5 Komentar

ULAMA HARUS TERLIBAT URUSAN POLITIK

Saleh Lapadi shared a note.

Salam, ini bagian kedua dari tulisan Ulama dan Politik dalam Pandangan Imam Khomeini ra…

Semoga bermanfaat, selamat membaca dan menikmati…

ULAMA HARUS TERLIBAT URUSAN POLITIK

Allah Mengambil Sumpah Ulama

Bukankah Allah Swt telah mengambil sumpah dari ulama bahwa mereka tidak boleh diam dan tenang menyaksikan kezaliman dan terjadinya kejahatan? “Wa Maa Akhdza Allahu Ala al-Ulamai Alla Yuqarru  Ala Kizzhati Zhalimin Wa Laa Saghabin Mazhlumin”. Bukankah Allah telah mengambil janji dari ulama untuk tidak diam menyaksikan kerakusan para pelaku kezaliman dan kelaparan orang-orang tertindas? (Nahjul Balaghah, Khutbah 3, Syiqsyiqiah)

Bukankah ulama merupakan hujjah para nabi dan maksumin as di atas bumi?

Bila memang demikian, hendaknya ulama, cendekiawan dan peneliti mengiyakan panggilan Islam dan menyelamatkannya dari keterasingan yang menyelimutinya. Jangan biarkan Islam menanggung kehinaan lebih dari ini. Mereka harus menghancurkan berhala kepemimpinan yang dipaksakan dari pelahap dunia. Mereka harus menampakkan wajah penuh cahaya dan kekuatan mereka dengan kepekaan hati dan politik. (Pesan haji Imam Khomeini ra 6/5/1366 Hs, Sahifah Nour, jilid 20, hal 127)

 

* * *

 

Penting Mereformasi Pemikiran Hauzah

 

Kita harus berusaha keras memperbaiki pemikiran dan moral kalangan hauzah. Kita harus melenyapkan dan melawan dampak pemikiran dan semangat yang muncul dari propaganda dan dogma pihak asing dan kebijakan negara-negara pengkhianat dan despotik.

 

Dampak dari pemikiran dan semangat ini dengan mudah dapat disaksikan. Sebagai contoh, kita melihat sebagian pelajar hauzah hanya duduk dan berbicara dengan yang lain bahwa kita tidak diciptakan untuk kerjaan yang semacam ini. Apa hubungannya dengan kita? Kerjaan kita adalah berdoa dan berbicara tentang masalah syariat.

 

Pemikiran seperti ini muncul dari propaganda dan dogma yang disampaikan pihak-pihak asing. Hasil dari propaganda keji ini adalah ratusan tahun imperialisme yang telah merasuki kedalam hauzah Najaf, Qom, Mashad dan hauzah yang lain. Pemikiran ini telah menciptakan depresi, kelemahan dan kemalasan. Fenomena ini tidak memberi kesempatan adanya pertumbuhan. Secara periodik mereka meminta maaf bahwa masalah politik bukan urusannya. (Velayat Faqih, hal 126)

 

* * *

 

Terlibat Urusan Politik Puncak Ajaran Nabi

 

Mereka menebar provokasi dan propaganda luas agar kita semakin terisolasi. Artinya, mereka bahkan mampu membaca isi otak kita dan kita sampai percaya bahwa kita tidak boleh mencampuri urusan politik.

 

Tidak!

 

Tidak benar!

 

Masalah utamanya bukan ini. Karena masalah terlibat urusan politik berada di puncak ajaran para nabi. Masalahnya adalah perang dan mengangkat senjata menghadapi orang-orang yang tidak bisa menjadi manusia dan ingin menghancurkan kehidupan rakyat. Ini merupakan puncak dari seluruh program para nabi. Tapi kita meninggalkan ajara para nabi. Kita justru mengamalkan bagaimana untuk tidak terlibat dalam urusan politik dan sosial. Yang kita pelajari hanya shalat, sementara yang lainnya kita tinggalkan.

 

Apakah mungkin seorang menyebut dirinya Islam dan hanya melaksanakan shalat, puasa, haji dan kewajiban yang seperti ini, sementara ia tidak mencampuri urusan umat Islam? Bila tidak ada orang orang memperhatikan urusan Muslimin, maka ia bukan seorang Muslim. Ini sesuai dengan riwayat dari Nabi Muhammad Saw. (Pidato di hadapan para imam shalat Jumat, provinsi Khorasan, 18/6/1360.  Sahifah Nour, jilid 15, hal 147)

 

* * *

 

Logika Para Nabi

 

Saya berharap Allah Swt merahmati dan menyadarkan kita. Semoga Allah menyadarkan kita akan hukum-hukum Islam dengan segala kelengkapannya dan segala dimensinya. Jangan berkhayal bahwa Islam hanya sepenggal ini; hanya shalat dan puasa. Tidak benar yang demikian itu!

 

Bila memang Islam hanya terbatas pada hal-hal seperti itu, tidak mungkin Nabi Muhammad Saw hanya duduk di masjid dan melakukan shalat. Mengapa Nabi Saw harus berusaha keras sepanjang umurnya. Beliau harus berperang, kena pukul, sempat kalah, memenangkan perang dan mengurusi hal-hal yang dapat dilakukannya. Imam Ali as juga demikian, begitu juga dengan yang lain. Hal yang sama dilakukan oleh orang-orang saleh. Mereka yang sadar pasti melakukan semua ini.

 

Tidak benar bahwa mereka hanya duduk di masjid dan tidak melakukan pekerjaan-pekerjaan ini. Tidak benar bahwa mereka hanya duduk di rumahnya dan tidak punya urusan dengan orang lain. Mereka bersikap netral dengan semua orang. Bila memang demikian, kita tidak punya kewajiban untuk melakukan sesuatu seperti ini!

 

Bila logika para nabi seperti ini, maka Nabi Musa as tidak akan pergi menghadap Firaun, atau sebaliknya Firaun tidak perlu mencari-cari Nabi Musa as.

 

Bila logika para nabi seperti ini, maka Nabi Ibrahim as tidak akan melawan Raja Namrud. Nabi Muhammad Saw juga tidak akan berperang dengan orang-orang Musyrik dan Kafir.

 

Logika para nabi tidak demikian!

 

Logika yang dipakai para nabi terkadang asyidda, bersikap keras terhadap orang-orang Kafir dan siapa saja yang anti nilai-nilai kemanusiaan. Sementara pada saat yang sama bersifat ruhama, lemah lembut dengan sesama Muslim. Sikap keras itu juga pada hakikatnya adalah rahmat bagi mereka.

 

Semoga Allah Swt menyadarkan kita dan menganugerahkan keselamatan dan kemenangan, Insya Allah.

 

Semoga Allah Swt menyelamatkan manusia tertindas dari kekuatan-kekuatan besar dan melindungi agama dan dunia kita semua. (Pidato di depan presiden, anggota dewan ahli kepemimpinan dan …, 14 Bahman 1363, Sahifah Nour, jilid 19, hal 96)

 

* * *

 

Politik Hak Nabi, Wali dan Ulama

 

Saya harus mengatakan kepada kalian bahwa politik merupakan hak ulama, nabi dan wali Allah. Tapi perlu dicamkan bahwa politik yang mereka miliki berbeda dengan politik yang dimiliki Barat.

 

Bila kita asumsikan bahwa ada seorang yang muncul untuk menerapkan politik yang benar, bukan dengan artian setan dan kefasadannya, sebuah pemerintahan, seorang presiden, sebuah negara yang melaksanakan politik yang benar dan tujuannya demi kebaikan rakyat, maka politik semacam ini merupakan dimensi dari politik yang menjadi hak para nabi dan wali Allah. Sementara sekarang hak itu untuk ulama Islam. (Pidato di hadapan para imam shalat Jumat, 3 Dey 1359, Sahifah Nour, jilid 13, hal 217)

 

* * *

 

Hubungan antara Agama dan Politik

 

Mengenai idiom “agama harus dipisahkan dari politik dan ulama jangan mengintervensi urusan sosial dan politik” adalah ucapan para imperialis dan mereka juga yang menyebarkannya. Ungkapan ini diucapkan oleh orang-orang yang tidak beragama.

 

Apakah di masa Nabi Muhammad Saw politik dipisahkan dari agama?

 

Apakah di masa itu sebagian ulama dan sebagian lainnya politikus?

 

Apakah di masa khalifah, berhak atau tidak, di masa kekhalifahan Imam Ali as, politik terpisah dari agama?

 

Apakah ada dualisme waktu itu?

 

Ungkapan ini dibuat oleh para imperialis dan disebarkan oleh kaki tangan mereka agar agama dapat disisihkan dari urusan dunia dan mengatur masyarakat Islam. Selain itu, dengan ungkapan ini mereka ingin memisahkan ulama dari rakyat dan perjuangan di jalan kebebasan dan kemerdekaan. Hanya dalam kondisi ini mereka dapat menguasai rakyat dan menjarah kekayaan kita. Ini maksud dari ungkapan di atas! (Velayat Faqih, hal 16)

 

* * *

 

Rasulullah Penggagas Politik dalam Agama

 

Rasulullah Saw yang meletakkan prinsip-prinsip politik dalam agama. Beliau membentuk pemerintahan dan pusat-pusat politik.

 

Mereka yang percaya dengan pemisahan agama dan politik harus menolak seluruh khalifah Islam di periode awal Islam, selama belum menyimpang. Mereka harus mengenyahkan para ulama istana, mereka harus menolak Nabi Saw dan khalifah Islam dan mengatakan bahwa semuanya bukan muslim. Karena mereka semua mencampuri urusan politik.

 

Politik yang ada di periode awal Islam merupakan politik universal. Nabi Muhammad Saw mengulurkan tangannya dan mengajak seluruh dunia kepada Islam dan politik Islam. Beliau membentuk pemerintahan dan khalifah setelahnya juga membentuk pemerintah.

 

Di periode awal Islam, sejak masa Rasulullah Saw hingga ketika belum ada penyimpangan, politik dan agama bersatu. Ini semua akibat ulama istana dan istilah yang dibuat oleh Amerika dan Uni Soviet. Bila tidak, maka seluruh nabi dan khalifah para nabi harus disalahkan atau harus menyalahkan dirinya dan pemerintahannya. Bila istilah pemisahan agama dari politik itu benar, maka masalahnya terbatas pada dua kondisi ini, tidak ada yang ketiga. (Pidato di hadapan Presiden, Ketua Parlemen dan para pejabat negara, Sahifah Nour, jilid 17, hal 138)

 

* * *

 

Islam Agama Politik

 

Keyakinan kami bukan hanya ulama saja, tapi semua kalangan masyarakat harus terlibat dalam urusan politik. Karena politik bukan masalah warisan milik pemerintah, parlemen atau kalangan tertentu. Politik itu sendiri bermakna kondisi segala sesuatu yang terjadi di sebuah negara dari sisi pengelolaan negara. Di sini, semua warga negara memiliki hak politik. Ibu-ibu berhak terlibat dalam urusan politik dan kewajiban mereka memang demikian. Ulama juga berhak untuk terlibat dalam urusan politik dan itu menjadi kewajiban mereka. Agama Islam merupakan agama politik dan segalanya memiliki dimensi politik, bahkan dalam urusan ibadah. (Pidato di hadapan anggota Forum Pendidikan Tayebeh Pirasteh Langgaroud, Sahifah Nour, jilid 9, hal 136)

 

* * *

 

Wilayah Faqih Prinsip Terbaik UUD

 

Prinsip terbaik dari segala bab dalam UUD adalah Wilayah Faqih dan terkait masalah ini ada yang lalai dan sebagian lainnya punya niat buruk. (Wawancara Profesor Hamid Algar dengan Imam Khomeini ra, Sahifah Nour, jilid 11, hal 133)

 

* * *

 

Memperhatikan Urusan Muslimin

 

Memperhatikan urusan umat Islam bukan bermakna saya melakukan shalat dan menjadi makmum seorang muslim lainnya. Ini bukan urusan Muslimin. Ini urusan Allah. Urusan Muslimin adalah urusan politik dan sosial Muslimin. (Pidato di hadapan para Imam Jamaat Provinsi Khorasan, Sahifah Nour, jilid 15, hal 146)

 

* * *

 

Jangan Meninggalkan Bidang Politik

 

Kalian hendaknya berusaha untuk mensucikan jiwa, memperkokoh prinsip-prinsip Islam, memperkuat fiqih Islam dan memperluasnya. Karena fiqih Islam itu begitu kaya. Tidak ada di dunia ini yang menyamai fiqih kalian. Fiqih ini sangat kaya dan berusahalah untuk memperluasnya. Tapi pada saat yang sama, kalian sebagai faqih tidak boleh meninggalkan urusan politik. Berpikirlah dalam urusan politik dan terlibat di dalamnya. Tidak benar itu bila ada yang berkata, “Saya seorang faqih dan tidak ada urusan dengan masalah politik.”

 

Kalian adalah faqih dan ahli fiqih, tapi pada saat yang sama harus terlibat dalam urusan politik. Kalian harus terlibat dalam penentuan nasib rakyat. Kalian adalah penjaga Islam dan harus melindunginya.

 

Semoga Allah Swt menganugerahi kalian semua dengan taufik-Nya. Semoga Allah melindungi kita semua dalam naungan-Nya. (Pidato di hadapan ulama dan santri Qom, Sahifah Nour, jilid 5, hal 169)

 

* * *

 

Generasi Muda Ulama Harus Serius Memikirkan Islam

 

Kalian generasi muda hauzah ilmiah dan ulama muda harus hidup dan menghidupkan perintah ilahi. Kalian generasi muda perlu menumbuhkan dan menyempurnakan pemikiran. Kalian harus menjauhkan diri dari pemikiran seputar kebenaran dan ketelitian ilmu. Karena ketelitian yang berlebihan akan menjauhkan kita untuk melakukan tanggung jawab yang penting.

 

Bantulah Islam dan selamatkan umat Islam dari bahaya!

 

Musuh sedang berusaha memusnahkan Islam dengan memakai nama hukum Islam, atas nama Rasulullah Saw. (Pidato di hadapan ulama dan santri Qom, Sahifah Nour, jilid 5, hal 169)

 

* * *

 

Fiqih, Pelajaran dan Pembahasan untuk Melindungi Islam

 

Fiqih, pelajaran dan pembahasan yang dilakukan harus bertujuan untuk melindungi Islam. Suatu hari ketika Islam membutuhkan para ahli fiqih untuk pergi ke medan perang, maka mereka harus pergi. Suatu hari ketika Islam membutuhkan agar hauzah diliburkan dan harus melakukan satu pekerjaan, maka demi melindungi pondasi Islam, mereka harus meliburkan pelajarannya. (Pidato di hadapan ulama dan santri Qom, Sahifah Nour, jilid 5, hal 146)

 

* * *

 

Kewajiban Ulama

 

Apakah Imam Ali as bukan seorang mulla dengan pidatonya yang begitu panjang? Apakah Rasulullah Saw dengan pidato panjangnya tidak tergolong mulla?

 

Tapi ketika sampai pada kita, mulailah kita membuat alasan. Karena kita tidak ingin melakukan sebuah kewajiban. Jangan sampai kalian dididik seperti ini!

 

Kalian semua memiliki kewajiban untuk melayani dan berkorban demi Islam. Kalian berkewajiban tidak hanya untuk belajar. Karena ini juga bagian dari melayani Islam. Kalian berkewajiban mencampuri urusan terkait masalah yang dihadapi umat Islam. Bila terjadi umat Islam menghadapi masalah, kalian berkewajiban untuk ikut campur. (Pidato bertepatan acara peringatan 2500 tahun, Sahifah Nour, jilid 1, hal 173)

 

* * *

 

Ulama Harus Menjadi Anggota Aktif Masyarakat

 

Tidak demikian bahwa manusia yang baik adalah orang yang duduk menyendiri, menghitung bulir-bulir tasbihnya dan berzikir di masjid. Bila orang baik didefinisikan sepert ini, Nabi Muhammad Saw dan Imam Ali as juga melakukan hal itu. Kita tidak pernah menyaksikan dalam sejarah ada orang yang mengatakan bahwa Nabi Saw dan Imam Ali as menyendiri, hanya duduk di masjid dan berzikir. Tapi kenyataan yang ada justru sebaliknya. Beliau hadir dan berpartisipasi di segala bidang.

 

Dengan demikian, tidak benar bila sebagian orang yang hanya duduk menyendiri dan mengatakan kita harus mengisolasi diri dari kehidupan. Ulama harus menjadi anggota masyarakat yang aktif dan membimbing masyarakat.

 

Kalian, wahai ulama, harus mengawasi apa yang terjadi di tempat tinggal kalian dan membimbing masyarakat. (Pidato di hadapan para Imam Jumat Provinsi Khorasan, Sahifah Nour, jilid 17, hal 84)

 

* * *

 

Kita Semua Harus Berkorban Demi Islam

 

“Kullukum Ra’in wa Kullukum Mas’ulun” atau kalian adalah pemimpin dan setiap pemimpin akan dimintai pertanggung jawaban. Kata Ra’in yang berarti pemimpin untuk kalian dan lebih banyak mengarah kepada kalian. Kata itu untuk ulama dan kita semua bertanggung jawab.

 

Bila kita dibantai secara berkelompok-kelompok, maka mereka yang akan datang belakangan akan mengambil tempat kita. Islam! Kita semua harus mengorbankan diri demi Islam. Nabi Muhammad Saw juga mengorbankan dirinya demi Islam. Imam Husein as juga mengorbankan dirinya demi Islam. Harus dicamkan bahwa Islam adalah sesuatu yang paling besar yang diamanatkan kepada manusia. Kita harus menguatkan tekad kita untuk syahid di jalan ini dan ulama harus lebih dari yang lain. (Pidato di hadapan ulama Tehran, Sahifah Nour, jilid 15, hal 58)

 

* * *

 

Kewajiban Terbesar Adalah Mendirikan Pemerintahan Hak

 

Apa yang sudah dikatakan dan akan dikatakan bahwa para nabi hanya berurusan dengan hal-hal spiritual dan tidak mengurusi pemerintahan dan urusan dunia, para nabi, auliya dan tokoh agama memalingkan diri dari dunia dan kekuasaan lalu kita mengambil kesimpulan bahwa kita juga harus melakukan hal yang demikian, maka ini satu kesalahan dan patut disayangkan. Akibat dari pemikiran ini adalah kebinasaan bangsa-bangsa Islam dan terbukanya jalan bagi para imperialis, penghisap darah manusia. Karena yang ditolak sebenarnya adalah pemerintahan setan, diktator dan kezaliman. Pemerintah untuk menguasai dengan motifasi menyesatkan dan punya tujuan duniawi yang telah dilarang dalam agama. Mereka hanya ingin mengumpulkan kekayaan, haus kekuasaan dan bersikap seperti taghut. Pada akhirnya, dunia yang membuat manusia lupa kepada Allah Swt.

 

Tapi kekuasaan dan pemerintahan hak yang didirikan demi kepentingan orang-orang lemah, mencegah kefasadan dan menegakkan keadilan sosial adalah kekusaan yang seperti dimiliki oleh Nabi Sulaiman bin Dawud dan Nabi Muhammad Saw serta para Imam Maksumin as. Mereka berusaha untuk mendirikan pemerintahan hak. Karena itu adalah kewajiban terbesar dan mendirikan pemerintahan hak merupakan ibadah terbesar. Sebagaimana politik yang sehat menjadi kelaziman dari pemerintahan hak.

 

Bangsa Iran yang sadar dan waspada dengan cara pandang Islam akan menggagalkan segala bentuk konspirasi ini serta para orator dan penulis yang memiliki komitmen akan membantu bangsa ini untuk memotong tangan para setan penggagas konspirasi. (Vasiat Nameh Siyasi-Elahi Imam) (IRIB Indonesia / Saleh Lapadi)

 

Sumber: Rouhaniyat va Siyasat az Didgah Imam Khomeini ra, Rasoul Saadatmand, Qom, Tasnim, 1378, cetakan pertama.

 

Imam Khomeini ra

Imam Khomeini ra

5 comments on “ULAMA HARUS TERLIBAT URUSAN POLITIK

  1. pada setiap ayat yang tertulis didalam kitab suci al qu ran ada ruh ,sebagai yang di artikan bumi dan langit gunung ganang ,hewan dan tumbuh tumbuhan ,ikan air tanah,api dan angin ,coba perhatikan dengan teliti pada kejadian pertemuan antara nabi musa alaihissalam dengan nabi khidir alaihissalam di mana pada tepi laut se orang pemuda yang mengikuti nabi musa serta membawa makanan dan ikan yang sudah di masak dan di makan setengah nya ,meloloskan diri kelaut pada tempat pertemuan kedua dua para nabi musa dan nabi khidir ,semua itu menyatan hal ke adaan ruh di dalam di dalam setiap ayat yang ada di dalam kitab suci al qu ran soal nya sama ada anda mengerti atau tidak ……dan seterus nya……..

  2. politik taraf syaiat ,politik taraf tariqat,politik taraf haqiqat,politik taraf makrifat semua nya perlukan ruh ,semua peringkat taraf politik perlukan ruh,kalau politik tiada ruh ,itu politik sampah nama nya ,harga nya pun ya se harga sampah…….

  3. politik taraf syariat ,politik taraf tariqat,politik taraf haqiqat,politik taraf makrifat semua nya perlukan ruh ,semua peringkat taraf politik perlukan ruh,kalau politik tiada ruh ,itu politik sampah nama nya ,harga nya pun ya se harga sampah…….

  4. rukun berpolitik dalam islam :(versi saya pribadi)
    1 .konsentrasi dalam sektor pertanian.semua petani harus mandiri dan makmur.sistem pertanian dikembangkan secara terpadu sehingga mampu menopang sektor yang lain.indikator keberhasilanya yaitu :
    a .ketahanan pangan.
    b .peternakan berkembang.
    c .sumber air terjaga.
    d .gejolak sosial dan masalah masalah sosial berkurang drastis.
    c .zakat yang terkumpul bisa untuk program yang lebih besar *
    2 .pengembangan pengembangan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan sumber daya alam.program program ini membutuhkan biaya sangat besar,tetapi harus bisa dibiayai dari zakat yang di sebutkan pada butir 1.
    indikator keberhasilan :
    a .setiap individu menghormati individu yang lain.
    b .antar individu sangat suka membatu dan suka bergotong royong.
    c .semua individu menerapkan cara hidup sehat sesuai fitrah ,sehingga kualitas kesehatan sangat baik.
    d .setiap individu merasa sangat membutuhkan pelajaran.sedangkan ahli ilmu merasa bertanggung jawab untuk mengajarkanya.
    e .program harmonisasi dengan alam.keseimbangan tetap terjaga.
    3 .pengembangan sektor penopang / penyangga.
    contoh sektor sektor penyangga sbb :
    a .pengembangan sarana dan prasarana pertanian ,peternakan dan industri kecil tepat guna.
    b .pengembangan managerial sistem,dari sederhana sampai sistem yang kompak.
    indikator keberhasilan.
    a .semua sektor bejalan dengan efisien.semakin kedepan semakin berkembang.
    b .setelah tercapai kemandirian/swasembada dimulailah tahapan berikutnya yang tujuannya menjadikan kita umat pilihan.punya kekuatan luar biasa secara lahir dan batin. semua roda sistem di biayai dari zakat .
    pernyatan :
    1 .hanya ulama yang bisa menjalankan sistem tersebut.
    2 .itulah sistem (yang terbaik) yang sesuai fitrah.
    3 .inilah yang disebut berpolitik islami.tujuanya menciptakan kekhalifaan di muka bumi/konsep ratu adil
    4 .konsep diatas baru tahap dasar.tahap selanjutnya tidak mungkin di bahas dalam kesempatan ini.
    5 .konsep ini pembangunan dari dasar.program jangka panjang.dari generasi ke generasi.menuntut kesabaran dan dedikasi yang tinggi dari ulama.
    6 .apakah ulama yang tersohor karena kritikanya menunjukkan ketinggian ilmunya?ataukah menunjukkan kedangkalan ilmunya ?.ataukah ulama yang berkurang kesabarannya dalam berjuang ?ataukah ulama yang egois?.ataukah ulama yang kuatir tentang hidupnya ataupun penghidupannya?ataukah ilmu yang dikuasainya hanya sekedar seperti buih di lautan?.
    7 .semua diatas cuma menjadi bahan renungan kita.mari kita simpulkan sendiri sendiri.kita memposisikan diri kita pada sektor yang paling tepat.semoga “sang hyang widi”memberkati kita semua AMIN.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

sembrani

bertukar ide, melampaui mimpi bersama

Nurul Wirda

Semerbak Mawar yang dengan senang hati memancarkan Cahayanya

aawanto

The greatest WordPress.com site in all the land!

Covert Geopolitics

Beyond the Smoke & Mirrors

Catatan Harta Amanah Soekarno

as good as possible for as many as possible

Women Terrace

to say something that i never talk before

Kanzunqalam's Blog

AKAL tanpa WAHYU, akan berbuah, IMAN tanpa ILMU

Cahayapelangi

Cakrawala, menapaki kehidupan nusantara & dunia

religiku

hacking the religion

SANGKAN PARANING DUMADI

Just another WordPress.com site

WordPress.com

WordPress.com is the best place for your personal blog or business site.

%d blogger menyukai ini: