Tinggalkan komentar

Keterampilan Merangkai Kata-Kata: Menulis Disertasi (2)

Keterampilan Merangkai Kata-Kata: Menulis Disertasi (2)

Oleh Hernowo

 

 Sekarang banyak sekali orang-orang yang ingin sekali menjadi penulis (bahkan gejala-gejala ini sudah menyerang anak-anak juga) tanpa memiliki tabungan membaca. Ini memprihatinkan, karena menulis adalah tingkat paling atas dari kemampuan manusia dalam berbahasa. Menulis adalah ketrampilan yang sangat “advance”, malah dia  berada di atas keterampilan membaca.

—CLARA NG

 

Apabila keterampilan-dasar menulis pertama, keterampilan mengeluarkan atau  mengungkapkan atau “membuang” pikiran, dapat diwakili oleh hanya satu atau dua kata—misalnya “Senang” atau “Aku senang”—keterampilan merangkai kata-kata perlu memenuhi, minimal, sebuah kalimat yang lengkap atau mendekati sempurna.

Keterampilan-dasar menulis kedua ini memerlukan pemikiran—setidaknya, di dalamnya ada keterampilan berpikir tingkat tinggi. Pikiran difungsikan untuk menata atau menyusun kata menjadi sebuah kalimat yang memiliki makna (dapat diterima secara logika dan di balik rangkaian kata-kata tersebut ada sesuatu yang penting dan berharga untuk diterima atau dirasakan oleh yang membacanya).

 

Saya tentu tidak akan membahas persoalan keterampilan merangkai kata-kata ini dari perspektif kebahasaan (baca: tata bahasa). Saya hanya ingin menekankan betapa penting keterampilan-dasar menulis kedua ini dilatih (dipraktikkan) secara berulang-ulang. Sebab hanya dengan mempraktikkan atau melatihnya berulang-ulanglah seseorang akan dapat memiliki atau, bahkan, menguasai keterampilan merangkai kata-kata.

Keterampilan ini memang berhubungan erat dengan tata bahasa. Namun, menguasai tata bahasa saja tidak membuat seseorang terampil merangkai kata-kata. Mari kita mulai merasakan apa yang dimaksud dengan keterampilan merangkai kata-kata. Cobalah Anda memilih tiga kata secara acak. Misalnya, Anda memilih dan akhirnya menemukan tiga kata itu adalah “hitam”, “orbit”, dan “sikat”. Pemilihan kata untuk melatih keterampilan ini memang harus dilakukan secara acak dan spontan. Bahkan Dr. Gabriele Lusse Rico menganjurkan agar kita memanfaatkan metode “clustering”  untuk menemukan kata-kata tersebut. Kenapa tiga kata? Karena kalau dua terlalu sedikit dan empat terlalu banyak.

 

 

Kita akan melatih keterampilan merangkai kata dalam bentuk yang sederhana. Tiga kata yang telah kita pilih—”hitam”, “orbit”, dan “sikat”—adalah kata-kata yang mewakili pikiran kita. Sebelum mulai berlatih merangkai kata, tentu saja kita harus memahami makna dari masing-masing kata tersebut. Jika kita tidak mampu memahami atau paham tetapi tidak yakin, segeralah mengambil kamus untuk membantu memahami makna kata-kata tersebut. Sekali lagi, kata-kata tersebut merupakan sesuatu yang mewakili (substansi) pikiran kita.

 

“Hitam” adalah salah satu jenis warna yang ada. Kadang, kata ini juga dikaitkan dengan kegelapan. Selanjutnya, apabila kita mengaitkan kata “hitam” dengan kegelapan, pikiran atau imajinasi kita pun dapat membayangkan bahwa kegelapan dapat juga berarti kejahatan dan seterusnya, dan seterusnya. Apabila kita berhenti memahami kata “hitam” dengan sejenis warna, saya kira cukuplah.

 

“Orbit”, dalam kamus, diartikan sebagai “jalan yang dilalui oleh benda langit di peredarannya mengelilingi benda langit lain yang lebih besar gaya gravitasinya”. Apabila makna kata “orbit” ini diartikan dengan gambar (visual), mungkin kita akan lebih mudah memahaminya. Ada gambar bola atau planet di tengah lalu ada garis melingkar di bola tersebut yang di dalam garis tersebut terdapat bola yang lebih kecil dari bola yang berada di tengah. Secara sederhana, “orbit” adalah garis yang melingkar atau yang mengitari sebuah titik.

 

Kata “sikat” dapat memiliki tiga makna. Pertama, ia dapat berarti “pembersih yang dibuat dari bulu (ijuk, serabut, dsb.) yang diberi pegangan”. Merujuk ke arti pertama ini, kita mengenal ada “sikat gigi”, “sikat sepatu”, atau “sikat untuk membersihkan lantai kamar mandi”. Atau tetap merujuk ke arti pertama ini, kita dapat mengaitkannya dengan sebuah alat yang digunakan untuk membersihkan benda atau tempat kotor. Kedua, ia dapat berarti “merampas”, “menghabisi”, atau bahkan “memukul” (Jawa). Dan ketiga, ia berupa nama pohon—Alchornea rugosa. Silakan pilih salah satu arti yang cocok dengan keinginan Anda.

 

Setelah memahami ketiga makna kata tersebut, cobalah manfaatkan tiga kata itu untuk membangun sebuah atau beberapa kalimat yang bermakna. Apabila kita telah membuat sebuah kalimat tetapi belum dapat memasukkan tiga kata tersebut, ya buatlah kalimat kedua. Kalau dua kalimat tersebut belum dapat menampung tiga kata yang dapat membangun makna ya tambah menjadi tiga, empat, atau bahkan satu paragraf. Inilah yang saya maksud dengan keterampilan-dasar menulis jenis kedua yang saya sebut sebagai keterampilan merangkai kata-kata.

 

Menulis disertasi tentu tidak hanya berhubungan dengan kata atau kalimat sederhana sebagaimana contoh di atas. Menulis disertasi berhubungan dengan pikiran yang sangat tinggi dan kompleks. Seorang penulis disertasi bukan hanya akan merangkai kata (yang mewakili pikiran yang tinggi dan kompleks) tetapi juga merangkai hasil riset (data yang diperoleh secara cermat dan saksama), referensi (pikiran orang lain yang telah ditata secara logis dan apik), dan gagasan cemerlang. Anda bisa membayangkan, bagaimana dapat menulis disertasi dengan nyaman dan menyenangkan apabila kita sama sekali belum pernah berlatih merangkai kata-kata secara sederhana?[]

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Atlantis in the Java Sea

A scientific effort to match Plato’s narrative location for Atlantis

sembrani

bertukar ide, melampaui mimpi bersama

Nurul Wirda

Semerbak Mawar yang dengan senang hati memancarkan Cahayanya

aawanto

The greatest WordPress.com site in all the land!

Covert Geopolitics

Beyond the Smoke & Mirrors

Catatan Harta Amanah Soekarno

as good as possible for as many as possible

Women Terrace

to say something that i never talk before

Kanzunqalam's Blog

AKAL tanpa WAHYU, akan berbuah, IMAN tanpa ILMU

Cahayapelangi

Cakrawala, menapaki kehidupan nusantara & dunia

religiku

hacking the religion

SANGKAN PARANING DUMADI

Just another WordPress.com site

WordPress.com

WordPress.com is the best place for your personal blog or business site.

%d blogger menyukai ini: