Tinggalkan komentar

Doktrin Jokowi di KTT Asia Timur: Indonesia Poros Maritim Dunia

Doktrin Jokowi di KTT Asia Timur

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meluncurkan poros maritim di Konferensi Tingkat Tinggi(KTT) Asia Timur (East Asia Summit) yang belangsung di Nay Pyi Taw, Myanmar, Kamis (13/11). Jokowi menyebut poros yang dibangunnya sebagai “Doktrin Jokowi atau World Martime Fulcrum”.

Peluncuran dilakukan di depan 10 anggota ASEAN. Peluncuran juga dihadiri para mitra ASEAN seperti Amerika Serikat, Tiongkok, Jepang, India, Korea Selatan, dan Australia. Hadir juga Presiden Rusia Vladimir Putin, Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki Moon

Peluncuran dilakukan pada hari kedua pelaksanaan KTT ASEAN pada sesi KTT Asia Timur. Pada sesi ini, semua negara-negara yang masuk dalam kawasan Asia Timur hadir.

Berikut adalah pidato lengkap Jokowi mengenai “Poros Maritim Dunia”
9th East Asia Summit, Plenary Seasons,

Nay Pyi Taw, Myanmar,
13 November 2014, 11.01-11.08 AM
Yang Mulia Presiden U Thein Sein,
Yang Mulia Kepala Negara dan Pemerintahan negara peserta KTT Asia Timur,

Bagi Indonesia, KTT Asia Timur berperan penting bagi keamanan, stabilitas, dan kemakmuran ekonomi di kawasan. Oleh karena itu, saya memilih forum ini untuk menyampaikan gagasan saya tentang Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia, dan harapan saya tentang peran KTT Asia Timur kedepan.

Indonesia menyadari, sebuah trasformasi besar sedang terjadi di abad ke-21 ini. Pusat gravitasi geo-ekonomi dan geo-politik dunia sedang bergeser dari Barat ke Asia Timur. Negara-negara Asia sedang bangkit.
Dengan pertumbuhan ekonomi rata-rata 7 persen per tahun, dengan total GDP sekitar US$ 40 triliun, kawasan Asia Timur merupakan kawasan paling dinamis secara ekonomi. Sekitar 40 persen perdagangan dunia ada di kawasan ini.

Dalam dinamika itu, laut akan semakin pentingnya artinya bagi masa depan kita. Jalur laut yang menghubungkan dua samudera strategis -Samudera Hindia dan Samudera Pasifik- merupakan jalur penting bagi lalu lintas perdagangan dunia.

Tiga Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) merupakan “lorong” lalu lintas maritim dunia. Dua samudera strategis itu juga menyimpan kekayaan besar –energi dan sumberdaya laut lainnya—yang akan menentukan masa depan kemakmuran di kawasan.

Indonesia berada tepat ditengah-tengah proses perubahan strategis itu, baik secara geografis, geopolitik, maupun geo-ekonomi.
Oleh karena itu, sebagai negara maritim, Indonesia harus menegaskan dirinya sebagai Poros Maritim Dunia, sebagai kekuatan yang berada di antara dua samudera: Samudera Hindia dan Samudera Pasifik.

Posisi sebagai Poros Maritim Dunia membuka peluang bagi Indonesia untuk membangun kerja sama regional dan internasional bagi kemakmuran rakyat.

Yang Mulia,
Agenda pembangunan untuk mewujudkan Poros Maritim Dunia ini memiliki lima pilar utama.

Pertama, kami akan membangun kembali budaya maritim Indonesia. Sebagai negara yang terdiri dari 17 ribu pulau, bangsa Indonesia harus menyadari dan melihat dirinya sebagai bangsa yang identitasnya, kemakmurannya, dan masa depannya, sangat ditentukan oleh bagaimana kita mengelola samudera.

Kedua, kami akan menjaga dan mengelola sumber daya laut, dengan fokus membangun kedaulatan pangan laut, melalui pengembangan industri perikanan, dengan menempatkan nelayan sebagai pilar utama. Kekayaan maritim kami akan digunakan sebesar-sebesarnya untuk kepentingan rakyat kami.

Ketiga, kami akan memberi prioritas pada pengembangan infrastruktur dan konektivitas maritim, dengan membangun Tol Laut, deep seaport, logistik, dan industri perkapalan, dan pariwisata maritim.

Keempat, melalui diplomasi maritim, kami mengajak semua mitra-mitra Indonesia untuk bekerja sama di bidang kelautan ini. Bersama-sama kita harus menghilangkan sumber konflik di laut, seperti pencurian ikan, pelanggaran kedaulatan, sengketa wilayah, perompakan, dan pencemaran laut. Laut harus menyatukan, bukan memisahkan, kita semua.

Kelima, sebagai negara yang menjadi titik tumpu dua samudera, Indonesia memiliki kewajiban untuk membangun kekuatan pertahanan maritim. Hal ini diperlukan bukan saja untuk menjaga kedaulatan dan kekayaan maritim kami, tetapi juga sebagai bentuk tanggungjawab kami dalam menjaga keselamatan pelayaran dan keamanan maritim.

Cita-cita dan agenda di atas akan menjadi fokus Indonesia di abad ke-21. Indonesia akan menjadi Poros Maritim Dunia, kekuatan yang mengarungi dua samudera, sebagai bangsa bahari yang sejahtera dan berwibawa.

Yang Mulia.
Sebagai Poros Maritim Dunia, Indonesia tentu berkepentingan untuk ikut menentukan masa depan kawasan Pasifik dan Samudera Hindia (the Pacific and Indian Ocean Region—PACINDO).

Kami ingin Samudera Hindia dan Samudera Pasifik tetap damai dan aman bagi perdagangan dunia, bukan dijadikan ajang perebutan sumberdaya alam, pertikaian wilayah, dan supremasi maritim.
Dalam kaitan ini, saya memandang bahwa potensi kemaritiman di forum EAS belum dimanfaatkan secara maksimal. Indonesia mengusulkan penguatan prioritas area kerjasama maritim di EAS.
Kami mendorong negara-negara mitra ASEAN di EAS untuk mendukung dan terlibat aktif dalam mewujudkan ASEAN Masterplan on Connectivity, khususnya konektivitas dan infrastruktur maritim.
Kami menyerukan kerja sama EAS secara konkrit di bidang energi, ketahanan pangan, manufaktur, dan dalam menjaga kelestarian bahari.

Kami menyerukan kerja sama yang lebih erat dalam menjaga keamanan laut. Khusus mengenai Laut Tiongkok Selatan, Indonesia menyambut baik komitmen untuk mengimplementasikan DOC (Declaration on the Conduct of Parties in the South China Sea). Saya juga mendukung penyelesaian COC (code of conduct in the South China) melalui konsultasi secepat mungkin.
Terima Kasih

Sumber: Beritasatu

 

  • Ponny Anggoro Asal ga disalahgunakan teman2nya/TNIAL utk meraih investasi/keuntungan monopolistis/oligopoli besar2an aja. Utk pertahanan TNIALkan selama ini menolak operasi gabungan dg TNI spt dulu dh komando wilayah pertahanan. Atau kalaupun ada pemimpin dan kontrolnya harus TNIAL yg ini termasuk aktifitas perekonomian laut. Ya ditolak. Namun akibatny TNIAL kembali asal, kuasai laut sepenuhnya dan kesalahan dibebankan semua ke polair spt selundupan & korupsi, terlepas dr kesalahannya pula di wilayah tugasnya,yg seharusnya bukan tanggungjawab dan kesalahannya. Tapi kalau balik ke TNIAL ia selalu berdalih ga punya dana utk operasi dan kapal. Pdhal dana off budget yg diterimanya melimpah dan kapal lebih banyak kapal peramg yg tak banyak manfaat/tak bisa jalan & lebih besar biaya korupsi yg bisa diraih, drpd kapal operasi. Dari selundupan brp saja ia dibayar/bulan tuh. Jadi ia selama ini berkuasa tunggal tanpa ada yg tau kecl bbrp jenderal, menteri dN presiden. Ga tau deh Presiden Jokowi dg menteri Susi dll sekarang. TNIAL nya mungkin resah.
  • Epsi R Nurwijayadi Mengapa harus mengumbar visi di luar, pada saat di dalam negri belum dilakukan perbaikan, yang mendasar ? #cumatanya
  • Alijah Diete Bagus nih Jokowi ngomong gini, pertama, dia menegaskan posisi Indonesia; kedua, dia memeperingati oara negara yg suka maling utk jangan maling lagi krn Indonesia punya kebijakan utk para maling kekayaan laut kita; ketiga, Indonesia yg akan menjadi poros krn laut Indonesia luas, dulu Indonesia mmg menjadi lalu lintas perdagangan, batavia dulu jadi bandar … ehhh … skrg justru beralih ke Singapore, nah, Jokowi ngingetin kalo Indonesia lautnya luas bo, jadi yg pantes jadi bandar ya kita ini; keempat, Jokowi juga lagi negasin ke para mafia ikan dan laut didalam negeri bahwa dia serius utk ngurusin laut, jadi bagi para “pemain” dan koruptor harap mulai siap2 kalau mau nakal lagi; kelima, indonesia sdg menyerukan perdamaian terutama kpd negara2 yg suka berantem krn territorial disputes. Indonesia khan selalu brantem ama malaysia soal ini, dan kekisruhan terkait territori laut paling terasa di asia Timur, dimana korea dan jepang sampe hari ini msh ribut soal pulau Dok Do, China ribut ama philippines, vietnam, dan negara lainnya. Lewat seruan ini, Jokowi juga mengingatkan China spy jgn rakus menguasai laut ….. jangan pada ribut mulu …. ini artinya Indonesia menunjukkan kita ini pecinta damai bo …

    Keren lah pokoknya seruannya … Ini baru presiden, Indonesia berani bilang “gue yg harusnya jadi poros maritim dunia, secara laut gue luas dan posisi indonesia sgt strategis, jadi gue yg menentukan, bukan kalian pada” …. gitu dong !!!!! Itu namanya presiden Indonesia, tegas kepada dunia dgn sikap, posisi dan langkah2 yg akan diambilnya ….

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Atlantis in the Java Sea

A scientific effort to match Plato’s narrative location for Atlantis

sembrani

bertukar ide, melampaui mimpi bersama

Nurul Wirda

Semerbak Mawar yang dengan senang hati memancarkan Cahayanya

aawanto

The greatest WordPress.com site in all the land!

Covert Geopolitics

Beyond the Smoke & Mirrors

Catatan Harta Amanah Soekarno

as good as possible for as many as possible

Women Terrace

to say something that i never talk before

Kanzunqalam's Blog

AKAL tanpa WAHYU, akan berbuah, IMAN tanpa ILMU

Cahayapelangi

Cakrawala, menapaki kehidupan nusantara & dunia

religiku

hacking the religion

SANGKAN PARANING DUMADI

Just another WordPress.com site

WordPress.com

WordPress.com is the best place for your personal blog or business site.

%d blogger menyukai ini: