1 Komentar

Rd. Sosro Kartono: Wartawan Perang (Dunia) Pertama, Pahlawan Tanpa Tanda Jasa.

Wartawan Perang  Dunia Pertama

  
TAK banyak memang yang mengenal sosoknya. Kaum bangsawan di Belanda menjulukinya Pangeran dari Tanah Jawa, karena dia merupakan wartawan perang Indonesia pertama yang meliput perang dunia I. Namanya Raden Mas Panji Sosrokartono. Dia adalah Kakak tokoh penggerak emansipasi wanita RA Kartini.
Jasanya untuk membesarkan bangsa ini tidak perlu diragukan lagi, karena sepak terjangnya dalam dunia jurnalistik diakui oleh dunia. Hanya sayangnya, organisasi ‘kuli tinta’ Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) belum juga meliriknya, sehingga jasanya dalam bidang jurnalistik terkesan dilupakan.
Pria yang mengembara ke Eropa selama 29 tahun ini, terlahir di Kompleks Makam Sedo Mukti atau berjarak 1 kilometer dari pusat Kota Kudus. Di sana terdapat satu kota kecil, tepatnya di Desa Mayong, Kecamatan Mayong, Kabupaten Jepara pada 10 April 1877. Dirinya tumbuh sebagai seorang intelektul, karena selama menjadi mahasiswa Universitas Leiden ia bergaul dengan kalangan intelektual dan bangsawan. Jadi tidak heran kalau almarhum Bung Hatta ketika itu menyebutkan Raden Mas Panji Sosrokartono sebagai seorang yang jenius.
Ada beberapa faktor yang mendorongputra Raden Mas Adipati Ario menjadi seorang yang jenius. Pertama dia adalah seorang Bupati Jepara dan Ibunya adalahMas Ayu Ngasirah. Pasangan suami istriini mempunyai tujuh saudara, salah satunya adalah Raden Ajeng Kartini, seorang pahlawan emansipasi Indonesia.
Hubungan Sosrokartono dan Kartini sendiri bisa dikatakan sangat dekat, karena mereka saudara seibu dan sahabat dalam berbagi tentang keilmuan dan kemerdekaan Indonesia. Selain itu, Sosrokartono muda mengenyam pendidikan Eropesche Lagere School di Jepara. Usai menyelesaikan pendidikan EropescheLagere School di Jepara, kemudian melanjutkan pendidikannya ke H.B.S. di Semarang. Baru tahun 1898 meneruskan sekolahnya ke negeri Belanda.Mula-mula sekolah Teknik Tinggi di Leiden, tetapi karena merasa tidak cocok,lalu ia pindah ke jurusan Bahasa dan Kesusastraan Timur.
Sosrokartono merupakan mahasiswa Indonesia pertama menempun pendidikan ke luar negeri, pada urutan selanjutnya disusul oleh generasi Bung Hatta. Dengan menggenggam gelar Docterandus in de Oostersche Talen dari Perguruan Tinggi Leiden, ia mengembara ke seluruh Eropa dan menjelajahi berbagai pekerjaan.
Baru pada tahun 1917 ia menjadi wartawan setelah koran Amerika The New York Herald Tribune, di kota Wina, Ibukota Austria membuka lowongan kerja. Sebagai wartawan perang untuk meliput Perang Dunia I, tes yang diberikan adalah menyingkat-padatkan sebuah berita dalam bahasa Perancis yang panjangnya satu kolom menjadi berita yang terdiri atas kurang lebih 30 kata, dan harus ditulis dalam 4 bahasa, yaitu Inggris, Spanyol, Rusia dan Perancis.
Ketika itu,. Sosrokartono berhasil memeras berita itu menjadi 27 kata. Bahkan persyaratan lainnya juga bisa dipenuhiya, sehingga ia terpilih sebagai wartawan perang surat kabar bergengsi Amerika, The New York Herald Tribune. Sosrokartono juga menguasai 17 bahasa asing, diantaranya Latin, Yunani, Rusia, Sansekerta, Cina, Jepang, Arab, Perancis, Belanda, Jerman, Spanyol, Slavia dan 10 bahasa suku di tanah negerinya. Sebelum menjadi wartawan the New York Herald Tribune, ia bekerja sebagai penterjemah di Wina, ibukota Austria.

http://mataharisemesta.blogspot.co.id/2015/04/pangeran-jenius-dari-nusantara.html

Di Wina ia terkenal sebagai seorang “jenius dari Timur”. Ia juga bekerja sebagai wartawan beberapa surat kabar dan majalah di Eropa. Di dalam buku ‘Memoir’ Drs Muhammad Hatta diceritakan Sosrokartono mendapat gaji 1250 Dollar dari surat kabar Amerika. Dalam ‘Memoir’ tulisan Drs Muhammad Hatta ditulis kalau Sosrokartono juga menguasai bahasa Basque, menjadi penterjemah pasukan Sekutu kala melewati daerah suku Basque. Suku Basque adalah salah satu suku yang hidup di Spanyol.

Ketika Perang Dunia I menjelang akhir, diadakan perundingan perdamaian rahasia antara pihak yang bertikai. Ada nilai tambah bagi Sosrokartono, yaitu ketika banyak wartawan sibuk mencari informasi tentang perundingan perdamaian rahasia itu, koran Amerika The New York Herald Tribune lebih dahulu memuat hasil perundingan rahasia tersebut. Penulisnya anonim cuma menggunakan kode pengenal “Bintang Tiga”. Kode tersebut di kalangan wartawan Perang Dunia ke I dikenal sebagai kode dari wartawan perang Sosrokartono. Konon tulisan itu menggemparkan Amerika dan juga Eropa. Yang menjadi pertanyaan bagaimana Sosrokartono bisa mendapat hasil perundingan perdamaian yang amat dirahasiakan dan dijaga ketat? Apakah Sosrokartono menjadi penterjemah dalam perundingan rahasia tersebut? Kalau ia menjadi penterjemah dalam perundingan rahasia itu lalu bagaimana ia menyelundupkan beritanya keluar? Seandainya ia tidak menjadi penterjemah dalam perundingan perdamaian rahasia itu, sebagai wartawan perang, bagaimana caranya ia bisa mendapat hasil perundingan perdamaian rahasia tersebut? Sayangnya dalam buku biografi Sosrokartono tidak ada informasi mengenai hal ini. Namun tak dapat disangkal lagi, berita tulisan Sosrokartono di koran New York Herald Tribune mengenai hasil perdamaian rahasia Perang Dunia I itu merupakan salah satu prestasi luar biasa Sosrokartono sebagai wartawan perang.
Kebangkitan Intelektual
Meski dikenal dekat dengan para bangsawan Belanda dan beberapa ilmuan asal Negeri Kincir tersebut,  Sosrokartono tidak pernah melupakan kampung halamannya. Diketahui bahwa salah satu pembimbing R.A Kartini dalam menuliskan surat keprihatinannya akan nasib pendidikan warga pribumi adalah dirinya.
Pada 29 Agustus 1899 dalam Kongres ke-25 Bahasa dan Sastra Belanda di Gent, Belgia Sosrokartono menyampaikan pidato yang menggemparkan. “Saya minta dengan sangat dan bersungguh-sungguh,  hendaklah kepada insulinde ditumpahkan cinta kasih, cinta kasih yang wajib diberikan kepadanya sebagai hak miliknya. Hai, kamu bangsa penjajah, pada tangan kirimu kamu menggenggam lambang utusan/ajaran untuk damai di antara sesama manusia, dengan tangan kananmu kamu memegang tongkat lambang peradaban, maka dari itu hidupkanlah rasa persaudaraan antara bangsamu dan bangsa yang engkau jajah” seru Sosrokartono agar Belanda mengajarkan bahasanya lebih luas bagi rakyat Jawa itu dimuat di majalah bulanan Neerlandia sebulan kemudian. Tak dapat dipungkiri lagi bahwa Sosrokartonolah yang menginspirasi Kartini dalam memperjuangkan hak-hak ribumi. Mereka sering sekali berkirim surat dan menceritakan tentang keadaan mereka masing- masing di negeri yang saling berjauhan.
Salah satu sahabat Kartini yang juga berhubungan baik dengan Sosrokartono adalah Abendanon. Pada tahun 14 Juli 1925 dalam surat Sosrokartono yang dikirimkan kepadanya menyebutkan rasa berangnya akan perilaku birokrat Hindia Belanda yang masih saja menganggap kaum pribumi sebagai kuli, meskipun mereka hidup bertahun-tahun di negeri jajahannya tersebut.
Sosrokartono menemukan pengesahan intelektual pada tahun 1908 dengan penerimaan gelar Doctorandus in de Oostersche Talen dalam bidang bahasa dan sastra. Sebuah tanda yang turut menginisiasi kebangkitan intelektual-modern Indonesia. Satu hal yang dirasa menjadi ancaman bagi pemerintah kolonial. Sosrokartono gagal secara akademik mencapai gelar doktor akibat kebencian dan dendam dari juru bicara kolonialisme dan orientalisme Prof Dr Snouck Hurgronye.
Tahun 1925, Sosrokartono pulang ke negerinya, Indonesia setelah kelana di Eropa sebagai mahasiswa, termasuk menjadi wartawan The New York Herald Tribune. Kegagalan mencapai gelar doktor tidak mematikan spirit intelektual tokoh ini. Bahkan, ia mencoba mendaki puncak lain yang mencoba melakukan sintesis antara intelektualisme Barat dan spiritualisme Timur. Sosrokartono pulang untuk mengabdi kepada negeri dengan menjadi pemimpin Nationale Middlebare School di Bandung. Akan tetapi, pemerintah kolonial curiga dengan ulahnya. Mereka melakukan represi politik terhadapnya. Dia tak kehilangan akal. Dia ingin tetap menjadi manusia bebas.
Lalu Sosrokartono memutuskan membuka praktik pengobatan tradisional dan menempuh laku spiritual khas Jawa. Sebuah pilihan yang ganjil memang. Namun seganjil apa pun pilihan itu tak menutupi kontribusi Sosrokartono dalam usaha pembentukan negara Indonesia. Hanya saja, tak banyak yang mengenalnya. Jangankan masyarakat awam, kalangan jurnalistik Indonesia saja, mungkin bisa dihitung dengan jari tangan yang mengenalnya. Padahal kalau mau jujur, Solichin Salam pasda tahun 1987 mencatat cukup banyak tokoh kunci dalam pergerakan politik nasionalis saat itu yang berinteraksi dengan Sosrokartono. Antara lain adalah Soekarno dan Ki Hajar Dewantoro. Mereka memberi penghormatan besar kepadanya, termasuk pada laku spiritual dalam menopang lakon politik mereka.
Setelah puluhan tahun mengabdikan diri, tanggal 8 Februari 1952, RMP Sosrokartono wafat di kediamannya Jalan Pungkur Nomor 7, Bandung dan keesokan harinya diterbangkan ke Semarang, kemudian disemayamkan untuk terakhir kalinya di Kompleks makam Sido Mukti Kudus. Juru Kunci makam tersebut, Sunarto (53) menceritakan makam Sido Mukti awalnya adalah tanah seluar 2 hektar pemberian pemerintah Hindia Belanda kepada Aryo Condro Negoro, Bupati Kudus ke 3 yang juga Buyut dari Sosrokartono. Ia menambahkan tanah tersebut diberikan, karena jasa besar Aryo Conro Negoro yang telah berhasil memakmurkan masyarakat Kudus dan melepaskan masyarakat dari masa Pageblug.
Semua keluarga, kerabat dan menantu menurutnya dimakamkan di kompleks tersebut. Kini jasad Raden Mas Panji Sosrokartono telah bersemanyam dengan tenang. Namun jasa-jasanya dalam membesarkan bangsa Indonesia tak boleh dilupakan. Paling tidak PWI harus bertanggung-jawab untuk terus mengobarkan semangatnya dengan membangun momumen Raden Mas Panji Sosrokartono, sehingga generasi muda. Terutama para wartawan muda mengenal sosok Raden Mas Panji Sosrokartono yang pernah tercacat sebagai wartawan Indonesia pertama dalam perang dunia I.
Caturmukti
          Yang menciptakan ilmu Catur Mukti adalah Drs.RMP.SOSRO KARTONO. Catur Mukti adalah satunya pikiran, perasaan, perkataan, perbuataan :
* PIKIRAN YANG BENAR
*  PERASAAN YANG BENAR
*  PERKATAAN YANG BENAR
*  PERBUATAN YANG BENAR
Sekilas nampaknya dan kedengarannya sederhana dan mudah dilaksanakan, namun kenyataannya tidak semudah itu.” Berkata benar “ dengan kalimat lain dapat diartikan ,” Jangan Berdusta “. Renungkan dalam sehari saja berapa kali kita berdusta didalam ucapan terlebih didalam batin, kalau diperhatikan dan diawali oleh keinginan, kehendak, itulah yang menyebabkan berfikir dan bertindak lanjutnya adalah berkata terakhir berbuat. Pikiranlah yang mendorong kita untuk berkata, maupun berbuat, sekarang tergantung kepada pikirannya, kalau pikirannya baik atau benar maka akan mengeluarkan kata yang baik dan benar pasti mendorong melakukan yang terbaik. Tapi jika pikirannya jahat atau tidak benar akan mendorong orang tersebut untuk melakukan kemasyiatan dalam diri sendiri maupun terhadapan orang lain.Karena pikiran yang suka membenci akan melahirkan perbuatan yang penuh dengan kebencian. Hindarilah situasi, kondisi, kata dan perbuatan orang-orang yang dapat membuat kita membenci, karena lebih baik menghindar dari pada mengobati dan kebencian jangan diberi kesempatan untuk merajarela didalam pemikiran kita dan kita harus berusaha dapat menjinakan kebencian tersebut sekecil apapun yang pada akhirnya dapat dihilangkan dalam pemikiran kita.Kalau begitu segala perbuatan yang membenci orang lain jangan pernah diingat- ingat lagi. Karema dengan berjalannya waktu kita akan melupakan itu semuanya, berterimakasihlah kepada TUHAN karena kita dikaruniakan sifat “ LUPA”, kalau kita tidak diberi sifat lupa, maka kita akan selalu mengingat-ingat selalu akan kebencian itu.rasa benci dan dendam hanya menyebabkan ketegangan dan kegelisahan dalam kehidupan kita. Jadi marilah kita untuk berpikir yang benar agar pemikiran yang benar selalu mengandung arti :
* CINTA KASIH
* BELAS KASIHAN
* SIMPATI
* TENANG DAN SEIMBANG
Berpikir yang benar dapat membawa manusia mencapai kebahagiaan yang sejati dan ini sungguh bermanfaat untuk kita semua apabila kita mau menjalankannya dengan serius, pikiran yang benar harus diselaraskan dengan perasaan yang benar dan ini harus dijalani dengan ketulusan dan ikhlasan agar perbuatan kita menjadi yang benar.
Jadi Catur Mukti itu merupakan kesatuan, jangan dipisahkan-pisahkan jangan ambil protolannya ambillah kesatuannya dan keseluruhannya. Karena ilmu Catur Mukti bukan untuk dihafalkan tetapi harus dihayati dan diamalkan, berlatih ilmu Catur Mutti tanpa berhenti baru tahu manfaat yang sesungguhnya, sehingga menyatukan  dengan jiwa kita dan kita akan menjadi terbiasa untuk, berpikir benar, berperasaan benar, berkata benar, berbuat benar.
Dalam situasi dan kondisi apaun reaksi dan aksi kita jadi cepat dan mengambil keputusan dengan tepat dan benar. Dengan mendalam ilmu Catur Mukti maka kita mendapatkan faedah dan keuntungan yang besar dan kita akan memiliki sifat-sifat dan perilaku yang sopan, rendah hati, tidak sombong, tidak omong besar serta tidak mentang-mentang. jadi kita dapat memiliki karater yang tangguh, yang tidak gampang takut dan susah.
 Dan selalu berusaha untuk membahagiakan orang lain dan orang banyak didalam tindak sesuai kata dan perbuatan. Berkata, untuk itu kita menggunakan mulut, di dalam mulut ada lidah, kendalikanlah lidahmu agar kita tidak bisa dikendalikannya.
Catur Mukti dapat diterjemahkan secara luar (Jasmani) dan secara dalam (Batin) : Catur Mukti yang luarnya: secara jasmaniah dapat ditulis dapat diuraikan dalam bentuk kata-kata dapat ditulis sehingga dapat dibaca berulang-ulang kali bahkan dapat dihafal serta didisdusikan dan sebagainya.
Catur Mukti bagian dalam : secara batiniah semuanya menjadi sunyi, sepi, penjelasannya : perbuatan tidak melakukan apa-apa, perkataan tidak mengeluarkan kata hanya diam, pikran tidak berfungsi dan kosong. Ketiga-tiganya “DIAM” tanpa aktivitas apa-apa , pasif total. Hanya “RASA” yang berperan aktif, rasa, jiwa, roh yang bekerja dan bekerjaanya rasa, jiwa, roh tidak dapat dilihat oleh panca indera. Rasa, jiwa, roh mengadakan “INNER CONNECTION” dengan TUHAN. Hasilnya adalah  “INNER VISION”, “INNER VOICE”, “INNER STRENGTH”, “INNER POWER”, sehingga manusia dapat melihat apa saja dan melakukan apa saja, tetapi semua itu hanya kehendak TUHAN. Sebab manusia tanpa TUHAN tidak bisa akan apa-apa. Selain itu masih banyak lagi karya- karya Raden Mas Panji Sosrokartono yang belum diketahui masyarakat, yaitu ajaran kebatinan diantaranya Sang Alif serta beberapa karya lainnya. (Sar) …..Edisi Ke 2 bulan Desember 2011 – Tabloid Bhineka

 

– See more at: http://tabloidbhineka.blogspot.co.id/2012/11/wartawan-perang-pertama.html#sthash.VVsTkDAq.dpuf

http://mataharisemesta.blogspot.co.id/2015/04/pangeran-jenius-dari-nusantara.html

 

Iklan

One comment on “Rd. Sosro Kartono: Wartawan Perang (Dunia) Pertama, Pahlawan Tanpa Tanda Jasa.

  1. Ahmad Yanuana Samantho
    28 mins ·
    Selamat Hari KARTINI, tapi jangan lupakan kakaknya: KARTONO ( Rd Sosro Kartono)
    Sosro Kartono – Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
    R.M.P. Sosrokartono[1] atau Raden Mas Panji Sosrokartono lahir di kabupaten Jepara, Sosrokartono adalah kakak kandung R.A. Kartini. R.M. Panji Sosrokartono adalah yang memberi inspirasi kepada R.A. Kartini untuk menjadi tokoh emansipasi wanita. R.M. Panji Sosrokartono[2] dikenal belanda sebagai dr.…
    ID.WIKIPEDIA.ORG
    Like
    Like
    Love
    Haha
    Wow
    Sad
    Angry
    CommentShare
    5You, Etty Soefiany Widiana and 3 others
    Comments
    Ahmad Yanuana Samantho
    Ahmad Yanuana Samantho http://www.merdeka.com/…/kisah-sosrokartono-orang…

    Kisah Sosrokartono, orang Indonesia paling jenius | merdeka.com
    MERDEKA.COM
    Unlike · Reply · Remove Preview · 1 · 29 mins
    Ahmad Yanuana Samantho
    Ahmad Yanuana Samantho TAK banyak memang yang mengenal sosoknya. Kaum bangsawan di Belanda menjulukinya Pangeran dari Tanah Jawa. Namanya Raden Mas Panji Sosrokartono. Dia adalah Kakak tokoh penggerak emansipasi wanita RAKartini. Jasanya untuk membesarkan bangsaini tidak perlu diragukan lagi, karena sepak terjangnya dalam dunia jurnalistik diakui oleh dunia. Hanya sayangnya,oraganisasi ‘kuli tinta’ Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) belum juga meliriknya,sehingga jasanya dalam bidang jurnalistik terkesan dilupakan.Pria yang mengembara ke Eropa selama29 tahun ini, Terlahir di Desa Mayong, Kecamatan Mayong, Kabupaten Jepara pada 10 April 1877.Dirinya tumbuh sebagai seorang intelektul,karena selama menjadi mahasiswa Universitas Leiden ia bergaul dengan kalangan intlektual dan bangsawan. Jaditidak heran kalau almarhum Bung Hattaketika itu menyebutkan Raden Mas PanjiSosrokartono sebagai seorang yang jenius.
    Ahmad Yanuana Samantho’s photo.
    Unlike · Reply · 1 · 28 mins · Edited
    Ahmad Yanuana Samantho
    Ahmad Yanuana Samantho Sosrokartono yang di Jepara akrab dipanggil Kartono ini, sejak kecil sudah memiliki kemampuan belajar dan analisis yang istimewa, dan konon bisa meramal masa depan. Nah, berlawanan dengan Kartini yang kecerdasannya harus terkungkung isu gender, kecerdasan Kartono difasilitasi penuh oleh keluarganya tanpa dipingit-pingit. Poor Kartini..

    Setelah lulus Eropesche Lagere School di Jepara, ia melanjutkan pendidikannya ke H.B.S. di Semarang. Nah dari sinilah CV akademiknya melambung jauh ketika ia melanjutkan sekolah ke Leiden, Belanda tahun 1898. Mula-mula ia diterima di sekolah Teknik Tinggi, tetapi merasa gak cocok, terus pindah ke Jurusan Bahasa dan Kesusastraan Timur. Beliau tercatat sebagai mahasiswa pribumi pertama, yang membuka jalan bagi bumiputera2 lain yang ingin melanjutkan sekolah tinggi di luar Hindia-Belanda.

    Pembimbing utama Kartono di Leiden adalah Profesor Dr Johan Hendrik Kern, seorang Orientalis. Ia segera menjadi murid kesayang-an Kern. Meski baru pindah kampus, Kern sudah menyuruhnya bicara di Kongres Sastra Belanda di Gent, Belgia, pada September 1899.

    Kartono membawakan pidato Het Nederlandsch in Indie (Bahasa Belanda di Hindia Belanda). Seruan patriotik agar Belanda mengajarkan bahasanya lebih luas bagi rakyat Jawa itu dimuat di majalah bulanan Neerlandia sebulan kemudian.
    Ahmad Yanuana Samantho’s photo.
    Unlike · Reply · 1 · 26 mins
    Ahmad Yanuana Samantho
    Ahmad Yanuana Samantho Kisah gemilang mas Kartono ini berlanjut setelah ia lulus dan memperoleh gelar Docterandus in de Oostersche Talen dari Perguruan Tinggi Leiden. Ia pun berkeliling Eropa untuk mencari pekerjaan. Kemampuan luar biasanya dalam mempelajari bahasa sangat membantunya. Pada tahun 1917, koran Amerika The New York Herald Tribune,yang menerbitkan edisi internasionalnya International Herald Tribune di kota Wina, Ibukota Austria, membuka lowongan kerja sebagai wartawan perang untuk meliput Perang Dunia I. Salah satu tes adalah menyingkat-padatkan sebuah berita dalam bahasa Perancis yang panjangnya satu kolom menjadi berita yang terdiri atas kurang lebih 30 kata, dan harus ditulis dalam 4 bahasa yaitu Inggris, Spanyol, Rusia dan Perancis sendiri. Kartono, tentunya satu-satunya putra nusantara yang ikut melamar, berhasil memeras berita itu menjadi 27 kata, sedangkan para pelamar lainnya lebih dari 30 kata, sehingga akhirnya ia terpilih sebagai wartawan perang surat kabar bergengsi tersebut. Konon beliau semasa hidupnya menguasai 24 bahasa asing (termasuk bahasa Basque) serta 10 bahasa nusantara. Bahkan ada yang bilang bahasa asing yang dikuasainya bukanlah 24 tetapi 27 bahasa !

    The New York Herald adalah koran yang diterbitkan di New York dan bertahan hidup dari 1835 sampai 1924. Pada Perang Dunia I, koran ini juga terbit dalam edisi Eropa. Surat kabar ini kemudian melakukan merger dengan The New York Tribune, menjadi The New York Herald Tribune yang terbit sampai hari ini.

    Ketika bertugas dalam medan perang, Agar supaya pekerjaannya lancar ia juga diberi pangkat Mayor oleh Sekutu.. Tapi ia menolak membawa senjata. “Saya tidak akan menyerang orang, karena itu saya pun tak akan diserang. Jadi apa perlunya membawa senjata?” kata Kartono, seperti dikutip dalam naskah Drs. RMP Sosrokartono, Sarjono-Satrya Pinandita karya Amin Singgih.

    Salah satu keberhasilan Kartono sebagai wartawan perang adalah ketika ia memuat hasil perundingan antara Jerman yang kalah perang dan Prancis yang menang perang. Perundingan antara Stresman yang mewakili Jerman dan Foch yang mewakili Prancis itu berlangsung secara rahasia di sebuah gerbong kereta api di hutan Campienne, Prancis, dan dijaga sangat ketat.Ketika banyak wartawan yang mencium adanya ‘perundingan perdamaian rahasia’ masih sibuk mencari informasi, koran Amerika The New York Herald Tribune ternyata telah berhasil memuat hasil perundingan rahasia tersebut. Penulisnya ‘anonim’, cuma menggunakan kode pengenal ‘Bintang Tiga’. Kode tersebut di kalangan wartawan Perang Dunia ke I dikenal sebagai kode dari wartawan perang RMP Sosrokartono. Konon tulisan itu menggemparkan Amerika dan juga Eropa. Yang menjadi pertanyaan bagaimana RMP Sosrokartono bisa mendapat hasil perundingan perdamaian yang amat dirahasiakan dan dijaga ketat? Apakah RMP Sosrokartono menjadi penterjemah dalam perundingan rahasia tersebut? Kalau ia menjadi penterjemah dalam perundingan rahasia itu lalu bagaimana ia menyelundupkan beritanya keluar? Seandainya ia tidak menjadi penterjemah dalam perundingan perdamaian rahasia itu, sebagai wartawan perang, bagaimana caranya ia bisa mendapat hasil perundingan perdamaian rahasia tersebut? Sayangnya dalam buku Biografi RMP Sosrokartono tidak ada informasi mengenai hal ini. Namun tak dapat disangkal lagi, berita tulisan RMP Sosrokartono di koran New York Herald Tribune mengenai hasil perdamaian rahasia Perang Dunia I itu merupakan salah satu prestasi luar biasa Sosrokartono sebagai wartawan perang.
    Unlike · Reply · 1 · 25 mins
    Ahmad Yanuana Samantho
    Ahmad Yanuana Samantho Kemampuan bahasa Kartono juga mengantarnya menjadi juru bahasa tunggal di Volken Bond atau Liga Bangsa-Bangsa, Dari tahun 1919 sampai 1921, RMP Sosrokartono, anak Bumiputra, mampu menjabat sebagai Kepala Penterjemah untuk semua bahasa yang digunakan di Liga Bangsa-Bangsa. Ia berhasil mengalahkan poliglot-poliglot dari Eropa dan Amerika sehingga meraih jabatan tersebut. Liga Bangsa-Bangsa kemudian berubah nama menjadi Perserikatan Bangsa-Bangsa (United Nations Organization) pada tahun 1921. Tahun 1919 RMP Sosrokartono juga diangkat menjadi Atase Kebudayaan di Kedutaan Besar Perancis di Belanda.Sebuah prestasi yang bukan main-main. Bahkan Muhammad Hatta dalam Memoir menulis bahwa pendapatan Sosrokartono pada masa itu mencapai US$ 1.250 per bulan dan beliau biasa bergaul dengan para cendikiawan dan bangsawan Eropa. “Dengan gaji sebanyak itu, ia dapat hidup sebagai miliuner di Wina,” tulis Hatta (meskipun ada beberapa kontroversi ttg kekayaan beliau, ada yang menyebutkan bahwa itu berasal dari hasil berhutang.). Beliau pun akhirnya mendapat berbagai julukan, antara lain De Mooie Sos atau Sos yang ganteng, dan De Javanese Prins atau Pangeran dari tanah Jawa.
    Like · Reply · 23 mins
    Ahmad Yanuana Samantho
    Ahmad Yanuana Samantho Petualangannya di Eropa berakhir pada tahun 1925, ia pun kembali ke tanah air. Ia ingin mendirikan sekolah sebagaimana dicita-citakan Kartini. Ia juga ingin mendirikan perpustakaan. Untuk menghimpun modal, setelah gagal melamar menjadi koresponden The New York Herald untuk Hindia Belanda akibat koran itu sudah berganti pemilik dan merger dengan koran lain, Kartono kemudian menggalang dukungan dari kelompok pergerakan di Indonesia. Ia menemui Ki Hajar Dewantara. Keluarga Bapak pendidikan itu lalu mempersilakan Kartono membangun perpustakaan di gedung Taman Siswa Bandung. Ia pun diangkat menjadi kepala Sekolah Menengah. Dengan demikian beliau pun menjadi salah satu pelopor pendidikan pribumi di tanah air.

    Di sisi lain, kemampuan pengobatan alternatifnya seakan menemui tempatnya di Bandung. Kepercayaan lokal yang meyakini adanya media pengobatan diluar rasio-medis membuat Kartono laku keras sebagai seorang “dokter” alternatif. Di sebuah rumah panggung berbentuk L di Jalan Pungkur no.7, Bandung (sekarang tepat di seberang terminat Kebon Kalapa.), ia mendirikan rumah pengobatan Darussalam. Sekarang pondok pengobatan milik Kartono diperkirakan menempati deretan bangunan yang kini sudah berubah menjadi toko listrik, swalayan di Gedung Mansion, serta sebuah apotek yang terletak di sudut Jalan Pungkur dan Jalan Dewi Sartika. Pondok itu juga merangkap perpustakaan milik pribadi beliau. Di perpustakaan pondok ini ini pula Ir.Soekarno sering datang dan berdiskusi dengan Kartono baik dalam masalah bangsa maupun masalah kebatinan.

    Beliau menekuni bidang kebatinan dan pendidikan ini hingga akhir hayatnya tahun 1951. Meninggal di Bandung, jenazah beliau dibawa ke Jepara dan dimakamkan di pemakaman keluarga. Makam beliau seringkali diziarahi oleh orang-orang yang tertarik pada ilmu kebatinan Jawa.http://tabloidbhineka.blogspot.com/…/wartawan-perang…
    Ahmad Yanuana Samantho’s photo.
    Unlike · Reply · 1 · 22 mins
    Ahmad Yanuana Samantho
    Ahmad Yanuana Samantho Sumber: http://tabloidbhineka.blogspot.com/…/wartawan-perang…

    Wartawan Perang Pertama ~ Tabloid Bhinneka
    TABLOIDBHINEKA.BLOGSPOT.COM
    Unlike · Reply · Remove Preview · 1 · 21 mins
    Deddy Prihambudi
    Deddy Prihambudi · 111 mutual friends
    RMP Sosrokartono adalah Aulia Tuhan pada zamannya.
    Unlike · Reply · 1 · 16 mins

    Ahmad Yanuana Samantho replied · 2 Replies · 16 mins
    Ahmad Yanuana Samantho
    Ahmad Yanuana Samantho https://ahmadsamantho.wordpress.com/…/rd-sosro-kartono…/

    Rd. Sosro Kartono: Wartawan Perang (Dunia) Pertama
    AHMADSAMANTHO.WORDPRESS.COM
    Unlike · Reply · Remove Preview · 1 · 16 mins
    Deddy Prihambudi
    Deddy Prihambudi · 111 mutual friends
    saya sedang berpikir, mengapa tidak ada inisiatif dari kita untuk usul agar beliau menjadi PAHLAWAN NASIONAL. RA Kartini sangat hormat pada kakaknya ini. dan sang kakak sangat sayang pada sang adik.
    Unlike · Reply · 1 · 12 mins
    Deddy Prihambudi
    Deddy Prihambudi · 111 mutual friends
    beliau memiliki banyak karamah. namun tak bisa kita ungkap di sini.
    Unlike · Reply · 1 · 11 mins
    Ahmad Yanuana Samantho
    Ahmad Yanuana Samantho Setuju, kita harus jujur pada sejarah, dan menghargai serta meneladani tokoh yang selayaknya menjadi panutan bangsa ini. Saya malah baru tahu nama dan siapa RMP Sosrokartono iini setelah membaca buku “Kawruh Bejo Ki Ageng Suryo Mentaram”, tadi seharian sambil menunggu pemeriksaan kontrol dokter jantung di RS Marzuki Mahdi Bogor. Rupanya beliau SALIK atau Pesuluk Jawa-Islam (Spiritual Wayfarer), penempuh jalan Tuhan YME.
    Unlike · Reply · 1 · 6 mins · Edited
    Hide 15 Replies
    Deddy Prihambudi
    Deddy Prihambudi · 111 mutual friends
    beliau membuka rumah pengobatan di Kota Bandung. ada huruf ALIF besar pada ruang tamu.
    Unlike · Reply · 1 · 6 mins
    Deddy Prihambudi
    Deddy Prihambudi · 111 mutual friends
    salah satu buku yang cukup bagus tentang beliau ditulis oleh wartawan senior SOLICHIN SALAM. saya cukup terkejut, Pak Solichin Salam membuka tulisannya dengan mengutip sebuah hadis dari IMAM SAJJAD AS. hm…..welll….
    Unlike · Reply · 1 · 5 mins
    Ahmad Yanuana Samantho
    Ahmad Yanuana Samantho Di mana alamat rumah pengobatan beliau di Bandung itu Kang Mas Deddy Prihambudi?
    Unlike · Reply · 1 · 5 mins
    Deddy Prihambudi
    Deddy Prihambudi · 111 mutual friends
    sekarang sudah tidak ada. di jalan Pangkur atau apa begitu….
    Unlike · Reply · 1 · 5 mins
    Deddy Prihambudi
    Deddy Prihambudi · 111 mutual friends
    beliau adalah guru khusus Bung Karno. demikian pula Ki Ageng Surya Mentaram.
    Unlike · Reply · 1 · 4 mins
    Ahmad Yanuana Samantho
    Ahmad Yanuana Samantho Oo jalan Pungkur Bandung?
    Unlike · Reply · 1 · 4 mins
    Deddy Prihambudi
    Deddy Prihambudi · 111 mutual friends
    injih…
    Unlike · Reply · 1 · 4 mins
    Ahmad Yanuana Samantho
    Ahmad Yanuana Samantho Subhannalah
    Unlike · Reply · 1 · 4 mins
    Deddy Prihambudi
    Deddy Prihambudi · 111 mutual friends
    beliau POLIGOT, menguasai lebih dari 26 bahasa asing.
    Unlike · Reply · 1 · 4 mins
    Ahmad Yanuana Samantho
    Ahmad Yanuana Samantho Rupanya beliau salah satu guru spiritual dan intelektualnya Bung Karno yo mas?
    Unlike · Reply · 1 · 3 mins
    Deddy Prihambudi
    Deddy Prihambudi · 111 mutual friends
    ketika Bung Karno sedang menghadapi pengadilan yang luar biasa itu, di Bandung, Bung Karno mengirim beberapa kawan dekatnya, untuk minta nasihat pada beliau. 4 orang, kalau tidak salah. subhanallah…. ketika mereka tiba di rumah beliau, sudah tersedia 4 TEMPAT DUDUK, persis dengan tamu yang akan datang itu.
    Unlike · Reply · 1 · 1 min
    Deddy Prihambudi
    Deddy Prihambudi · 111 mutual friends
    RMP Sosrokartono berucap : KARNO akan menderita, namun kelak dia akan menjadi pemimpin besar. dia kudu tabah.
    Unlike · Reply · 1 · 1 min
    Ahmad Yanuana Samantho
    Ahmad Yanuana Samantho Weruh Sedurung Winarah, Karomah para Auliaullah
    Unlike · Reply · 1 · Just now
    Deddy Prihambudi
    Deddy Prihambudi · 111 mutual friends
    ketika RMP Sosrokartono wafat di Bandung, Bung Karno memerintahkan semacam upacara militer sederhana, membawa jenazah beliau dengan pesawat terbang khusus kembali ke Ndalem Kudus.
    Unlike · Reply · 1 · Just now
    Deddy Prihambudi
    Deddy Prihambudi Surabaya punya KOMUNITAS SOSROKARTANAN, himpunan “murid” beliau. entah, sekarang masih aktif atau tidak.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Atlantis in the Java Sea

A scientific effort to match Plato’s narrative location for Atlantis

sembrani

bertukar ide, melampaui mimpi bersama

Nurul Wirda

Semerbak Mawar yang dengan senang hati memancarkan Cahayanya

aawanto

The greatest WordPress.com site in all the land!

Covert Geopolitics

Beyond the Smoke & Mirrors

Catatan Harta Amanah Soekarno

as good as possible for as many as possible

Women Terrace

to say something that i never talk before

Kanzunqalam's Blog

AKAL tanpa WAHYU, akan berbuah, IMAN tanpa ILMU

Cahayapelangi

Cakrawala, menapaki kehidupan nusantara & dunia

religiku

hacking the religion

SANGKAN PARANING DUMADI

Just another WordPress.com site

WordPress.com

WordPress.com is the best place for your personal blog or business site.

%d blogger menyukai ini: