Tinggalkan komentar

IC-THuSI : Membangun Infrastruktur Pemahaman Islam-Humanis-Transenden

Press Release
International Conference – Thoughts on Human Sciences in Islam (IC-THuSI)
18-19 November 2015, Gedung BPPT II Jl. M.H. Thamrin, Jakarta Pusat
 
IC-THuSI : Membangun Infrastruktur Pemahaman Islam-Humanis-Transenden
 
Sejalan dengan tiga asas yang menjadi infrastruktur pengembangan ilmu-ilmu manusia  (sosial-humaniora) yang diluncurkan oleh IC-THuSI, yaitu asas ketuhanan (spiritualitas), asas kemanusiaan, dan asas keberadaban komunitas dan bangsa, konferensi internasional kedua tahun 2015 ini digelar dengan visi membangun paham Islam-humanis-transenden agar tercipta kondisi seperti yang ditulis oleh Professor Tariq Ramadan dalam pesannya, “Konferensi (IC-THuSI) ini adalah sebuah upaya yang luar biasa dan kita perlu mendukungnya secara spiritual dan intelektual sebagai langkah ke depan bagi dunia Muslim untuk kembali menjadi sebuah kontribusi positif kepada dunia”.

Titik awal membangun “infrastruktur pemahaman Islam-humanis-transenden” itu adalah dengan melangsungkan interaksi dua arah secara dinamis antara perspektif kemanusiaan dan perspektif keislaman. Di satu sisi, mendorong perbincangan dan pembahasan isu-isu manusia dan masyarakat dengan segenap permasalahnnya dalam perspektif Islam, dan di lain sisi menelaah secara mendasar isu-isu keagamaan atau praksis kehidupan beragama dari perspektif kemanusiaan. Dialog timbal balik antara ilmu-ilmu keislaman dan ilmu-ilmu manusia harus dibangun dan dikembangkan sedemikian rupa sehingga saling memperkaya kedua ranah ilmu tersebut. Ilmu-ilmu keislaman menjadi lebih relevan dan aktual dengan problem-problem sosial kemanusiaan, dan sebailknya ilmu-ilmu manusia juga menjadi lebih sesuai dengan realitas asli (fitrah) manusia yang mendambakan pencerahan spiritual.
Dalam konteks dan tujuan itulah sebuah pertemuan sarjana dunia yang berminat dengan studi manusia dalam perspektif Islam digelar; itulah IC-THuSI, singkatan dari International Conference – Thoughts on Human Sciences in Islam. Diorganisir oleh Sadra International Institute-Jakarta, tahun ini adalah konferensi yang kedua setelah sukses pada konferensi pertama tahun lalu 2014 menghadirkan 70-an sarjana dari 15 negara.  Pertemuan ilmiah ini adalah salah satu medium untuk mendorong para sarjana Muslim (pengkaji filsafat, ‘irfan, studi Islam, sosiologi, psikologi, antropologi, politik, ekonomi) untuk melakukan penelitian, permenungan, dan penelitian lanjutan lagi dalam mengembangkan ilmu-ilmu manusia (sosial humaniora) yang lebih sesuai dengan realitas kemanusiaan (fitrah) dan sejalan dengan dimensi transendensi dan keruhanian Islam, yang pada gilirannya lebih mampu menjawab permasalahan kemanusiaan hari ini yang amat kompleks dan multidimensional. 
Dalam konferensi THuSI 18-19 November 2015 mendatang, ada seorang sarjana Amerika Serikat, Dr. Syu’aib Eirc
Winkel, yang akan mempresentasikan papernya “Ibn ‘Arabi’s Love and Socio-cultural Implications”. Peneliti yang telah menerjemahkan ribuan halaman karya-karya Syaikh Akbar ini berusaha menjelaskan pengertian cinta dan Tuhan sebagai Pencinta lalu relevansinya atau implikasi pandangan ini secara sosial-kultural dalam konteks kehidupan sehari-hari.
Dari dalam negeri tampil Dr. Haidar Bagir yang akan mengekplorasi perspektif ‘irfani dalam memahami isu relasi Islam dan budaya lokal termasuk di dalamnya akan menyinggung gagasan populer “Islam Nusantara”.  Dari Iran, negeri yang banyak mencetak filsuf dan sufi, ada Prof. Dr. Hujjatul Islam Hamid Parsania – penulis buku Spiritual Anthropology– yang akan mengulas karakteristik epistemologi Islam dan relevansinya dengan pengembangan paradigma baru ilmu-ilmu manusia yang holistik. Sementara dari Malaysia, tampil Prof. Dr. Azila Ahmad Sarkawi – yang mengirim tiga paper bersama timnya dari International Islamic University of Malaysia (IIUM)- akan banyak mendeskripsikan apa yang disebutnya sebagai “Islamization of human knowledge”dalam konteks institusi IIUM.
Akan hadir pula pengajar Qatar University, Dr. Edwar Omar Moad, yang akan membahas konsep “Islamic State” secara historis dan kritis-analitik dengan merujuk kepada pemikiran Wael Hallaq. Sementara Dr. Syed Mehboob Hasan Bukhori (Karachi University, Pakistan) akan menyuguhkan pandangan kritisnya terhadap agenda “Islamization of science” dengan menyebutnya sebagai bentuk pengukuhan identitas yang melahirkan problem “sense of the other”.  Melanjutkan kontribusinya tahun lalu, Prof. Dr. Masudul Alam Choudhury, salah seorang dedengkot sarjana ekonomi Islam yang aktif di Kanada, juga akan menyampaikan paper “Interrelations between the Principles of Tawhid, Al-Wasatiyyah, and Maqasid al-Shariah”.  Dan masih banyak lagi sarjana tanah air dan beberapa negara lainnya yang telah turut menyumbang pemikiran ilmiah mereka (terhitung 87 judul paper/abstrak).
Penyampaian hasil penelitian dan kajian para sarjana ini merupakan bagian penting dari apa yang disebut “membangun infrastruktur pemahaman Islam-humanis-transenden” melalui serangkaian aktivitas ilmiah dalam ilmu-ilmu manusia. Dengan memulai tradisi kajian epistemologis dan metodologis terhadap ilmu-ilmu manusia dalam perspektif Islam ini, diharapkan dan ditargetkan bahwa studi manusia menjadi terkait secara organis-integratif dengan studi-studi keislaman. Jika hal itu tercapai secara ilmiah dan metodologis (tidak hanya jargon teologis), maka secara dini di dunia pendidikan Islam para pelajar kita akan dididik untuk memiliki pandangan yang humanistik-transenden yang bertemali dan satu napas dengan pemahaman keagamaan dan pengalaman keruhanian mereka.  Dan hal itu merupakan elemen terpenting dari program deradikalisasi pemahaman agama secara mendasar, alami, dan menyeluruh.
 
Dr. Husain Heriyanto
Ketua Panitia Pengarah
International Conference – Thoughts on Human Sciences in Islam (IC-THuSI)
Sadra International Institute, Jakarta
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Atlantis in the Java Sea

A scientific effort to match Plato’s narrative location for Atlantis

sembrani

bertukar ide, melampaui mimpi bersama

Nurul Wirda

Semerbak Mawar yang dengan senang hati memancarkan Cahayanya

aawanto

The greatest WordPress.com site in all the land!

Covert Geopolitics

Beyond the Smoke & Mirrors

Catatan Harta Amanah Soekarno

as good as possible for as many as possible

Women Terrace

to say something that i never talk before

Kanzunqalam's Blog

AKAL tanpa WAHYU, akan berbuah, IMAN tanpa ILMU

Cahayapelangi

Cakrawala, menapaki kehidupan nusantara & dunia

religiku

hacking the religion

SANGKAN PARANING DUMADI

Just another WordPress.com site

WordPress.com

WordPress.com is the best place for your personal blog or business site.

%d blogger menyukai ini: