3 Komentar

Percikan Puzzle Sejarah Cirebon dan Syekh Siti Jenar

Viddy Daery with Mas Hendrajit and 23 others
Ki Danusela, akuwu Cirebon yang menjadi ayah angkat San Ali alias Abdul Jalil alias Syeh Siti Jenar nantinya–adalah keturunan Prabu Kertawijaya dari Majapahit. Ia menikah dengan Ratu Inten Dewi, putri Prabu Surawisesa Raja Pakuan, yang merupakan keturunan Maharaja Linggabuana yang gugur di Perang Bubat di Babat , Lamongan sekarang.
Dalam menjalankan pemerintahan, Ki Danusela diasisteni Ki Samadullah atau Raden Walangsungsang yang beragama Islam. Ki Samadullah atau Raden Walangsungsang adalah cucu Maharaja Pakuan Pajajaran Sri Baduga Maharaja, atau Prabu Dewaniskala ketika masih menjadi Raja di Galuh.
Nama ayah Ki Samadullah adalah Raden Pemanah rasa, ibunya bernama Nyi Subanglarang, puteri Ki Gede ing Tapa, Mangkubumi Singapura ( daerah dekat Karawang ), adik dari Prabu Anggalarang.
Perkawinan Raden Pemanah Rasa dengan Nyi Subanglarang, menghasilkan tiga anak, yaitu Raden Walangsungsang alias Ki Samadullah, Nyi Rara santang dan Raden Sengara alias KIAN SANTANG.
Ki Samadul

lah atau Raden Walangsungsang yang beragama Islam. Ki Samadullah atau Raden Walangsungsang adalah cucu Maharaja Pakuan Pajajaran Sri Baduga Maharaja, atau Prabu Dewaniskala ketika masih menjadi Raja di Galuh.
Nama ayah Ki Samadullah adalah Raden Pemanah rasa, ibunya bernama Nyi Subanglarang, puteri Ki Gede ing Tapa, Mangkubumi Singapura ( daerah dekat Karawang ), adik dari Prabu Anggalarang.
Perkawinan Raden Pemanah Rasa dengan Nyi Subanglarang, menghasilkan tiga anak, yaitu Raden Walangsungsang alias Ki Samadullah, Nyi Rara santang dan Raden Sengara alias KIAN SANTANG.
Ki Samadullah alias Raden Walangsungsang alias Pangeran Cakrabuana adalah keturunan Pajajaran. Putera dari putra pertama ( cucu ) Sri Baduga Maharaja Prabu Siliwangi dari istrinya yang pertama ( permaisuri ) bernama Nyi Subanglarang (puteri Ki Gedeng Tapa). Raden Walangsungsang mempunyai dua orang saudara seibu, yaitu Nyai Rara Santang dan Raden Kian Santang.

Ki Danusela, akuwu Cirebon yang menjadi ayah angkat San Ali alias Abdul Jalil alias Syeh Siti Jenar nantinya--adalah keturunan Prabu Kertawijaya dari Majapahit. Ia menikah dengan Ratu Inten Dewi, putri Prabu Surawisesa Raja Pakuan, yang merupakan keturunan Maharaja Linggabuana yang gugur di Perang Bubat di Babat , Lamongan sekarang.<br /><br /><br /><br />
Dalam menjalankan pemerintahan, Ki Danusela diasisteni Ki Samadullah atau Raden Walangsungsang yang beragama Islam. Ki Samadullah atau Raden Walangsungsang adalah cucu Maharaja Pakuan Pajajaran Sri Baduga Maharaja, atau Prabu Dewaniskala ketika masih menjadi Raja di Galuh.<br /><br /><br /><br />
Nama ayah Ki Samadullah adalah Raden Pemanah rasa, ibunya bernama Nyi Subanglarang, puteri Ki Gede ing Tapa, Mangkubumi Singapura ( daerah dekat Karawang ), adik dari Prabu Anggalarang.<br /><br /><br /><br />
Perkawinan Raden Pemanah Rasa dengan Nyi Subanglarang, menghasilkan tiga anak, yaitu Raden Walangsungsang alias Ki Samadullah, Nyi Rara santang dan Raden Sengara alias KIAN SANTANG.<br /><br /><br /><br />
Ki Samadullah alias Raden Walangsungsang alias Pangeran Cakrabuana adalah keturunan Pajajaran. Putera dari putra pertama ( cucu ) Sri Baduga Maharaja Prabu Siliwangi dari istrinya yang pertama ( permaisuri ) bernama Nyi Subanglarang (puteri Ki Gedeng Tapa). Raden Walangsungsang mempunyai dua orang saudara seibu, yaitu Nyai Rara Santang dan Raden Kian Santang.<br /><br /><br /><br />
Sebagai anak sulung dan laki-laki ia tidak mendapatkan haknya sebagai putera mahkota Pakuan Pajajaran. Hal ini disebabkan oleh karena ia memeluk agama Islam (diturunkan oleh Nyi Subanglarang - ibunya), sementara saat itu (abad 16) ajaran agama mayoritas di Pajajaran adalah Sunda Wiwitan (agama leluhur orang Sunda) , sebuah agama Nusantara purba--tapi sejarawan Barat mengelirukannya dengan menyebut Hindu-Budha. Posisinya digantikan oleh adiknya, Prabu Surawisesa, anak laki-laki Prabu Siliwangi dari istrinya yang kedua Nyai Cantring Manikmayang.<br /><br /><br /><br />
( Tapi dalam novel SSJ-disebut bahwa Raden Walangsungsang kehilangan hak karena Ibunya meninggal ).<br /><br /><br /><br />
Ketika kakeknya Ki Gedeng Tapa yang penguasa pesisir utara Jawa ( Singapura-dekat Krawang ) meninggal, Walangsungsang tidak meneruskan kedudukan kakeknya, melainkan lalu menjadi asisten Ki Danusela, adik dari mertuanya--Ki Gedeng Danuwarsih, kemudian nantinya setelah mandiri, mendirikan istana Pakungwati dan membentuk pemerintahan di Cirebon. Dengan demikian, yang dianggap sebagai pendiri pertama Kesultanan Cirebon adalah Walangsungsang atau Pangeran Cakrabuana. Pangeran Cakrabuana, yang usai menunaikan ibadah haji kemudian disebut Haji Abdullah Iman, atau Ki Samadullah menurut lidah rakyat--tampil sebagai "raja" Cirebon pertama yang memerintah dari keraton Pakungwati dan aktif menyebarkan agama Islam kepada penduduk Cirebon...

Sebagai anak sulung dan laki-laki ia tidak mendapatkan haknya sebagai putera mahkota Pakuan Pajajaran. Hal ini disebabkan oleh karena ia memeluk agama Islam (diturunkan oleh Nyi Subanglarang – ibunya), sementara saat itu (abad 16) ajaran agama mayoritas di Pajajaran adalah Sunda Wiwitan (agama leluhur orang Sunda) , sebuah agama Nusantara purba–tapi sejarawan Barat mengelirukannya dengan menyebut Hindu-Budha. Posisinya digantikan oleh adiknya, Prabu Surawisesa, anak laki-laki Prabu Siliwangi dari istrinya yang kedua Nyai Cantring Manikmayang.

( Tapi dalam novel SSJ-disebut bahwa Raden Walangsungsang kehilangan hak karena Ibunya meninggal ).
Ketika kakeknya Ki Gedeng Tapa yang penguasa pesisir utara Jawa ( Singapura-dekat Krawang ) meninggal, Walangsungsang tidak meneruskan kedudukan kakeknya, melainkan lalu menjadi asisten Ki Danusela, adik dari mertuanya–Ki Gedeng Danuwarsih, kemudian nantinya setelah mandiri, mendirikan istana Pakungwati dan membentuk pemerintahan di Cirebon. Dengan demikian, yang dianggap sebagai pendiri pertama Kesultanan Cirebon adalah Walangsungsang atau Pangeran Cakrabuana. Pangeran Cakrabuana, yang usai menunaikan ibadah haji kemudian disebut Haji Abdullah Iman, atau Ki Samadullah menurut lidah rakyat–tampil sebagai “raja” Cirebon pertama yang memerintah dari keraton Pakungwati dan aktif menyebarkan agama Islam kepada penduduk Cirebon…
  • You, Viddy DaeryChin Chin Alfausta and 11 others like this.
  • Viddy Daery Ki Danusela, akuwu Cirebon yang menjadi ayah angkat San Ali alias Abdul Jalil alias Syeh Siti Jenar nantinya–adalah keturunan Prabu Kertawijaya dari Majapahit. Ia menikah dengan Ratu Inten Dewi, putri Prabu Surawisesa Raja Pakuan, yang merupakan keturunan Maharaja Linggabuana yang gugur di Perang Bubat di Babat , Lamongan sekarang.
    Dalam menjalankan pemerintahan, Ki Danusela diasisteni Ki Samadullah atau Raden Walangsungsang yang beragama Islam. Ki Samadullah atau Raden Walangsungsang adalah cucu Maharaja Pakuan Pajajaran Sri Baduga Maharaja, atau Prabu Dewaniskala ketika masih menjadi Raja di Galuh.
    Nama ayah Ki Samadullah adalah Raden Pemanah rasa, ibunya bernama Nyi Subanglarang, puteri Ki Gede ing Tapa, Mangkubumi Singapura ( daerah dekat Karawang ), adik dari Prabu Anggalarang.
    Perkawinan Raden Pemanah Rasa dengan Nyi Subanglarang, menghasilkan tiga anak, yaitu Raden Walangsungsang alias Ki Samadullah, Nyi Rara santang dan Raden Sengara alias KIAN SANTANG.
    Ki Samadullah alias Raden Walangsungsang alias Pangeran Cakrabuana adalah keturunan Pajajaran. Putera dari putra pertama ( cucu ) Sri Baduga Maharaja Prabu Siliwangi dari istrinya yang pertama ( permaisuri ) bernama Nyi Subanglarang (puteri Ki Gedeng Tapa). Raden Walangsungsang mempunyai dua orang saudara seibu, yaitu Nyai Rara Santang dan Raden Kian Santang.
    Sebagai anak sulung dan laki-laki ia tidak mendapatkan haknya sebagai putera mahkota Pakuan Pajajaran. Hal ini disebabkan oleh karena ia memeluk agama Islam (diturunkan oleh Nyi Subanglarang – ibunya), sementara saat itu (abad 16) ajaran agama mayoritas di Pajajaran adalah Sunda Wiwitan (agama leluhur orang Sunda) , sebuah agama Nusantara purba–tapi sejarawan Barat mengelirukannya dengan menyebut Hindu-Budha. Posisinya digantikan oleh adiknya, Prabu Surawisesa, anak laki-laki Prabu Siliwangi dari istrinya yang kedua Nyai Cantring Manikmayang.
    ( Tapi dalam novel SSJ-disebut bahwa Raden Walangsungsang kehilangan hak karena Ibunya meninggal ).
    Ketika kakeknya Ki Gedeng Tapa yang penguasa pesisir utara Jawa ( Singapura-dekat Krawang ) meninggal, Walangsungsang tidak meneruskan kedudukan kakeknya, melainkan lalu menjadi asisten Ki Danusela, adik dari mertuanya–Ki Gedeng Danuwarsih, kemudian nantinya setelah mandiri, mendirikan istana Pakungwati dan membentuk pemerintahan di Cirebon. Dengan demikian, yang dianggap sebagai pendiri pertama Kesultanan Cirebon adalah Walangsungsang atau Pangeran Cakrabuana. Pangeran Cakrabuana, yang usai menunaikan ibadah haji kemudian disebut Haji Abdullah Iman, atau Ki Samadullah menurut lidah rakyat–tampil sebagai “raja” Cirebon pertama yang memerintah dari keraton Pakungwati dan aktif menyebarkan agama Islam kepada penduduk Cirebon…
  • Abdul Harris Prawira Dilaga Love this share, thank you.
  • Viddy Daery terimakasih kiriman jempol pagi dan komen hangat dari para sahabat dahsyatku !!!!
  • Sumuliyanto Syumul Tak like ae sik  @ku asline pingin weruh / ngerti dewe cerito ndunyo iki termasuk SSJ / lemah Abang sing ono nang tulisan kulit wedos iku bung
    26 minutes ago via mobile · Unlike · 2

3 comments on “Percikan Puzzle Sejarah Cirebon dan Syekh Siti Jenar

  1. Terima kasih atas informasinya, sangat membantu menambah wawasan saya. Kunjungi juga website saya ya di http://cirebonan.org/

  2. […] Percikan puzzle sejarah cirebon dan syekh siti jenar […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

sembrani

bertukar ide, melampaui mimpi bersama

Nurul Wirda

Semerbak Mawar yang dengan senang hati memancarkan Cahayanya

aawanto

The greatest WordPress.com site in all the land!

Covert Geopolitics

Beyond the Smoke & Mirrors

Catatan Harta Amanah Soekarno

as good as possible for as many as possible

Women Terrace

to say something that i never talk before

Kanzunqalam's Blog

AKAL tanpa WAHYU, akan berbuah, IMAN tanpa ILMU

Cahayapelangi

Cakrawala, menapaki kehidupan nusantara & dunia

religiku

hacking the religion

SANGKAN PARANING DUMADI

Just another WordPress.com site

WordPress.com

WordPress.com is the best place for your personal blog or business site.

%d blogger menyukai ini: