2 Komentar

Mata Ketiga : Pineal Gland, Mata Spiritual?

February 28, 2011

Pineal Gland adalah suatu kelenjar yang terletak pada modul otak manusia. Mengapa disebut ‘Pineal’, karena kelenjar ini berbentuk seperti ‘Pine’ cone atau ‘biji Pinus’. Secara horisontal ia terletak di diantara dan di atas kedua mata; sehingga jika ditarik garis sambung antara dua mata dan titik lokasi kelenjar, maka akan terbentuk sebuah segitiga.

Ini sebabnya Pineal Gland disebut juga sebagai mata ketiga ‘the Third Eye’. Perempuan di India sekitarnya berkebiasaan untuk mereplikasi mata ketiga ini dengan tanda bulat di atas kedua mata.

Tiga titik mata/trisula/trinitas/tritangtu inilah yang merupakan konsep ketuhanan, dimana ujung sula ini yang merupakan ‘stargate’ atau jembatan untuk mengakses jejaring kesadaran semesta (universal consciousness network).Pada tataran manusia, ujung sula ini terletak pada Pineal Gland tersebut , atau crown chakra (chakra mahkota) yang juga terhubung langsung dengan solar chakra (chakra matahati).Pada tataran kosmos bumi, ujung sula ini terletak pada ujung-ujung antenna bumi, yakni Piramida, Pagoda, Candi, dan gradian variasinya, misal Menhir seperti di Gunung Parahyang (Parang), Punden berundak misal Gunung Padang, Dolmen misal Stonehenge di Inggris, dll.Ujung-ujung sula yang terletak pada chakra mahkota ini bisa diasosiasikan dengan antenna wireless dari suatu Client PC (komputer personal) yang mengakses jejaring jagat yang semuanya bermuara pada Server dari semua sula (semua mata), yakni Matahari, sebagai pusat kosmos dari Galaksi dimana kita berada.

Agar komunikasi antara Client dengan Server terjalin secara efisien, maka getaran frekuensi dari antenna Client haruslah selaras (tuned-in) dengan frekuensi Servernya. Seperti Radio frekuensi, supaya bisa menerima informasi dari pusat, maka channel-nya harus di selaraskan (Chanelling).

Vibrasi frekuensi antena kita bisa diselaraskan dengan cara menyetel badan kita pada keadaan meditatif, misal Meditasi, dzikir dll. sesuai dengan keyakinan masing-masing, yang dipusatkan pada chakra tertentu dari tubuh kita, yang mana setiap chakra memiliki karakteristik dan fungsi yang berbeda.

Sedangkan pada Piramida, Candi dsb, penyelarasan ini bisa dilakukan dengan menggunakan suatu “Tuner” frekuensi, misal Kristal, atau juga bisa dengan mengkonsentrasikan akumulasi vibrasi chakra kita melalui suatu ritual massa.

Pineal gland sebagai mata ketiga, disadari atau tidak, sudah banyak disimbolisasikan oleh manusia, misal dengan patung Pine Cone pada bangunan Vatikan di Roma, juga pada tongkat Paus, juga pada banyak piktogram bangunan bersejarah.

Mata ketiga ini, dalam bahasa populernya kadang disebut sebagai “Indera ke enam”, yakni Indera yang berfungsi untuk ‘sensing’ hal hal yang bersifat metafisis dan spiritual. Makin kuat indera ke enamnya, makin mudah kita “berkomunikasi” dengan Tuhan.

Dalam Lukas 11:34 ditulis: Your eye is the lamp of your body. When your eyes are good, your whole body also is full of light. But when they are bad, your body also is full of darkness. Mata yang manakah ini? Versi-versi terdahulu dari Bible menyebutkan sebagai “eye” (tunggal), bukan “eyes” (jamak), Jadi tentu mata yang tunggal-lah yang dimaksud. Matius 6:22 menulis lebih jelas lagi: If your eye be single, then your body shall be full of light. Simak kata ‘eye’ dan ‘single’.

Konon pada jaman dahulu Indera inilah yang lebih banyak digunakan daripada Indera lainnya. Semakin lama semakin jarang digunakan, sehingga secara fisik Pineal Gland ini, seiring evolusi, semakin mengecil dan mengkerut (rudimenter). Jadi jaman dahulu, kita lebih bisa mengakses informasi semesta, misal, kapan Gunung Merapi meletus, gempa, bahkan kapan suatu daun akan jatuh, tanpa bantuan suatu alat.***

— with Yon SuyonoSony H. WaluyoFerdy Faisal and 33 others.

Mata ketiga bukanlah hal yang gaib seperti halnya makhluk yang lain yang mencoba melindungi diri mereka dengan kemampuan mereka seperti halnya katak akan mengeluarkan racunnya begitu juga manusia yang dulu hidup di hutan. Mereka melindungi dirinya sendiri dengan tubuhnya. http://www.theosophy-nw.org/theosnw/evol/ev-jvmj2.htm

When we think of the “third eye” several things come to mind. Some may associate…See More
April 20 at 1:05pm · Unlike · 1

Mata ketiga diasosiasikan dengan chakra Ajna yang terletak pada kening, sedikit diatas pertengahan kedua alis mata. Ajna juga dekat asosiasinya dengan kelenjar pineal/pineal gland yang sering disebut sebagai mata ketiga yang sebenarnya.

Filosofer perancis Rene Descartes mempercayai bahwa pineal gland ini merupakan “the Seat of the soul” (tempat duduknya jiwa) dimana koneksi pikiran dan tubuh dapat bertemu.

Kelenjar yang berukuran sebesar biji kacang ini biasanya tidak/kurang aktif bagi majoritas orang tetapi latihan di bawah nanti bila dilakukan dengan benar akan dapat membangunkan dan menstimulasinya sehingga menjadi lebih aktif.

Fungsi Mata ketiga:

melihat energi, melihat alam halus/dimensi yang lebih tinggi
melihat tembus pandang

Pusat Intuisi
Setelah terbuka, mata ketiga mulai mengalami pertumbuhan hingga mencapai sempurna. Kecepatan pertumbuhan itu sendiri pada masing – masing orang tidak sama. Banyak faktor yang mempengaruhinya.
Ilmuwan “Menemukan Kembali” Mata Ketiga

Pentingnya mata ketiga yang dikenal juga sebagai mata kebijaksanan, telah diketahui oleh para pencari Kebenaran dan praktisi rohani selama berabad-abad, namun baru-baru ini keberadaannya baru diakui oleh ilmu pengetahuan modern. Sebagai contoh, dalam sebuah penelitian yang dilakukan oleh orang Rusia baru-baru ini, negatif (film) yang diletakkan di dalam sebuah amplop yang tidak tembus cahaya mulai berkembang menjadi gambar foto setelah diletakkan di atas dahi seseorang. Menurut peneliti utama riset ini, Vitaly Pravdivstev, “Pengujian ini mengungkapkan bahwa orang-orang tertentu sanggup memancarkan apa yang disebut “gambaran otak” dari suatu tempat di dalam dahi.”

Pravdivstev terus menunjukkan hubungan antara kemampuan ini dengan pusat otak yang dikenal sebagai mata ketiga. Ia menyatakan, “Tradisi orang Asia kuno dapat membuktikan perkiraan kita: Mereka mengatakan bahwa radiasi datang dari pusat energi manusia. Ilmu pengetahuan esoterik menyebut pusat ini sebagai mata ketiga.”

Darwin Iskandar Demikian juga, keberadaan mata ketiga pada hewan-hewan tertentu telah dibuktikan di bidang zoologi. Banyak reptil dan burung memiliki mata ketiga yang berhubungan dengan kelenjar pineal. Mata ini tidak melihat dengan cara yang sama seperti mata fisik, tetapi mata ini dapat merasakan cahaya dan panas. Selain itu, kelenjar pineal manusia telah terbukti memiliki penerima cahaya dan memproduksi melatonin, suatu zat yang pelepasannya ditentukan oleh sejumlah cahaya yang diterima tubuh (lihat majalah Berita # 133,“The Pineal Gland and Melatonin (Kelenjar Pineal dan Melatonin)”.
Namun, ilmuwan umumnya meremehkan pentingnya fungsi kelenjar pineal dalam tubuh manusia. Meskipun sama dengan mata ketiga dari hewan-hewan tertentu, manusia tidak menggunakan kelenjar tersebut untuk merasakan cahaya secara langsung. Penemuan baru-baru ini menunjukkan bahwa mata fisik juga dapat memproduksi melatonin sehingga membuat peran kelenjar pineal semakin diabaikan. Akhirnya, tidak seperti pada hewan, mata ketiga manusia terpendam di dalam otak dan perbedaan tempat ini dapat membuat keberadaan kelenjar pineal manusia bahkan semakin kurang penting. Dalam istilah evolusi, kelenjar tersebut kelihatannya lambat laun menghilang daripada digunakan untuk fungsi vital.
Namun, penemuan yang dilakukan oleh Vitaly Pravdivstev yang dibahas di atas mungkin mendorong ilmu pengetahuan modern untuk menerima pandangan baru pada topik tersebut. Kemampuan untuk memproyeksikan gambar di foto telah menunjukkan bahwa organ ini sebenarnya dapat “melihat” sendiri dan bekerja melampaui tingkat keberadaan fisik. Kebanyakan dari mata ketiga mungkin berada dalam keadaan yang tidak aktif. Alasannya mungkin berbeda dengan apa yang diungkapkan oleh ilmu pengetahuan. Kelenjar pineal mungkin hanya butuh semacam pembangkitan yang Guru sebut sebagai “berhubungan kembali dengan Tuhan“ untuk mendapatkan perannya yang benar.
Pengarang lain, G de Puruker, seorang teosofis, pada tahun 1920 menulis tentang kelenjar pineal dan evolusi manusia dilihat dari sudut pandang rohani:
Bahkan saat ini, kelenjar pineal merupakan sumber dari kesadaran intuisi. Pada saat kita mempunyai firasat, kelenjar ini bergetar dengan perlahan; ketika kita mempunyai inspirasi atau kilasan pemahaman intuisi, ia bergetar lebih keras. Namun demikian, mata kebijaksanaan sangat sulit digunakan, terutama karena bekerjanya kedua mata fisik kita yang menghambatnya. Seiring dengan berlalunya waktu, kedua mata akan tumbuh dengan perlahan dan bekerja semakin sempurna, namun perannya nanti akan berkurang, dan “mata pertama“ akan kembali berperan sebagaimana mestinya.
Mungkin keterangan Puruker tentang “mata pertama“ dapat menjadi tanda penting untuk mengenali Zaman Keemasan. Jika demikian, penelitian Pravdivstev dapat melambangkan pengesahan ilmu pengetahuan tentang pentingnya mata kebijaksanaan. Seperti yang dikatakan Guru, mata kebijaksanaan adalah titik dimana kita “pergi“ berhubungan kembali dengan Tuhan di dalam. Pada dasawarsa mendatang, kita semua harus lebih menghargai pentingnya hubungan kita dengan Tuhan. [MK3]
Aktivasi Mata Ketiga
Bukan cuma ring back tone aja yang perlu diaktifkan, tapi mata ketiga kita juga sangat perlu di aktifkan. Semua orang tanpa kecuali punya mata ketiga. Sayangkan kalo nggak di pakai. Gunanya apa ? Sama seperti fungsi mata pada umumnya. Tapi mata yang ini untuk “melihat” hal-hal yang nggak bisa dilihat mata biasa. Gaib gitu ? Ini nggak melulu soal mistik tapi berguna untuk memperbaiki kualitas hidup kita secara global.
Mau tau cara mengaktifkannya? Yang pasti bukan dengan cara kirim sms ke operator hape. he..he..he…
Mata ketiga sendiri seperti fungsi utama mata memang di pergunakan untuk “melihat”.
Hanya hal-hal yang dilihat adalah kasat mata, yang nggak bisa dilihat mata biasa.
Mata biasa mempunyai kemampuan yang terbatas. Hanya bisa melihat bentuk-bentuk dalam dimensi tiga. Benda-benda yang bergetar pada frekwensi rendah. Sedangkan banyak benda-benda atau makhluk (entitas) yang bergetar pada frekwensi yang sangat cepat yang nggak bisa dilihat mata. Biasanya bagi yang terbiasa berpikir memakai logika saja apa yang bisa di lihat itulah yang di anggap kenyataan. Padahal justru hal-hal yang nggak bisa dilihat mempunyai energi lebih besar dan lebih besar pengaruhnya dalam hidup kita.
Contoh mudahnya adalah dengan memperhatikan baling-baling kipas angin. saat baling-balingnya berputar dengan kecepatan rendah kita masih bisa melihatnya. Tapi energi kinetik (angin) yang dihasilkan nggak besar. Lalu saat kecepatan berputarnya ditambah,baling-baling itu seolah menghilang tak terlihat. Tapi energi yang dihasilkan jauh lebih besar. Begitu juga fenomena yang ada di alam. Semua yang bergetar lebih cepat akan sulit terlihat tapi menghasilakan energi yang lebih besar.
Mungkin yang terlihat oleh mata ketiga bukan secara gamblang. Tapi melalui simbol-simbol. Atau lewatmimpi, firasat, intuisi, kejadian-kejadian atau situasi tertentu. Tapi bagi yang sudah terbiasa, hal-hal tersebut bisa ditangkap, diartikan sehingga bisa dipergunakan untuk mengambil keputusan yang tepat atau menghindari bahaya yang akan datang.
Secara medis kelenjar Pituitary juga mempunyai fungsi lain yaitu memproduksi HGH (human growth hormone). Yaitu hormon pertumbuhan dalam tubuh manusia yang diantaranya bertugas untuk membuat tulang lebih kuat,menumbuhkan rambut,merangsang kekebalan tubuh,memperbaiki daya penglihatan,memberikan perasaan nyaman, memperbaiki daya ingat. Dan yang paling penting buat para cewek khususnya, HGH ini bisa membuat kulit lebih halus,sehat dan awet muda.
Nah sekarang saatnya mengaktifkan mata ketiga dan kelenjar pituitary kita. Latihannya sebagai berikut:
1. Duduk atau bersila nyaman pada asana anda dengan punggung tegak, tenangkan pikiran dan badan dengan baik sebelum menuju ke langkah selanjutnya.
2. Dengan kedua tangan di letakkan pada paha dan posisinya terbuka menghadap keatas. Atau bagi yang nyaman duduk bersimpuh juga nggak masalah. Posisi tulang punggung harus tegak. Pundak dibuat rileks. Bernafaslah dengan rileks.
3. Selanjutnya dalam imajinasi kamu, tentukan satu titik diantara kedua alis mata.
4. Bila sudah berhasil “melihat” titik itu sekarang masih dalam imajinasi kamu “bernafaslah” melalui titik itu. Maksudnya seolah-olah kamu menarik dan menghembuskan nafas melalui titik itu dan bukannya melalui hidung.
5. Pertahankan gambaran ini selama mungkin. Bila pikiran kita melantur atau tiba-tiba masuk gambaran pikiran lain. Perlahan-lahan secara lembut kembalikan lagi ke gambaran awal yaitu bernafas melalui titik tersebut. Hal tersebut merupakan hal yang normal jadi nggak perlu khawatir.
Biasanya sensasi-sensasi yang dirasakan adalah denyutan yang cukup keras atau adanya rasa hangat pada titik tersebut. Sensasi yang dirasakan setiap orang akan berbeda-beda. Tidak hal yang baku dalam masalah ini. Bagi yang tidak atau belum merasakan apapun nggak usah kecewa. Karena ini cuma masalah kepekaan individu.
Semakin sering latihan ini dilakukan akan semakin menambah kepekaan dan yang terpenting menstimulasi kelenjar pituitary dan mata ketiga kita. Hingga bisa berfungsi maksimal. Tidak ada aturan waktu yang baku kapan harus dilakukan. Bisa dilakukan kapan saja. Hanya memang baiknya dilakukan di tempat tertutup agar tidak terganggu orang lain.
Setelah sekitar 10-20 menit melakukan latihan, bisa ditutup dengan doa menurut kepercayaan masing-masing.

Darwin Iskandar Efek samping yang diketahui:
Kemungkinan sakit kepala, migraine, panas dingin, sakit ringan yang disebabkan oleh proses adaptasi energi tubuh terhadap pola energi baru. Efek ini dapat terjadi dan juga tidak sama sekali tergantung dari tingkat keaktifan pineal gland anda. Bila terjadi efek samping biasanya hanya akan terasa berlangsung selama hanya berapa waktu, sejam, sehari atau dua hari. Bila berkelanjutan lebih dari 5 hari – seminggu maka dibutuhkan bantuan meditasi untuk menstabilkan arus energi chi tubuh.
Faktor yang menghambat terbuka dan berfungsinya mata ketiga:
Hambatan mental
Trauma
Aura keinginan yang terlalu kuat melihat untuk menggunakan mata ketiga. Oleh karena itu jangan gunakan ambisi atau memaksakan diri yang bisa berakibat terjadinya korslet di otak anda alias terjadi gangguan syaraf alias Gila, santai dan rileks saja. Yang penting niat dan latihan rutin.
Nb.
Bagi yang menjalankan latihan di atas, Resiko ditanggung sendiri-sendiri ya…. Kalau mau dibimbing secara khusus, ya wajib datang ke tempat pelatihan. he..he…he….
Soal mata ke-3, Intuisi, Indra ke-enam, dll. jadilah diri sendiri saja…. tidak usah membandingkan pencapaian diri sendiri dengan orang lain….. Gunakan metode yg paling pas untuk diri sendiri…. Karena apapun sinyal yang kita terima itu sifatnya pribadi…. bahasa simbolik yg disesuaikan dengan kosa kata dan belief system kita…..
Jangan punya fantasi dan imajinasi yang berlebihan, terima saja apapun intuisi, firasat, dan sinyal yang anda terima. Melihat aura ataupun melihat makhluk halus semacam jin, dll. bukanlah satu-satunya pertanda keberhasilan anda. karena tiap orang potensi elemen atau unsur (Air, Api, Udara, & Tanah) di dalam dirinya tidak sama, jadi bagi yang dominan unsur Api mungkin hanya mampu merasakan dengan “RASA” dan baru melihat entitas energi melalui mimpi. Dan itupun artinya anda telah berhasil. Jadi jangan terjebak pada cerita keberhasilan orang lain yang hanya akan mengecilkan motivasi anda. Tetaplah berlatih memurnikan diri, berkultivasi.

Darwin Iskandar http://energikultivasi.wordpress.com/2011/09/27/aktivasi-mata-ketiga-gratis-tis/

energikultivasi.wordpress.com

NAQS DNA INSITUTE, Mata ketiga diasosiasikan dengan chakra Ajna yang terletak pa…See More

Appolina Sidauruk Di Thailand ada tokoh2 Semar dkk, tentu dng nama yg berbeda. Karakter mereka bisa dilihat di sticker2 dan buku2, yg rupa bentuknya sama dengan semar dkk .
April 20 at 4:08pm via mobile · Like

Bonnie Setiawan Bung Darwin Iskandar, dari wayang koq jadi mata ketiga? Memang mata ketiga salah satu kesaktian yang dimiliki. Contohnya bathara ganesha, dewa ilmu pengetahuan punya mata ketiga. Yang saya ingin tahu, kenapa India tidak mengenal wayang purwa (asal-usul dunia pewayangan). Kenapa India hanya punya ramayana dan mahabharata? Kenapa dunia wayang di Jawa jauh lebih canggih dan kompleks ketimbang yang dikenal di India? Artinya memang Jawa tidak mengambil dari India. Jawa ini istilah bukan untuk sukubangsa Jawa, tapi Jawa ketika pulau-pulau sumatera, jawa dan kalimantan masih bersatu. Mereka satu bangsa Jawa, yng istilah ilmiahnya sundaland

Bonnie Setiawan Menarik ya appolina, ada Semar disana. Wayang memang menyebar ke Asia Tenggara. Sebagian Thailand juga dulu termasuk wilayah Majapahit. Kamboja juga. Bahkan Angkor Wat dibangun oleh Raja Jawa dengan tukang2 dan arsitek dari Jawa. Yang jelas, Semar asli orang Jawa, termasuk Togog, Petruk, Gareng, Bagong, Bilung, Sarawita… Menarik memang

Darwin Iskandar Maksud saya adalah bahwa spiritualitas India dalam bentuk kepercayaan Hindu berakar dari kebudayaan Nusantara juga yang dibawa sampai ke Utara lalu dibawa kembali ke Nusantara dalam bentuk kepercayaan Hindu dengan bentuk yang baru. Salah satunya adalah Mata Ketiga itu menurut thesofi Rusia Helena Petrovna Blavatsky. Makanya tidak heran kalau cara Sembah Hyang (orang Islam menyebutnya sembahyang) ala Hindu Bali berbeda dengan Hindu India. Hindu Bali lebih kepada keheningan sedangkan Hindu India lebih kepada bentuk materi dalam bentuk patung. Sisa-sisa peradaban Nusantara ini masih dilakukan oleh manusia Indonesia khusunya dari Suku Jawa Bali (Majapahit) dan Sunda dalam bentuk tapa brata. Makanya jangan heran kalau manusia Jawa itu kalau mau jadi satria musti tapa brata dahulu untuk mencapai keheningan dalam mencapai tujuan hidupnya kedepan. Hebatnya bahwa metode mata ketiga ini sebenarnya materialis dan ilmiah bahkan bentuk tapa brata ini juga menyebar ke seluruh dunia dan dif ilm kan dalam judul AVATAR. Kebudayaan seperti inilah yang menurut Helena Petrovna Blavatsky adalah kebudayaan Atlaantis. Nah bukahkah sama dengan wayang purwa yang sebenarnya sudah ada sebelum penyebaran kitab Mahabharata dan Ramayana.
April 20 at 8:27pm · Unlike · 1

Bonnie Setiawan Secara ilmiah, sudah menjadi jelas dan diakui, bahwa sundaland (Jawa) adalah tempat peradaban tumbuh ketika Eropa dan Afrika Utara masih berselimut es sehingga sulit untuk didiami. Demikian pula, ketika akhir zaman es, penduduk dari Sundaland bermigrasi keluar kemana-mana ke seluruh dunia. Pusat peradaban memang dari Nusantara, yang melahirkan agama Hindu dan dunia pewayangan (yang ajaib itu). Semua peradaban mengambil dewa2 Hindu sebagai dewa mereka dengan nama2 baru, seperti Mesir, Mesopotamia, Yunani, Romawi, Aztek dan Maya.
April 20 at 9:14pm · Unlike · 3

Wong Chilik ‎…punakawan…adalah sebuah dimensi 2 muka..positif dan negatif…tidak ada pd tulisan wayang india…penggambaran punakawan tidak ada juga dlm tulisan mpu2 jaman nusantara…punakawan ada bersamaan dg kultur masuknya islam di nusantara…berkembang awal dr mulut ke mulut…dimensi pertama,positif adalah penjelmaan atau turunnya dewa menjadi badan ditingkat rakyat jelata…dimensi negatifnya,menururnkan status dewa menjadi rakyat ..yg dianggap merendahkan ajaran hindu yg berkasta ( ini dianggap berkait dg masuknya islam )…

Bonnie Setiawan Tesis: wayang adalah sejarah riil nusantara masa purba. Lalu dibawa migrasi ke India dan menjadi Hindu disana. Di balik cerita2 mitos (maaf sementara saya sebut mitos) kadewatan, yang lainnya adalah riil. Para pendatanglah (baik agama samawi maupun kolonialisme) yang lalu membuatnya menjadi dongeng. Akan tetapi dia adalah akar sejati Nusantara dan karenanya selalu ada dalam bawah sadar kebanyakan kita.

Wong Chilik ‎…he he he..rasanya kebalik…hyang adalah istilah untuk pemujaan dlm kultur animisme..itu berbeda dg “dewa” yg berasal dr india..dewa siwa,wisnu dll…purwo yg berarti awal,asal mula,lama…merupakan campuran dr cerita india dan animisme aseli nusantara…wayang purwo..berisikan cerita asal muasal pandawa ngastino..tapi berbeda “asal muasalnya”..kalau dr india dimulai dg raja..kalau di indonesia dengan Batara guru atau hyang guru…ini ada pd tulisan mpu prapanca pd kitab arjuna wiwaha…pd jaman airlangga ini sdh ada tontonan wayang purwo…dg versi nusantara..perbedaan mendasar dr silsilah tokoh ini..kalau india silsilah dimulai dr raja2..kalau di jawa dr hyang sbg titik mula..ini sesuai dg kultur jawa yg sngt menghormati yg sdh meninggal,orang2 tua kita…mirip di kultur cina….animisme di jawa demikian juga…penghormatan pd arwah2….

Bonnie Setiawan Semua msh bisa diperdebatkan, dan itu menarik. Semua msh berupa pertanyaan, bukan kepastian. Tlg baca posting2 yg lain. Betulkah Hindu dr India? Oppenheimer bilang Hindu bisa saja dr Indonesia. Mulainya hrs dr tesis awal: apakah nusantara sumber dr peradaban dunia? Semua pandangan lama spt yg dikatakan wong chilik bisa tdk valid lagi. atau diimbuhi tanda tanya dibelakangnya
August 30 at 12:20am · Like · 1

Wong Chilik ‎…semua berdasarkan buku memang..dan tentu bisa dipertanyakan..perdebatan sejarawan purbokusumo yg terbaru..memang mempertanyakan buku negarakertagama itu sendiri kalu kita mau berpegang sbg naskah tulis yg tersedia…dan tulisan kanwa ttg arjuna wiwaha…walau sekarang diikuti dg penemuan2 baru arkeologi…bisa merubah smeuanya…jangankan begitu…negarakertagama mencatat tulisan sejak ken arok sampe wuruk…lalu berapa usia dia???…he he he…

Bonnie Setiawan Santos sdh memastikan kalo Hindu itu dari Indonesia. Nah tinggal org Indonesia sendiri yg harus membuktikannya, masak hrs org luar terus
September 3 at 12:03am · Like · 1

Wong Chilik ‎..bener…bon foto profilmu menarik…gayatri…perempuan penyerbuk kejayaan nusantara…abad 13 – 14…atau tribuwhana tungga dewi??

Bonnie Setiawan Gayatri Rajapatni, sebagai pendita budha, diatas teratai, menurut Earl Drake
September 4 at 1:08am · Like · 1

Wong Chilik ‎…apik tulisan tsb…tapi ada pertanyaan juga..apakah benar…putri2 dan permasuri daha,kediri bunuh diri… saat serangan mongol dan e wijaya tsb??….apa bukan justru gayatri yg memusnahkan krn ambisinya???….krn konteks bunuh diri ko tidak dikenal saat itu…apalagi daha,kediri berkepercayaan hindu siwa??..

Wong Chilik ‎…aku msh terpaku dg tulisan pram arok dedes…faktor politik siwa-budha-brahma..jadi pondasi ekspansi dan konflik politik…ken dedes yg turunan brahma sementara tunggul ametung yg siwa ( kasar dll )…adalah seting pendeta2 brahma dr india yg mengkondisikan arok yg atheis jadi pemimpin…..

Bonnie Setiawan Pram itu tidak suka wayang, bisa dimengerti. Tapi wayang harus diselidiki dgn baik, krn pikiran kita sdh dikuasai sejarah erosentris. Ilmu sejarah sangat terbatas. Krn itu skrg pake genetika. Coba bongkar periode kuno yg disebut pra-sejarah, maka yg namanya indianisasi itu sangat dangkal
September 7 at 11:15am · Like · 1

Wong Chilik aku baru lihat sebuah film dr geographic ttg komet dan benda2 angkasa..seri misteri luar angkasa…rasanya hipotesa santos dan kawan2 bisa dimentahkan…

Wong Chilik banyak perubahan geograpi dan wilayah pun iklim serta penghunian bumi..terjadi krn “bersatunya”…..partikel2 komet dan benda2 angkasa dlm membentuk bumi yg berjalan jutaan tahun…punahnya dino..munculnya tumbuh2an tropir bahkan jenis etnis mengikuti daya tahan hidup atas terbentuknya partikel2 tsb…ternasuk hilang dan lenyapnya sumber2 kehidupan di bumi…
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Atlantis in the Java Sea

A scientific effort to match Plato’s narrative location for Atlantis

sembrani

bertukar ide, melampaui mimpi bersama

Nurul Wirda

0812-8267-9182

aawanto

The greatest WordPress.com site in all the land!

Covert Geopolitics

Beyond the Smoke & Mirrors

Catatan Harta Amanah Soekarno

as good as possible for as many as possible

Women Terrace

to say something that i never talk before

Kanzunqalam's Blog

AKAL tanpa WAHYU, akan berbuah, IMAN tanpa ILMU

Cahayapelangi

Cakrawala, menapaki kehidupan nusantara & dunia

religiku

hacking the religion

SANGKAN PARANING DUMADI

Just another WordPress.com site

WordPress.com

WordPress.com is the best place for your personal blog or business site.

%d blogger menyukai ini: