Tinggalkan komentar

Rahasia kenapa banyak yang ingin jadi anggota DPR, Pemilu dan Konspirasy Kapitalisme-Neoliberalisme

Rahasia kenapa banyak yang ingin jadi anggota DPR
9 March 2009

Pemilu 2009 adalah pemilu terbanyak yang melibatkan caleg atau calon legislatif, sebenarnya berapa sih gaji dari anggota DPR?
Penerimaan anggota DPR terbagi menjadi tiga kategori, yaitu rutin perbulan, rutin non perbulan dan sesekali.
Rutin perbulan meliputi :
Gaji pokok : Rp 15.510.000
Tunjangan listrik : Rp 5. 496.000
Tunjangan Aspirasi : Rp 7.200.000
Tunjangan kehormatan : Rp 3.150.000
Tunjangan Komunikasi : Rp 12.000.000
Tunjangan Pengawasan : Rp 2.100.000
Total : Rp 46.100.000/bulan
Total Pertahun : Rp 554.000.000

Masing-masing anggota DPR mendapatkan gaji yang sama. Sedangkan penerimaan nonbulanan atau nonrutin. Dimulai dari penerimaan gaji ke-13 setiap bulan Juni.

Gaji ke-13 :Rp 16.400.000
Dana penyerapan ( reses) :Rp 31.500.000
Dalam satu tahun sidang ada empat kali reses jika di total selama pertahun totalnya sekitar Rp 118.000.000. Sementara penghasilan yang bersifat sewaktu-waktu yaitu:

Dana intensif pembahasan rencangan undang-undang dan honor melalui uji kelayakan dan kepatutan sebesar Rp 5.000.000/kegiatan
Dana kebijakan intensif legislative sebesar Rp 1.000.000/RUU

Jika dihitung jumlah keseluruhan yang diterima anggota DPR dalam setahun mencapai hampir 1 milyar rupiah. Data tahun 2006 jumlah pertahun dana yang diterima anggota DPR mencapai Rp 761.000.000, dan tahun 2007 mencapai Rp 787.100.000. Woww.. pantas jika mereka mengejar kursi DPR, belum lagi dana pensiunan yang mereka dapatkan ketika tidak lagi menjabat.

Sumber:http://www.kabarinews.com/article.cfm?articleID=32766

— In SuaraHati@yahoogrou ps.com,

Ahmad Samantho <ay_samantho@ …> wrote:

Gileee, di tengah kemiskinan rakyat yang makin meluas. Pantesan banyak orang berlomba-lomba dengan menghalalkan segala cara untuk jadi anggota DPR. Tujuan utama mereka (hampir semuanya, kecuali sedikit saja) sudah bisa diduga adalah untuk kepentingan pribadi dan kelompoknya, bukan untuk kepentingan seluruh rakyat indonesia. Jadi ngapain pula kita sebagai rakyat pemilih mau saja dikelabui dan ditipu  mereka untuk memilih dan mendukung mereka. Sekarang dan sejak awal reformasi  sudah banyak penggangguran dan orang-orang yang tak puas dengan penghasilannya selama ini, beralih dan berjudi/berspekulas i dengan menjadi caleg DPR-DPRD & DPD, untuk meraih kekayaan berlebih. Dengan modal money politik mereka akan mudah terdorong untuk korupsi pula maling uang rakyat dan negera setelah mereka berkuasa.Padahal uang untuk menggaji anggota parlemen tersebut adalah uang rakyat, uang yang berasal dari pajak yang harus dibayar rakyat dan uang dari pendapatan negara
dari segala sumber daya alam RI dan hutang negara. Jadi kenapa rakyat lebih senang dibodohi oleh para elite politik itu? Â HANYA UNTUK JADI SAPI PERAHAN MEREKA??

Sistem politik Indonesia saat ini masih sangat parah. Boro-boro mencerminkan dan mempraktekkan sistem demokrasi yang sejati. Yang ada adalah masih mempertahankan sistem oligarki dan plutokrasi yang dipimpin oleh “keuangan yang maha kuasa”, lobby Money politics (materialisme- kapitalisme) , dengan memanipulasi sistem demokrasi formal-prosedural doang. Pada hakikatnya praktek demokrasi indonesia pasca reformasi ini masihlah merupakan skenario sandiwara politik yang didesign oleh kekuatan kapitalisme- neoimperialis global (pimpinan USA dan Zionisme internasional) .  Bahkan reformasinya pun “reformasi pura-pura aja” untuk memperkuat lengan gurita kapitalisme- imperialisme global untuk tetap menguasai secara serakah segala kekayaan sumber daya alam Indonesia yang melimpah: tambang emas, perak, mineral-mineral lainya, minyak dan gas bumi, serta SDA lainnya.Maka, hai saudara-saudaraku rakyat dan bangsa Indonesia, segara sadarlah, bangunlah dan dewasalah kalian untuk memelihara hak-hak politik kalian. Berikanlah mandat poilitik kalian dalam pemilu (yang walau masih banyak cacatnya itu) hanya kepada orang-orang yang benar-benar ikhlas dalam memperjuangkan hak-hak rakyat banyak, terutama untuk membela hak-hak kaum tertindas, hak rakyat kecil yang tak berdaya. Pilihlah hanya mereka yang sudah jelas track recordnya selama minimal 10-20 tahun terakhir kehidupannya, yang benar-benar membuktikan komitment dan perjuangannya demi kepentingan rakyat, dan bukannya mereka yang mengelabui rakyat untuk kepentingan pribadi dan kelompoknya saja. Pilihlah hanya mereka yang setia dengan rakyat Indonesia, dan bukan mereka para pelacur intelektual maupun politisi pelacur yang mengabdi kepada kepentingan duniawi para pengusaha serakah dan kekuatan kapitalis-neoimperi alis asing. Pilihlah hanya mereka yang benar-benar berani melawan hegemoni Amerika & Israel dan para kapitalis-neoimperi alis Barat-Timur. Pilihlah hanya mereka segelintir caleg yang benar-benar terpimpin oleh  prinsip “Kerakyatan yang dipimpin Hikmah-kebijaksanaa n dalam permusyaratan- perwakilan. ” Pilihlah hanya mereka para caleg yang setia dengan “Ketuhanan Yang Maha Esa” (religius, beriman-bertaqwa & amanah, dan berakhlakulmkarimah /berbuti pekerti yang luhur). Pilihlah hanya mereka yang juga berperikemanusian yang adil dan beradab dan terbukti sudah memperjuangkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, bukan mereka yang hanya memperjuangankan kepentingan sempit kelompok agama dan suku tertentu saja.Pilihlah dengan menggunakan hati nurani dan bimbingan ilahiyah hanya kepada mereka yang benar-benar jujur, bersih dan amanah dalam mengemban amanat untuk membebaskan pemderitaan rakyat. Rakyat sudah muak dan cape dibodoh-bodohi dan dikelabui para politisi busuk yang dimodali para konglomerat hitam dan kapitalis jahat..Ya Allah tolonglah kaum tertindas di Indonesia dengan Kekuasaan-MU yang meliputi segala sesuatu. Selamatkan negeri ini dari hegemoni kezaliman dengan Keadilan-MU yang tak tertahankan oleh apapun. Muliakanlah anak bangsa Indoensia dengan Kemuliaan-Mu yang tak tercemari oleh apaun jua. Amin (AYS)

From: Ikranagara <ikra_twin@yahoo. com>
Subject: [SuaraHati] Re: Gaji DPR (woooww) Gila – JANGAN SALAH PILIH dan JANGAN TERTIPU !!!
To: SuaraHati@yahoogrou ps.com
Date: Tuesday, March 17, 2009, 5:18 PM

Bung Ahmad Samantho, saya hanya akan membicarakan sebagian kecil dari reply Anda ini saja: “… Pada hakikatnya praktek demokrasi indonesia pasca reformasi ini masihlah merupakan skenario sandiwara politik yang didesign oleh kekuatan kapitalisme- neoimperialis global (pimpinan USA dan Zionisme internasional) . …”

Cuplikan dari reply Anda itu agak-agak berbau retorika a la Marxis saja — maaf! — selain main kambing hitam dan mempermudah masalah saja.

Apakah benar demikian? Bahwa yang bermain di panggung percaturan politik dan ekonomi global sekarang ini hanyalah kekuatan yang dipimpin oleh Amerika dan Zionis, seperti Anda katakan itu?

Jawabnya jelas Anda kurang memahami apa yang terjadi secara global sekarang ini, dan pemain utamanya bukan hanya AS dan Israel saja. Ekonomi dan politik global sekarang ini boleh dikatakan sudah seragam dalam wacananya maupun praktiknya, bukan hanya di AS dan israel saja. Negara-negara Arab sama-sama memperaktikkan sistem ekonomi global yang sama, juga sama dengan yang dipraktikkan di seluruh negara Eropah, ditambah lagi dengan yang di Asia (termasuk bekas negara komumis sekali pun!) dan tentu saja yang di Amerika Latin dan Afrika. Pada hakekatnya sel;uruh dunia menggunakan sistem Kapitalisme, hanya saja dengan variabel yang sedikit berbeda satu dengan lainnya.

RRC malah memanggil profesor-profesor dari Berkeley untuk mengajarkan ilmu ekonomi kapitalis, yang sebelumnya para profesor yang sama mengajarkan ilmu yang sama kepada ekonom di negeri kita. Ya, sejak Soeharto brkuasa negeri kita menggunakan sistem ekonomi kapitalis yang ilmunya diperoleh dari profesor yang sama mengjar di universtas di RRC. Maka RRC berobah secara ekonomi dari sistem ekonomi komunis menjadi sistem ekonomi kapitalis.

Tapi sistem politiknya RRC tetap menggunakan sistem komunis/Marxis itu, yaitu Diktator Proletariat. Di Amerika Latin tampaknya mirip-mirip dengan yang ada di RRC. Atau ada juga yang menggunakan sistem sosialisme putih a la negara-negara skandinavia, seperti Swedia, yang salah satu instrumenn utamanya adalah pajak progressif itu. Dan campur tangan pemerintah atas pasar, jadi bukan lagi “pasar bebas” itu. Di zqaman Soeharto, sistem ekonomi kita kapitalis juga, tapi sistem politiknya otoriter dalam bungkus Dwifungsi. Setelah reformasi, sistem ekonomi kita tidak berobah, meskipun sistem politiknya berobah menjadi demokrasi.

Jadi, aturan main global sekarang ini menekankan kepada sistem ekonomi kapitalisme Meo-liberal dengan sistem pasar bebasnya itu, dan meyakini pemerataan akan ada dengan sendirinya lewat apa yang disebut dengan istilah tricle down effect.

Singkatnya sepetri itulah yang terjadi di dunia sekarang ini. Semua berhak main di panggung pasar global, dengan resiko ditanggung sendiri-sendiri.

Indonesia sebenarnya pounya keunikan sendiri dengan adanya Pasal 33 dealam UUD kita itu. Tapi pasal itu dilanggar, karena itu tidak sesuai dengan aturan pasar bebas yang global itu, disamping tidak sesuai dengan “structural ajustment” yang dikontrol oleh IMF dan World Bank.

Bukankah itu berarti pemerintah telah melanggar UUD dalam usahanya untuk mendapatkan kepercayaan dari IMF dan WB?

Tapi, kalau tidak dipatuhi, lalu dari mana kita bisa mendapatkan kapital? Sebab bagaimana pun kapital itu kita butuhkan agar roda perekonomian berjalan. Ya, kita bisa bilang “Go to hell with IMF dan WB!” dengan gagah dan suara keras sekeras-kerasnya. Tapi dari mana kita bisa dapatkan kapital, padahal kapital merupakan komponen penting dalam kehdupan perekomian di negara mana saja, bukan? Inilah dilemanya!

Jadi, yang perlu direfisi adalah hubungan kita dengan kapital itu. Jangqanlah kita terpaksa mengamini aturan yang diterapkan oleh Kapitalisme Neo-liberal itu secara kaku! Bukankah akhirnya Amerika di bawah Obama tidak lagi sepenuhnya mematuhi aturan ekonomi global lagi, dengan styimulusnya antara lain kepada bank negerinya dan pengusaha kecil dan menengah?

Di negeri kita sebenarnya ada tiga ekonomi:
(1) Ekonomi kapital tinggi/intensif
(2) Ekonomi kerakyatan dengan kapital tidak tinggi, melainkan SDA dan SDM lokal yang intensif.
(3) Ekonomi Kaum Kiskin, yakni dari mereka yang tidak punya penghasilan sampai mereka yang brpenghasilan hanya dua dolar US seharinya.

Yang kuat dan tidak mudah tergoyahkan adalah Ekonomi kerakyatan itu saja, tahan terhadap goncangan krismon atau pun krisis apa pun. Inilah yang membuat negeri kita mampu bertahan dari hantaman badai krismon. Pemerintah hendaknya membina kelompok ekonomi ini. Dan Obama sekarang sedang membina kal;angan semacam ini di negerinya!

Yang mudah ambruk justeru Ekonomi Kapital Tinggi yang mengandalkan kepada kapital dan tekhnologi dari luar negeri. Dan inilah tem,pat para konglomerat dan kapitalis dunia kaya raya berada, tapi mudah sekali kekayaan mereka itu ambruk, atau pindah ke luar negeri dan hilang dari negeri kita, bagaikan gelembung sabun terkena angin atau panas matahari saja!

Jadi, kira-kira begitulah peta permasalahan ekoniomi kita. Tak usahlah terjebak oleh retorika a la Kaum Marxis seperti yang tampak dalam cuplikan dari tulisan Anda yang saya kutip di awal reply saya ini. Zaman retorika semacam itu sudah lewat, tidak ada lagi kaitannya dengan masalah ekonomi dan politik terkini di dunia kita sekarang ini.

Kalau ada dalam reply saya ini ada yang kurang berkenan di hati Anda, mohom dimaafkan, Bung Ahmad Samantho.

Ikra.-

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Atlantis in the Java Sea

A scientific effort to match Plato’s narrative location for Atlantis

Sembrani

Membahas ISU-ISU Penting bagi Anak Bangsa, Berbagi Ide, dan Saling Cinta

Wirdanova

+62811-813-1917

aawanto

The greatest WordPress.com site in all the land!

Covert Geopolitics

Beyond the Smoke & Mirrors

Catatan Harta Amanah Soekarno

as good as possible for as many as possible

Modesty - Women Terrace

My Mind in Words and Pictures

Kanzunqalam's Blog

AKAL tanpa WAHYU, akan berbuah, IMAN tanpa ILMU

Cahayapelangi

Cakrawala, menapaki kehidupan nusantara & dunia

religiku

hacking the religion

SANGKAN PARANING DUMADI

Just another WordPress.com site

WordPress.com

WordPress.com is the best place for your personal blog or business site.

%d blogger menyukai ini: