Tinggalkan komentar

Sufi: Pernah dianggap Udik & dituding Sesat

Pernah dianggap Udik & dituding Sesat

 bahtiar rifai, esti utami

abdulhadiwmtoga

Abdul Hadi W.M

Dalam perkembangannya,  tasawuf pernah mendapat  penilaian negatif. Pada awal abad ke-20, tarekat-tarekat sufi mendapat kritik pedas dari kaum modernis. Mereka dituduh menoleransi, bahkan mendorong, sikapsikap atas kepercayaan lokal yang dianggap berbau syirik. Kaum sufi juga dinilai terlalu mengultuskan pemimpin (syekh) mereka, yang bertentangan dengan tauhid sebagai inti keimanan Islam. Sejumlah pengamat yang berpengaruh saat itu, semacam Clifford Geertz, bahkan menyebut tarekat sufi bakal memudar akibat modernisasi. Pandangan ini juga memengaruhi muslim kota. Hingga 1950-an, kalangan muslim kota menjauhi sufisme. Mereka tidak tertarik pada tasawuf karena tak sepakat dengan praktik  zikir panjang yang melahirkan pengalaman rohani. Selain itu, sufisme  ditolak kaum muslim karena sifatnya yang inklusif dan sangat hierarkis.

Situasi berubah pada 1970-an. Sejumlah intelektual muslim muncul ke depan dan menjembatani kaum muslim urban dengan hal-hal yang berbau kesufian. Sebut nama penyair Abdul Hadi W.M., yang menggagas puisi bergenre sufisme pada 1970-an.  Pada waktu yang hampir bersamaan juga muncul nama Hamka, ulama dan muslim modernis terkemuka yang dikenal kukuh pada prinsip tapi luwes dalam cara.

Tema yang sering diangkat waktu itu adalah tasawuf modern. Ia mendorong perkembangan tasawuf, yang bagi dia merupakan refleksi filosofis.

Hamka menekankan, masyarakat dapat mempelajari tasawuf tanpa perlu bergabung dalam sebuah tarekat. Pendekatan Hamka mendorong  kaum urban yang sibuk tetap bisa mengembangkan kepekaan etis tanpa harus meninggalkan pekerjaan dan keluarganya. Dakwah lewat  televisi mampu menjangkau audiens yang lebih luas, sehingga pengaruh  Hamka tersebar luas.

Peneliti dari The Griffith Asia Institute, Griffith University, Brisbane, Australia, Julia Day Howell, dalam studinya menyebutkan sufisme perkotaan berkembang luas pada  dekade 1980. Mahasiswa berperan  besar dalam menumbuhkan sufisme di perkotaan. Mereka banyak menggelar diskusi tentang tasawuf. Buku buku tentang sufisme juga beredar luas di kalangan intelektual muda ini.Pada dekade 1990, sufisme kian subur. Tapi formatnya sedikit mengalami perubahan. Pertumbuhan ekonomi sejak pertengahan 1970-an melahirkan kelas menengah baru. Juga kalangan muslim religius. Pengalaman hidup yang makin kosmopolitan menghasilkan tuntutan baru dalam pasar keberagamaan dan pembaruan elemen-elemen warisan sufi.

Kaum muslim kosmopolit pun merekonstruksi ulang spiritualitas Islamnya. Praktik zikir dan meditasi, yang pernah dinilai sebagai takhayul bagi banyak kaum muslim kosmopolit Indonesia, dianggap menarik. Bahkan diakui secara “ilmiah” melengkapi gaya hidup modern. Sorotan media cetak dan elektronik terhadap
aktivitas sufisme turut memupuk subur tasawuf.

Sumber :

http://majalah.detik.com/cb/a3972c8cc2483ae8f0c9d87b84ae072d/2013/20130812_MajalahDetik_89.pdf

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Atlantis in the Java Sea

A scientific effort to match Plato’s narrative location for Atlantis

sembrani

bertukar ide, melampaui mimpi bersama

Nurul Wirda

Semerbak Mawar yang dengan senang hati memancarkan Cahayanya

aawanto

The greatest WordPress.com site in all the land!

Covert Geopolitics

Beyond the Smoke & Mirrors

Catatan Harta Amanah Soekarno

as good as possible for as many as possible

Women Terrace

to say something that i never talk before

Kanzunqalam's Blog

AKAL tanpa WAHYU, akan berbuah, IMAN tanpa ILMU

Cahayapelangi

Cakrawala, menapaki kehidupan nusantara & dunia

religiku

hacking the religion

SANGKAN PARANING DUMADI

Just another WordPress.com site

WordPress.com

WordPress.com is the best place for your personal blog or business site.

%d blogger menyukai ini: