Tinggalkan komentar

Segala Sesuatu Adalah Cahaya

Segala Sesuatu Adalah Cahaya

Ren Muhammad with Tyas Ari Wahyu.

Ren Muhammad's photo.Seabad lalu, Nikola Tesla, ilmuwan pilih tanding, melansir tesisnya dalam sebuah wawancara sederhana. Tesla meyakini sepenuhnya bahwa alam semesta kita semula adalah energi, dan energi terbentuk dari cahaya–yang kemudian mewujud (mawjud) jadi materi.

Sekadar membantu rekan pembaca menyusun ingatan, apa yang diyakini Tesla itulah yang kelak dirumuskan Einstein dalam Relativitas Khusus (1905) & Relativitas Umum (1915). Keputusan akhir dari kedua teori besar yang kemudian meruntuhkan mekanika-gravitasi Newton itu adalah kelahiran matra keempat dalam ranah kajian fisika: Waktu. Matra inilah yang lantas menyeret cahaya sebagai rambatan utama dan satu-satunya. Einstein sang penenun teori ulung itu berhasil menghitung kecepatan cahaya dalam kisaran 300.000 km/detik.

Angka fenomenal itu pasti sulit dibayangkan orang awam. Saking peliknya, kita tak lagi mengerti apa ketersambungan antara keyakinan Tesla dengan temuan Einstein. Ya, keduanya adalah seniman cahaya. Dua manusia unggul yang bukan Muslim (secara theis), namun berhasil membongkar selubung misteri (QS. An-Nuur [24]: 35) yang dimulai dengan ayat, “Allah adalah Cahaya di langit & di bumi… Cahaya Maha Cahaya…”

Tuhan menitis di alam ciptaan dengan turunan gradasi sepersekian triliun hingga terwujud sebagai materi. Persis seperti yang diyakini Tesla sepanjang hayat keilmuannya. Maka mudah belaka membuktikan bahwa kita manusia, adalah makhluk cahaya yang terus menghindari kondisi minazzulumat i-ilan n-Nuur: dari kegelapan menuju cahaya benderang. Semua bayi pasti menangis jika kamarnya digelapkan. Bahkan sampai usia dewasa pun, masih ada begitu banyak manusia yang anti-gelap. Saking takutnya, malah merubung gemerlap lampu kota di pusat keramaian. Tak ubahnya laron, yang sekali berjumpa cahaya, lalu memungkasi hidupnya sendiri.

Sejak api ditemukan Nabi Idris as, kegelapan malam terus direvolusi hingga penemuan bola lampu oleh Edison. Hanya kegelapan langit yang hingga kini tak jua bisa dikalahkan. Manusia terpaksa harus tunduk pada hukum alam, terkait malam gelap & terang siang. Bukti paling tak bisa dibantah bahwa manusia adalah makhluk cahaya yang turun dari Langit, terdapat pada bola mata.

Tanpa kedua bola mata, nyaris sulit bagi kita mencandra segala yang zahir pun bathin dalam hidup ini. Sebab mata adalah pantulan terbaik bagi cahaya, agar manusia bisa melihat. Bukan sebaliknya, mata yang melihat kerana adanya cahaya. Tak ayal banyak manusia yang merasa bisa melihat, tapi buta. Matanya diselubungi kepekatan yang luarbiasa gelap menyergap. Merasa melihat fenomena namun gagal menangkap noumenanya. Latar paling awal dari sebuah pola penciptaan yang tak berawal, tak berakhir.

Teori cahaya yang dirumuskan Tesla, juga mengamini itu. Sejak cahaya dibungkus energi (ether) & materi, segala sesuatu di semesta ini sulit dihabisi riwayatnya. Sebab kondisi sejati yang terjadi, kita terus-menerus menjadi. Sejak Alam Azali hingga tak terperi. Wajar jika kemudian para awliya, sufi, filosof, teolog, mendaku bahwa neraka pun surga, bukanlah akhir segalanya. Kita, seperti juga semesta raya mengembang ini, akan terus menjalani safar, perjalanan nir-ujung menuju Cahaya Keabadian-Nya, bersama-Nya, kepada-Nya, dan untuk-Nya semata.

Manusia yang merusak dirinya, serupa laron yang mengingkari cahaya. []

Gambir, 14 Jumadil Akhir 1437 H

 

Like

 

Like

 

Love

 

Haha

 

Wow

 

Sad

 

Angry

Comment

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Atlantis in the Java Sea

A scientific effort to match Plato’s narrative location for Atlantis

sembrani

bertukar ide, melampaui mimpi bersama

Nurul Wirda

Semerbak Mawar yang dengan senang hati memancarkan Cahayanya

aawanto

The greatest WordPress.com site in all the land!

Covert Geopolitics

Beyond the Smoke & Mirrors

Catatan Harta Amanah Soekarno

as good as possible for as many as possible

Women Terrace

to say something that i never talk before

Kanzunqalam's Blog

AKAL tanpa WAHYU, akan berbuah, IMAN tanpa ILMU

Cahayapelangi

Cakrawala, menapaki kehidupan nusantara & dunia

religiku

hacking the religion

SANGKAN PARANING DUMADI

Just another WordPress.com site

WordPress.com

WordPress.com is the best place for your personal blog or business site.

%d blogger menyukai ini: