Tinggalkan komentar

Mereview Peristiwa TRAGEDI BUBAT.

*** Sampurasun

Cerita “Dyah Pitaloka Citraresmi” berkaitan erat dgn peristiwa TRAGEDI BUBAT… yg kemudian menjadi pemicu perpecahan antara masyarakat Jawa Kulon dan Jawa Wetan akibat polah patih “Ka-Hurip-an” (Gan Eng Cu)… melahirkan ‘dendam’ sejarah berkelanjutan.

Hingga sekarang masih banyak yg beranggapan bahwa Tragedi Bubat itu sebagai cerita “perkawinan keluarga” antara pihak ka-Rama-an (Lingga Buana di Jawa Kulon) dgn ka-Ratu-an (Hayam Wuruk di Jawa Wetan).

……. padahal yg dimaksud adalah cerita PENGISTRENAN (Pelantikan / Pengukuhan) yg sewajarnya dilakukan oleh pihak RAMA kepada yg akan menjabat sebagai RATU (*King of King), seperti halnya pola pelantikan di BRITANIA RAYA yg di sahkan oleh PAUS di Vatican.

Mari kita lihat sandi-sandinya (kodefikasi)… :

LINGGA BUANA statusnya sebagai RAMA sebab di Nusantara menggunakan konsep “Rama-Ratu-Rasi”… maka arti “rama” di sini sama sekali bukan “bapak” secara biologis, melainkan STATUS dalam pemerintahan (yudikatif).

1). LINGGA BUANA = ….merupakan gelar ke-RAMA-an… kalau sekarang sama dengan PAUS (Vatican).

2). DYAH = perempuan maha cantik (*ibu pertiwi) atau bisa jadi siloka “Ibu Kota Nusantara” di Kadiri dgn Keratonnya yg disebut MAJAPAHIT.
3). PITA = ….kalau tidak salah artinya KUNING (Mahadewa di Kulon)
4). LOKA = wilayah (tempat / kawasan)
5). CITRA = cap (stempel / ‘image’)
6). RESMI = sah

……..namun CERITA RAKYAT yg berkembang dgn segala dramatisasinya telah mengakibatkan salah kaprah dalam memaknai SINDIR SAMPIR SILIB SILOKA atas cerita “TRAGEDI BUBAT” yg senyatanya bercerita tentang KERUNTUHAN NUSANTARA oleh pasukan perang MONGOL di bawah pimpinan GAN ENG CU.

Salah kaprah istilah RAMA / ROMO / POPE yg setara artinya dgn “Bapak” juga terjadi dalam cerita KINSAN (Kian Santang) yg akhirnya dimaknai bahwa Prabhu Siliwangi sebagai “bapak” dikejar-kejar “anak” nya karena akan di SUNAT….. pada hal ini erat kaitannya dgn konsep LINGGA (linggam) sebagai simbol RAMA yg akan direbut / disunat oleh KINSAN.

DAN TANAH JAWA BERHASIL DIPORAK-PORANDAKAN… SEKARANG SAATNYA KITA BERSATU KEMBALI MENUJU KEMERDEKAAN DAN KEDAULATAN…!!!

“…hampura kanu boga carita kuring kumawantun mukakeun turub mandepun…”

Tabe Pun
_/|\_
Rahayu

Foto Deny Nugraha.

Deny Nugraha bersama Suryaning Dewanti dan 11 lainnya.

Nyuhunkeun masukkan carita dyah pitaloka anu leresna

Komentar:

LQ HendrawanLQ Hendrawan Yang punya pendapat lain silahkan masuk dalam arena diskusi sehat… dan penuh rasa persaudaraan… _/|\_ rahayu
Sangha SundanaSangha Sundana Rampes..ijin share pangersa..
Dede Yi'kDede Yi’k Nyimak nya,??
Yoes Elang ManoenggalYoes Elang Manoenggal Hakekat nya kita belajar sejarah ada dua yaitu WASPADA DAN BIJAKSANA
Made ArsanaMade Arsana Rampes..ternyata sekian abad kita d bodohi ckckck
Mulyo PrasetyantoMulyo Prasetyanto Bagaimanapun memang nyatanya dijaman selanjutnya Inggris yg kemudian tumbuh jadi dominator dunia… Hmm
LQ Hendrawan membalas · 1 balasan
Mulyo PrasetyantoMulyo Prasetyanto Cerita yg berkembang dan mulai diungkap sejarawan dan yg diketahui rakyat juga tidak salah… Hanya sisi pandangnya yg berbeda
Ridwan SalehRidwan Saleh Abdi pernah ningali senjata kujang dipajang dimuseum trowulan di Mojokerto Tahun 2011 an..tp sabulan kadituna teu dipajang deui…abdi sempat nanya ka pegawai museum, eta kujang ditemukan dimana, saurna ditemukan tidak jauh dr pendopo Majapahit di Trowulan,…iyeu bener soal abdi ningali dipajangna
Deni DanurwendaDeni Danurwenda Leres kang kuring oge kantos nyakseni, malih di keraton jogja oge kujang aya di luhur dina silsilah keris
Okky Satrio DjatiOkky Satrio Djati Kujang di Keraton Jogja berjenis Kujang Pangarak..diberi nama Kyai Rondan..satu satu nya pusaka tangkis yang berfungsi seperti bethok Budha ( dianggap dapat menetralisir pusaka pusaka lain, demikian hasil pembicaraan dengan HB X di salah satu kediaman nya di jln Suwiryo Menteng Jakarta)
Ahmad Yanuana Samantho
Tulis balasan…
Ridwan SalehRidwan Saleh Senjata kujangna tos siga anu karatan campur taneuh
NdrsNdrs Sampurasun.., 
soal perang Bubat karangan Belanda eta mah, biasa lah PERMAENAN!!!!
*Hayam Wuruk tau siapa yg mendirikan kerajaan majapahit dan dari mana dia berasal*Lihat Selengkapnya

Okky Satrio Djati membalas · 2 Balasan
Pipin RosdiantaPipin Rosdianta Jadi sosok biologisnya dalam tutur sejarah tidak ada atuh bah uci?. Tutur volk oral yg kemudian di kidungkan, dinaskahkan, meskipun banyak keraguan ( campur tangan asing ) dalam kidung sundayana, naskah pararaton atau carita parahyangan. Seperti sosok sejarah Sang Guru Hyang ( Sangkuriang ) yg novelkan oleh Bujangga Manik yang cintanya pada ibu dibiologiskan / incest…hehehee
Ridwan SalehRidwan Saleh Lamun tragedi Bubat karangan Belanda…terus naha senjata kujang kapanggih diareal penggalian situs trowulan…emang org majapahit make kujang
Ummy LatifahUmmy Latifah Ini adalah masalah filosofi ketatanegaraan yang kurang dipahami oleh pra pembuat novel dan petutur ya kang LQ Hendrawann karena Resi-Rama-Ratu menurut saya itu ketatanegaraan yang dimiliki orang Sunda melebihi trias politika jadi kita harus belajar keLihat Selengkapnya
Arief EmilianArief Emilian smile emotikon smile emotikon
Pipin RosdiantaPipin Rosdianta Kerajaan Induk atau Kemaharajaan di Nuswantara dari dulu sudah terbentuk membawahi kadipaten/raja2 kecil. Sistem Kemaharajaan bisa berpindah – pindah sesuai calon Maha Raja pinilih atas wahyu,sabda yg didapat yg tak lepas dari Daya Kasakten/Kesaktian,kecakapan, Laku Prihatin,dll. Seperti Maha Raja Kerajaan Induk Galuh yg pengaruhnya mendunia dan sistem karatuannya sampai ke surabaya ( nama dulunya “Ujung Galuh” sebelum era Majapait ; Maha Raja yg ujungnya akan mengalami kepaitan ). Kodefikasi nama Galuh dlm bahasa sasak ( lombok ) yg berarti “Luas”. Ini menunjukan adanya nama pengaruh kekuasaan. Sistem Keraton Induk tidak diwariskan, bilamana ada seorang Adipati / Raja kecil yg mendapat Wahyu, Sabda atau Pusaka bisa naik tahta menjadi Maha Raja. Restu manggilingan KeBataraan juga tak lepas perannya sesuai karakter seorang calon Maha Raja dengan ditambah ciri mahkotanya yg sangat berat memakainya oleh Batara siapa yg menitisnya. Maka masyarakat dulu menganggap pasti bahwa perintah Maha Raja atau kebijakannya adalah perintah/ucapan Batara.
WibisonoWibisono SANGAT SETUJU Kang LQ Hendrawan !!! Tanpa bermaksud meniadakan “fakta sejarah” versi manapun, hendaknya saling menumbuhkan kesadaran masing-masing, bahwa saya sudah berdiskusi panjang dengan ketua adat Majapahit Bpk. Agus, beliau sangat menginginkan adanya “ruwatan budaya” diantara keduanya… Tabe Pun _/|\_ Rahayu
LQ Hendrawan membalas · 3 Balasan
Arayata Nu Maha SusiArayata Nu Maha Susi Hmmm…pantes kalo begitu mah,paingan…

Marilah..!

Foto Arayata Nu Maha Susi.
Lenny MaryaniLenny Maryani Rampes ..abah ijin share yaa ..nuhun
Sacca LimasenSacca Limasen Mudah2an tidak terjadi tapi Seandainya saja ya.. Indonesia kondisi sekarang sangat kacau.. Seandainya ada titik dimana Indonesia tidak sanggup bertahan lagi dan terpaksa negara ini bubar.. Apakah urang sunda sudah ada planning?
Suka · Balas · 3 · 7 jam
Tato SugiartoTato Sugiarto *** PROPHETIC INTELLIGENCE (Sumatera Utara 2005).
THE INDONESIAN TRAGEDY >>> Cultural Crisis 2012 > Leadership Crisis 2014 > Economic Crisis 2015 > Civil War 2016 > DISINTEGRATION 2020 …??? The beginning of The Ending NKRI …!!!
“Que sera sera, whatever will be will be.” It’s not for “short sighted and narrow minded” people to see … !!!

Suka · Balas · 2 · 1 jam
Ahmad Yanuana SamanthoAhmad Yanuana Samantho kunaon ari eta sajarah Tragedi Bubat bisa robih kitu pamaknaanana nya Kang LQ Hendrawan ?
LQ HendrawanLQ Hendrawan tampaknya karena unsur politik (*penguasaan) kangAhmad Yanuana Samantho
Ahmad Yanuana Samantho
Tulis balasan…
Mang ObeMang Obe ahung Semoga Tanah JAWI bersatu dalam Kenusantaraan,,,, Pun Ampun nu kasuhun,,,, Rahayu _/|\_
Sacca LimasenSacca Limasen Banjir darah.. Sama2 hancur.. Meninggalkan luka yang tak terkatakan.. Kerugian tanahnya.. Kekayaan alamnya.. Manusia2nya.. Ajarannya.. Dan meninggalkan kesalahpahaman berkepanjangan.. Padahal Otaknya china..
Komentar
LQ HendrawanLQ Hendrawan Cerita “Dyah Pitaloka Citraresmi” berkaitan erat dgn peristiwa TRAGEDI BUBAT… yg kemudian menjadi pemicu perpecahan antara masyarakat Jawa Kulon dan Jawa Wetan akibat polah patih “Ka-Hurip-an” (Gan Eng Cu)… melahirkan ‘dendam’ sejarah berkelanjutan. 

Hingga sekarang masih banyak yg beranggapan bahwa Tragedi Bubat itu sebagai cerita “perkawinan keluarga” antara pihak ka-Rama-an (Lingga Buana di Jawa Kulon) dgn ka-Ratu-an (Hayam Wuruk di Jawa Wetan).

……. padahal yg dimaksud adalah cerita PENGISTRENAN (Pelantikan / Pengukuhan) yg sewajarnya dilakukan oleh pihak RAMA kepada yg akan menjabat sebagai RATU (*King of King), seperti halnya pola pelantikan di BRITANIA RAYA yg di sahkan oleh PAUS di Vatican.

Mari kita lihat sandi-sandinya (kodefikasi)… :

LINGGA BUANA statusnya sebagai RAMA sebab di Nusantara menggunakan konsep “Rama-Ratu-Rasi”… maka arti “rama” di sini sama sekali bukan “bapak” secara biologis, melainkan STATUS dalam pemerintahan (yudikatif).

1). LINGGA BUANA = ….merupakan gelar ke-RAMA-an… kalau sekarang sama dengan PAUS di Vatican.

2). DYAH = perempuan maha cantik (*ibu pertiwi) atau bisa jadi siloka “Ibu Kota Nusantara” di Kadiri dgn Keratonnya yg disebut MAJAPAHIT.
3). PITA = ….kalau tidak salah artinya KUNING (Mahadewa di Kulon)
3). LOKA = wilayah (tempat / kawasan)
4). CITRA = cap (stempel / ‘image’)
5). RESMI = sah

……..namun CERITA RAKYAT yg berkembang dgn segala dramatisasinya telah mengakibatkan salah kaprah dalam memaknai SINDIR SAMPIR SILIB SILOKA atas cerita “TRAGEDI BUBAT” yg senyatanya bercerita tentang KERUNTUHAN NUSANTARA oleh pasukan perang MONGOL di bawah pimpinan GAN ENG CU.

DAN BANGSA TANAH JAWA BERHASIL DIPORAK-PORANDAKAN…!!!

“…hampura kanu boga carita kuring kumawantun mukakeun turub mandepun…”

Tabe Pun
_/|\_
Rahayu

LQ Hendrawan
LQ Hendrawan Kang Deny Nugraha … lukisannya dilanjutakan saja smile emotikon

Deny NugrahaDeny Nugraha Hatur nuhun _/|\_Rahayu
LQ HendrawanLQ Hendrawan Rahayu…. _/|\_
Ahmad Yanuana Samantho
Tulis balasan…
Arleti Mochtar ApinArleti Mochtar Apin Rasanya aneh bila,.,.bangsa kita urusannya hanya roman percintaan yang sempit lakunya. Janggal sebuah bangsa yang mampu berkarya maha seperi; Borobudur, Sukuh dan banyak lagi….kerjanya hanya cinta picisan yang dipenuhi oleh cemburu, dendam dan perkelahian? Buat saya dugaan konsep kenegaraan lebih logis, semoga semua perpecahan diantara saudara sebangsa dapat segera dihapuskan.
Ahmad Yanuana Samantho
Tulis balasan…
LQ HendrawanLQ Hendrawan Salah kaprah istilah RAMA / ROMO / POPE yg setara artinya dgn “Bapak” juga terjadi dalam cerita KINSAN (Kian Santang) yg akhirnya dimaknai bahwa Prabhu Siliwangi sebagai “bapak” dikejar-kejar “anak” nya karena akan di SUNAT….. pada hal ini erat kaitannya dgn konsep LINGGA (linggam) sebagai simbol RAMA yg akan direbut / disunat oleh KINSAN.
Suryaning DewantiSuryaning Dewanti Indonesia yang selalu salah kaprah…entah sengaja dikaprahkan atau disalahkan..
Lucky OktaviyantoLucky Oktaviyanto Di Blur tongue emotikon
Ahmad Yanuana Samantho
Tulis balasan…
LQ HendrawanLQ Hendrawan ijin di share kang Deny Nugraha_/|\_
Deny NugrahaDeny Nugraha Sumangga Bah,hatur nuhun pisan masukkan na kahartos pisan ayeun mah
Ahmad Yanuana Samantho
Tulis balasan…
 
Iman Bule TeaIman Bule Tea Ulasanna sae pisan bah LQ Hendrawan.. nuhun.. Rahayu..
Minar SuminarMinar Suminar Aduh meni seu eur korban na hehe
Suryaning DewantiSuryaning Dewanti Mohon ijin share juga ya…
Suryaning DewantiSuryaning Dewanti Aaaaaaaa 😱😱😱😱😱TIDAAAKKKKK!!!!!
LQ HendrawanLQ Hendrawan Bahasa jawa wetannya HAYAM (ayam) itu apa ?
LQ HendrawanLQ Hendrawan Pitik Wuruk…???? masa sih mas…
Ahmad Yanuana Samantho
Tulis balasan…
Decky IswaraDecky Iswara Ijin berbagi.. smile emotikon
Vasudeva Shri KrishnaVasudeva Shri Krishna Sepertinya seru nich..nyimak aja dech
Ahmad Yanuana Samantho
Tulis balasan…
LQ HendrawanLQ Hendrawan cerita yg beredar di Jawa Kulon itu sangat provokatif sehingga kelak sering terjadi perilaku ‘sentimen’ terhadap saudara2 di Jawa Wetan…. artinya “MEREKA berhasil memecah belah KITA” …dan boleh jadi itu sebabnya orang Jawa Kulon kurang suka disebut sebagai orang “Jawa” padahal jelas2 hidup di pulau Jawa…. mereka lebih suka disebut orang “Sunda” walaupun jadinya Sunda Arap… tongue emotikon
Vasudeva Shri KrishnaVasudeva Shri Krishna yah kalo yang terakhir arab-arab maklum
Ahmad Yanuana Samantho
Tulis balasan…
Deny NugrahaDeny Nugraha Ari hartosna naon Bu 😁
Aimee Henni TyandralynAimee Henni Tyandralyn Lanjutkan mekukis hihiihiiii😂
Ahmad Yanuana Samantho
Tulis balasan…
Didik SuwitohadiDidik Suwitohadi Ayahanda dan Ibundanya dimana ? Kalau bisa, mas deny observasi ke lapangan bubat trowulan, katanya masih ada tempat tsb
Endra TheaEndra Thea keren kang deni eta babad prabuwangi perlaya sareng putrina…..
Ricky Andriawan Mardjadinata IIRicky Andriawan Mardjadinata II Selendang kuning nya kurang mas..
Deny NugrahaDeny Nugraha Menyimak dulu 😀
Handoko Sumahan
Handoko Sumahan Apiiiik iki mas…

Deny NugrahaDeny Nugraha Terima kasih,Masih dipelajari pak Handoko Sumahan
Ahmad Yanuana Samantho
Tulis balasan…
Shandy FachrezyShandy Fachrezy Perebutan Negeri Sunda
Sunyoto DjatimurtiSunyoto Djatimurti teu aya nu leres..kabeh kur carita karangan
Si JagoMogok membalas · 1 balasan
Ki Buyut RongkeKi Buyut Rongke Didongengkeun bunuh diri ngangge cundrik.. sanes ngangge susuk konde.. wallahualam
Hendra HendarinHendra Hendarin Cerita tentang perang Bubat ditulis dalam inskripsi Pararaton. Kitab ini bukan kitab sejarah (fakta data kronologis), meski tahun penyidikannya tercatat, namun lebih pada tulisan sastra siloka.

Bahasa nya juga bukan bahasa berita, namun bahasa “kesusasteraan”, yang tak mudah diterjemahkan secara literal.

Kisahnya memang siloka dari realita, temasuk drama anti-klimaks nya, namun kemudian cerita ini dibajak interpretasinya oleh pihak ketiga yang ingin mengambil manfaat dari isu perpecahan etnis Jawa Kulon dan Wetan, lebih jauh lagi, menyempitkan terminologi ‘Jawa’ dan ‘Sunda’ dan memagari keduanya dengan sekat, diantaranya mungkin dengan didirikannya Jawa Tengah.

Perpecahan Jawa Kulon dan Wetan adalah strategi yang sangat esensial bagi mereka yang masuk dalam jalur keretakan dan memperbesar rongkah retaknya.

LQ HendrawanLQ Hendrawan Betul kang Hendra cutatan para-ratu-an (Pararaton) dituliskan dgn gaya tutur yg berbeda dgn naskah lain… berisi siloka / sandi2 yg perlu kajian tajam untuk memahaminya… padat sindir sampirnya.
Hendra HendarinHendra Hendarin Iya, kang, juga mereka keliru kaprah dengan menyebut kitab ini dengan ‘kitab para raja’, padahal para ratu, kebumian, bukan kelangitan
Ahmad Yanuana Samantho
Tulis balasan…
 
Noni TasikNoni Tasik Cerita apa ya aq lupa tuh..yg kutahu Jawa barat dan Jawa timur adik beradik..yg Jawa barat kononnya dipegang oleh sang adik ..so klo kata cerita babad tanah leluhur mungkin klo tk salah..yg kutahu sedikit cuma kerajaan pajajaran aja pasal itu cerita leLihat Selengkapnya
Ivan DjoharyIvan Djohary Perlu ada Pelurusan Sejarah kelihatannya kalau sudah kayak gini.
Bangsa kita memang terlalu banyak cerita yang berbelak belok.

Wawan Adhie PurnomoWawan Adhie Purnomo kami para aktivis Majapahit di Trowulan tidak pernah percaya akan adanya kisah “perang Bubat ” ini 
sebab :
1.Tidak ada satupun prasasti yg menulis kisah ini, baik dr sisi Pajajaran maupun Majapahit. Padahal ini kisah maha penting tingkat VVVVIP

2.Leluhur Sangrhama Wijaya atau Raden Wijaya adalah dari Sunda Galuh.

3.Hayam Wuruk dan Gajah Mada tidak memasukkan Pajajaran sebagai target “Sumpah Palapa”, Beliau sangat menghormati Pajajaran sbg asal leluhur Raden Wijaya, pendiri Majapahit.
meskipun jika mau, bisa saja dan mudah saja sebab jarak geografisnya lebih dekat drpd Wanin di papua, atau Tumasik( singapura)

4.Satu2nya catatan tentang perang bubat hanya dr kidung Sundayana..
ahh seorang raja terbunuh? hanya dibuatkan kidung ?? bukan prasasti?
pelit amat ??

5. Tidak ada satupun angka tahun yg jelas kejadian perang bubat .. (habisnya kisah ngarang sih)

6.Kidung Sundayana diciptakan sekitar tahun 1600 an, 200 tahun setelah era Hayam Wuruk …
dibuat untuk memecah belah Jawa dan Sunda agar tidak bersatu melawan penjajah.. di Batavia ,(saya kira hanya domba yg bisa diadu)

7. Siapa nama raja Pajajaran yg terbunuh di era perang Bubat ??? Gak jelass kelless ???
Hellloooo… ini Raja loh.. masa gak jelas siapa???

8.Hanya Domba yg bisa diadu…

sekian, Salam persaudaraan dari Bumi Majapahit..Trowulan.
rahayu..rahayu..rahayu.. Sagung Dumadi

ttd

Tukang Batu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

sembrani

bertukar ide, melampaui mimpi bersama

Nurul Wirda

Semerbak Mawar yang dengan senang hati memancarkan Cahayanya

aawanto

The greatest WordPress.com site in all the land!

Covert Geopolitics

Beyond the Smoke & Mirrors

Catatan Harta Amanah Soekarno

as good as possible for as many as possible

Women Terrace

to say something that i never talk before

Kanzunqalam's Blog

AKAL tanpa WAHYU, akan berbuah, IMAN tanpa ILMU

Cahayapelangi

Cakrawala, menapaki kehidupan nusantara & dunia

religiku

hacking the religion

SANGKAN PARANING DUMADI

Just another WordPress.com site

WordPress.com

WordPress.com is the best place for your personal blog or business site.

%d blogger menyukai ini: