2 Komentar

Mengenal Kelompok ISIS dan Sepak Terjangnya (3)

Mengenal Kelompok ISIS dan Sepak Terjangnya (3)

Wahabisme, keyakinan yang berkuasa di Arab Saudi memainkan peran poros dalam pengokohan kelompok-kelompok Takfiri di dunia Islam dalam tiga dekade terakhir. Kelompok ini memiliki pemikiran tertutup dan terbelakang serta mengedepankan cara-cara kekerasan. Peran Wahabi dalam pengokohan lembaga-lembaga atau basis pemikiran Takfiri di berbagai negara Islam khususnya negara kategori miskin secara ekonomi dan budaya, sangat kuat dan mengakar.

 

Afghanistan, Pakistan, Yaman dan sejumlah negara miskin Afrika, menjadi target tepat untuk pemerintah Saudi untuk menyebarluaskan pemikiran fanatis dan Takfiri Wahabisme. Tidak ketinggalan pula aktivitas para mubaligh Wahabi di negara-negara Islam dengan perekonomian moderat seperti Turki dan di masyarakat minoritas Muslim di negara non-islami. Mereka memanfaatkan secara maksimal rendahnya informasi masyarakat Muslim tentang hakikat dan budaya Islam murni untuk menyebarkan pemikiran Takfirisme.

Wahabisme berkuasa di jazirah Arab atas dukungan Inggris dan melangkah berporos pada kepentingan dan politik Inggris kemudian Amerika Serikat di kawasan. Orang-orang Wahabi dengan slogan menghidupkan sunnah rasulullah dan kembali pada nilai-nilai salaf yang saleh, mengemukakan berbagai masalah yang sesungguhnya bertentangan dengan risalah pembangun manusia yang dibawa Nabi Muhammad Saw dan juga al-Quran.

Mereka menolak pengikut mazhab Islam lainnya serta mengkafirkannya karena dinilai telah keluar dari lingkup Islam. Akan tetapi perlu diketahui pula bahwa para mufti Arab Saudi bungkam terhadap pendudukan bumi Palestina dan kehadiran pasukan penjajah Barat khususnya Amerika Serikat di Arab dan negara-negara Islam.

Pada hakikatnya, Takfirisme merupakan senjata bagi rezim al-Saud untuk memperkokoh posisinya di kawasan yang terguncang hebat pasca kemenangan Revolusi Islam Iran. Selama Saddam Hossein dengan politik penjajahannya berkuasa di Irak, rezim al-Saud cukup berharap pengaruh Revolusi Islam di kawasan dapat terbendung. Pada saat yang sama, Arab Saudi memupuk tunas dan kader-kader Takfiri yang pada puncaknya adalah al-Qaeda dan Taliban di Afghanistan serta sejumlah kelompok Takfiri di Pakistan. Madrasah-madrasah Wahabi di Peshawar Pakistan, mencetak anasir-anasir Taliban dan al-Qaeda. Dan mengingat para teroris al-Qaeda telah dikirim ke berbagai belahan dunia khususnya negara Islam, maka lingkup pengaruh rezim al-Saud di kawasan semakin meluas.

Perlu ditekankan bahwa politik rezim al-Saud ini dapat bergulir dengan dukungan penuh Amerika Serikat, Inggris dan lembaga-lembaga keamanan Pakistan. Amerika Serikat sangat menekankan hubungannya dengan Arab Saudi sehingga pasca Serangan 11 September, meski 19 pembajak pesawat tersebut adalah warga Arab Saudi, Washington langsung mengirim sebuah pesawat charter untuk melarikan sejumlah pangeran Saudi ke AS. Dengan demikian, Gedung Putih berharap hubungannya dengan Riyadh tidak terpengaruh oleh insiden tersebut.

Serangan AS ke Irak pada tahun 2003 dan tumbangnya rezim Saddam, membuat rezim al-Saud khawatir bahwa Irak akan berubah menjadi sekutu dalam penyeru Islam sejati dan balik melawan pemikiran Takfiri, Wahabisme dan Zionisme.  Oleh karena itu, selama masa pendudukan Irak oleh Amerika Serikat,  warga Irak menghadapi gelombang teror oleh kelompok-kelompok teroris Takfiri yang mendapat dukungan langsung Arab Saudi. Salah satu di antara kelompok tersebut adalah embrio yang kelak akan lahir dalam bentuk ISIS.

Tiada hari di Irak yang berlalu tanpa puluhan korban jiwa di pihak warga sipil Irak. Yang patut digarisbawahi adalah bahwa itu semua terjadi meski kehadiran ratusan ribu tentara Amerika Serikat di Irak. Meski sebagian serdadu AS tewas dalam serangan tersebut, akan tetapi jumlahnya sedikit bila dibandingkan dengan jumlah laki-laki-perempuan dan anak-anak Irak yang menjadi mangsa berbagai serangan teror.

Gerakan Kebangkitan Islam pada 2011 yang dimulai di Tunisia dan kemudian di sejumlah negara despotik, mendadak mempersempit ruang bagi pengaruh rezim al-Saud, yang menilai dirinya sebagai saudara tua negara-negara Arab. Para penguasa Arab Saudi dengan “dolar-dolar petrol”  mereka berusaha dengan segala cara membendung gerakan tersebut. Perluasan aksi para anasir Takfiri dan pembunuhan terhadap komunitas Syiah serta perusakan tempat-tempat suci bagi seluruh mazhab Islam, digalakkan demi tujuan tersebut dan dalam rangka mendistorsi gelombang Kebangkitan Islam.

Salah satu negara yang dimusuhi Arab Saudi dan sekutunya di Barat serta rezim Zionis Israel adalah Suriah. Negara yang berada di garis terdepan front perlawanan terhadap rezim Zionis. Dengan dukungan politik, finansial dan militer dari Arab Saudi, Qatar dan Turki serta dukungan negara-negara Barat, kelompok-kelompok teroris Takfiri, teroganisasi dan dikerahkan ke Suriah. Salah satu kelompok yang beroperasi di Irak dan memperluas zona operasinya ke Suriah adalah ISIS.  Tanpa dukungan rezim al-Saud, ISIS tidak mungkin memiliki perlengkapan militer dan logistik moderen serta mampu menduduki sebagian wilayah Suriah dan Irak. Mereka berusaha memecah-belah Irak serta melemahkan pemerintah terpilih rakyat di Baghdad dan Damaskus. Deklarasi pembentukan pemerintah khilafah islami di wilayah-wilayah pendudukan mereka di Suriah dan Irak adalah dalam rangka tersebut.

Dalam menjaga posisi mereka di kawasan dan mencegah perluasan pemikiran Islam sejati dan murni hingga ke dalam Arab Saudi, para penguasa Riyadh hanya memiliki satu senjata yaitu penggunaan “dolar petrol” untuk memperkokoh kelompok-kelompok teroris dan Takfiri. ISIS adalah produk Wahabisme Arab Saudi. Di berbagai sekolah yang diduduki oleh ISIS di Suriah dan Irak, para murid diberi buku-buku pelajaran Arab Saudi. Ini hanya bagian terkecil contoh dari keterkaitan ISIS dengan pemikiran menyimpang Wahabisme yang berkuasa di Arab Saudi

Namun pertanyaannya adalah, apakah rezim al-Saud dapat menebar kekacauan luas di kawasan tanpa ada dukungan politik dan militer dari negara-negara Barat pengklaim kebebasan dan HAM?

Sistem pemerintahan monarki keluarga al-Saud kembali ke abad pertengahan. Masyarakat negara ini tidak menikmati hak-hak sipil paling mendasar mereka. Apakah milenium ketiga, negara seperti ini dapat dengan sendirian mengacau kawasan tanpa bantuan satu negara pun?

Mengapa rezim seperti ini dekat dengan Amerika Serikat dan Eropa pengklaim sebagai penegak demokrasi dan pro-kemanusiaan, serta menyediakan berbagai persenjataan mutakhir kepada al-Saud? Apakah bukan karena Arab Saudi sebagai penjaga kepentingan ilegal AS dan Eropa di kawasan strategis Timur Tengah? Apakah dengan keterkaitan antara ISIS dan Arab Saudi serta ketergantungan Riyadh terhadap pemerintah Barat, kita dapat mempercayai politik mereka dalam membentuk koalisi anti-ISIS? Pada pertemuan selanjutnya kita akan membahas peran Turki sebagai salah satu pendukung pembentukan dan perluasan kelompok teroris ISIS.(IRIB Indonesia)

http://indonesian.irib.ir/ranah/telisik/item/92834-mengenal-kelompok-isis-dan-sepak-terjangnya-3?utm_source=IRIB+Indonesia&utm_medium=facebook&utm_term=Ranah&utm_content=Artikel+Radio

Iklan

2 comments on “Mengenal Kelompok ISIS dan Sepak Terjangnya (3)

  1. Reblogged this on HIRUP NU HURIP.

  2. Sosis sosis hehe…ararampun teuing lah…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Atlantis in the Java Sea

A scientific effort to match Plato’s narrative location for Atlantis

sembrani

bertukar ide, melampaui mimpi bersama

Nurul Wirda

Semerbak Mawar yang dengan senang hati memancarkan Cahayanya

aawanto

The greatest WordPress.com site in all the land!

Covert Geopolitics

Beyond the Smoke & Mirrors

Catatan Harta Amanah Soekarno

as good as possible for as many as possible

Women Terrace

to say something that i never talk before

Kanzunqalam's Blog

AKAL tanpa WAHYU, akan berbuah, IMAN tanpa ILMU

Cahayapelangi

Cakrawala, menapaki kehidupan nusantara & dunia

religiku

hacking the religion

SANGKAN PARANING DUMADI

Just another WordPress.com site

WordPress.com

WordPress.com is the best place for your personal blog or business site.

%d blogger menyukai ini: