5 Komentar

Orang Sunda : Siapakah Dia ?

SABTU, 16 JANUARI 2010

Orang Sunda : Siapakah Dia ?

Oleh :Nandang Rusnandar

Banyak teori yang mengatakan bahwa manusia Sunda berasal dari daerah lain, seperti datang dari tanah Yunan. Migrasi manusia purba masuk ke wilayah Nusantara terjadi para rentang waktu antara 100.000 sampai 160.000 tahun yang lalu sebagai bagian dari migrasi manusia purba “out of Africa”. Ras Austolomelanesia (Papua) memasuki kawasan ini ketika masih bergabung dengan daratan Asia kemudian bergerak ke timur, sisa tengkoraknya ditemukan di gua Braholo (Yogyakarata), gua Babi dan gua Niah (Kalimantan). Selanjutnya kira-kira 2000 tahun sebelum Masehi, perpindahan besar-besaran masuk ke kepulauan Nusantara (migrasi) dilakukan oleh ras Austronesia dari Yunan dan mereka menjadi nenek moyang suku-suku di wilayah Nusantara bagian barat. Mereka datang dalam 2 gelombang kedatangan yaitu sekitar tahun 2.500 SM dan 1.500 SM (Wikipedia, 2009).

Bila melihat peninggalan yang ada di Kota Bandung sekitar 120.000 tahun yang lalu, khususnya di daerah Pakar, bermula dari hasil penelitian van Bemmelen, terbukti bahwa manusia Sunda yang ada pada waktu itu sudah sangat mengenal dan menguasai metalurgi untuk membuat anak tombak yang terbuat dari beberapa campuran besi, alat ’cor’ tersebut masih tersimpan baik di Museum geologi Bandung. Bahkan nenek moyang ini telah memiliki peradaban yang cukup baik, paham cara bertani yang lebih baik, ilmu pelayaran bahkan astronomi. Juga sudah memiliki sistem tata pemerintahan sederhana serta memiliki pemimpin (Tri Tangtu : Ratu, Rama, Resi).

Teori migrasi yang mengatakan bahwa manusia Sunda (Nusantara) berasal dari Yunan ditentang oleh dua teori, pertama Teori Harry Truman dan Ario Santos, teori ini menentang teori migrasi Austronesia dari Yunan dan India. Teori ini mengatakan bahwa nenek moyang bangsa Austronesia berasal dari dataran Sunda-Land yang tenggelam pada zaman es (Pleistosen). Populasi ini peradabannya sudah maju, mereka bermigrasi hingga ke Asia daratan hingga ke Mesopotamia, mempengaruhi penduduk lokal dan mengembangkan peradaban. Pendapat ini diperkuat oleh Umar Anggara Jenny, yang melihat dari sudut perkembangan bahasa, ia mengatakan bahwa Austronesia sebagai rumpun bahasa merupakan sebuah fenomena besar dalam sejarah manusia. Rumpun ini memiliki sebaran yang paling luas, mencakup lebih dari 1.200 bahasa yang tersebar dari Madagaskar di barat hingga Pulau Paskah di Timur. Bahasa tersebut kini dituturkan oleh lebih dari 300 juta orang. Pendapat Umar Anggara Jenny dan Harry Truman tentang sebaran dan pengaruh bahasa dan bangsa Austronesia ini juga dibenarkan oleh Abdul Hadi WM (Samantho, 2009).

Teori awal peradaban manusia berada di dataran Paparan Sunda (Sunda-Land) juga dikemukan pula oleh Santos (2005). Santos menerapkan analisis filologis (ilmu kebahasaan), antropologis dan arkeologis. Hasil analisis dari reflief bangunan dan artefak bersejarah seperti piramida di Mesir, kuil-kuil suci peninggalan peradaban Maya dan Aztec, peninggalan peradaban Mohenjodaro dan Harrapa, serta analisis geografis (seperti luas wilayah, iklim, sumberdaya alam, gunung berapi, dan cara bertani) menunjukkan bahwa sistem terasisasi sawah yang khas Indonesia ialah bentuk yang diadopsi oleh Candi Borobudur, Piramida di Mesir, dan bangunan kuno Aztec di Meksiko. Setelah melakukan penelitian selama 30 tahun Santos menyimpulkan bahwa Sunda Land merupakan pusat peradaban yang maju ribuan tahun silam yang dikenal dengan Benua Atlantis. Dari kedua teori tentang asal usul manusia yang mendiami Nusantara ini, benua Sunda-Land merupakan benang merahnya. Pendekatan analisis filologis, antropologis dan arkeologis dari kerajaan Nusantara kuno serta analisis hubungan keterkaitan satu dengan lainnya kemungkinan besar akan menyingkap kegelapan masa lalu Nusantara.

Kepulauan Nusantara telah melintasi sejarah berabad-abad lamanya. Sejarah Nusantara ini dapat dikelompokkan menjadi lima fase, yaitu zaman pra sejarah, zaman Hindu/Budha, zaman Islam, zaman Kolonial, dan zaman kemerdekaan. Kalau dirunut perjalanan sejarah tersebut zaman kemerdekaan, kolonial, dan zaman Islam mempunyai bukti sejarah yang jelas dan tidak perlu diperdebatkan. Zaman Hindu/Budha juga telah ditemukan bukti sejarah walaupun tidak sejelas zaman setelahnya. Zaman sebelum Hindu/Budha masih dalam teka-teki besar, maka untuk menjawab ketidakjelasan ini dapat dilakukan dengan analisa keterkaitan berbagai tinggalan yang ada.

Benua Sunda-Land merupakan benang merah, pendekatan analisis filologis, antropologis dan arkeologis dari kerajaan Sunda kuno akan menyingkap kegelapan masa lalu kita.

 Kerajaan Salakanegara, Pandeglang Banten, tahun 120 M,

Kerajaan Salakanagara (Salaka=Perak) atau Rajatapura termasuk kerajaan Hindu. Ceritanya atau sumbernya tercantum pada Naskah Wangsakerta. Kerajaan ini dibangun tahun 120 Masehi yang terletak di pantai Teluk Lada (Sekarang wilayah Kabupaten Pandeglang, Banten). Raja pertamanya yaitu Aki Tirem yang duturunkan kepada Dewawarman yang memiliki gelar Prabu Darmalokapala Dewawarman Haji Rakja Gapura Sagara yang memerintah sampai tahun 168 M.

Kota Perak ini sebelumnya diperintah oleh tokoh Aki Tirem Sang Aki Luhur Mulya atau Aki Tirem, waktu itu kota ini namanya Pulasari. Aki Tirem menikahkan putrinya yang bernama Pohaci Larasati dengan Dewawarman. Dewawarman ini sebenarnya Pangeran yang asalnya dari negri Palawa di India Selatan. Daerah kekuasaan kerajaan ini meliputi semua pesisir selat Sunda yaitu pesisir Pandeglang, Banten ke arah timur sampai Agrabintapura (Gunung Padang, Cianjur), juga sampai selat Sunda hingga Krakatau atau Apuynusa (Nusa api) dan sampai pesisir selatan Swarnabumi (pulau Sumatra). Ada juga dugaan bahwa kota Argyre yang ditemukannya Claudius Ptolemalus tahun 150 M itu kota Perak atau Salakanagara ini. Dalam berita Cina dari dinasti Han, ada catatan dari raja Tiao-Pien (Tiao=Dewa, Pien=Warman) dari kerajaan Yehtiao atau Jawa, mengirim utusan/duta ke Cina tahun 132 M.

 Kerajaan Sunda, Jawa Barat, Tahun 669 M,
 Kerajaan Sunda Galuh, Jawa Barat Tahun 735 M,
 Kerajaan Pajajaran, Jawa Barat, Tahun 923 M,
 Kerajaan Panjalu Ciamis (Kawali), Gunung Sawal, Jawa Barat, tahun abad ke 13 M,
 Kerajaan Sumedang Larang, Sumedang Jawa Barat, 1521 M,
 Kesultanan Banten, Banten, Tahun 1524,
 Kesultanan Cirebon, Cirebon, Tahun 1527 M,

Disarikan dari : “ATLANTIS NUSANTARA” ANTARA CERITA DAN FAKTA (Sebuah Hipotesa Lokasi Awal Peradaban di Indonesia)

Iklan

5 comments on “Orang Sunda : Siapakah Dia ?

  1. saya sangat yakin kebenaran ini, ini kebangkitan kita jawa manusia tertua induk segala bangsa dunia,hebat hebat hebat,

  2. Asalamualaikum Wr.Wb

    Saya Ceintya, saya sangat penasaran sekali ttg sejarah peradaban di Nusantara Indonesia ini, karena ada yang mengclaim bahwasannya penduduk Indonesia tidak ada keturunan aseli Nusantara, semuanya adalah pendatang, baik itu Etnis Cina, Melayu dll dll. Mohon pencerahannya saya mohon karena ini berkaitan dengan kejelasan asal mula peradaban di Indonesia, Sebelumnya terimakasih banyak atas bantuannya.

  3. asal tamadun nusantara / dunia…….?
    Sedangkan sungai yang memisahkan tanah Sumatra dengan tanah jawa dikenali dengan selat sunda/selat para penyundal/selat yang memisah-kan para penyundal /dari kalangan manusia bajingan……..dan sampai sekarang kerja bajiangan tersebut masih berterusan…….dan ini yang lebih terang dan yang lebih jelas ,arti-nya dari pada semua itu………..dan tidak ada sama sekali yang di katakana dataran sunda / sundaland ……?
    manusia jawa itu pada asal-nya adalah terdiri daripada rakyat ratu balkis /dari pada kalangan jins,yang di tukar / yang menjelma menjadi rupa manusia ,sampai sekarang ini manusia jawa itu masih tidak dapat meninggal-kan kebia sa an-nya sewaktu menjadi jins pada masa lalu ,sebelum mereka menjelma dalam rupa bentuk manusia…………sedangkan asal tamadun wilayah nusantara bermula-nya daripada pulau paco / pulau perca yang kemudian-nya dikenali dengan bumi emas / pulau emas……..negeri ophir /negeri barus / nagari sigumawang / pulau serendip……?
    aku itu selama ini ,kan sudah lama menjadi jurucakap serta menjadi para penyelidik asal usul tamadun itu…..maka itulah hasil-nya yang aku temui……..?

  4. Dalam peta para penjelajah eropa dan amerika bahksn sampe sekarang, tak dikenal pulau jawa, sumatra ataupun kalimantan, yg tertulis adalah great sunda atau sunda besar, dan pulau bali dan nusa tenggara temasuk timor dikenal dengan sunda kecil.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Atlantis in the Java Sea

A scientific effort to match Plato’s narrative location for Atlantis

sembrani

bertukar ide, melampaui mimpi bersama

Nurul Wirda

Semerbak Mawar yang dengan senang hati memancarkan Cahayanya

aawanto

The greatest WordPress.com site in all the land!

Covert Geopolitics

Beyond the Smoke & Mirrors

Catatan Harta Amanah Soekarno

as good as possible for as many as possible

Women Terrace

to say something that i never talk before

Kanzunqalam's Blog

AKAL tanpa WAHYU, akan berbuah, IMAN tanpa ILMU

Cahayapelangi

Cakrawala, menapaki kehidupan nusantara & dunia

religiku

hacking the religion

SANGKAN PARANING DUMADI

Just another WordPress.com site

WordPress.com

WordPress.com is the best place for your personal blog or business site.

%d blogger menyukai ini: