4 Komentar

MATA BATIN (PINEAL GLAND/THE THIRD EYE) TERDAPAT DI BERBAGAI BUDAYA KULTIVASI NEGARA KUNO


Patung perunggu pineal gland di kota Roma (kiri). Tongkat Sri Paus yang berbentuk buah pinus, simbol pineal gland (kanan atas dan bawah). Mata Osiris yang terdapat pada relief zaman Firaun Mesir (kanan tengah). (INTERNET)
Patung perunggu pineal gland di kota Roma (kiri). Tongkat Sri Paus yang berbentuk buah pinus, simbol pineal gland (kanan atas dan bawah). Mata Osiris yang terdapat pada relief zaman Firaun Mesir (kanan tengah). (INTERNET)

(Epochtimes.co.id)

Alam semesta masih memiliki banyak teka-teki yang belum terpecahkan, misteri pada tubuh manusia sendiri juga banyak, salah satunya adalah pemahaman mengenai pineal gland (pineal body,kelenjar pineal / kelenjar kerucut).  

Ternyata berbagai budaya bangsa kuno dunia sudah sejak lama memperhatikan kelebihan fungsi yang tidak biasa dari pineal gland ini dan hal itu sepertinya berhubungan erat dengan budaya kultivasi dari bangsa-bangsa tersebut.

Ilmu kultivasi adalah ilmu pengetahuan tubuh manusia yang sangat unik, yang berakar pada ilmu substansi dan teori medan energi yang lebih luas dan mendalam yang dengan cara tertentu mendorong jiwa dan raga manusia untuk mendapatkan peningkatan spiritual.

Menilik catatan sejarah manusia, di dalam budaya kultivasi tradisional berbagai negara di dunia terdapat uraian atau telaah mengenai pineal gland (pineal body,kelenjar pineal/kerucut). Pineal gland sempat dijadikan sebagai simbol pencerahan spiritual manusia. Descartes, filsuf asal Prancis di abad ke-17, menyebut pineal gland sebagai “tahta jiwa”.

Berbagai peradaban kuno dan kepercayaan kultivasi tanpa saling konsultasi terlebih dahulu dan secara serempak menempatkan pineal gland sebagai jalur atau jembatan yang menghubungkan antara dunia substantif dengan dunia spiritual, atau dianggap sebagai “mata ketiga”, yang merupakan mata pengetahuan dan kebijaksanaan. Pineal gland sangat penting dalam hal membuka kemampuan supranatural, yang dianggap sebagai sumber energi tingkat tinggi, serta berkaitan erat dengan peningkatan spiritual manusia.

Banyak teori dalam ilmu kultivasi yang berpendapat, kemampuan pineal gland ini dapat dipicu dengan energi dari dalam tubuh lewat metode meditasi, pemusatan pikiran, berlatih Qigong (dibaca: chi kung, senam pernapasan/meditasi ala Tiongkok), bersemedi, dan lain-lain. Jika ditambahkan dengan lebih banyak latihan pendahuluan dan aplikasi metode-metode kuno, manusia bahkan dapat mengendalikan pikiran dan perilaku di dalam dunia substantif ini.

Aliran Tao menyebut pineal gland sebagai “mata langit” atau Ni Wan Gong (istana kelereng lumpur). Di masa Dinasti Chun Qiu (sekitar 2.500 tahun silam) filsuf bernama Lao Tze dan muridnya Kang Sangzi juga memiliki kemampuan mata ketiga. Di dalam agama Buddha disebut Shi Hai (samudera wawasan) atau disebut juga “kemampuan mata langit membuka kebijaksanaan”. Jika berhasil dalam berkultivasi, maka akan dapat melihat aliran Qi (dibaca: chi, energi/hawa murni) seseorang, menembus tubuh manusia, meramalkan keberuntungan dan musibah, meramal masa depan. Dalam banyak karya lukis dan seni pahat agama Buddha, dimana terlihat mata ketiga pada bagian wajah.

Masyarakat Yunani kuno berpendapat, pineal gland berpengaruh pada aktivitas pemahaman. Filsuf Plato dalam “Republik” menekankan betapa pentingnya pineal gland: “Pineal gland jauh melampaui 10.000 mata biasa, hanya lewat jalur ini, kebenaran dapat terlihat”. Dionysos yang dijuluki sebagai Dewa Arak oleh bangsa Romawi, tangannya memegang sebuah tongkat adas yang dililit oleh tanaman Ivy dan di bagian atasnya terdapat buah pinus (simbol dari pineal gland/kelenjar berbentuk buah pinus). Kemudian bangsa Romawi membangun sebuah patung perunggu pahatan buah pinus setinggi 3 lantai yang merupakan yang tertinggi di dunia.

Rakyat Mesir kuno menganggap mata ketiga sebagai “mata Osiris” (dewa matahari). “Tongkat Osiris” juga disebut sebagai “tongkat pineal”, berwujud dua ekor ular yang sedang duel melilit dari bawah tongkat hingga ke atas, di paling atasnya terdapat sebuah pinus. Energi spiritual manusia digambarkan sebagai ular yang merayap naik dari dasar tongkat, yang kemudian tersadar setelah mencapai mata ketiga pineal gland. Pineal gland adalah titik terkumpulnya energi, ular kundalini di atas topeng Firaun menembus kepalanya, ini melambangkan pineal gland yang telah mengumpulkan banyak energi untuk dapat mencapai tingkatan yang lebih tinggi.

Tulisan dan simbol pada lukisan agama Hindu juga melukiskan tentang ular dan buah pinus. Dalam kondisi tertentu, ukiran atau lukisan dewa-dewa dalam agama Hindu menggambarkan dewa dengan tangan memegang buah pinus. Dewa tertinggi dalam agama Hindu yakni Dewa Shiva, bagian kepalanya selalu digambarkan dengan tatanan rambut melingkar yang terlihat seperti buah pinus, dan saling melilit dengan ular. Satu lagi tradisi di India adalah hiasan titik di tengah kepala, untuk mengingatkan manusia agar tetap menyadari kekuatan pineal gland dan nilai spiritualnya. Selain ideologi dan pencerahan spiritual, buah pinus juga telah digunakan sebagai simbol yang melambangkan keabadian atau hidup kekal.

Pada ukiran istana Suku Asyur di tahun 713-716 SM, dilukiskan seorang tokoh yang menyerupai dewa bersayap empat menjunjung sebuah buah pinus, atau dalam kondisi lain buah pinus digunakan untuk menyembah pohon kehidupan. Menurut mereka, organ yang misterius ini adalah sumber dari kesadaran pikiran, dapat memperkuat sistem reproduksi, dapat membangunkan kekuatan abadi pada saat mencapai kesadaran.

Dalam kebudayaan Meksiko (Maya dan Inka) disinggung soal buah pinus sebagai simbol keabadian dan keagungan. Pada ukiran Meksiko Chicomecoatl (dewa 7 ular) kembali dilukiskan seorang dewa dengan tangan memegang sebuah tongkat dengan buah pinus. Selain itu, dalam catatan sejarah Tiongkok Shiji – Legenda Bian Que) tercatat tabib sakti Bian Que memiliki kemampuan “dapat melihat ke dalam organ tubuh manusia”. Ia memiliki mata langit, dapat melihat ke dalam tubuh, lalu digabungkan dengan pengetahuan medisnya, membantu mengobati penyakit manusia. Contoh seperti ini juga ada di Rusia modern, menurut Majalah Pravda edisi Januari 2004, di Rusia ada seorang anak perempuan bernama Natasha yang dapat melihat tembus ke dalam organ tubuh manusia, dan melihat bagian yang ada penyakitnya.

Meskipun terdapat perbedaan yang mendasar antara teori kultivasi dan ilmu pengetahuan modern, bagi yang belum pernah mengenalnya akan sulit memahaminya, dengan menganalisa teori kultivasi dengan metode ilmu pengetahuan modern terhadap kemampuan unik pineal gland, sebenarnya juga dapat ditemukan tidak sedikit dasar-dasar teorinya.  (Tian Han/Epoch Times/sud)  http://www.epochtimes.co.id/serbi.php?id=886

LINK TERKAIT :

https://ahmadsamantho.wordpress.com/2011/03/17/pineal-gland-antena-menuju-dunia-spiritual-ilahiyah/

https://ahmadsamantho.wordpress.com/2012/03/31/hubungan-mata-batin-atau-indra-ke-6-dengan-otak-tengah-atau-dinamakan-kelenjar-pineal-gland/

Iklan

4 comments on “MATA BATIN (PINEAL GLAND/THE THIRD EYE) TERDAPAT DI BERBAGAI BUDAYA KULTIVASI NEGARA KUNO

  1. mata batin merupakan mata bagi ruh serta bersifat dengan sifat ruh ,sekira nya ruh dapat menembus dinding begitu juga mata batin,sekiranya ruh boleh berada di semua tempat begitu juga mata batin dapat melihat semua tempat dimana saja ruh berada ……

  2. dengan izin allah saya ada menemui tentera allah yang dapat melihat dengan mata batin……….

  3. dengan mata batin terungkaplah keagungan kesucian kebesararan kekuasaan allah……..yang maha pengasih lagi maha penyayang………..

  4. siapa yang mau kenal imam khomeni ,imam khomeni ini se orang dari sekian banyak nya guru dari pada guru saya dari pada arsy…….yang mempunyai kedudukan yang tinggi di sisi allah……..wallahualam…….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Atlantis in the Java Sea

A scientific effort to match Plato’s narrative location for Atlantis

sembrani

bertukar ide, melampaui mimpi bersama

Nurul Wirda

Semerbak Mawar yang dengan senang hati memancarkan Cahayanya

aawanto

The greatest WordPress.com site in all the land!

Covert Geopolitics

Beyond the Smoke & Mirrors

Catatan Harta Amanah Soekarno

as good as possible for as many as possible

Women Terrace

to say something that i never talk before

Kanzunqalam's Blog

AKAL tanpa WAHYU, akan berbuah, IMAN tanpa ILMU

Cahayapelangi

Cakrawala, menapaki kehidupan nusantara & dunia

religiku

hacking the religion

SANGKAN PARANING DUMADI

Just another WordPress.com site

WordPress.com

WordPress.com is the best place for your personal blog or business site.

%d blogger menyukai ini: