Tinggalkan komentar

LOGAM TANAH JARANG (Mineral Langka) ATAU LTJ

LOGAM TANAH JARANG ATAU LTJ 
Sesuai namanya, unsur-unsur ini jarang ditemukan di bumi. Jika ditemukan selalu dalam jumlah yang sangat kecil. Tapi menurut Kepala Badan Geologi R. Sukhyar, LTJ sebenarnya terdapat di mana-mana. LTJ bisa ditemukan di seluruh muka bumi. Bahkan katanya, 200 kali lebih mudah ditemukan dibandingkan dengan emas. Hanya saja, unsur-unsur LTJ tak dapat ditemukan secara bebas di bumi. LTJ yang terdiri dari 17 unsur logam tersebut menyatu dengan mineral yang lain, sehingga pemisahannya membutuhkan proses yang amat rumit.
Perkembangan material ini banyak diaplikasikan di dalam industri untuk meningkatkan kualitas produk mereka. Contoh perkembangan yang terjadi pada magnet. Logam Tanah Jarang mampu menghasilkan neomagnet, yaitu magnet yang memiliki medan magnet yang lebih baik dari pada magnet biasa.LTJ sebagai bahan baku mineral dapat menghasilkan produk baru. Beberapa produk yang membutuhkan LTJ diantaranya adalah televisi, telepon seluler, LCD, I-pad, mobil hibrida, turbin angin, perangkat pemandu rudal nuklir, dan produk berkekuatan tinggi lainnya. Bahkan berbagai peralatan vital militer membutuhkan LTJ, mulai dari sonar kapal perang, alat pembidik meriam tank, senjata pemusnah massal, hingga perangkat pelacak sasaran pada peluru kendali.Logam tanah jarang tidak ditemukan berupa unsur bebas dalam lapisan kerak bumi (earth’s crust). Namun ia berbentuk paduan membentuk senyawa kompleks. Sehingga logam tanah jang harus dipisahkan terlebih dahulu dari senyawa kompleks tersebut. rare earth elemen yang harus dipisahkan terlebih dahulu.Secara umum, rare earth ditemukan dalam bentuk senyawa kompleks phospat dan karbonat. Di bawah ini adalah beberapa contoh mineral logam tanah jarang yang ditemukan di alam.

1. Bastnaesite (CeFCO3).
Merupakan sebuah fluoro-carbonate cerium yang mengandung 60–70% Oksida logam tanah jarang seperti Lanthanum and Neodymium. Mineral bastnaesite merupakan sumber logam tanah jarang yang utama di dunia. Bastnaesite dtemukan dalam batuan cabonatite, dolomite breccia, pegmatite dan amphibole skarn.

2. Monazite ((Ce,La,Y,Th)PO3)
Merupakan senyawa phospat logam tanah jarang yang mengandung 50-70% Oksida LTJ. Monasite diambil dari mineral pasir berat yang merupakan hasil samping dari senyawa logam berat lain. Monasite memiliki kandungan thorium yang cukup tinggi. Sehingga mineral tersebut memiliki sifat radioaktif. Thorium tersebut memancarkan radiasi pengion. Monasite dalam jumlah tertentu dikategorikan sebagai TENORM (Technologically Enhanced Naturally Occuring Radioactive Material) yaitu zat radioaktif alam yang dikarenakan kegiatan manusia atau proses teknologi terjadi peningkatan paparan potensial jika dibandingkan dengan keadaan awal, penanganan TENORM mesti mematuhi batasan paparan radiasi sebagai berikut: Paparan pekerja 20 mSv/th atau 10 uSv/jam dan Paparan publik 1 mSv/th.

3. Xenotime (YPO4)
merupakan senyawa ittrium phosphat yang mengandung 54-65% LTJ termasuk erbium, cerium dan thorium. Xenotipe juga mineral yang di temukan dalam mineral pasir berat seperti pegmatite dan batuan leleh (igneous rocks)

4. Zircon, merupakan senyawa a zirconium silicate yang didalamnya ditemukan thorium, ittrium dan cerium.

Mineral-mineral yang mendominasi dalam senyawa logam tanah jarang di atas adalah Lanthanum, Cerium, Neodymium. Sehingga mineral ini, menjadi ekonomis untuk dilakukan proses ekstraksi. Sehingga pemanfaatan ketiga mineral ini, sangat tinggi dibanding mineral logam tanah jarang lainnya.

Kelompok logam ini pertama kali ditemukan pada tahun 1787 oleh seorang letnan angkatan bersenjata Swedia bernama Karl Axel Arrhenius. Ia mengumpulkan mineral hitam ytteribite dari penambangan feldspar dan quartzkuarsa di dekat Desa Ytterby, Swedia. Kemudian, mineral ini berhasil dipisahkan oleh J. Gadoli pada tahun 1794, dengan memperoleh mineral Ytterbite. Selanjutnya, nama mineral tersebut diganti menjadi Gadolinite.

Penemuan unsur baru ini, tentunya memicu penelitian yang membuahkan penemuan unsur-unsur logam tanah jarang lain.
1. Tahun 1804 Klaproth dan rekan-rekannya menemukan ceria yang merupakan bentuk oksida dari Cerium.
2. Tahun 1828, Belzerius memperoleh mineral thoria dari mineral thorite.
3. Tahun 1842 Mosander memisahkan senyawa bernama yttria menjadi tiga macam unsur melalui pengendapan fraksional menggunakan asam oksalat dan hidroksida. Unsur tersebut adalah Yttria, Terbia dan Erbia.
4. Tahun 1878, berkat petunjuk M. Delafontaine, Boisbaudran mampu memperoleh samarium.
5. Tahun 1885, Welsbach memisahkan praseodymium dan neodymium yang terdapat pada samarium.
6. Tahun 1886, Boisbaudran memperoleh gadolinium dari mineral Ytterbia yang diperoleh J.C.G de Marignac pada tahun 1880.
7. Pada 1907 dari Ytterbia yang diperoleh Marignac, oleh L. de Boisbaudran mampu dipisahkan senyawa tersebut menjadi Neoytterium dan Lutecium. Sementara PT Cleve mampu memisahkan tiga unsur dari erbia dan terbia yang dimiliki Marignac. Ia memperoleh Erbium, Holminium dan Thulium. L. De Boisbaudran, mampu memperoleh unsur lain bernama Dysporsia.

(BAS-Vey/wikipedia/rudinisirat.blogspot.com/sumber lainnya)

Perdebatan Tentang Mineral Langka Memanas, Ilmuwan Cari Alternatif

Di dalam abad ke-21 ini, perseteruan tentang sumber daya energi tidak akan hanya seputar air dan minyak, tetapi juga menyangkut sejumlah elemen mineral langka yang bernilai tinggi.

mineralWerner Forman/Werner Forman Archive/Corbis

Perdebatan kembali terbuka setelah keputusan China untuk melakukan pembatasan ekspor mineral langka membuat Jepang, Amerika Serikat, serta Uni Eropa mengajukan keberatan terhadap China kepada Organisasi Perdagangan Dunia (World Trade Organization/WTO), pada pertengahan Maret lalu. China berada di posisi strategis karena menguasai 95 persen dari total produksi dunia untuk mineral langka.

Komisioner Perdagangan Uni Eropa Karel De Gucht mengatakan, pembatasan ekspor China telah melanggar aturan perdagangan internasional. Kebijakan tersebut mengganggu produsen serta konsumen di Uni Eropa dan seluruh dunia, termasuk produsen perintis teknologi tinggi dan aplikasi bisnis.

Para ilmuwan ahli mulai mencari langkah alternatif untuk menciptakan solusi dari ketergantungan terhadap mineral langka. Mark Johnson, Direktur Program di Advance Research Projects Agency-Energy (ARPA-E) Amerika Serikat menuturkan, pihaknya tengah terlibat menyusun proposal riset alternatif mineral langka tersebut.

Ada tujuh belas elemen dengan nama-nama yang pengucapannya memelintir di lidah, seperti dysprosiumyttrium, dan neodymium. Elemen-elemen ini disebut ‘langka’ tapi sebenarnya mereka sangat dapat ditemukan, biasanya tercecer dalam jumlah-jumlah kecil.

Menurut Departemen Energi Amerika Serikat, penyebaran dari teknologi energi bersih dapat diperlambat untuk beberapa tahun ke depan, dengan menyuplai setidaknya lima jenis elemen dari mineral tanah-langka.

Logam mineral langka tidaklah ditemukan berupa unsur bebas dalam lapisan kerak bumi. Berbentuk senyawa kompleks, untuk mendapat unsurnya perlu dipisahkan terlebih dahulu dari senyawa kompleks tersebut.

Namun, peneliti di laboratorium juga sedang fokus memecah elemen ini ke dalam magnet permanen dengan kekuatan yang bisa dimanfaatkan bagi mesin jet sampai bahkan generator listrik. Mineral langka sendiri bukan magnet, akan tetapi ketika dipadukan dengan komponen-komponen magnetik konvensional semisal besi, mereka menghasilkan magnet yang amat kuat.
(Gloria Samantha. National Geographic News)

Unlike ·  · Share · 11 hours ago

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Catatan Safari ANS

Terlambat Satu Detik Kerugian Satu Milyar

Women Terrace

Where is women can feel free

Kanzunqalam's Blog

AKAL tanpa WAHYU, akan berbuah, IMAN tanpa ILMU

Cahayapelangi

Cakrawala, menapaki kehidupan nusantara & dunia

religiku

hacking the religion

SANGKAN PARANING DUMADI

Just another WordPress.com site

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 4.954 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: