi, gaya hidup, teologi dan akhlak.”

Beliau juga sering mengulang-ulang pentingnya dunia maya sebagai sarana luar biasa untuk memperkenalkan Islam Muhammadi. Beliau berkata,

“ Dunia maya dinamakan dengan dunia maya, namun pada hakikatnya bukan maya, melainkan realita dalam bentuk lain. (Digital)”

Penjelasan filosofisnya:

Dalam filsafat terdapat perdebatan terkait permasalahan “Ashalatul wujud” (Originality of the Existence/ Fundamentalitas eksistensi) dan “Ashalatul mahiyah” (Originality of the Essence/ fundamentalitas esensi) siapakah pemberi efek di alam realita ini. Sebagian berkata mahiyah (esensi) pemberi efek di alam realita ini, sebagian berkata wujud. (Eksistensi)

Esensi api ketika dilihat dari sisi esensi adalah api dan tidak membakar. Sebagaimana api didalam benak (Mind-mental) kita tidak membakar, membuktikan bahwa efek membakar berasal dari eksistensi, bukan esensi. Karena jika efek membakar dari esensi, maka ketika kita membayangkan api dalam benak kita, maka seharusnya ia membakar, namun realitanya tidak membakar.

Begitupula ketika kita mengambil photo api ekstensi luar yang membakar dan berpindah ke lokasi gallery HP kita, jika esensi api membakar, maka seharusnya HP kita yang menyimpan gambar (mahiyah-esensi) api terbakar pula. Untuk itu bisa dibuktikan bahwa api membakar dikarenakan eksistensi, bukan karena esensi.

Begitupula dunia maya, pada hakikatnya ia adalah entitas realita dikarenakan ia memiliki efek sebagaimana realita, untuk itu penamaan dunia maya tidaklah tepat karena esensi maya tidaklah memiliki efek sebagaimana api didalam benak kita tidak memiliki efek membakar, namun dunia maya yang kita rasakan memiliki efek luar biasa.

Untuk itu bisa dibuktikan bahwa dunia maya pada hakikatnya adalah dunia nyata dengan bukti memiliki efek sebagaimana hukum-hukum fundamental. (Ashalah) Karena realita, maka memiliki efek pahala dan dosa yang realita pula. *Untuk itu berkali-kali Rahbar Imam Ali Khamenei mengingatkan kita untuk ikut berkecimpung didunia realita ini -yang dianggap majasi oleh sebagian orang- karena berefek luar biasa yang mampu mempengaruhi akhirat kita pula. Jika lalai, kita hancur.*

Karena musuh selalu terjaga menghabisi kita dan kita masih tidur terlelap menganggap dunia maya dan media sosial sebagai lelucon belaka.

Abu Syirin Al Husein Hasan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Atlantis in the Java Sea

A scientific effort to match Plato’s narrative location for Atlantis

Sembrani

Membahas ISU-ISU Penting bagi Anak Bangsa, Berbagi Ide, dan Saling Cinta

Wirdanova

+62811-813-1917

aawanto

The greatest WordPress.com site in all the land!

Covert Geopolitics

Beyond the Smoke & Mirrors

Catatan Harta Amanah Soekarno

as good as possible for as many as possible

Modesty - Women Terrace

My Mind in Words and Pictures

Kanzunqalam's Blog

AKAL tanpa WAHYU, akan berbuah, IMAN tanpa ILMU

Cahayapelangi

Cakrawala, menapaki kehidupan nusantara & dunia

religiku

hacking the religion

SANGKAN PARANING DUMADI

Just another WordPress.com site

WordPress.com

WordPress.com is the best place for your personal blog or business site.

%d blogger menyukai ini: