Tinggalkan komentar

Cara Ahli Ungkap Misteri Gunung Padang

Tim ahli menemukan penamaan daerah yang mendukung keberadaan situs ini.

SENIN, 25 JUNI 2012, 05:59 WIB
Pipiet Tri Noorastuti, Permadi (Sukabumi)

VIVAnews – Para ahli yang tergabung dalam Tim Terpadu Penelitian Mandiri Gunung Padang  mulai meneliti toponimi atau nama nama daerah yang berada di sekitar situs ini. Tim menemukan hubungan nama-nama daerah yang berada di sekitar Desa Karyamukti, Kecamatan Cempaka, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

“Ini penting. Salah satu cara untuk menyusuri kehidupan masyarakat dan hubungannya dengan keberadaan situs megalitikum secara langsung maupun tidak langsung. Kami menemukan banyak penamaan yang kuat mendukung keberadaan situs megalit ini,” kata pakar geografi Universitas Indonesia, Taqyuddin, kepada VIVAnews.

Ia mencontohkan nama Ciukir, Cikute, Kampung Empang, Campaka. Di Ciukir, tim menemukan berbagai serpihan berupa sisa prose dan alat yang diduga digunakan pada masanya untuk membentuk berbagai bebatuan yang sekarang dikenal sebagai Situs Megalit Gunung Padang.  Lokasi ini berjarak sekitar satu kilometer dari situs.

Penamaan Cikute, yang berjarak sekitar 200 meter dari situs, menandakan adanya sebuah benteng. Kute sendiri secara sederhana berasal dari bahasa Jawa kuno ber arti benteng. Hamparan bebatuan yang sedang dibuka oleh para arkeolog di sisi Timur dengan jarak hampir 200 meter dari bangunan utama ternyata mendekati bibir sungai Cikute ini.

Kampung Empang, dari penelitian yang dikonfirmasi dengan legenda setempat, diduga menjadi  tempat mencuci atau mencelup bebatuan dari Ciukir, sebelum disusun dan menjadi konstruksi situs Gunung Padang saat ini. Ini yang memperkuat adanya budaya maju saat itu.

“Dari hasil riset tim kita dan cerita rakyat sekitar, di teras pertama Gunung Padang ditemukan tanaman bunga cempaka yang tumbuh sejak lama. Ini memperkuat semua sehingga toponimi tidak bisa dipisahkan dari keberadaan situs megalit Gunung Padang dan misteri peradaban sebelumnya,” ujarnya.

Tim masih terus melakukan pendataan mengenai toponimi yang berada di radius 100 kilometer persegi dari Pusat Situs Megalitik Gunung Padang. Pendataan ini sebagai bagian dari misi membuka kabut misteri situs tersebut. Tim percaya nama-nama daerah itu merupakan rantai catatan yang menjadi bagian dari keberadaan situs. (adi)

Sumber:

http://us.nasional.vivanews.com/news/read/329035-cara-ahli-ungkap-misteri-gunung-padang

Debat Ilmuwan Soal Usia Situs Gunung Padang
Ada yang memperkirakan 10.000 sejak sebelum Masehi.

Like

Situs Gunung Padang

Pipiet Tri Noorastuti | Senin, 25 Juni 2012, 07:11 WIB

VIVAnews – Tim Terpadu Penelitian Mandiri Gunung Padang masih belum membuat kesimpulan yang solid. Tim yang beranggotakan para pakar dari berbagai latar belakang keilmuan ini masih mencoba mencari rantai penyambung di antara pemikiran-pemikiran mereka.

“Kami masih belum bisa mengeluarkan kesimpulan yang solid dari penelitian Situs Megalitik Gunung Padang saat ini,” ucap Deni Hilman Natawijaya selaku ketua dari tim ini kepada VIVAnews.

Ia mencontohkan soal umur situs. Dari hasil pemindaian menggunakan teknologi georadar, geolistrik dan pengeboran diters ketiga beberapa waktu lalu, tim geologi memutuskan usia situs ini sejak 10.000 tahun sebelum Masehi.

“Ini umur maksimal dari uji karbon yang kami lakukan dari sampel yang diambil dari beberapa kedalaman dan titik pengeboran,” ujarnya. Hasil uji karbon tersebut dilakukan di laboratorium milik Badan Tenaga Atom (Batan).

Hasilnya mutlak umur maksimal dari situs Gunung Padang 10.000 tahun sejak sebelum Masehi. Ini berbeda dengan umur batuan yang ada di bagian bawah yang bukan konstruksi di mana umurnya bisa mencapai jutaan tahun.

Sementara Arkeolog Universitas Indonesia yang menjadi bagian dalam tim ini mengatakan, “Bagi arkeolog, data itu apa yang terlihat secara kasat mata. Dan dapat disentuh meski bentuknya bisa apapun. Persepsi keilmuan kita agak berbeda dengan tim geologi.”

Ali menjelaskan hingga hari ini timnya masih memperkirakan usia situs Gunung Padang ini berada di umur 2.500 sejak sebelum Masehi. Asumsi ini berdasarkan hasil eskavasi di mana ditemukan beberapa guratan pada batu yang rapih. “Dari referensi yang kami pakai ini berasal dari zaman neolitik di mana catatan pada masa itu hampir mirip dengan kondisi temuan di kawasan situs Gunung Padang saat ini,” ucapnya.

Sementara itu pakar Geografis Universitas Indonesia Taqyuddin mengatakan timnya menemukan serpihan-serpihan dan beberapa benda yang diperkirakan digunakan para manusia prasejarah ini untuk membentuk bebatuan yang ada di situs Gunung Padangi. Benda dan serpihan itu ditemukan di kawasan Gunung Ukir yang jaraknya sekitar satu kilometer dari lokasi Gunung Padang saat ini.

“Dari yang kami temukan di Gunung Ukir dan masih dalam penelitian zaman pembuatan situs ini mengacu ke era neolitik. Di mana ada kesamaan dan kesempurnaan di batu batu bergores yang ditemukan di sekitar kawasan Gunung Padang, terutama di bagian pintu masuk di sebelah Timur,” ujarnya.

© VIVAnews

http://us.wap.vivanews.com/news/read/329014-ilmuwan-berdebat-soal-usia-gunung-padang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Atlantis in the Java Sea

A scientific effort to match Plato’s narrative location for Atlantis

Sembrani

Membahas ISU-ISU Penting bagi Anak Bangsa, Berbagi Ide, dan Saling Cinta

Wirdanova

+62811-813-1917

aawanto

The greatest WordPress.com site in all the land!

Covert Geopolitics

Beyond the Smoke & Mirrors

Catatan Harta Amanah Soekarno

as good as possible for as many as possible

Modesty - Women Terrace

My Mind in Words and Pictures

Kanzunqalam's Blog

AKAL tanpa WAHYU, akan berbuah, IMAN tanpa ILMU

Cahayapelangi

Cakrawala, menapaki kehidupan nusantara & dunia

religiku

hacking the religion

SANGKAN PARANING DUMADI

Just another WordPress.com site

WordPress.com

WordPress.com is the best place for your personal blog or business site.

%d blogger menyukai ini: