3 Komentar

DAHULUKANLAH AKHLAK DI ATAS FIQIH:

DAHULUKANLAH AKHLAK DI ATAS FIQIH: 

Hernowo
SEORANG lelaki menemui Rasulullah Saw dan bertanya,” Ya Rasulullah, apakah agama itu?” Rasulullah Saw bersabda, “Akhlak yang baik.” Kemudian ia mendatangi Nabi Saw dari sebelah kanannya dan bertanya, “Ya Rasulullah, apakah agama itu?” Nabi Saw pun bersabda, “Akhlak yang baik.”

Kemudian ia mendatangi Nabi Saw dari sebelah kirinya, “Apa agama itu?” Nabi Muhammad Saw bersabda, “Akhlak yang baik.”

Kemudian ia mendatangi Nabi Saw dari belakang dan bertanya,”Apa agama itu?”� Rasulullah menoleh kepadanya dan bersabda, “Belum jugakah engkau mengerti? (Agama itu akhlak yang baik). Sebagai misal, janganlah engkau marah.”�(Al-Targhib wa Al-Tarhib 3: 405).

Saya memperoleh hadis di atas yang bersumberkan kitab karya Imam Al-Mundziri dari buku Jalaluddin Rakhmat yang banyak disalahpahami, Dahulukan Akhlak di Atas Fiqih (edisi revisi, 2007), tepatnya di halaman 147. Mengapa buku tersebut banyak disalahpahami? Karena, menurut sebagian orang yang tidak setuju, buku itu dianggap tidak mementingkan fiqih. Fiqih adalah salah satu bidang ilmu dalam syariat Islam yang membahas persoalan hukum yang mengatur berbagai aspek kehidupan manusia, baik kehidupan pribadi, bermasyarakat, maupun kehidupan manusia dengan Tuhannya.

Mengapa Jalaluddin Rakhmat mendahulukan akhlak ketimbang fiqih? Karena fiqih dapat menimbulkan perbedaan-perbedaan dalam menafsirkan sebuah ayat Al-Quran atau hadis Nabi Saw. Perbedaan penafsiran, kadang, dapat menimbulkan pertikaian atau bahkan perkelahian dan kemudian perpecahan. Fiqih yang juga bisa berarti paham, akhirnya memunculkan mazhab atau kelompok-kelompok tertentu di dalam jutaan pemeluk agama Islam. Setiap mazhab fiqih memiliki imam atau rujukan (fatwanya diikuti oleh kelompoknya). Bukan perbedaan mazhab yang disasar oleh Jalaluddin Rakhmat, tetapi perkelahiannya itulah yang disasar.

Lewat buku ini (Dahulukan Akhlak di Atas Fiqih), “saya ingin melanjutkan pesan Rasulullah Saw kepada Abu Ayyub Al-Anshari dan Abu Al-Darda,” tulis Jalaluddin Rakhmat di halaman 19. “Kepada yang pertama, Nabi Saw. bersabda, Hai Abu Ayyub, maukah kamu aku tunjukkan sedekah yang akan membuat Allah dan Rasul-Nya ridha? Engkau mendamaikan di antara manusia ketika mereka saling menyerang. Engkau mendekatkan mereka yang saling menjauh. Kepada yang kedua, Nabi Saw bersabda, Maukah kalian aku beri tahu amal yang lebih utama daripada derajat puasa, shalat, dan sedekah? Mendamaikan orang-orang yang bertengkar.” (LihatTafsir Al-Durr Al-Mantsur 2: 684-5 ketika menafsirakn ayat Al-Nisaa [4]: 114). �

Dalam tulisan ini saya tentu tidak akan membahas fiqih atau, bahkan, buku Dahulukan Akhlak di Atas Fiqih. Saya hanya ingin memperkaya pemikiran saya, semoga juga pemikiran Anda terkait dengan karakter. Dalam agama Islam, karakter sangat erat kaitannya dengan akhlak. Dan misi Nabi Muhammad Saw. diutus oleh-Nya sebagaimana pernah kita singgung di tulisan sebelumnya adalah untuk menyempurnakan akhlak manusia. Akhlak yang mulia begitu dipentingkan oleh agama yang kenal dengan nama Islam ini.

Oleh sebab itu, membangun karakter-baik di dalam pendidikan karakter di sekolah sejalan dengan misi Nabi Muhammad Saw. Di halaman 143-147 dalam Dahulukan Akhlak di Atas Fiqih, Jalaluddin Rakhmat menunjukkan kepada para pembacanya bahwa Al-Quran juga menekankan pentingnya kepemilikan akhlak yang mulia. Ketika Al-Quran menceritakan hari akhirat, sebagai salah satu contoh, para penghuni surga dan penghuni neraka lebih banyak dikisahkan dari sisi akhlaknya di dunia (lihat Surah Al-Shaff [51]: 15-17 dan Surah Al-Muddatstsir [74]: 42). Wallahu a’lam. [Hernowo Hasim

3 comments on “DAHULUKANLAH AKHLAK DI ATAS FIQIH:

  1. Assalamu alaikum wa rahmatullah
    boleh saya minta tolong sekali, bolehkah saudara mencarikan sanadnya hadit diatas tadi tentang ini: [“Kepada yang pertama, Nabi Saw. bersabda, Hai Abu Ayyub, maukah kamu aku tunjukkan sedekah yang akan membuat Allah dan Rasul-Nya ridha? Engkau mendamaikan di antara manusia ketika mereka saling menyerang. Engkau mendekatkan mereka yang saling menjauh.] saya sangat berterima kasih sebelumnya. by Hamdan
    SA

    • Assalamu alaikum wa rahmatullah
      boleh saya minta tolong sekali, bolehkah saudara mencarikan sanadnya hadit diatas tadi tentang ini: [“Kepada yang pertama, Nabi Saw. bersabda, Hai Abu Ayyub, maukah kamu aku tunjukkan sedekah yang akan membuat Allah dan Rasul-Nya ridha? Engkau mendamaikan di antara manusia ketika mereka saling menyerang. Engkau mendekatkan mereka yang saling menjauh.]
      saya sangat berterima kasih sebelumnya. by Hamdan.
      ini sudah saya cari dalam buku hadis belum saya temukan, tolong ya agar dibantu sahabat,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Atlantis in the Java Sea

A scientific effort to match Plato’s narrative location for Atlantis

Sembrani

Membahas ISU-ISU Penting bagi Anak Bangsa, Berbagi Ide, dan Saling Cinta

Wirdanova

+62811-813-1917

aawanto

The greatest WordPress.com site in all the land!

Covert Geopolitics

Beyond the Smoke & Mirrors

Catatan Harta Amanah Soekarno

as good as possible for as many as possible

Modesty - Women Terrace

My Mind in Words and Pictures

Kanzunqalam's Blog

AKAL tanpa WAHYU, akan berbuah, IMAN tanpa ILMU

Cahayapelangi

Cakrawala, menapaki kehidupan nusantara & dunia

religiku

hacking the religion

SANGKAN PARANING DUMADI

Just another WordPress.com site

WordPress.com

WordPress.com is the best place for your personal blog or business site.

%d blogger menyukai ini: