1 Komentar

*Misteri Bank INDONESIA*

*Misteri Bank INDONESIA*

Dalam teori konspirasi disebutkan bahwa bank-bank sentral tidak dimiliki oleh suatu negara di mana bank sentral itu berada melainkan milik atau bagian dari Federal Reserve yang adalah bank swasta (bukan milik pemerintah AS). Bank Indonesia juga termasuk di antaranya. JF Kennedy dibunuh karena berniat menghentikan Federal Reserve dan begitu juga Bung Karno, yang sahabat dekat JF Kennedy, yang gencar melawan kapitalisme. Bung Karno lebih dekat ke blok sosialis seperti Russia dan China untuk mengakhiri dominasi dan kendali kapitalis atas bumi.

Bung Karno dihentikan melalui rezim Soeharto yang mana sejak itu kapitalis kembali menguasai Indonesia melalui ekonomi. Saat Megawati menjadi presiden, Indonesia berusaha melepaskan diri dari kapitalis dengan cara membayar semua hutang pada IMF dan menjalin kerjasama erat kembali dengan Russia dan China. Namun upaya itu terhenti dengan munculnya SBY dengan Demokratnya. Itulah alasan mengapa Megawati tidak mau bertemu dan ada perang dingin dengan SBY, dan terlihat sejak SBY memerintah kembali RI berhutang pada IMF yang membuat Megawati jengkel.

Jadi seruan anti China, anti PKI, anti Russia yang ada selama ini adalah seruan dan upaya menakut-nakuti agar orang Indonesia tetap ada di bawah kendali kapitalis belaka. Kelompok-kelompok yang menyerukannya sesungguhnya adalah alat kapitalis untuk mempertahankan kekuasaannya atas Indonesia.

Megawati melalui Jokowi berharap Indonesia mampu keluar dari jeratan kapitalis. Upaya ini tidak mudah karena dengan dana yang begitu besar dan kemampuan kapitalis mengendalikan media isu-isu dengan mudah diatur dan gerakan-gerakan menumbangkan Jokowi dapat didanai. Perhatikan isu-isu yang dimunculkan gerakan-gerakan yang berusaha menggulingkan Jokowi dengan tuduhan PKI, agen asing dst. itu dan selidiki apa pekerjaan mereka dan latar belakang mereka serta dari mana mereka mendapatkan dana untuk aksi-aksinya. Mungkinkah orang yang tidak punya pekerjaan mampu terus-menerus melakukan aksi-aksi demo?

Maka, jika terlihat ada semacam perang dingin antara Jokowi dengan suatu pihak, tentu saja wajar-wajar saja. Prinsip Jokowi adalah sama seperti Megawati dan Bung Karno, jangan sampai perjuangan ini melukai rakyat, hindari korban pada pihak rakyat, ambil strategi memutar dan langkah panjang untuk meminimalkan korban di pihak rakyat. Semoga rakyat sabar dan yang paham mari bersama-sama membangun persatuan dan inisiatif mandiri membantu pergerakan pembebasan bersama.

Silahkan untuk share …((( )))…

 ———-

Hasil gambar untuk bank indonesiaTidak banyak yang mengetahui sejarah Bank Indonesia, apalagi mengetahui siapa pemilik Bank Indonesia. Bank Indonesia bukan milik Negara Indonesia, apalagi milik Rakyat Indonesia. Sejatinya Bank Indonesia itu milik IMF! ??

Karenanya jangan berharap Negara Indonesia bisa mencetak uang sendiri. Dan jangan harap rakyat negeri ini bisa menikmati hidup layak. Hingga darah menetes habis dari tubuh ke tanah, kesenjangan sosial dan pemiskinan tak akan pernah tuntas dari negeri ini. Satu-satunya solusi adalah keluar dari IMF dan membuat uang sendiri!

Hasil gambar untuk sejarah BNI 46Bank sentral, umumnya adalah perusahaan swasta yang diberi monopoli mencetak uang. Bank Sentral Republik Indonesia, semula adalah Bank Nasional Indonesia 46 atau BNI 46. BNI 46, didirikan oleh Presiden Pertama Republik Indonesia Ir. Soekarno. Namun dipaksa diganti menjadi Nedherland Volkskrediet (NV) DeJavasche Bank.

Hasil gambar untuk de javasche bankBank NV DeJavasche adalah Bank milik penjajah Belanda. Atas dukungan internasional (Yahudi Internasional) menolak dan membekukan BNI 46. Dan memaksa Negara Indonesia mendirikan Bank Republik Indonesia (BRI), sebagai pengganti NV De Javasche Bank yang memiliki monopoli kebijakan keputusan hutang dan tunduk serta di bawah naungan IMF.

Berikut kronologi terbentuknya Bank Negara Indonesia atau BNI.

Saat Indonesia merdeka, Soekarno-Hatta memutuskan untuk mendirikan bank sentral, yaitu Bank Negara 1946. Terbitkan “Oeang Repoeblik Indonesia (ORI). ORI terbit dengan satuan 1 sen sampai Rp 100. Nilai setiap 2 rupiah dijamin dengan 1 gram emas. UU no 19/1946.

Hasil gambar untuk oeang republik indonesia

 

Hasil gambar untuk de javasche bank

Atas berdirinya BNI, Pemerintah penjajah Belanda, dan bankir internasional lain, menolak keberadaan Negara Republik Indonesia NKRI dan BNI 46, sekaligus juga menolak ORI. Buntut dari ditolaknya Kemerdekaan RI, agresi militer, dilakukan oleh Negara imperialis yaitu Amerika, Inggris, Perancis dan memberikan boncengan Belanda masuk kembali ke Indonesia.

Akhirnya Indonesia dipaksa lewat perundingan, Konferensi Meja Bundar 1949, Negara Republik Indonesia akan diakui dengan beberapa syarat.

Pertama, utang pemerintah hindia Belanda, harus diambilalih oleh RI muda. Nilainya 4 milar dolar AS. Saat proklamasi NKRI tidak memiliki utang sedikitpun. Kedua dengan dalih agar bisa mengambil alih hutang pemerintah penjajah Belanda, BNI 46 harus dihentikan sebagai bank sentral. Ketiga mengganti BNI 46 dengan De Javasche Bank (yang dulunya milik bankir-bankir kompeni dari keturunan Yahudi) , bank ini kemudian berganti nama menjadi Bank Indonesia (BI).

Hasil gambar untuk de javasche bank

Dengan BNI 46 diganti NV DeJavasche Bank, ORI dihentikan, diganti dengan Uang Bank Indonesia (UBI), sejak 1952. Begitu diakui, tahun 1949, rupiah dipatok sebesar 3.8 per dolar AS. Melorot ke Rp 11.4 per dolar pada 1952, saat ORI diganti menjadi UBI. Saat itulah dimulainya penjajahan jenis baru di negeri ini.

Pada 1965, Presiden Soekarno, memutuskan keluar dari PBB, IMF dan Bank Dunia. Perusahaan-perusahaan asing dinasionalisasi. Karena keberaniannya itu, tahun 1967 pemerintahan Soekarno diakhiri oleh konspirasi para bankir, penguasa dan politisi internasional, termasuk Amerika Serikat dengan jalan “kudeta oleh Soeharto”.

Pada tahun 1967 pula, dimulai ‘pembangunan’ oleh Orde Baru, dengan modal dari IMF, Bank Dunia, dan konsorsium bank lainnya. BI sebagai ‘dompetnya’. Konsensus ini dilakukan di Negara Swiss, termasuk memberikan tambang emas Freeport di Irian Barat, sekarang Papua pada Amerika.

Sejak itu, dari tahun ke tahun, hutang Indonesia membengkak. Pada 2013, mendekati Rp 2000 triliun. 1999, BI dilepas dari Pemerintah RI, dan langsung di bawah kendali IMF. Gubernur BI tidak lagi bagian dari Kabinet RI, tidak akuntable kepada Pemerintah RI, apalagi kepada rakyat RI. Dibiayai bukan dari APBN.

Bank sentral umumnya dimiliki oleh perusahaan-perusahaan swasta. Detik ini orang masih bertanya: mengapa pemerintah tidak mencetak uang sendiri?

Bank sentral yang tidak langsung dimiliki swasta, “disembunyikan”, di balik undang-undang, sebagai ‘bagian dari negara’. Tapi independen 100 persen.

BI Milik siapa? Jadi misteri. Kalau milik negara, mestinya berupa BUMN, masuk APBN, akuntable terhadap rakyat. Meski tidak mengeluarkan saham, BI, mengeluarkan ‘Sertifikat BI’, yang tentu saja dimiliki bank komersial. Sekitar 50 persen, sertifikat BI sekarang milik asing.

Semantara itu, tugas pokok BI, untuk menjaga nilai rupiah tidak pernah bisa dilakukan. Nilai rupiah sudah hancur lebur, hilang 99 persen nilainya.

Janji bahwa nilai Rp 2 rupiah = 1 gram emas yang dicanangkan Presiden Soekarno ,e,mbuat marah para imperialis, kapitalis internasional dan antek-anteknya. Hari ini 1 gram emas setara dengan Rp 520.000. Rakyat RI mengalami 250 ribu kali pemiskinan.

Untuk nutupi kegagalan itu, BI, seperti bankir di manapun, akan melakukan redenominasi. Hari ini redenominasi sudah di mulai. Targetnya, memasuki tahun 2014, akan ada uang baru dengan nulai baru yang lebih memiskinkan rakyat, bangsa dan negeri ini dalam kubangan kemiskinan yang semakin parah.

Bagaimana dengan Bank Sentral negara lain?

Marilah kita ambil bank sentral paling berpengaruh saat ini, yaitu Federal Reserve AS, yang menerbitkan dolar AS. Saham terbesar Federal Reserve of America ini dimiliki oleh dua bank besar, yaitu Citibank (15%) dan Chase Manhattan (14%). Sisanya dibagi oleh 25 bank komersial lainnya, antara lain Chemical Bank (8%), Morgan Guaranty Trust (9%) , Manufacturers Hannover (7%), dsb. Sampai pada tahun 1983 sebanyak 66% dari total saham Federal Reserve AS ini, setara dengan 7.005.700 saham, dikuasai hanya oleh 10 bank komersial, sisanya 44% dibagi oleh 17 bank lainnya.

Bahkan, kalau dilihat dengan lebih sederhana lagi, 53% saham Federal Reserve AS dimilik hanya oleh lima besar yang disebutkan di atas. Bahkan, kalau diperhatikan benar, saham yang menentukan pada Federal Reserve Bank of New York, yang menetapkan tingkat dan skala operasinya secara keseluruhan berada di bawah pengaruh bank-bank yang secara langsung dikontrol oleh ‘London Connection’, yaitu, Bank of England, yang dikuasai oleh keluarga Rothschild.

Sama halnya dengan bank-bank sentral di berbagai negara lain, namanya berbau nasionalis, tapi pemilikannya adalah privat. Bank of England, sudah disebutkan sebelumnya, bukan milik rakyat Inggris tapi para bankir swasta, yang sejak 1825 sangat kuat di bawah pengaruh satu pihak saja, keluarga Rothschild. Pengambilalihan oleh keluarga ini terjadi setelah mereka mem-bail out utang negara saat terjadi krisis di Inggris. Deutsche Bundesbank bukanlah milik rakyat Jerman tapi dikuasai oleh keluarga Siemens dan Ludwig Bumberger.

Hong Kong and Shanghai Bank bukan milik warga Hong Kong tapi di bawah kontrol Ernest Cassel. Sama halnya dengan National Bank of Marocco dan National Bank of Egypt didirikan dan dikuasai oleh Cassel yang sama, bukan milik kaum Muslim Maroko atau Mesir. Imperial Ottoman Bank bukan milik rakyat Turki melainkan dikendalikan oleh Pereire Bersaudara, Credit Mobilier, dari Perancis. Demikian seterusnya..

Info pembanding:

 http://3ng.io/sl/KMfwxA?utm_content=buffer14bce&utm_medium=social&utm_source=facebook.com&utm_campaign=buffer

De Javasche Bank, Perusahaan Perbankan dari Jawa yang Menguasai Wilayah New York

Seiring dengan berjalannya waktu, Belanda yang menguasai Indonesia membutuhkan adanya lembaga yang mengatur keuangan mereka. Uang-uang yang dihasilkan di Hindia Belanda akan diolah dengan baik agar seluruh proses sirkulasinya tidak terhambat. Sebelum adanya bank di Hindia Belanda, keuangan masih diatur secara manual sehingga kemungkinan terjadi kesalahan dan kekurangan sangat tinggi.

Akhirnya di awal abad ke-19, Belanda membangun sebuah perusahaan perbankan yang mengurusi segala aktivitas keuangan. Mereka membuka banyak cabang di Indonesia hingga Amsterdam dan juga New York hingga asetnya tersebar di sana. Berikut cerita tentang The Javasche Bank.

Sejarah Pendirian De Javasche Bank

De Javasche Bank didirikan pada tahun 1828 atas  perintah Raja Willem I. Bentuk dari bank ini adalah Nammlooze Vennotschap atau perseroan terbatas. Bank yang terus bertahan hingga akhirnya mendapatkan nasionalisasi ini berbentuk bank sirkulasi atau octrooi.

Kantor De Javasche Bank [image source]
Kantor De Javasche Bank [image source]

Kantor pertama dari De Javasche Bank terletak di Jakarta atau saat itu bernama Batavia. Setahun berselang setelah didirikan oleh Kerajaan Belanda, bank yang ada di Jawa ini akhirnya membuka cabangnya di Semarang dan Surabaya. Dia dua kota itu, Belanda terus mengembangkan bank kecil ini hingga akhirnya cabang baru dibuka lagi di berbagai daerah termasuk di Pulau Sumatra, Pulau Kalimantan, Pulau Sulawesi, dan New York.

Nasionalisasi De Javasche Bank

Setelah kemerdekaan Indonesia diakui oleh dunia secara de jure, status dari De Javasche Bank tidaklah berubah. Bank itu masih dijalankan oleh orang-orang dari Kerajaan Belanda. Segala hal yang akan dilakukan pemerintah Indonesia terhadap De Javasche Bank harus dikonsultasikan dengan Belanda sehingga kebijakan moneter yang akan diambil selalu sulit dan terganjal banyak hal.

bagian dalam bank [image source]
bagian dalam bank [image source]

Akhirnya pada tahun 1951, bank yang didirikan di Pulau Jawa ini mulai dinasionalisasi. Pemerintah Indonesia mau membayar segala saham yang ada hingga 120% dari harga normal. Setelah Indonesia melakukan pelunasan akan bank ini, Pemerintah Indonesia mengeluarkan UU No.24 Tahun 1951 tentang nasionalisasi De Javasche Bank menjadi Bank Indonesia yang berfungsi sebagai bank sentral.

Aset De Javasche Bank di New York

Sejak berdiri di Batavia hingga akhirnya merambah ke berbagai tempat di Indonesia dan New York, bank ini mulai dibanjiri oleh nasabah. Di New York pun juga demikian. Bahkan bank ini mampu membeli cukup banyak aset berupa tanah di New York yang kali ini banyak dikuasai oleh para pendatang termasuk Donald Trump yang membangun gedung super tinggi untuk kegiatan bisnisnya.

pelayanan De Javasche Bank [image source]
pelayanan De Javasche Bank [image source]

Pasca nasionalisasi De Javasche Bank, seluruh aset dari bank ini akhirnya menjadi miliki bank sentral Indonesia. Kantor-kantor yang ada di Indonesia sudah diambil alih beserta kebijakan yang diambil. Saat semua aset dari bank ini diambil, aset yang berada di New York tidak juga diambil. Bahkan terkesan dilupakan meski sangat berharga dan wajib ditelusuri. Harta-harta kerajaan Indonesia dan juga Bung Karno kemungkinan masih ada di sana dan bisa digunakan untuk kesejahteraan rakyat Indonesia.

De Javasche dan Aset Bung Karno

Sejak De Javasche Bank berdiri, banyak anggota kerajaan di Indonesia yang menyimpan uang dan harta-hartanya seperti emas ke sana. Selain harta dari kerajaan, Bung Karno juga dipercaya masih memiliki banyak simpanan harta yang disimpan di bank ini. Harta dari Bung Karno ini kemungkinan masih ada dan tersimpan dengan aset-aset lain.

uang dari De Javasche Bank [image source]
uang dari De Javasche Bank [image source]

Harta dari Bung Karno ini tidak bisa diganggu gugat. Siapa saja yang akan mencairkannya harus izin ke banyak pihak termasuk pemimpin tertinggi umat Katolik dunia. Selain Bung Karno, orang yang dipercaya bisa mencairkannya adalah orang kepercayaan beliau yang ciri-cirinya masih tidak jelas dan mungkin dirahasiakan.Inilah sekilas tentang De Javasche Bank yang merupakan bank dari Jawa yang mendunia. Meski bank ini didirikan oleh Balanda, hampir semua asetnya adalah harta-harta yang ada dikeruk dari Indonesia.

SukaTunjukkan lebih banyak tanggapan

Komentari

7 Komentar
Komentar
Walet MuslimahWalet Muslimah Modal awal BNI dari person DI TII. 🙂 🙂

 

Sandi SufiandiSandi Sufiandi Kalem sebentar lagi financial institutions kembali ke fitrahnya… Backed Up by Precious Metal… Mau di towel lagi Pak Beliaunya????

 

Sandi SufiandiSandi Sufiandi 1 Sen ORI = 1 USD

 

Ahmad Yanuana Samantho
Tulis balasan…
NgawanahNgawanah · Berteman dengan Elin Driana
ijin share ya

 

Siti Qathurah IbrahimSiti Qathurah Ibrahim saya tertarik dengan penulisan anda..ada yg tersurat dan banyak yg tersirat. BANK? siapa yg mewujudkannya? apakah punya rahsia disebalik kewujudan BANK? darimanakah ‘mereka’ ini mendapatkan modal untuk mewujudkan BANK? atau mungkinkah segala modal yang ‘mereka’ guna untuk mewujudkan BANK itu milik “KITA”?? dan hingga sekarang, masih tidak punya sebarang akta yang melibatkan BANK..! The Secret World Government..? The Hidden Hand also..? perancangan ‘mereka’ ini halus! menyerapkan pengaruh juga melebarkan empayar hanya melalui BANK! istilah ‘Bank Negara’ bukanlah bermaksud ia milik penuh sesebuah kerajaan tetapi ia sebenarnya tetap sebuah bank persendirian! sudah terlalu lama kita-kita ini tertipu juga dipermainkan dengan helah ‘mereka’..siapa ‘mereka’? konspirasi yang tidak ada kesudahan!Lihat Terjemahan

 

Senopati FirdausSenopati Firdaus Negara penghutang terbesar di dunia,dimulai dari negara adi daya USA,berikutnya baru negara2 maju hingga berkembang….nah pertanyaannya “UANG SIAPA?” Siapa yang memodali bank2 central dari awal yg dipinjamkan kpd negara2 di dunia ini,yg kenyataannya tdk pernah lunas dan bertumpuk trs hingga bunganya saja mereka tdk bisa bayar…..catatan lengkap diuseum Vatican…
Suka · Balas · 1 · 3 jam

 

Perlu hati2 membaca status ini.
Suka · Balas · 1 · 1 jam
Iklan

One comment on “*Misteri Bank INDONESIA*

  1. konspirasi perbankan seperti jebakan batman jika sudah masuk susah untuk bisa lepas..maka akan terjerat hutang terus menerus

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Atlantis in the Java Sea

A scientific effort to match Plato’s narrative location for Atlantis

sembrani

bertukar ide, melampaui mimpi bersama

Nurul Wirda

Semerbak Mawar yang dengan senang hati memancarkan Cahayanya

aawanto

The greatest WordPress.com site in all the land!

Covert Geopolitics

Beyond the Smoke & Mirrors

Catatan Harta Amanah Soekarno

as good as possible for as many as possible

Women Terrace

to say something that i never talk before

Kanzunqalam's Blog

AKAL tanpa WAHYU, akan berbuah, IMAN tanpa ILMU

Cahayapelangi

Cakrawala, menapaki kehidupan nusantara & dunia

religiku

hacking the religion

SANGKAN PARANING DUMADI

Just another WordPress.com site

WordPress.com

WordPress.com is the best place for your personal blog or business site.

%d blogger menyukai ini: