1 Komentar

Koreksi tentang Istilah Kiamat.

KOREKSI TENTANG ISTILAH KIAMAT

Utk Bro Baskoro, dan juga mungkin brogader lainnya, perlu saya koreksi disini ttg penggunaan kata atau istilah kiamat.

Kata kiamat tdk identik artinya dgn akhir sesuatu (end of something), melainkan peristiwa setelahnya.

Tulisan yg lbh benar semestinya adalah qiyamat atau qiyamah, berasal dari lafazh (word) dlm bhs Arabiyan. Merupakan masdhar, yakni kt benda atau isim (noun) yg dibentuk dari kt kerja atau fi’il (verb) : qaama —yaquwmu, yg secara transitiv, terlaku dengan–nya atau ma’ful bi–hi (with object) berarti mendirikan, menegakkan, membangunkan, membangkitkan, atau, memantapkan, menetapkan, meneguhkan, mengukuhkan (to stand, to erect, to build, to generate, to establish, to fix), sedangkan secara intransitiv, tanpa terlaku dengan–nya atau ghayra ma’ful bi–hi (without object) berarti berdiri, tegak, bangun, bangkit, mantap, tetap, teguh, kukuh, kokoh.

Jadi, qiyamat artinya adalah kebangkitan- kembali (resurection), dan yawmu `al qiyaamati artinya hari kebangkitan- kembali (resurrection day). Maksudnya kehidupan setelah kematian (life after death).

qiyamu bi nafsihi artinya berdiri dengan diri-sendiri– nya alias mandiri, dan istiqoomah arti minta tetap pada pendirian, atau berpegang teguh pada pendirian, sedangkan `aqiymuw `alsh shalawaataartinya kalian–dirikanlah atau kalian-tegakkanlah sholat-sholat, dan `iqoomat adalah ajakan untuk bangun dan berdiri untuk mendirikan atau menegakkan sholat.

. . .

Dlm kaitan dgn ini, lafazh shalaat (jamaa’ : shalawaat), secara intransitiv berarti bersejahtera- diri ataumensejahterakandiri-sendiri (selfprosperation), sedangkan secara transitiv berarti mensejahterakan diri orang-lain atau menyampaikan tabik sejahtera kepada orang-lain (to prosper, to regard). Dgn demikian`aqiymuw `alsh shalawaata mengandung arti : kalian-tegakkanlah kesejahteraan di dunia ini (please all-of-you establish the prosperity and peace in the word). Sbg konsekuensinya, seseorg tak mungkin mensejahterakan diri org lain, bila diri dia sendiri belum sejahtera, dan krn itu sholat hrs ditegakkan mulai dari diri sendiri.

Berkaitan lagi dgn ini, muslim atau penganut Islam yg membuat permusuhan dan peperangan pd dasarnya tak memahami konsep ini dan konsep Islam secara utuh. Lafazh `islam berasal dari kt kerja `aslama — yaslimu, yg berarti menyerahtunduk, atau patuh (surrender, submit, obey), shg `islam berarti penyerahan–diri(self–surrender, submission). Sedangkan salima — yaslamu, berarti menyelamatkan (to save) ataumemberi salam atau keselamatan (safety greeting). Dgn demikian, secara kontekstual mengadung arti :siapa-saja-yang ingin diselamatkan, maka hendaklah dia berserah-diri kepada Maha-Penyelamat(whosoever wants to be saved, then let he surrender him-self to the All-Saviour), `Als-Salaam, `Allaah, Tuhan YME. Sbg konsekuensinya, seorg muslim atau peserah–diri (surrenderer) hrs membiaskan salam dan keselamatan kpd org lain disekitarnya dan lingkungannya, via implementasi ucapan : ‘als salaamu ‘alay kum (the safety be upon all-of-you) yg artinya sang keselamatanlah atas kalian atau sang kedamaianlah atas kalian (the peace be upon all-of-you).

. . .

Dgn demikian, kata kiamat atau qiyamat tak identik dgn akhir sesuatu (end of something), tp berkaitan langsung stlh akhir sang dunia (end of the world) atau kehidupan setelah kematian (life after death).

Jadi harap dikoreksi pula penggunaan istilah qiyamat sughra atau kiamat kecil dan qiyamat kubra atau kiamat besar agar sesuai konteks (contex sensitive), krn artinya berhubungan dgn: kebangkitan- kembaliatau pembangunan- kembali setelah penghancuran (resurrection or reconstruction after destruction).

. . .

Demikian . . . semoga bisa dicerna dan berguna . . . wa s salaam . . .

KOSTER 0115 Thunder Rider

One comment on “Koreksi tentang Istilah Kiamat.

  1. setuju!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Atlantis in the Java Sea

A scientific effort to match Plato’s narrative location for Atlantis

Sembrani

Membahas ISU-ISU Penting bagi Anak Bangsa, Berbagi Ide, dan Saling Cinta

Wirdanova

+62811-813-1917

aawanto

The greatest WordPress.com site in all the land!

Covert Geopolitics

Beyond the Smoke & Mirrors

Catatan Harta Amanah Soekarno

as good as possible for as many as possible

Modesty - Women Terrace

My Mind in Words and Pictures

Kanzunqalam's Blog

AKAL tanpa WAHYU, akan berbuah, IMAN tanpa ILMU

Cahayapelangi

Cakrawala, menapaki kehidupan nusantara & dunia

religiku

hacking the religion

SANGKAN PARANING DUMADI

Just another WordPress.com site

WordPress.com

WordPress.com is the best place for your personal blog or business site.

%d blogger menyukai ini: