9 Komentar

Prabu Jaya Baya Pernah Tafakur ke Gunung Padang Cianjur

Prabu Jayabaya tercatat di manuskrip kuno pernah mampir ke
Piramida Gunung Padang cianjur jabar

by Mbah Subowo bin Sukaris

12592-1467187_10152195217262354_660008389_nGunung Padang yang berada di Cianjur, Jabar, masih penuh diliputi misteri. Sebagian pakar ilmiah berpendapat bahwa usia situs itu pada antara 3000 s/d 11000 Sebelum Masehi, atau usianya hingga saat ini di antara 5000 tahun hingga 13000 tahun yang silam.

Gunung Padang hingga awal abad keduapuluh satu ini masih menyimpan peninggalan masa silam yang luar biasa, dan situs itu pun rupanya tidak luput dari perhatian Raja Kediri Sri Aji Jayabaya yang memerintah Kediri pada abad keduabelas masehi atau sembilan abad yang silam.
Sebagai bukti mengenai hal di atas dapat dijumpai pada naskah Kitab Musarar Jayabaya.

Tan adangu nulya prapti, Apan

ta lajeng binekta,

Mring kang rama ing lampahe,

Minggah dhateng ardi Padhang,

Kang putra lan keng rama,

Sakpraptanira ing gunung,

Minggah samdyaning arga.

(Kitab Musarar, Asmarandana bait 12)

Prabu Jayabaya memanggil seorang putranya, setelah sang putra menghadap, sang prabu bertitah kepada putranya dan mengajak menempuh perjalanan jauh ke Gunung Padang. Tiba-tiba di istana kerajaan terjadi kesibukan luar biasa. Selanjutnya tidak berapa lama serombongan besar dari istana Kediri berangkat menuju Gunung Padang di Jawa Kulon.

Setibanya Gunung Padang beberapa hari kemudian ayah dan putra itu selanjutnya berdua saja mulai mendaki ke gunung itu.

Perjalanan dari Kediri menuju Gunung Padang ditempuh Raja Jayabaya melalui jalur laut. Kapal Angkatan Laut kerajaan kediri mancal dari Ujung Galuh dan mengarungi Laut Jawa kemudian mendarat di sekitar Cimalaya dan selanjutnya rombongan

kerajaan menempuh perjalanan darat lurus ke Selatan.

Gunung Padang di Cianjur pada abad keduabelas masehi keadaannya masih cukup baik dari luar tampak sebagai  bangunan yang luar biasa rapi bentuknya seperti satu sisi piramida di Mesir. Bedanya di bagian dalam piramida Gunung Padang adalah sebuah bukit alami. Selanjutnya gunung itu dilapisi melingkar dengan balok batu alam sehingga di satu sisi gunung tampak sebagai  penampang satu sisi sebuah piramida raksasa. Sementara di sisi lain dibiarkan alami seperti sediakala dan menjadi hutan

belantara yang setiap waktu akan merambat menutupi bangunan itu.

Prabu Jayabaya sejak tetirah di Gunung Padang itu setibanya kembali di pusat kerajaan Kediri beliau langsung saja memerintahkan untuk mendirikan goa Selomangleng yang merupakan replika mini dari situs Gunung Padang, keduanya sama terbuat dari batu alami. Mengapa Goa Selomangleng tidak ambruk selama hampir seribu tahun dibandingkan situs Gunung Padang yang seribu tahun yang silam masih kokoh berdiri seperti yang disaksikan oleh Jayabaya bersama sang putranya? Jawabannya ialah Piramida Gunung Padang tidak mendapat perawatan semestinya, hal itu terjadi mengingat lokasinya yang berada di tengah hutan belantara dan di daerah yang rawan bencana alam (gempa bumi) dan juga tertutup hutan lebat pada akhirnya merusak struktur bangunan tersebut.

Bandingkan dengan piramida di Mesir yang berada di tengah padang pasir tentu tidak mendapat gangguan apapun selain cuaca dan sinar matahari. Goa Selomangleng yang terbuat dari batu besar ungkul walau berada di tengah hutan lebat selama ribuan tahun tidak menjadi rusak karena adanya perawatan teratur dari kerajaan Kediri yang jaraknya hanya sepelemparan batu antara goa Selomangleng dan istana Kediri.

______

Gunung Padang, Gunung yang terang benderang.

1920473_10201720312188958_834802114_n

9 comments on “Prabu Jaya Baya Pernah Tafakur ke Gunung Padang Cianjur

  1. Artikel ngawur!!! Dahulu orang Jawa kan beragama Hindu bukan beragama Sunda.

    • Bung Waluyo anda berkata begitu, apakah anda pernah hidup di jaman Pageran Jaya Baya sehingga anda merasa pasti seperti itu ?

      Kalo tulisan ini benar mudah2an menambah pengetahuan kalo salah ya anggap saja mendengarkan dongeng sebelum bobo. gitu aja kok repot

  2. Bukannya Kepercayaan Jawa Kejawen,! Jadi Yang Bener Yang Mana Nih……???

  3. Sunda = Karuhun of Jawa

    Prabu Siliwangi = The Grandfather of Raden Wijaya

    Raden Wijaya = Pendiri Majapahit

  4. Jawa terkesan gk ikhlas peradaban terhebat di dunia adanya di negeri Sunda.

  5. tidak harus hidup di jaman prabu jayabaya
    untuk membuktikan
    sejarah yang ada karena leluhur leluhur kita
    sudah menulis & mencatat
    riwayat penguasa jaman dahulu diatas ukiran batu
    berupa prasasti. dari prasasti peninggalan kerajaan kediri disitu sudah terlihat beliau pemuja dewa apa?
    & di kitab musasar juga jelas beliau ini termasuk
    titisan dewa apa?
    soal situs gunung padang itu di jaman pajajaran
    merupakan situs keagamaan dari agama mayoritas
    hindu budha. sunda wiwitan
    sebagai agama terbesar di pajajaran
    kalo prabu jayabaya ke gunung padang
    beliau pasti sebagai umat hindu
    karena beliau dari pedalaman jawa
    & sebagai putra jawa

    soal mengenai kedatangan beliau ke gunung padang bisa jadi sebagai bentuk kebesaran raja dari kediri
    & sekaligus berserah diri pada yang kuasa
    dahulu pajajaran dan kediri adalah 2 kerajaan
    terhebat di pulau jawa hanya saja kediri tak berumur
    lama, karena digantikan singasari lalu majapahit

  6. Situs gunung padang dibangun 13000 th yg lalu..,mn ada hubunganya sama siliwangi atau jaya baya..,aneh ente

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

sembrani

bertukar ide, melampaui mimpi bersama

Nurul Wirda

Semerbak Mawar yang dengan senang hati memancarkan Cahayanya

aawanto

The greatest WordPress.com site in all the land!

Covert Geopolitics

Beyond the Smoke & Mirrors

Catatan Harta Amanah Soekarno

as good as possible for as many as possible

Women Terrace

to say something that i never talk before

Kanzunqalam's Blog

AKAL tanpa WAHYU, akan berbuah, IMAN tanpa ILMU

Cahayapelangi

Cakrawala, menapaki kehidupan nusantara & dunia

religiku

hacking the religion

SANGKAN PARANING DUMADI

Just another WordPress.com site

WordPress.com

WordPress.com is the best place for your personal blog or business site.

%d blogger menyukai ini: