4 Komentar

Kebangkitan Spiritual Modal Kebangkitan Nusantara

Kebangkitan Spiritual Modal Kebangkitan Nusantara

POSTED ON APRIL 6, 2015 UPDATED ON APRIL 24, 2015

spiritualityWahai saudaraku. Masalah hidup yang harus di hadapi oleh manusia adalah ia harus menemukan diri sejatinya dan menghayati kesejatiannya itu. Jika tidak, ia hanya akan berdosa pada sifat dasarnya sendiri. Memang manusia bebas memilih antara keselamatan atau kebinasaan. Namun jika memilih untuk melawan kehendak Tuhan Yang Maha Kuasa, kita hanya akan menuai kedukaan. Sebab, pengingkaran diri kepada Tuhan itu disebabkan oleh egoisme. Yang pada akhirnya hanya akan membawa kita pada ketakberdayaan dan kehancuran.

Tanpa kesadaran diri yang utuh, seorang individu tak akan bisa menjadi tuan atas hidupnya sendiri. Di samping itu, tubuh, hidup dan pikiran harus diintegrasikan. Lalu sebagai makhluk yang mempunyai kesadaran diri, manusia sebenarnya menyadari ketidaksingkronan yang ada di dalam dirinya. Namun sayang, pada umumnya ia mengambil jalan kompromi dan menjalani kehidupan yang rentan. Makanya, sampai ia bisa mencapai keseimbangan yang sempurna, harmoni yang organik dari kemungkinan-kemungkinannya yang bersisi banyak, ia tak akan bisa menjadi tuan bagi dirinya sendiri. Dan proses integrasi tak akan mencapai kepenuhan sampai ia bisa melepaskan diri dari godaan duniawi yang menipu.

Makanya, agar pribadi kita terus berkembang, kita harus selalu waspada dan memupuk diri. Dengan mengembangkan kemurnian kehendak, maka hasrat keinginan pada objek-objek duniawi akan mati, kejernihan pikiran akan tercipta dan pada gilirannya muncullah ketenangan batin. Dimana jiwa akan mulai membangun relasi dengan Diri Yang Agung, yang adalah asal muasalnya dan mengalami kehadiran Tuhan di dalam dirinya sendiri. Dan dalam ketenangan atau keheningan – dimana jiwa beristirahat dari hal ihwal duniawi – wawasan akan terlahir dan manusia menjadi jati dirinya yang sebenarnya.

Untuk itu, semakin kita mengaburkan diri secara psikologis, yakni melalui intropeksi atau refleksi, maka semakin dalam kita menjalin kontak dengan manifestasi-manifestasi diri yang bisa diindera. Jika kita harus menggunakan disiplin yang berbeda, jika ingin bertemu dengan Diri Tertinggi yang berdiam di dalam diri kita, kita harus melipat rangkaian fenomena, menerobos masuk bulir-bulir bagian sifat kita sendiri, menelanjangi diri, melepaskan diri dari ego dan menerjunkan diri ke dalam jurang dan lembah subjektivitas yang murni, Diri Absolut.

O… Mereka yang mencari Tuhan akan menjauhkan diri dari pemuasan kesenangan secara berlebihan atau berpantang. Ia akan senang untuk pergi ke tempat-tempat yang bebas dari gangguan ekternal, memilih tempat duduk yang nyaman – untuk tafakur, tadabbur, meditasi, yoga, dll, mengatur pernapasan dengan tenang, memusatkan pikiran pada satu titik dan mencapai keseimbangan serta lepas dari kelekatan hasrat keinginan pada buah atau pahala tindakan. Dan ketika ia bisa mencapai kesatuan ini, ia telah mencapai pengertian yang sempurna dengan sesama makhluk hidup melalui simpati, cinta dan bukan lagi karena kewajiban.

meditasi

Selain itu, mereka yang memilih keheningan telah menarik diri ke dalam keheningan Dia Yang Absolut. Memang mereka menghayati hidup di dunia, tapi penghayatan mereka seperti orang asing. Mereka menanggung semua penderitaan daging, tapi mereka tidak hidup untuk tujuan daging. Eksistensi mereka memang di dunia, namun hati mereka ada di syurga.

Ya. Tuhan meminta penyerahan diri yang total dan sebagai gantinya Dia akan memberikan kita kekuatan ruhani yang bisa mengubah segala situasi. Penyerahan diri secara total kepada Dia Yang Ilahi akan membawa kita pada kesempurnaan jati diri yang paling paripurna. Karena Tuhan menciptakan manusia untuk tujuan-tujuan yang telah digariskan-Nya, bukan tujuan kita sebagai manusia – yang fana.

Untuk itu, jika setiap individu melakukan apa yang mesti di lakukan, jika setiap individu menjalankan hukum Tuhan, maka Dia akan menyatakan diri dalam kehendak bebas manusia. Sehingga hal-hal yang mendasar bagi dunia ini akan di lakukan tanpa konflik, dan terbitlah kebahagiaan dan kesejahteraan. Tapi manusia jarang melakukan apa yang mesti di lakukan. Padahal ketika manusia bertindak karena yakin tahu rencana keseluruhan, maka sebenarnya mereka menciptakan kerusakan di dunia ini tanpa disadari.

Selain itu, kita harus menemukan kebenaran dan tidak sekedar mengekor standar yang ditentukan oleh faktor dari luar. Kehidupan luar dan kedalaman diri harus saling menanggapi dan melengkapi. Karena dengan cara itulah, maka tindakan kita bisa bebas, mudah dan spontan. Kita bisa hidup dalam dunia Tuhan, seperti yang diperintahkan-Nya jika tetap menjaga nyala api keunikan kita yang sangat berharga. Dengan menempatkan diri ke dalam tangan Tuhan, lalu dengan menjadikan diri sebagai alat Tuhan yang sempurna, kita bisa mencapai kebijaksanaan spiritual yang paling tinggi.

Sungguh, kebebasan spiritual tidak bertentangan dengan aktivitas. Namun tugas kewajiban yang dijalankan sebagai tugas kewajiban tidak mendekatkan, karena justru menjauhkan kita dari kebebasan. Aktivitas manusia yang telah mencapai kebebasan akan bersifat bebas, spontan dan tidak di dorong kepentingan kewajiban. Mereka bertindak demi kesejahteraan dunia, meskipun mereka sendiri telah mencapai kebijaksanaan.

Untuk itu, jiwa yang telah mencapai kebebasan dengan senang hati memanggul beban menyelamatkan seluruh dunia. Dan dunia harus bergerak maju menuju tujuannya dan mereka yang tersesat dalam kebodohan dan kebingungan harus diselamatkan dengan upaya dan teladan, terang dan kekuatan jiwa-jiwa yang telah mencapai kebebasan ini. Kaum terpilih ini adalah para pemimpin alami umat manusia. Karena apapun tindakan yang ia lakukan, persatuannya dengan Tuhan yang konstan tetap tak tergoyahkan.

wallpapers-nature-ocean-natural-beautifull-sea-beauty-landscapes-beach-149295

Maka sejauh kerja di lakukan selaras dengan sifat kita – yang baik, kita bertindak benar. Dan jika kita mempersembahkan kerja itu kepada Tuhan, kerja itu menjadi sarana untuk mencapai kesempurnaan spiritual. Lalu ketika aspek Ilahi pada diri individu mewujud seutuhnya, individu itu akan mencapai keadaan kekal abadi. Sehingga kita bisa mengingkari semua hasrat keinginan pribadi, menyerah pasrah seutuhnya ke dalam tangan Tuhan yang menyelamatkan, menyerahkan diri pada disiplin diri dan kerja yang ikhlas, dan mengingkari semua pikiran tentang pamrih atau pahala. Singkatnya, di hadapan Tuhan kita harus jadi seperti anak kecil yang “telanjang” dan lemah.

O.. Kerja, pengetahuan (ilmiah dan batiniah) dan sembah bakti bersifat saling melengkapi, baik dalam proses pencarian maupun ketika tujuan hidup itu telah dicapai. Memang jalan yang kita tempuh tidak sama alias beragam, tapi tujuan yang dituju sama. Kita bisa mendaki gunung yang tinggi melalui jalur pendakian yang berbeda, namun pemandangan yang indah di puncaknya akan tetap sama. Kebijaksanaan bisa di personifikasikan sebagai Ada dengan tubuh sebagai pengetahuan, dan hati sebagai cinta. Sehingga jalan tafakur, tadabbur, meditasi, samadhi, dan yoga – yang tahapannya harus melalui pengetahuan yang benar – adalah jalan kuno yang akan membawa kita dari kegelapan menuju terang, dari kematian menuju keabadian.

Ya. Tuhan memberikan kondisi-kondisi yang ada – di sekitar kita – dan terserah kita apakah mau menerima atau menolaknya. Namun selayaknya kita tidak membuang-buang tenaga dengan melawan arus kehendak-Nya itu. Karena sebagian dari kita hanyalah manusia biasa, penuh semangat, implusif (perilaku manusia yang tiba-tiba berubah,) dan serba yakin dengan rencana kecil kita sendiri, padahal kita harus sadar diri dan berubah. Dan cara yang paling memungkinkan kita untuk bisa mempersembahkan diri dengan cara yang paling maksimal adalah dengan menyerah pasrah kepada kehendak Tuhan. Karena Tuhan juga telah menunjukkan sifat-Nya, kemurahan hati, cinta dan kehendak-Nya untuk membawa kita kembali kepada-Nya. Dia terus menunggu, siap masuk dan menguasai hati kita, jika kita membukakan pintu hati kita. Sehingga kehidupan spiritual itu tergantung pada kita. Tidak hanya kita yang berusaha mendekat ke arah Tuhan, tetapi Dia pun juga berjalan mendekati kita. Semakin kita berusaha mendekat, maka Dia akan lebih dekat.

O.. Apa yang tampak seperti ketidakpedulian Tuhan sebenarnya disebabkan oleh kepedulian-Nya bahwa setiap kita harus sampai kepada-Nya melalui pilihan bebas kita sendiri. Dia tidak memaksakan kehendak-Nya, karena kehendak bebas adalah hal yang sangat berharga bagi setiap pribadi makhluk-Nya. Dia Yang Ilahi tidak memaksakan kehendak-Nya dan setiap kali kita bebas untuk menerima atau menolak ajakan-Nya. Karena penyerahan diri yang integral harus terjadi melalui pilihan sadar manusia sendiri. Tuhan tidak bekerja untuk kita, meskipun Dia selalu siap membantu ketika kita kesusahan dan menghibur kita saat dalam kesedihan. Karena Tuhan selalu siap menunggu dengan sabar sampai kita kembali kepada-Nya.

indah

Untuk itu, kita harus hidup seperti yang Tuhan inginkan dalam kehidupan-Nya yang abadi. Karena melakukan apa yang diperintahkan Tuhan adalah rahasia kehidupan ruhani yang benar. Dan kita harus tunduk pasrah pada kehendak-Nya dan berlindung dalam naungan kasih sayang-Nya. Lalu jika kita tanggalkan keyakinan pada diri kita yang kecil ini dan menggantikannya dengan iman yang sempurna kepada Tuhan, Dia akan menyelamatkan kita. Dan bukan hal yang mustahil bahwa nanti akan ada kebahagiaan yang berlimpah dan kesejahteraan yang sejati.

“Mbesuk yen wis teko ratu Ageng sing duwe pengaruh lan prajurit gede, negorone ambane separo buwono. Sopo sing angkoro murko uripe ngrantes lan kepencil. Iku tondone jaman Aryawira wis teko: Nanti jika sudah datang pemimpin mulia yang sangat berpengaruh dan punya prajurit besar/banyak, negaranya seluas setengah dunia. Siapa yang jahat akan hidup merana dan tersisih. Itulah tandanya zaman Aryawari (kejayaan Nusantara) telah datang”

Namun ingatlah! Untuk bisa mencapainya dengan benar tujuan itu, maka kita perlu berguru kepada pemimpin spritual yang zuhud. Seorang pribadi yang tidak bertindak dengan kekerasan fisik, mendengung-dengungkan mukjizat, atau membacakan ayat-ayat dan mantra belaka. Tapi seorang guru sejati yang tidak akan menjalankan tanggungjawab yang keliru. Bahkan jika sang murid mengambil jalan yang salah, maka seorang guru sejati hanya akan memberikan nasehat. Ia tak akan pernah memaksa sang murid untuk kembali ke jalan yang benar. Karena ia hanya akan mendorong langkah sang murid seperti seorang ayah yang membantu anaknya belajar berjalan. Ia hanya mengulurkan tangan untuk membantu ketika sang anak mulai melangkah. Tapi ia akan menyerahkan pada sang anaknya itu untuk memilih jalan dan mengatur jalanya sendiri.

*****

Namun bagaimana dengan yang terjadi dalam kehidupan bangsa ini? karena banyak yang berharap ada kebangkitan yang besar dari tanah pertiwi ini. Tapi bagaimana itu bisa terjadi tanpa dimulai dengan membangkitkan spiritual dalam diri sendiri. Banyak orang hanya sibuk memenuhi waktunya dalam mencapai hasrat keinginan daging, sehingga lupa dengan kebutuhan batinnya. Mereka terus merasa bahwa kenikmatan duniawi adalah segala-galanya. Padahal Tuhan sudah menegaskan bahwa kenikmatan duniawi itu hanyalah sementara dan bahkan tipu daya belaka. Yang pastinya akan menghancurkan siapa saja yang selalu mengikutinya.

Makanya, untuk membangkitkan kejayaan Nusantara sekali lagi, maka terlebih dulu harus membangkitkan kejayaan spiritualnya dulu. Inilah yang terpenting bagi bangsa ini sekarang, karena ketika kita mau patuh dalam menegakkan hukum Tuhan melalui jalan penghayatan spiritual, maka Tuhan Yang Maha Pemberi akan mengangkat derajat kita. Karunia dan kenikmatan yang berlimpah akan hadir dalam kehidupan di bangsa ini. Sedangkan peradaban yang gemilang akan mengulangi kejayaan leluhur di masa lalu.

the-future-wallpaper-hd-110

Mengapa bisa begitu? Itu karena di masa lalu, pada masa kejayaan peradaban yang jauh sebelum era Masehi, maka bangsa ini pernah menjadi pusat dari peradaban dunia. Semua bangsa di dunia berinteraksi dengan bangsa ini, bahkan banyak belajar tentang cara membangun peradaban yang besar. Yang semua itu bisa terjadi karena mereka meletakkan dasar spritual yang jelas dan kokoh pada setiap individu dan sistem tata negaranya. Dengan itu, mereka sangat maju dan hebat dalam bidang batiniah sekaligus yang bersifat ilmiah. [baca tulisan berikut: Negeri Arya Nuswantara dan Bukti kejayaan Nusantara: Sistem yang sesuai dengan kultur bangsa atau Kehancuran peradaban global dan kebangkitan kejayaan Nusantara]. Sehingga mengikuti hukum dan aturan Tuhan pada masa itu adalah mutlak di lakukan. Tidak seperti sekarang, karena justru menuhankan aturan yang dibuat oleh manusia yang lemah.

Ya. Kebebasan memilih dengan benar ditentukan oleh pendidikan moral. Melalui kebajikan, kita bisa sampai pada kebebasan ruhani. Kebebasan ruhani akan membawa kita menjauh dari kebatilan, yang sulit dihindari oleh manusia. Sehingga dengan begitu, maka akan munculkan peradaban yang gemilang dan menerbitkan kesejahteraan yang sejati.

“Tidak lama lagi akan muncul sekelompok orang yang mampu mengubah tatanan dunia. Mereka ini adalah jiwa-jiwa yang telah mencapai kebebasan. Mereka ini adalah kaum terpilih yang memiliki kekuatan spiritual yang telah sampai pada kebijaksanaan. Mereka adalah para pemimpin alami umat manusia, karena apapun tindakan yang ia lakukan, maka persatuannya dengan Tuhan yang konstan tetap tak tergoyahkan”

Untuk itu saudaraku, sesungguhnya cinta Tuhan terus mendesak masuk ke dalam jiwa dan hati kita jika kita membuka pintu bagi kehadiran-Nya. Dia akan masuk ke dalam jiwa kita dan membersihkan serta mensucikan kembali sifat-sifat kita hingga membuat kita kembali bersinar seperti cahaya yang berpijar. Tuhan akan selalu siap membantu, bahkan terus menunggu sampai kita membukakan pintu hati kita untuk-Nya.

Yogyakarta, 06 April 2015
Mashudi Antoro (Oedi`)

Iklan

4 comments on “Kebangkitan Spiritual Modal Kebangkitan Nusantara

  1. Izinkanlah saya menulis / menebar sejumlah doa, semoga Allaah SWT mengabulkan, antara lain mempercepat kebangkitan INDONESIA, memulihkan kejayaan INDONESIA, melindungi INDONESIA dari bencana. Aamiin yaa Allaah yaa rabbal ‘alamiin.

    Lebih dan kurang saya mohon maaf. Semoga Allaah SWT selalu mencurahkan kasih sayang kepada INDONESIA. Aamiin yaa Allaah yaa rabbal ‘aalamiin.

    Asyhaduu anlaa ilaaha illallaah wa asyhaduu anna muhammadarrasuulullaah

    A’uudzubillaahiminasysyaithaanirrajiim

    Bismillahirrahmaanirrahiim

    Alhamdulillaahi rabbil ‘aalamiin,
    Arrahmaanirrahiim
    Maaliki yaumiddiin,
    Iyyaka na’budu wa iyyaaka nasta’iin,
    Ihdinashirratal mustaqiim,
    Shiratalladzina an’amta alaihim ghairil maghduubi ‘alaihim waladhaaliin

    Aamiin

    Bismillaahirrahmaanirrahiim

    Alhamdulillaahirabbil ‘aalamiin, hamdan yuwaafi ni’amahu, wa yukafi mazidahu, ya rabbana lakal hamdu. Kama yanbaghi lii jalaali wajhika, wa ‘azhiimi sulthaanika.

    Allaahumma shali wa sallim wa baarik ‘alaa Sayyidinaa wa Nabiyyinaa wa Maulaanaa Muhammad wa ‘alaa aalihi wa shahbihi wa ummatihi ajma’iin.

    Ya Allaah, limpahkanlah shalawat, salam dan berkat kepada junjungan, nabi dan pemimpin kami Muhammad, keluarganya, sahabatnya, umatnya semuanya.

    Allaahumma shalli ‘alaa Sayyidinaa wa Nabiyyinaa wa Maulaanaa Muhammadin wa ‘alaa aalihi wa shahbihi wa ummmatihi ajma’iin. Shalaatan tunjinaa bihaa min jamii’il-ahwaali wal aafaat. Wa taqdhii lanaa bihaa jamii’al-haajaat. Wa tuthahhiruna bihaa min jamii’is-sayyi-aat. Wa tarfa’unaa bihaa ‘indaka a’lad-darajaat. Wa tuballighuna bihaa aqshal-ghaayaati min jamii’ilkhairaati fil hayaati wa ba’dal mamaat.

    Ya Allaah, limpahkanlah shalawat kepada junjungan, nabi dan pemimpin kami Muhammad, keluarganya, sahabatnya dan umatnya, shalawat yang dengannya kami selamat dari semua ketakutan dan bencana, dan Engkau sucikan kami dari semua kejahatan, Engkau angkat kami ke derajat yang tinggi di sisiMu, dan Engkau sampaikan semua cita-cita kami berupa kebaikan-kebaikan dalam hidup maupun sesudah mati.

    Allaahumma shalli wa sallim wa baarik ‘alaa nuuril anwaar. Wa sirril asraar. Wa tiryaqil-aghyaar. Wa miftaahil baabil yasaar. Sayyidinaa wa Nabiyyinaa wa Maulaanaa Muhammadanil-mukhtaari wa aalihil-ath-haari wa ash-haabihil akhyaar. ‘Adada ni’amillaahi wa afdhaalih.

    Ya Allaah, limpahkanlah shalawat, salam dan berkah atas cahaya di antara segala cahaya, rahasia di antara segala rahasia, penetral duka, dan pembuka pintu kemudahan, junjungan, nabi dan pemimpin kami Muhammad, manusia pilihan, juga kepada keluarganya yang suci dan sahabatnya yang baik, sebanyak jumlah kenikmatan Allah dan karuniaNya.

    Allaahumma shalli shalatan kaamilah. Wa sallim salaaman taamman ‘alaa Sayyidinaa wa Nabiyyinaa wa Maulaanaa Muhammadanil-ladzii tanhallu bihil-‘uqad. Wa tanfariju bihil-kuruub. Wa tuqdhaa bihil hawaa-iju wa tunaalu bihir-raghaa-ibu wa husnul-khawaatim. Wa yustasqal-ghamaamu biwajhihil-kariim. Wa ‘alaa aalihi wa shahbihi wa ummatihi fii kulli lamhatin wa nafasin bi’adadi kulli ma’luumin laka.

    Ya Allaah, limpahkanlah shalawat yang sempurna dan salaam yang sempurna pula, kepada junjungan, nabi dan pemimpin kami Muhammad, yang dengan beliau itu Engkau lenyapkan kesusahan, Engkau tunaikan segala kebutuhan, dan diperoleh segala keinginan dan akhir hidup yang baik, serta diberi minum dari awan berkat wajahMu yang mulia. Juga kepada keluarganya, sahabatnya dan umatnya dalam setiap kejapan mata dan tarikan nafas, sebanyak jumlah pengetahuan yang Engkau miliki.

    Allaahumma shalli ‘alaa Sayyidinaa wa Nabiyyinaa wa Maulaanaa Muhammadinil-habiibil-mahbuub. Syaafil ‘ilali wa mufarrijil-kuruub. Wa ‘alaa aalihi wa shahbihi wa ummmatihi wa baarik wa sallim.

    Ya Allaah, limpahkanlah shalawat, salam dan berkat kepada junjungan, nabi dan pemimpin kami Muhammad, kekasih dan yang dikasihi, (dengan izin Allah) penyembuh penyakit dan pelepas kesusahan, serta kepada keluarga, sahabat dan umatnya.

    Allaahumma shalli wa sallim wa baarik ‘alaa Sayyidinaa wa Nabiyyinaa wa Maulaanaa Muhammadin fil-awwaliin. Wa shalli wa sallim wa baarik ‘alaa Sayyidinaa wa Nabiyyinaa wa Maulaanaa Muhammadin fil-aakhirin. Wa shalli wa sallim wa baarik ‘alaa Sayyidinaa wa Nabiyyinaa wa Maulaanaa Muhammadin fin-nabiyyiin. Wa shalli wa sallim wa baarik ‘alaa Sayyidinaa wa Nabiyyinaa wa Maulaanaa Muhammadin fil-mursaliin. Wa shalli wa sallim wa baarik ‘alaa Sayyidinaa wa Nabiyyinaa wa Maulaanaa Muhammadin fil mala-il a’laa ilaa yaumid-diin. Wa ‘alaa aalihi wa shahbihi wa ummmatihi ajma’iin.

    Ya Allaah, limpahkanlah shalawat, salam dan berkat kepada junjungan dan pemimpin kami Muhammad di kalangan orang-orang terdahulu. Limpahkanlah shalawat, salam dan berkat kepada junjungan, nabi dan pemimpin kami Muhammad di kalangan orang-orang kemudian. Limpahkanlah shalawat, salam dan berkat kepada junjungan, nabi dan pemimpin kami Muhammad di kalangan para nabi. Limpahkanlah shalawat, salam dan berkat kepada junjungan, nabi dan pemimpin kami Muhammad di kalangan para rasul. Limpahkanlah shalawat, salam dan berkat kepada junjungan, nabi dan pemimpin kami Muhammad di kalangan para arwah hingga hari kemudian, serta kepada keluarga, sahabat dan umatnya.

    Allaahumma shali wa sallim wa baarik ‘alaa ruuhi Sayyidina wa Nabiyyina wa Maulaanaa Muhammad fil arwaahi, wa ‘alaa jasadihil fil ajsaadi, wa ‘alaa qabrihi fil qubuuri. Wa ‘alaa aalihi wa shahbihi wa ummatihi ajma’iin.

    Ya Allaah, limpahkanlah shalawat, salam dan berkat kepada ruh junjungan, nabi dan pemimpin kami Muhammad di alam ruh, dan kepada jasadnya di alam jasad, dan kepada kuburnya di alam kubur. Dan kepada keluarga, sahabat dan umatnya semua.

    Allaahumma shali wa sallim wa baarik ‘alaa Sayyidinaa wa Nabiyyinaa wa Maulaanaa Muhammad wa ‘alaa aalihi wa shahbihi wa ummatihi ‘adada in’aamillaahi wa ifdhaalih.

    Ya Allaah, limpahkanlah shalawat, salam dan berkat kepada junjungan, nabi dan pemimpin kami Muhammad, keluarganya, sahabatnya, umatnya sebanyak jumlah nikmat Allah dan karuniaNya.

    Allaahumma shalli wa sallim wa baarik, ‘alaa Sayyidinaa wa Nabiyyinaa wa Maulaanaa wa Maulaanaa Muhammadin wa ikhwaanihii minal anbiyaa-i wal mursaliin, wa azwaajihim wa aalihim wa dzurriyyaatihim wa ash-haabihim wa ummatihim ajma’iin.

    Ya Allaah, berilah shalawat serta keselamatan dan keberkahan, untuk junjungan, nabi dan pemimpin kami Muhammad SAW dan saudara-saudaranya dari para Nabi dan Rasul, dan istri-istri mereka semua, keluarga mereka, turunan-turunan mereka, dan sahabat-sahabat dari semua Nabi dan Rasul, termasuk Sahabat-Sahabatnya Nabi Muhammad semua dan semua yang terkait dengan Nabi Muhammad SAW.

    Laa ilaaha illallaah, subhaanal ‘aziizil jabbaar
    Laa ilaaha illallaah, subhaanar ra-uufirrahiim
    Laa ilaaha illallah, subhaanal ghafuurirrahim
    Laa ilaaha illallaah, subhaanal kariimil hakiim

    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci raja yang maha suci
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang maha perkasa lagi maha bijaksana
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang maha pengasih lagi maha penyayang
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang maha pengampun lagi maha penyayang
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang maha mulia lagi maha bijaksana

    Laa ilaaha illallaah, subhaanal qawiyyil wafiyy
    Laa ilaaha illallaah, subhaanal lathiifil khabiir
    Laa ilaaha illallaah, subhaanash shamadil ma’buud
    Laa ilaaha illallaah, subhaanal ghafuuril waduud
    Laa ilaaha illallaah, subhaanal wakiilil kafiil

    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang maha kuat lagi maha memenuhi
    Tiada tuhan selain Allaah, yang maha halus lagi maha mengetahui
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang bergantung padanya segala hal lagi yang disembah
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang maha pengampun lagi maha pencinta
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang maha penolong lagi maha pelindung

    Laa ilaaha illallaah, subhaanar raqiibil hafiizh
    Laa ilaaha illallaah, subhaanad daa-imil qaa-im
    Laa ilaaha illallaah, subhaanal muhyil mumiit
    Laa ilaaha illallaah, subhaanal hayyil qayyuum
    Laa ilaaha illallaah, subhaanal khaaliqil baari’

    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang maha mengawasi lagi maha memelihara
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang hidup kekal lagi mengurus ciptaannya
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang menghidupkan lagi mematikan
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang hidup kekal lagi terus menerus mengurus ciptaannya
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang menciptakan lagi menjadikan

    Laa ilaaha illallaah, subhaanal ‘aliyyil ‘azhiim
    Laa ilaaha illallaah, subhaanal waahidil ahad
    Laa ilaaha illallaah, subhaanal mu’minil muhaimin
    Laa ilaaha illallaah, subhaanal habiibisy syahiid
    Laa ilaaha illallaah, subhaanal haliimil kariim

    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang maha tinggi lagi maha besar
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang maha esa lagi tunggal
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang memberi keamanan lagi maha memelihara
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhanyang maha mencintai lagi maha menyaksikan
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang maha penyantun lagi maha mulia

    Laa ilaaha illallaah, subhaanal awwalil qadiim
    Laa ilaaha illallaah, subhaanal awwalil aakhir
    Laa ilaaha illallaah, subhaanazh zhaahiril baathin
    Laa ilaaha illallaah, subhaanal kabiiril muta-‘aal
    Laa ilaaha illallaah, subhaanal qaadhil haajat

    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang pertama lagi terdahulu
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang awal dan yang akhir
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang nyata lagi yang rahasia
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang maha besar lagi maha tinggi
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang memenuhi semua keperluan

    Laa ilaaha illallaah, subhaana rabbil ‘arsyil ‘azhim
    Laa ilaaha illallaah, subhaanar rahmaanir rahiim
    Laa ilaaha illallaah, subhaana rabbiyal a’laa
    Laa ilaaha illallaah, subhaanal burhaanis sulthaan
    Laa ilaaha illallaah, subhaanas samii-‘il bashiir

    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang menguasai singgasana yang besar
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang maha pemurah lagi maha penyayang
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang maha tinggi
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang memiliki bukti kekuasaan
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang maha mendengar lagi maha melihat

    Laa ilaaha illallaah, subhaanal waahidil qahhaar
    Laa ilaaha illallaah, subhaanal ‘aliimil hakiim
    Laa ilaaha illallaah, subhaanas sattaaril ghaffaar
    Laa ilaaha illallaah, subhaanar ramaanid dayaan
    Laa ilaaha illallaah, subhaanal kabiiril akbar

    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang maha esa lagi maha mengalahkan
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang maha mengetahui lagi maha bijaksana
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang maha menutupi kesalahan lagi maha pengampun
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang maha agung lagi maha besar

    Laa ilaaha illallaah, subhaanal ‘aliimil ‘allaam
    Laa ilaaha illallaah, subhaanasy syaafil kaafi
    Laa ilaaha illallaah, subhaanal ‘azhiimil baaqii
    Laa ilaaha illallaah, subhaanash shamadil ahad
    Laa ilaaha illallaah, subhaana rabbil ardhi was samaawaati

    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang maha mengetahui lagi maha memeriksa
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang menyembuhkan lagi mencukupi
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang maha besar lagi maha kekal
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang bergantung padanya segala hal lagi esa

    Laa ilaaha illallaah, subhaanal ghafuurisy syakuur
    Laa ilaaha illallaah, subhaanal ‘azhiimil ‘aliim
    Laa ilaaha illallaah, subhaana dzil mulki wal alakuut
    Laa ilaaha illallaah, subhaana dzil ‘izzati wal ‘azhamah
    Laa ilaaha illallaah, subhaana dzil haibati wal qudrah

    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang maha pengampun lagi maha membalas
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang maha besar lagi maha mengetahui
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang memiliki kerajaan bumi dan langit
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang mempunyai keagungan dan kebesaran
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang mempunyai pengaruh dan kekuasaan

    Laa ilaaha illallaah, subhaana dzil kibriyaa-i wal jabaruut
    Laa ilaaha illallaah, subhaanas sattaaril ‘azhiim
    Laa ilaaha illallaah, subhaanal ‘aalimil ghaiib
    Laa ilaaha illallaah, subhaanal hamidil majiid
    Laa ilaaha illallaah, subhaanal hakiimil qadiim

    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang memiliki kebesaran dan kekuasaan
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang maha menutupi kesalahan lagi maha besar
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang menegtahui hal ghaib
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang maha terpuji lagi maha mulia
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan ang maha bijaksana lagi maha terdahulu

    Laa ilaaha illallaah, subhaanal qaadiris sattaar
    Laa ilaaha illallaah, subhaanas samii-‘il ‘aliim
    Laa ilaaha illallaah, subhaanal ghaniyyil ‘azhiim
    Laa ilaaha illallaah, subhaanal ‘allaamis salaam
    Laa ilaaha illallaah, subhaanal malikin nashiir

    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang maha kuasa lagi maha mnutupi kesalahan
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang maha mendengar lgi maha mengetahui
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang maha kaya lagi maha besar
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang maha mengetahui lagi maha damai
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang maha raja lagi maha penolong

    Laa ilaaha illallaah, subhaanal ghaniyyir rahmaan
    Laa ilaaha illallaah, subhaanal qariibil hasanaat
    Laa ilaaha illallaah, subhaana waliyyil hasanaat
    Laa ilaaha illallaah, subhaanash shabuuris sattaar
    Laa ilaaha illallaah, subhaana khaaliqin nuur

    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang maha kaya lagi maha pengasih
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang maha dekat kebaikannya
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan maha menguasai kebaikan
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan maha penyabar lagi menutupi kesalahan
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yan menciptakan cahaya

    Laa ilaaha illallaah, subhaanal ghaniyyil mu’jiz
    Laa ilaaha illallaah, subhaanal faadhilisy syakuur
    Laa ilaaha illallaah, subhaanal ghaniyyil qadim
    Laa ilaaha illallaah, subhaana dzil jalaalil mubiin
    Laa ilaaha illallaah, subhaanal khaalishil mukhlish

    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang maha kaya lagi maha mengalahkan
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang maha utama lagi maha berterima kasih
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang maha kaya lagi maha terdahulu
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang punya keluhuran lagi maha menjelaskan
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang maha murni lagi memurnikan

    Laa ilaaha illallaah, subhaanash shaadiqil wa’di
    Laa ilaaha illallaah, subhaanal haqqil mubiin
    Laa ilaaha illallaah, subhaana dzil quwwatil matiin
    Laa ilaaha illallaah, subhaanal qawiyyil ‘aziiz
    Laa ilaaha illallaah, subhaanal hayyil ladzii laa yamuut

    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang benar janjinya
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang maha benar lagi maha menjelaskan
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang punya kekuatan lagi maha kokoh.
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang maha hidup lagi tidak mati

    Laa ilaaha illallaah, subhaanal ‘allaamil ghuyuub
    Laa ilaaha illallaah, subhaanas sattaaril ‘uuyuub
    Laa ilaaha illallaah, subhaana rabbil ‘aalamiin
    Laa ilaaha illallaah, subhaanar rahmaanis sattaar

    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang maha mengetahui yang ghaib
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yan maha menutupi semua cacat
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang memiliki ampunan lagi dimintai pertolongan
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan semesta alam
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang maha pengasih lagi maha menutupi

    Laa ilaaha illallaah, subhaanar rahiimil ghaffaar
    Laa ilaaha illallaah, subhaanal ‘aziizil wahhaab
    Laa ilaaha illallaah, subhaana qaadiril muqtadir
    Laa ilaaha illallaah, subhaana dzil ghufraanil haliim
    Laa ilaaha illallaah, subhaana malikil mulk

    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang maha penyayang lagi maha pengampun
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang maha agung lagi maha pemurah
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yangmaha kuasa lagi maha memberi kekuasaan
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang memiliki semua kerajaan

    Laa ilaaha illallaah, subhaanal baari-il mushawwir
    Laa ilaaha illallaah, subhaanal ‘aziizil jabbaar
    Laa ilaaha illallaah, subhaanallaahi ‘amma yashifun
    Laa ilaaha illallaah, subhaanal jabbaaril mutakabbir
    Laa ilaaha illallaah, subhaanal qudduusis shubbuuh

    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang menciptakan lagi memberi bentuk
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang maha mulia lagi maha perkasa
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang maha perkasa lagi maha membangga
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan dari apa yang dianggap oleh orang kafir
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan dalam sosok dan sifat

    Laa ilaaha illallaah, subhaana rabbil malaa-ikati war ruuh
    Laa ilaaha illallaah, subhaana dzil aalaa-I wanna’maa-i
    Laa ilaaha illallaah, subhaanal malikil maqshuud
    Laa ilaaha illallaah, subhaana hannaanil mannaan

    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan para malaikat dan ruh
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan pemilik tanda-tanda tinggi dan nikmat
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan raja yang menjadi tujuan
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang maha pengasih dan pemberi

    Laa ilaaha illallaah, sayyidina aadamu ‘alaihis salaam shafiyyullaah
    Laa ilaaha illallaah, sayyidina nuuhun ‘alaihis salaam najiyyulaah
    Laa ilaaha illallaah, sayyidina ibraahiimu ‘alaihis salaam khaliilullaah
    Laa ilaaha illallaah, sayyidina ismaa-‘iilu ‘alaihis salaam dzabiihullaah
    Laa ilaaha illallaah, sayyidina muusaa ‘alaihis salaam kaliimullaah
    Laa ilaaha illallaah, sayyidina daawuudu ‘alaihis salaam khaliifatullaah
    Laa ilaaha illallaah, sayyidina ‘iisaa ‘alaihis salaam ruuhullaah
    Laa ilaaha illallaah, sayyidina wa nabiyyina wa maulaana
    muhammadur rasuulullaah shallallaahu ‘alaihi wa aalihi wa shahbihi wa ummatihi wa baraka was sallam

    Tiada tuhan selain Allaah, sayyidina Aadam AS pilihan Allaah
    Tiada tuhan selain Allaah, sayyidina Nuuh AS diselamatkan Allaah
    Tiada tuhan selain Allaah, sayyidina Ibraahiim AS teman dekat Allaah
    Tiada tuhan selain Allaah, sayyidina Ismaa-‘iil AS yang disembelih Allaah
    Tiada tuhan selain Allaah, sayyidina Muusaa AS yang diajak bicara oleh Allaah
    Tiada tuhan selain Allaah, sayyidina Daawuudu AS khalifah Allaah
    Tiada tuhan selain Allaah, sayyidina ‘Iisaa AS ruh Allaah
    Tiada tuhan selain Allaah, sayyidina wa nabiyyina wa maulaana Muhammad shallallaahu ‘alaihi wa aalihi wa shahbihi wa ummatihi wa baraka was sallam utusan Allaah

    Allaahummarhamnaa bibarakati tauraati sayyidina muusaa ‘alaihis salaam wa injiili sayyidina ‘iisaa ‘alaihis salaam wa zabuuri sayyidina daawuudu ‘alaihis salaam wa furqaani sayyidina wa nabiyyina wa maulaana muhammad shallallaahu ‘alaihi wa aalihi wa shahbihi wa ummatihi wa baraka was sallam, birahmatika yaa arhamar raahimiin, walhamdu lillaahi rabbil ‘aalamiin.

    Ya Allaah, kasihilah kami dengan berkah Taurat Sayyidina Muusaa AS, Injil Sayyidina ‘Iisaa AS, Zabuur Sayyidina Daawuud AS dan al-Furqaan / al-Qur-an sayyidina wa nabiyyina wa maulaana Muhammad shallallaahu ‘alaihi wa aalihi wa shahbihi wa ummatihi wa baraka was sallam utusan Allaah, dengan kasihmu, yang maha penyayang. Dan segala puji bagi Allaah, tuhan semesta.

    ALLAAHUMMAFTAHLII HIKMATAKA WANSYUR ‘ALAYYA MIN KHAZAA INI RAHMATIKA YAA ARHAMAR-RAAHIMIIN.

    Ya Allaah bukakanlah bagiku hikmah-Mu dan limpahkanlah padaku keberkahan-Mu, wahai Yang Maha Pengasih dan Penyayang

    RABBI INNII LIMAA ANZALTA ILAYYA MIN KHAIRIN FAQIIR.

    Ya Rabb, sesungguhnya aku sangat memerlukan suatu kebaikan yang Engkau turunkan kepadaku.

    RABBI LAA TADZARNI FARDAN WA ANTA KHAIRUL WAARITSIN.

    Ya Allaah janganlah engkau tinggalkan aku seorang diri dan engkau sebaik-baik dzat yang mewarisi. (QS. Al-Anbiya-i’: 89).

    Rabbana hablana min azwaajina, wa dzurriyyatina qurrata a’yuniw, waj’alna lil muttaqiina imaamaa.

    Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami jodoh dan keturunan sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa.

    اَللّهُمَّ اغْفِرْلِيْ وَلِوَالِدَيَّ وَارْحَمْهُمَاكَمَارَبَّيَانِيْ صَغِيْرَا

    “Allaahummaghfirlii waliwaalidayya war hamhumaa kama rabbayaanii shagiiraa”.

    “Wahai Tuhanku, ampunilah aku dan Ibu Bapakku, sayangilah mereka seperti mereka menyayangiku diwaktu kecil”.

    “Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada keturunanku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri.” (QS. Al-Ahqaaf: 15).

    Ya Allaah, terimalah amal saleh kami, ampunilah amal salah kami, mudahkanlah urusan kami, lindungilah kepentingan kami, ridhailah kegiatan kami, angkatlah derajat kami dan hilangkanlah masalah kami.

    Ya Allaah, tetapkanlah kami selamanya menjadi Muslim, tetapkanlah kami selamanya dalam agama yang kau ridhai – Islam, tetapkanlah kami selamanya menjadi umat dari manusia yang paling engkau muliakan – Sayyidina wa Nabiyyina wa Maulaanaa Muhammad Shallallaahu’alaihi wa aalihi wa shahbihi wa ummatihi, wa baraka wassallam.

    Ya Allaah, percepatlah kebangkitan INDONESIA. Pulihkanlah kejayaan INDONESIA, Lindungilah INDONESIA dari bencana.

    Ya Allaah, jadikanlah INDONESIA baldatun thayyibatun wa rabbun ghafuur.

    Allaahumma innaa nas’aluka salaamatan fiddiini waddun-yaa wal akhirati wa ’aafiyatan fil jasadi wa ziyaadatan fil ‘ilmi wabarakatan firrizqi wa taubatan qablal mauti, wa rahmatan ‘indal mauti, wa maghfiratan ba’dal maut. Allahuma hawwin ‘alainaa fii sakaraatil mauti, wannajaata minannaari wal ‘afwa ‘indal hisaab.

    Ya Allaah, sesungguhnya kami memohon pada-Mu keselamatan dalam agama, dunia, akhirat, kesejahteraan/kesehatan jasmani, bertambah ilmu pengetahuan, rezeki yang berkat, diterima taubat sebelum mati, dapat rahmat ketika mati dan dapat ampunan setelah mati. Ya Allah, mudahkanlah kami pada waktu sekarat dan selamatkanlah kami dari api neraka serta kami mohon kemaafan ketika dihisab.

    Allaahumma inna nas aluka husnul khaatimah wa na’uudzubika min suu ul khaatimah.

    Ya Allaah, sesungguhnya kami memohon pada-Mu akhir yang baik dan berlindung dari akhir yang buruk.

    Allaahuma inna nas’aluka ridhaka waljannata wana’uudzubika min shakhkhatika wannaar.

    Ya Allaah, sesungguhnya kami mohon keridhaan-Mu dan sorga, kami berlindung kepada-Mu dari kemurkaan-Mu dan siksa neraka.

    Allaahummadfa’ ‘annal balaa-a walwabaa-a walfahsyaa-a wasy-syadaa-ida walmihana maa zhahara minhaa wamaa bathana min baladinaa haadzaa khaash-shataw wamin buldaanil muslimuuna ‘aammah.

    Ya Allaah, jauhkanlah bencana, wabah, kekejian, kekerasan dan cobaan – yang terlihat maupun tersamar – dari negeri kami khususnya dan dari dunia Muslim umumnya.

    Allaahumma ahlikil kafarata walmubtadi-‘ata walmusyrikuun, a’daa-aka a’daa-ad diin.
    Ya Allaah, hancurkalah musuhmu, musuh agamamu, yaitu orang kafir, bid’ah dan musyrik.

    Allaahumma syatttit syamlahum wa faariq jam-‘ahum, wazalzil aqdaamahum.
    Ya Allaah, cerai beraikanlah persatuan mereka, goyahkanlah keyakinan mereka.
    Allaahumma adkhilnii mudkhala shidqiw wa-akhrijnii mukhraja shidqiw waj-‘al lii milladunka sulthaanan nashiiraa.

    Ya Allaah, masukkanlah kami melalui jalan yang benar, keluarkanlah kami melalui jalan yang benar, dan berilah aku kekuasaan yang menolong.

    ——(doa khusus untuk SELURUH RAKYAT INDONESIA YANG MENJADI KORBAN IMPERIALIS / KOLONIALIS 1511 – 1962 , semoga Allaah selalu mencurahkan kasih sayang kepada mereka).

    ALLAAHUMMAGHFIRLAHUM WARHAMHUM WA’AAFIHIM WA’FU ‘ANHUM
    ALLAAHUMMA LAA TAHRIMNAA AJRAHUM WA LAA TAFTINNAA BA’DAHUM WAGHFIRLANAA WALAHUM
    ———————

    Ya Allaah, dengan hak yang kau berikan pada kalimah syahadat, Surah al-Fatihah, Doa Kanzul ‘Arsy dan shalawat, salam dan berkah semoga tercurah kepada Nabi Muhammad Shallallaahu’alaihi wa aalihi wa shahbihi wa ummatihi wa baraka wassallam, kami mohon segala hal yang terbaik, segala hal yang terindah bagi semesta – khususnya kami, keluarga kami dan seluruh kaum Muslim.

    Ya Allaah, dengan segala hak yang kau berikan pada kalimah syahadat, Surah al-Fatihah, Doa Kanzul ‘Arsy dan shalawat, salam, berkah semoga selalu tercurah kepada Sayyidina wa Nabiyyina wa Maulaanaa Muhammad Shallallaahu’alaihi wa aalihi wa shahbihi wa ummatihi wa baraka was sallam, kabulkanlah yaa Allaah segala doaku.

    Rabbanaa aatinaa fiddun-yaa hasanataw wa fil aakhirati hasanataw wa qinaa ‘adzaabannaar wa adkhilnal jannata ma’al abraar.

    Tuhan kami, berilah kami kebahagiaan di dunia dan kesejahteraan di akhirat, dan hindarkanlah kami dari siksaan neraka serta masukanlah kami ke surga bersama orang-orang baik.

    Rabbanaa taqabbal minna innaka antassamii’ul aliimu wa tub’alainaa innaka antattawwaaburrahiim. Washshalallaahu ‘alaa sayyidinaa wa nabiyyinaa wa maulaanaa muhammadin wa ‘alaa aalihi wa shahbihi wa ummatihi wa baraka wassallam.

    Tuhan kami, perkenankanlah do’a-do’a kami, karena sesungguhnya Engkau Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. Terimalah taubat kami, sesungguhnya Engkau Maha Menerima taubat dan Maha Penyayang. Shalawat, salam dan berkah semoga dilimpahkan kepada junjungan, nabi dan pemimpin kami Muhammad s.a.w, atas keluarganya, sahabatnya dan umatnya semuanya.

    HASBUNALLAAH WANI’MAL WAKIIL NI’MAL MAULA WANI’MAN NASHIIR.

    Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung, Dia adalah sebaik-baik Pelindung dan sebaik-baik Penolong.

    Subhana rabbika rabbil ‘izzati, ‘amma yasifuuna wa salamun ‘alal anbiyaa-i wal
    mursaliin, walhamdulillahirabbil ‘aalamiin.

    Aamiin yaa Allaah yaa rabbal ‘aalamiin.

    Ganie, Indra – Bintaro Jaya, Tangerang Selatan, Banten, Indonesia

  2. Menggagas Gerakan Pencerahan & Pembebasan Nasional Indonesia

    Oleh : Ganie, Indra – Bintaro Jaya, Tangerang Selatan, Banten, Indonesia

    Mengenang 70 tahun (1945-2015) Proklamasi 1945 yang merupakan pernyataan kehendak bangsa Indonesia menentukan nasib sendiri, antara lain membentuk negara untuk mewujudkan cita-cita kemerdekaan: berdaulat dibidang politik, berdikari dibidang ekonomi dan berkepribadian dibidang budaya.
    Tulisan ini saya persembahkan sebagai bakti saya pada para pahlawan – KHUSUSNYA DARI ANGGOTA KELUARGA PENULIS.

    Sebagaimana yang pernah penulis sampaikan pada sejumlah kesempatan bahwa, sejak sekitar awal tarikh Masehi, wilayah yang kini disebut “Negara Kesatuan Republik Indonesia” telah terdapat sejumlah bangsa asing. Wilayah luas, alam kaya, letak strategis dan pribumi yang masih bersahaja telah mengundang sejumlah bangsa asing untuk singgah – bahkan menetap – di wilayah tersebut, semisal Tionghoa, India, Arabia, Persia dan Eropa.

    Diawali dengan kehadiran bangsa leluhur penulis yaitu India / Hindustan, bangsa pribumi Nusantara berangsur-angsur mengenal peradaban – yang biasanya diawali dengan pembentukan negara / pemerintah / kerajaan. Dengan tata tertib yang diberlakukan oleh kerajaan, berangsur-angsur berbagai macam peradaban tersebar ke seantero negeri. Maka hubungan antara India dengan Indonesia boleh dibilang hubungan antara guru (India) dengan murid (Indonesia). leluhur bangsa pribumi relatif menerima pengaruh India dengan senang hati. kelak hubungan yang punya rentang waktu lama mewariskan pengaruh, antara lain penamaan bangsa (Sumpah Pemuda 1928) dan negara (Proklamasi 1945) dengan istilah “Indonesia”. istilah ini berasal dari kata “Indus” (India) dan “Nesos” (Kepulauan). Istilah ini dapat bermakna bahwa Indonesia pernah menjadi bagian dari India.

    Hubungan yang lama dan relatif nyaman ini terusik oleh kehadiran sejumlah bangsa lain dengan motif bukan sekadar berdagang, namun ujung-ujungnya ingin berkuasa. Perioda ini umumnya dianggap berawal dari abad-16, yaitu dengan kehadiran bangsa Portugis dari Eropa. Umumnya perioda ini dianggap sebagai awal penjajahan, imperialisme, kolonialisme – atau hal semacam itu di negeri ini, yang kelak berakhir secara fisik pada tahun 1962 / 3, ketika bangsa Eropa lain yaitu Belanda harus melepas Pulau Papua untuk diserahkan kepada Republik Indonesia, yaitu negara bentukan pribumi negeri ini dengan pernyataan yang disebut dengan “Proklamasi 1945″.

    Namun beberapa waktu terakhir ini, penetapan perioda awal penjajahan tersebut di atas pelan-pelan dipertanyakan oleh sejumlah anak bangsa. Mereka menganggap bahwa perioda awal penjajahan di negeri ini bukanlah abad-16 oleh bangsa Eropa, namun berawal dari abad-7 oleh imperialisme / kolonialisme Arab.

    Pada abad-7 imperialisme Arab bergerak ke berbagai penjuru dengan pesat. Dalam waktu sekitar 100 tahun terwujudlah imperium Arab yang luas dan tahan lama – dengan relatif sedikit perubahan. Imperium tersebut pada abad-8 membentang dari Iberia di sisi barat hingga Turkistan / perbatasan Tiongkok di sisi timur. Dari Pegunungan Kaukasus di sisi utara hingga pesisir Afrika Timur jauh di selatan. Di luar wilayah itu, mereka menguasai perairan Laut Tengah, Laut Merah, teluk Persia, Samudera Hindia, Selat Malaka hingga Laut Cina Selatan. Mereka membentuk sejumlah koloni di sepanjang jalur tersebut.

    Seiring berjalan waktu, imperium tersebut sempat mengalami masa surut, antara lain dengan kehadiran sejumlah bangsa Eropa. Namun perngaruh mereka tidak pernah sungguh hilang – termasuk di negeri ini.

    Kelak imperialisme Arab berangsur-angsur bangkit – sebagaimana pada masa lalu – menggunakan kedok agama. Walaupun kini dunia Arab terbagi-bagi menjadi sejumlah negara – bahkan ada yang saling bermusuhan, mimpi mereka relatif sama: membangkitkan kembali imperialisme Arab dengan (masih) menggunakan jargon agama “Kebangkitan Islam Abad-15 Hijriyyah” sejak awal 1980-an. Masuk abad-21, pengaruh mereka makin terasa -secara langsung / terang-terangan maupun secara tidak langsung / dibalik panggung. Cara demikian pernah dilaksanakan pada kebangkitan pertama imperialisme Arab. Pada awalnya Arab berkuasa langsung sekian lama di suatu negeri, kemudian berangsur-angsur tanpa terasa ditampilkan bangsa lain semisal Turki, Mongol – serta Melayu di Asia Tenggara.

    Pada abad ini, oleh sejumlah anak bangsa makin terasa bahwa Indonesia kembali atau masih menjadi lahan pertarungan berbagai pengaruh asing – dalam berbagai bidang. Dan umumnya masih dilakukan oleh pemain lama : Barat dan Arab. Oh ya, perlu disebut juga imperilaisme Jepang yang mulai muncul pada abad-19.
    Walaupun kebangkitan dan perluasan imperialisme Jepang sempat terhenti oleh kekalahannya pada Perang Dunia-2 (1939-45), secara berangsur Jepang bangkit kembali – berawal dari bidang ekonomi – yang kemudian dibidang militer, yang justru mendapat restu diam-diam dari Amerika Serikat – mantan musuhnya pada Perang Dunia-2.

    Terkait dengan Indonesia, Jepang sekian lama menjadi negara donor dan investor terbesar. Jepang butuh rekan / kawan sebanyak mungkin karena terlibat sengketa perbatasan dengan RRT, Uni Soviet (kini Rusia) sekaligus tegang dengan Korea Utara. Strategi Jepang yang sedapat mungkin bermurah hati dengan sejumlah negara Asia-Pasifik – termasuk Indonesia – sekaligus ingin menebus kesalahan masa lalunya pada Perang Dunia-2. Sejumlah negara Asia-Pasifik pernah mengalami derita luar biasa pada perioda penjajahan Jepang.

    Masuk abad-21, RRT tampil menjadi raksasa ekonomi yang menggeser Jepang. Pertumbuhan ekonomi ujung-ujungnya mengarah pada pertumbuhan militer. Anggaran militer RRT menunjukkan peningkatan. hal tersebut membuat cemas AS, Jepang, Taiwan dan sejumlah negara ASEAN. Terlebih lagi sejumlah negara ASEAN terlibat sengketa wilayah dengan RRT di Laut Cina Selatan. Di perairan tersebut terdapat gugusan kepulauan yang (konon) kaya migas, yaitu Kepulauan Spratley. Dan diam-diam RRT menganggap Kepulauan Natuna – juga kaya denga migas – yang nota bene wilayah NKRI, sebagai wilayahnya.

    Dari uraian singkat di atas, dapatlah difahami bahwa wilayah Asia Tenggara – khususnya Indonesia – tetap atau masih dianggap strategis bagi fihak luar kawasan. Maka mungkin muncul pertanyaan: apakah bangsa Indonesia – tanpa kecuali – menyadari bahwa negaranya bernilai strategis & menjadi lahan perebutan pengaruh asing?

    Setelah sekian lama mencermati bangsa ini, penulis menilai bahwa hampir semua anak bangsa tidak menyadari. Mereka menjalani hidupnya sehari-hari sebagaimana biasanya: bersekolah, bekerja, belanja, bercinta, seakan-akan tidak terjadi apa-apa. Tanpa disadari bangsa ini kembali terperangkap oleh “penjajahan gaya baru” (neo imperialism / colonialism), padahal Pahlawan Proklamator Bung Karno telah mengingatkan hal tersebut pada tahun 1960-an.

    Masuk abad-21, Indonesia beberapa kali dikejutkan oleh sejumlah peristiwa teror yang dilakukan oleh sejumlah anak bangsa. Motif mereka relatif sama: melawan hegemoni Barat, perlawanan yang mereka anggap “perang suci”, perang sabil” atau “perang jihad”. Artinya, mereka menganut faham atau ideologi dari luar – tepatnya dunia Arab. Bahkan disinyalir mereka dapat dana dari sana. penulis melihat, inilah bagian dari kebangkitan imperialisme Arab jilid-2.

    Tanpa terasa oleh hampir semua anak bangsa, imperialisme Arab – dengan frontal maupun gerilya – berusaha memasukkan pengaruh ke Indonesia semisal ekstrimisme, fanatisme, radikalisme, anarkisme, vandalisme dan terorisme. Hingga kini ormas berfaham demikian tidak kunjung dapat dibekukan – apalagi dibubarkan. Kenapa pemerintah seakan tak kuasa bertindak tegas terhadap ormas yang meresahkan tersebut? Siapa penyandang dananya? Siapa sosok kuatnya?

    Menghadapi berbagai fihak asing yang menjadikan Indonesia sebagai lahan pengaruhnya – jika perlu bertarung dengan fihak asing lainnya maupun lokal, tak ada pilihan selain melaksanakan apa yang disebut “Gerakan Pencerahan & Pembebasan Nasional Indonesia”. Gerakan tersebut berangkat dari pencerahan yang mengarah pada penyadaran bahwa Indonesia terlalu berharga untuk dipengaruhi -apalagi dikuasai – dalam bentuk apapun oleh fihak asing. Indonesia adalah untuk orang Indonesia! Jika seluruh anak bangsa mendapat pencerahan, maka langkah berikutnya adlah pembebasan. Pembebasan apa? Pembebasan dari segala usaha fihak asing mencengkeramkan atau menancapkan pengaruhnya di Indonesia!

    Langkah-langkah pencerahan tersebut antara lain:

    1. Penyadaran bahwa apa yang disebut dengan “Indonesia” adalah hasil usaha / perjuangan / pengorbanan / penderitaan bersama, tanpa memandang latar belakang suku, ras, agama dan golongan.
    2. Penyadaran bahwa apa yang disebut dengan “Indonesia” bukan ada dari hasil sulap atau sekejap, tetapi merupakan hasil dari proses yang panjang dan kejam. Indonesia berawal dari mimpi besar sekaligus kerja besar: mempersatukan dari perpecahan sekaligus membebaskan dari penjajahan. Inilah yang mungkin pantas disebut “mission impossible”.
    3. Menyepakati bahwa syarat menjadi orang Indonesia adalah bermental Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika. Nilai-nilai tersebut telah ada sebelum hadir pengaruh asing, kemudian dirumuskan untuk menjadi filsafat bangsa oleh para aktivis kemerdekaan dengan susah payah, ditengah-tengah kesibukan mewujudkan apa yang disebut dengan “Indonesia”.
    4. Hidupkan kembali pelajaran Pancasila dan sejarah – terutama sejarah nasional – dengan format atau metoda pembelajaran yang dapat menjawab zaman, memperkuat rasa identitas bangsa. Dimulai dari SD hingga SMA.
    5. Penyadaran bahwa keragaman dapat menjadi kekayaan bangsa sekaligus bukan kerawanan bangsa. Berbeda bukan alasan saling membenci, memusuhi, meniadakan satu sama lain.
    6. Segala dinamika atau gejolak dalam masyarakat harus segera dicari solusinya. Buktikan bahwa bangsa ini sanggup menyelesaikan masalahnya sendirian, tanpa perlu bantuan asing.
    7. Perlu penyadaran bahwa bantuan asing adalah pilihan terakhir, untuk mencegah peluang masuk pengaruh asing, yang belum tentu bermanfaat bagi Indonesia. Jelas, perlu hindari saling tuduh, tuding antar anak bangsa, yang rawan intervensi fihak asing.
    8. Berikan dukungan – terutama oleh para elit politik dan ekonomi – berbagai usaha menciptakan / menghasilkan sendiri barang kebutuhan. jadikanlah impor sebagai pilihan terakhir.

    Adapun sejumlah langkah pembebasan dapat dilakukan antara lain:

    1. Untuk barang yang tidak / belum dihasilkan sendiri, ajak fihak asing membangun pabrik di negeri ini. Buat perjanjian alih teknologi.
    2. Runding ulang berbagai perjanjian / kontrak terkait penguasaan dan pengelolaan sumber daya alam di negeri ini. Dasarnya adalah kepentingan nasional harus diutamakan terlebih dahulu.
    3. Dukung setiap anak bangsa yang punya skill untuk berkarya di negeri ini. Jangan sampai mereka bekerja di luar negeri karena merasa lebih dihargai bangsa asing dibanding bangsa sendiri.
    4. Mengirim sebanyak-banyak mungkin anak bangsa belajar di luar negeri untuk kelak berguna di dalam negeri.
    5. Utamakan tenaga pengajar lokal, kurangi tenaga pengajar asing di berbagai lembaga pendidikan di negeri ini.
    6. Anggaran militer perlu ditambah sesuai kebutuhan karakteristik wilayah Indonesia, antara lain mencakup penambahan gaji, personil dan alutsista. Juga perlu warga negara dilatih kemiliteran dasar untuk bela negara.

    Point-point tersebut di atas bukanlah kebenaran mutlak, masih terbuka untuk perbaikan menuju penyempurnaan.

    Salam “MERDEKA” dari anggota keluarga Pejuang 1945!

  3. MENUJU RENAISSANCE INDONESIA

    Oleh : Ganie, Indra – Bintaro Jaya, Tangerang Selatan, Banten, Indonesia

    Mengenang 70 tahun (1945-2015) Proklamasi 1945 yang merupakan pernyataan kehendak bangsa Indonesia menentukan nasib sendiri, antara lain membentuk negara untuk mewujudkan cita-cita kemerdekaan: berdaulat dibidang politik, berdikari dibidang ekonomi dan berkepribadian dibidang budaya.

    Lebih dan kurang saya mohon maaf. Semoga Allaah SWT selalu mencurahkan kasih sayang kepada INDONESIA. Aamiin yaa Allaah yaa rabbal ‘aalamiin.

    Tulisan ini saya persembahkan sebagai bakti saya pada para pahlawan – KHUSUSNYA DARI ANGGOTA KELUARGA PENULIS.

    PENDAHULUAN

    Istilah “renaissance” bermakna “kelahiran kembali” atau “kebangkitan kembali”. Istilah ini mengacu kepada sejarah dunia Barat – khususnya Eropa dan memang berawal dari Eropa – sejak perioda abad-15 menurut satu sumber atau abad-16 menurut sumber lain. Karena itu kita perlu menelusuri secara singkat sejarah Barat, dan kebangkitan tersebut tidak terlepas dari hubungan yang sedemikian lama antara dunia barat dengan dunia Timur.

    Mungkin muncul pertanyaan, apa yang bangkit kembali atau lahir kembali?

    Dalam sejarah dunia Barat dikenal dengan “Zaman Kegelapan” (Dark Ages) atau “Abad Pertengahan” (Middle Ages). Pada perioda tersebut segala prestasi kemanusiaan yang pernah dicapai dunia Barat rusak atau hilang. Dunia Barat mengalami perioda kemandegan terutama di bidang pemikiran akibat pengaruh gereja-negara yang sedemikian besar, dalam arti menindas. Segala faham atau pemikiran yang menyimpang dari 2 lembaga tersebut dilarang, bahkan para pendukungnya yang masih bertahan diburu. Berbagai tuduhan diberikan semisal “murtad”, “sesat” atau “bid’ah”. Suasana macam ini jelas tidak memberi kesegaran untuk berfikir.

    Umumnya orang menilai perioda suram tersebut bermula tahun 476, ketika Kerajaan Romawi Barat runtuh oleh serbuan bangsa Jerman yang waktu itu masih primitif. Kota Roma ditaklukan,warga ditangkap atau dibantai serta berbagai aset dijarah atau dirusak. Hal tersebut merupakan peristiwa yang memilukan bagi Barat karena pada zaman tersebut ada anggapan umum bahwa kerajaan runtuh berarti peradaban runtuh. Perioda ini dianggap berakhir tahun 1492, ketika itu kekuasaan kaum Muslim di Eropa Barat dapat dihapus oleh persekutuan Castilia-Aragon yang kelak membentuk Kerajaan Spanyol. Disamping itu, tahun tersebut diisi oleh peristiwa spektakuler Christoforus Columbus menemukan benua Amerika. Peristiwa tersebut agaknya perlu diteliti ulang, sesungguhnya Columbus hanya mencapai gugusan pulau di Laut Karibia – lepas pantai benua Amerika. Juga sesungguhnya sebelum Columbus sudah ada beberapa pelayaran menjangkau benua tersebut antara lain bangsa Arab, Berber dan konon Cina. Tetapi dampaknya tidak sedahsyat pelayaran Columbus.

    Ketika Barat mengalami masa suram, dunia Timur masih bertahan menampilkan berbagai prestasi kemanusiaan yang telah ada sejak sekitar 5000 BC, ketika peradaban manusia pertama lahir di Timur. Sejak itu berbagai kerajaan dan peradaban tampil silih berganti memberi sumbangsih kepada kemanusiaan, termasuk ke dunia Barat.

    Setelah sekian lama menyerap pengaruh Timur, Barat bangkit sekitar tahun 1000 BC di Yunani, kemudian diwarisi oleh Romawi. Pada perioda 1000 BC – 500 AD Barat boleh dibilang tampil imbang dengan Timur. Kemudian sebagai akibat Romawi Barat runtuh, sekitar perioda 500-1500 Timur kembali mengungguli Barat. Barat terpaksa belajar lagi kepada Timur untuk bangkit kembali. Perioda bangkit kembali itulah disebut “Renaissance”.

    Pada abad-7 di Timur muncul suatu kekuatan sekaligus peradaban yang kelak memberi banyak sumbangsih bagi manusia tetapi sekaligus sering atau sengaja dilupakan, yaitu Islam. Dirintis oleh Muhammad (570-632) di Arabia, setelah mengalami perjuangan pahit menyebar Islam dan mempersatukan Arab, terbentuklah umat baru dan negara baru yaitu Muslim.

    Negara baru tersebut menghadapi masalah berat: terkepung oleh 2 kekuatan raksasa (super power) saat itu di kawasan yang terbentang dari Afrika Utara hingga Asia Tengah, yaitu Kerajaan Romawi Timur (Bizantium) dan Kerajaan Persia (Sassanida) yang cenderung menindas sehingga rakyat mengharap kebebasan. Walaupun kedua negara tersebut mengalami perang yang menguras tenaga dan kebobrokan dalam negeri, agaknya masih tangguh dibanding Muslim.

    Diawali oleh gangguan 2 super power tersebut terhadap stabilitas Arabia, kaum Muslim bergerak ke luar Arabia melawan keduanya sekaligus. Singkat cerita, Persia dapat ditaklukan sepenuhnya dan Bizantium kehilangan banyak wilayahnya. Penaklukan relatif cepat tersebut sedikit banyak juga karena didukung oleh rakyat kedua negara tersebut. Gerak maju kaum Muslim tersebut menampilkan imperium baru yang membentang dari Iberia hingga Turkistan.

    Kaum Muslim menaklukan wilayah yang sebagian besar telah berperadaban canggih dari warisan semisal Arabia, Mesir, Mesopotamia, Levant, Yunani, Romawi dan Persia. Wilayah sebelah timur berbatasan dengan Cina dan India sehingga kaum Muslim mengenal peradaban kedua bangsa tersebut. Selama perioda 700-1400 kaum Muslim menerima berbagai peradaban tersebut, mengolah dan memberi peradaban tersebut kepada Barat. Barat tidak punya pilihan kecuali menerima mengingat wilayah mereka berbatasan dengan imperium Muslim, walau hubungan Timur-Barat pada perioda tersebut sempat rusak oleh perang salib (1095-1291). Perang tersebut adalah usaha Barat untuk merebut kembali wilayah yang pernah di jajahnya, yaitu Afrika Utara dan Asia Barat. Juga dapat dianggap semacam cikal bakal perang kolonial yang kelak dikobarkan pada abad-16.

    Dengan demikian sesungguhnya Renaissance yang kelak mengantar Barat mencapai kemajuan dalam berbagai bidang sebagian besar adalah proses belajar yang lama dari kaum Muslim, yang antara lain dari bangsa Arab, Persia, Kurdi, Berber dan Turki. Mereka bangkit melawan penindasan gereja-negara. Yang sangat menonjol dari gerakan tersebut adalah kelompok Protestan. Tak dapat disangkal, perubahan tersebut meminta waktu yang lama dan korban yang banyak. Hal tersebut kelak juga terjadi di Nusantara, walau tidak sepenuhnya mirip.

    Ini perlu dijelaskan khususnya kepada siapapun yang kagum atau minder kepada Barat.

    Kebangkitan kembali Barat juga mencakup penjelajahan dan penjajahan ke seantero dunia. Kemajuan teknologi hasil belajar yang lama semisal penciptaan senjata api, kompas, mesin cetak, kapal layar dan pemetaan membantu dan makin merangsang hasrat imperialisme, yaitu hasrat yang memang sudah ada sejak Barat masih primitif. Indonesia termasuk yang kena dampak itu, karena orang Barat sukses mencapai wilayah tersebut. Bahkan Indonesia adalah tujuan pokok imperialisme karena penghasil rempah-rempah. Hasil bumi tersebut sangat diperlukan Barat saat itu untuk bumbu dan mengawetkan bahan makanan.

    Jika abad-16 merupakan awal kebangkitan Barat, justru bagi Indonesia adalah awal keruntuhan. Imperium Majapahit – setelah sekian lama tampil dominan di Asia Tenggara – runtuh akibat konflik intern, beberapa wilayah taklukan memisahkan diri. Peristiwa tersebut juga sedikit banyak mempengaruhi perkembangan peradaban. Dan kedatangan bangsa Portugis dan disusul oleh bangsa-bangsa Barat lainnya sungguh tepat waktunya, Nusantara – bahkan Asia Tenggara – dalam proses perpecahan. Keruntuhan Majapahit dan kedatangan imperialisme Barat berakibat prestasi kemanusiaan yang pernah dicapai menjadi rusak atau hilang, mirip dengan nasib Barat pada abad-5 sebagaimana telah dijelaskan di atas. Pelan tapi pasti bangsa Indonesia bergerak menuju keterbelakangan. Mungkin perioda 1500 hingga kini layak disebut zaman “jahiliyah”.

    ZAMAN JAHILIYAH DI NUSANTARA

    Seiring dengan proses Majapahit runtuh dan imperialisme Barat hadir, di Nusantara muncul beberapa kerajaan yang bertekad memulihkan capaian prestasi yang pernah diraih sebelumnya. Aceh, Demak, Banten, Palembang, Mataram, Goa, Ternate dan Tidore adalah beberapa contoh. Negara-negara tersebut sempat meraih puncak kejayaan – mungkin setaraf dengan Renaissance Barat – tetapi relatif tidak lama. Satu demi satu beberapa negeri di seantero Nusantara ditaklukan imperialis Barat, sehingga tak banyak yang tersisa dari prestasi tersebut. Imperialis Barat banyak menghancurkan bukti fisiknya semisal beberapa bangunan di Aceh dan Banten.
    Negara yang pertama ditaklukan adalah Kerajaan Malaka tahun 1511 oleh bangsa Portugis. Berulang-ulang usaha merebut kembali dilaksanakan tetapi gagal. Tahun berikutnya gerak maju mencapai Ambon di Kepulauan Maluku dan Timor di Kepulauan Sunda Kecil. Usaha menaklukan Jawa dapat digagalkan Demak.

    Selain Portugis, imperialis yang datang berikutnya adalah Spanyol, Inggris dan Belanda. Kelak, setelah melalui peperangan dengan sesama Barat dan sekaligus pribumi, Belanda tampil dominan di Nusantara.

    Perlawanan pribumi terhadap kolonial Belanda terjadi sejak awal kedatangan. Kedatangan pertama yang dipimpin Cornelis de Houtman di Banten hanya sebentar disambut ramah. Perilaku tidak sopan para tamu tersebut membuat marah pribumi dan muncul perlawanan. Perilaku tersebut bukan diperbaiki tetapi bahkan dilaksanakan pula di daerah lain, tentu saja kebencian dan perlawanan pula yang diterima.

    Pada awalnya rakyat Nusantara memilih perlawanan militer, hal tersebut masih memungkinkan mengingat teknologi Barat dengan Nusantara masih boleh dibilang berimbang. Tetapi imperialis memiliki cara yang dikenal dengan istilah “sistem senjata sosial”, yaitu “devide et impera” (pecah belah dan jajah). Hal tersebut memungkinkan mengingat Nusantara terbagi-bagi dalam beberapa negara sebagaimana tersebut di atas. Pada waktu itu apa yang disebut “bangsa Indonesia” belum ada, yang ada ialah bangsa Aceh, bangsa Jawa, bangsa Sunda, bangsa Bugis, bangsa Papua, bangsa Ambon dan lain-lain. Dengan demikian sulit terbentuk front terpadu melawan imperialis. Hal tersebut berlangsung hingga masuk abad-20.

    Seiring dengan banyak peperangan dan penaklukan, praktis peradaban tidak berkembang karena sebagian besar potensi terkuras untuk perang. Banyak kaum intelektual yang tewas, hilang, ditangkap atau diasingkan. Sekedar contoh akibat tersebut tadi, pada awal abad-20 sekitar 90% rakyat buta huruf.

    Singkat cerita, mayoritas rakyat Indonesia nyaris gila menanti akhir tragedi kemanusiaan ini. Kapankah datang kebangkitan kembali yang akan memulihkan capaian kemanusiaan yang pernah diraih bangsa ini?

    PERIODA PEMBENIHAN RENAISSANCE

    Masuk abad-20 terasa muncul gejala kebangkitan Timur, padahal kebangkitan tersebut telah dicoba pada abad-18. Di Arabia, Muhammad bin ’Abdul Wahhab mengobarkan revolusi pemikiran agama berbentuk pemurnian pemahaman dan pengamalan Islam. Gerakan ini dikenal dengan sebutan “Wahhabi”.

    Abad-19 tampil pula Jamaluddin al-Afghani mengobarkan revolusi pemikiran agama berbentuk pembaharuan pemahaman dan pengamalan Islam. Tetapi yang mungkin lebih spektakuler adalah kebangkitan Jepang yang dikenal dengan sebutan “Restorasi Meiji”. Dengan cepat Jepang menyerap pengaruh Barat tanpa perlu kehilangan kepribadian sendiri. Hasilnya, Jepang menang melawan imperialis Barat, yaitu Rusia pada Perang Rusia-Jepang (1904-5).

    Kemenangan tersebut bergema di Barat dan di Timur. Sama-sama heran walau mungkin dari sudut pandang berbeda. Bagi orang Barat, mitos keunggulan ras Barat seakan runtuh. Bagi orang Timur, bangkit rasa percaya diri tampil di panggung dunia.

    Indonesia kena pengaruh tersebut. Benih-benih Renaissance Indonesia muncul juga dalam bentuk reformasi dan revolusi pemikiran. Sebagai akibat dari kebangkitan Muslim dari Ibnu ‘Abdul Wahhab dan al-Afghani, terbentuk organisasi “Jamiyyatul Khair” pada 1901. Organisasi tersebut bergerak dibidang pendidikan. Mungkin terkesan kurang spektakuler, tetapi menampilkan orang yang spektakuler dalam arti intelek tentu harus melalui pendidikan. Dari situ akan tampil teknisi, politisi, ekonom dan lain-lain. Dan itu terbukti kelak, beberapa aktivis Jamiyyatul Khair menjadi aktivis parpol dan ormas semisal Partai Syarikat Islam Indonesia (PSII) dan Muhammadiyyah. Jelas Jamiyyatul Khair menjadi tempat awal belajar berorganisasi.
    Walaupun organisasi tersebut dibentuk oleh orang Arab tetapi terbuka untuk orang lain, tentunya Muslim – kelompok mayoritas di Nusantara. Ini jelas lebih luas dibanding dengan “Boedi Oetomo” yang dibentuk pada 20 Mei 1908 sebagai akibat pengaruh kemenangan Jepang. Boedi Oetomo membatasi keanggotaan pada suku Jawa dan Madura, itupun yang elit. Anehnya, versi resmi sejarah nasional Indonesia sekian lama menetapkan pembentukan Boedi Oetomo sebagai “Kebangkitan Nasional”. Di mana letak nasionalnya kalau tertutup untuk suku selain Jawa-Madura dan tertutup untuk selain elit? Jelas organisasi tersebut bercorak lokal, bukan nasional. Bercorak elitis, bukan populis.

    Ada lagi yang juga memerlukan penelitian ulang. Serikat Dagang Islam – cikal bakal PSII – menurut versi resmi dibentuk tahun 1911, tetapi versi lain menyebut 1905 yang berarti sebelum Boedi Oetomo dibentuk. Apakah tujuan menyusun sejarah versi resmi adalah untuk memperkecil atau menutupi peran kaum Muslim melawan imperialisme? Pada hemat penulis, sudah tiba waktunya untuk meneliti ulang seluruh penulisan sejarah versi resmi tersebut, termasuk kapan terjadi Kebangkitan Nasional.

    Apa yang disebut Kebangkitan Nasional – terlepas dari masalah waktu dan pelaku pembentukannya – kelak akan menampilkan 3 kelompok utama yang mencoba menjadi pendukung Renaissance Indonesia yang saling bersaing menentukan arahnya, yaitu nasionalis, agamis dan komunis.

    Benih-benih Renaissance juga muncul karena kebijakan baru Belanda. Akibat kecaman kaum humanis terhadap praktek penindasan dan penghisapan terhadap rakyat Hindia Belanda – sebutan untuk Nusantara atau Indonesia ketika itu – pemerintah Belanda menetapkan kebijakan yang disebut “eereschuld” atau “de etische politiek”. Dasar pemikirannya adalah Belanda sangat berhutang budi kepada Hindia Belanda, karena itu harus terwujud hubungan yang saling menguntungkan antara kedua fihak.

    Kebijakan tersebut dimulai tahun 1901, berbagai perangkat dari Eropa datang ke Hindia Belanda. Pembangunan jalur rel, jalur aspal, jembatan, waduk, sekolah, rumah sakit dan sebagainya dilaksanakan. Berangsur-angsur anak-anak pribumi masuk lembaga pendidikan. Kelak dari kaum terdidik akan tampil aktivis kemerdekaan, suatu hal yang tak diharapkan rezim kolonial. Rezim ingin pribumi pandai melayani Belanda, bukan pandai memimpin Hindia Belanda.

    Tetapi walau muncul resiko macam itu, suka tidak suka rezim harus melanjutkan kebijakan balas budi tersebut jika tidak ingin menuai kecaman atau dicap biadab. Pemikiran yang juga mungkin mendasari balas budi adalah “menjajah boleh saja, tetapi yang manusiawi dong”. Karena itulah pemberian kemerdekaan tidak termasuk di dalam kebijakan baru tersebut.

    Yang lebih siap menerima perubahan tersebut adalah para elit tradisional terutama di Jawa semacam raden, bupati, kanjeng atau tumenggung. Dan Jawa adalah pusat pemerintahan serta berpenduduk terbanyak di Hindia Belanda. Adapun kelompok jelata semisal petani boleh dibilang tidak siap. Umumnya mereka cenderung enggan ikut dalam arus perubahan tersebut demi “mendapat sesuatu” dari rezim yang dinilai “asing” dan “kafir”, mengingat mereka cenderung berwawasan Islam atau animisme disamping mereka secara teknis tidak terdidik. Para elit di Jawa siap karena memiliki latar belakang status sosial “canggih”, sikap tradisional yang renggang terhadap Islam dan sering bergaul dengan orang Barat sehingga dekat dengan pengaruh Barat. Hal tersebut sesuai dengan pemikiran seorang orientalis bernama Snouck Hurgronje bahwa pembaratan Hindia Belanda dapat dilaksanakan jika didukung oleh para elit karena faktor tersebut di atas. Dengan demikian tampil kelompok terpelajar arogan terhadap segala yang bercorak Islam atau Timur. Tak heran dalam diri mereka sepi dari kepedulian terhadap nasib bangsa yang notabene masih teguh memegang nilai-nilai tersebut di atas.

    Sementara itu, rakyat Indonesia sampai pada suatu pendapat bahwa perlawanan militer tidak akan sukses, mengingat Belanda lebih dulu mengalami tahap kebangkitan berikut di dunia Barat setelah Renaissance yaitu “Aufklarung” termasuk menikmati hasil Revolusi Industri. Revolusi Industri menghasilkan kemajuan antara lain teknologi militer. Karena itulah perlawanan politik menjadi pilihan, dan hal tersebut perlu pendidikan. Karena itulah berangsur-angsur muncul lembaga pendidikan swasta di samping milik pemerintah. Milik swasta tersebut diberi dengan sebutan tidak enak “wilde scholen” (sekolah liar) oleh rezim kolonial. Kelak sekolah swasta tersebut menjadi cikal bakal sekolah modern, dengan kata lain turut mencerahkan pemikiran bangsa. Jamiyyatul Khair termasuk contohnya.
    Lembaga pendidikan milik Muhammadiyyah adalah contoh lain. Organisasi tersebut dibentuk oleh KH. Ahmad Dahlan (1868-1923) pada 18 November 1912. Dia berasal dari level elit keraton Yogya dalam hal agama yang lazim disebut “kauman”, tetapi dia dikenal sebagai sosok populis karena keberfihakan kepada rakyat. Dia terpengaruh oleh gerakan pemurnian Ibnu ‘Abdul Wahhab dan pembaharuan al-Afghani ketika berada di Makkah. Dia mencoba membawa kedua faham tersebut ke Hindia Belanda.

    Pada awalnya dia masuk Boedi Oetomo tahun 1909, dia memperkenalkan faham kebangkitan tersebut di dalamnya. Kemudian atas desakan beberapa orang yang telah mengenal pemikirannya, dia membentuk organisasi sendiri.

    Perkara kebangkitan berbentuk gerakan pemurnian di Nusantara sesungguhnya telah ada sebelum abad-20. Faham Wahhabi diperkirakan hadir sejak akhir abad-18 dan kemudian terbentuk gerakan Paderi di Minangkabau. Sebagaimana di Arabia, gerakan Paderi memilih cara revolusi yang berkembang menjadi Perang Paderi (1821-37). Walaupun gerakan tersebut secara organisasi dapat ditumpas oleh kolonial dan anteknya, fahamnya hidup terus antara lain diwarisi Muhammadiyyah. Perang Diponegoro (1825-30) atau disebut Belanda “Java Oorlog” (Perang Jawa) kemungkinan ada diilhami juga dari Arabia.

    Tetapi Muhammadiyyah tidak memilih revolusi, bahkan mencoba menjaga jarak dengan politik. Fokusnya adalah pendidikan dan kesejahteraan sambil berda’wah melawan pengaruh Barat dan jahiliyah lokal.

    Sama hal dengan gerakan-gerakan kebangkitan di manapun, pada awalnya Muhammadiyyah mendapat hambatan dari fihak-fihak yang merasa nyaman dengan tatanan lama. Muhammadiyyah mendapat hambatan dari pejabat, tokoh agama model lama, kelompok agamis yang menolak faham modernis. Faham pemurniannya mengecam berbagai praktek yang diyakini oleh orang shalih di Jawa sebagai praktek Islam sesungguhnya semisal maulud, selamatan dan haul. Kehadiran Muhammadiyyah dianggap mengancam kelestarian tradisi masyarakat sehingga menampilkan kebencian oleh kelompok agamis di Jawa.

    Walau sempat mengalami kemunduran di Jawa, organisasi tersebut mendapat sambutan simpatik di Minangkabau. Daerah tersebut telah mengenal pemurnian dan pembaharuan sejak lama. Muhammadiyyah diperkenalkan ke Minangkabau oleh Haji ‘Abdul Malik Karim Amrullah alias Haji Rasul tahun 1925. Pada tahun 1938 Muhammadiyyah telah menyebar ke seluruh pulau utama Nusantara.

    Layak diketahui bahwa sebagaimana gerakan Renaissance Barat, gerakan Renaissance Indonesia juga mendapat penindasan. Bedanya terletak pada pelaku penindasan, di Barat pelakunya boleh dibilang bangsa sendiri, yaitu persekongkolan gereja-negara. Tetapi di Indonesia lebih berat, pelaku penindasan bukan hanya elit pribumi tetapi juga bangsa asing. Mereka bersekongkol melestarikan suasana jahiliyah yang masih berlanjut hingga kini, walaupun kini secara fisik tidak ada kehadiran kolonialis asing. Dengan kemajuan teknologi, hubungan masih terjalin. Bahkan para antek imperialis mampu masuk ke pemerintahan Republik

    Seiring pertambahan jumlah kaum intelek, bertambah pula organisasi. Awalnya berdasar kedaerahan atau kesukuan semisal Jong Java (1918), Jong Pasundan (1914), Sumatranen Bond (1918), Timorsch Verbond (1921) dan Kaum Betawi (1923). Organisasi berdasar konsep identitas se Indonesia belum mendapat pendukung berarti.

    Serikat Dagang Islam berubah nama menjadi Syarikat Islam. Di bawah pimpinan ‘Umar Said Tjokroaminoto (1882-1934) partai ini sempat meraih pengikut terbanyak untuk ukuran Hindia Belanda. Walaupun Jawa tetap menjadi pusat kegiatannya, organisasi tersebut menyebar ke luar Jawa.

    Tjokroaminoto sesungguhnya tidak berlatar belakang agamis. Dia pernah menerima pendidikan kolonial di OSVIA (Opleiding School Voor Inlandse Ambtenaaren), yaitu sekolah yang mengajar ilmu pemerintahan untuk pribumi. Dia bahkan sempat berdinas dalam pemerintahan. Dia mengundurkan diri dari dinas pemerintahan mungkin karena watak dasarnya yang populis, dia tak suka dengan para pejabat kolonial – pribumi maupun asing. Dengan cepat dia menjadi tokoh terkenal dalam SI. Kecepatan SI meraih banyak pengikut tidak terlepas dari kharisma Tjokroaminoto. Kadang dia dianggap sebagai tokoh masa depan yang dinanti-nanti tampil mewujudkan adil dan makmur dan menertibkan segala ketidakteraturan dunia. Sosok atau kepercayaan demikian ada pada tiap kelompok masyarakat di dunia. Di Jawa dikenal sebagai istilah “Ratu Adil”, bagi umat Islam dikenal sebutan “Imam Mahdi”, dan bagi umat Yahudi-Nashrani disebut “Messias”.
    Pada awalnya SI tidak menentang rezim kolonial. Tetapi ketika meraih pengikut di pedesaan, berkobar kekerasan. Rakyat menganggap SI sebagai wadah bela diri terhadap tatanan kolonial yang dibenci itu. SI dianggap sebagai wadah solidaritas kelompok terhadap Cina, elit pribumi, orang Indo dan orang Barat. Kira-kira dengan urutan seperti itu. Di beberapa tempat SI menjadi pemerintahan bayangan atau tandingan sehingga aparat harus menyesuaikan diri. Gerakan boikot terhadap pedagang batik Cina di Surakarta dengan cepat menjadi tindak saling menghina antara Cina dengan pribumi dan berkembang menjadi kekerasan di sebagaian besar Jawa antara 1913-4. SI lokal memegang peranan penting.

    Kelompok lain yang ingin ikut mencerahkan pemikiran bangsa ini adalah komunis, padahal kelak terbukti bukan mencerahkan tapi menyesatkan. Komunisme masuk Indonesia oleh HFJ. Sneevliet (1883-1942) tahun 1913. Pada 1914 dia membentuk Indische Sociaal Democratische Vereeniging (ISDV) di Surabaya. Pada awalnya hampir seluruh anggotanya berkebangsaan Belanda, tetapi partai ini bertekad meraih basis massa dari rakyat Indonesia.

    ISDV menempuh cara licik, tidak mau bersusah payah merangkul rakyat yang belum berpartai untuk mendapat pengikut besar pertama. SI terpilih menjadi sasaran penggembosan karena partai tersebut adalah yang terbesar di Hindia Belanda ketika ISDV masih kecil. Inilah awal permusuhan antara kelompok agamis – khususnya Islamiyah – dengan jahiliyah komunisme di Nusantara. Agaknya ISDV menempuh strategi Iblis menggoda manusia. Mungkin tidak banyak tahu bahwa pada awalnya Iblis adalah makhluk yang sangat agamis, menjadi makhluk kepercayaan tuhan. Tetapi kemudian murtad karena kecewa dengan niat tuhan menciptakan manusia. Singkat cerita, Iblis bertekad menyesatkan manusia. Hal tersebut mirip dengan Sneevliet. Dia berlatar belakang agamis tetapi kemudian “murtad” menjadi komunis dan mengajak orang murtad juga. Mungkin dia juga kecewa dengan agama. Memang, komunisme dan beberapa faham sesat lain di Barat berasal usul dari rasa kecewa terhadap agama atau tokoh agama. Kelompok yang pertama dimurtadkan adalah para anggota SI, organisasi yang bercorak agamis.

    Maka faham Iblis yang bernama komunisme disusupkan ke SI, hasilnya luar biasa. Dengan cepat ISDV mendapat banyak pengikut antara lain seorang tokoh SI cabang Semarang bernama Semaoen. Pada 23 Mei 1920 ISDV berubah nama menjadi Partai Komunis Hindia dan Semaoen terpilih menjadi ketua yang pertama. Dia berlatar belakang buruh kereta api dan menjadi anggota SI cabang Surabaya. Pada 1916 dia pindah ke Semarang, tempat Sneevliet aktif dalam Serikat Buruh Kereta Api dan Trem (Vereeniging Spoor en Tramweeg-personeel). Semaoen bergabung dengan ISDV sekaligus masih anggota SI. Kharisma Semaoen menghasilkan jumlah pengikut yang bertambah pesat bagi SI cabang Semarang. SI cabang ini pernah menentang niat SI masuk Volksraad – parlemen semu Hindia Belanda – dan menentang gigh kepemimpinan Centraal Sjarikat Islam (CSI). Sikap tersebut mendapat dukungan kuat, memaksa Tjokroaminoto mengecam “kapitalisme yang berdosa” yang jelas berarti mengecam modal asing tetapi dengan cerdik menghindar dari sikap mengecam modal yang dimiliki para haji dan ulama. Tapi perpecahan tetap tak terhindarkan.

    SI terpecah menjadi SI Putih dan SI Merah. Tahun 1921 Tjokroaminoto melaksanakan disiplin partai sekaligus mengubah nama menjadi Partai Syarikat Islam (PSI). Anggota SI tidak boleh merangkap anggota organisasi lain. Penggembosan terjadi, SI Merah menjadi Partai Komunis Hindia dan tahun 1923 berubah nama menjadi Partai Komunis Indonesia (PKI). SI Putih mempertegas corak Islamiyahnya. Kedua organisasi tersebut berjalan sendiri-sendiri.

    Dalam beberapa hal komunis meniru cara yang lazim dilaksanakan kaum agamis bahkan sedikit banyak menggunakan agama untuk meraih pengikut. Hal tersebut dipilih karena fakta yang tak dapat dibantah bahwa mayoritas rakyat masih menganggap perkara ruhani sebagai hal penting. Fakta tersebut jauh hari telah disadari oleh seorang tokoh PKI bernama Tan Malaka (1897-1949). Dia menentang penggembosan SI karena melemahkan gerakan Renaisance terutama anti imperialisme. Dia menolak anggapan Komintern (Komunis Internasional) yang telah menuduh gerakan Pan Islam adalah bentuk imperialisme. Tan Malaka menegaskan bahwa Pan Islam adalah gerakan anti imperialisme. Jauh-jauh hari dia menegaskan bahwa kelompok agamis harus dirangkul, bukan dibenci.

    Ketika makin nyata perbedaan faham antara dia dengan rekan-rekan komunisnya, dia pilih bentuk partai sendiri yaitu PARI (Partai Republik Indonesia) dan ketika Revolusi 1945 dia membentuk Partai Murba.

    Mungkin dengan malu-malu komunis melaksanakan pendapat Tan Malaka tersebut dan agaknya pendapat Tan Malaka benar. Maka muncul istilah aneh “Komunisme Islam” yang menunjukkan bahwa komunis tidak sepenuhnya bertahan dengan dogma aslinya yang menganggap “agama adalah candu”. Di Surakarta Haji Misbakh berceramah bahwa Islam dan komunisme adalah sama. Ceramah tersebut meraih simpati dan kerusuhan di pedesaan terjadi. Dia dikenal dengan sebutan “Haji Merah”. Di Banten sikap komunis mungkin lebih aneh: fanatik agama.

    Kebencian terhadap imperialis dan anteknya, semangat yang dikobarkan oleh SI dan PKI serta faktor lain menyebabkan Revolusi 1926, perlawanan militer yang boleh dibilang sudah bercorak se Indonesia terhadap rezim kolonial dengan titik berat di Banten dan Minangkabau. Tetapi nasib baik masih memihak rezim kolonial, revolusi dapat ditumpas dengan relatif singkat.

    Kelompok nasionalis adalah kelompok utama berikutnya yang ingin ikut mencerahkan pemikiran bangsa. Kelompok ini berfaham mencintai bangsa dan negeri se Nusantara, faham tersebut menganggap bahwa faham kesukuan dan kedaerahan sempit ruang lingkupnya. Kelompok ini membentuk beberapa partai tetapi yang sering dianggap dapat mewakilinya adalah Partai Nasional Indonesia (PNI), partai ini dibentuk oleh Soekarno (1901-70). Mengawali kiprah politiknya di Jong Java, Soekarno kemudian mendapat bimbingan dari Tjokroaminoto.

    Soekarno membentuk PNI ketika pengaruh Tjokroaminoto pudar, demikian pula PSI. Penggembosan oleh PKI dan tekanan rezim kolonial terhadap aktivis kemerdekaan pasca Revolusi 1926 adalah penyebabnya. Dengan demikian boleh dibilang bahwa PNI yang mewakili kaum nasionalis mengambil alih kepemimpinan perlawanan terhadap kolonial yang sebelumnya dipegang oleh kaum agamis dan komunis. Dan untuk itu agaknya Soekarno siap mengambil resiko, resiko yang juga pernah diambil kaum agamis dan nasionalis yaitu minimal adalah penangkapan dan pengasingan.

    Sebelum PNI tampil, sudah ada organisasi yang bercorak se Indonesia yaitu “Perhimpunan Indonesia” yang merupakan himpunan beberapa organisasi yang bercorak kedaerahan dan kesukuan. PI memiliki 4 pokok pemikiran yaitu:

    1. Kesatuan nasional, rakyat se Nusantara harus menempatkan persatuan di atas corak kesukuan dan kedaerahan dalam meraih Indonesia yang merdeka dan satu. Jika persatuan terwujud, akan sulit bagi imperialis melaksanakan siasat “devide et impera” dan akan terbentuk perlawanan yang padu.
    2. Solidaritas, rakyat harus menyadari bahwa ada persamaan nasib dari ujung ke ujung Nusantara. Tanpa mengingkari ada perbedaan antar suku, sesungguhnya persamaannya lebih nyata dan hubungan antar suku di Nusantara telah berlangsung lama. Rakyat harus menyadari bahwa ada perbedaan yang lebih besar yaitu Nusantara dengan kolonialis Belanda semisal bahasa, warna kulit, adat dan agama. Perbedaan antara “kita di sini” dengan “mereka di sana” harus difahami dan ditegaskan sebagai kita adalah “Indonesia” atau “Timur” dan mereka adalah “Belanda” atau “Barat”.
    3. Tidak kerja sama, bahwa gerakan kemerdekaan harus menolak atau menjaga jarak dari segala bentuk kerja sama dengan kolonial. Kemerdekaan yang ingin diraih harus berdasar dari usaha sendiri dan bukan hadiah dari kolonial. Karena itu tidak perlu peduli dengan segala kebijakan dari Volksraad.
    4. Swadaya, gerakan harus berdasar pada kemampuan diri sendiri atau kepercayan pada diri sendiri. Perlu membentuk suatu tatanan alternatif atau tandingan dengan tatanan kolonial. Gerakan tidak berkenan dengan bentuk persekutuan dengan kolonial.

    Usaha mempersatukan rakyat se Nusantara mencapai puncak dengan peristiwa yang disebut “Sumpah Pemuda” pada 28 Oktober 1928. Walaupun tidak dihadiri semua kelompok pergerakan tetapi dapat dianggap mewakili se Nusantara. Sejak itu makin dimasyarakatkan pemakaian istilah “Indonesia” untuk wilayah Nusantara dan bangsa pribumi yang mukim di wilayah tersebut. Istilah “Hindia Belanda” dan “inlander” dihindari sedapat mungkin. Hal tersebut boleh dibilang sebagai langkah maju menuju Renaissance Indonesia. Mungkin boleh dibilang bahwa Sumpah Pemuda adalah hari lahir “bangsa Indonesia”, adapun yang disebut Aceh, Minang, Jawa, Sunda, Betawi, Madura, Bali, Dayak, Bugis, Minahasa, Papua, Ambon dan lain-lain tidak lagi disebut “bangsa” tetapi “suku”.

    (IN SYAA ALLAAH BERSAMBUNG)

  4. MENUJU RENAISSANCE INDONESIA (BAGIAN-2 / TAMAT)

    Oleh : Ganie, Indra – Bintaro Jaya, Tangerang Selatan, Banten, Indonesia

    Mengenang 70 tahun (1945-2015) Proklamasi 1945 yang merupakan pernyataan kehendak bangsa Indonesia menentukan nasib sendiri, antara lain membentuk negara untuk mewujudkan cita-cita kemerdekaan: berdaulat dibidang politik, berdikari dibidang ekonomi dan berkepribadian dibidang budaya.

    Lebih dan kurang saya mohon maaf. Semoga Allaah SWT selalu mencurahkan kasih sayang kepada INDONESIA. Aamiin yaa Allaah yaa rabbal ‘aalamiin.

    Tulisan ini saya persembahkan sebagai bakti saya pada para pahlawan – KHUSUSNYA DARI ANGGOTA KELUARGA PENULIS.

    PERIODA PERTUMBUHAN RENAISSANCE

    Gerakan Renaissance telah meraih kemajuan penting, melahirkan bangsa baru. Setelah meraih persatuan, berlanjut ke tahap pembebasan sambil menjaga persatuan. Proses pembebasan semakin mendekati tujuan tetapi semakin berat karena rakyat harus menanggung beban suatu perang terbesar yang pernah diciptakan manusia, yaitu Perang Dunia-2 (1/9/1939 – 2/9/1945). Perang yang sesungguhnya bukan urusan rakyat Indonesia tetapi harus ditanggung akibatnya. Mengingat perang tersebut telanjur menyengsarakan rakyat, maka sedapat mungkin harus diambil apa saja yang mungkin bermanfaat dari perang tersebut. Apa saja peluang yang “disediakan” oleh perang?
    Perang tersebut bermula dari serbuan pasukan Jerman ke Polandia.Sesungguhnya Polandia bukan negara besar, tetapi serbuan tersebut sanggup “membakar” dunia karena proses “pemanasan” sejak usai Perang Dunia-1 (1914-8) semisal Nazi meraih kekuasaan di Jerman (1933) dan membangun angkatan perang, penaklukan Manchuria oleh Jepang (1931), Italia mencaplok Ethiopia (1935-6) dan Albania (1939), Perang Cina-Jepang II (1937-45), serta Jerman mencaplok Austria (1938) dan Cekoslovakia (1939).

    Perang di Asia semula hanya terbatas di Cina, kemudian melebar ke sebagian Asia-Pasifik setelah pasukan udara Jepang menyerang pangkalan AS di Pearl Harbor pada 7 Desember 1941. Pasukan Jepang hanya perlu waktu sekitar 3 bulan merebut Hindia Belanda.

    Propaganda Jepang terbilang berani yaitu “Asia untuk orang Asia”, karena semboyan tersebut jelas membenturkan atau mempertentangkan Barat denganTimur mengingat sebagian besar dunia Timur dijajah oleh orang Barat. Dengan demikian Jepang mengobarkan semangat anti Barat, semangat yang sangat diperlukan untuk bangkit.

    Jepang berusaha membuktikan bahwa orang Barat bukan ras unggul, khususnya menjelaskan bahwa orang Barat dapat dikalahkan. Walaupun kekejaman pendudukan Jepang juga berlaku bagi sesama orang Timur, agaknya semboyan tersebut dapat diterima dan kelak terbukti berguna bagi orang Timur termasuk Indonesia. Pencerahan pemikiran yang pahit.

    Selain memberlakukan pengekangan yang lebih ketat dibanding Belanda, pendudukan Jepang juga memberi peluang untuk meraih simpati. Orang Indonesia diberi beberapa jabatan yang sebelumnya hanya untuk orang Barat, juga mendapat peluang lebih besar mendapat latihan militer. Para aktivis Renaissance mencoba menyusupkan propaganda anti Jepang ke dalam propaganda anti Barat pada setiap kesempatan. Perang Jepang melawan imperialis Barat harus berada dalam lingkup meraih kemerdekaan sendiri.

    Semangat anti Jepang tetap muncul tanpa propaganda apapun, perilaku orang Jepang yang menindas menampilkan semangat itu. Perlawanan muncul antara lain di Aceh, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan dan Irian Barat. Walaupun perlawanan dapat ditumpas, minimal pada saat itu rakyat sadar bahwa untuk hidup layak sebagai manusia haruslah merdeka. Imperialisme Barat dan pendudukan Jepang jangan berlama-lama berlangsung. Bangsa Indonesia harus memiliki negara sendiri, mengatur diri sendiri.

    Perang berubah arah menguntungkan Sekutu. Dengan banyak pertempuran dahsyat pasukan Sekutu merebut beberapa tempat yang dianggap perlu. Keadaan tersebut memaksa Perdana Menteri Kuniyaki Koiso memberi janji kemerdekaan kepada Indonesia. Beberapa kebebasan diberikan lagi berangsur-angsur seiring gerak maju Sekutu. Pembicaraan mengenai serba-serbi negara dilaksanakan dengan melibatkan para tokoh kemerdekaan. Organisasi Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) dan Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) dibentuk Jepang dan diisi oleh orang Indonesia.

    Dalam 2 organisasi tersebut terjadi perdebatan sengit antara kelompok agamis Islamiyah dengan kelompok nasionalis tentang dasar negara Indonesia merdeka. Hasil dari perdebatan tersebut adalah dasar negara “Pancasila”.

    Kemerdekaan dari bangsa asing akhirnya diraih pada 17 Agustus 1945. Ini juga kemajuan penting gerakan Renaissance, melahirkan negara baru. Tetapi kekecewaan agaknya masih betah menyertai bangsa ini karena kelak terbukti bahwa rakyat masih harus mengalami penindasan dari para elit bangsa sendiri. Selain itu kehadiran kembali kolonialis Belanda untuk meraih bekas jajahannya tak lama setelah proklamasi kemerdekaan merupakan suatu penderitaan tersendiri. Bangsa ini dipaksa perang karena tidak punya pilihan, kolonialis mencoba kembali dengan militer yang masih lebih unggul dibanding Indonesia. Agresi Militer-1 (21/7/1947 – 4/8/1947) dan Agresi Militer-2 (19/12/1948 – 6/1/1949) kembali minta korban rakyat. Gerakan Renaissance nyaris tertumpas.

    Pendidikan militer oleh Jepang dan ambil alih aset yang dikuasai Jepang memungkinkan bangsa Indonesia melaksanakan perlawanan militer disamping perlawanan politik. Perlawanan perioda 1945-50 dikenal dengan Revolusi 1945 memaksa kolonial Belanda melepas sebagian besar Hindia Belanda. Irian Barat masih dikuasai hingga 1963.

    Perlawanan militer telah menampilkan angkatan perang yang relatif kuat tetapi juga kelak menjadi penghambat Renaissance. Hal ini sangat nyata pada perioda Orde Baru. Konon dengan berdasar pengalaman revolusi, militer mengembangkan suatu konsep yang dikenal dengan konsep “Dwifungsi”. Konsep tersebut menyebut fungsi militer tidak hanya sebagai kekuatan hankam tetapi juga sebagai kekuatan sospol. Dengan konsep tersebut pengaruh militer merambah ke segala bidang antara lain beberapa jabatan harus orang militer, militer – secara individu dan lembaga – terlibat bisnis. Dan sebagai kekuatan hankam menumpas gerakan Renaissance, bahkan dengan bantuan imperialis Barat.

    Walaupun secara politik dan militer imperialisme Barat boleh dibilang tamat riwayatnya, tidak demikian halnya di bidang ekonomi dan norma. Kemajuan teknologi makin membantu kelestarian hubungan antara biang dengan antek, kerja sama melawan arus Renaissance semakin canggih.

    Dalam penulisan sejarah resmi, militer mencoba menampilkan citra sebagai pemeran utama pembebas Republik dari ancaman kolonial. Sesungguhnya prestasi demikian sangat dilebih-lebihkan. Revolusi 1945 tidak hanya dilaksanakan oleh tentara pemerintah, ada banyak kelompok tentara swasta dan tentara pemerintah sempat mengalami perpecahan.

    Revolusi dengan perlawanan politik tidak kalah pentingnya, dan hal tersebut cenderung ditutupi dalam versi sejarah resmi. Usaha diplomasi mengundang simpati internasional terutama pendukung kuat Belanda yaitu AS. Belanda dipaksa untuk mengakhiri petualangan kolonialnya di Indonesia dan menyelesaikan konflik dengan perundingan.

    Tetapi AS tidak meninggalkan Belanda begitu saja. Walaupun kecil, Belanda tetap dianggap bernilai bagi AS. Strategi AS adalah mencoba merangkul Indonesia dan Belanda sekaligus untuk melawan komunis.

    Jika pada Perang Dunia-2 Indonesia harus menanggung beban perang antara Jepang dengan imperialisme Barat, maka selama beberapa tahun Indonesia harus menanggung beban Perang Dingin (1945-91) yaitu antara blok kapitalis yang dipimpin AS dengan blok komunis yang dipimpin US, 2 faham yang sesungguhnya berasal dari Barat. Pada hakikatnya Perang Dingin adalah perang antara 2 kekuatan imperialis Barat untuk menguasai dunia, tanpa kecuali Indonesia. Tetapi sayang, rezim Soekarno membawa Indonesia terlibat Perang Dingin melawan AS dan rezim Soeharto membawa Indonesia terlibat Perang Dingin melawan US – terlepas dari bobot keterlibatan tersebut. Yang jelas, keterlibatan tersebut menjauhkan Indonesia dari tujuan Renaissance akibat potensi bangsa yang terkuras untuk perang tersebut atau tertindas demi kelestarian rezim tersebut. Beberapa peristiwa semisal Tanjung Priok (1984), Lampung (1989) dan Aceh adalah contohnya. Tidak jelas kapan potensi bangsa dapat terfokus penuh kepada tujuan Renaissance.

    Ada satu hal yang perlu diketahui dari konflik yang membingungkan ini, ada gerakan Renaissance yang bersikap tegas melawan dengan kekuatan sendiri walau dengan resiko menciptakan banyak musuh yaitu Darul Islam (DI). Gerakan ini mencoba mewujudkan Indonesia merdeka berdasar Islamiyah, lazim disebut “Negara Islam Indonesia” (NII). DI menolak keberfihakan kepada kekuatan non Muslim, kaum Muslim harus membentuk kekuatan sendiri sebagaimana pernah terjadi pada masa silam. DI mengambil contoh perioda Muhammad dan Khulafaur Rayidin (622-61) untuk konsep negara idealnya. Namun sayang, gerakan tersebut dapat ditumpas oleh imperialisme Barat dengan anteknya. Bahkan di antara antek tersebut terdapat tokoh-tokoh Renaissance, kebencian mereka terhadap DI ternyata melebihi kebencian terhadap imperialisme Barat. Ini sekaligus membuktikan bahwa gerakan Renaissance sudah diisi – bahkan mungkin sejak awal – oleh berbagai niat yang tidak murni, terlebih jika para aktivisnya menempati jabatan tertentu. Lupa akan tujuan perjuangan, itulah tantangan yang mungkin paling berat gerakan Renaissance di Indonesia.

    Rezim Soekarno telah menumpas gerakan Renaissance yang dianggap tidak sesuai dengan versinya semisal NII. Kebijakan tersebut dilanjutkan rezim Soeharto. Jumlah partai diciutkan, Dwifungsi ABRI dilaksanakan, berbagai LSM dikekang, perlawanan bersenjata ditumpas, praktek KKN dipelihara, yang dianggap opposan disingkirkan adalah beberapa contoh kebijakan yang memusuhi gerakan Renaissance yang murni ingin membawa Indonesia meraih capaian kemanusiaan yang telah lama lepas. Seperti Soekarno, Soeharto punya versi sendiri tentang Renaissance.

    Soeharto meraih kekuasaan melalui pertumpahan darah hebat, mungkin sekitar 1.500.000 orang tewas akibat peralihan dari Orde Lama ke Orde Baru. Sejak 1959 Soekarno mencoba memperkokoh kekuasaannya melalui sistem yang dikenal dengan “Demokrasi Terpimpin” yang prakteknya berarti kediktatoran. Partai Masyumi dan Partai Sosialis Indonesia dibubarkan pada 1960 dengan dalih beberapa orangnya terlibat pemberontakan PRRI-Permesta (1958-61), pemberontakan daerah melawan pusat karena daerah merasa dihisap dan diabaikan pusat. Selain itu pengaruh komunis makin merajalela ditambah sebab-sebab lain. Setelah pemberontakan ditumpas, beberapa tokoh masuk penjara.

    Komunis makin memantapkan pengaruhnya, mereka sukses mempengaruhi Soekarno menjadi radikal. Setelah Irian Barat masuk Republik, Soekarno mengarahkan fokusnya ke Malaysia, yang waktu itu dalam proses dekolonisasi. Dia menilai bahwa proses tersebut terkesan masih mempertahankan kolonialisme. Muncul istilah “nekolim” (neo kolonialisme dan imperialisme). Singkat cerita, konflik terjadi antara Persemakmuran Inggris dengan Republik yang dikenal dengan “Konfrontasi” (1963-6). Potensi Republik banyak terkuras konflik ini. Yang paling gembira dengan proyek ini praktis hanya komunis, TNI-AD kurang bergairah karena menilai bahwa Inggris adalah kekuatan lama di Asia Tenggra yang menuju proses “pelapukan”. Angkatan Darat lebih suka menyimak pada kekuatan-kekuatan yang baru muncul. Mereka lebih cemas kepada komunis ketimbang Inggris.

    Apa yang dinamakan “Pemberontakan G30S PKI” memberi peluang kepada Soeharto – waktu itu berpangkat mayor jenderal – untuk tampil ke panggung. Hal tersebut tidak terlepas dari dukungan AS, Inggris dan Australia yang cemas dengan perkembangan komunisme di Asia Tenggara. Terlebih AS, negara ini terlibat perang saudara antara Vietnam Utara (komunis) dengan Vietnam Selatan (non komunis) yang disebut “Perang Vietnam” (1964-75). Perang tersebut juga merembet ke negara tetangga yaitu Kamboja dan Laos, di kedua negara tersebut komunis juga berjuang meraih kekuasaan.

    Dengan bantuan mereka, Soeharto menumpas pemberontakan tersebut dalam waktu relatif singkat. Jelas hal tersebut menggembirakan imperialis kapitalis, mereka tidak peduli dengan pelanggaran HAM yang terjadi. Yang banyak dibantai atau ditangkap bukan hanya kaum komunis, tetapi orang yang dicurigai komunis. Rezim Soekarno – yang dinilai sedikit banyak melindungi komunis – tumbang, rezim Soeharto datang. Bagi gerakan Renaissance hal tersebut cuma tukar pelaku kezhaliman. Indonesia cuma pindah kiblat dari imperialis komunis ke imperialis kapitalis.

    Pada hakikatnya Indonesia telah dan masih menjadi lahan permainan perebutan pengaruh antara sesama kekuatan kontra Renaissance, tetapi jika menghadapi gerakan Renaissance mereka 1 suara. Setelah gerakan Renaissance dikalahkan, sesama kontra Renaissance saling cekcok dan kompak lagi jika gerakan Renaissance muncul. Dengan demikian Indonesia jahiliyah lestari hingga kini.

    Timor Timur adalah contoh di antara permainan tersebut di atas. Imperialis Barat yaitu Portugis tiba di pulau itu tahun 1512. Kehadiran imperialis Barat lain yaitu Belanda pada abad-17 memaksa Portugis berbagi rezeki di pulau tersebut. Caranya? Ya, dengan membagi pulau Timor . Timor Timur dijajah Portugis, Timor Barat dijajah Belanda. Bagi Indonesia, kedua kekuatan tersebut sama jahatnya dalam arti sama-sama imperialis, yang berarti menghambat gerakan Renaissance.

    Perang Pasifik menghadirkan kekuatan kontra Renaissance lain yaitu Jepang. Sebagaimana wilayah Nusantara lain, Timor diduduki Jepang hingga 1945.

    Usai Revolusi 1945 Timor Barat masuk Republik dan Timor Timur kembali dikuasai Portugal. Ketika proses dekolonisasi dilaksanakan di Timor Timur, terjadi kekacauan yang berkembang menjadi perang saudara. Portugal tidak sanggup menentramkannya dan memilih lari. Arus pengungsi membanjiri Indonesia.

    Imperialis kapitalis yaitu AS dan Australia khawatir jika Timor Timur dikuasai komunis mengingat kelompok tersebut terbilang kuat. Mereka memberi restu tersembunyi kepada Soeharto untuk mencaplok pulau tersebut. Singkat cerita, wilayah tersebut “ditarik” ke Republik.

    Pencaplokan tersebut tidak diakui PBB, PBB menetapkan wilayah tersebut sebagai wilayah sengketa.

    Untuk meraih simpati, rezim Soeharto membangun daerah itu. Namun sekaligus tidak lupa melanggar HAM. Kejahatan tersebut praktis sekian lama terjadi nyaris tanpa hambatan. Ketika Perang Dingin usai dengan menampilkan imperialis kapitalis sebagai pemenang, rezim kapitalis menganggap komunis bukan lagi ancaman berat. Saat itu pula rezim Soeharto kurang memiliki arti penting lagi. Maka mulailah pencaplokan Timor Timur disebut-sebut keabsahannya dengan dalih ada pelanggaran HAM.

    Rezim Soeharto tamat tidak terlepas dari rekayasa imperialis Barat. “Habis manis sepah dibuang” begitulah kira-kira nasib rezim tersebut. Revolusi 1998 terjadi dan rezim tumbang. Dengan tekanan imperialis yang tepat saatnya yaitu ketika Indonesia sedang bergolak, Timor Timur lepas pada tahun 1999 dan kemudian menjadi negara sendiri dengan nama Republik Demokratik Timor Leste pada 2002.

    PENUTUP

    Pada 21 Mei 1998 rezim Soeharto tumbang setelah bertahan 32 tahun. Muncul istilah “Orde Reformasi”, istilah “reformasi” jelas mengacu pada sejarah Renaissance di Barat karena yang berjuang membawa Barat kembali meraih capaian kemanusiaan – yang sekian lama terlepas – adalah aktivis reformis dan gerakan mereka kadang disebut “reformasi”. Untuk kesekian kalinya rakyat terbuai harapan dan kegembiraan karena pergantian rezim. Tetapi apakah pergantian tersebut membawa keadaan lebih baik?

    Beberapa fakta menunjukkan bahwa untuk kesekian kali pula agaknya kekecewaan muncul. Indonesia makin jahiliyah. Praktek KKN dan pelanggaran HAM masih berlanjut, pengaruh imperialisme Barat tidak terhapus, orang makin rakus dengan jabatan karena faham “jabatan adalah nikmat, bukan amanat” masih lestari, praktek hukum jauh dari rasa keadilan dan berbagai kejahiliyahan lain.

    Khusus mengenai imperialisme Barat, mereka tidak berniat berhenti sekarang. Wilayah luas, sumber daya kaya, letak strategis dan bangsa terbelakang menempatkan Indonesia sebagai harta berharga yang tak boleh dilepas begitu saja. Imperialisme dapat berubah bentuk dan dalih, jika tak dapat ditaklukan secara fisik, dikuasai secara mental bolehlah.

    Konflik di Maluku pada Januari 1999 adalah contoh kasus pasca Soeharto di mana imperialisme Barat bermain. Imperialis Barat hadir di Maluku tahun 1512. Maluku adalah daerah yang termasuk banyak menghasilkan antek imperialis. Kolonial Belanda banyak merekrut pribumi dari Maluku dan daerah lain menjadi tentara kolonial yang lazim disebut “Koninklijke Nederlands Indische Leger” (KNIL). Umumnya KNIL terdiri dari pribumi antek kolonial, orang Barat dan Indo mengisinya dengan jabatan perwira. Ketika Revolusi 1945 usai sebagian mereka menetap di Belanda, ada yang dapat berbaur dan melupakan daerah asalnya tapi ada pula yang melanjutkan hasrat membentuk negara sendiri yaitu Republik Maluku Selatan (RMS). RMS adalah negara yang diproklamirkan pada 25 April 1950 oleh Christiaan Robert Steven Soumokil. Gerakan tersebut ditumpas oleh Republik dan Soumokil dapat ditangkap, namun dilanjutkan oleh sekelompok orang Maluku di Belanda. Adapun yang berada di Indonesia melanjutkan gerakan tersebut secara sembunyi-sembunyi sambil menjalin hubungan dengan rekan di Belanda. Karena itu tak heran jika nama RMS disebut lagi ketika konflik di Maluku berkobar. Selain itu ada nama lain dari gerakan separatis tersebut yaitu Forum Kedaulatan Maluku. Konflik boleh dibilang berakhir tahun 2002 setelah minta korban relatif besar mengingat mereka dapat bantuan dari imperialis Barat.
    Layak disayangkan, bahwa hal tersebut praktis kurang disadari oleh bangsa ini. Perjuangan Renaissance agaknya masih panjang dari tujuan.

    (ALHAMDULILLAAH, SELESAI TULISAN BERJUDUL “MENUJU RENAISSANCE INDONEISA”.)

    SALAM “MERDEKA” DARI SEORANG ANGGOTA KELUARGA PEJUANG 1045!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Atlantis in the Java Sea

A scientific effort to match Plato’s narrative location for Atlantis

sembrani

bertukar ide, melampaui mimpi bersama

Nurul Wirda

Semerbak Mawar yang dengan senang hati memancarkan Cahayanya

aawanto

The greatest WordPress.com site in all the land!

Covert Geopolitics

Beyond the Smoke & Mirrors

Catatan Harta Amanah Soekarno

as good as possible for as many as possible

Women Terrace

to say something that i never talk before

Kanzunqalam's Blog

AKAL tanpa WAHYU, akan berbuah, IMAN tanpa ILMU

Cahayapelangi

Cakrawala, menapaki kehidupan nusantara & dunia

religiku

hacking the religion

SANGKAN PARANING DUMADI

Just another WordPress.com site

WordPress.com

WordPress.com is the best place for your personal blog or business site.

%d blogger menyukai ini: