1 Komentar

Para Nabi Allah di Tanah Sunda (Jawi-Sundaland) Nusantara ?

 Para Nabi Allah di Tanah Sunda (Jawi-Sundaland) Nusantara

SALAMUN ‘ALAL ANBIYA WAL MURSALIN: SALAM BAGI SEMUA NABI YANG BERJUMLAH 114.000 DAN 313 DI ANTARANYA SEKALIGUS MENJADI RASUL (UTUSAN ALLOH).

Foto Nurman Kholis.APAKAH SALAH SATU, BEBERAPA, ATAU SEKIAN JUMLAH NABI DAN RASUL ITU PERNAH HADIR DI GUNUNG PADANG CIANJUR (-+ 10 KM DARI KAMPUNGKU) ? WALLOHU A’LAM BIS SHOWAB

Syekh Muhammad Nawawi al-Bantani (1813-1897) dalam kitab Syarh al-Riyadl al-Badi’ah menyatakan jumlah para Rasul berdasarkan pendapat yang populer adalah 313 orang dan para Nabi berjumlah 123.687 orang. Hal ini mengacu kepada hadits riwayat Abu Dzar r.a. dari sahabat Anas r.a. Dalam kitab al-Tsimar al-Yani’ah fi al-Riyadl al-Badii’ah, Syekh al-Bantani juga menegaskan umat Islam wajib mempercayai Allah memiliki para Rasul dan Nabi yang banyak itu. Namun, dari sekian jumlah tersebut yang wajib diketahui secara rinci sebanyak 25 orang. Hal ini sehubungan dengan penyebutan nama-nama mereka dalam al-Qur’an.

Dengan demikian, jika diqiyaskan kepada hukum wajib dan sunnah, maka setelah mengetahui nama-nama para Rasul yang berjumlah 25 orang, umat Islam juga perlu mengetahui nama-nama jumlah 313 Rasul tersebut. Karena itu, urutan jumlah 25 para Rasul yang wajib diketahui berbeda dengan urutan berdasarkan jumlah 313 para Rasul tersebut. Dalam urutan jumlah 25 orang para Rasul yang wajib diketahui, setelah Nabi Adam as berlanjut kepada Nabi Idris as. Adapun dalam jumlah 313 para Rasul, setelah Nabi Adam secara berurutan hingga Nabi Idris adalah sebagai berikut: (1) Adam a.s, (2) Syits a.s, (3) Anwasy a.s., (4) Qinaq a.s, (5) Mihyail a.s, (6) Akhnukh a.s, dan (7) Idris a.s, 8) Mutawsyilkh, 9) Nuh, 10 Hud, dan seterusnya.

Para Rasul itu dalam berbagai buku sejarah lebih banyak ditulis berkiprah di Jazirah Arab dan sekitarnya. Karena itu, perlu diketahui mereka yang berkiprah di luar kawasan ini khususnya di Nusantara. Dengan demikian, kisah para Rasul atau Nabi yang terdapat dalam naskah-naskah kuno Nusantara dapat membantu pengungkapan waktu dan tempat mereka berkiprah serta sejauh mana keberlangsungan ajaran Islam sejak zaman Nabi Adam as hingga tersebar ke Nusantara dari generasi ke generasi. Berkenaan dengan estafet tersebut, dalam Babad Jawi ditulis: “Inilah babad para raja di tanah Jawa, mulai dari Nabi Adam, berputra Syits….” Istilah “Jawi” atau “Jawa” yang dijadikan judul dalam babad tersebut semula berarti “lebih atas”. Hal ini disebabkan posisi pulau Jawa dan juga pulau-pulau lainnya yang menginduk kepada pulau Jawa bila dibaca dari daratan Arab, dan letaknya lebih atas dari pada India dalam peta bumi. Pada awalnya peta bumi dibuat oleh ahli geografi muslim yang menjadikan nol meridian melalui Makkah sehingga seluruh tata letak wilayah dunia dilihat dari salah satu kota suci umat Islam ini.

Dalam beberapa tahun terakhir ini, upaya untuk mengetahui kiprah para leluhur Nusantara sejak zaman Nabi Adam a.s kembali banyak diperbincangkan oleh para ilmuwan terkait sejarah Nusantara dan sejarah perkembangan agama di dunia. Hal ini sehubungan dengan hasil penelitian Tim Terpadu Mandiri (TTM) pada tahun 2013 tentang situs Gunung Padang. Dua dari peneliti tim tersebut telah mempublikasikan hasil penelitiannya berdasarkan bidang keahlian ilmu masing-masing. Keduanya yaitu Dr. Danny Hilman Natawidjaja (Peneliti bidang geologi LIPI) dan Dr. Ali Akbar (Dosen Arkeologi Universitas Indonesia).

Danny Hilman Natawidjaja mengemas hasil penelitiannya dalam buku berjudul Plato Tidak Bohong: Atlantis Ada di Indonesia yang diterbitkan pada Mei 2013. Menurutnya, pada tahun 2012 telah dilakukan analisis karbon dating di Laboratorium Beta Analytic Miami Florida, Amerika Serikat tentang kandungan unsur karbon pada beberapa sampel semen dari kedalaman 5-15 meter di Gunung Padang. Hasilnya menunjukkan umur karbon tersebut berkisar antara 13.000 s.d 23.000 tahun lalu. Selanjutnya, hasil analisis carbon dating dari lapisan tanah yang menutupi susunan batu kolom andesit di kedalaman 3-4 meter di teras 5 menunjukkan umur sekitar 8.700 tahun lalu. Sebelumnya, Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) juga melakukan analisis carbon dating dari pasir dominan kuarsa yang mengisi rongga di antara kolom-kolom andesit di antara kolom-kolom andesit di kedalaman 8-10 meter menunjukkan kisaran umur yang sama yaitu sekitar 13.000 tahun yang lalu (143). Karena itu, Danny berharap di perut Gunung Padang nanti dapat ditemukan informasi tentang siapa yang membuatnya

Sumber:

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Atlantis in the Java Sea

A scientific effort to match Plato’s narrative location for Atlantis

sembrani

bertukar ide, melampaui mimpi bersama

Nurul Wirda

0812-8267-9182

aawanto

The greatest WordPress.com site in all the land!

Covert Geopolitics

Beyond the Smoke & Mirrors

Catatan Harta Amanah Soekarno

as good as possible for as many as possible

Women Terrace

to say something that i never talk before

Kanzunqalam's Blog

AKAL tanpa WAHYU, akan berbuah, IMAN tanpa ILMU

Cahayapelangi

Cakrawala, menapaki kehidupan nusantara & dunia

religiku

hacking the religion

SANGKAN PARANING DUMADI

Just another WordPress.com site

WordPress.com

WordPress.com is the best place for your personal blog or business site.

%d blogger menyukai ini: