1 Komentar

MENGGUGAT MITOS BANGSA BODOH CIPTAAN BARAT

3 jam ·

 Pemikiran Pasca Hegemony VI:

MENGGUGAT MITOS BANGSA BODOH CIPTAAN BARAT
Oleh: K Ng H Agus Sunyoto

Dalam Sarasehan Selasa Pagi yang bertema ‘Indonesia di tengah arus globalisasi’ dengan narasumber Prof Nafaq al-Bahluli, Ph.D, seorang pakar sejarah sosial lulusan universitas ternama di Amerika. Seperti lazimnya doktor lulusan luar negeri, Prof Nafaq al-Bahluli memiliki pandangan miring bersifat stigmatis terhadap orang-orang Indonesia yang dikenal sebagai pribumi pemalas, dengan etos kerja rendah, lebih suka menggunakan perasaan daripada akal, suka pamer, pemikirannya diliputi takhayul, suka berangan-angan, kurang memiliki kemampuan untuk bersaing, dan kurang cerdas alias agak sedikit bodoh. Itu sebabnya, menurut Prof Nafaq al-Bahluli, di era global – terutama saat memasuki MEA — orang-orang Indonesia hanya berkedudukan sebagai konsumen karena tidak mampu memproduksi komoditas apalagi mendistribusikannya.

Untuk menunjukkan bukti ketidak-mampuan orang-orang Indonesia bersaing di era global, Prof Nafaq al-Bahluli memaparkan kemajuan bangsa Eropa di bidang IPTEK yang jauh tidak terkejar. Dikatakan tidak terkejar karena di Eropa IPTEK lahir dan berkembang, sedang Indonesia hanya meniru-niru saja. Fakta menunjuk, pengaruh IPTEK Eropa di Indonesia adalah IPTEK rendahan yang tampak pada sejumlah istilah teknologi Belanda dalam bahasa Indonesia seperti: Kusir (koetsir), sopir (chauffeur), cek (check), sekop (schoppen), sepur (spoor), spon (spons), slot, grendel, engsel, radio, lampu, gelas, delman, hotel, jodium, kantoor, bank. Pos (post), bromfiets, bom, buku (boek), dok, bioskop (bioscoop), plafon, klompen, dll. “Kalau bikin alas kaki yang disebut klompen saja meniru Belanda, apa yang bisa dibikin oleh bangsa ini?” kata Prof Nafaq al-Bahluli dengan nada mengejek lalu melanjutkan,”Bagaimana bisa menyaingi USA, Jepang, Cina, Jerman, Perancis, inggris, bahkan Thailand dan Vietnam kalau bikin peniti saja tidak bisa. Peniti saja impor dari Cina.”

Pada saat sesi dialog dibuka Dullah yang tersinggung mencecar Prof Nafaq al-Bahluli dengan memaparkan bukti-bukti kemampuan orang-orang Indonesia memproduksi komoditas yang bisa bersaing di tengah perdagangan global seperti sepeda motor, mobil, televisi, radio, kulkas, pesawat terbang, dll. “Apakah Anda mengingkari fakta bahwa bangsa kita sudah mampu memproduksi mobil Kijang, motor Revo, pesawat Tetuko CN-120, TV Sony, radio Telesonic, kulkas Sharp?” kata Dullah.

“Itu bukan masuk prestasi yang berkaitan dengan kemampuan anak bangsa Indonesia di bidang teknologi,” kata Prof Nafaq al-Bahluli meremehkan.
“Apa Anda mengingkari fakta?” sergah Dullah dengan nada tinggi.
“Tidak ada yang mengingkari fakta,” sahut Prof Nafaq al-Bahluli,”Sebab mobil Kijang yang Anda maksud itu sejatinya adalah mobil Toyota bikinan Jepang. Mobil Kijang diproduksi di Indonesia untuk alasan pemasaran belaka. Jadi, hanya nama saja yang Indonesia: Kijang. Sejatinya itu produk Jepang. Motor Revo, Astrea, Supra, King, Vario sejatinya adalah motor Honda bikinan Jepang yang meluaskan produksi dengan membangun pabrik di Indonesia. Begitu juga dengan produk radio, televisi, kulkas, kipas angin adalah bikinan Jepang yang meluaskan pasar dengan memproduksi di Indonesia. Pesawat pun, itu mencontoh Cassa Spanyol. Bahkan pabriknya sudah bangkrut.”

Dullah diam. Semua peserta sarasehan diam menarik nafas berat atas fakta-fakta yang disodorkan Prof Nafaq al-Bahluli terkait kebodohan dan kemalasan orang-orang Indonesia. Prof Nafaq al-Bahluli sendiri memandangi hadirin sambil senyum-senyum mengejek.

Tanpa terduga, tiba-tiba Sufi Sudrun bertanya,”Saya mau tanya soal teknologi meriam alias kanon, prof, boleh tidak?”
“Oo silahkan, boleh saja,” sahut Prof Nafaq mengerutkan kening.
“Siapa yang mengembangkan teknologi meriam pertama kali?” tanya Sufi Sudrun.
“Sebagaimana kita ketahui dari sejarah, teknologi pembuatan meriam dikembangkan bangsa Eropa pada abad ke-15. Karena itu, orang-orang Indonesia selalu kalah bertempur melawan Belanda karena tidak punya meriam. Mana mungkin meriam dan senapan dilawan tombak, keris, pedang, panah, kelewang?” jawab Prof Nafaq al-Bahluli menjelaskan.
“Ah rupanya pengetahuan sejarah Anda belum lengkap, prof,” tukas Sufi Sudrun tegas.
“Belum lengkap bagaimana?” sergah Prof Nafaq,”Apa maksudnya?”
“Anda harus membaca lebih detail sejarah perjalanan Vasco da Gama dari Eropa ke India.”
“Mmm, bukankah dia masuk ke Calicut di India tahun 1498?”
“Itu benar, tapi yang saya maksud bagaimana sambutan Samutiru, penguasa Calicut terhadap kehadiran Vasco da Gama waktu itu?” tanya Sufi Sudrun.
“Kalau tidak salah, Vasco da Gama disambut dengan salvo tembakan bedhil ke udara.”
“Berarti saat Portugis pertama datang ke India, penduduk India sudah menggunakan bedhil, benar begitu kan?” kata Sufi Sudrun dengan nada tanya.
“Hmm, kayaknya begitu.”


“Tahun 1511, 13 tahun pasca kedatangan Vasco da Gama, Alfonso d’Abuquerque membawa kapal-kapal akan menyerang Malaka karena Sultan Malaka telah menawan anak buahnya yang dipimpin Diego de Coelho. Lewat kurir, Diego de Coelho mengirim surat kepada Alfonso d’Albuquerque, memperingatkan agar pimpinannya itu tidak gegabah menyerang Malaka. Apakah kira-kira alasan Diego de Coelho meminta pimpinannya itu agar tidak gegabah?” tanya Sufi Sudrun.
“Kalau tidak salah Diego de Coelho memperingatkan d’Albuquerque tentang meriam-meriam ukuran besar yang melindungi bandar Malaka,” kata Prof Nafaq al-Bahluli.
“Menurut Diego de Coelho, darimana meriam-meriam itu didatangkan?”
“Dari Jawa.”
“Berarti dari Demak, bukan?” tanya Sufi Sudrun.
“Kayaknya begitu pak.”
“Dalam sastra akhir Majapahit berjudul Kidung Panji Wijayakrama disebutkan keberadaan alat perang yang disebut BEDHIL dan BEDHIL BESAR serta istilah JURU MUDI NING BEDHIL BESAR. Apa kira-kira makna alat-alat perang itu?” kata Sufi Sudrun dengan suara ditekan.
“Eee kalau tidak salah BEDHIL adalah Senapan dan BEDHIL BESAR adalah Meriam, sedang JURU MUDI NING BEDHIL BESAR adalah operator Meriam,” sahut Prof Nafaq al-Bahluli.
“Berarti jauh sebelum Portugis datang ke India tahun 1498, orang Majapahit akhir dan kemudian dilanjutkan Demak sudah memproduksi BEDHIL dan BEDHIL BESAR yang diperdagangkan sampai ke Malaka. Bukankah seperti itu kesimpulannya, prof?” kata Sufi Sudrun
Prof Nafaq al-Bahluli diam.

senjata-kuno-ditemukan-di-australia-03

https://indocropcircles.wordpress.com/2013/12/18/ditemukan-meriam-asal-indonesia-mengubah-catatan-sejarah-australia/

“Bagaimana sampeyan dan para sejarawan didikan sekolah menetapkan fakta palsu bahwa senapan dan meriam itu yang memperkenalkan bangsa Eropa? Tidakkah itu mengingkari bahwa penemu mesiu adalah Cina? Bukankah meriam pertama kali digunakan oleh Jenghiz Khan pada pertengahan abad ke-13? Bukankah Majapahit yang letaknya lebih dekat dengan Cina dengan cepat melakukan alih teknologi dibanding Eropa yang sangat jauh dari Cina?” tanya Sufi Sudrun berantai.

Prof Nafaq al-Bahluli termangu-mangu bingung.

“Kalau pada abad ke-15 orang Majapahit dan Demak sudah mampu memproduksi senapan dan meriam,” kata Sufi Sudrun dengan nada tinggi,”Dari aspek mana sampeyan menyimpulkan Bangsa Indonesia adalah bangsa goblok, pemalas, emosional, tidak mampu membuat karya apa-apa kecuali menjadi konsumen pengguna produk bangsa Barat? Bukankah yang sampeyan sebut itu lebih tepat dialamatkan kepada bangsa Indonesia zaman ini yang dididik di sekolah, yaitu lembaga pendidikan Barat yang secara sistematis membodohkan peserta didiknya?”

http://majapahit1478.blogspot.co.id/2013/12/meriam-angkatan-laut-kerajaan-majapahit.html

http://majapahit1478.blogspot.co.id/2011/05/perluasan-wilayah-kerajaan-majapahit.html

http://tangisanmelayu.blogspot.co.id/2012/04/islamelayu-itu-bangsa-yang.html

senjata-kuno-ditemukan-di-australia-banner

 

Iklan

One comment on “MENGGUGAT MITOS BANGSA BODOH CIPTAAN BARAT

  1. yang sebenar-nya leluhur bangsa nusantara ini sememang-nya manusia manusia pintar…….tapi dengan kedatangan sang perampok …maka semua kepintaran itu sampai habis di rampok semua-nya…oleh para perampok yang datang-nya kemudian itu…….sehingga kepintaran leluhur bangsa nusantara ini…..seperti gak mungkin diwarisi lagi sama keturunan-nya…….? apa betul begitu…….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Atlantis in the Java Sea

A scientific effort to match Plato’s narrative location for Atlantis

sembrani

bertukar ide, melampaui mimpi bersama

Nurul Wirda

Semerbak Mawar yang dengan senang hati memancarkan Cahayanya

aawanto

The greatest WordPress.com site in all the land!

Covert Geopolitics

Beyond the Smoke & Mirrors

Catatan Harta Amanah Soekarno

as good as possible for as many as possible

Women Terrace

to say something that i never talk before

Kanzunqalam's Blog

AKAL tanpa WAHYU, akan berbuah, IMAN tanpa ILMU

Cahayapelangi

Cakrawala, menapaki kehidupan nusantara & dunia

religiku

hacking the religion

SANGKAN PARANING DUMADI

Just another WordPress.com site

WordPress.com

WordPress.com is the best place for your personal blog or business site.

%d blogger menyukai ini: