Tinggalkan komentar

KINANTI (Pesan di Akhir Jaman / Jaman Kegelapan / Kaliyuga)

KINANTI (Pesan di Akhir Jaman / Jaman Kegelapan / Kaliyuga)
oleh Abah UCI (www.facebook.com/lq.hendrawan)

Sampurasun.
Mungkin anda yg tinggal di Jawa Barat pernah mendengar istilah pupuh “KINANTI” yang berisi pesan sebagai berikut :

BUDAK LEUTIK BISA NGAPUNG — (anak kecil yg dapat terbang)
BABAKU NGAPUNGNA PEUTING — (terbang digelapnya malam)
NGURILING KAKALAYANGAN — (terbang melayang-layang menjelajahi kegelapan malam)
NEANG NGAN NU AMIS-AMIS — (mencari segala yang manis-manis)
SARUPA NING BUBUAHAN — (seperti halnya buah-buahan)
NAON BAE NU KAPANGGIH — (apa pun yang dapat ditemukan)

KINANTI berasal dari dua (2) kata, yaitu :
– KIN / engkin / engke = kelak / suatu saat
– ANTI = tunggu (*dianti-anti = ditunggu-tunggu)
Maka, KINANTI arti sebenarnya adalah “SUATU SAAT YANG DITUNGGU-TUNGGU” atau “SUATU SAAT YANG DINANTIKAN”

Sering kali Kinanti ini dijawab hanya sebagai KELELAWAR (kalong) saja karena pupuh tersebut diakhiri dengan pertanyaan. Tidak banyak yang mampu menjawab / menguraikan makna sesungguhnya yang lebih mendalam… Oleh masyarakat Jawa Barat (*pun oleh para seniman Karawitan) pupuh Kinanti tidak pernah dianggap sebagai AJARAN / WEJANGAN dari para leluhur,… mungkin…karena lebih sering dilantunkan oleh anak-anak kecil di Jawa Barat… atau karena memang mereka tidak memahaminya (?)…. oleh sebab itu, mari kita gali bersama 

1. BUDAK LEUTIK BISA NGAPUNG BABAKU NGAPUNGNA PEUTING
Ini adalah silib-siloka tentang generasi terakhir yang telah ‘kehilangan penglihatan’ (kehilangan jejak). Dengan pengetahuannya yang kecil / sempit / terbatas ia menjelajahi jaman yang sudah tidak bercahaya / gelap.
Malam hari merupakan siloka dari Kaliyuga / abad kegelapan, dimana kehidupan sudah mendekati saatnya kehancuran.

2. NGURILING KAKALAYANGAN NEANGAN NU AMIS-AMIS
Ia terbang mencari bukti-bukti kebaikan / ajaran-ajaran peninggalan para leluhurnya dari pohon kehidupan / pohon ruang dan waktu (KALA-PA-TARU).
Dalam kebutaannya di Jaman Hitam (*sudah buta – gelap pula  ia hanya mengandalkan ‘penciuman’ naluri (*radar / kreteg / kata-hati / rasa) untuk kembali mendapatkan “keindahan ajaran, buah karya para leluhurnya”.

3. SARUPA NING BUBUAHAN NAON BAE NU KAPANGGIH
Di Jaman Kegelapan apalagi sudah dalam keadaan buta, secara naluriah ia mencoba mendapatkan PHALA / buah (*dharma phala = buah kebaikan, karma phala = buah perilaku)… dari jenis phala / buah-buah apapun yang ada yang masih tersisa akan diambilnya.

Pupuh Kinanti merupakan sebuah pesan berupa sandi-sandi akhir jaman atau jaman kegelapan (Kaliyuga) yang diungkapkan dengan istilah “malam hari” yaitu perlambang waktu berkuasanya Sang Hyang Wisnu…. dan anak kecil (‘batman’) itu adalah “kita” yang hidup saat ini yang giat menggali dan mencari jejak AJARAN yang diwariskan oleh para Leluhur Agung negeri ini. Semoga para ‘Batman’ yang berhasil mendapatkan ‘manisnya buah warisan para leluhur’ dapat hidup selamat dan berbahagia…. Ahuuung…!

Pupuh Kin-Anti di atas dapat dimaknai juga sebagai berikut;

1. BUDAK LEUTIK BISA NGAPUNG BABAK KU NGAPUNGNA PEUTING
* (Para manusia wiwitan yg suci dari dosa, para leluhur layaknya sosok malaikat. Ia menjelajahi jaman kegelapan, dimana manusia sudah tidak mengenali jati-dirinya selaku manusia).
2. NGURILING KAKALAYANGAN NEANG NGAN NU AMIS-AMIS
* (Para leluhur / karuhun berusaha mencari manusia, dan yg dicarinya hanyalah mereka yg baik budhinya, bagus pekertinya, beradab perilakunya, yg mempunyai “rasa” keindahan sejati.)
3. SARUPA NING BUBUAHAN NAON BAE NU KAPANGGIH
* (siapapun dia yg menjadi keturunannya pasti akan dia datangi)

Tabe Pun _/|\_
Rahayu Sagung Dumadi

# sumber: [https://www.facebook.com/notes/lq-hendrawan/kinanti-pesan-di-akhir-jaman-jaman-kegelapan-kaliyuga/214164588713471]

KINANTI (Pesan di Akhir Jaman / Jaman Kegelapan / Kaliyuga)<br />
oleh Abah UCI (www.facebook.com/lq.hendrawan)</p>
<p>Sampurasun.<br />
Mungkin anda yg tinggal di Jawa Barat pernah mendengar istilah pupuh "KINANTI" yang berisi pesan sebagai berikut :</p>
<p>  BUDAK LEUTIK BISA NGAPUNG -- (anak kecil yg dapat terbang)<br />
  BABAKU NGAPUNGNA PEUTING -- (terbang digelapnya malam)<br />
  NGURILING KAKALAYANGAN -- (terbang melayang-layang menjelajahi kegelapan malam)<br />
  NEANG NGAN NU AMIS-AMIS -- (mencari segala yang manis-manis)<br />
  SARUPA NING BUBUAHAN -- (seperti halnya buah-buahan)<br />
  NAON BAE NU KAPANGGIH -- (apa pun yang dapat ditemukan)</p>
<p>KINANTI berasal dari dua (2) kata, yaitu :<br />
- KIN / engkin / engke = kelak / suatu saat<br />
- ANTI =  tunggu (*dianti-anti = ditunggu-tunggu)<br />
Maka, KINANTI arti sebenarnya adalah "SUATU SAAT YANG DITUNGGU-TUNGGU" atau "SUATU SAAT YANG DINANTIKAN"</p>
<p>Sering kali Kinanti ini dijawab hanya sebagai KELELAWAR (kalong) saja karena pupuh tersebut diakhiri dengan pertanyaan. Tidak banyak yang mampu menjawab / menguraikan makna sesungguhnya yang lebih mendalam... Oleh masyarakat Jawa Barat (*pun oleh para seniman Karawitan) pupuh Kinanti tidak pernah dianggap sebagai AJARAN / WEJANGAN dari para leluhur,... mungkin...karena lebih sering dilantunkan oleh anak-anak kecil di Jawa Barat... atau karena memang mereka tidak memahaminya (?).... oleh sebab itu, mari kita gali bersama  :)</p>
<p>1. BUDAK LEUTIK BISA NGAPUNG BABAKU NGAPUNGNA PEUTING<br />
Ini adalah silib-siloka tentang generasi terakhir yang telah 'kehilangan penglihatan' (kehilangan jejak). Dengan pengetahuannya yang kecil / sempit / terbatas ia menjelajahi jaman yang sudah tidak bercahaya / gelap.<br />
Malam hari merupakan siloka dari Kaliyuga / abad kegelapan, dimana kehidupan sudah mendekati saatnya kehancuran.</p>
<p>2. NGURILING KAKALAYANGAN NEANGAN NU AMIS-AMIS<br />
Ia terbang mencari bukti-bukti kebaikan / ajaran-ajaran peninggalan para leluhurnya dari pohon kehidupan / pohon ruang dan waktu (KALA-PA-TARU).<br />
Dalam kebutaannya di Jaman Hitam (*sudah buta - gelap pula :)  ia hanya mengandalkan 'penciuman' naluri (*radar / kreteg / kata-hati / rasa) untuk kembali mendapatkan "keindahan ajaran, buah karya para leluhurnya".</p>
<p>3. SARUPA NING BUBUAHAN NAON BAE NU KAPANGGIH<br />
Di Jaman Kegelapan apalagi sudah dalam keadaan buta, secara naluriah ia mencoba mendapatkan PHALA / buah (*dharma phala = buah kebaikan, karma phala = buah perilaku)... dari jenis phala / buah-buah apapun yang ada yang masih tersisa akan diambilnya.</p>
<p>Pupuh Kinanti merupakan sebuah pesan berupa sandi-sandi akhir jaman atau jaman kegelapan (Kaliyuga) yang diungkapkan dengan istilah "malam hari" yaitu perlambang waktu berkuasanya Sang Hyang Wisnu.... dan anak kecil ('batman') itu adalah "kita" yang hidup saat ini yang giat menggali dan mencari jejak AJARAN yang diwariskan oleh para Leluhur Agung negeri ini. Semoga para 'Batman' yang berhasil mendapatkan 'manisnya buah warisan para leluhur' dapat hidup selamat dan berbahagia.... Ahuuung...!</p>
<p>Pupuh Kin-Anti di atas dapat dimaknai juga sebagai berikut;</p>
<p>1. BUDAK LEUTIK BISA NGAPUNG BABAK KU NGAPUNGNA PEUTING<br />
*  (Para manusia wiwitan yg suci dari dosa, para leluhur layaknya sosok malaikat. Ia menjelajahi jaman kegelapan, dimana manusia sudah tidak mengenali jati-dirinya selaku manusia).<br />
2. NGURILING KAKALAYANGAN NEANG NGAN NU AMIS-AMIS<br />
*  (Para leluhur / karuhun berusaha mencari manusia, dan yg dicarinya hanyalah mereka yg baik budhinya, bagus pekertinya, beradab perilakunya, yg mempunyai "rasa" keindahan sejati.)<br />
3. SARUPA NING BUBUAHAN NAON BAE NU KAPANGGIH<br />
*  (siapapun dia yg menjadi keturunannya pasti akan dia datangi)</p>
<p>Tabe Pun _/|\_<br />
Rahayu Sagung Dumadi</p>
<p># sumber: [https://www.facebook.com/notes/lq-hendrawan/kinanti-pesan-di-akhir-jaman-jaman-kegelapan-kaliyuga/214164588713471]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Atlantis in the Java Sea

A scientific effort to match Plato’s narrative location for Atlantis

Sembrani

Membahas ISU-ISU Penting bagi Anak Bangsa, Berbagi Ide, dan Saling Cinta

Wirdanova

+62811-813-1917

aawanto

The greatest WordPress.com site in all the land!

Covert Geopolitics

Beyond the Smoke & Mirrors

Catatan Harta Amanah Soekarno

as good as possible for as many as possible

Modesty - Women Terrace

My Mind in Words and Pictures

Kanzunqalam's Blog

AKAL tanpa WAHYU, akan berbuah, IMAN tanpa ILMU

Cahayapelangi

Cakrawala, menapaki kehidupan nusantara & dunia

religiku

hacking the religion

SANGKAN PARANING DUMADI

Just another WordPress.com site

WordPress.com

WordPress.com is the best place for your personal blog or business site.

%d blogger menyukai ini: