4 Komentar

MISTERI LELUHUR BANGSA SUNDA-JAWA

MISTERI LELUHUR BANGSA JAWA

<img class=”alignleft” alt=”Photo: MISTERI LELUHUR BANGSA JAWA

Di dalam Mitologi Jawa diceritakan bahwa salah satu leluhur Bangsa Sunda (Jawa) adalah Batara Brahma atau Sri Maharaja Sunda, yang bermukim di Gunung Mahera.

Selain itu, nama Batara Brahma, juga terdapat di dalam Silsilah Babad Tanah Jawi. Di dalam Silsilah itu, bermula dari Nabi Adam yang berputera Nabi Syits, kemudian Nabi Syits menurunkan Sang Hyang Nur Cahya, yang menurunkanSang Hyang Nur Rasa. Sang Hyang Nur Rasa kemudian menurunkan Sang Hyang Wenang, yang menurunkan Sang Hyang Tunggal. Dan Sang Hyang Tunggal, kemudian menurunkan Batara Guru, yang menurunkan Batara Brahma.

Berdasarkan pemahaman dari naskah-naskah kuno bangsa Jawa, Batara Brahma merupakan leluhur dari raja-raja di tanah Jawa.

Bani Jawi Keturunan Nabi Ibrahim (Batara Brahma ?)

Di dalam Kitab ‘al-Kamil fi al-Tarikh‘ tulisan Ibnu Athir, menyatakan bahwa Bani Jawi (yang di dalamnya termasuk Bangsa Sunda, Jawa, Melayu Sumatera, Bugis… dsb), adalah keturunan Nabi Ibrahim.

Bani Jawi sebagai keturunan Nabi Ibrahim, semakin nyata, ketika baru-baru ini, dari penelitian seorang Profesor Universiti Kebangsaaan Malaysia (UKM), diperoleh data bahwa, di dalam darah DNA Melayu, terdapat 27% Variant Mediterranaen (merupakan DNA bangsa-bangsa EURO-Semitik).

Variant Mediterranaen sendiri terdapat juga di dalam DNA keturunan Nabi Ibrahim yang lain, seperti pada bangsa Arab dan Bani Israil.

Sekilas dari beberapa pernyataan di atas, sepertinya terdapat perbedaan yang sangat mendasar. Akan tetapi, setelah melalui penyelusuran yang lebih mendalam, diperoleh fakta, bahwa Brahma yang terdapat di dalam Mitologi Jawa indentik dengan Nabi Ibrahim.

Brahma adalah Nabi Ibrahim

Mitos atau Legenda, terkadang merupakan peristiwa sejarah. Akan tetapi, peristiwa tersebut menjadi kabur, ketika kejadiannya dilebih-lebihkan dari kenyataan yang ada.

Mitos Brahma sebagai leluhur bangsa-bangsa di Nusantara, boleh jadi merupakan peristiwa sejarah, yakni mengenai kedatangan Nabi Ibrahim untuk berdakwah, di mana kemudian beliau beristeri Siti Qanturah (Qatura/Keturah), yang kelak akan menjadi leluhur Bani Jawi (Melayu Deutro).

Dan kita telah sama pahami bahwa, Nabi Ibrahim berasal dari bangsa ‘Ibriyah, kata ‘Ibriyah berasal dari ‘ain, ba, ra atau ‘abara yang berarti menyeberang. Nama Ibra-him (alif ba ra-ha ya mim), merupakan asal dari nama Brahma (ba ra-ha mim).

Beberapa fakta yang menunjukkan bahwa Brahma yang terdapat di dalam Mitologi Jawa adalah Nabi Ibrahim, di antaranya :

1. Nabi Ibrahim memiliki isteri bernama Sara, sementara Brahma pasangannya bernama Saraswati.

2. Nabi Ibrahim hampir mengorbankan anak sulungnya yang bernama Ismail, sementara Brahma terhadap anak sulungnya yang bernama Atharva (dari buku Muhammad in Parsi, Hindoo and Buddhist, tulisan A.H. Vidyarthi dan U. Ali)…

3.Brahma adalah perlambang pembawa ajaran Monotheisme, yaitu keyakinan kepada Tuhan Yang Esa (Brahman), sementara Nabi Ibrahim adalah Rasul yang mengajarkan ke-ESA-an ALLAH.

Ajaran Monotheisme di dalam Kitab Veda, antara lain :

Yajurveda Ch. 32, V. 3 menyatakan bahwa tidak ada rupa bagi Tuhan, Dia tidak pernah dilahirkan, Dia yang berhak disembah

Yajurveda Ch. 40, V. 8 menyatakan bahwa Tuhan tidak berbentuk dan dia suci

Atharvaveda Bk. 20, Hymn 58 V. 3 menyatakan bahwa sungguh Tuhan itu Maha Besar

Yajurveda Ch. 32, V. 3, menyatakan bahwa tidak ada rupa bagi Tuhan

Rigveda Bk. 1, Hymn 1,  V. 1, menyebutkan: kami tidak menyembah kecuali Tuhan Yang Satu

Rigveda Bk. 6, Hymn 45, V. 6, menyebutkan “sembahlah Dia saja, Tuhan yang sesungguhnya”

Dalam Brahama Sutra disebutkan: “Hanya ada satu Tuhan, tidak ada yang kedua. Tuhan tidak berbilang sama sekali”.

Sumber :

http://rkhblog.wordpress.com /2007/09/10/hindu-dan-islam- ternyata-sama/

Ajaran Monotheisme di dalam Veda, pada mulanya berasal dari Brahma (Nabi Ibrahim). Jadi makna awal dari Brahma bukanlah Pencipta, melainkan pembawa ajaran dari yang Maha Pencipta.

4.Nabi Ibrahim mendirikan Baitullah (Ka’bah) di Bakkah (Makkah), sementara Brahma membangun rumah Tuhan, agar Tuhan diingat di sana (dari buku Muhammad in Parsi, Hindoo and Buddhist, karya A.H. Vidyarthi dan U. Ali).

Bahkan secara rinci, kitab Veda menceritakan tentang bangunan tersebut :

Tempat kediaman malaikat ini, mempunyai delapan putaran dan sembilan pintu… (Atharva Veda 10:2:31)

Kitab Veda memberi gambaran sebenarnya tentang Ka’bah yang didirikan Nabi Ibrahim.

Makna delapan putaran adalah delapan garis alami yang mengitari wilayah Bakkah, di antara perbukitan, yaitu Jabl Khalij, Jabl Kaikan, Jabl Hindi, Jabl Lala, Jabl Kada, Jabl Hadida, Jabl Abi Qabes dan Jabl Umar.

Sementara sembilan pintu terdiri dari: Bab Ibrahim, Bab al-Vida, Bab al-Safa, Bab Ali, Bab Abbas, Bab al-Nabi, Bab al-Salam, Bab-al Ziarat dan Bab al-Haram.

Monotheisme Ibrahim

Peninggalan Nabi Ibrahim, sebagai Rasul pembawa ajaran Monotheisme, jejaknya masih dapat terlihat pada keyakinan suku Jawa, yang merupakan suku terbesar dari Bani Jawi.

Suku Jawa sudah sejak dahulu mereka menganut monotheisme, seperti keyakinan adanya Sang Hyang Widhi atau Sangkan Paraning Dumadi, dalam agama/kepercayaan Kejawen-Kapitayan.

Selain suku Jawa, pemahaman monotheisme juga terdapat di dalam masyarakatSunda Kuno. Hal ini bisa kita jumpai pada Keyakinan Sunda Wiwitan. Mereka meyakini adanya ‘Allah Yang Maha Kuasa‘, yang dilambangkan dengan ucapan bahasa ‘Nu Ngersakeun‘ atau disebut juga ‘Sang Hyang Keresa‘.

Dengan demikian, adalah sangat wajar jika kemudian mayoritas Bani Jawi (khususnya masyarakat Jawa) menerima Islam sebagai keyakinannya. Karena padaha kekatnya, Islam adalah penyempurna dari ajaran Monotheisme (Tauhid) yang di bawa oleh leluhurnya: Nabi Ibrahim.

Waullahua’lam bishowaab. . . . !

Sumber :

Forum Kaskus” src=” https://fbcdn-sphotos-a-a.akamaihd.net/hphotos-ak-prn2/t1/1622740_513366672113431_1920950614_n.jpg” />

 

4 comments on “MISTERI LELUHUR BANGSA SUNDA-JAWA

  1. sabbaha lillahimaafissamaawaati wamaafil ardhi wahhuwal azizulhakim,artinya telah tasbih kepada allah apa apa yang ada di langit dan apa apa yang ada di bumi sesungguhnya allah maha kuasa lagi maha bijaksana………..ada sesiapa yang memahami ayat ini berkaitan tasbihnya semua makhluq allah yang ada dilangit dan di bumi……al qu ran, ash-shaf ayat 1

  2. pada awal permulaan kejadian manusia dari nabi adam alaihissalam dan kejadian siti hawa berasal dari tulang rusuk nabi adam alaihissalam,seterus nya nabi adam belum mempunyai anak ,maka iblis memberi amanah kepada nabi adam dan siti hawa untuk menjaga anak iblis yang dikira susah dikawal sebentar lari sebentar hilang pergi sesuka hati………tidak bagitahu nabi adam dan siti hawa kemana mereka anak iblis ini mau pergi…………..bila iblis datang di tanya mana anak mereka ……nabi adam dan siti hawa …..memberitahu yang anak iblis sudah hilang ….maka iblis menyalahkan nabi adam dan siti hawa…..sebab anak iblis yang di amanahkan kepada nabi adam dan siti hawa untuk menjaga mereka sudah hilang…….maka kejadian ini selalu ber ulang ……pada kesudahan nya ……nabi adam dan siti hawa sepakat ……untuk membunuh ….anak iblis yang dalam jagaan mereka …….maka nabi adam dan siti hawa membunuh dan memotong anak iblis yang dalam jagaan mereka ….seterusnya anak iblis ini ………..dimasak ….serta nabi adam dan siti hawa makan anak iblis ini ……..bila iblis datang bertanyakan …….dimana anak mereka ………nabi adam langsung memberitahu pada iblis ……….yang anak sudah dibunuh dan di masak dan nabi adam serta siti hawa ………..telah memakan anak iblis tersebut………..maka iblis tidak marah…tapi sangat suka…………yang rancangannya sudah berhasil…..sabab tujuan asalnya iblis ……….memberi amanah kepada nabi adam dan siti hawa untuk ..menjaga anak nya itu………….agar dimakan oleh kedua nenek moyang ukat manusia itu……..itulah sebabnya iblis tersangat sukanya dengan kejadian itu……….itulah tersebut di dalam satu hadis dari rasulullah s.a.w .yang setan itu ………..berjalan didalam tempat jalannya darah manusia………..

  3. Jawa adalah sebuah pulau di Indonesia dengan penduduk 136 juta, pulau ini merupakan pulau berpenduduk terpadat di dunia dan merupakan salah satu wilayah berpenduduk terpadat di dunia. Pulau ini dihuni oleh 60% penduduk Indonesia. Ibu kota Indonesia, Jakarta, terletak di Jawa bagian barat. Banyak sejarah Indonesia berlangsung di pulau ini. Jawa dahulu merupakan pusat dari beberapa kerajaan Hindu-Buddha, kesultanan Islam, pemerintahan kolonial Hindia-Belanda, serta pusat pergerakan kemerdekaan Indonesia. Pulau ini berdampak sangat besar terhadap kehidupan sosial, politik, dan ekonomi Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

sembrani

bertukar ide, melampaui mimpi bersama

Nurul Wirda

Semerbak Mawar yang dengan senang hati memancarkan Cahayanya

aawanto

The greatest WordPress.com site in all the land!

Covert Geopolitics

Beyond the Smoke & Mirrors

Catatan Harta Amanah Soekarno

as good as possible for as many as possible

Women Terrace

to say something that i never talk before

Kanzunqalam's Blog

AKAL tanpa WAHYU, akan berbuah, IMAN tanpa ILMU

Cahayapelangi

Cakrawala, menapaki kehidupan nusantara & dunia

religiku

hacking the religion

SANGKAN PARANING DUMADI

Just another WordPress.com site

WordPress.com

WordPress.com is the best place for your personal blog or business site.

%d blogger menyukai ini: