Tinggalkan komentar

Tentang Air, Mukjizat Ilahiyah

Agus Pras menambahkan 8 foto baru.

5 jam · 

Tentang Air

Foto Agus Pras.

— Sebuah kebenaran baru lulus setelah melewati melalui tiga tahapan: pertama dikatakan bahwa itu tidak benar; kemudian dikatakan bahwa dia bertentangan dengan agama (keimanan), dan akhirnya dikatakan bahwa ‘kita sebetulnya sudah tahu dari dulu/sebelumnya’ (a new truth passes through three stages: it first says that it is not true, then that it is contrary to religion, and finally, that we knew it before).
Louis Agassiz (sebelum 1863). —

Jaman dulu, saat tabib atau dukun menjadi rujukan orang-orang untuk berobat atau meminta kesembuhan – mereka diminta meminum air putih yang sebelumnya dibacakan mantra-mantra atau doa atasnya. Dan kita dengan nada merendahkan, menganggap hal itu sebagai takhyul yang aneh. Kalaupun kemudian si pasien sembuh, itu karena sugesti dari dirinya sendiri setelah bertemu dengan sang dukun – bukan karena air yang dijapa mantra. Apakah memang betul demikian? Atau jangan-jangan air yang telah dijapa mantra memang menjadi lebih kerkhasiat? Atau itu hanya mitos saja?

Sekarang ini sering kita dengar tentang air ajaib, dengan dengan bentuk klaster tertentu – misalnya heksagonal, dan pH alkaline misalnya, yang memiliki kualitas superior dibandingkan dengan air biasa – sehingga dapat digunakan sebagai air kesehatan atau sebagai penyembuh. Atau air dengan kualitas istimewa, misalnya air zamzam.

Air, dalam bentuk curahnya bukanlah merupakan sekumpulan molekul-molekul tunggal yang saling terpisah dan saling cuek satu dengan yang lainnya. Dalam bentuk curah (bulk), antara molekul-molekul air saling bergandengan karena adanya ikatan lemah (disebut sebagai ikatan hidrogen) antar molekulnya, membentuk sekumpulan molekul yang disebut sebagai klaster molekul. Bentuk klister yang paling sederhana adalah bentuk dimer, atau rangkaian dua molekul air atau (H2O)2. Semakin banyak molekul2 air yang membentuk klaster, akan semakin kompleks bentuk klasternya dan memiliki probabilitas bentuk klister yang makin banyak. Klaster molekul-molekul air dapat membentuk struktur yang teratur dan indah (seperti yang tergambarkan dalam bentuk kristal es-nya), tetapi bisa jadi membentuk klaster tanpa struktur (acak/random). Lalu kapan molekul-molekul air membentuk klaster dengan struktur yang teratur dan indah, dan kapan klaster air berbentuk acak?

Gambar 1(a) dan 1(b) dibawah memberikan ilustrasi bagaimana kluster molekul-molekul air membentuk struktur yang teratur.
Bagaimana bentuk-bentuk klaster molekul air (yang setelah dibekukan secara mendadak akan tercetak sebagai bentuk kristalnya) sangat tergantung pada banyak hal, antara lain: kemurnian air (atau adanya zat-zat lain yang tercampur di dalam air), perlakukan fisik (misal: pengadukan) dan kondisi sekitarnya, serta paparan bagaimana bentuk gelombang suara yang dipaparkan kepadanya. Percobaan-percobaan kimatika (cymatics) menunjukkan bahwa struktur-struktur klaster yang teratur dan indah terbentuk pada air yang terpapar frekwensi gelombang tertentu. Paparan frekwensi gelombang periodik dan harmonik, misal dari melodi musik klasik, lantunan lagu-lagu indah, dan dari kata-kata baik yang keluar dari pikiran ‘positif’ (positive mind) – misalnya doa, litani, lantunan ayat-ayat suci, ucapan syukur dan terimakasih, serta puji-pujian, membentuk struktur-struktur unik yang berbeda.

Percobaan Dr. Emoto -yang meskipun ilmunya oleh sebagian ilmuwan dianggap sebagai sains-semu (pseudo-science)- secara kuat menunjukkan hal tersebut; dan semakin banyak orang melakukan percobaan-percobaan yang mirip menggunakan cairan atau media yang berbeda atau frekuensi gelombang yang berbeda-beda. Kimatika (cymatics) memperkokoh landasan ilmiah untuk menjelaskan fenomena ini. Pemahaman lebih mendalam akan peran suara terhadap struktur-struktur yang terbentuk, yang dipelajari dalam ilmu kimatika, memberikan pijakan ilmiah yang makin kuat terhadap percobaan Dr. Emoto. Beberapa ilustrasi pekerjaan Dr. Emoto dan peneliti-peneliti lain yang sejalan dapat dilihat pada Gambar 2(a) dan 2(b).
Perkembangan teknologi untuk membuat air (yang diklaim) lebih baik untuk kesehatan, dengan mengatur bentuk klasternya menjadi lebih kecil dan lebih teratur – pada saat ini sudah mencapai tahapan komersialisasi cukup masif. Ada beragam merek dagang air maupun mesin yang diklaim mampu membentuk molekul-molekul air dengan klaster mikro, atau molekul2 air dengan klaster heksagonal yang tersedia pada saat ini dengan segudang khasiatnya (Gambar 3).
Klaster heksagonal diklaim mampu untuk mengikat polutan dan toksin atau senyawa asing dalam air dengan lebih baik (ilustrasi pada Gambar 4, 5 dan 6). Disamping itu, air berklaster heksagonal mikro juga diklaim lebih mudah dijerap oleh jaringan tubuh karena ukuran klasternya yang lebih kecil dan tegangan mukanya (interfacial tension) lebih rendah, sehingga lebih baik dalam mentransfer nutrisi dan mengikat racun.
Beberapa ilmuwan membantah penjelasan-penjelasan tersebut, dengan argumentasi dan penjelasan yang juga mendalam, misalnya terkait dengan umur klaster terstruktur yang secara teoritis amat sangat pendek (ber-order pikodetik sd nanodetik) sehingga tidak mungkin klaster teratur itu dapat bertahan untuk jangka lama. Meskipun saya yakin apa yang ditawarkan tersebut berbasis dari hasil riset yang panjang, tetapi kita tetap perlu menyikapinya dengan kritis dan hati-hati – terutama yang terkait dengan kebenaran klaimnya. Disinilah letak kedewasaan dan kekuatan sains – setiap temuan dan statemen yang menyertainya, setiap saat harus siap untuk diuji.

Mengapa air zamzam dipercaya merupakan air yang penuh berkah, bisa jadi karena setiap harinya terpapar doa dan lantunan ayat-ayat suci dari ratusan ribu sampai jutaan manusia. Wallahualam.

Mudah-mudahan kita semakin memahami mengapa orang tua kita dahulu selalu mengingatkan untuk mendoakan/mengucap syukur atas makanan atau minuman yang akan kita konsumsi; orang tua menggumamkan doa atau mantra pada air sebelum diminum oleh si-sakit. Entah efek baik itu muncul karena secara fisis memang ‘kualitas’ airnya berubah lebih baik, atau karena faktor sugesti, sikap yang bijak adalah menerimanya dengan pikiran kritis dan hati terbuka. Mengucapkan terimakasih dan bersyukur atas apa saja yang diberikan kepada kita tetaplah merupakan hal yang baik untuk diri kita sendiri.
—–

ap@15062018

Note:
Tulisan diekstrak dari berbagai sumber. Semua gambar/foto diambil dari berbagai sumber di internet.

Foto Agus Pras.
Foto Agus Pras.
Foto Agus Pras.
Foto Agus Pras.
Foto Agus Pras.
+4

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Atlantis in the Java Sea

A scientific effort to match Plato’s narrative location for Atlantis

Sembrani

Membahas ISU-ISU Penting bagi Anak Bangsa, Berbagi Ide, dan Saling Cinta

Wirdanova

+62811-813-1917

aawanto

The greatest WordPress.com site in all the land!

Covert Geopolitics

Beyond the Smoke & Mirrors

Catatan Harta Amanah Soekarno

as good as possible for as many as possible

Modesty - Women Terrace

My Mind in Words and Pictures

Kanzunqalam's Blog

AKAL tanpa WAHYU, akan berbuah, IMAN tanpa ILMU

Cahayapelangi

Cakrawala, menapaki kehidupan nusantara & dunia

religiku

hacking the religion

SANGKAN PARANING DUMADI

Just another WordPress.com site

WordPress.com

WordPress.com is the best place for your personal blog or business site.

%d blogger menyukai ini: