7 Komentar

Aset Nusantara yang dirampas Imperialis

Photo: Alhamdulillah. Buku saya sudah selesai cetak. Peluncurannya tanggal 7 Mei 2014. Ini buku pertama yang secara khusus membahas masalah sisi lain aktivitas  Bung Karno. Judulnya "Harta Amanah Soekarno". Ini merupakan hasil investigasi jurnalistik saya belasan tahun. Tema itu menjadi disertasi saya yang kini sedang berlangung. Buku ini merupakan tahap awal penelitian saya yang kemudian menjadi tesis saya di Pascasarjana Fikom Unpad Bandung. Buku ini menjadi penting di tengah maraknya orang membicarakan apa yang disebut Harta Amanah Soekarno, Harta Dinasti, dan Dana Revolusi Bung Karno. Banyak orang berharap cemas akan cairnya harta itu. Puluhan paguyuban dengan ribuan anggota pun berdiri untuk sekedar menyambut kedatangan sang pencair dana amanah. Tapi tak kunjung datang. Sang Satrio Peningit pun ditunggu kedatangannya lantaran diduga berkait dengan cairnya dana amanah ini. Buku ini bercerita soal perjanjan rahasia antara Soekarno dengan John F. Kennedy (Presiden AS) pada 14 November 1963 yang kemudian berlaku 14 November 1965. Seminggu setelah JFK teken perjanjian itu, ia ditembak 22 Novmber 1963. Soekarno pun "dikudeta" kekuasaannya melalui G30S-PKI (30 September 1965) atau dua minggu sebelum perjanjian yang disebut "The Green Hilton Memorial Agreement" berlaku. Lebih jauh lagi, buku saya ini mengukap sebuah pertanyaan besar yang banyak disebut-sebut sesepuh di Jawa: Benarkah bangsa Indonesia memiliki saham mayoritas di FED, bank sentral AS? Buku ini mengungkap tuntas soal itu. Saya sarankan baca buku ini sebelum Anda bicara soal Harta Amanah, apalagi berkait dengan pencairan dokumen UBS berupa surat berharga bank seperti: SBLC, bank garansi, dan sebagainya. Ayo datang dan beli bukunya pada saat peluncuran perdana! Salam perjuangan wahai anak bangsa. Bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar.

Terima kasih saya yang tidak terhingga kepada Prof. Dr. Azyumardi Azra (Guru Besar UIN Jakarta) yang bersedia memberikan kata pengantar buku ini. Demikian juga Kang Ahmad Yanuana Samantho, sang penulis buku bestseller Garut Kota Illuminati yang bersedia berikan kata pengantar.

Terima kasih tak terhingga juga dukungannya atas terbitnya buku ini. Mereka adalah Prof. Dr. Soleh Soemirat, Guru Besar Ilmu Komunikasi Unpad Bandung. Prof. Dr. Engkus Kuswarno, Guru Besar Komunikolog Unpad Bansung. Prof. Dr. M. Din Madjid, Guru Besar Sejarah UIN Jakarta. Mr. Rolf Bommer, konsultan keuangan internasional senior di Swiss. Dr. Marsudi Syuhud, Sekjen Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PB NU).
Dan terima kasih khusus kepada Pak Mehdy Zidane, Pimred Phoenix Publishing Project yang berikan semangat kepada saya dan bersedia menerbitkan buku ini. Dan semua pihak dan kawan-kawan yang telah bersedia membantu sehingga buku pertama tentang Harta Amanah Soekarno ini terbit. Salam perjuangan wahai anak bangsa.

Photo: Dari kini ke kanan: Inilah para pembedah buku Harta Amanah Soekarno pada hari Rabu 10 Mei 2014 di Jakarta itu. Mereka adalah Budiarto Shambazy (wartawan senior Harian Kompas), Prof. Dr. Asvi Warman Adam (peneliti LIPI), Permadi SH (Soekarnois), dan Safari Ans (sang penulis).Alhamdulillah. Buku saya sudah selesai cetak. Peluncurannya tanggal 7 Mei 2014. Ini buku pertama yang secara khusus membahas masalah sisi lain aktivitas Bung Karno. Judulnya “Harta Amanah Soekarno”. Ini merupakan hasil investigasi jurnalistik saya belasan tahun. Tema itu menjadi disertasi saya yang kini sedang berlangung. Buku ini merupakan tahap awal penelitian saya yang kemudian menjadi tesis saya di Pascasarjana Fikom Unpad Bandung. Buku ini menjadi penting di tengah maraknya orang membicarakan apa yang disebut Harta Amanah Soekarno, Harta Dinasti, dan Dana Revolusi Bung Karno.

Banyak orang berharap cemas akan cairnya harta itu. Puluhan paguyuban dengan ribuan anggota pun berdiri untuk sekedar menyambut kedatangan sang pencair dana amanah. Tapi tak kunjung datang. Sang Satrio Peningit pun ditunggu kedatangannya lantaran diduga berkait dengan cairnya dana amanah ini.

Buku ini bercerita soal perjanjan rahasia antara Soekarno dengan John F. Kennedy (Presiden AS) pada 14 November 1963 yang kemudian berlaku 14 November 1965. Seminggu setelah JFK teken perjanjian itu, ia ditembak 22 Novmber 1963. Soekarno pun “dikudeta” kekuasaannya melalui G30S-PKI (30 September 1965) atau dua minggu sebelum perjanjian yang disebut “The Green Hilton Memorial Agreement” berlaku.

Lebih jauh lagi, buku saya ini mengunkap sebuah pertanyaan besar yang banyak disebut-sebut sesepuh di Jawa: Benarkah bangsa Indonesia memiliki saham mayoritas di FED, bank sentral AS? Buku ini mengungkap tuntas soal itu. Saya sarankan baca buku ini sebelum Anda bicara soal Harta Amanah, apalagi berkait dengan pencairan dokumen UBS berupa surat berharga bank seperti: SBLC, bank garansi, dan sebagainya. Ayo datang dan beli bukunya pada saat peluncuran perdana! Salam perjuangan wahai anak bangsa. Bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar

NoFire LeMurian Says: “Bnyk org yg blm tau bhw EAST INDIA COMPANY (EIC) Perusahaan Hindia Timur yg didirikan thn 1600 yg berkantor pusat di London United Kingdom (kerajaan inggris) oleh ratu Elizabeth I sbg pesaing VOC Neitherland yg memonopoli perdagangan rempah2 dunia pd awalx ternyata dibiayai oleh investor gabungan (konsorsium) dr para Raja2 dr kerajaan Nusantara; dr namanya saja EAST INDIA/ Hindia Timur adlh sebutan nama utk NUSANTARA saat itu di dunia internasional, mrk inggris hanyalah user; karyawan saja yg memutar dana sang owner dr perusahaan tsb yaitu para Raja2 Nusantara tsb yg pd saat itu qta tau Nusantara adlh sbg pusat perdagangan dunia (WTC). EIC adlh Perusahaan raksasa saat itu yg mengatur perdagangan dunia n stlh 250 thn beroperasi n kontrak kerjasama brakhir pd pertengahan abad 19 dilakukanlah pembagian deviden, laba dr perusahaan tsb sgt luarbiasa besar yg oleh UK saja dpt membangun kerajaan Inggris hingga menjd imperium persemakmuran (commonwealth) yg besar di dunia dan kekayaan dr laba tsb yg berupa emas dlm jumlah besar (krn pd saat itu alat tukar perdagangan dunia adlh uang emas) oleh para Raja2 Nusantara sbg komisaris tunggal EIC tsb dilebur n disimpan serta disertifikasi internasional sbg kolateral dunia utk membangun sistem moneter dunia (berpusat di UBS swiss; Union Bank Switzerland) -dr sinilah lahirx sejarah perbankan internasional- yg sertifikat dr kolateral tsb dipecah n disimpan di Bank2 sentral di

sluruh negara2 di dunia sbg penjamin uang kartal yg dicetak di msg2 negara sehingga uang kertas menjd brnilai sbg alat tukar brg n jasa menggantikan emas dlm perdagangan nasional, regional n internasional spt saat ini, s/d skrg kolateral emas Nusantara tsb menjd MIZAN dlm sistem moneter n kehidupan perekonomian dunia internasional. (Nofire Lemurian)

Negeri qta mmg luarbiasa luhur n kaya raya *jk qta tau    Ternyata Amerika Memiliki Hutang 57.000 Ton Emas Kepada bangsa Indonesia. Inilah yang disebut Dana Revolusi Warisan Bung Karno, dan ternyata BUKAN RUMOR/ ISYU belaka. Karena ada bukti otentiknya berupa FOTO Akta Perjanjian yang ditanda tangani para Pihak dengan cap Kepresidenannya. Berupa 57.000 Ton Emas Batangan yang diduga menjadi penyebab terbunuhnya Presiden Amrik JFK foto bukti otentik Akta Perjanjiannya yg ditanda tangani JFK, Soekarno & Pihak dari Swiss.cover buku harta amanah sukarno The Green Hilton Memorial Agreement” di Geneva pada 14 November 1963 Inilah perjanjian yang paling menggemparkan dunia. Inilah perjanjian yang menyebabkan terbunuhnya Presiden Amerika Serikat John Fitzgerald Kennedy (JFK) 22 November 1963. Inilah perjanjian yang kemudian menjadi pemicu dijatuhkannya Bung Karno dari kursi kepresidenan oleh jaringan CIA yang menggunakan ambisi Soeharto. Dan inilah perjanjian yang hingga kini tetap menjadi misteri terbesar dalam sejarah ummat manusia. Perjanjian “The Green Hilton Memorial Agreement” di Geneva (Swiss) pada 14 November 1963 Dan, inilah perjanjian yang sering membuat sibuk setiap siapapun yang menjadi Presiden RI. Dan, inilah perjanjian yang membuat sebagian orang tergila-gila menebar uang untuk mendapatkan secuil dari harta ini yang kemudian dikenal sebagai “salah satu” harta Amanah Rakyat dan Bangsa Indonesia. Inilah perjanjian yang oleh masyarakat dunia sebagai Harta Abadi Ummat Manusia. Inilah kemudian yang menjadi sasaran kerja tim rahasia Soeharto menyiksa Soebandrio dkk agar buka mulut. Inilah perjanjian yang membuat Megawati ketika menjadi Presiden RI menagih janji ke Swiss tetapi tidak bisa juga. Padahal Megawati sudah menyampaikan bahwa ia adalah Presiden RI dan ia adalah Putri Bung Karno. Tetapi tetap tidak bisa. Inilah kemudian membuat SBY kemudian membentuk tim rahasia untuk melacak harta ini yang kemudian juga tetap mandul. Semua pihak repot dibuat oleh perjnajian ini. Perjanjian itu bernama “Green Hilton Memorial Agreement Geneva”. Akta termahal di dunia ini diteken oleh John F Kennedy selaku Presiden AS, Ir Soekarno selaku Presiden RI dan William Vouker yang mewakili Swiss. Perjanjian segitiga ini dilakukan di Hotel Hilton Geneva pada 14 November 1963 sebagai kelanjutan dari MOU yang dilakukan tahun 1961. Intinya adalah, Pemerintahan AS mengakui keberadaan emas batangan senilai lebih dari 57 ribu ton emas murni yang terdiri dari 17 paket emas dan pihak Indonesia menerima batangan emas itu menjadi kolateral bagi dunia keuangan AS yang operasionalisasinya dilakukan oleh Pemerintahan Swiss melalui United Bank of Switzerland (UBS). Pada dokumen lain yang tidak dipublikasi disebutkan, atas penggunaan kolateral tersebut AS harus membayar fee sebesar 2,5% setahun kepada Indonesia. Hanya saja, ketakutan akan muncul pemimpinan yang korup di Indonesia, maka pembayaran fee tersebut tidak bersifat terbuka. Artinya hak kewenangan pencairan fee tersebut tidak berada pada Presiden RI siapa pun, tetapi ada pada sistem perbankkan yang sudah dibuat sedemikian rupa, sehingga pencairannya bukan hal mudah, termasuk bagi Presiden AS sendiri. Account khusus ini dibuat untuk menampung aset tersebut yang hingga kini tidak ada yang tahu keberadaannya kecuali John F Kennedy dan Soekarno sendiri. Sayangnya sebelum Soekarno mangkat, ia belum sempat memberikan mandat pencairannya kepada siapa pun di tanah air. Malah jika ada yang mengaku bahwa dialah yang dipercaya Bung Karno untuk mencairkan harta, maka dijamin orang tersebut bohong, kecuali ada tanda-tanda khusus berupa dokumen penting yang tidak tahu siapa yang menyimpan hingga kini. Menurut sebuah sumber di Vatikan, ketika Presiden AS menyampaikan niat tersebut kepada Vatikan, Paus sempat bertanya apakah Indonesia telah menyetujuinya. Kabarnya, AS hanya memanfaatkan fakta MOU antara negara G-20 di Inggris dimana Presiden Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ikut menanda tangani suatu kesepakatan untuk memberikan otoritas kepada keuangan dunia IMF dan World Bank untuk mencari sumber pendanaan alternatif. Konon kabarnya, Vatikan berpesan agar Indonesia diberi bantuan. Mungkin bantuan IMF sebesar USD 2,7 milyar dalam fasilitas SDR (Special Drawing Rights) kepada Indonesia pertengahan tahun lalu merupakan realisasi dari kesepakatan ini, sehingga ada isyu yang berkembang bahwa bantuan tersebut tidak perlu dikembalikan. Oleh Bank Indonesia memang bantuan IMF sebesar itu dipergunakan untuk memperkuat cadangan devisa negara. Kalau benar itu, maka betapa nistanya rakyat Indonesia. Kalau benar itu terjadi betapa bodohnya Pemerintahan kita dalam masalah ini. Kalau ini benar terjadi betapa tak berdayanya bangsa ini, hanya kebagian USD 2,7 milyar. Padahal harta tersebut berharga ribuan trilyun dollar Amerika. Aset itu bukan aset gratis peninggalan sejarah, aset tersebut merupakan hasil kerja keras nenek moyang kita di era masa keemasan kerajaan di Indonesia. Asal Mula Perjanjian “Green Hilton Memorial Agreement” Setelah masa perang dunia berakhir, negara-negara timur dan barat yang terlibat perang mulai membangun kembali infrastrukturnya. Akan tetapi, dampak yang telah diberikan oleh perang tersebut bukan secara materi saja tetapi juga secara psikologis luar biasa besarnya. Pergolakan sosial dan keagamaan terjadi dimana-mana. Orang-orang ketakutan perang ini akan terjadi lagi. Pemerintah negara-negara barat yang banyak terlibat pada perang dunia berusaha menenangkan rakyatnya, dengan mengatakan bahwa rakyat akan segera memasuki era industri dan teknologi yang lebih baik. Para bankir Yahudi mengetahui bahwa negara-negara timur di Asia masih banyak menyimpan cadangan emas. Emas tersebut akan di jadikan sebagai kolateral untuk mencetak uang yang lebih banyak yang akan digunakan untuk mengembangkan industri serta menguasai teknologi. Karena teknologi Informasi sedang menanti di zaman akan datang. Sesepuh Mason yang bekerja di Federal Reserve (Bank Sentral di Amerika) bersama bankir-bankir dari Bank of International Settlements / BIS (Pusat Bank Sentral dari seluruh Bank Sentral di Dunia) mengunjungi Indonesia. Melalui pertemuan dengan Presiden Soekarno, mereka mengatakan bahwa atas nama kemanusiaan dan pencegahan terjadinya kembali perang dunia yang baru saja terjadi dan menghancurkan semua negara yang terlibat, setiap negara harus mencapai kesepakatan untuk mendayagunakan kolateral Emas yang dimiliki oleh setiap negara untuk program-program kemanusiaan. Dan semua negara menyetujui hal tersebut, termasuk Indonesia. Akhirnya terjadilah kesepakatan bahwa emas-emas milik negara-negara timur (Asia) akan diserahkan kepada Federal Reserve untuk dikelola dalam program-program kemanusiaan. Sebagai pertukarannya, negara-negara Asia tersebut menerima Obligasi dan Sertifikat Emas sebagai tanda kepemilikan. Beberapa negara yang terlibat diantaranya Indonesia, Cina dan Philippina. Pada masa itu, pengaruh Soekarno sebagai pemimpin dunia timur sangat besar, hingga Amerika merasa khawatir ketika Soekarno begitu dekat dengan Moskow dan Beijing yang notabene adalah musuh Amerika. Namun beberapa tahun kemudian, Soekarno mulai menyadari bahwa kesepakatan antara negara-negara timur dengan barat (Bankir-Bankir Yahudi dan lembaga keuangan dunia) tidak di jalankan sebagaimana mestinya. Soekarno mencium persekongkolan busuk yang dilakukan para Bankir Yahudi tersebut yang merupakan bagian dari Freemasonry. Tidak ada program-program kemanusiaan yang dijalankan mengunakan kolateral tersebut. Soekarno protes keras dan segera menyadari negara-negara timur telah di tipu oleh Bankir International. Akhirnya Pada tahun 1963, Soekarno membatalkan perjanjian dengan para Bankir Yahudi tersebut dan mengalihkan hak kelola emas-emas tersebut kepada Presiden Amerika Serikat John F.Kennedy (JFK). Ketika itu Amerika sedang terjerat utang besar-besaran setelah terlibat dalam perang dunia. Presiden JFK menginginkan negara mencetak uang tanpa utang. Karena kekuasaan dan tanggung jawab Federal Reserve bukan pada pemerintah Amerika melainkan di kuasai oleh swasta yang notabene nya bankir Yahudi. Jadi apabila pemerintah Amerika ingin mencetak uang, maka pemerintah harus meminjam kepada para bankir yahudi tersebut dengan bunga yang tinggi sebagai kolateral. Pemerintah Amerika kemudian melobi Presiden Soekarno agar emas-emas yang tadinya dijadikan kolateral oleh bankir Yahudi di alihkan ke Amerika. Presiden Kennedy bersedia meyakinkan Soekarno untuk membayar bunga 2,5% per tahun dari nilai emas yang digunakan dan mulai berlaku 2 tahun setelah perjanjian ditandatangani. Setelah dilakukan MOU sebagai tanda persetujuan, maka dibentuklah Green Hilton Memorial Agreement di Jenewa (Swiss) yang ditandatangani Soekarno dan John F.Kennedy. Melalui perjanjian itu pemerintah Amerika mengakui Emas batangan milik bangsa Indonesia sebesar lebih dari 57.000 ton dalam kemasan 17 Paket emas. Melalui perjanjian ini Soekarno sebagai pemegang mandat terpercaya akan melakukan reposisi terhadap kolateral emas tersebut, kemudian digunakan ke dalam sistem perbankan untuk menciptakan Fractional Reserve Banking terhadap dolar Amerika. Perjanjian ini difasilitasi oleh Threepartheid Gold Commision dan melalui perjanjian ini pula kekuasaan terhadap emas tersebut berpindah tangan ke pemerintah Amerika. Dari kesepakatan tersebut, dikeluarkanlah Executive Order bernomor 11110, di tandatangani oleh Presiden JFK yang memberi kuasa penuh kepada Departemen Keuangan untuk mengambil alih hak menerbitkan mata uang dari Federal Reserve. Apa yang pernah di lakukan oleh Franklin, Lincoln, dan beberapa presiden lainnya, agar Amerika terlepas dari belenggu sistem kredit bankir Yahudi juga diterapkan oleh presiden JFK. salah satu kuasa yang diberikan kepada Departemen keuangan adalah menerbitkan sertifikat uang perak atas koin perak sehingga pemerintah bisa menerbitkan dolar tanpa utang lagi kepada Bank Sentral (Federal Reserve) Tidak lama berselang setelah penandatanganan Green Hilton Memorial Agreement tersebut, presiden Kennedy di tembak mati oleh Lee Harvey Oswald. Setelah kematian Kennedy, tangan-tangan gelap bankir Yahudi memindahkan kolateral emas tersebut ke International Collateral Combined Accounts for Global Debt Facility di bawah pengawasan OITC (The Office of International Treasury Control) yang semuanya dikuasai oleh bankir Yahudi. Perjanjian itu juga tidak pernah efektif, hingga saat Soekarno ditumbangkan oleh gerakan Orde baru yang didalangi oleh CIA yang kemudian mengangkat Soeharto sebagai Presiden Republik Indonesia. Sampai pada saat Soekarno jatuh sakit dan tidak lagi mengurus aset-aset tersebut hingga meninggal dunia. Satu-satunya warisan yang ditinggalkan, yang berkaitan dengan Green Hilton Memorial Agreement tersebut adalah sebuah buku bersandi yang menyembunyikan ratusan akun dan sub-akun yang digunakan untuk menyimpan emas, yang terproteksi oleh sistem rahasia di Federal Reserve bernama The Black screen. Buku itu disebut Buku Maklumat atau The Book of codes. Buku tersebut banyak di buru oleh kalangan Lembaga Keuangan Dunia, Para sesepuh Mason, para petinggi politik Amerika dan Inteligen serta yang lainnya. Keberadaan buku tersebut mengancam eksistensi Lembaga keuangan barat yang berjaya selama ini. Sampai hari ini, tidak satu rupiah pun dari bunga dan nilai pokok aset tersebut dibayarkan pada rakyat Indonesia melalui pemerintah, sesuai perjanjian yang disepakati antara JFK dan Presiden Soekarno melalui Green Hilton Agreement. Padahal mereka telah menggunakan emas milik Indonesia sebagai kolateral dalam mencetak setiap dollar. Hal yang sama terjadi pada bangsa China dan Philipina. Karena itulah pada awal tahun 2000-an China mulai menggugat di pengadilan Distrik New York. Gugatan yang bernilai triliunan dollar Amerika Serikat ini telah mengguncang lembaga-lembaga keuangan di Amerika dan Eropa. Namun gugatan tersebut sudah lebih dari satu dasawarsa dan belum menunjukkan hasilnya. Memang gugatan tersebut tidaklah mudah, dibutuhkan kesabaran yang tinggi, karena bukan saja berhadapan dengan negara besar seperti Amerika. Akankah Pemerintah Indonesia mengikuti langkah pemerintah Cina yang menggugat atas hak-hak emas rakyat Indonesia yang bernilai Ribuan Trilyun Dollar… (bisa untuk membayar utang Indonesia dan membuat negri ini makmur dan sejahtera)?…
Filed in: EkonomiFreemasory dan ZionismeNewsPolitik
Iklan

7 comments on “Aset Nusantara yang dirampas Imperialis

  1. Saya coba cari buku tsb di Gramedia Yogyakarta. Tp rupanya belum masuk. Kapan mau masuk buku tsb ?

  2. RADAR-INDO.COM, JAKARTA – Soekarno, Presiden Republik Indonesia pertama disinyalir menyimpan kekayaan yang tidak terhitung jumlahnya. Upaya penelusuran tentang warisan harta tersebut terungkap dalam diskusi bedah buku bertema “Harta Amanah Soekarno” yang ditulis oleh Safari ANZ. Diskusi dan bedah buku yang diprakarsai oleh Phonix Publisher tersebut berlangsung di Universitas Paramadina, Jalan Gatot Subroto, Rabu (7/5).

    Diskusi dan bedah buku tersebut menghadirkan pembicara kawakan sekaligus jurnalis senior Kompas Budiarto Shambazy, Profesor DR. Asvi Warman Adam dari LIPI, Efendy Ghazali, Dosen Politik UI dan A.Rifai Hasan, Dosen Filsafat Universitas Paramadina.

    Dalam preambule yang disampaikannya, Budiarto lebih menekankan sebuah episode kemungkinan terjadinya penanda-tanganan dan Mutual of Understanding atau agreement yang terkait dengan isu harta Soekarno dengan JF.Kennedy semasa menjabat sebagai presiden Amerika. Kemungkinan ini lanjut Budiarto, bisa saja terjadi melihat hubungan keduanya yang sangat intens baik pada skala politis maupun personal.

    Permadi dengan dokumen “Harta Amanah Soekarno”
    Mengutif Azumardi Azra dalam pengantar buku tersebut, Asvi menilai bahwa Soekarno menjadi perspektif baru dalam keuangan internasional. Dalam angel yang berbeda, Asvi Warman Adam meragukan penandatanganan antara JF.Kennedy dengan Soekarno. Menurutnya pertemuan antara JF.Kennedy dengan Soekarno pada saat itu memang benar terjadi tetapi belum tentu untuk penandatanganan dokumen yang terkait dengan isu perbankan yang diungkapkan dalam buku “Harta Amanah Soekarno” itu.

    Asvi juga menyayangkan penulis yang tidak konsisten dalam penulisan ejaan di buku yang ditulisnya itu. Bahkan lanjut Asvi sang penulis minim dengan fakta yang disajikan terkait dengan sosok Schroder. Padahal, penulis adalah seorang jurnalis, lanjutnya. Pada paparan akhirnya, Asvi menegaskan bahwa warisan Soekarno yang pasti adalah Pancasila.

    Permadi yang hadir dalam kesempatan bedah buku ini sangat antusias memberikan support kepada penulis. Soekarno menurutnya adalah manusia dewa. Harta amanahnya nanti akan terkuak dan terbukti, mengalahkan Amerika, China dan Jepang.

    Permadi mengungkapkan sebagai tragedi terhadap dua tokoh besar Soekarno dan JF.Kennedy yang dibunuh oleh Yahudi. Soekarno menurutnya mewarisi harta King Solomon yang paling kaya di zamannya. Soekarno juga memiliki harta sumbangan dari para raja dan pengusaha untuk memakmurkan Indonesia. Bahkan Paus di Vatikan, karena optimis dengan Soekarno, bersedia membantunya dengan jumlah besar. Semua harta itu disimpan dengan baik dan sebentar lagi (tahun ini) akan terungkap dan Indonesia akan menjadi mercusuar dunia dengan lahirnya Mesiah atau Imam Mahdi yang menjadi Satria Piningit.

    Terbunuhnya dua tokoh penanda-tanganan Green Hilton menurutnya tidak lepas dari skenario Yahudi agar Amerika lepas dari hutang terhadap Soekarno.

    Sebelum mengakhiri paparannya, Permadi memperlihatkan bukti-bukti perbankan mengenai harta kekayaan Soekarno yang dapat dicairkan segera. Namun demikian, Efendy Ghazali, Dosen Politik UI masih fifty-fifty memberikan sebuah keyakinannya terhadap harta warisan Soekarno ini./F

    http://www.radar-indo.com/2014/05/bedah-buku-harta-amanah-soekarno-karya.html?m=1

  3. Semuga amirika mengakui harta bangsa indonesia.

  4. He..he..iya..ya ! sabar sedikit lagi ! di awal -awal abat ini Dunia akan tau.dah dekat sekali .

  5. sangat menarik isi buku ini dan keyakinan pak permadi tahun ini 2016 semua akan terkuak dan terbuka semoga menjadi kenyataan,,
    saya mencoba menarik benang merah bukan dari sisi dokumen2 yang ada bertebaran di sebagian masyarakat khususnya di sulawesi selatan mengenai harta amanah ini tapi dari sisi spiritual..
    saya mendapat kabar ada seorang berumur sekitar 34thn di daerah garut yg mengetahui letak bunker dan bagaimana mencairkan dana2 amanah tersebut, dan untuk menggunakan dana yg ada di bunker tersebut haruslah orang2 terpilih yg hatinya bersih..

    kemudian sy banyak mendengar kabar di tiap kabupaten di sulawesi bermunculannya peti2 yg isinya harta tapi belum bisa di pakai sebelum ada perintah dari komando (mgkin yg di garut) dimana penggunaan harta ini untuk ummat..

    selain itu ada komunikasi gaib yg pernah terjadi antara saya dan syech yusuf al makassari tajul khalwatiyah waliullah yg di kenal sebagai “orang yang selamat dunia dan akhirat” yg juga pahlawan nasional dan penyebar agama islam sampai ke negara afrika yg hidup pada tahun 1600an…

    beliau berpesan untuk umum bahwa dunia semakin goyah dan kita harus memperkuat pegangan iman kepada ALLAH SWT, harus mengenali ALLAH SWT sebelum kita mati.

    sedangkan pesan pribadinya khusus buat saya bahwa saya bersama beberapa orang akan pergi ke suatu tempat di mana tempat itu akan ada ujian yg sangat besar (sy berpikir ke daerah garut karena memang ada undangan untuk kesana) dan menurut beliau dari beberapa org yg pergi hanya sedikit yg akan pulang ke sulawesi…
    sekedar informasi saja sebelum banjir bandang terjadi di garut sy sudah dapat kabarnya 1 minggu sebelumnya,, kabar yg lain mengatakan di indonesia akan terjadi ledakan 5 gunung berapi dan selain itu tanpa menyebut lokasi katanya akan ada juga tsunami wallahu ‘alam…
    knp sy mengatakan menarik benang merahnya karena pengkabaran2 secara gaib ini sangat berhubungan dengan harta2 amanah ini..
    untuk indonesia cuma di bagi 2 wilayah antara barat (jawa) dan timur (sulawesi) jika di jawa ada prabu siliwangi maka di sulawesi ada syech yusuf al makassari di mana hampir seluruh raja2 di sulawesi adalah keturunan beliau.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Atlantis in the Java Sea

A scientific effort to match Plato’s narrative location for Atlantis

sembrani

bertukar ide, melampaui mimpi bersama

Nurul Wirda

0812-8267-9182

aawanto

The greatest WordPress.com site in all the land!

Covert Geopolitics

Beyond the Smoke & Mirrors

Catatan Harta Amanah Soekarno

as good as possible for as many as possible

Women Terrace

to say something that i never talk before

Kanzunqalam's Blog

AKAL tanpa WAHYU, akan berbuah, IMAN tanpa ILMU

Cahayapelangi

Cakrawala, menapaki kehidupan nusantara & dunia

religiku

hacking the religion

SANGKAN PARANING DUMADI

Just another WordPress.com site

WordPress.com

WordPress.com is the best place for your personal blog or business site.

%d blogger menyukai ini: