1 Komentar

Tebing Kraton Sebagai Alternatif Wisata Jalan Sehat

23 Desember 2014

By Intan Rosmadewi binti Muchtar Adam

Kompasianer (http://www.kompasiana.com/rosmadewi/hari-ibu-ke-tebing-kraton-sebagai-alternatif-wisata-jalan-sehat_54f38caf745513942b6c7ab5)

 Hari Ibu Ke Tebing Kraton Sebagai Alternatif Wisata Jalan Sehat
Tebing Kraton atau Cadas Jontor desa Cihareugeum Kabupaten Bandung (dok.pri))

Udara emasnya di Tebing Kraton yang demikian berharga kami rasakan sangat menyegarkan seluruh aliran darah dari ujung jempol hingga ubun – ubun, sayang para perokok memanfaatkannya juga dengan kenikmatan suasana memikat dan mendukung para ahli hisab, sehingga aroma gunung yang segar bercampur aroma asap rokok agak jomplang juga keadaan sekitar.

Pendakian lebih kurang satu setengan jam dari pondok lokasi kampung Babakan desa Ciburial, terasa cukup meletihkan otomatis saja keringat meluncur dengan bebas saja diseluruh permukaan tubuh sehingga basah kuyup.

Tebing Kraton adalah tujuan pendakian kami yang di dominasi para Ibu, karena memang jalan sehat ini dalam rangka memperingati hari Ibu senin 22 desember 2014. Sebagai cara memaknai dengan mendadari alam lingkungan agar memiliki wawasan sadar wisata dengan jalan sehat.

Adalah Cadas Jontor lokasi yang kami kenal sejak empat puluh tahun yang lalu sebagai lokasi yang kurang dikenal dan terbengkalai begitu saja, karena labeling Tebing Kraton baru saja kami kenal dengan hingar bingarnya informasi khususnya cukup ramai di tulis para netizen, blogger dan facebooker tentunya di sempurnakan narsis dan foto selfie yang umumnya keren.

Posisi Tebing Kraton atau Cadas Jontor : kampung Puncak, Cihareugeum desa Ciburial, kecamatan Cimenyan Kabupaten Bandung.

14192552881228056429
Tebing Kraton yang eksotis menjorok dan berada di atas posisi wilayah Maribaya, Cibodas Lembang (dok.pri)

Dari Desa kami di Ciburial dengan berkendaraan jika saja cuaca cerah lebih kurang di tempuh hanya setengah jam saja, cepat dan agak mendaki meskipun menemukan beberapa jalan terjal relatif aman dan tidak berbahaya.

Masyarakat berkunjung dengan tujuan umumnya menyaksikan keindahan alam yang sangat eksotis, tebing demi tebing seakan saling bertatap dan melambaikan tangan . . . indah.

Dan keindahan alam ini dimanfaatkanlah oleh pemuda, pemudi dan keluarga atau rombongan untuk saling bernarsis ria mengabadikan alam sekitarnya sedemikian rupa, hampir semua sibuk dengan berbagai pose dan busana, masing – masing mafhum saja.

Penulis menyaksikan tegakan – tegakan tebing curam – mengerikan meskipun memang indah di pandang jika udara cerah dan mendukung hijau disekeliling, aneka jenis pohon yang dikuasai Taman Hutan Raya Ir. H. Juanda (Tahura) akan menjadi sumber pengetahuan botani yang sangat berlimpah.

Paling tidak ada lima jenis tanaman yang sempat di pasang rincian jenisnya oleh pihak :

Tusam, Mahoni Uganda, Kemiri, Ki Acret dan Pohon Afrika, masing jenis ini ada ribuan batang ditanam di sekitar Tahura, dengan usia penanam yang berbeda.

14192556771569348367
pohon pinus, kemiri, ki acret dan jenis pohon afrika bertebaran anggun ditimpali cuara cerah (dok.pri)

Jika saja diantara pengunjung ada yang gemar bertanam aneka jenis tanaman herbal maka, akan kita temukan beribu jenis tanaman dengan aneka manfaat dan kegunaan, seperti : Ki Pahit, Ki Urat, Bawang Dayak, Antanan, Sadagori, Eurih ( rumput kering yang akarnya menjulur panjang ) berkhasiat bagi mereka yang terkena penyakit ginjal.

Ketika sempat mengambil gambar beberapa maklumat yang disalin pada paparan tulisan berikut, agak kurang akurat, tidak jelas siapa yang menulis, namun rasanya ini sebagai salah satu upaya penduduk setempat, meminimalisir masalah, karean banyaknya yang bertanya : “kenapa di beri nama Tebing Kraton ?”

Sepertinya kepenasaran penulis sama seperti pengunjung yang lain, dengan secara refleks saat akan kembali menyusuri desa Cihareugeum untuk kembali ke pondok, saya bertanya dengan ramah agar dapat mengumpulkan info dari masyarakat setempat, jawaban sang Bapak ringkas terbersit rasa jemu ia menjawab : “Ibu . . . di atas ada maklumat”

Iya . . . . maksudnya ini :

14192560872124712456

semoga penguasa Tahura, bisa bertindak bijaksana untuk kemashlatan masyarakat Jawa Barat khususnya (dok.pri)

“Sedikit ceritera tentang Tebing Kraton, mula – mula nama Tebing Kraton muncul Mei 2014 tepatnya pukul 24.00 pada saat itu pula saya langsung menulis . . . Tebing Kraton lalu keesokan harinya saya simpan di depan rumah dilengkapi dengan arah, dan setelah nama tersebut di pasang setiap harinya pengunjung mulai berdatangan terkadang ada dua motor, tiga motor, lima motor dan seterusnya. Maka sayapun punya ide untuk membersihkan halaman rumahku lalu diperlebar sedikit demi sedikit semakin lama semakin banyak pengunjung yang datang lalu saya punya ide untuk memberikan uang dengan dalih untuk kebersihan dan perawatan jalan yang sampai saat ini tersebut masih tersimpan dengan rapih sebagai saksi dan bukti yang nyata. Maka dengan hati yang tulus saya pun membuat jalan setapak ketempat berikut lahan parkir tanpa seorangpun yang membantu, akhirnya Tebing Kraton terkenal kemana – mana. Namun disisi lain banyak orang bertanya – tanya, kenapa siih namanya Tebing Kraton”

Meskipun tulisan terasanya agak ganjil, dan masih banyak mengundang tanya akan tetapi ajakan pada maklumat berikutnya cukup logis dan perlu diperhatikan oleh siapapun yang berkunjung . . .

Tebing ( Sunda ) Gawir ; Kraton adalah sebuah kemewahan alam, kemegahan alam, maka saya tidak menulis kraton yang identik dengan gedung yang layak istana tetapi Kraton Sunda banget . . . dan sejak dulu memang sudah ada, cuman namanya bukan Tebing Kraton melainkan Cadas Jontor yang artinya Cadas tersebut menonjol kedepan dan mempunyai ketinggian yang berbeda diantara cadas – cadas lainnya, itulah sedikit tentang riwayat tentang Tebing Kraton, semoga pengunjung puas.

1419256285651909718
pemasangan seng status pohon diikat dengan tambang injuk, rapih dan sopan ya . . . (dok.pri)

Marilah kita nikmati
Marilah kita jaga bersama kebesaran yang telah Allah berikan kepada kita semua, semoga anda tidak bosan datang dan mentaati semua peraturan :

1. Buanglah sampah pada tempatnya yang telah kami siapkan

2. Jaga diri masing – masing/ hati – hati

3. Jangan gaduh, jangan berdesak – desakan.

4. Jangan melewati pagar, ikuti aturan pemandu

5. Batas waktu jam 05.00 – s/d jam 18.00

Tebing Kraton Menjanjikan Manfaatnya :

1. Bisa menyaksikan pemandangan yang sangat eksotis ; apalagi jika ingin menjemput sunrise atau ingin mengantar sunset, katanya seperti memandang para dewa dan dewi dari Kahyangan.

2. Mengenal lebatnya Tahura ( Taman Hutan Raya ) dengan limpahan tumbuhan lebat, sesekali mendengar teriakan suara monyet dan dekuran bunyi burung tekukur atau bahkan desisan suara ular dan desiran angin, aroma hutan pinus ya ada juga aroma bangkai tikus bahkan tadi siang ada aroma jengkol busuk dari rumah penduduk, insya Allah inipun eksotis.

14192565251047422673pengetahuan yang akan berguna bagi masyarakat khususnya pelajar (dok.pri)

3. Rumah Herbal, pengunjung bisa singgah disini dengan kekayaan tumbuhan herbal yang secara seksama dapat diamati bareng keluarga, memang baiknya bawa catatan agar bisa menampung manfaat lebih optimal.

4. Warung Bandrek dapat juga dijadikan transit, untuk sekedar menikmati minuman khas pajajaran, yang diolah dari rempah – rempah jahe, cengkeh, gula merah plus irisan buah nangka matang, kelapa yang di serut agak kasar serta pelengkap kolang kaling yang kenyal. Rasa panasnya ‘nendang’ memang nikmatnya di minum di tempat, jika di bungkus dan di bawa pulang tentu akan sangat berbeda, dikarenakan udara dinging Tahura menjadikan suasana minum bandrek lebih berasa bandreknya.

14192566771719737092
tempat transit yang menyegarkan WarBan (dok.pri)

Bagi fotografer, seniman, rumah produksi film atau apapun yang terkait multi media lokasi ini memang seksi sebagai objek yang cukup menjanjikan.

Penulis menatap masa yang akan datang Tebing Kraton akan menjadi sebuah kerajaan para pengusaha, terkait penginapan, cafe, dan bisnis objek wisata lainnya, intinya juga akan mengikis moral masyarakat setempat. Kecuali aparat pemda bersiap – siap menangkis dengan berbagai upaya yang perlu difikirkan dengan seksama.
14192568091339271511

memulai pendakian (dok.pri)
1419257096695518745
berjumpa dengan para Ibu Penyabit Rumput perjalanan sekitar lebih kurang 2 km lagi (dok.pri)

Selamat Hari Ibu, kami turun dari Tebing Kraton dengan harapan para Ibu bisa selalu menjaga para putra dan putrinya dari ancaman moral di era globalisasi saat ini.

Bandung, Ciburial Senin 22 Desember 2014

DSC04249

One comment on “Tebing Kraton Sebagai Alternatif Wisata Jalan Sehat

  1. jadi kepengen ke lokasi itu.. 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

sembrani

bertukar ide, melampaui mimpi bersama

Nurul Wirda

Semerbak Mawar yang dengan senang hati memancarkan Cahayanya

aawanto

The greatest WordPress.com site in all the land!

Covert Geopolitics

Beyond the Smoke & Mirrors

Catatan Harta Amanah Soekarno

as good as possible for as many as possible

Women Terrace

to say something that i never talk before

Kanzunqalam's Blog

AKAL tanpa WAHYU, akan berbuah, IMAN tanpa ILMU

Cahayapelangi

Cakrawala, menapaki kehidupan nusantara & dunia

religiku

hacking the religion

SANGKAN PARANING DUMADI

Just another WordPress.com site

WordPress.com

WordPress.com is the best place for your personal blog or business site.

%d blogger menyukai ini: