Tinggalkan komentar

Simbol Artefak Budaya Sunda

Raden Wiraatmadja

 

“Kita tidak dapat membangun masa depan tanpa mempertimbangkan akar. Karena akar itulah kekuatan kita. Hidup tanpa akar akan tumbang”. Masyarakat di Nusantara mempunyai akar budaya yang berbeda di wilayahnya masing-masing dan semua ini harus bersatu. Dan persatuan itu adalah perkawinan nilai-nilai. Sama saja seperti pada Kebudayaan Barat apabila sudah berbicara falsafah hidup mereka akan meghadirkan kembali pemikiran-pemikiran Aristoteles, Socrates, Plato, dll. yang hidup Sebelum Masehi.

Jacob Sumardjo mencoba menggali kembali akar budaya Sunda melalui struktur pantun dan memberitahukan kepada generasi masa kini nilai-nilai apa yang terkandung di dalamnya Apa yang dilakukan oleh Jakob Surnardjo adalah bukan saja wajar tetapi terpuji. Pengkajian yang bersemangat terhadap seni pantun Sunda rnernbuktikannya sebagai ilrnuwan sejati, yang bekerja tanpa pamrih eksternal, rnelainkan sernata-rnata keinginan tahu ilmiah terhadap sasaran yang dikaji.

Disarnping itu, pengkajian yang dilakukannya rnernperkuat pula sifat universal dari ilmu pengetahuan, dalarn arti bahwa apapun yang ditemukan dari suatu bidang dari kebudayaan apa pun, akan punya hubungan dengan hasil penelitian di bidang yang sama dari kebudayaan lain. bahwa apa yang ditemukannya dalam seni pantun Sunda akan ikut menjelaskan berbagai segi di bidang yang sarna di dalarn kebudayaan-kebudayaan suku lain, bahkan bangsa lain. (Saini K.M.) Penafsiran pantun selama ini dilakukan secara signifikan. Pemaknaan berdasarkan pengetahuan manusia zaman sekarang dan untuk kepentingan manusia sekarang. Kadang pemaknaan demikian itu berdasarkan pengetahuan filsafat Barat.

Di kalangan masyarakat Sunda, seni pantun merupakan jenis pertunjukan teater tutur yang memperlihatkan kemampuan bercerita dari “sang juru pantun” dengan diiringi kacapi pantun. Pagelarannya diselenggarakan sejak pukul 20.00 sampai menjelang subuh sekitar pukul 04.30. Ceritanya pada umumnya berkisar tentang lakon makhluk-makhluk suci atau keramat atau mempunyai hubungan dengan Raja dan putra-putra Raja Kerajaan Pajajaran. Beberapa cerita pantun, seperti Lutung Kasarung, Ciung Wanara, Mundinglaya, dan Nyi Sumur Bandung, dianggap sebagai keramat.Untuk memainkannya, banyak persyaratan yang harus dipenuhi, baik pada saat akan dimulai maupun menjelang akhir pagelaran dengan menyampaikan rajah.

Rajah artinya sama dengan jampi-jampi atau permohonan pagelaran berlangsung lancar, baik pada saat diselenggarakan maupun sesudahnya.  Dalam pantun Priangan biasanya rajah tidak panjang, namun terdapat sebuah frase yang akan diulang-ulang diseluruh pantun. Frase rajah itu berbunyi demikian: Bul kukus mendung kamanggungkamanggung neda papayungka dewata neda maafka pohaci neda sucikuring rek diajar ngidung nya ngidung carita pantunngahudang carita wayangnyilokakeun nyukcruk lakunyukcruk laku nu bahayumapay langkah nu baheula.Lutung tujuh nu ngabandungkadalapan keur di sorangbisina terus narutusbisini narajang alaspalias terus narutuspalias narajang alasda puguh ngaluring caturngembat papatah carita ti mendi papasinieun?Ti mana picaritaeun?Tetep mah ti kahiyanganDitandean cupu manikCupu manik astaginaDiwadahan sarattanganDituruban ku mandepunDiteundeun dijalan gedeDibuka kunu ngaliwatKu nu weruh disemunaKu nu terang dijaksanaKu nu rancage di hateDibuka patinghaleuangNu menta dilalakonkeun Dalam kajian Jakob Sumardjo tentang seni pantun Sunda, kita akan diajak memahami tentang cara berfikir dan cara suku Sunda lama memandang dunia. Karena suku-suku di Nusantara meiliki banyak persamaan sejarah dan kebudayaan, niscaya pengetahuan tentang salah satu sisi suku Sunda ini akan pula menjelaskan tentang sisi tertentu dari suku-suku di Indonesia.

  

  •  
    You and Prabu Iman Sitompul like this.
  •  
    Raden Wiraatmadja “Kita tidak dapat membangun masa depan tanpa mempertimbangkan akar. Karena akar itulah kekuatan kita. Hidup tanpa akar akan tumbang”. 
    Masyarakat di Nusantara mempunyai akar budaya yang berbeda di wilayahnya masing-masing dan semua ini harus bersatu. Dan persatuan itu adalah perkawinan nilai-nilai. Sama saja seperti pada Kebudayaan Barat apabila sudah berbicara falsafah hidup mereka akan meghadirkan kembali pemikiran-pemikiran Aristoteles, Socrates, Plato, dll. yang hidup Sebelum Masehi.
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Atlantis in the Java Sea

A scientific effort to match Plato’s narrative location for Atlantis

sembrani

bertukar ide, melampaui mimpi bersama

Nurul Wirda

Semerbak Mawar yang dengan senang hati memancarkan Cahayanya

aawanto

The greatest WordPress.com site in all the land!

Covert Geopolitics

Beyond the Smoke & Mirrors

Catatan Harta Amanah Soekarno

as good as possible for as many as possible

Women Terrace

to say something that i never talk before

Kanzunqalam's Blog

AKAL tanpa WAHYU, akan berbuah, IMAN tanpa ILMU

Cahayapelangi

Cakrawala, menapaki kehidupan nusantara & dunia

religiku

hacking the religion

SANGKAN PARANING DUMADI

Just another WordPress.com site

WordPress.com

WordPress.com is the best place for your personal blog or business site.

%d blogger menyukai ini: