87 Komentar

Bukti Terbaru G30S/PKI : Soeharto Dalang Pembunuhan Ahmad Yani?

Bukti Terbaru G30S/PKI : Soeharto Dalang Pembunuhan Ahmad Yani?

Jenderal Ahmad Yani

Kesaksian mantan Menteri Pengairan Dasar zaman Orde Lama HARYA SUDIRJA bahwa Bung Karno menginginkan Menpangad Letjen Achmad Yani menjadi Presiden kedua bila kesehatan Proklamator itu menurun, ternyata sudah lebih dahulu diketahui isteri dan putra-putri pahlawan revolusi tersebut.

“Bapak sendiri sudah cerita kepada kami (isteri dan putra-putri Yani) bahwa dia bakal menjadiPresiden.Waktu itu Bapak berpesan, jangan dulu bilang sama orang lain”, ujar putra-putri Achmad Yani : Rully Yani, Elina Yani,Yuni Yani dan Edi Yani – Sebelumnya diberitakan dalam acara diskusi “Jakarta – Forum Live, Peristiwa G-30S/PKI, Upaya Mencari Kebenaran” terungkap kesaksian baru, yaitu beberapa hari sebelum peristiwa kelam dalam sejarah republik ini meletus, Bung Karno pernah meminta Menpangad Letjen Achmad Yani menggantikandirinya menjadi presiden bila kesehatan proklamator itu menurun.

Kesaksian tersebut disampaikan salah satu peserta diskusi: Harya Sudirja. Menurut mantan Menteri Pengairan Dasar zaman Orde Lama ini, hal itu disampaikan oleh Letjen Achmad Yanisecara pribadi pada dirinya dalam perjalanan menuju Istana Bogor tanggal 11 September 1965. Putra-putri Achmad Yani kemudian menjelaskan, kabar baik itu sudah diketahui pihak keluarga 2 (dua) bulan sebelum meletusnya peristiwa berdarah G-30S/PKI. “Waktu itu ketika pulang dari rapat dengan Bung Karno beserta para petinggi negara, Bapak cerita sama ibu bahwa kelak bakal jadi presiden”, kenang Yuni Yani, putri keenam Achmad Yani. “Setelah cerita sama ibu, esok harinya sepulang main golf, Bapak juga menceritakan itu kepada kami putra-putrinya. Sambil tertawa, kami bertanya, “Benar nih Pak?” Jawab Bapak ketika itu, “Ya”, ucapnya. Menurut Yuni, berita baik itu juga mereka dengar dari ajudan Bapak yang mengatakan Bapak bakal jadi presiden. Makanya ajudan menyarankan supaya siap-siap pindah ke Istana.

Sedangkan menurut Elina Yani (putri keempat), saat kakaknya Amelia Yani menyusun buku tentang Bapak, mereka menemui Letjen Sarwo Edhie Wibowo sebagai salah satu nara sumber. “Waktu itu, Pak Sarwo cerita bahwa Bapak dulu diminta Bung Karno menjadi presiden bila kesehatan Proklamator itu tidak juga membaik. Permintaan itu disampaikan Bung Karno dalam rapat petinggi negara. Di situ antara lain, ada Soebandrio, Chaerul Saleh dan AH Nasution”, katanya. “Bung Karno bilang, Yani kalau kesehatan saya belum membaik kamu yang jadi Presiden”, kata Sarwo Edhie seperti ditirukan Elina.

Pada prinsipnya, tambah Yuni pihak keluarga senang mendengar berita Bapak bakal jadi Presiden. Namun ibunya (Alm.Nyonya Yayuk Ruliah A.Yani) usai makan malam membuat ramalan bahwa kalau Bapak tidak jadi presiden, bisa dibunuh. “Ternyata ramalan ibu benar. Belum sempat menjadi presiden menggantikan Bung Karno,Bapak dibunuh secara kejam dengan disaksikan adik-adik kami. Untung dan Eddy. “Kalau Bapakmu tidak jadi presiden, ya nangendi (bahasa Jawa artinya :kemana) bisa dibunuh”, kata Nyonya Yani seperti ditirukanYuni. Lalu siapa pembunuhnya ?

Menurut Yuni, Ibu dulu mencurigai dalang pembunuhan ayahnya adalah petinggi militer yang membenci Achmad Yani. Dan yang dicurigai adalah Soeharto. Mengapa Soeharto membenci A.Yani ? Yuni mengatakan,sewaktu Soeharto menjual pentil dan ban yang menangkap adalah Bapaknya. “Bapak memang tidak suka militer berdagang.Tindakan Bapak ini tentunya menyinggung perasaan Soeharto”.

“Selain itu, usia Bapak juga lebih muda, sedangkan jabatannya lebih tinggi dari Soeharto”, katanya. Sedangkan Rully Yani (putri sulung) yakin pembunuh Bapaknya adalah prajurit yang disuruh oleh atasannya.”Siapa orangnya, ini yang perlu dicari”, katanya.Mungkin juga, lanjutnya, orang-orang yang tidak suka terhadap sikap Bapak yang menentang upaya mempersenjatai buruh, nelayan dan petani. “Bapak dulu kan tidak suka rakyat dipersenjatai.

Yang bisa dipersenjatai adalah militer saja”, katanya. Menurut dia, penjelasan mantan tahanan politik G-30S/PKI Abdul Latief bahwa Soeharto dalang G-30S/PKI sudah bisa menjadi dasar untuk melakukan penelitian oleh pihak yang berwajib. “Ini penting demi lurusnya sejarah. Dan kamipun merasa puas kalau sudah tahu dalang pembunuhan ayah kami”, katanya.

Dia berharap, kepada semua pelaku sejarah yang masih hidup bersaksilah supaya masalah itu bisa selesai dengan cepat dan tidak menjadi tanda tanya besar bagi generasi muda bangsa ini. Kesaksian istri dan putra-putri A.Yani bahwa Bapaknyalah yang ditunjuk Bung Karno untuk jadi Presiden kedua menggantikan dirinya, dibenarkan oleh mantan Asisten Bidang Operasi KOTI (Komando Operasi Tertinggi), Marsekal Madya (Purn) Sri Mulyono Herlambang dan ajudan A.Yani, Kolonel (Purn) Subardi.

Apa yang diucapkan putra-putri Jenderal A.Yani itu benar. Dikalangan petinggi militer informasi tersebut sudah santer dibicarakan. Apalagi hubungan Bung Karno dan A.Yani sangat dekat, ujar Herlambang. Baik Herlambang maupun Subardi menyebutkan, walaupun tidak terdengar langsung pernyataan Bung Karno bahwa dia memilih A.Yani sebagai Presiden kedua jika ia sakit, namun keduanya percaya akan berita itu.

“Hubungan Bung Karno dengan A.Yani akrab dan Yani memang terkenal cerdas, hingga wajar jika kemudian ditunjuk presiden”,kata Herlambang. “Hubungan saya dengan A.Yani sangat dekat, hingga saya tahu betapa dekatnya hubungan Bung Karno dengan A.Yani”, ujar Herlambang yang saat ini sedang menyusun buku putih peristiwa G-30S/PKI. Menyinggung tentang kecurigaan Yayuk Ruliah A.Yani (istri A.Yani), bahwa dalang pembunuhsuaminya adalah Soeharto, Herlambang mengatakan bisa jadi seperti itu. Pasalnya 2 (dua) bulan sebelum peristiwa berdarah PKI, Bung Karno sudah menunjuk A.Yani sebagai penggantinya.

Tentu saja hal ini membuat iri orang yang berambisi jadi presiden.Waktu itu peran CIA memang dicurigai ada, apalagi AS tidak menyukai Bung Karno karena terlalu vokal. Sedangkan Yani merupakan orang dekat Bung Karno. Ditambahkan Herlambang, hubungan A.Yani dengan Soeharto saat itu kurang harmonis. Soeharto memang benci pada A.Yani. Ini gara-gara Yani menangkap Soeharto dalam kasus penjualan pentil dan ban. Selain itu Soeharto juga merasa iri karena usia Yani lebih muda, sementara jabatannya lebih tinggi.

Terlebih saat A.Yani menjabat Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD), Bung Karno meningkatkan status KASAD menjadi Panglima Angkatan Darat. “Dan waktu itu A.Yani bisa melakukan apa saja atas petunjuk Panglima Tertinggi Soekarno, tentu saja hal ini membuat Soeharto iri pada A.Yani. Dijelaskan juga, sebenarnya mantan presiden Orde Baru itu tidak hanya membenci A.Yani,tapi semua Jenderal Pahlawan Revolusi. D.I.Panjaitan dibenci Soeharto gara-gara persoalan pengadaan barang dan juga berkaitan dengan penjualan pentil dan ban. Sedangkan kebenciannya terhadap MT. Haryono berkaitan dengan hasil sekolah di SESKOAD. Disitu Soeharto ingin dijagokan tapi MT.Haryono tidak setuju. Terhadap Sutoyo, gara-gara ia sebagai Oditur dipersiapkan untuk mengadili Soeharto dalam kasus penjualan pentil dan ban itu.

Menurut Subardi, ketahuan sekali dari raut wajah Soeharto kalau dia tidak menyukai A.Yani. Secara tidak langsung istri A.Yani mencurigai Soeharto. Dicontohkan, sebuah film Amerika yang ceritanya AD disuatu negara yang begitu dipercaya pemerintah, ternyata sebagai dalang kudeta terhadap pemerintahan itu. Caranya dengan meminjam tangan orang lain dan akhirnya pimpinan AD itulah yang menjadi presiden. “Peristiwa G-30S/PKI hampir sama dengan cerita film itu”, kata Nyonya Yani seperti ditirukan Subardi.

 

Catatan penulis:

Saya ambil artikel ini dari berbagai sumber dan milis-milis dengan harapan klarifikasi dari para pembaca yang budiman. Sampai saat ini masih menggelayut pertanyaan di setiap kepala rakyat Indonesia tentang bagaimana fakta yang sebenarnya dari peristiwa kelam ini. Masih ada tokohtokoh dan narasumber dari kisah kelam sejarah masa lalu ini yang masih hidup.

Disinilah perlunya penuntasan 100% dan jawaban yang adil dan penyelidikan yang transparan bagi masalah yang menyangkut peristiwa G30S. Masih diperlukan penyelidikan lanjutan yang independen untuk menyingkap fakta-fakta seputar sejarah kelam ini.

JASMERAH : Jangan Sekali-sekali Melupakan Sejarah! demikian kata Bung Karno.

http://www.memobee.com/bukti-terbaru-g30s-pki-soeharto-dalang-pembunuhan-ahmadyani-

7262-eij.html

 

Dalam pembelaannya, Kol. Latief menyatakan, bahwa tidak ada maksud untuk membunuh para jendral, tetapi hanya ingin menghadapkannya kepada Presiden Sukarno untuk mengklarifikasi tentang adanya berita tentang rencana kudeta oleh Dewan Jendral yang akan dilakukan pada tgl 5.Oktober 1965.

Belakangan terungkap, bahwa yang menyuruh agar membunuh para jendral ternyata Komandan pasukan yang bernama Doel Arif.

Lettu. Doel Arif adalah tokoh yang bertanggung jawab dalam menangkap jenderaljenderal Angkatan Darat yang diduga akan membentuk Dewan Jenderal dalam peristiwa Gerakan 30 September 1965.

Sebagai komandan Pasukan Pasopati yang menjadi operator G30S, ia adalah tokoh kunci. Ia bertanggung jawab terhadap operasi penculikan jenderal-jenderal pimpinan AD.

Belakangan terungkap, bahwa Doel Arif adalah seorang kepercayaan, malah dibilang anak kesayangan Ali Murtopo. Dan Ali Murtopo bersama Yoga Sugama adalah dua tokoh utama yang bersama Suharto sebagai Trio (Suharto-Ali Murtopo-Yoga Sugama) yang berperan menentukan dalam setiap langkah Suharto dalam melancarkan kudeta merangkak, dengan dukungan Blok Barat dibawah pimpinan CIA /AS menggulingkanpemerintahan Presiden Sukarno.

Nasib Lettu. Doel Arief, yang ditangani langsung oleh Ali Moertopo, hilang bak ditelan bumi, sampai sekarang tidak ada yang tahu.

*****

Sumber :

http://ochasaja.blogspot.de/2009/01/mengapa-soeharto-dituduh-sbg-dalang.html

http://www.memobee.com/fakta-g30s-pki-bung-karno-ingin-jenderal-ahmad-yani-yang-mengantikannya-sebagai-presiden-tetapi-keburu-ditelikung-3294-sms.html

 

Kenapa Suharto pantas diduga sebagai dalang dibalik G30S ?

 Pada tanggal 21 September 1965, Kapten Soekarbi mengaku menerima radiogram dari Soeharto yang isinya perintah agar Yon 530 dipersiapkan dalam rangka HUT ABRI ke- 20 pada tanggal 5 Oktober 1965 di Jakarta dengan perlengkapan tempur garis pertama.

Setelah persiapan, pasukan diberangkatkan dalam tiga gelombang, yaitu tanggal 25,26,dan 27 September.

Pada tanggal 28 September pasukan diakomodasikan di kebun Jeruk bersama dengan Yon 454 dan Yon 328. Tanggal 30 September seluruh pasukan melakukan latihan upacara. Pukul tujuh malam semua Dan Ton dikumpulkan untuk mendapatkan briefing dari Dan Yon 530, Mayor Bambang Soepono. Dalam briefing tersebut disebutkan bahwa Ibu kota Jakarta dalam keadaan gawat. Ada kelompok Dewan Jenderal yang akan melakukan kudeta terhadap pemerintahan RI yang sah. Briefing berakhir pada pukul 00.00. Pukul dua pagi tanggal 1 Oktober, Kapten Soekarbi memimpin sisa Yon 530 menuju Monas. Di kompleks Monas mereka berkedudukan di depan istana. Pada saat itu, karena kedudukan mereka dekat Makostrad, pasukan pun sering keluar masuk Makostrad untuk ke kamar kecil. Karena tidak ada teguran dari Kostrad, berarti Kostrad tahu bahwa mereka ada di sana.

Pukul setengah delapan Kapten Soekarbi melapor pada Soeharto tentang keadaan ibu kota yang gawat serta adanya isu Dewan Jenderal. Namun Soeharto menyangkal berita tersebut.

Kapten Soekarbi sendiri mengaku tidak mengetahui terjadinya penculikan para Jenderal. Ia tetap merasa aman karena Pangkostrad Soeharto telah menjamin keadaan tersebut. Namun ia berpendapat bahwa Soeharto pasti lah tahu tragedi penculikan para Jenderal tersebut. Karena pada tanggal 25 September Kolonel Latief telah memberikanmasukan tentang keadaan yang cukup genting tersebut kepada Soeharto. Jadi sebenarnya mustahil apabila Soeharto tidak mengetahui tragedi tersebut.

Yang patut dipertanyakan lagi adalah mengapa Soeharto tidak melakukan pencegahan terjadinya tragedi tersebut. Kebiasaan dalam militer, apabila ada gerakan yang disinyalir akan membunuh atasan akan langsung dicegah. Namun kenyataanya Soeharto tidak sedikit pun mengambil sikap. Padahal apabila ditelusur ia sangat mampu mencegah kejadian tersebut. Pada saat itu, mereka sedang mempersiapkan HUT ABRI. Kostradlah yang bertanggung jawab atas pelaksanaan acara tersebut. Jadi semua pasukan di Jakarta berada di bawah kendali Kostrad. Seharusnya Soeharto bisa memerintahkan pasukan untuk mencegahnya.

Dalam cerita versi Soeharto dan Orde Baru disebutkan terdapat pasukan liar di sekitar Monas. Kesaksian Kapten Soekarbi juga mematahkan pernyataan tersebut. Soeharto sendiri yang mengirimkan radiogram pada Kapten Soekarbi untuk mendatangkan pasukannya ke Jakarta. Tentunya ia mengenali pasukan siapa yang berada di Monas kala itu. Kostrad pun mengetahui kehadiran Yon 530. Namun pada kenyataannya Soeharto membiarkan pernyataan yang mengatakan bahwa terdapat pasukan liar pada saat itu.

***

Kejanggalan lain tampak dalam beberapa pengakuan Soeharto adalah pengakuan dan perkiraannya tentang kedatangan Kolonel Latief saat menjengu anaknya, Tomy Soeharto di Rumah Sakit Gatot Subroto. Dalam versinya ia hanya mengaku hanya melihat Kolonel Latief di zaal dimana anaknya dirawat. Namun kejadian yang sebenarnya adalah mereka sempat berbincang-bincang. Pada saat itu Kolonel Latief melaporkan bahwa besok pagi akan ada tujuh jenderal yang akan dihadapkan pada presiden. Namun pada saat itu Soeharto tidak bereaksi. Ia hanya menanyakan siapa yang akan menjadi pemimpinnya. Tapi dari hasil wawancara Soeharto dengan seorang wartawan Amerika, ia mengatakan”…….Kini menjadi jelas bagi saya, bahwa Latief ke rumah sakit malam itu bukan untuk menengok anak saya, melainkan sebenarnya untuk mengecek saya. Rupanya ia hendak membuktikan kebenaran berita , sekitar sakitnya anak saya, ……”.

Sedangkan dalam majalah Der Spiegel (Jerman Barat) Soeharto berkata.”Kira-kira jam 11 malam itu, Kolonel Latief dan komplotannya datang ke Rumah Sakit untuk membunuh saya, tetapi tampaknya ia tidak melaksanakan berhubung kekhawatirannya melakukan di tempat umum.” Dengan demikian ada tiga versi yang dikeluarkan oleh Soeharto sendiri tentang pertemuannya dengan Kolonel Latief. Hal ini sangat lah memancing kecurigaan bahwa Soeharti hanyalah mencari alibi untuk menghindari tanggung jawabnya.

***

Penyajian adegan penyiksaan ke enam jenderal dalam film G/30/S/PKI ternyata juga dapat digolongkan sebagai salah satu kejanggalan cerita versi Soeharto. Serka Bungkus adalah anggota Resimen Cakrabirawa. Pada saat itu ia mendapat tugas ”menjemput” M.T Haryono. Ia turut menyaksikan pula penembakan keenam Jenderal di Lubang Buaya. Ia menyatakan bahwa proses pembunuhan keenam Jenderal tidak melalui proses penyiksaan seperti pada film G/30/S/PKI. Satu per satu Jenderal dibawa kemudian duduk di pinggir lubang setelah itu ditembak dan akhirnya masuk ke dalam Lubang. Serka Bungkus mengetahui adanya visum dari dokter yang menyatakan tidakada tindak penganiayaan. Namun sepengetahuannya Soeharto melarang mengumumkan hal itu.

Selain itu salah satu dokter yang melakukan visum, Prof. Dr. Arif Budianto juga menyatakan bahwa tidak ada pelecehan seksual dan pencongkelan mata seperti yang ditayangkan dalam film. Memang pada saat dilakukan visum ada mayat dengan kondisi bola matanya ’copot’. Tapi hal itu terjadi karena sudah lebih dari tiga hari terendam bukan karena dicongkel paksa. Karena di sekitar tulang mata pun tidak adabagian yang tergores.

Tentu kita tidak dapat menduga-duga apa tujuan dan motif Soeharto menyembunyikan hasil visum. Dalam hal ini ia terkesan ingin memperparah citra PKI agar dugaan bahwa PKI lah yang ada di belakang tragedi ini semakin kuat. Kebencian masyarakat pada PKI pun akan memuncak dengan melihatnya.

 

***

Satu hal yang paling menjadi kontroversi dari tragedi tersebut adalah banyaknya orang-orang yang dituduh mendukung PKI dan pada akhirnya dijebloskan ke penjara. Antara lain adalah Kolonel Latief, Letkol Heru Atmodjo, Kapten Soekarbi, Laksda Omar Dani, Mayjen Mursyid, dan masih banyak lagi. Kebanyakan dari mereka ditahan tanpa melalui proses peradilan. Orang- orang tersebut kebanyakan mengetahui bagaimana sebenarnya hal itu terjadi. Seperti contohnya Kapten Soekarbi. Ia ditahan setelah membuat laporan tentang kejadian yang ia alami pada tanggal 30 September dan 1 Oktober 1965. Penahanan tanpa proses peradilan ini dapat disinyalir sebagaisebuah upaya yang dilakukan Soeharto agar saksi-saksi kunci tidak dapat menceritakan kejadian yang sesungguhnya pada khalayak. Ketakutan yang dialami Soeharto ini tentunya justru semakin memperkuat anggapan bahwa dialah dalang di balik peristiwa G/30/S/PKI.

Sumber:

http://www.memobee.com/fakta-g30s-pki-bung-karno-ingin-jenderal-ahmad-yani-yang-mengantikannya-sebagai-presiden-tetapi-keburu-ditelikung-3294-sms.html

Iklan

87 comments on “Bukti Terbaru G30S/PKI : Soeharto Dalang Pembunuhan Ahmad Yani?

  1. Itulah keserakahan dan ego manusia jika belum tertup matanya akan tetap selau serakah dan tak pernah melihat kanan dan kiri

    • Sadis sekali…pantes saja 30 tahun berkuasa…untuk menutupi belangnya pak Harto ….wao..selaku anak bangsa ngeri sekali melihat peristiwa rekayasa yang dilakukan pak Harto,sifat dengki en keserakahan, pantes juga ya jatuhnya juga gak enak…jadi gimana bangsa ini mau berjuang ….dengan sebaik-baioknya selalu di plintir-plintir…sedih banget sih…!!

    • ..

      Para jendral ADMINISTRASI dan yg tak punya pasukan, jadi tidak punya KEKUASAAN terhadap pasukan. Sengaja DIKORBANKAN untuk nantinya DIANGKAT sebagai pahklawan revolusi.

      ·

      ..

      .

      .

      Wal Suparmo Para jendral ADMINISTRASI dan yg tak punya pasukan, jadi tidak puny KEKUASAAN terhadap pasukan. Sengaja DIKORBANKAN untuk nantinya DIANGKAT sebagai pahklawan revolusi.

    • Gan, Napoleon pernah bilang : SEJARAH ITU DIBUAT OLEH PEMENANG, jadi apakah gampang untuk meluruskan sejarah ?

  2. Menurut saya sejarah harus di luruskan (peristiwa G30S/PKI). Krn tidak mungkin seorang PANGKOSTRAD tidak mengetahui situasi negara krn di pundak merekalah mati hidupnya negara apa bila negara dlm keadaan labil. Seyogianya bila ada laporan lisan dan tulisan sebagai seorang PANGKOSTRAD harus menanggapi dengan serius dan mengatur strategi untuk meredam dalam rangka penyelamatan negara dari rongrongan dr dalam maupun dr luar. Ini malah adem ayem aja. Untuk itu maka perlu dibuka kembali lembaran penelusuran kebenaran ini dengan menunjukkan bukti bukti yg bisa dipakai sebagai alat bukti yg benar dan akurat. Dan lagi selagi pelaku sejarah yg masih ada bisa diminta sebagai informan yg menyaksikan dan mengalaminya.

    • Jgn prcaya dulu hal smcam yg gk jelas yg penting kita semua tahu kebiadaban PKI bukan di lubang buaya tapi di tempat lain

    • Jangan langsung percaya akan berita yang tidak ada saksi pelaku sejarah, tapi cek n recek karena peristiwa itu telah lama berlalu. jangan membuat fitnah baru, karena indonesia dari dulu memang penuh memfitnah. Presiden sukarno mendapat informasi dari berbagai fihak baik dari PKI maupun dari TNI, tapi jangan lupa bahwa TNI juga disusupi oleh PKI. antara PKI dan TNI saling memfitnah.

    • Benar menurut anda bahwa pangkostrad pasti tahu akan terjadi peristiwa itu, tetapi sebelum terjadi pasti tidak akan bisa ambil tindakan. Nanti malah dirinya yang disalahkan dituduh menangkapi orang yang belum terbukti bersalah, pencemaran nama baik, melanggar HAM dsb. Soal melaporkan akan meletusnya peristiwa tsb ke presiden, saya yakin sudah tetapi jika presiden sendiri tidak percaya…mau bagaimana…? Akhirnya ya diam sampai benar terjadi baru bisa ambil tindakan militer.., Begitu kan…? Sama dengan sekarang, kapolres pasti tahu kalau diwilayahnya ada cukong yang suka memaksa warga menjual hasil panenya ke dia dengan harga murah dengan intimidasi. Apakah kapolres langsung bisa menangkap..? kan intimidasi nggak ada bukti. Baru setelah ada warga yang melawan dan terbunuh , kapolres memerintahkan jajarannya untuk menagkap cukong tersebut, itupun masih ekstra hati-hati jika si cukong dibekingi orang yang kedudukannya lebih tinggi dari kapolres

      • Gini bos… ini bukan mslh sepele seperti cukong cukong itu.,
        Ini mslh kedaulatan negara, kalau ada pemberitahuan dari Latief (bukan sekedar kabar burung krn ia seorang militer dan yg jd bagian aksi) kepda kostrad ttg rencana penjemputan dewan jendral, seharusnya Soeharto yg notabenenya bawahan A Yani wajib setidaknya menanyakan ikwal knr tsb apakah A yani sdh tau atau belum,. Jika A yani belum tau maka ia hrs menceritakan keadaan tsb.
        Begitulah kira2 situasi di dlm kemoliteran, info hrs disampaikan kpd atasan apalagi mslh keamanan negara.,

        Yg jd soal, apakah soeharto ikut terlibat atau ia akan mengambil kesempatan dari hasil kerja pihal lain.

  3. Sejarah harus diluruskan

  4. Masih banyak misteri yg terselubung sekitar pemberontakan G30S PKI dan pembunuhan para Jenderal..suatu waktu semua akan terbongkar.

  5. Sebenarnya tidak perlu diragukan dengan Perbuatan langsung Suharto terhadap Presiden Soekarno sebagai Tahanan Politik di Wisma Yasa ( Gatoet Subroto , Musium Satria Mandala ), Pembiaran Sakitnya padahal yang memberi Supersemar ( mungkin Bohongan tidak ada bukti ), Pengadilan di MPRS, dan yang penting tidak pernah ada sejarah tentang Pres Soekarno selama Orde Baru termasuk pelajaran Sekolah itulah Kudeta Sempurna ( Meminjam Tangan melempar Batu ditambah Fitnah dan Pembohongan Publik ), Rakyat paling Takut dan Trauma disebut Golongan PKI ) di Daerah lebih parah Korbannya tapi Rakyat Biasa yang Banyak.

  6. justifikasi PKI pengecut mau adu domba angkatan darat… auri sudah jadi korban politiknya…hati hati…lihat sekarang pengikutnya lagi cari nama menjual harga diri bangsa…

  7. Sudah JELAS LAS LAS,,,maka dari itu ,,perlu ada PELURUSAN sejarah ,,biarpun ASOEHARTO sudah di NERAKA.

  8. Sejarah itu tetap misteri. Sampai ahli sejarah berganti dan mati, sejarah tetap menjadi misteri. Pada akhirnya dinding tembok, daun pepohOnan disekitarnya, bahkan duniapun berbisik, biarlah manusia menyelesaikannya sendiri. Alam jadi saksi…

  9. Semoga Allah membalas apa yang menjadi hak nya

  10. 32 tahun hingga sekarang Rakyat disuguhi sejarah kebohongan. sekarang saya baru sadar… ternyata Suharto adalah dalangnya membunuh para Jendral dan jutaan masyarakat dengan mengkambing hitamkan PKI. Suahrto juga menuduh AURI yang bukan-bukan. Suharto bener-benar jahat. Jadi ingat peristiwa 98, Prabowo ingin meniru gaya mertuanya Suharto untuk mengambil mengkudeta Habibie. tapi GAGAl. terimakasih buat Pak Sintong sudah mengawal President BJ Habibie saat itu. tolong sejarah negri ini diluruskan. oknum pelaku pembantaian harus kita kutuk baik yang masih hidup maupun yang sudah mati.

  11. terimakasih jika sejarah negri ini akan diluruskan. ternyata Suharto adalah dalang Gerakan 30 September 1965. hanya untuk mengambil kekuasan. suahrto mengkambing hitamkan PKI. banyak rakyat mati dengan tidak tau apa salahnya. yang tidak tau apa-apa dicap PKI, habis itu dibunuh. Politik jahat. Bahkan Suharto juga menyalahkan AURI karena menyelamatkan Sukarno. Jadi ingat peristiwa 98, Prabowo ingin mengkudeta President BJ Habibie saat itu, untuk meniru gaya mertuanya ketika itu, tapi ternyata gagal dan terhalang dengan pengawalan Jendral Sintong Panjaitan. saya sedih sekali begitu besarnya pengorbanan Sukarno memerdekakan negri ini.. tetapi Dia mati secara tragis oleh pengkhianat negri ini. hukum harus ditegakan..!

  12. sudah rahasia umum siapa pelaku dan yg back up. skrg toh sdh mati jg. pembelajaran bagi kita sehebat apapun mati jg, #sosok jahat itu sederhana

  13. […] Hari tersibuk tahun ini adalah November 13 dengan 32.641 kunjungan. Pos terpopuler pada hari itu adalah Bukti Terbaru G30S/PKI : Soeharto Dalang Pembunuhan Ahmad Yani?. […]

  14. Wahai Manusia..
    Jangan Engkau Tertipu Daya
    Oleh Dunia Yang Fana
    Sebagai Tempat Ujian Bagi Kita

    Dunia Sementara
    Akhirat Selama-Lamanya

    Orang Kaya Mati
    Orang Miskin Mati
    Raja-Raja Mati
    Rakyat Biasa Mati

    Semua Pergi Menghadap Ilahi
    Dunia Yang Dicari
    Tak Ada Yang Berarti
    Takkan Dibawa Mati

  15. Biarlah Tuhan yg membalas segala macam kejahatan soeharto semasa hidup nya dan semua keturunan nya akan menanggung dosa2 nya juga..!!

  16. Saya berharap/mengajak takutlah kepada Allah, jadilah saksi yang adil, sampaikan kepada yang berhak. Jangan membawa mati dengan membawa hak orang (hak orang untuk mengetahui kejadian sebenarnya). Dengan kejujuran (walaupun sangat lambat) mudah2an Allah mengampuni dosa kita.

  17. SOEHARTO ADALAH BAPAK ADU DOMBA PENCIPTA KAMBING HITAM, ANJING SOEHARTO, PERAMPOK, PENJARAH BERKEDOK SENYUM SEMAR MENDEM, MAMPUS KE NERAKA SI TOLE BANGSAT

  18. Saat itu usiaku baru 1 tahun. Sekarang aku hny disuguhi informasi katanya dan katanya. Namun keyakinanku bhw dahulu sdh ada adudomba, alibi, pencitraan, fitnah, perebutan kekuasaan maupun kepentingan yg menghalalkan sgl cara sptnya bukan imajinasiku atau terbawa perasaan.

    Bukankah apa yg kita rasakan, kita dengar, kita baca, bhkn bisa kita lihat dg mata kepala sendiri bhw yg terjadi pada pejabat, aparat, pembesar, cendekiawan, tokoh masyarakat, bahkan tokoh agama disaat kini jg spt itu ?

    Lihatlah betapa tdk sungkannya pejabat memaki pejabat, aparat mencaci aparat, pembesar mencela pembesar, cendekiawan menyidir cendekiawan, tokoh masyarakat menghina tokoh masyarakat, tokoh agama menghujat tokoh agama, organisasi saling sinis, aliran paham saling kecam, masyarakatpun saling fitnah.

    Semua terjadi lantaran krn bumi dipenuhi kaum yg diperbudak nafsu dan ambisi. []

  19. Ini opini saja saya kira dan sangat jauh dari bukti-bukti pendukung dugaan tentang keterlibatan Soeharto. Alasan-alasan yang di sampaikan tentang kebencian suharto dengan para jendral yang terbunuh terlihat begitu simple dan sepele dan tanpa bukti. Bahkan penulis dengan gegabahnya mengunggah alasan kudeta dari keluarga A.Yani setelah mereka menonton sebuah film kudeta AD??? …Tak ada bukti yang berbobot.

    Sebetulnya sangatlah gampang untuk membuktikan kalau memang buktinya ada….CIA dan USA adalah negara yang pengarsipannya begitu lengkap disamping mereka juga memata-matai seluruh dunia….Jadi kalau memang Soeharto berperan besar dan dalang dari peristiwa g30s, semua bukti akan ada tersimpan di data-data CIA USA!

    • Karena Dibelakang CIA ada Amerika yang berkepentingan untuk mengeruk kekayaan Indonesia khususnya di papua dengan didirikannya pabrik penambangan emas

  20. Kekejian Suharto untuk menuju ke tangga istana, benar-benar telah mengorbankan jutaan nyawa manusia tak berdosa. Ya Allah berikanlah balasan yang setimpal atas perbuatan yang dilakukan, semoga kuburan dimana tempat untuk mengubur jasadnya dan orang lain yang ikut terlibat, serta keluarga dan keturunannya yang menikmati selama berkuasa ditunjukkan sesuatu yang mengerikan, mengerikan sebagaimana orang-orang yang disiksa. Amin

  21. IMAM MAHDI MENYERU
    BENTUKLAH PASUKAN MILITER PADA SETIAP ZONA ISLAM
    SAMBUTLAH UNDANGAN PASUKAN KOMANDO BENDERA HITAM
    Negara Khilafah Islam Ad Daulatul Islamiyah Melayu

    Untuk para Rijalus Shaleh dimana saja kalian berada,
    bukankah waktu subuh sudah dekat? keluarlah dan hunuslah senjata kalian.

    Dengan memohon Ijin Mu Ya Allah Engkaulah Pemilik Asmaul Husna, Ya Dzulzalalil Matien kami memohon dengan namaMu yang Agung
    Pemilik Tentara langit dan Bumi perkenankanlah kami menggunakan seluruh Anasir Alam untuk kami gunakan sebagai Tentara Islam untuk Menghancurkan seluruh Kekuatan kekufuran, kemusyrikan dan kemunafiqan yang sudah merajalela di muka bumi ini hingga Dien Islam saja yang berdaulat , tegak perkasa dan hanya engkau saja Ya Allah yang berhak disembah !

    Firman Allah: at-Taubah 38, 39
    Hai orang-orang yang beriman, mengapa kamu jika dikatakan orang kepadamu: “Berperanglah kamu pada jalan Allah”, lalu kamu berlambat-lambat (duduk) ditanah? Adakah kamu suka dengan kehidupan didunia ini daripada akhirat? Maka tak adalah kesukaan hidup di dunia, diperbandingkan dengan akhirat, melainkan sedikit
    sekali. Jika kamu tiada mahu berperang, nescaya Allah menyiksamu dengan azab yang pedih dan Dia akan menukar kamu dengan kaum yang lain, sedang kamu tiada melarat kepada Allah sedikit pun. Allah Maha kuasa atas tiap-tiap sesuatu.

    Berjihad itu adalah satu perintah Allah yang Maha Tinggi, sedangkan mengabaikan Jihad itu adalah satu pengingkaran dan kedurhakaan yang besar terhadap Allah!

    Firman Allah: al-Anfal 39
    Dan perangilah mereka sehingga tidak ada fitnah lagi, dan jadilah agama untuk Allah.

    Peraturan dan undang-undang ciptaan manusia itu adalah kekufuran, dan setiap kekufuran itu disifatkan Allah sebagai penindasan, kezaliman, ancaman, kejahatan dan kerusakan kepada manusia di bumi.
    Ketahuilah !, Semua Negara Didunia ini adalah Negara Boneka Dajjal

    Allah Memerintahkan Kami untuk menghancurkan dan memerangi Pemerintahan dan kedaulatan Sekular-Nasionalis-Demokratik-Kapitalis yang mengabdikan manusia kepada sesama manusia karena itu adalah FITNAH

    Firman Allah: al-Hajj 39, 40
    Telah diizinkan (berperang) kepada orang-orang yang diperangi, disebabkan mereka dizalimi. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa untuk menolong mereka itu. Iaitu
    orang-orang yang diusir dari negerinya, tanpa kebenaran, melainkan karena mengatakan: Tuhan kami ialah Allah

    Firman Allah: an-Nisa 75
    Mengapakah kamu tidak berperang di jalan Allah untuk (membantu) orang-orang tertindas. yang terdiri daripada lelaki, perempuan-perempuan dan kanak-kanak .
    Dan penindasan itu lebih besar dosanya daripada pembunuhan(al-Baqarah 217)

    Firman Allah: at-Taubah 36, 73
    Perangilah orang-orang musyrik semuanya sebagai mana mereka memerangi kamu semuanya. Ketahuilah bahawa Allah bersama orang-orang yang taqwa. Wahai Nabi! Berperanglah terhadap orang-orang kafir dan munafik dan bersikap keraslah terhadap mereka.

    Firman Allah: at-Taubah 29,
    Perangilah orang-orang yang tidak beriman, mereka tiada mengharamkan apa yang diharamkan Allah dan Rasul-Nya dan tiada pula beragama dengan agama yang benar, (iaitu) diantara ahli-ahli kitab, kecuali jika mereka membayar jizyah dengan tangannya sendiri sedang mereka orang yang tunduk..

    Bentuklah secara rahasia Pasukan Jihad Perang setiap Regu minimal dengan 3 Anggota maksimal 12 anggota per desa / kampung.
    Siapkan Pimpinan intelijen Pasukan Komando Panji Hitam secara matang terencana, lakukan analisis lingkungan terpadu.

    Apabila sudah terbentuk kemudian Daftarkan Regu Mujahid
    ke Markas Besar Angkatan Perang Pasukan Komando Bendera Hitam
    Negara Khilafah Islam Ad Daulatul Islamiyah Melayu

    Wahai para Ikwan Akhir Zaman, Khilafah Islam sedang membutuhkan
    para Mujahid Tangguh untuk persiapan tempur menjelang Tegaknya Khilafah yang dijanjikan.

    Mari Bertempur dan Berjihad dalam Naungan Pemerintah Khilafah Islam, berpalinglah dari Nasionalisme (kemusyrikan)

    email : seleksidim@yandex.com

    Dipublikasikan
    Markas Besar Angkatan Perang
    Khilafah Islam Ad Daulatul Islamiyah Melayu

  22. DEKLARASI PERANG PENEGAKKAN DINUL ISLAM
    DISELURUH DUNIA
    Bismillahir Rahmanir Rahiim
    Dengan Memohon Perlindungan dan Izin
    Kehadirat Allah Subhanahu Wa Ta’ala,
    Rabb Pemelihara dan Penguasa Manusia,
    Raja Manusia yang Berhak Disembah Manusia.
    Rabb Pemilik Tentara Langit dan Tentara Bumi

    Pada Hari Ini : Yaumul Jum’ah 6 Jumadil Akhir 1436H
    Markas Besar Angkatan Perang
    Khilafah Islam Ad Daulatul Islamiyah Melayu

    Mengeluarkan Pengumuman kepada
    1. Seluruh Ummat Islam (Bangsa Islam) yang hidup di benua Afrika
    2. Seluruh Ummat Islam (Bangsa Islam) yang hidup di benua Eropa
    3. Seluruh Ummat Islam (Bangsa Islam) yang hidup di benua Asia
    4. Seluruh Ummat Islam (Bangsa Islam) yang hidup di benua Asia Tenggara
    5. Seluruh Ummat Islam (Bangsa Islam) yang hidup di benua Amerika
    6. Seluruh Ummat Islam (Bangsa Islam) yang hidup di benua Australia
    7. Seluruh Ummat Islam (Bangsa Islam) yang hidup di Kutup Utara
    8. Seluruh Ummat Islam (Bangsa Islam) yang hidup di Kutup Selatan
    9. Seluruh Ummat Islam (Bangsa Islam) diseluruh Dunia

    PENGUMUMAN DEKLARASI PERANG SEMESTA
    Terhadap Seluruh Negara yang Tidak
    Menggunakan Hukum Berdasarkan Al-Qur’an dan As-Sunnah Rasulullah SAW.
    Perang Penegakkan Dinuel Islam ini Berlaku disemua Pelosok Dunia.

    MULAI HARI INI
    YAUMUL JUM’AH 6 JUMADIL AKHIR 1436H
    BERLAKULAH PERANG AGAMA
    BERLAKULAH PERANG DINUL ISLAM ATAS DINUL BATHIL
    BERLAKULAH HUKUM PERANG ISLAM DISELURUH DUNIA
    MEMBUNUH DAN TERBUNUH FISABILILLAH

    “Dan BUNUHLAH mereka di mana saja kamu jumpai mereka, dan USIRLAH mereka dari tempat mereka telah mengusir kamu (Mekah); dan fitnah itu lebih besar bahayanya dari pembunuhan, dan janganlah kamu memerangi mereka di Masjidil Haram, kecuali jika mereka memerangi kamu di tempat itu. Jika mereka memerangi kamu (di tempat itu), maka bunuhlah mereka. Demikanlah balasan bagi orang-orang kafir. Kemudian jika mereka berhenti (dari memusuhi kamu), maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Dan perangilah mereka itu, sehingga tidak ada fitnah lagi dan (sehingga) ketaatan itu hanya semata-mata untuk Allah. Jika mereka berhenti (dari memusuhi kamu), maka tidak ada permusuhan (lagi), kecuali terhadap orang-orang yang zalim.”
    (Q.S: al-Baqarah: 191-193).

    BUNUH SEMUA TENTARA , POLISI, INTELIJEN , MILISI SIPIL ,HAKIM DAN
    BUNUH SEMUA PEJABAT SIPIL Pemerintah Negara Yang Memerintah dengan Hukum Buatan Manusia (Negara Kufar).

    BUNUH SEMUA MEREKA-MEREKA MENDUKUNG NEGARA-NEGARA KUFAR DAN MELAKUKAN PERMUSUHAN TERHADAP ISLAM.
    JANGAN PERNAH RAGU MEMBUNUH MEREKA sebagaimana mereka tidak pernah ragu untuk MEMBUNUH, MENGANIAYA DAN MEMENJARAKAN UMMAT ISLAM YANG HANIF.

    INTAI, BUNUH DAN HANCURKAN Mereka ketika mereka sedang ada dirumah mereka jangan diberi kesempatan lagi.
    GUNAKAN SEMUA MACAM SENJATA YANG ADA DARI BOM SAMPAI RACUN YANG MEMATIKAN.

    JANGAN PERNAH TAKUT KEPADA MEREKA, KARENA MEREKA SUDAH SANGAT KETERLALUAN MENENTANG ALLAH AZZIZUJ JABBAR , MENGHINA RASULULLAH SAW, MENGHINA DAN MEMPERBUDAK UMMAT ISLAM.
    BIARKAN MEREKA MATI SEPERTI KELEDAI KARENA MEREKA ADALAH THOGUT DAN PENYEMBAH THOGUT

    HANCURKAN LULUHKAN SEMUA PENDUKUNG PEREKONOMIAN NEGARA-NEGARA KUFAR
    DARI HULU HINGGA HILIR

    HANYA SATU UNTUK KATA UNTUK BERHENTI PERANG,
    MEREKA MENYERAH DAN MENJADI KAFIR DZIMNI.
    DAN BERDIRINYA KHILAFAH ISLAM AD DAULATUL ISLAMIYAH.
    KHALIFAH IMAM MAHDI.

    Kemudian jika mereka berhenti dari memusuhi kamu, maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi
    Maha Penyayang.

    Dan perangilah mereka itu, sehingga tidak ada fitnah lagi dan sehingga ketaatan itu hanya semata-mata untuk Allah.
    Jika mereka berhenti (dari memusuhi kamu),
    maka tidak ada permusuhan (lagi),
    kecuali terhadap orang-orang yang zalim.
    Al-Baqarah : 192-193

    SAMPAIKAN PESAN INI KESELURUH DUNIA,
    KEPADA SEMUA ORANG YANG BELUM TAHU ATAU BELUM MENDENGAR

    MARKAS BESAR ANGKATAN PERANG
    KHILAFAH ISLAM AD DAULATUL ISLAMIYAH MELAYU
    PANGLIMA ANGKATAN PERANG PANJI HITAM
    Kolonel Militer Syuaib Bin Sholeh

  23. Pada akhir jabatannya suharto mendapatkan kharma nya itu tanda suharto emang dalang G30SPKI
    Walupun sy lahir th 80an tapi sy cinta dengan orde lama
    Mudah”an smuanya bisa terungkap dengan jelas dan sejarah bangsa ini bener” di luruskan lurus amin…

  24. suharto dah mati percuma siapa yg diminta pertanggung jawaban biar tuhan yg memberi hukuman

  25. Tidak boleh kita menjustifikasi sepihak terhadap peristiwa sejarah yg tragis dan berat tsb. Harus diselesaikan dgn semacam rangkaian LokaKarya terbuka yg diiikuti semua pihak, tidak boleh membenarkan fikiran masing2, krn itu tdk menghasilkan kebenaran yg hakiki. Dmkn,Wass.

  26. Ohhh begituu kejadian se bnr nya semoga dia mempertanggung jawab kan di akherat atas apa yg dia perbuat Aamiin

  27. Sudah saat nya mncari kebenaran yg sesungguh nya…pak karno udh saat nya muncul..dlm bntuk siapapun .supaya terbongkar dalang nya….

  28. misteri itu tidak mesti harus terungkap dengan jelas. Ambil hikmahnya, semua atas kehendak Tuhan Yang Maha Esa bersama semesta alam. Kasihan rakyat kecil apabila misteri harus ditelanjangi demi mencapai kepuasan semata, rakyat yang akan menjadi imbas pergolakan politik. Dendam dibalas dendam, tidak akan berkesudahan. Kita tidak mau Indonesia seperti Palestine vs Israel. Bersyukurlah misteri ini lambat laun akan menjadi lupa kita. Karena ini adalah ketentuan Tuhan saat ini.

    Adil nya adalah : dua generasi turun-temurun yang selalu berkuasa di negeri ini suatu saat akan LELAH dengan urusan negara ini, bila mereka tidak mau hengkang dari urusan negara, maka semesta alam akan bertindak menjauhkan dengan sendiri dua kubu ini untuk lepas dari pencokolan kekuasaan negara.

    Silahkan perhatikan, satu persatu TARING dan TAJI dua kubu generasi ini sudah mulai ditumpulkan oleh alam. Yang satu ada yang hanya bisa bercuap-cuap karena wibawa nya tapi sudah tidak berkuasa. Yang satu lagi hanya bisa berteriak lantang tapi tidak ada yang mendengarkan, wibawa dan kuasa sudah hilang. Yang tersisa dari mereka hanyalah secumpuk harta yang nanti juga akan menjadi tahi bagi keturunan mereka.

    Sampai ketika dua generasi ini akan hilang ditelan zaman, dan keturunan mereka akan sibuk dengan urusan lain ketimbang mengurusi negara. Sampai mereka BENCI untuk berkuasa.

    Coba perhatikan dengan seksama, generasi baru itu sudah ada. Generasi yang tidak tergantung dengan siapa-siapa. Generasi yang tetap akan menghormati dua kubu, namun tidak memihak salahsatunya. Generasi itu adalah kita yang hidup sekarang.

    Semua atas kehendak Tuhan dan semesta alam. Bersabarlah.

  29. Demi kemurnian sejarah yg akan dibaca anak cucu generasi bangsa, perlu ditindak lanjuti bukti bukti yg sudah ditemukan itu.
    Alangkah malangnya para pahlawan revolusi. Lebih sakit lagi kalau ada pengkhianat bangsa malah jadi pahlawan.

  30. Kalo membaca buku “arok dedes” karya pram, kesimpulannya memang mengarah kesitu, tetapi meluruskan sejarah itu susah, akhirnya ini sdh sperti menjadi rahasia umum

  31. Kebenaran dan keadilan tertinggi di akhirat …
    Kelak kita semua akan tau, Allah tidak akan tinggal diam, mana yg hak dan mana yg bathil akan terungkap…

  32. Sejarah butuh waktu untuk mengkajinya..karena dalam suatu sejarah pasti banyak cerita namun cerita itu harus di jadikan satu cerita yaitu cerita sejarah berdirinya NKRI sampai saat ini.

  33. Anak mana kamu … kalau ngak anak indonesia pergi kesana ke timur tenggah

  34. Baca Otobiografi Suharto …

    Soeharto: “Pikiran, Ucapan, dan Tindakan Saya”

    Diceritakan Soeharto, pasukan Untung yang pertama kali dilumpuhkan, berada di Jakarta, yakni di gedung RRI dan kantor Telkom. Operasi merebut RRI dan Telkom itu dipimpin oleh Kapten RPKAD dan Kapten Urip. Serangan dilakukan habis magrib.

    “Alhamdullilah, tidak sebutir pun peluru harus dilepaskan, dan RRI serta Telkom, sudah bisa kita rebut,” ungkap Soeharto, dalam bukunya, seperti yang dia paparkan kepada G Dwipayana dan Ramadhan KH, halaman 127.
    ============

    Luar Biasa aneH …. meLumpuhkan PKI yg menduduki RRI tanpa sebutir peLuru.
    (Ini pembrontakan ATAU main petak umpet ?)

    Ngakak GuLing guLing …..

  35. Topik tulisan ini adalah apakah benar Soekarno dalang G30S/PKI dan bukan sekedar bertanggung jawab dalam kedudukannya sebagai Presiden dan Panglima Tertinggi ABRI? Dalam hal ini, bukti-bukti yang ditemukan setelah peristiwa G30S/PKI pada dasarnya memang membuktikan bahwa Soekarno mendalangi G30S/PKI, dan bukti-bukti tersebut antara lain:

    Pertama, berdasarkan kesaksian salah satu korban G30S/PKI, yaitu Jenderal AH Nasution dalam buku berjudul: “Peristiwa 1 Oktober 1965, Kesaksian Jenderal Besar Dr. A.H. Nasution,” terbitan Narasi, halaman 29, ditemukan fakta bahwa Panglima Angkatan Udara Omar Dhani telah memberikan laporan kepada Soekarno pada tanggal 28 dan 29 September 1965 bahwa ada gerakan dari unsur-unsur perwira muda angkatan darat untuk menindak Dewan Jenderal. Namun Soekarno tidak melakukan apa-apa. Pengetahuan Omar Dhani mengenai akan berlangsungnya gerakan G30S/PKI ini diperkuat dengan wawancara Omar Dhani dengan tim penyusun buku putih TNI AU atau AURI berjudul Menyingkap Kabut Halim 1965, bahwa Omar Dhani sesungguhnya telah menerima informasi dari Letkol Udara Heroe Atmodjo akan ada gerakan menculik Dewan Jenderal dan membawa mereka menemui Soekarno (halaman 225-227). Hal ini juga diperkuat oleh buku pledoi Omar Dhani, berjudul Tuhan, Pergunakanlah Hati, Pikiran dan Tanganku, halaman 58:

    “Secara serius dilaporkan bahwa akan ada gerakan di lingkungan Angkatan Darat. Gerakan itu akan menjemput para jenderal Angkatan Darat, termasuk anggota Dewan Jenderal, untuk dihadapkan langsung kepada Bung Karno…Gerakan ini akan dilakukan oleh para perwira muda yang mendapat dukungan dari bawahan serta para pegawai sipil…”

    Informasi ada gerakan G30S/PKI yang diperoleh dari Heru Atmodjo, salah satu anggota gerakan‎ sengaja tidak dilaporkan Omar Dhani kepada Ahmad Yani, selaku panglima angkatan darat dan target G30S/PKI. Hal ini diakui Omar Dhani sendiri: “…oleh karena Heroe unsur pimpinan intel AURI, sebagai Panglima AURI sudah pasti saya harus percaya penuh kepadanya. Info tersebut tidak saya sampaikan kepada angkatan lain sebab ini merupakan urusan internal Angkatan Darat.”

    (Julius Pour, Gerakan 30 September: Pelaku, Pahlawan & Petualang halaman 96).‎

    Kedua, setelah peristiwa G30S/PKI, Soekarno terus menerus menolak menindak orang-orang yang nyata-nyata terlibat dalam G30S/PKI seperti Brigjend Soepardjo, DN Aidit, Omar Dhani dan lain-lain dengan alasan terbunuhnya enam jenderal, Ade Irma Suryani yang masih kecil dan korban lain adalah sekedar “Een rimpel in de oceaan van de revolusi,” atau ‎sekedar persoalan kecil seperti buih ombak di lautan luas. Sebaliknya Soekarno justru bertahan di Halim, yang menjadi markas G30S/PKI dan mengumpulkan pemimpin ABRI ke Halim. Bukan itu saja, tapi Soekarno ternyata memiliki informasi dengan jelas mengenai apa yang terjadi ketika para jenderal dibawa ke Lubang Buaya, seperti diutarakan oleh Brigjend Sucipto:

    “Berkatalah Soekarno antara lain kepada Pak Cipto: ‘Cip, kekejaman-kekejaman PKI yang termuat dalam surat-surat kabar itu semuanya tidak benar. Tahukah kamu bahwa penembakan terhadap Jenderal Suprapto, cs adalah atas putusan dari semacam pengadilan rakyat di Lubang Buaya dan dilaksanakan dengan baik dan sopan. Para Jenderal sebelum ditembak matanya ditutup dahulu dengan kain, dan sebelum menembak para penembaknya minta maaf lebih dahulu karena terpaksa melakukan itu demi revolusi…

    Mendengar cerita Bung Karno itu, dan mungkin karena terdorong emosinya, maka bagaikan seorang hakim bertanya kepada seorang tertuduh, segera Pak Cip menanya kepada Presiden, dari siapa beliau mendengar atau mengetahui, hal ini. Presiden mencoba mengelakan pertanyaan Mayjend Sucipto itu dengan mengatakan agar Pak Cip jangan begitu emosional…”

    (Peristiwa 1 Oktober 1965, Kesaksian Jenderal Besar Dr. A.H. Nasution,” terbitan Narasi, halaman 67 – 69.)

    Bukti lain bahwa anggota G30S/PKI melaporkan semua hal mengenai gerakan kepada Soekarno juga didapat dari pernyataan Kolonel Abdul Latief, pemimpin pasukan yang membunuh anak bungsu Jenderal AH Nasution:

    “Saya selalu mentaati dan melaporkan segala sesuatu mengenai peristiwa tanggal 1 Oktober 1965 kepada Presiden.”

    (Julius Pour, G30S, Fakta atau Rekayasa, penerbit Gramedia, halaman 261).‎

    Pada faktanya, Soekarno sama sekali tidak sedih dengan peristiwa G30S/PKI dan hal ini semakin ditunjukan ketika dia tidak menghadiri permakaman korban G30S/PKI dan tingkahnya dalam tayangan TVRI pada hari meninggalnya Ade Irma Suryani tanggal 6 Oktober 1965 di mana Soekarno malah bergurau dengan wartawan, merokok, bersikap tenang dan tertawa terbahak-bahak seolah tidak terjadi apa-apa di Indonesia melukai hati rakyat (‎Surat Ratna Dewi Soekarno tanggal 6 Oktober 1965).

    Ketiga, dari bahan-bahan pemeriksaan Tim Pemeriksa Pusat ditemukan kesaksian ajudan Soekarno bernama, Brigjend Sugandhi mengenai pembicaraannya dengan Sudisman, DN Aidit dan Soekarno pada tanggal 27 Oktober 1965 dan 30 September 1965. Pembicaraan tersebut mengenai temuan Sugandhi mengenai gerakan di beberapa kampung yang membuat sumur dan bagaimana Sudisman mengajak Sugandhi bergabung dengan PKI. Selanjutnya DN Aidit berusaha menenangkan Sugandhi dengan mengatakan bahwa PKI tidak bermaksud coup melainkan sekedar memperbaiki kerusakan yang disebabkan Dewan Jenderal dan mengenai gerakan ini sudah diketahui semuanya oleh Soekarno. Ketika Sugandhi memberitahu Soekarno tentang PKI mau coup, Soekarno malah menjawab:

    “Kamu (Sugandhi) jangan PKI-phobi (dengan nada marah)..kamu tahu Dewan Jenderal? Kamu hati-hati kalau ngomong…Wis, kowe ora campur, diam saja kamu. Kowe wis dicecoki Nasution ya?”

    (Dokumen No. 5, Pernyataan Brigadir Jenderal H. Sugandhi dari Victor M. Fic, Kudeta 1 Oktober 1965, Sebuah Studi Tentang Konspirasi, Penerbit Buku Obor)

    Pada dasarnya pihak angkatan darat dari awal sudah menyimpulkan bahwa tidak mungkin Soekarno tidak tahu rencana gerakan G30S/PKI. Ini seperti isakan tangis Mayjend Mursid ketika bertemu dan memeluk AH Nasution tanggal 3 Oktober 1965 dan mengatakan: “Bapak [Soekarno] mesti tahu…”

    (‎AH Nasution, Jenderal Tanpa Pasukan, hal173).

    Keempat, setelah D.N. Aidit dalam pelarian dan menjadi buronan, Soekarno justru berkomunikasi secara rahasia dengan D.N. Aidit melalui surat. Dengan melacak jalur surat tersebutlah akhirnya Angkatan Darat berhasil menemukan lokasi persembunyian D.N. Aidit. Salah satu surat DN Aidit kepada Soekarno tertanggal 6 Oktober 1965 mengkoroborasi pernyataan Brigjend Soegandhi bahwa Soekarno sudah tahu dan merestui G30S/PKI sekaligus membuktikan D.N. Aidit dan PKI adalah pemain pasif dalam G30S/PKI:

    “Tanggal 30 September tengah malam saya diambil oleh orang yang berpakaian Tjakrabirawa…Di situ saya diberi tahu bahwa akan diadakan penangkapan terhadap anggota-anggota Dewan Jenderal. Tanggal 1 Oktober saya diberitahu bahwa tindakan terhadap Dewan Jenderal itu sudah berhasil. Saya bertanya, “Apakah sudah dilaporkan kepada PYM [Paduka Yang Mulia Soekarno]. Dijawab sudah dan beliau merestui.”

    “Tanggal 1 Oktober saya diberitahu: Pak Aidit sekarang juga harus ke Jateng dengan plane yang sudah disediakan oleh Pangau [Panglima Angkatan Udara Omar Dhani]. Harap usahakan supaya Yogyakarta dapat dijadikan tempat pengungsian Presiden…”

    (Dokumen No. 1, Surat Aidit kepada Presiden Soekarno tanggal 6 Oktober 1965, Victor M. Fic, ibid).

    Pernyataan DN Aidit di atas diperkuat oleh pengakuan Mayor Bowo, dan Jenderal Mursyid.

    Mayor Bowo adalah bekas ajudan Jaksa Agung Sutardio dan salah satu perwira binaan Biro Chusus PKI, yang turut hadir dalam pertemuan rahasia antara Soekarno dan orang-orang kepercayaannya di Istana Tampaksiring Bali tanggal 25 September 1965 di mana Soekarno menyatakan dia akan memiliki gawean besar. Menurut rencana dia akan memanggil Letjend Ahmad Yani di hadapan para Waperdam dan panglima angkatan lain pada tanggal 28 September 1965 di Istana Negara dengan tujuan menuntut pertanggung jawaban atas Dokumen Gilchrist, dan Dewan Jenderal. Selanjutnya Ahmad Yani akan dituduh sbg penghianat bangsa, diculik dan diajukan ke Mahkamah Militer bertempat di Kompleks PU Halim (Soegiarso Soerojo, ibid, halaman 360 – 361).

    Sedangkan Mayjend Mursyid adalah salah satu deputi Ahmad Yani, yang pada tanggal 23 S‎eptember 1965 menemui Soekarno dan mengatakan bahwa benar ada sejumlah jenderal yang menentang kebijakan Soekarno: “Perintah Bung Karno kepada saya untuk mengecek kebenaran pati-pati AD yang tidak loyal pada Bapak telah saya kerjakan. Ternyata memang benar bahwa jenderal-jenderal yang Bapak sebutkan itu tidak menyetujui politik Bapak dan tidak setia pada Bapak.” (Antonie Dake, ibid, halaman 274).

    Kelima, Dalam instruksi D.N. Aidit kepada seluruh CBD PKI tanggal 10 November 1965 terungkap bahwa terdapat perjanjian rahasia antara Soekarno dan Republik Rakyat China yang mengawali keterlibatan PKI dalam G30S/PKI. Perjanjian rahasia ini juga melibatkan Soebandrio dan pasca kegagalan G30S/PKI, ternyata Soekarno telah menghianati PKI. Akibat penghianatan tersebut, DN Aidit menyampaikan bahwa bila Soekarno dan Soebandrio terus menghianati PKI maka PKI akan mengumumkan perjanjian rahasia yang dibuat dengan Soekarno dan hal ini berarti lonceng kematian dan kehancuran bagi Soekarno dan Soebandrio.‎

    (Instruksi-instruksi Tetap Central Comite Partai Komunis Indonesia tanggal 10 Nopember 1965, Victor M. Fic, ibid).

    Keenam, Bambang Widjanarko, ajudan Soekarno pada saat G30S/PKI terjadi memberikan kesaksian di Teperpu bahwa setelah Soekarno sampai di Halim pada tanggal 1 Oktober 1965, dia menepuk-nepuk bahu Brigjend Soepardjo dan mengatakan: “Je hebt goed gedaan, Kenapa Nasution kok lolos?” (Anda telah melakukan dengan baik. Kenapa Nasution kok lolos?)

    (Lihat lampiran berupa Berkas Acara Pemeriksaan atas nama Bambang Widjanarko di Antonie C.A. Dake, Sukarno File, Kronologi Suatu Keruntuhan)

    Selain itu, menurut keterangan Bambang Supeno, Komandan Batalyon 530/Para, pasukan G30S/PKI, bahwa pada kesempatan lain setelah Soepardjo membuat laporan, Soekarno meluapkan kemarahan dan menampar Soepardjo seraya mengucapkan umpatan serta rasa kesalnya, “jenderal tai…mengapa kita bisa kalah?”

    (Julius Pour, ibid, halaman 177).‎

    Bambang Widjanarko juga bersaksi bahwa pada tanggal 23 September 1965, Soekarno memanggil Jenderal Saboer, Sunarjo dan Soedirgo untuk memberi perintah menindak jenderal-jenderal yang tidak loyal.

    (Julius Pour, 103).‎
    ‎‎
    Ketujuh, Di Mubes Teknik bertempat di Istora Senayan tanggal 30 September 1965, Bambang Widjanarko bersaksi menyerahkan kepada Soekarno sepucuk surat dari Letkol Untung yang dititipkan melalui Sogol Djauhari Abdul Muchid. Setelah itu Soekarno membaca surat tersebut di beranda luar, mengangguk-anggukan kepala dan masuk kembali ke tempat duduk. Peristiwa ini terjadi hanya satu jam sebelum Letkol Untung dan pasukan G30S/PKI melancarkan operasi mereka.

    Keterangan Bambang Widjonarko bahwa Soekarno m‎enerima surat dari Letkol Untung dibenarkan oleh Mangil Martowidjojo, Komandan DKP Tjakrabirawa, pengawal pribadi Soekarno:

    “…begitu menerima surat dari Sogol‎, Bapak memberi isyarat ingin ke belakang. Beliau segera saya antar, diiringi Pak Saelan dan Bambang Widjanarko. Di depan toilet suratnya dibuka. Sesudah selesai dibaca, langsung disimpan dalam saku baju pakaian seragam Panglima Tertinggi yang malam itu beliau pakai. Saat itu Untung memang hadir di Senayan. Bersama anak buahnya, mereka bertugas mengawal Presiden. Saya tidak pernah lupa, Kolonel Saelan malam itu marah kepada Untung karena salah satu pintu Istora tidak dijaga dengan tertib…”‎

    Setelah itu Soekarno berpidato dan mengutip bagian dari Bagavad Gita pada bagian dialog Krishna kepada Arjuna supaya tidak ragu-ragu menjalankan tugas negara dan membunuh siapapun yang menjadi lawannya di medan perang sekalipun orang itu adalah saudaranya sendiri. Kutipan pidato dimaksud diambil dari buku Revolusi Belum Selesai, Kumpulan Pidato Presiden Soekarno 30 September 1965 – Pelengkap Nawaksara, halaman 44:

    “Kresna memberi ingat kepadanya. Arjuna, engkau ini ksatria. Apa tugas ksatria? Tugas ksatria adalah berjuang. Tugas ksatria adalah bertempur kalau perlu. Tugas ksatria adalah menyelamatkan, mempertahankan tanah airnya. Ini adalah tugas ksatria. Ya benar, di sana itu engkau punya saudara sendiri, engkau punya tante sendiri, engkau punya guru sendiri ada di sana, tetapi jangan lupa tugasmu sebagai ksatria. Mereka hendak menggempur negara Pandawa, gempur mereka kembali. Itu adalah tugas ksatria. Kerjakan engkau punya kewajiban sebagai ksatria. Karmane, fadikaraste, mapalesyu, kadatyana. Kerjakan engkau punya kewajiban, tanpa menghitung-hitung untung atau rugi. Kewajibanmu kerjakan!”‎

    Kedelapan: beberapa saksi yang diperiksa menyatakan bahwa pada tanggal 4 Agustus 1965, Letkol Untung dipanggil Soekarno ke tempat tidurnya dan disaksikan oleh Brigjend Sabur. Pada kesempatan itu, Soekarno menanyakan kepada Letkol Untung kesiapannya mengambil tindakan kepada Djenderal-djenderal yang tidak loyal. Letkol Untung menyanggupi. (Antonie Dake, ibid, halaman 413). Hal ini juga diungkap Bono alias Walujo, orang ketiga dalam Biro Chusus PKI‎. Bahwa setelah menghadap Soekarno itu, Untung segera bertemu Bono, yang mana kemudian Bono melaporkan kepada Sjam, dan Sjam kepada DN Aidit (Soegiarso Soerojo, Siapa Menabuh Angin Akan Menuai Badai, halaman 355).

    Jenderal tidak loyal dimaksud adalah jenderal angkatan darat yang dituding sebagai Dewan Jenderal yang menurut rumor yang disebar oleh Soebandrio dan BPI, mau melakukan kudeta terhadap Soekarno:

    “Soebandrio sangat aktif menyebarkan isyu Dewan Jenderal — sebuah isyu yang menurut pengakuan di kemudian hari, ia peroleh dari Kepala Staf BPI Brigjen Pol Sutarto…Isyu tersebut sejalan dengan penyebarluasan apa yang ia sebut sebagai Dokumen Gilchrist, di dalam mana disebuttkan adanya our local army friends…Tapi Ladislav Bittman, bekas Kepala Departemen Dinas Intelijen Cekoslovakia, menulis dalam The Deception Game bahwa pemerintahan Praha menjalin hubungan yang kuat dengan Soebandrio.”

    (B. Wiwoho dan Banjar Chaeruddin, Memori Jenderal Yoga, penerbit PT Bina Rena Pariwara, halaman 192.)‎

    Kesembilan, Hasil temuan intelijen Amerika, CIA, dalam sebuah dokumen rahasia yang sudah dilepas ke publik karena mendapat status declassified menyimpulkan bahwa dari hasil temuan intelijen ditemukan dalang besar G30S/PKI adalah Soekarno.

    https://www.cia.gov/library/center-f…2a02p_0001.htm

    Kesepuluh, penulis Dokumen Gilchrist yang dijadikan alasan pembenar bagi Soekarno mempercayai rumor Dewan Jenderal ketimbang ucapan Panglima Angkatan Darat Jenderal Ahmad Yani di Istana Tampak Siring, Bali, adalah penulis pidato resmi kepresidenan, yaitu Carmel Budiardjo.‎

    http://www.kaskus.co.id/thread/549ca…asia-g30s-pki/‎

    Carmel Budiardjo bernama asli Carmel Brickman, wanita Inggris, isteri Soewondo Budiardjo. Sebagai sesama aktivis mahasiswa komunis, keduanya bertemu di Praha, Cekoslovakia, kemudian menikah di sana tahun 1950. Dua tahun setelah pernikahan, pasangan Indonesia-Inggris tersebut pindah ke Indonesia, menetap di Jakarta.

    Soewondo Budiardjo sebagai pengurus HSI (Himpunan Sardjana Indonesia), organisasi sarjana yang dikendalikan PKI, awal tahun 1968 ditahan dengan tuduhan dengan tuduhan terlibat Peristiwa 30 September. Carmel, yang pada masa itu bertugas di Deparlu sebagai penerjemah Soebandrio, beberapa waktu kemudian ikut ditahan, sebagaimana suaminya….Sesudah dibebaskan, Carmel menetap di London, dikenal menerbitkan buletin Tapol yang mengkritisi pemerintahan Presiden Soeharto. Soewondo Budiardjo sendiri pernah ditangkap Jenderal DI Panjaitan karena menyelundupkan senjata chung dari RRC di dalam bahan bangunan untuk pendirian gedung CONEFO.

    (Julius Pour, Ibid, halaman 393).‎

    Masih banyak bukti lain, misalnya, yang menyebar isu Dewan Jenderal ke publik untuk pertama kali adalah BPI pimpinan Soebandrio, seorang Soekarnis tulen. Demikian pula adalah Soebandrio yang mengaku memperoleh salinan Dokumen Gilchrist dan menyebarnya ke anggota delegasi Konferensi Asia Afrika di Aljazair dan kemudian dimuat oleh surat kabar Mesir. ,amun demikian untuk tulisan ini sepuluh saja sudah cukup.

    Adapun mengenai motivasi Soekarno membunuh jenderalnya sendiri adalah karena pada dasarnya dia menganggap para jenderal angkatan darat itu tidak loyal. Indikasi tersebut didapat Soekarno dari doktrin baru angkatan darat yang dipelopori oleh Ahmad Yani dan Nasution mengenai “bahaya dari utara,” atau negara RRC yang menjadi bahaya utama Indonesia dan bukan Amerika Serikat membuat Soekarno murka karena doktrin tersebut berlawanan dengan garis politik Soekarno khususnya mengenai NEFOS, OLDEFOS dan NEKOLIM. Kemarahan Soekarno diungkap di depan umum dalam acara di Istana Tampak Siring, Bali, tanggal 6 Juni 1945, dengan mengatakan ada jenderal-jenderal pethak yang telah menentang dirinya.‎ Kemarahan itu kembali ditunjukan pada pidato kenegaraan tanggal 17 Agustus 1965 yang ditulis oleh Njoto dan Carmel Budiardjo, antara lain:

    “Meski kamu jenderal pada masa perjuangan masa kemerdekaan, tetapi kalau hari ini kamu mengacau Nasakom, anti persatuan nasional, anti Nasakom, …pasti aku tendang keluar..”‎

    Keraguan Soekarno terhadap loyalitas Ahmad Yani sudah mulai dirasakan Yani sejak pertengahan tahun 1963 ketika Yani menyampaikan hal tersebut kepada AH Nasution.

    (‎Jenderal Tanpa Pasukan, Politisi Tanpa Partai. Perjalanan Hidup AH Nasution, halaman 141).

    Ketakutan Soekarno mungkin semakin menjadi setelah Presiden Aljazair, Ben Bella digulingkan Kolonel Boumedienne, Panglima Angkatan Darat atas dukungan dari CIA, Dinas Rahasia Amerika Serikat pada 20 Juni1965.‎

    Tulisan di atas akan dielaborasi lebih lanjut dalam postingan-postingan yang lain.‎

    • boong kali ye, masak soekarno dalam G30S, maksa banget

    • Anda punya berita bagus saya salout… semoga koment miring tentang Soeharto bisa memahami kronologis yang anda sampaikan dengan jernih …kalo lihat tulisan di atas sepertinya ada beberapa hal yang sulit di mengerti dengan sejarah versinya mereka…karena sejarah yang d ceritakan ordebaru sulit kalo di nyatakan rekayasa ordebaru sebab berkaitan dengan asli di masyarakat yang mengalami… sementara kronolgis berita di atas meragukan keabsahannya…. tidak sesuai dengan apa yang terbukti sekarang saat antek mereka hidup lagi di era reformasi kita rakyat kecil bisa rasakan seperti apa negeri ini… rakyat dibuat melayang… uang negara dibuang-buang,… pancasila dibuatkan kandang takut burung garudanya lepas melayang…. prinsif UUD 1945 di bungkus amandemen habisa-habisan agar tatanan negara rusak dan hilang, rakyat di medsos d adu domba biar perang…. sementara saat kita debat sejarah mereka nikmati kedudukan dan bersenang-senang… kita bela negara lewat tulisan mereka manfaatkan kekayaan negara untuk ongkos perang politik.. kita tak sadar….. saat kita sadar dari pertengkaran kita sudah dikuasai oleh mereka dari semua sudut pandang kemerdekaan bangsa…Teknologi di jajah, ekonomi di jajah, kemelaratan akan mewabah, bahkan Suharto membangun bangsapun mereka nyatakan salah…. melalui berita dan ekpos media yang parah…..

    • Ini yg mantap mas…gmn soekarno gak was2…kan sdh menyatakan diri sbg presiden seumur hidup…pemimpin revolusi…tpi kok anak2 A.Yani msih percaya dg bapaknya yg akan dijadikan presiden…itulah hebatnya faham tanpa Tuhan…

    • Wan..iwan abdurrahman..( ngaku aja sialan ).. you kayaknya anjingnya Harto ya.. dari beberapa blog yg saya baca, you slalu ngolok2 bung karno,mengkaitkan beliau ma G30S.. udah makan balung bangkainya mbah harto apa belum you ? Koq menggonggong terus.. tak rica2 lho you doggy..

  36. Tidak ada bangkai yg tidak berbau sepintar apapun dibungkus seiring berjalannya waktu akan terbuka lebih dari 30thn anak cucu nmbangsa Indonesia dicekoki sejarah palsu apakah Suharto pantas disebut Pahlawan??! seharusnya keturunan mereka yg harus meminta MA af pada bangsa Indonesia

  37. Soeharto memang hebat, pikirannya begitu canggih sehingga banyak jenderal angkatan darat dan politisi yang dibodohinya.
    Semoga Rakyat Indonesia mau belajar terus agar tidak ada Soeharto lain yang mengadu domba bangsa ini.

  38. Tolong cari referensinya yg lebih akurat lagi,kalau memang hanya pengakuan internal dari keluarga a.yani saja itu blum efektif,tolong klarifikasi lebih nyata lagi ,,,tolongg mana antropolog yg intelektual,,,jgn jdikan asumsi pribadi sebgai bukti yg sah..tolong,tolong,tolong,tolongggggggggg diklarifikasi lebih efektif lgi

  39. Sungguh manusia licik dan bihadap. Semoga dalang pembunuha 6 jendrar putra terbaik bangsa Indonesia. Jadi keraknya neraka jahanam. DiSiksa sampai tdk ada ampun selama lamanya. !!

  40. Nasib sial juga terjadi kpd Kennedy di Amerika, emang brengsek. Semua konspirasi dan taktik kudeta. Setelah semua selesai utk menghilangkan jejak, semua dibantai. Kuburan masal. Sadis berat!

  41. Jasmerah : jangan sekali kali melupakan sejarah
    #bungkarno
    #bapakbangsa
    #proklamator
    Selalu ada di hati rakyat Indonesia

  42. Saya blm lahir waktu itu. Tp pertnyaan sangat sederhana : “mengapa soeharto tidak jadi target juga ? ” bisa diasumsikan karena dia dalangnya. Lalu Selama dia jadi presiden Hutang Negara bertambah dan harta soeharto juga bertambah banyak bahkan anak cucu dan sanak sodaranya sampai hari ini masih jadi konglomerat semua beda dg keturunan bung Karno. kira2 negara berhutang untuk siapa ?

  43. yg menjadi pertanyaan lain,kenapa saat itu Soeharto tdk masuk dalam daftar penculikan PKI padahal ia termasuk petinggi ABRI ?

    • Jabatan nya apa dulu pak harto waktu…knp tdk di jadikan target…menurut PKI pada wkt itu tdk memiliki pengaruh apa2…makanya tdk di jdkan target…bung hatta sbnr nya salah satu target nya PKI tp di coret oleh bung karno…akhir nya 7 jenderal itu lah yg menjadi target…

  44. Memang sebenarnya, sudah lama menjadi rahasia umum di Nusantara ini bahwa kalau Suharto itulah yang mejadi dalang / otak dari penculikan & pembunuhan para jendral TNI AD tsb. Tapi masyarakat dari berbagai lapisan masih sangat takut untuk mengungkapkannya (termasuk saya sendiri) walaupun melalui cara apapun. Suharto dengan ORBAnyalah yang harus bertanggung jawab atas smua penculikan & pembunuhan mulai dari 6 jendral & 1 perwira pertama, hingga pembantaian orang2 yg menjadi loyalis Sukarno.

    Salam

  45. SOEHARTO MEMANG JAGOAN KALAU UNTUK MEMECAH BELAH BANGSA DENGAN MENCARI KAMBING HITAM

  46. Sejahat dan serakah apapun manusia, PENGADILAN YG PALING ADIL adalah ketika AJAL SUDAH DIJEMPUT, HAKIMNYA TUNGGAL SANG KHALIK

  47. Apa kepentingan bung karno mendalangi pembunuhan jendral, sementara saat itu bung karno sebagai presiden, sementara PKI itu partai yg mendukung bung karno trs apa kepentinganya membunuh jendral2. yg perlu diingat tnp adanya G30SPKI Soeharto tdk akan pernah jd presiden. dan PKI sangat jauh berbeda dgn ateis, di PKI byk pendeta, ustad,kyai dan tokoh2 agama yg kalo anti tuhan sdh sejak awal akan di tentang keras. coba renungkan siapa dalang sejatinya.

  48. klo saya nyimpulin seperti ini, semua org udh pada tahu dari awal pak karno sangat mencintai masyarakat,,jg sebaliknya,,,dan saat orde lama utk urusan politik ada beberapa partai yg diakui diantaranya, PNI, PKI, MASYUMI,NU, dan lain2, menurut pak karno, kesemuanya itu pada awalnya adalah pejuang indonesia dan ikut andil dlm mengusir penjajah, karena alasan itu jg rasa cintanya pak karno terhadap rakyat,, maka pak karno tdk ingin utk urusan politik rakyatnya jadi terbelah belah,,maka dari itulah pak karno melindungi semua rakyatnya termasuk PKI, kebijakan pak karno seperti itulah banyak kalangan yg menentang termasuk beberapa jendral, jadi kesimpulannya moment seperti ini di manfaatkan oleh pihak lain dgn dalih pak karno terlibat PKI, krn kenyataannya pak karno melindungi PKI, pihak lain melenyapkan para jendral yg kebetulan para jendral beda pendapat sama pak karno, krn para jendral org terdekat pak karno,,dan mereka kandidat kuat meminpin bangsa indonesia setelah pak karno, setelah para jendral terbunuh,,pihak lain tersebut brusaha cari simpati masyarakat dgn membunuh rata semua PKI, diantaranya tokoh2 agama,pendeta,ustad,kyai, termasuk org tahu rahasia dibalik g30spki, termasuk jg disingkirkannya pak karno secara perlahan dgn alasan bagian dari PKI, kesemuanya ini tujuannya mencapai kekuasaan….betapa sangat sempurna PIHAK LAIN…
    maaf klo pendapat saya ada yg salah..

  49. tenang aja broo,sekarang ini aku yakin Suharto lagi di hajab kubur sampai hari kiamat nanti

  50. Untuk komentar² kaum orbais, maaf dongeng sejarah buatan orba tidak laku lagi,
    Rakyat sekarang tidak seawam pada tahun 1965. Kita sudah dewasa gak cocok lagi baca sejarah majalah bobo(bohong-bohongan)

  51. soeharto udah di neraka di siksa harusnya ada pemiskinan harta anak anaknya

  52. Mengungkap Fakta dan Sejarah Pemberontakan PKI

    (Catatan Redaksi Bayt Al Hikmah: “Di bawah ini versi bela diri yang pro Suharto dan Pro CIA. Silahkan para pembaca yang budiman dan berakal sehat mengkajinya dengan kritis, intens, logis dan gunakan akal sehat secara komprehensif dan holistik, mana yang benar dan mana yang salah. wallahu Alam Bi Shawabab. AYS)

    Pencermatan mikro kesejarahan terhadap peristiwa G 30 S/PKI juga telah banyak memunculkan teori-teori spekulatif, khususnya terkait intellectual actor gerakan. Aminudin Kasdi dan G. Ambar Wulan berusaha memaklumi keragaman teori itu walaupun mereka sendiri mengedepankan fakta-fakta amat kuat peran PKI sebagai intellectual actor sekaligus eksekutor G 30 S. Menurutnya —secara teoritik— keragaman kesimpulan dalam penulisan sejarah dapat dimaklumi karena (1) faktor-faktor dimensional dalam pendekatan keilmuan, dan (2) faktor sosio kultural meliputi visi, personal bias (tendensi pribadi), geitsgebodenheit (jiwa zaman), group prejudice (prasangka kelompok), teori interpretasi yang digunakan dan filsafat yang dijadikan dasar wawasan[1].
    Terlepas adanya permakluman teoritik itu, dijumpai indikasi kuat upaya pengingkaran keterlibatan PKI dalam peristiwa G 30 S paska kegagalan kudeta. Victor M. Fic —sejarawan Kanada kelahiran Cekoslowakia— mengungkapkan keterkaitan Dr. Ruth T. Mc Vey —penulis “Cornell Paper” berjudul “A Preliminary Analysis of The October 1, 1965 Coup In Indonesia” yang tesisnya berusaha mengingkari peran PKI— memiliki keterkaitan erat dengan kader-kader elit PKI sejak sebelum terjadinya peristiwa G 30 S. Ia (Dr. Ruth T. Mc Vey) merupakan dosen tamu pada Institute Aliarcham untuk Ilmu-Ilmu Sosial milik PKI. Lembaga ini melatih para kader PKI dalam Administrasi Negara, sehingga kelak diharapkan mampu menjalankan lembaga-lembaga negara setelah berhasil merebut kekuasaan di Indonesia. Setelah mengalami kegagalan kudeta 1965, PKI menggunakan orang-orang akademisi terkemuka Amerika untuk mempertahankan status hukumnya, dengan menyebarluaskan disinformasi yang pada intinya G 30 S/PKI merupakan konflik internal Angkatan Darat sekaligus mengilustrasikan PKI berada dalam peran pinggiran[2].
    Berdasarkan informasi Victor M. Fic itu dapat kita ketahui adanya sejumlah teori yang memang sengaja disusun sejak awal untuk menghapus keterlibatan PKI dalam peristiwa G 30 S. Ia sendiri mengajukan analisis secara genial bahwa peristiwa G 30 S/PKI merupakan konspirasi Aidit dan Mao Tsetung (RRC). Sesuai saran kaisar Komunis Cina itu, Aidit harus segera membersihkan Pimpinan TNI AD agar menjadikannya “naga tanpa kepala”. Setelah TNI AD mengalami kelumpuhan, PKI akan dengan mudah merobohkan Presiden Soekarno yang diskenariokan akan diasingkan ke danau Angsa RRC. Melalui kepemimpinan transisi yang sepenuhnya dikendalikan PKI, dua pilar utama pemerintahan (Kabinet dan TNI AD) akan segera dikuasi sebagai penopang sistem Komunisme di Indonesia.
    Selain teori “masalah internal TNI AD”, penghapusan jejak peran PKI juga dikelola melalui kemunculan teori “Chaotic Moment”, peran sentral Presiden Soekarno dan Operasi CIA sebagai konspirasi Inggris-Amerika. Tudingan tanpa dukungan fakta —oleh Heroe dan Latief— juga tujukan kepada Mayjen Soeharto yang dikesankannya sebagai intelektual actor G 30 S. Beberapa sodoran teori dan tudingan terbukti tidak relevan lagi ketika dikonfrontasikan dengan sejumlah dokumen, khususnya otokritik Supardjo dan data-data deklasifikasi pemerintah Amerika Serikat.
    Selain hanya mengulang diktum Aidit, menganggap G 30 S sebagai permasalahan internal TNI AD berhadapan dengan sejumlah kejanggalan. Pertama, sebagaimana tergambar sejara jelas dalam otokritik Supardjo, perwira-perwira G 30 S berada dalam posisi nomer tiga pengambilan keputusan teknis gerakan setelah lapis ketua (kelompok ketua: Aidit Cs), dan Kelompok Sjam Cs (Ketua Biro Chusus Central/BCC). Supardjo menggambarkan para perwira militer tidak lebih sebagai pion dan tidak diberi keleluasaan membuat keputusan, termasuk pada masa-masa kritis “waktunya bedil berbicara”. Kedua, adanya tindakan politik dengan mendemisionerkan Presiden Soekarno dan Kabinet Dwikora. Apabila peristiwa tersebut merupakan masalah internal AD, tersingkirnya para pimpinannya telah dengan sendirinya menghentikan gerakan dan tidak harus menyingkirkan Presiden. Adanya kejanggalan itu, dialektika seputar masalah ini pada akhirnya akan kembali pada kesimpulan “sejumlah komandan ABRI yang telah dibina sejak lama, dimanfaatkan PKI sebagai unsur pelaksana operasi militer”.
    Teori Chaotic Moment, juga menjadi tidak relevan ketika dikonfrontasikan dengan otokritik Supardjo yang menyatakan rencana gerakan pada awalnya disusun sebagai operasi militer secara terpisah dengan gerakan politik, namun oleh PKI dijadikan satu paket. Penjelasan ini —juga didukung rapat-rapat komando dan skenario isu yang dibuat PKI jauh sebelum peristiwa— memberi petunjuk G 30 S bukanlah peristiwa yang tiba-tiba jatuh dari langit tanpa adanya skenario dominan. Sedangkan tudingan operasi CIA sebagai intellektual actor juga telah terbantah melalui data-data yang terdeklasifikasi.
    Teori peran sentral Presiden juga berhadapan dengan fakta ia meminta pembuktian ketika Supardjo melaporkan kawan-kawannya (Untung Cs.) telah mengamankan para Jenderal yang akan mengadakan coup. Ia juga memerintahkan penghentian tembak-menembak setelah memperoleh kabar terbunuhnya para Jenderal. Pada hari itu (1 Oktober 1965), ia juga mengagendakan pertemuan dengan Jenderal A. Yani pada pukul 10.00 Wib. untuk dimintai penjelasannya seputar isu Dewan Jenderal. Presiden juga mengklarifikasi kedatangannya ke Halim atas kemauan sendiri agar dekat dengan pesawat terbang jika sewaktu-waktu membutuhkan karena dihadapkan pada situasi yang membingungkan pada hari itu.
    Sedangkan ketidaktegasannya mengutuk gerakan, dapat dijelaskan melalui dua kemungkinan. Pertama, pada saat itu ia sedang berada dalam karantina G 30 S/PKI. Setelah tiba di Halim, ia melihat secara jelas TNI AD telah dilumpuhkan, anggota kabinet utamanya banyak “eksodus” untuk kunjungan daerah dan luar negeri, Istana dikepung pasukan yang dikendalikan G 30 S/PKI dan ia sekarang berada dikawasan Halim tempat pasukan G 30 S/PKI juga digelar. Mungkin ia juga melihat secara jelas sikap Omar Dhani —dengan segala komponen pasukannya— yang menunjukkan keberpihakannya pada G 30 S/PKI [3].
    Presiden baru menampakkan keberaniannya mengutuk G 30 S/PKI (marah-marah terhadap keputusan Dewan Revolusi) setelah mendengar kabar pergerakan Kostrad (melalui Bambang Widjanarko yang baru menghadap Mayjen Soeharto). Kini ia melihat dirinya tidak sendirian karena TNI AD tidak benar-benar lumpuh dan sedang digerakkan Mayjen Soeharto untuk menghantam gerakan yang telah mendemisionerkan Kabinet Dwikora.
    Kedua, Presiden memang bersifat mendua (tidak mengutuk G 30 S/PKI) untuk menjaga hubungan baiknya dengan Blok Timur sebagai satu-satunya mitra strategis yang ia miliki untuk melawan hegemoni barat dalam percaturan internasional. Ia berusaha keluar secara halus dari jeratan Pimpinan PKI (anak emas Blok Timur) tanpa harus mengorbankan hubungan baiknya dengan Blok Timur.
    Adapun tudingan terhadap Mayjen Soeharto —sebagaimana dikemukakan Heroe dan Latief— segera terbantahkan oleh fakta-fakta yang melimpah. Pertama, ia konsisten sebagai prajurit profesional dan tidak terlibat dalam tarik ulur politik. Secara politik keberadaannya juga tidak pernah diperhitungkan dalam percaturan elit politik bangsa sebelum 1 Oktober 1965. Latief sendiri mengakui Mayjen Soeharto merupakan loyalis Presiden. Kedatangan Latief di kediamannya bisa jadi untuk meminta bantuan Panser —sebagaimana dijanjikan Latief kepada pimpinan G 30 S/PKI — apabila dalam pertemuan itu Mayjen Soeharto menunjukkan dukungan terhadap gerakan. Namun karena banyak tamu dan Mayjen Soeharto disibukkan oleh sakit putranya, Latief tidak pernah memperoleh kesempatan mengungkapkan rencana terdalamnya itu.
    Kedua, tidak pernah mencuat bukti-bukti yang menunjukkan Mayjen Soeharto memiliki keterkaitan dalam perencanaan gerakan. Termasuk dalam otokritik Supardjo, tidak pernah disinggung adanya benang merah keterlibatan gerakan dengan Mayjen Soeharto. Supardjo menempatkan Mayjen Soeharto sebagai kompetitor yang dirundung kepanikan pada awal gerakan, akan tetapi segera melakukan konsolidasi dan membalik keadaan hanya dalam hitungan jam.
    Tudingan Letkol Udara Heru —dengan mengkaitkan pelaku G 30 S/PKI (Untung & Latief) memiliki ikatan historis dan berakar dari satu rumpun kesatuan yang sama (Komando Teritorium VII/Diponegoro) dengan Mayjen Soeharto— merupakan generalisasi dan jauh dari bukti-bukti keterlibatan sebagai perencana G 30 S/PKI. Tudingan itu kemungkinan dilatarbelakangi kekesalannya kepada Mayjen Soeharto yang berhasil secara meyakinkan mengungkap konspirasi oknum-oknum AURI dalam kudeta tersebut.
    [1] A.L. Rowse, The Use of History, (England: Hodder & Stoughton Limited for English Universities Press, 1948), dalam Aminuddin Kasdi & G. Ambar Wulan, G.30.S/1965: Bedah Caesar Dewan Revolusi Indonesia Siapa Dalangnya, PKI ?, (Surabaya: PT. Pustaka Java Media Utama, 2007), hlm 3.
    [2] Victor, M. Fic, Kudeta 1 Oktober 1965: Sebuah Studi tentang Konspirasi, (Jakarta: Yayasan Obor, 2005), hlm 3.
    [3] Sebelum kedatangan Presiden, Omar Dhani mengeluarkan Surat Perintah Harian yang isinya mendukung G.30.S.
    http://g30s-pki.com/tag/cornell- paper/

  53. walaupun sy blom lahir dithn 1965,diujung permerintahan Orde bar bar baru sy berfikir dihati kenapa mengkritisi pemerintah ko ditangkap,jngan2 SUHARTO DALANGNYA PKI,MALING TERIAK MALING.

  54. Napoleon bilang : SEJARAH ITU DIBUAT OLEH PEMENANG. Jadi apakah gampang untuk meluruskan sejarah ?

  55. wa Allahu a lam bisowab
    Yang terpenting sekarang ialah, kita jaga warisan kemerdekaan NEGARA INDONESIA tercinta ini agar tetap JAYA dengan menjaga rukun azaz khebhinekaan sehingga NKRI menyatu di jiwa tiap Bangsa REPUBLIK INDONESIA terwujudlah KEMERDEKAAN ABADI, Namun kita sebagai anak Bangsa jangan sesekali melepas jasmerah, terimakasih
    kunjungi juga
    http://stit-uw.blogspot.com

  56. Simaklah lirik-lirik lagu Iwan fals tentang Soeharto dan kepemimpinannya itu benar,,,
    Secara berpikir sehat, seorang jenderal-jenderal besar mana mungkin di culik oleh PKI, Jika Seorang Jenderal-jenderal itu di culik PKI yang pasti bisa menghadapinya,,,
    Banyaknya kesaksian-kesaksian yang benar, Namun kesaksian-kesaksian itulah yang difitnah sebagai dalang G30S/PKI dan Soeharto tidak peduli kesaksian yang benar Itu seorang TNI maupun rakyat biasa dan Bapak Presiden Soekarno/Sukarno yang sangat sabar hatinya atas perlakuan Soeharto. Ini
    Dikala pemerintahan Soeharto sudah lengser medsos banyak yang berani mengatakan dalangnya G30S/PKI adalah Soeharto, karena selama kepemimpinannya Soeharto tidak ada yang berani menentang Soeharto. Siapapun penentang pastilah di penjara atau di culik dan mati…

    Salam Oi.

  57. sebenarnya dalang di balik g30s oki ini adalah dunia internasional yaitu blok barat(kubu amerika), awal cerita indonesia memiliki letak strategis dimana blok barat dan timur memperebutkannya dan juga waktu itu amerika sudah mengepung untuk menyerang indonesia dengan menempatkan beberapa armadanya di sekitar perairan indonesia. akan tetapi presiden soekarno mengetahuinya dan menciptakan GERAKAN NON-BLOK yang di ikuti beberapa negara asia tenggara. setelah sukses meredam gerakan blok barat dan timur, pres. john f kenedy meminjam uang kepada indonesia yang disimpan di bank swiss berupa tumpukan emas yang baru di temukan oleh bangsa indonesia(harta karun). kemudian bank swiss dan amerika berencana menilap emas tersebut yang menyebabkan presiden john f kenedy di tembak mati dan kehilangan suratnya penympanan emas tersebut begitu juga pre. soekarno setelah di kucilkan soeharto melalui SUPERSEMAR. setelah dua tahunan kematian john f kenedy kemudian soeharto bekerja sama dengan intel amerika untuk melengserkan soekarno serta menghilangkan partai komunis di indonesia yaitu dengan konspirasi peristiwa G30S PKI sehingga indonesia tidak jatuh ke BLOK TIMUR.(keanehan yang terjadi : pada peristiwa tersebut adalah bahwa tentara yang membunuh para jenderal berasal dari luar jakarta dengan atribut senjata lengkap dan tak ada siapapun partai PKI jakarta yang tahu peristiwa tersebut, akan tetapi mereka pernah mendengar isu bahwa para jenderal yang akan melengserkan pres. soekarno membuat mereka marah tetapi mereka belum melakukan pergerakan ini semua konspirasi gan, saat soekarno meyerahkan SUPERSEMAR( gak tau supersemarnya kemana?ANEH) terdapat tentara asing(kemungkinan intel amerika) dengan helikopter di tempat tinggal soekarno, yang menyebabkan penyerahan kekuasaan sementara ke soeharto? lebih aneh lagi, saat penangkapan pelaku G30S/PKI jangka waktunya terlalu cepat kaya udah tau aja pelakunya, kemudian keuntungannya apa membunuh para jenderal-jenderal, klo gak ngebunuh presidennya sekalian klo kudeta kan pemimpinnya yg dibunuh sama antek-anteknya gan?ini terlalu ANEH BIN KOCAK). dan kalian tau gak gan setelah itu kan terjadi perubahan besar-besaran pada tahap pembangunan indonesia tetapi uangnya ngutang dulu ke luar negeri, pada saat itu soeharto dengan polosnya meminjam uang ke dunia luar yang jelas-jelas dunia luarlah yang ngatur mata uang dunia yang membuat indonesia gak mungkin bayar hutangnya serta bunganya. cara satu-satunya ya BOM AJA TUH BANK DUNIA SUPAYA LUNAS HUTANGNYA INDONESIA KLO GAK NGEHACK TUH BANK DUNIA.LOL. dan begunilah kondisi hutang indonesia dengan Rp.3279 TRILIUN GAN DARI ZAMAN SOEHARTO YANG POLOS. apalagi presiden sekarang hampir sama polosnya dengan soeharto, bukannya ngurangin utang dan belanja negara malah naikin pajak rakyat. tau dirilah masa rakyat sendiri mau di cekek. lol indonesia. sedih gw sebenernya punya pemimpin yang ga bisa berstrategi dalam kancah internasional.

  58. ‘ASSALAMUALAIKUM” jendral.

  59. Cia??? As??? Knp kok nda irak,afganistan…. Mah hampir samalah kejadianny…. Dah tutup ajlah perusahan as di indo ni…

  60. Jendral pahlawan revolusi adalah korban dendamnya Soeharto kepada rekan-rekan korps AD diantaranya A. Yani, Donald Ignatius Panjaitan, Sutoyo (bapak Jenderal Purnawirawan Agus Wijoyo), S. Parman. Pak Nas, juga mau dibunuh tetapi selamat. Soeharto dendam karena sewaktu jadi PANGDAM DIPONEGORO dituduh korupsi. Jendral yang terbunuh adalah mereka yang akan memproses pengadilan Soeharto dan akan memecatnya dari AD. Akan tetapi nasib Soeharto mujur, karena dibela oleh Jendral Gatot Soebroto yang menyetakan bahwa Soeharto masih bisa dibina. Soeharto tidak jadi dipecat, malah nasibnya mujur disekolahkan ke Seskoad. Disisi lain hubungan politik antara Pak Nas dengan Bung Karno kurang akrab sehingga Bung Karno memanfaatkan Soeharto (yang tidak disukai korps AD) untuk membina perwira yang berhaluan kiri yang menjadi pendukung Bung Karno. Sekarang bisa dilihat di youtube pada saat Bung Karno berkunjung ke negerinya Kim Yong Un (saat itu yang berkuasa kakeknya, Kim IL Sung, sahabat Bung Karno) ajudan yang mendampingi Bung Karno adalah pak Harto. Sementara pada salah satu acara ILC yang di pandu Karni Ilyas, pernah terjadi perdebatan antara Bu Sukmawati dan Jend. (Pur) Kivlan Zen. Menurut Pak Kivlan pak Harto dekat dengan Bung Karno, tetapi menurut bu Sukmawati, yang dekat dengan Bung Karno adalah Jend A. Yani. Menurut saya kedua jendral itu memang dekat dengan Bung Karno. Tetapi dari Pak Yani jelas bahwa beliau anti komunis, tetapi Soeharto menyatakan anti komunis setelah terjadi G30S. Dalam perdebatan di acara ILC, bu Sukmawati menyampaikan perkataan Bung Karno bahwa Soeharto berkhianat pada Bung Karno.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Atlantis in the Java Sea

A scientific effort to match Plato’s narrative location for Atlantis

sembrani

bertukar ide, melampaui mimpi bersama

Nurul Wirda

Semerbak Mawar yang dengan senang hati memancarkan Cahayanya

aawanto

The greatest WordPress.com site in all the land!

Covert Geopolitics

Beyond the Smoke & Mirrors

Catatan Harta Amanah Soekarno

as good as possible for as many as possible

Women Terrace

to say something that i never talk before

Kanzunqalam's Blog

AKAL tanpa WAHYU, akan berbuah, IMAN tanpa ILMU

Cahayapelangi

Cakrawala, menapaki kehidupan nusantara & dunia

religiku

hacking the religion

SANGKAN PARANING DUMADI

Just another WordPress.com site

WordPress.com

WordPress.com is the best place for your personal blog or business site.

%d blogger menyukai ini: