12 Komentar

Benarkah Kitab Suci Agama Hindu Meramalkan Kemunculan Nabi Muhammad?

by Muhammad Fariez on Thursday, October 14, 2010 at 2:44pm

Sekarang akan kita lihat dalam kitab suci agama Hindu. Ada banyak kitab dalam agama Hindu yg diakui sebagai kitab suci mereka. Dari semuanya yang dianggap paling suci adalah kitab Veda (Weda). Bila diantara kitab2x itu ada yg bertentangan, maka yg harus menjadi rujukan utama adalah Weda yg juga masih terbagi lagi menjadi beberapa kitab. Kitab2x lain selain Weda adalah : Upanishad, Smriti, Dharma Sastra, Bhagavat Gita, Puranas, dll. Ayat2x ramalan kedatangan nabi Muhammad Disebutkan dalam Bhavisa Purana –> dalam Pratisarag Parv III, Khand 3, Adhyay 3, Shalokas 10 to 27 :

“Aryadarma akan tampil di muka bumi ini. ‘Agama kebenaran’ akan memimpin dunia ini. Saya diutus oleh Isyparmatma. Dan pengikut saya adalah orang yg berada di lingkungan itu, yg kepalanya tidak dikuncir, mereka akan memelihara jenggot dan akan mendengarkan wahyu, mereka akan mendengarkan panggilan sholat (adzan), mereka akan memakan apa saja kecuali daging babi, mereka tidak akan disucikan dg tanaman semak2x/umbi-umbian tapi mereka akan suci di medan perang. Meraka akan dipanggil “Musalaman” (perantara kedamaian).”

Kalau kita baca tulisan diatas dg baik, maka kita akan melihat bahwa ciri2x dari pengikut agama kebenaran yg disebutkan adalah ciri2x yg umum terdapat pada umat Islam.

Dalam Atharvaveda book 20 Hymn 127 Shlokas 1-14 disebutkan tentang Kuntupsuktas yg mengisyaratkan bahwa nabi Muhammad akan terungkap kemudian.

Mantra 1 mengatakan : ia akan disebut Narasangsa. “Nars” artinya orang, “sangsa” artinya “yg terpuji”. Jadi Narasangsa artinya : orang yg terpuji. Kata “Muhammad” dalam bahasa arab juga berarti : orang yg terpuji. Jadi Narasangsa dalam bahasa Sansekerta adalah identik dg Muhammad dalam bahasa arab. Jadi Narasangsa adalah figur yg sama dg nabi Muhammad. Ia akan disebut “Kaurama” yg bisa berarti : pangeran kedamaian, dan bisa berarti : orang yg pindah (hijrah). Nabi Muhammad adalah seorang pangeran kedamaian yg hijrah dari Makkah ke Madinah. Ia akan dilindungi dari musuh yg akan dikalahkannya yg berjumlah 60.090 orang. Jumlah itu adalah sebanyak penduduk Makkah pada masa Muhammad hidup yaitu sekitar 60.000 orang.

Mantra 2 mengatakan : ia adalah resi yg naik unta. Ini berarti ia bukan seorang bangsawan India, karena dikatakan dalam Mansuriti(11) : 202 mengatakan bahwa Brahma tidak boleh menaiki unta atau keledai. Jadi tokoh ini jelas bukan dari golongan Brahmana (pendeta tinggi Hindu), tapi seorang asing.

• Mantra 3 mengatakan : ia adalah “Mama Rishi” atau resi agung. Ini cocok dg nabi agung umat Islam yaitu nabi Muhammad SAW.

• Mantra 4 mengatakan : ia adalah Washwereda (Rebb) artinya orang yg terpuji. Nabi Muhammad yg juga dipanggil dg nama Ahmad adalah berarti juga “orang yg terpuji” yg terjemahan bahasa Sansekerta-nya adalah Rebb.

Beberapa ramalan lainnya :

• Dalam Atharvaveda book 20 hymn 21 : 6 dinyatakan bahwa di sana disebutkan dg istilah : “akkaru” yg artinya : “yg mendapat pujian”. Dia akan mengalahkan 10.000 musuh tanpa pertumpahan darah. Hal ini merujuk pada perang Ahzab yg mana Nabi Muhammad mengalahkan musuh yg berjumlah 10.000 orang tanpa pertumpahan darah.

• Dalam Atharvaveda book 20 hymn 21 : 7 dinyatakan bahwa Abandu akan mengalahkan 20 penguasa. Abandu juga berarti seorang yatim atau seorang yg mendapat pujian. Ini mengarah pada nabi Muhammad yg seorang yatim sejak lahir dan arti kata Muhammad/Ahmad yg berarti yg terpuji, yg akan mengalahkan kepala-suku2x dari suku2x di sekitar Makkah yg berjumlah sekitar 20 suku.

• Dalam Rigveda book 1 Hymn 53 : 9 nabi dipanggil dg sebutan “Suslama” yg artinya lagi2x adalah : orang yg terpuji yg merupakan arti dari nama Muhammad.

• Dalam Samaveda Agni Mantra 64 dinyatakan bahwa ia tidak disusui oleh ibunya. Hal ini persis dg nabi Muhammad yg tidak disusui oleh ibunya tapi oleh seorang wanita bernama Halimah.

Dalam Samaveda Uttararchika Mantra 1500 dinyatakan bahwa Ahmad akan dianugrahi undang2x abadi, yg jelas mengacu pada nabi Muhammad yg akan dianugrahi kitab suci Al-Qur’an. Tapi karena orang India yg berbahasa sansekerta tidak paham kata Ahmad, maka diterjemahkan menjadi “a” dan “mahdi” yaitu “saya sendiri”, jadi diartikan “saya sendiri yg menerima undang2x abadi”. Padahal seharusnya “Muhammad sendiri yg dianugrahi undang2x abadi”.

• Nabi Muhammad diramalkan dengan nama Ahmad pada banyak bagian dalam kitab2x Weda. Juga diramalkan pada tak kurang dari 16 tempat yg berbeda dalam kitab weda dg nama Narasangsa artinya adalah sama dg arti dari nama Muhammad, yaitu “yang terpuji”.

BENARKAH DEMIKIAN?

Wallahu `alam

12 comments on “Benarkah Kitab Suci Agama Hindu Meramalkan Kemunculan Nabi Muhammad?

  1. mas, kalau mau nyantumin doa dari buku suci, tolong diperjelas. agar nantinya saya mau mengecheknya langsung di veda kepunyaan keluarga saya.

    setahu saya, yang sudah 10 tahun belakangan ini mengulik veda dari A sampai Z, tidak ada sloka yang seperti mas cantumin diatas, tapi manusia jg tak ada yg sempurna.

    selain itu, tidak ada banyak kitab suci agama saya, hanya ada satu yaitu Veda, hanya saja Veda cabang dari Veda yang merupakan keturunan Veda itu sendiri.

    Mohon tulisan Mas ini direvisi dan dievaluasi. karna mudah – mudahan topik bukan karangan yang berlatarkan keuntungan kelompok tertentu.

  2. Salam kenal min,,,
    Untuk admin,,
    agar anda lebih faham pa yg anda buat,n gak asal copy-paste,,,hehe
    baca2 aj dulu d 2 link brikut,,, 😉

    http://forum.kafegaul.com/showthread.php?t=194497

    http://indonesia.faithfreedom.org/forum/muhammad-tidak-dinubuatkan-kitab-veda-hindu-t1185/

    oke admin,,selamat mmbaca,,,hehe

    • Terima kasih, artikel ini saya muat supaya jadi bahan perhatian dan kajian penelitian lebih lanjut. Saya sendiri pernah dan sedang melakukan penelitian tentang “sophia perennis’ (“Kearifan Abadi” / “al-Hikmah al-Kholidah” / “Kalimatun Sawa”) yang meniscayakan kesatuan transcendent agama-agama dan tradisi-tradisi spiritual dunia. Thesis S-2 saya di bidang filsafat dan mysticism juga menulis tentang hal itu.

  3. @mas ahmad,,

    o gtu y,,, 😕
    kalau memang ini merupakan penelitian anda,,
    dan anda juga kurang tau akan kbenaran hal tersebut,, 😉
    seharusnya anda juga mencari artikel tentang bantahan tentang klaim trsebut,,,itu aj trimakasih,,,
    salam damai aj mas,,,

  4. islam mengenal rekarnasi ga ya?

  5. jangan mengada ngada ya ! yang buka weda aja ad syarat nya .. ga sembarang orang bisa buka kitab suci weda ! anda menyebarkan agama secara tidak halal aj bangga..

  6. hehehe,,sering sich sering,tpi ingan jangan sampai ada kekacauan..skrang kita yakini saja apa yg kita punya..klo sya sbgai pemeluk hindu, sya gk pernah denger artikel sperti yg d atas, jadi yg d atas itu gak bner mnurut sya mas….hindu cinta damai

  7. JANGAN MENGHINA AGAMA ATAU KEPERCAYAAN LAIN

    धर्म यो बाधते धर्मो न स धर्मः कुधर्मकः
    अविरोधात्तु यो धर्मः स धर्मः सत्यविक्रम

    “dharma yo badhate dharmo na sa dharmah kudharmakah

    avirodhattu yo dharmah sa dharmah satyavikrama”
    [Shanti Parva]

    -Setiap dharma [agama atau kepercayaan] yang menyalahkan, menghina atau menciptakan konflik dengan dharma [agama atau kepercayaan] lainnya, bukanlah dharma yang sesungguhnya, melainkan kudharma [dharma yang buruk dan palsu]. Dharma yang sesungguhnya adalah dharma yang berkembang [disebarkan] tanpa mengusik dharma lainnya.-

    Ada tiga sebab mengapa dalam ajaran dharma dilarang keras untuk menyalahkan, menghina atau menciptakan konflik dengan dharma [agama atau kepercayaan] lainnya :

    1. Dharma [agama atau kepercayaan] yang menyalahkan, menghina atau menciptakan konflik dengan dharma lainnya, mengotori bathin penganutnya dengan ego religius, kesombongan dan sikap antipati [permusuhan]. Alih-alih membebaskan, malah menciptakan belenggu baru.

    2. Dharma [agama atau kepercayaan] yang menyalahkan, menghina atau menciptakan konflik dengan dharma lainnya, akan mendorong penganutnya juga untuk menyalahkan, menghina atau menciptakan konflik dengan dharma lainnya. Hal ini sangat berbahaya karena menghasilkan karma buruk bagi penganutnya [KHUSUSNYA KALAU AJARAN YANG DIHINA ITU ASLI], dimana dalam roda samsara akan menjadi sangat sulit bertemu atau memahami guru asli atau ajaran-ajaran asli.

    Hal ini lebih-lebih ditekankan lagi kalau kita seorang guru spiritual. Kalau punya 40 murid, berarti 40 orang bathinnya kita kotori dengan ajaran yang kudharma. Kalau punya 1.000 murid, berarti 1.000 orang bathinnya kita kotori dengan ajaran yang kudharma. Dst-nya. Silahkan dipikirkan sendiri, berapa banyak-kah karma buruk yang akan dihasilkan ? Baik bagi diri sendiri maupun orang lain.

    Sehingga seorang guru harus membuang ego-nya jauh-jauh, untuk menghindari akumulasi karma buruk yang sangat banyak. Agar nanti setelah mati dia tidak langsung meluncur ke alam para ashura.

    3. Dharma [agama atau kepercayaan] yang menyalahkan, menghina atau menciptakan konflik dengan dharma lainnya, akan mendorong penganutnya juga untuk menyalahkan, menghina atau menciptakan konflik dengan dharma lainnya. Hal ini sangat berbahaya, karena pasti akan menimbulkan kekacauan dan ketegangan kosmik.

    Dharma mengajarkan, kalau kita bertemu dengan suatu agama, ajaran atau kepercayaan yang menurut kita salah atau tidak sesuai dengan apa yang kita percaya, jangan sekali-sekali menyalahkan, menghina apalagi menciptakan konflik. Cepat-cepatlah katakan ke diri sendiri : BUKAN AGAMA, AJARAN ATAU KEPERCAYAAN ITU YANG SALAH, MELAINKAN SAYA YANG BELUM MEMAHAMINYA.

    Semoga ada kedamaian di langit
    Semoga ada kedamaian di luar angkasa
    Semoga ada kedamaian di bumi
    Semoga air menjadi sumber kedamaian
    Semoga tanaman obat menjadi sumber kedamaian
    Semoga tumbuh-tumbuhan menjadi sumber kedamaian
    Semoga para dewa-dewi melimpahkan kedamaian kepada kita
    Semoga Brahman [Tuhan] melimpahkan kedamaian kepada kita
    Semoga semua mahluk ada dalam kedamaian
    Semoga ada kedamaian dimana-mana
    Semoga ada kedamaian dalam bathin saya
    [Ayur Veda 36.17]

  8. salam dharma…

    percayalah dharma akan selalu menang sob, jangan terkecoh oleh rumor” dan spekulasi cap kadal seperti itu.
    itu hanya trik sebagian orang yang ingin mencari umat baru dengan menjadikan media sebagai alat kampanye busuknya.

    Hindu cinta damai dan ketenangan, moksartam jagadita ya cairty dharma.
    Panca Sradha dan Tri Hita Karana adalah semboyam kita.

    salam gacor buat yang nulis blok ini.;

  9. hahaha, timbang membandingkan atau mencoba membuat persamaan-persamaan yang terdengar sumbang dari kitab lain, mending focus pada kitab sendiri mas @ahmad samantho , masih banyak pertanyaan-pertanyaan yang belum bisa dijawab dalam setiap kitab suci karena itu menjadi misteri dari Ilahi itu sendiri,karena akan sangat terdengar lucu ketika mencoba mengklaim kitab agama lain dan “memaksa mencocokan dengan asumsi sendiri”.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

sembrani

bertukar ide, melampaui mimpi bersama

Nurul Wirda

Semerbak Mawar yang dengan senang hati memancarkan Cahayanya

aawanto

The greatest WordPress.com site in all the land!

Covert Geopolitics

Beyond the Smoke & Mirrors

Catatan Harta Amanah Soekarno

as good as possible for as many as possible

Women Terrace

to say something that i never talk before

Kanzunqalam's Blog

AKAL tanpa WAHYU, akan berbuah, IMAN tanpa ILMU

Cahayapelangi

Cakrawala, menapaki kehidupan nusantara & dunia

religiku

hacking the religion

SANGKAN PARANING DUMADI

Just another WordPress.com site

WordPress.com

WordPress.com is the best place for your personal blog or business site.

%d blogger menyukai ini: