1 Komentar

Peringatan Suro dalam Tradisi Jawa & Sunda

Peringatan Asyuro di Semarang Lancar, Polisi Banjir Apresiasi
Senin, 2 Oktober 2017 | 23:14

Foto sebagian peserta acara Asyuro di Semarang.

Foto sebagian peserta acara Asyuro di Semarang.

Berita Terkait

SEMARANG– Puluhan tokoh lintas agama dan organisasi yang tergabung dalam Persaudaraan Lintas Agama (Pelita) Kota Semarang memberikan apresiasi kepada Polrestabes Kota Semarang dan Polda Jawa Tengah yang berhasil melindungi acara peringatan Asyuro yang diselenggarakan masyarakat muslim Syiah Jawa Tengah di Gedung UTC Jalan Kelud Semarang, Minggu (1/10/17).

Penolakan terhadap Asyuro sempat datang dari kelompok Jamaah Ansharusy Syariah (JAS), Forum Umat Islam Semarang (FUIS) dan Front Pembela Islam (FPI) Jawa Tengah. Namun, Polrestabes Kota Semarang dan Polda Jawa Tengah mengerahkan ratusan personil untuk mengamankan sehingga kegiatan tahunan pengajian bersama ribuan warga Syiah itu berjalan lancar.

“Kami mewakili teman-teman dari lintas agama sangat mengapresiasi ketegasan jajaran Polrestabes Semarang dan Polda Jawa Tengah. Pernyataan Pak Abiyoso selaku Kapolrestabes bahwa peringatan Asyuro dilindungi undang-undang sehingga polisi wajib melindungi, dan siapa saja yang berniat membubarkannya harus berhadapan dengan aparat keamanan, itu sungguh memberi kepastian hukum dan menenteramkan warga Semarang,” kata Koordinator Pelita, Setyawan Budy, usai menghadiri acara Asyuro.

Bagi pria yang akrab disapa Wawan, sikap Polrestabes Semarang itu sangat mencerminkan citra Kota Semarang yang selama ini dikenal sebagai kota yang paling toleran di Jawa Tengah. “Jadi saya kira, ini menjadi bukti bahwa Semarang memang terdepan dalam merawat kebinekaan,” jelasnya.

Yang menarik, aparat menjaga agar pihak pelaksana maupun penolak sama-sama menjalankan aktivitasnya pada hari H. Sementara peserta Asyuro mengaji bersama di Gefung UTC, kelompok penolak juga dipersilakan berorasi beberapa ratus meter dari lokasi, dan tidak terjadi kerusuhan sedikit pun. “Kedua belah pihak bisa bebas berekspresi, berjalan bersama tanpa ada kericuhan, ini luar biasa,” tambah Wawan.

Persaudaraan Lintas Agama terdiri dari berbagai tokoh lintas agama dan pegiat kebinekaan sekota Semarang. Organisasi yang menjadi anggotanya antara lain LBH Semarang, Lembaga Studi Sosial dan Agama (eLSA), EIN Institute, PMII Semarang, GMKI Semarang, Hikmahbudhi Semarang, Peradah Semarang, Kom HAK-KAS, LBH Apik Semarang, IPSS, dan masih banyak lagi. Pelita aktif membantu pemerintah kota dan jajaran kepolisian untuk menjaga kehidupan Semarang yang bhinneka.

“Kami senang sekali karena Kepolisian tegas melindungi hak setiap warga untuk bebas berkeyakinan dan menjalankan ibadah sesuai perundangan. Jadi ini sama-sama bergerak, pemerintahnya melindungi, kita sebagai masyarakat juga terus mengkampanyekan perdamaian,” tutur Wawan.

Dia menambahkan bahwa Semarang menjadi istimewa karena dua tahun berturut-turut Asyuro bisa berjalan lancar, meski ada penolakan. Menurut dia, di beberapa daerah lain kegiatan Asyuro gagal dilaksanakan karena ditolak kelompok intoleran, seperti di Jawa Timur, dan beberapa kota Jawa Tengah lain.

“Kami salut pada Pak Abi dan Polda Jateng, tidak terprovokasi oleh tuduhan dan fitnah yang disampaikan kelompok-kelompok intoleran. Dalam hal ini polisi benar-benar menjala

[01:54, 10/4/2017] +62 821-3215-0170:

1.SATU ASYURA penyatuan thn Jawa dng tahun Islam. oleh Sultan Agung
2.Jamasan pusaka, dimaknai oleh Sunan Kalijogo, bhw. barang siapa umat islam mencontoh, meniru; mengikuti apa saja yg dilakukan Nabi dan keturunanya. itu perbuatan Islami.
3.Menjelang tgl 1 Syuro, Sayidina Husein; cucu Nabi; memerintahkan seluruh prajuritnya agar siap siaga, memerangi negeri Karbala dimana disana penguasa masih menentang keras Nabi.


4.Meniru niru, spt halnya membersihkan pusaka seolah spt suasana menjelang perang; di Karbala,pd tgl 1 Asyura; oleh Sunan Kalijogo *PERBUATAN ITU TIDAK SIRIK*krn melestarikan perintah cucu Nabi.
6. Tgl 10 Asyro Sayidina Husen gugur sbg Shuhada, dimedan laga Karbala.
7.Di Indonesia
( budaya Jawa)
oleh umat Islam tgl 10 Asyura didesa desa masih diadakan kenduri peringatan. wafatnya Sayidina Hesen.
8.Selalu ada jenang abang dan jenang putih.
Jenang abang dihaturkan kpd Sayidina Husen, jenang putih dihaturkan ke Sayidina Hasan.
9.Syukur alhamdulillah; tata cara kenduri puji syukur 10 Asyuro sampai saat ini masih lestari di desa desa..( ada yg puasa tgl 9 dan 10 Asyura).
11.Jaman Sunankalijogo mungkin belum ada pertentangan antar mahzab.
10..Oleh Sunan Kalijogo dimasukan gamelan ke Masjid Agung kraton Kasunanan dan kraton Kasultanan dng nama Kyai SEKATI. di bulan Maulud. Kemudian umum mengatakan SEKATENAN..Sesungguhnya kata Sekaten dari kata SAHADATEN ( kalimah Shahadat).
11. Cerita BIMO SUCI dalam pewayangan, mengajarkan Habuminallah dan Habluminanas. Dimana achirnya Bimo bisa berdialog Tuhanya.
12..Lakon serat KALIMOSODO, adalan cara dgn budaya jawa Sunan Kaslijogo syiar Islam kpd orang orang di tanah Jawa.
Dalam lakon wayang tsb, barang siapa/ apa bila negara memiliki LAYANG KALIMOSODO, maka negara yg diperintah akan panjang punjung pasir wukir loh jimawi, murah kang sarwa tinuku, tukul
kang sarwo tinandur. widodo; basuki, bagyo mulyo. Beleive or not sumonggo kerso. anut lakune agama lan kapercayane dewe dewe. Wass.Kyai. Kartosuro.

[01:55, 10/4/2017] +62 821-3215-0170: Orang Jawa sejak dahulu kala sudah menentukan sikapnya. Wujud dari “perlawanan” orang Jawa terhadap islam-kekuasaan atau imperium-islam adalah dengan perlawanan budaya, contohnya kepercayaan KEJAWEN. Keyakinan Kejawen yang WUJUDIYAH atau Manunggaling Kawulo marang Gusti atau wahdat al wujud adalah strategi kebudayaan melawan islamisme dahulu kala dan berpihak atau membela Al Husain cucu Nabi yang dibantai umat Nabi yang telah berubah menjadi islamisme.

[20:05, 10/2/2017]

 

IMAM HUSEN
Anggitan Kang Jalal

1
Imam Husen imam kaum mustadh`afin
Ngocorkeun getihna
Ngajait nasib nu leutik
Ngabela umat tunggara

2
Tara sepi pamingpin anu munafik
Ngabobodo rayat
Majar Islam nu diaping
Padahal mangeran dunya

3
Yazid nyebut maneh Amirul mu`minin
Raja nagri Islam
Bari solat bari haji
Kalakuan euwah-euwah

4
Rayat ceurik balilihan ting jarerit
Hartana dirampas
Jasmanina dinyenyeri
Jaba batin digerihan

5
Imam Husen sumegruk bari lumengis
Di makam eyangna
Bari ngeprikkeun kasedih
Ngemutan umat nu lara

6
Islam nu hak kalandih ku Islam batil
Imam ditebihan
Nu ngagem Islam nu asli
Dicempad majarkeun murtad

7
Imam Ali nu nyangking wasiat Nabi
Pahlawan khaibar
Kakasih Rabbul Izzati
Dila`nat di mimbar-mimbar

8
Di Karbala poek mongkleng sepi jempling
Panon poe sirna
Murubut hujan ti langit
Hujan getih jeung cimata

9
Di Karbala ngababatang raga suci
Putrana Fatimah
Deudeuh teuing putu Nabi
Ditandasa ku umatna

10
Mastaka nu sok diambung Kanjeng Nabi
Kiwari papisah
Ti jasad kakasih Gusti
Ditancebkeun dina tumbak

11
Di Karbala ngagolontor getih suci
Ti para syuhada
Anu tigin kana jangji
Bumela ka Imam Jaman

12
Kumaha rek kenging syafaat Jeng Nabi
Umat nu hianat
Ngiclik nuturkeun si iblis
Bahula ka Rasulullah

Kanjeng Rasul, hapunten abdi nu dolim
Nu teu mirosea
Perlaya na putu Gusti
Al-Husen Abu Abdillah
Ngiclik nuturkeun si iblis
Bahula ka Rasulullah

Kanjeng Rasul, hapunten abdi nu dolim
Nu teu mirosea
Perlaya na putu Gusti
Al-Husen Abu Abdillah

#alwayssayshalawat ⚘
#Muharram
[20:06, 10/2/2017] Kemal: Eyang Prabu Siliwangi sangat paham riawayat dan sejarah Karbala makanya tidak ada pertumpahan darah dalam menerima Islam. sampai Eyang Prabu Suryakencana raja terakhir Pajajaran cukup bisa menerima Islam secara menyeluruh dengan “mengadu kesaktian lewat ayam di Pulosari Pandeglang. tidak ada peperangan.
[20:08, 10/2/2017] Kemal: Karena Eyang Prabu tahu betul juriyah siapa Sultan Maulana Yusuf Banten. 🙏🏼🙏🏼👍

Iklan

One comment on “Peringatan Suro dalam Tradisi Jawa & Sunda

  1. Waaa terimakasih informasinya, islam di jawa memang masih sangat kental antara budaya dan islam atau keagamaan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Atlantis in the Java Sea

A scientific effort to match Plato’s narrative location for Atlantis

Sembrani

Membahas Isu Penting bagi Anak Bangsa, Berbagi Ide, dan Saling Cinta

Nurul Wirda

0812-8267-9182

aawanto

The greatest WordPress.com site in all the land!

Covert Geopolitics

Beyond the Smoke & Mirrors

Catatan Harta Amanah Soekarno

as good as possible for as many as possible

Modesty - Women Terrace

My Mind in Words and Pictures

Kanzunqalam's Blog

AKAL tanpa WAHYU, akan berbuah, IMAN tanpa ILMU

Cahayapelangi

Cakrawala, menapaki kehidupan nusantara & dunia

religiku

hacking the religion

SANGKAN PARANING DUMADI

Just another WordPress.com site

WordPress.com

WordPress.com is the best place for your personal blog or business site.

%d blogger menyukai ini: