1 Komentar

Quantum dan Kera (Catatan untuk Adhie Massardi)

Oleh Erick Rizky
Senin, 20 Februari 2012 , 21:24:00 WIB

ILUSTRASI

SULIT bagi saya untuk menganalisa tulisan Adhie Massardi berjudul “Firaun (dan Piramid) tadi pagi di media ini. Karena ada tabrakan teori satu sama lain, ada inkonsistensi pemahaman mengenai piramid dll. Politisasi piramid tepatnya.

Saya akan mencoba dari sisi lain untuk mendekati cara berfikir Adhie Massardi soal pemahaman Piramida dan studi yang sedang dilakukan oleh Tim Bencana Katastropik Purba.

Cahaya bisa dipandang sebagai gelombang, bisa juga sebagai kuanta-kuanta energi (quantum). Quantum fisik banyak berhubungan dengan gelombang dan energi. Elektron sebagai partikel materi bukanlah hakekat sebenarnya, karena masih ada partikel materi yang lebih kecil dari elektron, yakni gelombang.

Berdasarkan azas ketidakpastian Heisenberg, kita tidak pernah tahu dimana posisi partikel elektron berada. Dia selalu bergerak. Sehingga yang ada sebenarnya hanyalah persamaan probabilitas tentang kondisinya. Dia ada disini dan sekaligus ada dimana-mana. Tentu hal ini agak membingungkan ya?

Baiklah, mari kita lihat ilustrasi persamaan probabilitas berupa persamaan gelombang ini. Sebagaimana kita ketahui, materi itu hanyalah proyeksi holografis yang kita lihat pada kondisi empat dimensi, ruang-waktu atau dimensi ke-empat.

Jika kita bisa berada pada dimensi ke-lima, maka kita akan melihat ‘dunia’ dalam bentuk yang amat berbeda, apalagi jika kita memandangnya dalam dimensi ke-sebelas. Akses ke dimensi lebih tinggi ini, bisa dilakukan oleh gelombang otak kita (mindset).

Perubahannya hanya bisa ditempuh oleh mindset (niat), karena mengakses buih quantum yang timeless. Namun wujud untuk perubahan ke alam fisik (materi) dibutuhkan waktu, karena kita hidup dalam dimensi ruang-waktu.

Sebagai ilustrasi misalnya, mercury menggunakan wujud gelombangnya untuk bisa masuk kemana saja, berakibat banyak penyakit yang ditimbulkannya. Untuk detoksifikasi mercury dengan metoda balur, pasien harus dibungkus oleh aluminium foil di atas meja tembaga yang di-grounding. Jika tidak, maka gelombang mercury bisa merusak semua peralatan electronic di sekitarnya.

Selain itu, mercury sangat menyukai nicotine, dan tembakau menjadi alternatif detoksifikasi mercury yang paling tepat. Dimana nicotine berperan sebagai ‘scavanger’ (pemangsa) yang menjebak mercury dan mengubahnya menjadi gold. Proses perubahan ini terjadi pada dimensi yang lebih tinggi dari dimensi fisik, yakni pada level bioenergi. Maka itu, penelitian ini masuk ke ranah fisika quantum, yang memerlukan penggunaan alat-alat ukur fisika quantum seperti halnya spin magnetic resonance.

Pelajaran fisika modern yang diketahui hingga era 90-an, hanya sampai mempelajari spin magnetik. Tidak membahas string theory, yakni pelajaran tentang dimensi-dimensi yang lebih tinggi.  Sehingga aplikasi fisika quantum tidak ditemukan pada kehidupan sehari-hari.

Singkatnya, dalam fisika klasik (Newton), waktu adalah absolut, yakni hukum-hukum fisika berdasarkan kekuatan materi (massa benda). Sementara itu dalam fisika quantum: relativisme, materi ataupun massa sebenarnya hanyalah berupa kumpulan energi (quanta), bukan sesuatu yang ‘mewujud’.

Fisika klasik: linier. Fisika quantum: nonlinier, ruang-waktu melengkung.

Kelengkungan ruang-waktu mungkin bisa juga berimplikasi “sejauh-jauhnya kita berjalan ke masa depan, selalu akan muncul dari masa lalu”.

Artinya tidak heran kenapa orang sebelum masehi sudah memiliki kemampuan teknologi membangun piramid. Juga tidak heran jika semakin maju sains dan teknologi ‘akan kembali’ ke local wisdom, dan menemukan alasan saintifik tentang kebijaksanaan orang-orang yang hidup pada masa lampau.

Dalam fisika quantum, realitas bisa menjadi timeless dan non local (ada dimana-mana sekaligus). Namun karena kita sejak kecil dididik dan diajarkan di sekolah hanya menggunakan otak rasional (otak kiri, otak mamal), maka akibatnya kehilangan kesadaran non local. Yakni kehilangan kesadaran realitas quantum kita.

Einstein dan ilmuwan-ilmuwan zaman dulu masih memiliki kesadaran quantum ini, Mereka sangat kreatif dan menjadi penemu dalam berbagai bidang ilmu dan teknologi. Kesadaran quantum ini ada di sistem limbik otak kita (talamus, amigdala, dsb). Konon, bentuk piramida di Mesir dibuat dengan geometri limas sedemikian rupa, bertujuan untuk  memaksimalkan energi yang masuk ke kelenjar pineal otak, agar petinggi-petinggi Mesir yang melakukan ritual di dalamnya, mampu mencapai kecerdasan tertinggi. Memaksimalkan relasi kosmik, mikrokosmik dan makrokosmik.

Dalam otak manusia sudah terkandung inforamasi se-alam semesta (makro dan mikro). Namun karena kita berpikir hanya menggunakan otak mamal (neocortex), maka kita tidak menyadari adanya informasi cosmic tersebut, karena tidak terstruktur, tidak linier. Sementara itu, neocortex hanya memahami yang terstruktur, dan yang tdk terstruktur inilah mungkin yang diistilahkan oleh Malcolm Gladwell, sebagai Blink (berpikir tanpa berpikir), atau disebut ‘Black Swan’ oleh Nasem Nicholas Taleb.

Adam-lah manusia pertama yang memiliki berkesadaran “manusia”, yakni manusia yang menggunakan semua kemampuan otaknya, atau, berkesadaran cosmic.

Jadi, kalau manusia moderen saat ini, hanya bekesadaran materi saja (uang), apalagi jadi koruptor, maka secara evolusi, manusia itu berada pada zaman pra-Adam. Dan Tuhan sudah memberikan perumpamaanNya untuk manusia-manusia seperti itu, yakni kera (monyet) yang hina. Sebagaimana perumpamaan kepada kaum Yahudi yang membangkang kepada nabi Musa. Kesadaran mereka disetarakan dengan monyet, yang menurut teori evolusi Darwin sebagai asal usul evolusi manusia.

Pertanyaannya sekarang, apakah Adhie Massardi dan kita befikir fisis-material sebagai manusia zaman pra-Adam, atau berfikir fisis-quantum sebagaimana halnya era-Adam? [***]

Penulis adalah Asisten Staf Khusus Presiden bidang Bantuan Sosial dan Bencana

One comment on “Quantum dan Kera (Catatan untuk Adhie Massardi)

  1. kalo anda pelajari dengan sungguh sungguh ,teori yang di kembangkan oleh seorang pakar seperti einstein ataupun hawkin itu belum final.disitu masih banyak ditemukan elemen ataupun unsur lain yang belum dimasukkan dalam perhitungan.terkesan seperti fakta buram yang dipaksakan kebenaranyan.apakah ini disengaja untuk menguji bangsa lain ?sedangkan kebenaran sesungguhnya mereka genggam erat erat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Atlantis in the Java Sea

A scientific effort to match Plato’s narrative location for Atlantis

Sembrani

Membahas ISU-ISU Penting bagi Anak Bangsa, Berbagi Ide, dan Saling Cinta

Wirdanova

+62811-813-1917

aawanto

The greatest WordPress.com site in all the land!

Covert Geopolitics

Beyond the Smoke & Mirrors

Catatan Harta Amanah Soekarno

as good as possible for as many as possible

Modesty - Women Terrace

My Mind in Words and Pictures

Kanzunqalam's Blog

AKAL tanpa WAHYU, akan berbuah, IMAN tanpa ILMU

Cahayapelangi

Cakrawala, menapaki kehidupan nusantara & dunia

religiku

hacking the religion

SANGKAN PARANING DUMADI

Just another WordPress.com site

WordPress.com

WordPress.com is the best place for your personal blog or business site.

%d blogger menyukai ini: