2 Komentar

RELASI HOMINID DAN “ADAM”: SEBUAH PENDEKATAN

Awang Satyana
RELASI HOMINID DAN “ADAM”: SEBUAH PENDEKATAN

Diskusi seperti ini selalu memicu perdebatan, dan akhirnya mencampuradukkan sains dan iman, membuat pertentangan antara kaum fundamentalis dan para rasionalis, mempertajam persinggungan keduanya, padahal tidak perlu bila kita bisa menyikapinya dengan baik dan berkepala dingin.

Berikut tulisan saya terbaru, cukup multidisiplin dan dilatarbelakangi pengalaman saya berdiskusi dan berdebat dengan berbagai kalangan, baik para fundamentalis yang “terlalu” menganggungkan Kitab Suci seolah Kitab Suci itu jawaban untuk semuanya, dan para kaum rasionalis termasuk para atheis yang mencampakkan semua yang serbaTuhan.

Saya sendiri seorang penggali ilmu pengetahuan dan beriman Kristen, percaya kepada teori evolusi, dan percaya kepada Tuhan. Saya mulai menggali masalah2 sains dan iman sejak awal sekali, saat saya masih SMP, 35 tahun yang lalu, dengan mengambil berbagai kursus Alkitab dan menggumuli sains dari awal. Kini sebagai seorang geologist selama 25 tahun ini yang juga mengaku percaya Tuhan, saya melihat kedua faktanya: fosil-fosil yang menunjukkan evolusi, dan betapa hebatnya perbuatan Tuhan atas Bumi ini. Maka saya menggunakan geologi untuk mengagumi Tuhan, dan saya tak pernah menggunakan Alkitab untuk menilai hasil-hasil ilmu pengetahuan.

Barangkali tulisan pendek ini dapat menjawab pertanyaan beberapa rekan terkait posting saya terdahulu (Kronologi Adam).

PERTANYAAN DASAR

Hominid adalah makhluk mirip manusia, misalnya Homo erectus, Homo neanderthalensis, manusia Cro-Magnon, dsb. Adam, seperti diajarkan, adalah manusia pertama.

Pertanyaan: Apakah Adam:
(1) salah satu hominid, katakanlah manusia Cro-Magnon?
(2) manusia modern seperti kita tetapi sebagai bentuk evolusi lanjutan dari hominid, (3) bentuk baru sama sekali sebagai manusia modern yang langsung diciptakan Tuhan, bukan turunan evolusi?

Pertanyaan yang sangat sulit jawabannya dan penuh perdebatan. Jawaban tepatnya adalah KITA TIDAK TAHU. Saya sebenarnya puas dengan jawaban pendek itu. Tetapi mari kita coba dekati pertanyaan itu dengan berbagai pendekatan, apakah kita bisa menjawabnya. Jawaban saya ini bersifat terbuka, artinya ada beberapa jawaban. Dan semua jawaban itu bisa salah.

KRONOLOGI ADAM

Dari perhitungan silsilah Adam khususnya berdasarkan Alkitab (saya mendasarkan kepada Alkitab sebab itu yang saya ketahui sesuai iman kristiani saya, silakan teman-teman Muslim menambahkannya berdasarkan Al Qur’an), oleh beberapa ahli seperti yang saya sudah tulis sebelumnya, misalnya Camping, diperhitungkan bahwa Adam muncul di dunia ini sekitar 11.000 SM. Apakah ini benar? Bisa benar bisa salah.

Jawaban yang tepat sesungguhnya adalah TIDAK TAHU. Mengapa? Sebab menghitung umur dari silsilah/genealogi bisa tidak tepat, khususnya dalam bahasa Ibrani kata-kata untuk ayah (ab) dan anak (ben) bisa berarti banyak. “Ab” bisa berarti ayah, kakek, kakek buyut, dan ayah-kakek buyut (Juga ‘Ab’ dipakai untuk orang tua yang dihormati walaupun secara fisik tidak punya hubungan darah). Hal yang sama, “Ben” dapat berarti anak, cucu, cucu buyut, anak cucu buyut. Terdapat flexibilitas dalam bahasa Ibrani untuk penggunaan ab dan ben. Suatu hal yang fleksibel, tidak definitif, maka akan menyulitkan perhitungan kronologi yang eksak. Itu juga sebabnya mengapa kadang-kadang genealogi dalam Alkitab suka berbeda-beda (misalnya yang dalam Kitab2: I Korintus 3, Matius 1, dan Lukas 3).

Beberapa kronologi yang pernah dikemukakan tentang kapan Adam diciptakan, sangat bervariasi, secara umum antara 10.000 – 35.000 tahun yang lalu (titik ekstrem termuda 6000 dan titik ekstrem tertua 50.000 tahun yang lalu; misalnya cek publikasi Ross, 1989: Science in the News: Will the Real Adam Please Stand Up?).

KRONOLOGI ADAM VS. KRONOLOGI HOMINID TERAKHIR

Bila Adam diciptakan Tuhan paling tua 50.000 tahun yang lalu atau 35.000 tahun yang lalu, maka ada periode saat Adam (dan keturunannya) pernah satu masa dengan para hominid terakhir.

Hominid adalah makhluk mirip manusia (homonoid – hominid). Contohnya adalah Homo erectus, Homo neanderthalensis, manusia Cro Magnon, dsb. Mereka berevolusi dari satu bentuk ke bentuk yang lain, meskipun bisa saja mereka tak berhubungan. Mereka itu pernah ada mendiami beberapa bagian di permukaan Bumi ini sebab fosil-fosilnya, tempat tinggalnya, perkakasnya, dan kuburannya telah ditemukan. Kita tidak akan membahas Homo erectus sebab Homo erectus telah punah 100.000 tahun yang lalu, puluhan ribu tahun sebelum Adam ada, tetapi kita akan bahas lebih lanjut beberapa spesies hominid sebab masa akhir mereka pernah satu zaman dengan Adam bila Adam pertama muncul di dunia antara 50.000 – 35.000 tahun yang lalu.

Homo neanderthalensis (manusia Neandertal) hidup di Eropa pada zaman es dan Asia Barat (Asia Barat adalah daerah klasik tempat Adam dan tokoh-tokoh Alkitab pernah hidup) pada sekitar 250.000 – 30.000 tahun yang lalu (perhatikan bahwa masa akhirnya pernah sezaman dengan Adam bila Adam mulai ada di dunia antara 50.000 – 35.000 tahun yang lalu). Fosil-fosil dan kuburan manusia Neandertal telah ditemukan di Prancis, Italia, Belgia dan Jerman, juga di Palestina dan Irak . Kapasitas otaknya antara 1200-1650 cc, menyamai atau melebihi kapasitas otak manusia modern (1500 cc) (Dahler & Budianta, 2000: Pijar Peradaban Manusia – Denyut Harapan Evolusi – Kanisius). Mereka tinggal di gua-gua. Dari peninggalan-peninggalan yang ditemukan, mereka telah membuat perkakas yang paling maju dibandingkan hominid sebelumnya, juga telah mengenal api. Mengapa Homo neanderthalensis yang sukses melewati zaman es selama 200.000 tahun lalu punah? Belum ada jawaban yang memuaskan, tetapi diduga karena mereka kalah berkompetisi dengan manusia modern (Homo sapiens) yang bermigrasi dari Afrika kemudian mencapai Eropa 40.000 tahun yang lalu, sehingga ada masa 10.000 tahun manusia Neandertal pernah hidup berdampingan dengan Homo sapiens dan mereka kalah bersaing (Winston, 2004: Human –Dorling Kindersley Ltd.).

Homo sapiens berevolusi 150.000-200.000 tahun yang lalu di Afrika. Dari sekitar 100.000 tahun yang lalu mereka mulai meninggalkan Afrika (out of Africa) dan menjelajahi banyak tempat di dunia melalui dua gelombang. Gelombang pertama melalui Asia selatan, Indonesia dan Australia (55.000 tahun yang lalu mereka mencapai Australia). Gelombang kedua melalui India, sisa Asia (60.000 tahun yang lalu mereka mencapai Cina) dan Eropa. Tempat terakhir yang dijelajahi Homo sapiens adalah Amerika. Mereka menyeberangi Laut Bering ke Alaska, Amerika Utara pada 13.500 tahun yang lalu, dan pada 12.500 yang lalu meraka telah sampai di Cile, Amerika Selatan. Kedatangan mereka juga memunahkan spesies hominid sebelumnya yang ada di tempat itu, sehingga mereka menjadi hominid dominan satu-satunya di dunia. Lalu pada sekitar 40.000 tahun yang lalu, terjadilah sebuah revolusi kebudayaan yang oleh beberapa ahli disebut “Great Leap Forward”, yang terjadi mengikuti munculnya satu subspesies Homo sapiens bernama “manusia Cro-Magnon” di Eropa. Anatomi manusia ini modern – seperti kita, bermasyarakat, berkelakuan modern juga, banyak melakukan inovasi dibanding sebelumnya dalam hal: seni, musik, agama, mitologi, perdagangan, pakaian, tempat tinggal dan peralatan (Winston, 2004, op.cit).

SIAPAKAH ADAM – ANALISIS KATA IBRANI/ARAM DAN YUNANI/KOINE

Boleh diduga, berdasarkan kronologi Adam di atas (kalau benar) maka Adam sezaman dengan manusia modern (Homo sapiens) Cro-Magnon yang hidup dalam zaman revolusi kebudayaan Great Leap Forward. Menjadi pertanyaan, apakah Adam manusia Cro-Magnon, atau turunan manusia Cro-Magnon secara evolutif, atau siapakah Adam? Kembali jawabannya yang benar adalah: TIDAK TAHU. Tetapi coba kita analisis bahasa asli Alkitab (Ibrani) berikut ini tentang penciptaan Adam.

Sebuah kutipan dari Kitab Kejadian 1:26-27 (terjemahan bahasa Indonesia),

Kejadian 1:26 Berfirmanlah Allah: “Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi.”

Kejadian 1:27 Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka.
Bahasa aslinya (Ibrani versi Aram):

Kejadian 1:26 Wayo’mer ‘Elohiym, Na`seh ‘ADAM btsalmenuwkidmuwtenuw wyirduw bidgat hayam uwb`owp hashamayimuwbabhemah uwbkal- ha’arets {*} uwbkal- haremes haromes`al- ha’arets.

Kejadian 1: 27 Wayibra’ ‘Elohiym ‘et- ha’ADAM btsalmow btselem’Elohiym bara’ ‘otow zakar uwnqebah bara’ ‘otam.

(ADAM saya tulis dalam huruf besar sebagai penonjolan)

Manusia pertama, diciptakan (bara’, Kejadian 1:27) oleh Allah (Elohiym) menurut gambar Allah (tselem), pada hari keenam. Allah membentuk manusia itu seperti tukang periuk belanga membentuk, yatsar, Kejadian 2: 7) dari debu tanah (‘adama), dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya (nisymat khayyim). Hasilnya ialah bahwa ‘manusia itu’ menjadi makhluk hidup (nefesy khayya).

Kejadian 2:7 Ketika itulah TUHAN Allah membentuk manusia itu dari debu tanah dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya; demikianlah manusia itu menjadi makhluk yang hidup.

Kejadian 2:7 Wayiytser Yahweh ‘Elohiym ‘et- ha’ADAM `apar min-HA’DAMAH wayipach b’apayw nishmat chayiym wayhiy ha’ADAMlnepesh chayah.

Nama Adam (‘adam), di samping sebagai nama diri, juga mengandung arti ‘manusia’. Bila kata benda ini muncul dengan kata sandang positif (ha’adam) baiklah diterjemahkan sebagai nama benda biasa daripada sebuah nama diri. Dapat dilihat bahwa nama Adam muncul di ayat-ayat itu baik sebagai nama diri (adam) maupun manusia (ha’adam).

Adam dibedakan dari binatang-binatang, tetapi pembedaan itu bukan karena nama tambahan nefessy dan ruakh yang terkait dengannya, sebab kedua istilah ini kadang-kadang juga digunakan untuk binatang-binatang, melainkan karena ia diciptakan menurut gambar Allah, diberi kuasa atas segala binatang, dan mungkin juga karena Allah sendiri menghembuskan nafas hidup (nesyama) ke dalam hidungnya.

I Korintus 15:45 Seperti ada tertulis: “Manusia pertama, Adam menjadi makhluk yang hidup…

Dalam bahasa aslinya (Yunani versi Koine):

I Korintus 15: 45 Houtos kai gegraptai: “Egeneto ho PROTOSANTHROPOS ADAM eis psuchen zosan.”

Adam digambarkan sebagai manusia pertama. Asalnya yang unik tanpa bapak atau ibu diperkenalkan guna menarik perhatian kepada fakta, bahwa apabila semua orang lain pada genealogi manusia dikatakan adalah anak atau keturunan dari nenek moyang dalam setiap garis keturunan, maka Adam dikatakan adalah anak Allah. Adam tidak datang melalui keturunan manusia. Lukas 3:38 menceritakan tentang silsilah Adam yang punya anak bernama Set, Set beranak Enos. Lalu siapa ayah Adam, disebutkannya: Allah.

Lukas 3:38 anak Enos, anak Set, anak Adam, anak Allah.
Lukas 3: 38 tou Enos tou Seth tou Adam tou Theou.

Bagaimana kita hendak menafsirkan ayat-ayat di atas dalam hubungan Adam dengan para hominid? Mungkin Adam bukan produk evolusi lanjutan dari hominid, mungkin Adam diciptakan secara khusus langsung oleh Tuhan, dari tanah, dan dihembusi nafasNya. Adam diciptakan menurut gambar dan rupa Allah, tetapi kita tak pernah tahu bagaimana gambaran itu. Rupa manusia Neandertal dan manusia Cro-Magnon sudah direkonstruksi dari tengkorak-tengkoraknya yang ditemukan (yang rupanya menuju manusia modern). Kita tak tahu rupa Adam bagaimana.

Saat Adam diciptakan, berdasarkan umur fosil, dan kronologi Adam (meskipun tidak definitif) pada saat yang sama ada makhluk-makhluk menyerupai manusia yang sudah berakal dan punya kebudayaan-kebudayaan tertentu meskipun masih awal.

Kita tak akan pernah tahu apakah Adam itu ciptaan khusus, creatio ex nihilo. Atau Tuhan mengambil suatu hominid cerdas dan mengubahnya menjadi Adam, siapa tahu? (John Oakes: What kind of hominid were Adam and Eve – the ones who rejected God – www.evidenceforchristianity.org). Dari Lukas 3:38 yang menyebutkan bahwa Adam adalah “anak” Allah, nampaknya Adam bukan produk evolusi hominid, mungkin… Tetapi secara khusus, Adam berbeda dari para hominid lainnya, bukan hanya cerdas (kecerdasan tertentu dimiliki hominid juga), tetapi ia spiritual dan berkomunikasi dengan Tuhan.

KITA KETURUNAN ADAM ATAU HOMINID?

Kalau Adam adalah manusia pertama, lalu kita sebagai manusia apakah keturunan Adam, ataukah kita keturunan Homo sapiens manusia modern yang dulu bermigrasi dari Afrika? Ross (1989, op cit.) menyatakan bahwa Adam bukan bentuk evolusi hominid manapun sebab saat Adam diciptakan, para hominid itu sudah punah. Jadi artinya bahwa manusia sekarang adalah keturunan Adam.

Benarkah ? Tetapi data biologi molekuler berdasarkan DNA pada mitokondria dan kromosom Y manusia sekarang, pada kaum perempuan mengandung semua penanda mutasi “mitochondrial Eve” yang umurnya kembali ke 150.000 tahun yang lalu, dan pada kaum lelakinya mengandung “nuclear Adam” yang umurnya kembali ke 90.000 – 60.000 tahun yang lalu. (Winston, 2004, op cit.) Artinya bahwa semua perempuan sekarang di seluruh dunia punya hubungan ke seorang perempuan Homo sapiens Afrika yang hidup pada 150.000 tahun yang lalu, dan semua laki-laki sekarang di seluruh dunia punya hubungan ke seorang laki-laki Homo sapiens yang hidup di Afrika pada 90.000-60.000 tahun yang lalu. Itu adalah bukti molekuler yang dibawa oleh darah kita sekarang. Lalu, adakah bukti bahwa kita keturunan Adam ? Ada, yaitu Tuhan yang sama yang dikenal Adam adalah Tuhan yang sama yang kita kenal sekarang…

MANA YANG BENAR?

Kita tidak akan tahu mana yang benar atas semua pertanyaan yang saya ajukan di tulisan ini. Maka saya juga lebih suka menjawabnya dengan TIDAK TAHU. Tetapi saya sudah menuliskan beberapa pendekatan kalau kita mau mendekati jawabannya. Ada beberapa alternatif jawaban yang semuanya bisa salah dan terbuka.

Demikian. Sebuah misteri. Saya tak akan berusaha menjawabnya sampai tuntas, sebab tidak akan ada jawaban tuntas. Saya pribadi akan tetap menggali ilmu pengetahuan, menjaga iman dan percaya saya kepada Tuhan. Tidak akan menjadikan Alkitab atau Kitab Suci mana pun untuk menilai ilmu pengetahuan, sebab Kitab Suci bukan kitab pengetahuan. Juga tidak akan menggunakan ilmu pengetahuan untuk menilai Tuhan, tetapi untuk mengagumi karya-karya Tuhan.

Buat saya, beriman itu ada saatnya harus bernalar sebab kita pun harus bisa menerangkan apa yang kita percayai, dan ada saatnya pula tidak bernalar sama-sekali sebab nalar kita bukan tidak terbatas, cukup dipercaya saja dan selesai.

  • Dave Re Ada dua cara untuk memahami kehidupan. Cara pertama dengan menyadari bahwa tidak ada hal yang mukjizat. Yang kedua menyadari bahwa semua hal adalah mukjizat…..campuran diantaranya hanya membuat repot yg memikirkannya.
  • Awang Satyana Mbak Ervi Bénézech, perlu juga dijelaskan kepada anak2 itu bahwa Alkitab tak menjelaskan segala sesuatu, juga ilmu pengetahuan tak memberikan semua jawaban. Pertanyaan anak2 itu sangat wajar, sederhana, dan polos, tetapi sulit sekali menjawabnya he2… Adam dan Hawa semula punya dua anak: Kain dan Habil. Habil dibunuh Kain oleh sebuah kecemburuan. Maka tinggallah Kain seorang diri. Adam dan Hawa lalu punya anak-anak lagi dalam jarak yang sangat panjang sesudah peristiwa pembunuhan Habil oleh Kain lagi. Ada juga anak perempuan yang dilahirkannya (Kejadian 5:4). Pertanyaan: apakah Kain mengawini adiknya sendiri, atau anak2 Adam-Hawa itu saling kawin sehingga menurunkan manusia di dunia? Pertanyaan yang wajar bukan? Menurut saya tidak. Mengapa? Tuhan sendiri melarang perkawinan dengan saudara seayah/seibu (lihat Imamat 18:9). Apakah Tuhan akan membiarkan Kain mengawini adiknya sendiri atau semua anak Adam-Hawa saling kawin? Menurut hemat saya tidak. Lalu dengan siapa mereka kawin? Ada indikasi bahwa anak-anak Adam dan Hawa ini mengawini keturunan hominid terakhir yang anatominya sudah modern seperti Adam dan Hawa, yaitu manusia Cro-Magnon (Kejadian 6:2). Perhatikan bahwa di Alkitab dibedakan antara anak-anak Allah dengan anak-anak manusia. Maka keturunan Adam dan Hawa, termasuk kita, sebenarnya secara fisik membawa gen hominid (seperti dibuktikan oleh genetika molekuler), juga membawa sifat religiositas Adam dan Hawa yang diciptakan khusus oleh Tuhan Allah. Inilah implikasi atas jawaban saya itu. Apakah benar begitu? Kembali, kita tidak tahu, tetapi itulah sejauh nalar yang bisa kita gapai…
  • Ervi Bénézech Terima kasih banyak pak Awang Satyana, saya sangat setuju kalau Alkitab tidak semuanya bisa dijelaskan dan saya sangat setuju juga kalau banyak sekali misteri yang belum bisa kita buktikan dan mungkin tidak pernah bisa…mempunyai kepercayaan penting dalam menjalani kehidupan dan tanpa harus menutup pertanyaan2 yang terbatas karena ingin lebih mengerti…saya yakin anak2 akan merasa diringankan dengan infonya pak Awang…
  • Awang Satyana Ya mbak Ervi, tak usah terbeban dengan hal-hal yang tidak atau belum kita ketahui. Ketidaktahuan juga adalah bagian dari hidup kita. Ya syukurlah kalau tulisan saya bisa bermanfaat. Salam.
  • Dave Re Awang Satyana>pak, jika anda mengatakan ” Ada indikasi bahwa anak-anak Adam dan Hawa ini mengawini keturunan hominid terakhir yang anatominya sudah modern seperti Adam dan Hawa, yaitu manusia Cro-Magnon”, mengapa org cro magnon tdk ada, sedangkan “keturunan adam” tetap ada?sedang monyet yg jauh lebih tua umurnya, tetap ada?
  • Awang Satyana Harus dibedakan antara monyet dan kera, keralah yang hubungannya dekat dengan evolusi hominid, tetapi antara kera dan hominid sudah berpisah pohon evolusinya sejak 3,5 juta tahun yang lalu. Jadi segala pertanyaan hubungan kera dan manusia bukan pertany…See More
  • Dave Re Awang Satyana>itu anehnya, bagaimana cro magnon bisa punah, sedangkan yg lain tidak, hominid jelas kera, bapak menyebut tentang hominid atau hominin?….apa genetik berumur setua itu ada sekarang?cara pembuktiannya bagaimana klo jenisnya tdk ada?pengukuran umurnya bagaimana?sedang sample tdk ada….ataukah ada mahluk lain saat itu?
  • Awang Satyana Punah dan muncul adalah bagian perkembangan semua makhluk hidup, satu spesies punah digantikan spesies lain adalah bagian mekanisme evolusi bernama seleksi alam. Manusia neandertal punah digantikan Homo sapiens. Manusia Cro-Magnon punah digantikan manu…See More
  • Dave Re Awang Satyana>klo dibanding dgn umur manusia lain, umur manusia adalah yg paling muda, jika memang ada hibryd sesuatu dgn manusia kera bisa menjadi manusia, apa pernah dicoba manusia dikawinkan dengan kera menghasilkan apa?jika ada kepunahan manusia, berarti kapan kira2 manusia akan punah dan diganti jenis manusia lain?
  • Awang Satyana Manusia cro-magnon bukanlah manusia kera, dan perkawinan dengannya bukanlah suatu hibrida, perhatikan interval waktu hidupnya yang sempat sezaman dengan Adam dan keturunannya. Hibrida itu kalau perkawinan antar genus. Rekayasa genetika juga punya huku…See More
  • Dave Re Awang Satyana>klo bukan manusia kera, jadi cro magnon itu hasil evolusi dari apa?…jika anda bilang bukan hibrida apa manusia cro magnon itu diciptakan khusus untuk berhubungan dan beranak pinak dgn keturunan adam?Jika tdk dicoba, mana mungkin bisa ta…See More
  • Awang Satyana Manusia modern Homo sapiens muncul secara definitif sejak 150.000 tahun yang lalu, dan semua manusia modern bukanlah manusia kera. Homo erectus yang hidup sekitar 1,2 juta-0.1 juta tahun yl bolehlah disebut manusia kera meskipun tidak tepat. Dulu zaman…See More
  • Dave Re Awang Satyana>jika neanderthal sdh lebih lama dgn cro magnon,seharusnya mereka berhubungan juga,jika katakanlah dgn keturunan adam bisa, tdk menutup kemungkinan dgn neanderthal kan?, jika adam diperkirakan ada sekitar 11.000 tahun, bagaimana mungkin mi…See More
  • Awang Satyana Ini bergantung ke kapan Adam mulai ada. Baca lagi dengan detail tulisan saya, bahwa ada revolusi kebudayaan antara manusia neandertal dengan cro-magnon, kecil kemungkinan Adam sezaman dengan manusia neandertal. Jangankan dengan cro-magnon, di darah kit…See More
  • Trizsa Vas Semoga Tuhan memberi bapak…umur panjang dengan ketajaman fikir yg terjaga..ya Pak Awang Satyana
  • Dave Re Awang Satyana>yg sy maksud dgn perumpamaan…Adam adalah cro magnon, yg berhubungan dgn neadherthal karena cro magnon tdk berumur 150 ribu tahun, yg berumur segitu,neandhertal, cro magnon tertua diperkirakan sekitar 43.000 thn lalu.jadi tahunnya tdk ma…See More
  • Awang Satyana He2…dalam darah kita saja ada penanda jejak Eve mitokondria 150.000 tahun bagi wanita dan penanda jejak nuclear Adam 60.000 tahun. Dalam darah Cro Magnon juga ada, dalam darah Neanderthal tak ada sebab awal mereka hidup sebelum 150.000 tahun. Mutasi…See More
  • Awang Satyana Terima kasih atas doa Trizsa Vas, semoga. Amin.
  • Dave Re Awang Satyana>Cro-Magnon (early-modern-human) skeletal remains showing certain “Neanderthal traits” have been found in Lagar Velho (Portugal) and dated to 24,500 years ago, suggesting that there may have been an extensive admixture of the Cro-Magnon an…See More
  • Awang Satyana Cro-magnon mulai ada 40.000 tahun yang lalu, sementara Neandertal punah pada 30.000 tahun yang lalu, sehingga ada periode bersama selama 10.000 tahun. Bila perkawinan antar mereka terjadi, tidak akan terjadi pada 80.000-50.000 tahun yang lalu, tetapi a…See More
  • Dave Re Awang Satyana>keterangan itu bukan sy yg teliti pak, dan jk menurut kejadian 6:2, tdk menjelaskan apa2, cantik itu jaman dahulu dan jaman sekarang beda kategori.., kebudayaan tertinggi apa yg dibawa adam?great leap forward sdh ada sejak 75-80.000 tahun yg lalu.berarti itu jaman neandhertal?
  • Awang Satyana Baca yang tersirat, bukan yang tersurat, gunakan eksegese dalam menafsir Alkitab. Great Leap Forward terjadi sejak 40.000 tahun yang lalu. Neanderthal hidup dalam zaman glasiasi, baaimana ada Great Leap Forward dalam zaman es?
  • Dave Re Awang Satyana>ada bukti great leap forward, tulang yg dijadikan alat pada 75-80.000 tahun lalu, bahkan memancing sdh ada 64000 tahun yg lalu, great leap forwardnya apa nih?kenyataannya bukti ada peninggalannya..eksegese apa yg dimaksud? menurut anda penafsirannya bagaimana?
  • Danny Hilman Natawidjaja Seorang scientist memang harus banyak mengatakan “tidak tahu” daripada “sok tahu”. Yang krusial dalam analisa ilmiah adalah ketajaman dalam melihat batas antara wilayah ‘tidak tahu’ dan ‘sudah tahu’ (scientifically proven). Masalah Adam dan sejarah manusia (homo sapiens) ditinjau dari kacamata agama belum selesai alias masih gelap, demikian juga dari kacamata ilmiah, seperti diuraikan Pak Awang. Jadi tidak heran kalau membuat analisa dengan mencampurkan kedua-nya dengan kurang hati-hati bukannya menjadi tambah terang tapi malah tambah ‘mblunder’.
  • Indra Dadeu Soembodo Oom Awang, semoga Allah selalu menjaga kesehatanAwang Satyana dan kita semua lahir maupun bathin, menjaga segala kesederhaan Awang dalam berbagi, berdiskusi, berdebat, memberi dan menerima ilmu yang Insya Allah berguna untuk kita semua. Nuhun untuk semua sharingnya yang selalu membuat saya untuk lebih rajin lagi membaca, ngalamun dan merenung…..berkahNya untuk kita semua
  • Teguh M S Pak Godam, saya sdg berfantasi berkaitan dg mitocondrea eve & nuclear adam apakah ini dpt dijadikan benang merah antara hominid/homo sapiens dg Human (Adam)Secara intelegensia “Serupa dengan Kita” (Genesis) yaitu subyek yg punya akal budi. Secara fisik sama atau hampir sama dg hominid (seperti mahluk yg membuat kerusakan dibumi) Al quran.Secara sederhana dpt diasumsikan Adam bukanlah mahluk baru tapi evolusi dari hominid/homo sapiens yg mengalami perubahan genetika atau tepatnya rekayasa genetika. Sekali lagi ini hanya sekedar fantasi krn saya memang tidak tau hehehe
    July 24 at 8:43am via mobile · Like · 1
  • Awang Satyana Pak Teguh, Eve DNA mitokondria dan nuclear Adam Y chromosome memang benang merah yang menghubungkan kita dengan Homo sapiens yang out of Africa, itulah penanda fisik kita sebagai makhluk hasil evolusi. Sementara penanda Adam adalah bahwa kita mengenal …See More
  • Dave Re cro magnon dan neanderhtal sj masih ruwet.apalagi ditambah adam dan hawa, krn aneh tau2 ada cro magnon…evolusi dr apa, tdk pernah ketahuan, sebenarnya bagaimana jg tdk jelas…klo dna manusia ada jejak ribuan tahun lalu, kemungkinan besar ada pencamp…See More
  • Teguh M S Bung Dave Re jadi teringat film jaman baheula “Time Tunel” mari kita berfantasi menguasai kecepatan cahaya agar bisa menembus ruang dan waktu hahahahaha
  • Dave Re Teguh M S>iya pak, senang sekali klo ada mesin waktu, segala pertanyaan sekarang bisa terjawab, mana yg asli, mana yg ternyata hanya karangan semata.
  • Teguh M S Itu masalahnya yg punya mesin waktu saat ini hanya Dora Emon hehehe
  • Dave Re Teguh M S>iya, dan saat nobita bangun, doraemaon ternyata hanya mimpi…
  • Gus Manz ~
    Kalau diambil kesimpulan ++ (ngarang sendiri)
    Kita adalah keturunan : 
    1.Dari Adam (dan Hawa) yang mana turunannya kawin dengan makhluk jenis Homonid.
    2. Asli Turunan Adam dan Hawa tanpa ada perkawinan silang dengan homonid.
    3. Asli turunan Homonid yang berevolusi jadi homo sapiens
    4. Evolusi Gorila yang Kawin dengan Babi.

    Kalau Kecoa dulunya makhluk apa ?

  • Awang Satyana Yang mana menurut Kang Gus Manz?
  • Gus Manz ~
    Ha.ha.ha.. sejatinya jawabnya adalah TIDAK TAHU.
    Namun kalau mengambil jalan tengah, saya lebih cenderung ke pilihan no 3.
    Meskipun ada ayat “kun fayakun” bukan berarti sekaligus jadi begitu saja,” af’al ” (perbuatan) Tuhan itu menurut hemat saya berproses juga.

    Teknisnya (sok tau juga nih) momentum dijadikannya Adam itu ketika Ruh Allah “ditiupkan” kepada makhluk (yang entah apa namanya) yang sudah “sempurna”.

    “Telah kutiupkan sebagian Ruh Ku”, menurut hemat antara lain adalah kemampuan simbolisasi (memberikan nama/atau sebutan-sebutan). Elemen Dasar atau buah Ilmu Pengetahuan.

    Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa Nabi Adam mempunyai udel. (jejak bekas tali-ari-ari).

    Namun ada tersirat juga sih pemikiran ada proses “Teleportasi”, dari dimensi alam “surga” tempat asal Nabi Adam dan Hawa “loncat/terlempar” ke bumi, utuh.

  • Danny Hilman Natawidjaja Diskusi ‘out of the box’ yang menarik, apalagi ujung-ujungnya mengarah kepada hipothesis bahwa Adam bukan homonid (homo sapiens) tapi kreasi mahluk baru sebagai hasil ‘interupsi Tuhan’ kata Pak Awang. Kalau demikian maka Adam diturunkan dari langit, alias Alien. Naaah serukan, UFO lagi neh
  • Awang Satyana Nampaknya ada yang gak terima dengan “UFO” he2…
  • Danny Hilman Natawidjaja Tergantung dari Surga-nya Adam itu di mana. Kalau berada di luar Bumi artinya per-definisi Adam memang mahluk Extra-Terrestrial, sehingga untuk sampai di sini suka atau tidak suka harus pake UFO ha3. Lama-lama diskusi “out of the box” memang bisa “out of mind” apalagi kalau tambah larut malam
  • Awang Satyana He2…sebelum “out of mind”, segera tidur Kang, beberapa jam lagi nanti dibangunkan buat sahur…
  • Teguh M S Kitab suc imenyebut di bumilah kalian dihidupkan, mati dan dibangkitkan,… mungkin hanya perbedaan dimensi saja antara dunia materi dan non materi. Soal UFO mari kita berfantasi lagi apakah mungkin di jagat raya ini kita hanya hidup sendiri,….
  • Dave Re adam dan cro magnon tdk terbukti…klo di manusia modern ada mitokondria neanderthal, itu berarti memang ada pencampuran…sekonyong2 nya cro magnon tdk terjawab, evolusi dr apa tdk terjawab, sesuatu yg tdk tahu klo dibicarakan terus menerus menjadi setengah tahu, lalu kapan2 jadi “tahu”?
  • Dave Re Teguh M S>mengenai UFO,sering bikin bingung krn tdk disebarkan secara detil, juga tdk semua org peduli dgn UFO…yg paling gampang dipahami adalah seringnya di tempat kejadian saat itu ada unsur2 yg tdk ada di bumi, juga adanya tehnik2 kuno yg anehnya bahkan dengan sains modern sekarang tdk bisa menjawab bagaimana caranya.
  • Gus Manz ~
    Jika pun UFO muncul melalui suatu pesawat yang bergerak dengan kecepatan cahaya dari planet di galaxy Bimasakti / Milky Way ataupun galaxy Andromeda, ataupun galaxy lain lalu tiba di bumi, maka dipastikan ia telah menempuh perjalanan waktu yang san…See More
  • Teguh M S Out of the Box: Kang Guz soal Dematerialsasi saya hanya berpikir hal yg sederhana saja, dahulu seorang teman di kampung pernah hilang. Menurutnya dia diajak kakeknya yg sudah meninggal,… dia bisa melihat orang2 yg mencarinya tp orang yg mencarinya ti…See More
  • Dave Re Belum terjawab, bahkan utk kecepatan cahaya saja…semoga segera ada terobosan setelah semua serba listrik, tdk menggunakan bahan bakar fosil
  • Prawiro Sudirjo colek Prof. Yohanes Surya tentang fisika teori nih
  • Danny Hilman Natawidjaja Ilmu Fisika Quantum dan Relativity sering membuat saya terpana. Banyak hal-hal secara teori ‘nyata’ tapi realitasnya atau aplikasinya masih science fiction untuk saat ini. Banyak juga info-info di ayat-ayat suci AlQuran dan mungkin Kitab lainnya yang harus dipahami dengan ilmu ini. Salah satu yang menarik dan di depan mata, fenomena ilmu ‘teluh’ sepertinya memakai prinsip teleportasi massa-energi-massa hanya caranya ;klenik’ bukan ilmiah.
  • Danny Hilman Natawidjaja Hal lain yang di depan mata tapi seringterlewatkan. Prinsip dasar yang dipakai Accupuncture, accupressure dan segala variasinya jelas bukan berasal dari pengetahuan kedokteran modern/masa kini (salah satunya karena yang dipakai adalah jaringan ke-‘3’ padahal kedokteran modern hanya mengenal 2 jaringan: darah dan syaraf) . Hasilnya (kalau dilakukan oleh yang benar-benar ahli) banyak yang nyata bahkan lebih hebat dibanding kemampuan kedokteran modern sehingga skr ini banyak diakui dunia kedokteran meskipun secara ilmiah mereka tidak bisa menerangkan. Prinsip dasar ilmu itu asalnya tidak ada yang tahu (setahu saya). Saya yakin itu adalah salah satu peninggalan dari peradaban (iptek) yang sudah hilang.
  • Oman Abdurahman Dalam psikologi ada fenomena yg disebut “embodiment” dan ada juga lawannya, “disembodiment”. Barangkali makhluk ruang angkasa sudah menemukan teknik atau aplikasi dari kedua prinsip tsb dan sangat piawai menerapkannya, sehingga bisa berlalu-lalang lintas angkasa luar dengan “membayangkan” bumi secara konsentrasi penuh, dan …hupp…dalam sekejap sudah berada di bumi yg “dibayangkannya” itu. Demikian pula waktu pulang.
  • Dave Re Jika pakai pesawat, berarti mereka belum sampai pada tahap itu.
Iklan

2 comments on “RELASI HOMINID DAN “ADAM”: SEBUAH PENDEKATAN

  1. ambil palu,hantam kepala anda.kenapa ?….karena anda tidak bisa menggunakan otak anda sebagaimana mestinya.anda mencoba mengungkap hal yang sangat besar tetapi dengan peralatan primitif yang sangat lemah ! lihatlah,dengarkan,dan rasakan dengan hati anda.maka anda akan menemukan kedamaian dalam kebenaran.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Atlantis in the Java Sea

A scientific effort to match Plato’s narrative location for Atlantis

sembrani

bertukar ide, melampaui mimpi bersama

Nurul Wirda

0812-8267-9182

aawanto

The greatest WordPress.com site in all the land!

Covert Geopolitics

Beyond the Smoke & Mirrors

Catatan Harta Amanah Soekarno

as good as possible for as many as possible

Women Terrace

to say something that i never talk before

Kanzunqalam's Blog

AKAL tanpa WAHYU, akan berbuah, IMAN tanpa ILMU

Cahayapelangi

Cakrawala, menapaki kehidupan nusantara & dunia

religiku

hacking the religion

SANGKAN PARANING DUMADI

Just another WordPress.com site

WordPress.com

WordPress.com is the best place for your personal blog or business site.

%d blogger menyukai ini: