<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Bayt al-Hikmah Institute</title>
	<atom:link href="http://ahmadsamantho.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ahmadsamantho.wordpress.com</link>
	<description>Research &#38; Development Center for Islamic Philosophy, Mysticism, Science &#38; Civilizations</description>
	<lastBuildDate>Sun, 06 Dec 2009 07:56:17 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='ahmadsamantho.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/fc875364eee5e10bbde3af30397b6a7e?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Bayt al-Hikmah Institute</title>
		<link>http://ahmadsamantho.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>Pertemuan jalan Filosofi dan Sufi pada karya Ibn Thufail: HAYY IBN YAQZAN</title>
		<link>http://ahmadsamantho.wordpress.com/2009/12/06/pertemuan-jalan-filosofi-dan-sufi-pada-karya-ibn-thufail-hayy-ibn-yaqzan-2/</link>
		<comments>http://ahmadsamantho.wordpress.com/2009/12/06/pertemuan-jalan-filosofi-dan-sufi-pada-karya-ibn-thufail-hayy-ibn-yaqzan-2/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 06 Dec 2009 07:33:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ahmadsamantho</dc:creator>
				<category><![CDATA[Budaya & Sastra]]></category>
		<category><![CDATA[Falsafah]]></category>
		<category><![CDATA[Hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[Irfan]]></category>
		<category><![CDATA[Resensi Buku]]></category>
		<category><![CDATA[Sastra]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ahmadsamantho.wordpress.com/2009/12/06/pertemuan-jalan-filosofi-dan-sufi-pada-karya-ibn-thufail-hayy-ibn-yaqzan-2/</guid>
		<description><![CDATA[HAYY IBN YAQZAN’ IBN TUFAYL:
PERTEMUAN JALAN FILOSOF DAN SUFI
oleh: Abdul Hadi W. M.
Kesusastraan Arab pada masa kejayaan Islam tidak hanya berkembang pesat di timur yaitu wilayah-wilayah kekhalifatan Baghdad, tetapi juga di Barat yaitu wilayah-wilayah Maghribi (Tunisia, Maroko, Libya sekarang) dan Andalusia di Semenanjung Iberia.
Salah satu karya yang dianggap masterpiece sastra Andalusia ialah Hikayat Hayy ibn [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ahmadsamantho.wordpress.com&blog=833033&post=3001&subd=ahmadsamantho&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>HAYY IBN YAQZAN’ IBN TUFAYL:</p>
<p>PERTEMUAN JALAN FILOSOF DAN SUFI</p>
<p>oleh: Abdul Hadi W. M.</p>
<p>Kesusastraan Arab pada masa kejayaan Islam tidak hanya berkembang pesat di timur yaitu wilayah-wilayah kekhalifatan Baghdad, tetapi juga di Barat yaitu wilayah-wilayah Maghribi (Tunisia, Maroko, Libya sekarang) dan Andalusia di Semenanjung Iberia.</p>
<p>Salah satu karya yang dianggap masterpiece sastra Andalusia ialah Hikayat Hayy ibn Yaqzan, sebuah fiksi ilmiah (science fiction) dan sekaligus juga merupakan alegori sufi bercorak falsafah. Novel ini dkarang oleh Ibn Tufayl, seorang filosof, ilmuwan, ahli kedokteran dan sastrawan besar Andalusia (Spanyol Arab).<span id="more-3001"></span><br />
Ia lebih lebih dari tiga karya besar sezamannya yaitu (1) al-Qisas al-Tawbi’ wa al-Zawabbi’ karya Ibn Syuhaid; (2) Tawq al-Hamamat karya Ibn Hazm; (3) Maqamat karya Harizi.</p>
<p>Riwayat Hidup Pengarang</p>
<p>Ibn Tufayl nama lengkapnya ialah Abu Bakar Muhammad bin Muhammad bin Abdul Malik al-Qaisi (1106-1185 M/500-581 H) berasal dari kabilah Qais di Maroko. Dia dilahirkan di Guadiks, dekat Granada, Andalusia. Di Eropah dia dikenal dengan nama Latinnya Abubacer.. Buku-buku yang dikarangnya meliputi topik berkenaan dengan ilmu kedokteran, farmasi, astronomi, matematika, biologi, falsafah, adab dan kesusastraan.</p>
<p>Pada masa hayatnya dia memegang banyak jabatan di Istana al-Muwahidin, yaitu ketika tampuk pemerintahan berada di tangan Amirul Mukminin Abu Ya`kub Yusuf (1163-84). Jabatannya terpenting ialah sebagai dokter istana di Granada dan qadi agung di istana khalifah Abu Ya`kub Yusuf. Dialah pula yang yang mengenalkan Ibn Rusyd (1126-1198 M), rekan dan muridnya sekaligus, kepada Amirul Mukminin. Ibn Rusyd ialah seorang filosof dan ahli kedokteran terkemuka. Dialah kelak yang memegang jabatan dokter istana menggantikan Ibn Tufayl.</p>
<p>Ibn Tufayl pulalah yang meminta Ibn Rusyd membahaskan buku-buku Aristotle tentang falsafah, karena sultan menyukai ilmu pengetahuan dan falsafah. Ibn Tufayl sangat taat beribadah, dan konon mengikuti jalan sufi dalam disiplin spiritual. Beliau wafat di Marakesy dalam usia tua. Karya-karya beliau yang paling banyak ialah tentang ilmu perubatan, astronomi, matematika dan falsafah. Namun yang paling terkenal ialah fiksyennya Risalah Hayy ibn Yaqzan (“Si Hidup anak Si Sadar”).</p>
<p>Hayy ibn Yaqzan dikenal sebagai novel falsafah, alegori falsafah, atau alegori sufi bercorak falsafah, yang ditulis dalam bentuk science fiction. Dalam novel ini beliau mengungkapkan pandangan falsafahnya tentang alam semesta, epistemologi (falsafah ilmu pengetahuan0 tentang Tuhan, agama, moral, manusia dan watak-wataknya, dalam bentuk bahasa sastera yang bermutu tinggi dan cemerlang.</p>
<p>Judul buku ini diambil dari karya Ibn Sina. Walaupun demikian tema, cara dan persoalan yang dibahaskan penulisnya berbeda dengan karya Ibn Sina. Navel ini lebih jauh memberi penafsiran terhadap karya Ibn Sina sendiri Asrar al-Hikmah al-Masyriqiyah (Rahsia Falsafah Ketimuran).</p>
<p>Ringkasan Cerita</p>
<p>Buku ini dibuka dengan penjelasan pengarangnya mengenai tujuan penulisan romannya. Ibn Tufayl mengatakan bahwa karyanya itu ditulis untuk menjabarkan falsafah Masyriqiyah Ibn Sina. Pada peringkat epistemologi dan metafisika, pencapaian pengetahuan dalam falsafah Masyriqiyah mirip dengan tasawuf atatau mistisisme illuminatif. Pengetahuan yang ingin dicapai ialah pengetahuan illuminatif atau kasyf, yaitu tersingkapnya penglihatan kalbu dari hijab yang menghalangi seseorang menyaksikan keberanan hakiki. Walaupun ada kemiripan, falsafah Masyriqiyah berbeda dari tasawuf. Dalam yang pertama, pengetahuan dapat dicapai melalui pemikiran spekulatif falsafah bukan melalui disiplin kerohanian seperti dalam tasawuf. Namun karena keadaan dan pengalaman kerohanian yang dicapai itu sukar diuraikan secara diskursif sebagaimana dalam bahasa falsafah secara umum, maka Ibn Tufayl menggunakan kisah perumpamaan atau alegori untuk menjelaskan apa yang dimaksud dengan pencapaian illuminatif dalam falsafah Masyriqiyah itu.</p>
<p>Di tengah lautan luas, di pulau terpencil yang tidak terlalu subur, hiduplah seorang anak lelaki bernama Hayy bin Yaqzan alias Urip bin Sadar. Anak itu telah dibuang oleh ibunya ketika masih bayi dengan memasukkan ke dalam sebuah peti dan kemudian menghanyutkan peti itu ke sungai, sehingga Hayy terdampar di pulau Waqwaq yang terpencil itu. Ibunya terpaksa membuang anaknya karena kuatir dimarahi abangnya, sebab secara diam-diam dia kawin salah seorang kerabat dekatnya tanpa persetujuan dan pengetahuan abangnya. Seekor rusa betina merasa kasihan melihat bayi mungil dalam peti itu, dia ingat pada anaknya yang sudah mati beberapa waktu yang lalu. Rusa itu kemudian memelihara Hayy. Hayy bin Yaqzan ternyata tumbuh menjadi anak yang sehat dan kuat, serta dapat bersaing dengan binatang lain dalam berburu binatang kecil untuk santapannya. Namun ketika pikirannya mulai tumbuh, ia sadar betapa besar perbedaan dirinya dengan binatang-binatang lain di sekelilingnya. Misalnya saja ia menyadari sementara binatang lain berbulu, dia tidak berbulu. Untuk itu dia berusaha menutupi badannya dengan daun-daun, kulit kayu dan akhirnya kulit binatang hasil buruannya. Ia juga menyadari bahwa hewan lain memiliki senjata alami untuk mempertahankan diri ancaman, sedang dia sebagai anak manusia tidak. Maka ia pun mulai berusaha membuat senjata.</p>
<p>Kini usianya mencapai tujuh tahun. Tingkat pengetahuan dan kesadarannya sudah demikian berkembang. Begitu juga tehnik yang dikuasai dalam membuat pakaian dan senjata. Dia mengenakan tiga hilai daun lebar yang halus dan kulit hewan untuk menutupi tubuhnya serta menjaganya dari sengatan udara dingin dan panas. Pada suatu hari ibu angkatnya meninggal dunia. Perasaannya terpukul. Ia ingin tahu apa rahasia kematian. Tubuh rusa yang mati itu dibedahnya untuk mengetahui apa penyebab kematiannya. Ia mengetahui bahwa kematian iu secara badaniah disebabkan berhentinya denyut jantung. Setelah merenung lebih jauh ia pun mengetahui bahwa kematian disebabkan terpisahnya badan dari roh.. Kini ia mulai menyadari tentang adanya asas hayat yang disebut roh itu.</p>
<p>Setelah mengetahui bahwa kematian tidak langsung menyebabkan tubuh rusak, ia menyimpulkan bahwa kematian tidak lain hanyalah akibat retaknya persatuan antara Jiwa dan Tubuh. Begitulah melalui cara berpikir spekulatif, menggunakan akal murni, Hayy bin Yaqzan mengenal rahasia kematian.</p>
<p>Pengetahuan penting kedua setelah mengetahui rahasia kematian ialah pengetahuan tentang api dan kegunaannya dalam kehidupan. Dalam sejarah peradaban manusia perubahan besar dimulai dengan penemuan api. Dengan mengetahui cara membuat api dan mendayakan kegunaannya, Hayy bin Yaqzan mulai mampu membuat alat-alat yang diperlukan untuk mempertahan dan mengembangkan hidupnya termasuk membuat senjata. Perubahan ini pula yang kian menyadarkan betapa manusia berbeda dari hewan lain. Ia mulai mengetahui apa artinya cuaca dan suhu udara. Penelitian empiris sangat dimungkinkan terjadi sejak api didayagunakan untuk membuar peralatan. Hasil-hasil penelitian empiris itu pada gilirannya membantu Hayy bin Yaqzan untuk melangkah lebih jauh menapaki pengetahuan yang bersifat kerohanian.</p>
<p>Jika hendak diringkas sejak ibu angkatnya mati ingá mengenal rahasia dan kegunaan api, maka ada dua bentuk pengetahuan yang dicapainya kini. Satu ialah kesadaran bahwa kehidupan makhluq itu tersusun dari dua asas: (1) anasir-anasir jasmani dan (2) bentuk jasmani yang tersusun rapi. Pada makhluq bernyawa bentuk yang tersusun kompleks itu bisa disebut sebagai Jiwa (al-nafs), yang merupakan asas utama kehidupan makhluq bernyawa dan pada hakekatnya bukan merupakan obyek penelitian inderawi. Ia hanya bisa ditelaah melalui pemikiran akliyah atau rasional. Demikianlah Hayy menyadari bahwa daya-daya jiwa yang kompleks itu merupakan sifat-sifat yang menentukan kehidupan makhluq bernyawa.</p>
<p>Pada usia dua puluh tujuh tahun pengetahuan yang dicapai Hayy bin Yaqzan ternyata lebih tinggi lagi. Semua itu dicapai melalui daya upaya akal murni yang ada pada dirinya dan merupakan kemampuan rohani yang terpendam dalam setiap diri manusia. Dia mulai memikirkan benda-benda di angkasa yang luas tak terkira. Ia menemukan bahwa terdapat bintang-bintang dan planet yang tidak dapat musnah. Melalui pengetahuan tentang bintang-bintang di langit dia mulai mengetahui bahwa di belakang tabir kehidupan segala sesuatu di alam semesta ini ada Pencipta (Khaliq). Namun bagaimana keberlangsungan alam semesta bisa terjadi, Hayy bin Yaqzan tidak dapat memberikan kesimpulan apa-apa. Namun pada akhirnya dia mengerti bahwa persoalan tentang keabadian dan kesementaraan dunia tidak dapat dipecahkan dengan metode burhani atau pembuktian, khususnya dengan mencari hukum sebab akibatnya.</p>
<p>Dari perenungan terhadap rahasia alam semesta ini Hayy bin Yaqzan naik ke tahap pengetahuan beributnya. Ketika usianya beranjak tiga puluh tahun ia mulai merenungi keindahan dan tatanan alam yang teratur sebagai bukti tentang adanya penciptaan terencana di sebalik semua peristiwa dan kejadian. Jika memang ada Pencipta di balik semua itu, tentulah dia harus memiliki sifat-sifat yang sempurna dan bebas dari hal-hal lain di luar dirinya serta Maha Tahu, Tidak Terhingga dan Maha Indah.</p>
<p>Untuk menjawab persoalan-persoalan yang secara deras bermunculan dalam pikirannya, ia berusaha melakukan penyelidikan lebih mendalam sehingga akhirnya sampai ke tahap pengetahuan yang tinggi, yaitu pengetahuan tentang Wujud Tertinggi yang nirbendawi (immaterial) dan tanzih (transenden). Ia menyimpulkan bahwa pengetahuan seperti itu tidak dapat diperoleh melalui daya-daya jasmani seperti penginderaan, tetapi melalui daya-daya jiwa yang berbeda dari daya-daya jasmani sebagaimana jiwa berbeda dari jasmani. Daya-daya jiwa ini bisa memperoleh pengetahuan yang lebih asasi dan hakiki karena jiwa merupakan asas dan hakikat hidup manusia yang sejati. Jiwa lebih unggul atas segala yang bersifat bendawi dan bebas dari proses pembentukan dan kehancuran yang dialami tubuh jasmani. Pada tahapan ini Hayy bin Yaqzan mulai menyadari bahwa hanya Jiwa yang damai dan bahagia yang dapat berhubungan eray dengan Wajib al-Wujud (Wujud Niscaya), yaitu Tuhan Yang Satu dan Maha Besar. Ia kian jauh mengembara dalam dunia perenungan sehingga mengetahui bahwa sasaran terakhir pengetahuan ialah Wujud Nscaya.</p>
<p>Kaedah atau metode yang digunakan Hayy bin Yaqzan ialah instropeksi atau penyelidikan ke dalam diri menggunakan akal murni. Melalui kaedah ini dia sampai pada pengetahuan tentang hakikat diri yang sejati. Kini ia pun menyadari pertalian dirinya dengan tiga hal: (1) Alam hewan. Seperti kehidupan hewan dalam diri manusia ada tatahan kehidupan yang bersifat hewani; (2) Benda-benda langit di jagat raya. Dalam diri manusia juga terdapat alam serupa itu yang memungkinkan manusia berhubungan dengan semua hal di alam semesta. Peralatan yang menghubungkan itu ialah akal dan imaginasi.; (3)Wujud Niscaya, yang merupakan hakikat sejati diri manusia. Manusia terhubungkan dengannya melalui kasyf atau pengetahuan illuminatif.</p>
<p>Sebagai buah dari pengetahuan yang diperolehnya itu Hayy bin Yaqzan mampu meliliki tiga kepandaian sekaligus, yaitu (1) Cara memelihara tubuh dan memenuhi kebutuhan-kebutuhan pokoknya; (2) Dapat merenungi segala sesuatu yang tidak bisa dicapai dengan pengetahuan inderawi, tetapi dengan akal dan imanigasi. Pengethuan tentang hal itu semua mencapai puncaknya pada pengetahuan tentang Tuhan; (3) Cara berhubungan dengan Wujud Tertinggi melalui tafakur dan ibadah. Menurut Hayy bin Yaqzan , jiwa tidak akan pernah kehilangan sifat-sifatnya kecuali renungannya tentang Tuhan mencapai kesempurnaan. Renungan bisa sempurna apabila jiwa mengalami penyatuan dan hapus (fana’) dalam Diri Hakiki, sebagai respresentasi Wujud Tertinggi dalam kesadaran terdalam manusia.</p>
<p>Tidak lama kemudian sesudah itu datanglah ke pulau Waqwaq seorang ahli tasawuf bernama Absal. Tidak lama kemudian Hayy bin Yaqzan menjalin persahabatan dengan Absal, manusia lain pertama yang ia jumpai dalam hidupnya. Absal kemudian mengajarkan bahasa kepada Hayy bin Yaqzan. Setelah dapat berbicara Hayy menuturkan pengalaman hidup dan pengetahuan yang diperolehnya selama ini. Persahabatan menjadi semakin akrab karena Absal pun sebenarnya sedang meneliti hal yang sama dalam hidupnya. Pengetahuan yang dicapai Hayy bin Yaqzan semakin memperkuat keyakinan Absal terhadap akidah yang selama ini dia pegang teguh.</p>
<p>Absal lantas mengajak Hayy supaya menyebar luaskan ajarannya kepada penduduk di pulau lain yang merupakan tempat kelahiran Hayy. Hayy menyetujui ajakan itu, lantas mereka pergi ke pulau yang dimaksud. Malangnya pengajaran yang disampaikan Absal dan Hayy kurang memperoleh penerimaan dar penduduk, yang púas dengan pengetahuan rendah. Karena itu keduanya lantas meninggalkan penduduk dan kembali ke pulau Waqwaq untuk melanjutkan perenungannya tentang hakekat Wujud Tertinggi.</p>
<p>Kedudukan Hayy ibn Yaqzan</p>
<p>Karya bn Tufayl ini mempunyai kedudukan istimewa dalam sejarah kesusastraan Arab bukan hanya di Andalusia, tetapi juga di negeri Arab yang lain, bahkan di luar Arab. Banyak keistimewaan dan keunikan yang Hayy bin Yaqzan. Dalam sejarah sastra Arab tidak ada karya bercorak falsafah yang sedemikian menarik minat pembaca di luar Arab seperti buku ini. Melalui karyanya itu Ibn Tufayl telah memberikan sumbangan besar terhadap pemikiran sastra dan falsafah baik di Timur maupun di Barat. Beberapa aspek yang membuat hikayat ini memiliki kedudukan istimewa ialah:</p>
<p>1. Hayy bin Yaqzan merupakan science fiction pertama yang muncul dalam sejarah sastra dunia. Malahan boleh dikatakan sebagai science fiction yang murni.</p>
<p>2. Melalui karyanya ini Ibn Tufayl berikhtiar mendamaikan agama dan falsafah, dua disiplin yang sering dipertentangkan oleh para sarjana sehingga kini. Karena itu karya ini dapat disebut juga sebagai alegori falsafah bercorak kesufian atau alegori sufi bercorak falsafah. Kandungannya ialah bagaimana manusia memperoleh ilmu pengetahuan dengan menggunakan baik metode falsafah mahupun metode sufi.</p>
<p>3..Dalam novel ini penulisnya berikhtiar mempermukan alirann pemikira yang sering dipertentangkan, yaitu pemikiran falsafah dan pemikiran sufi. Dua aliran utama itu menggunakan metode berbeda dalam mencapai kebanaran, tetapi ternyata keduanya dapat dipertmukan kembali.</p>
<p>4. Karya ini bukan saja mempengaruhi perkembangan sastra Arab dan pemiikiran falsafah Islam, tetapi juga secara langsung atau tidak langsung mempengaruhi banyak sastrawan dunia. Di antara karya penulis dunia yang dipengaruhi karya Ibn Tufayl ialah El Critican (Si Pengeritik) karya penulis Spanyol abad ke-17 bernama Baltazar Gracian. Karya lain yang dipengaruhi karangan Ibn Tufayl ialah Robinson Cruso karya Daniel Defoe (1661-1731 M), Gullivers Travels karya Jonathan Swift (1667-1745 M) dan Jungles Books karya Rudyard Kipling (1856-1936 M).</p>
<p>Ali Audah (2002) berpendapat bahwa Ibn Tufayl berusaha membuktikan bahwa manusia dapat berkomunikasi dengan Tuhan melalui gerak kalbunya, yaitu melalu jalan tasawuf, bukan melalui jalan falsafah. Falsafah berdasarkankepada akal dan pengetahuan empirikal, dan peringkatnya dalam hirarki ilmu pengetahuan ada di bawah ilmu tasawuf. Kebenaran tertinggi dalam ilmu tasawuf dicapai melalui pengalaman atau perenungan batin yang dalam. Selanjutnya Ali Audah berpendapat bahwa Ibn Tufayl berdialog dengan para sufi dan filosof, bukan dengan orang awam atau biasa. Karena itu karya ini hanya dapat difahamkan oleh mereka yang memiliki pengetahuan tentang falsafah dan ilmu tasawuf</p>
<p>Sarjana lain dari Mesir Sohier el-Kalamawy dan Mahmoud Ali Kahky (1986) berpendapat bahwa Risalah Hayy ibn Yaqzan: (1) Merupakan cerita bercorak falsafah dan mistikal kedua-duanya, atau cerita sufi dengan latar belakang pencarian kebenaran melalui jalan falsafah. Jalan tasawuf ternyata mengungguli jalan falsafah; (2) Karya Ibn Tufayl ini merupakan cerita simbolik, dan terutamanya berkenaan ikhtiar mendamaikan falsafah dengan agama. Penulisnya berhujah bahwa perenungan yang murni rasional dan iman yang sejati merupakan sisi dari sebuah mata uang (siling) yang sama, dan kedua-duanya sama dapat membawa manusia dekat dengan Tuhan dan bersatu secara mistikal dengan-Nya; (3) Penulisnya juga memperlihat bahwa kehidupan spiritual yang luhur hanya dapat dicapai oleh sedikit orang dan kebenaran yang diperoleh dapat dikomunikasikan hanya untuk sedikit orang; (4) Pandangan falsafah Ibn Tufayl memiliki banyak persamaan dengan pandangan para filosof Arab sebelumnya, seperti Ibn Sina dan Ibn Bajah. Kedua-dua filosof tersebut mengajarkan falsafah ketimuran (masyriqiyah) yang bercorak rasional dan mistikal; (5) Penggunaan bentuk cerita untuk memaparkan falsafah merupakan suatu bentuk pengungkapan yang orisinal dan mendahului zamannya. Kajian menunjukkan bahwa Hayy Ibn Yaqzan merupakan karya sastera Arab terbesar, paling orisinal dan unik.</p>
<p>Risalah Hayy Ibn Yaqzan ditulis oleh pengarangnya berdasarkan karya Ibn Sina yang bertajuk sama, namun dengan tema dan pengolahan cerita yang berbeda. Ibn Sina mengemukakan bahwa dalam diri manusia terdapat fakulti kerohanian yang bersifat substansial, yaitu Akal aktif. Akal aktif merupakan saluran penyampaian kebenaran spiritual yang tinggi kepada fikiran manusia. Dalam karyanya Ibn Sina membuektikan bahwa akal aktif dalam jiwa menusia itu benar-benar substansial, tidak tergantung pada sesuatu apa yang ada di luarnya dan self-suficient. Karena memiliki akal aktif itulah manusia dapat berfikir tanpa adanya pengaruh dari pengamatan indera dan tanpa menggunakan fakulti jasmaninya. Adanya akal aktif dalam diri manusia memperlihat bahwa jiwa manusia benar-benar merupakan anugerah Tuhan yang istimewa, sebuah substansi paling hakiki, memiliki sinar yang dapat menerangi jiwa manusia dalam keadaan gelap, dan ia mesti ada dalam diri manusia (Goodman 1997).</p>
<p>Ibn Tufayl memberi nuansa sosial terhadap pemikiran Ibn Sina itu. Akal aktif disimbolisasikan menjadi watak Hayy Ibn Yaqzan, yang walaupun hidup bersendiri di sebuah pulau tanpa manusia lain kecuali ditemani binatang-binatang di persekitarannya, namun dapat mencapai pemikiran yang tinggi karena menggunakan akal aktifnya dengan sungguh-sungguh. Dengan perkataan lain sebagai simbol akal aktif Hayy Ibn Yaqzan dapat hidup sebagaimana manusia lain dan mencapaii kebenaran falsafah dan agama, walaupun dia tidak dibantu oleh pendidikan dan kebudayaan.</p>
<p>Melalui karyanya itu Ibn Tufayl ingin memberikan pembenaran terhadap pendapat Imam al-Ghazali dan Aristoteles tentang kodrat dasar manusia. Imam al-Ghazali berpendapat bahwa manusia sebenarnya siap menerima idea-idea tentang kebenaran dan banyak peristiwa-peristiwa yang bersifat kebetulan dapat memberi rangsangan yang aktif kepada seseorang untuk melakukan penelitian yang bercorak falsafah dan ketasawufan. Aristotle pula mengatakan bahwa kudrat manusia paling dasar ialah “keinginan untuk mengetahui segala sesuatu”. Dalam pemikiran Ibn Tufayl sendiri, bahasa, budaya dan tradisi tidak mutlak diperlukan oleh seseorang dalam mencapai peringkat perkembangan fikiran yang tinggi.</p>
<p>Tradisi, bahasa dan kebudayaan hanya dapat membantu mempercepat kemajuan perkembangan fikiran dan pemahaman manusia, namun manusia sendirilah semestinya yang aktif mendayagunakan kesanggupan inteleligansi dan spiritualnya. Yaitu dengan memilih metode-metode yang paling mungkin, dan melakukan latihan dan pembelajaran yang berdisiplin dan sungguh-sungguh mengikuti jalan yang telah diplihnya. Menguasai bahasa memang penting, tetapi tidak banyak bermanfaat jika menjadikan bahasa hanya sebagai saran komunikasi dan informasi. Bahasa harus pula dijadikan sarana berpikir dan menghasilkan pemikiran, sehingga dengan demikian bahasa itu berkembang dan pemakainya maju dalam pemikiran.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ahmadsamantho.wordpress.com/3001/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ahmadsamantho.wordpress.com/3001/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ahmadsamantho.wordpress.com/3001/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ahmadsamantho.wordpress.com/3001/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ahmadsamantho.wordpress.com/3001/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ahmadsamantho.wordpress.com/3001/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ahmadsamantho.wordpress.com/3001/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ahmadsamantho.wordpress.com/3001/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ahmadsamantho.wordpress.com/3001/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ahmadsamantho.wordpress.com/3001/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ahmadsamantho.wordpress.com&blog=833033&post=3001&subd=ahmadsamantho&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ahmadsamantho.wordpress.com/2009/12/06/pertemuan-jalan-filosofi-dan-sufi-pada-karya-ibn-thufail-hayy-ibn-yaqzan-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b9fdd433b32ba2b410dd1e3e94f9fbc3?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">samantho</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pertemuan jalan Filosofi dan Sufi pada karya Ibn Thufail: HAYY IBN YAQZAN</title>
		<link>http://ahmadsamantho.wordpress.com/2009/12/06/pertemuan-jalan-filosofi-dan-sufi-pada-karya-ibn-thufail-hayy-ibn-yaqzan/</link>
		<comments>http://ahmadsamantho.wordpress.com/2009/12/06/pertemuan-jalan-filosofi-dan-sufi-pada-karya-ibn-thufail-hayy-ibn-yaqzan/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 06 Dec 2009 07:33:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ahmadsamantho</dc:creator>
				<category><![CDATA[Budaya & Sastra]]></category>
		<category><![CDATA[Falsafah]]></category>
		<category><![CDATA[Hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[Irfan]]></category>
		<category><![CDATA[Resensi Buku]]></category>
		<category><![CDATA[Sastra]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ahmadsamantho.wordpress.com/2009/12/06/pertemuan-jalan-filosofi-dan-sufi-pada-karya-ibn-thufail-hayy-ibn-yaqzan/</guid>
		<description><![CDATA[HAYY IBN YAQZAN’ IBN TUFAYL:
PERTEMUAN JALAN FILOSOF DAN SUFI
Abdul Hadi W. M.
Kesusastraan Arab pada masa kejayaan Islam tidak hanya berkembang pesat di timur yaitu wilayah-wilayah kekhalifatan Baghdad, tetapi juga di Barat yaitu wilayah-wilayah Maghribi (Tunisia, Maroko, Libya sekarang) dan Andalusia di Semenanjung Iberia. Salah satu karya yang dianggap masterpiece sastra Andalusia ialah Hikayat Hayy ibn [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ahmadsamantho.wordpress.com&blog=833033&post=3000&subd=ahmadsamantho&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>HAYY IBN YAQZAN’ IBN TUFAYL:<br />
PERTEMUAN JALAN FILOSOF DAN SUFI</p>
<p>Abdul Hadi W. M.</p>
<p>Kesusastraan Arab pada masa kejayaan Islam tidak hanya berkembang pesat di timur yaitu wilayah-wilayah kekhalifatan Baghdad, tetapi juga di Barat yaitu wilayah-wilayah Maghribi (Tunisia, Maroko, Libya sekarang) dan Andalusia di Semenanjung Iberia. Salah satu karya yang dianggap masterpiece sastra Andalusia ialah Hikayat Hayy ibn Yaqzan, sebuah fiksi ilmiah (science fiction) dan sekaligus juga merupakan alegori sufi bercorak falsafah. Novel ini dkarang oleh Ibn Tufayl, seorang filosof, ilmuwan, ahli kedokteran dan sastrawan besar Andalusia (Spanyol Arab).<br />
Ia lebih lebih dari tiga karya besar sezamannya yaitu (1) al-Qisas al-Tawbi’ wa al-Zawabbi’ karya Ibn Syuhaid; (2) Tawq al-Hamamat karya Ibn Hazm; (3) Maqamat karya Harizi.</p>
<p>Riwayat Hidup Pengarang<br />
Ibn Tufayl nama lengkapnya ialah Abu Bakar Muhammad bin Muhammad bin Abdul Malik al-Qaisi (1106-1185 M/500-581 H) berasal dari kabilah Qais di Maroko. Dia dilahirkan di Guadiks, dekat Granada, Andalusia. Di Eropah dia dikenal dengan nama Latinnya Abubacer.. Buku-buku yang dikarangnya meliputi topik berkenaan dengan ilmu kedokteran, farmasi, astronomi, matematika, biologi, falsafah, adab dan kesusastraan.<br />
Pada masa hayatnya dia memegang banyak jabatan di Istana al-Muwahidin, yaitu ketika tampuk pemerintahan berada di tangan Amirul Mukminin Abu Ya`kub Yusuf (1163-84). Jabatannya terpenting ialah sebagai dokter istana di Granada dan qadi agung di istana khalifah Abu Ya`kub Yusuf. Dialah pula yang yang mengenalkan Ibn Rusyd (1126-1198 M), rekan dan muridnya sekaligus, kepada Amirul Mukminin. Ibn Rusyd ialah seorang filosof dan ahli kedokteran terkemuka. Dialah kelak yang memegang jabatan dokter istana menggantikan Ibn Tufayl.<br />
Ibn Tufayl pulalah yang meminta Ibn Rusyd membahaskan buku-buku Aristotle tentang falsafah, karena sultan menyukai ilmu pengetahuan dan falsafah. Ibn Tufayl sangat taat beribadah, dan konon mengikuti jalan sufi dalam disiplin spiritual. Beliau wafat di Marakesy dalam usia tua. Karya-karya beliau yang paling banyak ialah tentang ilmu perubatan, astronomi, matematika dan falsafah. Namun yang paling terkenal ialah fiksyennya Risalah Hayy ibn Yaqzan (“Si Hidup anak Si Sadar”).<br />
Hayy ibn Yaqzan dikenal sebagai novel falsafah, alegori falsafah, atau alegori sufi bercorak falsafah, yang ditulis dalam bentuk science fiction. Dalam novel ini beliau mengungkapkan pandangan falsafahnya tentang alam semesta, epistemologi (falsafah ilmu pengetahuan0 tentang Tuhan, agama, moral, manusia dan watak-wataknya, dalam bentuk bahasa sastera yang bermutu tinggi dan cemerlang.<br />
Judul buku ini diambil dari karya Ibn Sina. Walaupun demikian tema, cara dan persoalan yang dibahaskan penulisnya berbeda dengan karya Ibn Sina. Navel ini lebih jauh memberi penafsiran terhadap karya Ibn Sina sendiri Asrar al-Hikmah al-Masyriqiyah (Rahsia Falsafah Ketimuran).</p>
<p>Ringkasan Cerita<br />
Buku ini dibuka dengan penjelasan pengarangnya mengenai tujuan penulisan romannya. Ibn Tufayl mengatakan bahwa karyanya itu ditulis untuk menjabarkan falsafah Masyriqiyah Ibn Sina. Pada peringkat epistemologi dan metafisika, pencapaian pengetahuan dalam falsafah Masyriqiyah mirip dengan tasawuf atatau mistisisme illuminatif. Pengetahuan yang ingin dicapai ialah pengetahuan illuminatif atau kasyf, yaitu tersingkapnya penglihatan kalbu dari hijab yang menghalangi seseorang menyaksikan keberanan hakiki. Walaupun ada kemiripan, falsafah Masyriqiyah berbeda dari tasawuf. Dalam yang pertama, pengetahuan dapat dicapai melalui pemikiran spekulatif falsafah bukan melalui disiplin kerohanian seperti dalam tasawuf. Namun karena keadaan dan pengalaman kerohanian yang dicapai itu sukar diuraikan secara diskursif sebagaimana dalam bahasa falsafah secara umum, maka Ibn Tufayl menggunakan kisah perumpamaan atau alegori untuk menjelaskan apa yang dimaksud dengan pencapaian illuminatif dalam falsafah Masyriqiyah itu.<br />
Di tengah lautan luas, di pulau terpencil yang tidak terlalu subur, hiduplah seorang anak lelaki bernama Hayy bin Yaqzan alias Urip bin Sadar. Anak itu telah dibuang oleh ibunya ketika masih bayi dengan memasukkan ke dalam sebuah peti dan kemudian menghanyutkan peti itu ke sungai, sehingga Hayy terdampar di pulau Waqwaq yang terpencil itu. Ibunya terpaksa membuang anaknya karena kuatir dimarahi abangnya, sebab secara diam-diam dia kawin salah seorang kerabat dekatnya tanpa persetujuan dan pengetahuan abangnya. Seekor rusa betina merasa kasihan melihat bayi mungil dalam peti itu, dia ingat pada anaknya yang sudah mati beberapa waktu yang lalu. Rusa itu kemudian memelihara Hayy. Hayy bin Yaqzan ternyata tumbuh menjadi anak yang sehat dan kuat, serta dapat bersaing dengan binatang lain dalam berburu binatang kecil untuk santapannya. Namun ketika pikirannya mulai tumbuh, ia sadar betapa besar perbedaan dirinya dengan binatang-binatang lain di sekelilingnya. Misalnya saja ia menyadari sementara binatang lain berbulu, dia tidak berbulu. Untuk itu dia berusaha menutupi badannya dengan daun-daun, kulit kayu dan akhirnya kulit binatang hasil buruannya. Ia juga menyadari bahwa hewan lain memiliki senjata alami untuk mempertahankan diri ancaman, sedang dia sebagai anak manusia tidak. Maka ia pun mulai berusaha membuat senjata.<br />
Kini usianya mencapai tujuh tahun. Tingkat pengetahuan dan kesadarannya sudah demikian berkembang. Begitu juga tehnik yang dikuasai dalam membuat pakaian dan senjata. Dia mengenakan tiga hilai daun lebar yang halus dan kulit hewan untuk menutupi tubuhnya serta menjaganya dari sengatan udara dingin dan panas. Pada suatu hari ibu angkatnya meninggal dunia. Perasaannya terpukul. Ia ingin tahu apa rahasia kematian. Tubuh rusa yang mati itu dibedahnya untuk mengetahui apa penyebab kematiannya. Ia mengetahui bahwa kematian iu secara badaniah disebabkan berhentinya denyut jantung. Setelah merenung lebih jauh ia pun mengetahui bahwa kematian disebabkan terpisahnya badan dari roh.. Kini ia mulai menyadari tentang adanya asas hayat yang disebut roh itu.<br />
Setelah mengetahui bahwa kematian tidak langsung menyebabkan tubuh rusak, ia menyimpulkan bahwa kematian tidak lain hanyalah akibat retaknya persatuan antara Jiwa dan Tubuh. Begitulah melalui cara berpikir spekulatif, menggunakan akal murni, Hayy bin Yaqzan mengenal rahasia kematian.<br />
Pengetahuan penting kedua setelah mengetahui rahasia kematian ialah pengetahuan tentang api dan kegunaannya dalam kehidupan. Dalam sejarah peradaban manusia perubahan besar dimulai dengan penemuan api. Dengan mengetahui cara membuat api dan mendayakan kegunaannya, Hayy bin Yaqzan mulai mampu membuat alat-alat yang diperlukan untuk mempertahan dan mengembangkan hidupnya termasuk membuat senjata. Perubahan ini pula yang kian menyadarkan betapa manusia berbeda dari hewan lain. Ia mulai mengetahui apa artinya cuaca dan suhu udara. Penelitian empiris sangat dimungkinkan terjadi sejak api didayagunakan untuk membuar peralatan. Hasil-hasil penelitian empiris itu pada gilirannya membantu Hayy bin Yaqzan untuk melangkah lebih jauh menapaki pengetahuan yang bersifat kerohanian.<br />
Jika hendak diringkas sejak ibu angkatnya mati ingá mengenal rahasia dan kegunaan api, maka ada dua bentuk pengetahuan yang dicapainya kini. Satu ialah kesadaran bahwa kehidupan makhluq itu tersusun dari dua asas: (1) anasir-anasir jasmani dan (2) bentuk jasmani yang tersusun rapi. Pada makhluq bernyawa bentuk yang tersusun kompleks itu bisa disebut sebagai Jiwa (al-nafs), yang merupakan asas utama kehidupan makhluq bernyawa dan pada hakekatnya bukan merupakan obyek penelitian inderawi. Ia hanya bisa ditelaah melalui pemikiran akliyah atau rasional. Demikianlah Hayy menyadari bahwa daya-daya jiwa yang kompleks itu merupakan sifat-sifat yang menentukan kehidupan makhluq bernyawa.<br />
Pada usia dua puluh tujuh tahun pengetahuan yang dicapai Hayy bin Yaqzan ternyata lebih tinggi lagi. Semua itu dicapai melalui daya upaya akal murni yang ada pada dirinya dan merupakan kemampuan rohani yang terpendam dalam setiap diri manusia. Dia mulai memikirkan benda-benda di angkasa yang luas tak terkira. Ia menemukan bahwa terdapat bintang-bintang dan planet yang tidak dapat musnah. Melalui pengetahuan tentang bintang-bintang di langit dia mulai mengetahui bahwa di belakang tabir kehidupan segala sesuatu di alam semesta ini ada Pencipta (Khaliq). Namun bagaimana keberlangsungan alam semesta bisa terjadi, Hayy bin Yaqzan tidak dapat memberikan kesimpulan apa-apa. Namun pada akhirnya dia mengerti bahwa persoalan tentang keabadian dan kesementaraan dunia tidak dapat dipecahkan dengan metode burhani atau pembuktian, khususnya dengan mencari hukum sebab akibatnya.<br />
Dari perenungan terhadap rahasia alam semesta ini Hayy bin Yaqzan naik ke tahap pengetahuan beributnya. Ketika usianya beranjak tiga puluh tahun ia mulai merenungi keindahan dan tatanan alam yang teratur sebagai bukti tentang adanya penciptaan terencana di sebalik semua peristiwa dan kejadian. Jika memang ada Pencipta di balik semua itu, tentulah dia harus memiliki sifat-sifat yang sempurna dan bebas dari hal-hal lain di luar dirinya serta Maha Tahu, Tidak Terhingga dan Maha Indah.<br />
Untuk menjawab persoalan-persoalan yang secara deras bermunculan dalam pikirannya, ia berusaha melakukan penyelidikan lebih mendalam sehingga akhirnya sampai ke tahap pengetahuan yang tinggi, yaitu pengetahuan tentang Wujud Tertinggi yang nirbendawi (immaterial) dan tanzih (transenden). Ia menyimpulkan bahwa pengetahuan seperti itu tidak dapat diperoleh melalui daya-daya jasmani seperti penginderaan, tetapi melalui daya-daya jiwa yang berbeda dari daya-daya jasmani sebagaimana jiwa berbeda dari jasmani. Daya-daya jiwa ini bisa memperoleh pengetahuan yang lebih asasi dan hakiki karena jiwa merupakan asas dan hakikat hidup manusia yang sejati. Jiwa lebih unggul atas segala yang bersifat bendawi dan bebas dari proses pembentukan dan kehancuran yang dialami tubuh jasmani. Pada tahapan ini Hayy bin Yaqzan mulai menyadari bahwa hanya Jiwa yang damai dan bahagia yang dapat berhubungan eray dengan Wajib al-Wujud (Wujud Niscaya), yaitu Tuhan Yang Satu dan Maha Besar. Ia kian jauh mengembara dalam dunia perenungan sehingga mengetahui bahwa sasaran terakhir pengetahuan ialah Wujud Nscaya.<br />
Kaedah atau metode yang digunakan Hayy bin Yaqzan ialah instropeksi atau penyelidikan ke dalam diri menggunakan akal murni. Melalui kaedah ini dia sampai pada pengetahuan tentang hakikat diri yang sejati. Kini ia pun menyadari pertalian dirinya dengan tiga hal: (1) Alam hewan. Seperti kehidupan hewan dalam diri manusia ada tatahan kehidupan yang bersifat hewani; (2) Benda-benda langit di jagat raya. Dalam diri manusia juga terdapat alam serupa itu yang memungkinkan manusia berhubungan dengan semua hal di alam semesta. Peralatan yang menghubungkan itu ialah akal dan imaginasi.; (3)Wujud Niscaya, yang merupakan hakikat sejati diri manusia. Manusia terhubungkan dengannya melalui kasyf atau pengetahuan illuminatif.<br />
Sebagai buah dari pengetahuan yang diperolehnya itu Hayy bin Yaqzan mampu meliliki tiga kepandaian sekaligus, yaitu (1) Cara memelihara tubuh dan memenuhi kebutuhan-kebutuhan pokoknya; (2) Dapat merenungi segala sesuatu yang tidak bisa dicapai dengan pengetahuan inderawi, tetapi dengan akal dan imanigasi. Pengethuan tentang hal itu semua mencapai puncaknya pada pengetahuan tentang Tuhan; (3) Cara berhubungan dengan Wujud Tertinggi melalui tafakur dan ibadah. Menurut Hayy bin Yaqzan , jiwa tidak akan pernah kehilangan sifat-sifatnya kecuali renungannya tentang Tuhan mencapai kesempurnaan. Renungan bisa sempurna apabila jiwa mengalami penyatuan dan hapus (fana’) dalam Diri Hakiki, sebagai respresentasi Wujud Tertinggi dalam kesadaran terdalam manusia.<br />
Tidak lama kemudian sesudah itu datanglah ke pulau Waqwaq seorang ahli tasawuf bernama Absal. Tidak lama kemudian Hayy bin Yaqzan menjalin persahabatan dengan Absal, manusia lain pertama yang ia jumpai dalam hidupnya. Absal kemudian mengajarkan bahasa kepada Hayy bin Yaqzan. Setelah dapat berbicara Hayy menuturkan pengalaman hidup dan pengetahuan yang diperolehnya selama ini. Persahabatan menjadi semakin akrab karena Absal pun sebenarnya sedang meneliti hal yang sama dalam hidupnya. Pengetahuan yang dicapai Hayy bin Yaqzan semakin memperkuat keyakinan Absal terhadap akidah yang selama ini dia pegang teguh.<br />
Absal lantas mengajak Hayy supaya menyebar luaskan ajarannya kepada penduduk di pulau lain yang merupakan tempat kelahiran Hayy. Hayy menyetujui ajakan itu, lantas mereka pergi ke pulau yang dimaksud. Malangnya pengajaran yang disampaikan Absal dan Hayy kurang memperoleh penerimaan dar penduduk, yang púas dengan pengetahuan rendah. Karena itu keduanya lantas meninggalkan penduduk dan kembali ke pulau Waqwaq untuk melanjutkan perenungannya tentang hakekat Wujud Tertinggi.</p>
<p>Kedudukan Hayy ibn Yaqzan<br />
Karya bn Tufayl ini mempunyai kedudukan istimewa dalam sejarah kesusastraan Arab bukan hanya di Andalusia, tetapi juga di negeri Arab yang lain, bahkan di luar Arab. Banyak keistimewaan dan keunikan yang Hayy bin Yaqzan. Dalam sejarah sastra Arab tidak ada karya bercorak falsafah yang sedemikian menarik minat pembaca di luar Arab seperti buku ini. Melalui karyanya itu Ibn Tufayl telah memberikan sumbangan besar terhadap pemikiran sastra dan falsafah baik di Timur maupun di Barat. Beberapa aspek yang membuat hikayat ini memiliki kedudukan istimewa ialah:<br />
1. Hayy bin Yaqzan merupakan science fiction pertama yang muncul dalam sejarah sastra dunia. Malahan boleh dikatakan sebagai science fiction yang murni.<br />
2. Melalui karyanya ini Ibn Tufayl berikhtiar mendamaikan agama dan falsafah, dua disiplin yang sering dipertentangkan oleh para sarjana sehingga kini. Karena itu karya ini dapat disebut juga sebagai alegori falsafah bercorak kesufian atau alegori sufi bercorak falsafah. Kandungannya ialah bagaimana manusia memperoleh ilmu pengetahuan dengan menggunakan baik metode falsafah mahupun metode sufi.<br />
3..Dalam novel ini penulisnya berikhtiar mempermukan alirann pemikira yang sering dipertentangkan, yaitu pemikiran falsafah dan pemikiran sufi. Dua aliran utama itu menggunakan metode berbeda dalam mencapai kebanaran, tetapi ternyata keduanya dapat dipertmukan kembali.<br />
4. Karya ini bukan saja mempengaruhi perkembangan sastra Arab dan pemiikiran falsafah Islam, tetapi juga secara langsung atau tidak langsung mempengaruhi banyak sastrawan dunia. Di antara karya penulis dunia yang dipengaruhi karya Ibn Tufayl ialah El Critican (Si Pengeritik) karya penulis Spanyol abad ke-17 bernama Baltazar Gracian. Karya lain yang dipengaruhi karangan Ibn Tufayl ialah Robinson Cruso karya Daniel Defoe (1661-1731 M), Gullivers Travels karya Jonathan Swift (1667-1745 M) dan Jungles Books karya Rudyard Kipling (1856-1936 M).<br />
Ali Audah (2002) berpendapat bahwa Ibn Tufayl berusaha membuktikan bahwa manusia dapat berkomunikasi dengan Tuhan melalui gerak kalbunya, yaitu melalu jalan tasawuf, bukan melalui jalan falsafah. Falsafah berdasarkankepada akal dan pengetahuan empirikal, dan peringkatnya dalam hirarki ilmu pengetahuan ada di bawah ilmu tasawuf. Kebenaran tertinggi dalam ilmu tasawuf dicapai melalui pengalaman atau perenungan batin yang dalam. Selanjutnya Ali Audah berpendapat bahwa Ibn Tufayl berdialog dengan para sufi dan filosof, bukan dengan orang awam atau biasa. Karena itu karya ini hanya dapat difahamkan oleh mereka yang memiliki pengetahuan tentang falsafah dan ilmu tasawuf<br />
Sarjana lain dari Mesir Sohier el-Kalamawy dan Mahmoud Ali Kahky (1986) berpendapat bahwa Risalah Hayy ibn Yaqzan: (1) Merupakan cerita bercorak falsafah dan mistikal kedua-duanya, atau cerita sufi dengan latar belakang pencarian kebenaran melalui jalan falsafah. Jalan tasawuf ternyata mengungguli jalan falsafah; (2) Karya Ibn Tufayl ini merupakan cerita simbolik, dan terutamanya berkenaan ikhtiar mendamaikan falsafah dengan agama. Penulisnya berhujah bahwa perenungan yang murni rasional dan iman yang sejati merupakan sisi dari sebuah mata uang (siling) yang sama, dan kedua-duanya sama dapat membawa manusia dekat dengan Tuhan dan bersatu secara mistikal dengan-Nya; (3) Penulisnya juga memperlihat bahwa kehidupan spiritual yang luhur hanya dapat dicapai oleh sedikit orang dan kebenaran yang diperoleh dapat dikomunikasikan hanya untuk sedikit orang; (4) Pandangan falsafah Ibn Tufayl memiliki banyak persamaan dengan pandangan para filosof Arab sebelumnya, seperti Ibn Sina dan Ibn Bajah. Kedua-dua filosof tersebut mengajarkan falsafah ketimuran (masyriqiyah) yang bercorak rasional dan mistikal; (5) Penggunaan bentuk cerita untuk memaparkan falsafah merupakan suatu bentuk pengungkapan yang orisinal dan mendahului zamannya. Kajian menunjukkan bahwa Hayy Ibn Yaqzan merupakan karya sastera Arab terbesar, paling orisinal dan unik.<br />
Risalah Hayy Ibn Yaqzan ditulis oleh pengarangnya berdasarkan karya Ibn Sina yang bertajuk sama, namun dengan tema dan pengolahan cerita yang berbeda. Ibn Sina mengemukakan bahwa dalam diri manusia terdapat fakulti kerohanian yang bersifat substansial, yaitu Akal aktif. Akal aktif merupakan saluran penyampaian kebenaran spiritual yang tinggi kepada fikiran manusia. Dalam karyanya Ibn Sina membuektikan bahwa akal aktif dalam jiwa menusia itu benar-benar substansial, tidak tergantung pada sesuatu apa yang ada di luarnya dan self-suficient. Karena memiliki akal aktif itulah manusia dapat berfikir tanpa adanya pengaruh dari pengamatan indera dan tanpa menggunakan fakulti jasmaninya. Adanya akal aktif dalam diri manusia memperlihat bahwa jiwa manusia benar-benar merupakan anugerah Tuhan yang istimewa, sebuah substansi paling hakiki, memiliki sinar yang dapat menerangi jiwa manusia dalam keadaan gelap, dan ia mesti ada dalam diri manusia (Goodman 1997).<br />
Ibn Tufayl memberi nuansa sosial terhadap pemikiran Ibn Sina itu. Akal aktif disimbolisasikan menjadi watak Hayy Ibn Yaqzan, yang walaupun hidup bersendiri di sebuah pulau tanpa manusia lain kecuali ditemani binatang-binatang di persekitarannya, namun dapat mencapai pemikiran yang tinggi karena menggunakan akal aktifnya dengan sungguh-sungguh. Dengan perkataan lain sebagai simbol akal aktif Hayy Ibn Yaqzan dapat hidup sebagaimana manusia lain dan mencapaii kebenaran falsafah dan agama, walaupun dia tidak dibantu oleh pendidikan dan kebudayaan.<br />
Melalui karyanya itu Ibn Tufayl ingin memberikan pembenaran terhadap pendapat Imam al-Ghazali dan Aristoteles tentang kodrat dasar manusia. Imam al-Ghazali berpendapat bahwa manusia sebenarnya siap menerima idea-idea tentang kebenaran dan banyak peristiwa-peristiwa yang bersifat kebetulan dapat memberi rangsangan yang aktif kepada seseorang untuk melakukan penelitian yang bercorak falsafah dan ketasawufan. Aristotle pula mengatakan bahwa kudrat manusia paling dasar ialah “keinginan untuk mengetahui segala sesuatu”. Dalam pemikiran Ibn Tufayl sendiri, bahasa, budaya dan tradisi tidak mutlak diperlukan oleh seseorang dalam mencapai peringkat perkembangan fikiran yang tinggi.<br />
Tradisi, bahasa dan kebudayaan hanya dapat membantu mempercepat kemajuan perkembangan fikiran dan pemahaman manusia, namun manusia sendirilah semestinya yang aktif mendayagunakan kesanggupan inteleligansi dan spiritualnya. Yaitu dengan memilih metode-metode yang paling mungkin, dan melakukan latihan dan pembelajaran yang berdisiplin dan sungguh-sungguh mengikuti jalan yang telah diplihnya. Menguasai bahasa memang penting, tetapi tidak banyak bermanfaat jika menjadikan bahasa hanya sebagai saran komunikasi dan informasi. Bahasa harus pula dijadikan sarana berpikir dan menghasilkan pemikiran, sehingga dengan demikian bahasa itu berkembang dan pemakainya maju dalam pemikiran.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ahmadsamantho.wordpress.com/3000/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ahmadsamantho.wordpress.com/3000/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ahmadsamantho.wordpress.com/3000/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ahmadsamantho.wordpress.com/3000/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ahmadsamantho.wordpress.com/3000/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ahmadsamantho.wordpress.com/3000/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ahmadsamantho.wordpress.com/3000/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ahmadsamantho.wordpress.com/3000/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ahmadsamantho.wordpress.com/3000/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ahmadsamantho.wordpress.com/3000/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ahmadsamantho.wordpress.com&blog=833033&post=3000&subd=ahmadsamantho&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ahmadsamantho.wordpress.com/2009/12/06/pertemuan-jalan-filosofi-dan-sufi-pada-karya-ibn-thufail-hayy-ibn-yaqzan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b9fdd433b32ba2b410dd1e3e94f9fbc3?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">samantho</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Taoisme: Ajaran dan Konsep-konsep Kunci</title>
		<link>http://ahmadsamantho.wordpress.com/2009/12/05/taoisme-ajaran-dan-konsep-konsep-kunci/</link>
		<comments>http://ahmadsamantho.wordpress.com/2009/12/05/taoisme-ajaran-dan-konsep-konsep-kunci/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 05 Dec 2009 13:22:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ahmadsamantho</dc:creator>
				<category><![CDATA[Falsafah]]></category>
		<category><![CDATA[Hikmah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ahmadsamantho.wordpress.com/?p=2991</guid>
		<description><![CDATA[TAOISME:
AJARAN DAN KONSEP-KONSEP KUNCI
Abdul Hadi W. M.
Taoisme merupakan aliran falsafah penting di Cina sesudah Konfusianisme. Bentuk ajarannya yang awal dinisbahkan kepada Lao Tze dan Yang Chu. Tetapi sebagai faham falsafah, Taoisme baru dikenal pada abad ke-1 SM. Yang pertama kali menyebut sistem ini sebagai madzab falsafah ialah Ssu-ma Ch`ien dalam bukunya Shih Chi (Rekaman Sejarah). [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ahmadsamantho.wordpress.com&blog=833033&post=2991&subd=ahmadsamantho&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>TAOISME:<br />
AJARAN DAN KONSEP-KONSEP KUNCI</p>
<p>Abdul Hadi W. M.</p>
<p><a href="http://images.google.co.id/imgres?imgurl=http://msgmartin.files.wordpress.com/2009/02/1.jpg&amp;imgrefurl=http://msgmartin.wordpress.com/2009/02/19/ancient-eastearn-religion-project-taoism/&amp;usg=__kgn_i3trIQwdPexUqI31q9bEgrY=&amp;h=296&amp;w=333&amp;sz=19&amp;hl=id&amp;start=17&amp;sig2=r0a6VEj5wYwv0PIvRd5qrw&amp;itbs=1&amp;tbnid=R87bJ9G8vs3ymM:&amp;tbnh=106&amp;tbnw=119&amp;prev=/images%3Fq%3Dtaoism%26gbv%3D2%26hl%3Did%26sa%3DG&amp;ei=aF8aS86ZN5DktAOb-dGHBw"><img class="alignleft" src="http://msgmartin.files.wordpress.com/2009/02/1.jpg?w=333&#038;h=296" alt="" width="333" height="296" /></a>Taoisme merupakan aliran falsafah penting di Cina sesudah Konfusianisme. Bentuk ajarannya yang awal dinisbahkan kepada Lao Tze dan Yang Chu. Tetapi sebagai faham falsafah, Taoisme baru dikenal pada abad ke-1 SM. Yang pertama kali menyebut sistem ini sebagai madzab falsafah ialah Ssu-ma Ch`ien dalam bukunya Shih Chi (Rekaman Sejarah). Sudah tentu sebelum abad ke-1 SM Taoisme telah berkembang dan dasar-dasar pokok ajarannya telah dirumuskan oleh para pendirinya.</p>
<p><span id="more-2991"></span><br />
Yang menjadi persoalan hingga kini ialah siapa sebenarnya pengasas pertama Taoism. Ada yang mengatakan Yang Chu (440-366 SM). Tetapi ada pula yang memandang Lao Tze yang hidup sezaman dengan Kon Fu Tze.</p>
<p>Perkiraan bahwa orang pertama yang mengajarkan Taoisme adalah Yang Chu sebagian didasarkan pada dugaan bahwa kitab Tao Te Ching baru disusun pada abad-abad kemudian, lama sesudah wafatnya Lao Tze yang dipandang sebagai penulis kitab induk Taoisme. Tetapi beberapa sarjana seperti Creel meragukan bahwa ajaran Yang Chu benar-benar bercorak Taois, Creel sependapat dengan kebanyakan sarjana sastra Cina yang meyakini bahwa pendiri Taoisme adalah Lao Tze.</p>
<p><img class="alignleft" src="http://t3.gstatic.com/images?q=tbn:Xqtva9GIV9O2mM:http://www.personaltao.com/tao/images/Taoism_History.jpg" alt="" width="96" height="115" />Yang diajarkan Yang Chu hanyalah semacam naturalisme mistis, yaitu persatuan manusia dengan alam. Namun ajaran itu tidaklah lengkap sebagaimana ajaran Lao Tze. Dalam falsafah naturalismenya Yang Chu, sebagaimana Lao Tze sebelumnya, mengajarkan perlunya hidup bersahaja dan selaras dengan alam. Ia menolak hedonisme material yang merajalela pada zamannya.</p>
<p>Sebagai sistem falsafah, Taoisme sering dianggap sebagai falsafah mistik, bahkan sebagai salah satu bentuk mistisisme tertua di dunia yang berpengaruh hingga abad ke-20. Ia berbeda dari Konfusianisme yang menekankan pada persoalan manusia sebagai anggot sosial, kehidupannya dalam etika dan politik. Taoisme menaruh perhatian besar terhadap persoalan metafisika dan persatuan mistikal antara manusia dengan alam. Sebagai ajaran falsafah, Taoisme dirumuskan secara mantap oleh Chuang Tze, penafsir Tao Te Ching, kitab falsafah berbentuk puisi yang dinisbahkan kepada Lao Tze sebagai pengarangnya.</p>
<p>Sebagai ajaran falsafah, Taoisme dimulai dengan skeptisisme. Skeptisisme ini timbul dari kekecewaan terhadap keadaan masyarakat dan situasi politik di Cina pada abad ke-5 M. Pada masa itu banyak sekali peperangan dan pembrontakan. Korupsi dan penyelewengan merajalela. Raja-raja, bangsawan dan panglima-panglima perang hidup penuh kemegahan dan kemewahaan di atas kesengsaraan rakyat.</p>
<p>Menurut para penganut Taoisme, peradaban hedonistis dan materialistis telah merusak kehidupan manusia. Untuk memulihkan peradaban yang sedang sakit manuia perlu kembali kepada alam dan menyatu dengan alam.</p>
<p>Pernyataan kekecewaan itu tampak dalam sindiran Chuang Tze: “Bekerja membanting tulang seumur hidup tanpa pernah melihat hasilnya, dan bersusah payah bekerja keras tanpa mengetahui apa yang akan dihasilkan – bukankah yang demikian itu sangat menyedihkan? (Legge 1927: I.390.)</p>
<p>Tampaknya Taoisme merupakan sistem falsafah yang mengajarkan pesimisme. Namun hal ini disangkal oleh banyak ahli sejarah falsafah Cina. Justru menurut mereka adalah sebaliknya, Taoisme malah mengajarkan optimisme. Tetapi sebelum kita membahas sistem falsafah ini sepatutnya kita mengetahui dulu beberapa istilah dan konsep kunci yang dikemukakan para penganjurnya.</p>
<p><strong>Tao atau Jalan Kebajikan</strong></p>
<p>Tao secara harfiah berarti jalan yang dilalui seseorang dalam perjalanannya. Konfucius memberi arti sebagai jalan atau cara bertindak yang benar dan penuh kebajikan dalam kehidupan moral dan politik. Dalam pengertian ini kata-kata Tao tidak mengandung makna metafisik. Bagi Lao Tze berbeda, tao memiliki pengertian metafisik. Lao Tze mengartikannya sebagai asas yang menyusun segala sesuatu. Ia sederhana, tanpa bentuk, tanpa gerak, tanpa hasrat, tanpa upaya. Ia ada sebelum adanya langit dan bumi. Karena adanya penciptaan dan berkembangnya peradabam, manusia kian jauh dari Taom jalan yang benar dan penuh kebajikan spiritual. Karena itu manusia semakin jauh dari kebahagiaan.</p>
<p>Tao ibarat kendi penuh walau pun kosong. Darinya orang dapat menimba air tak habis-habisnya dan tidak perlu mengisinya lagi. Demikian ia, begitu luas dan alam tidak terhingga. Tidak tampak yang paling tua di antara adanya. Semua karam di dalamnya, pucuknya sekalipun rata di sana. Perkara-perkara paling rumit pun sirna. Cahaya kemilau rata menyebarkan keriangan. Segala yang mustahil kembali menuju kesederhanaan. Setenang alam baka ia. Tak tahu aku putra siapa dia.</p>
<p>Huruf Cina untuk Tao terdiri dari ‘kepala’ yang melambangkan orang yang mengetahui dan pada bagian lain terdapat simbol orang yang sedang melakukan perjalanan. Setelah berkembangnya ajaran Lao Tze, ia diberi arti sebagai jalan atau asas bekerjanya alam semesta dan dunia dalam perputaran kehidupan. Dalam perjalanan atau perputaran itu, tammpak tanda-tanda menuju ke arah Hakikat asal, dari mana segala sesuatu bergerak kembali.</p>
<p>Tao kadang merupakan kata kerja dan kata benda, misalnya dalam baris pertama sajak pertama Tao Te Ching.</p>
<p>Jalan (Tao) yang dapat dijalani atau ditempuh bukan jalan abadi<br />
Nama yang dapat diberi nama bukan nama yang sesungguhnya</p>
<p>Tao juga diberi makna sebagai Deitas (Dzat Ilahiyah), yaitu keadaam Sang Pencipta sebelum turun ke alam penciptaan.</p>
<p><strong>Te atau Kebajikan</strong></p>
<p>Te diberi arti kebajikan, watak, pengaruh dan kekuatan moral. Huruf untuk kata Te tersusun dari ideograf : (1) Pergi; (2) Tegak; (3) gambar yang berarti Hati. Secara bersama-sama artinya ialah dorongan yang digerakkan oleh keteguhan batin. Dalam kamus bahaa Cina abad ke-2 M Shuo Wen chieh Tzu (Keterangan mengenai kata-kata dan analisis huruf Cina), Te ditakrifkan sebagai ‘pengaruh lahir seseorang dan pengaruh batin dari diri’.</p>
<p>Berdasarkan arti ini kemudian Te dipahami sebagai kebajikan rohani, falsafah, hikmah atau kearifan yang tinggi.</p>
<p><strong>Wei Wu Wei</strong></p>
<p>Wei wu wei adalah ungkapan paradoksal yang merupakan kunci mistisisme Cina dan tidak dapat diterjemahkan secara harafiah. Wei artinya berbuat, bertindak, tetapi kadang berarti lain, tergantung cara mengatakannya. Wu artinya negatif, tidak, tanpa. Terjemahannya secara maknawi ialah “Berbuat tanpa bertindak’. Dikenakan pada seseorang berarti: diam, tenang, pasif, pasrah sehingga mencapai Tao, hakekat terakhir, alam wujud. Artinya: bertindak melalu Tao tanpa upaya kesadaran diri. Juga berarti hanyut dalam persatuan dengan alam, yang dengan itu memperoleh kesadaran semesta.</p>
<p>Ungkapan wei wu wei dijumpai banyak dalam kitab Tao Te Ching. Tentang wu wei misalnya dapat disimak dalam sajak 37 dan 43.</p>
<p><em>Jalan adalah kekal dan tidak bertindak (wu wei)<br />
namun tiada sesuatu apa pun yang tak bergerak<br />
disebabkan olehnya<br />
Kalau raja dan pangeran dapat memeliharanya<br />
segala benda akan berkembang dengan sendirinya<br />
Jika perkembangan ini menimbulkan keinginan<br />
kami akan mencegahnya dengan ‘kemurnian tak bernama’<br />
itulah kiranya yang takkan menimbulkan keinginan<br />
Tanpa keinginan dan dengan ketenangan<br />
seluruh dunia dengan sendirinya akan menjadi beres</em></p>
<p>(TTC 37)</p>
<p><em>Yang terlembut di kolong langit<br />
dapat menembus yang terkeras di kolong langit<br />
berasal dari yang tidak berwujud<br />
ia dapat memasuki barang tidak bersela-sela<br />
inilah sebabnya ia diketahui<br />
tidak bertindak itu ada gunanya<br />
Mengajar tanpa berkata<br />
berguna tanpa bertindak<br />
di kolong langit jarang yang mencapainya<br />
Untuk belajar, tiap hari harus bertambah<br />
untuk mengikuti ‘Jalan’ tiap hari hari harus berkurang<br />
berkurang dan terus berkurang<br />
sehingga sampai pada tidak bertindak<br />
tidak bertindak, namun tiada sesuatu yang tak dikerjakan<br />
Maka itu:<br />
memperoleh dunia<br />
selamanya tanpa usaha<br />
siapa yang berusaha<br />
takkan dapat memperoleh dunia</em></p>
<p><strong>Tzu-jan</strong></p>
<p>Tzu artinya diri. Jan artinya terbang. Tzu Jan diartikan membiarkan diri bertindak spontan berdasarkan intuisi. Versi yang positif daripada perkataan wei wu wei. Dalam kitab Tao Te Ching, alam selalu diambil sebagai kiasan untuk menggambarkan kehidupan seseorang. Misalnya:</p>
<p>Lihatlah bunga lili di padang, bagaimana ia tumbuh?</p>
<p>Maksudnya: kembang lili itu tumbuh secara spontann, mengikuti jalannya sendiri. Begitu pula halnya dengan kebajikan sejati, orang yang mengikuti Tao bertindak spontan berdasarkan gerak batin.</p>
<p><strong>P’o atau Sejenis Pohon</strong></p>
<p>P’o ialah sejenis pohon, diartikan sebagai balok kayu yang masih alami, belum diolah. Maksudnya tidak artifisial, tidak dibuat-buat. Yaitu keadaan sesuatu yang masih alami, substansial, sederhana. Dikenakan kepada manusia ialah ikhlas, jujur. Apabila digunakan sebagai istilah tehnis mistisisme, berarti, “Alam yang belum disentuh pengaruh luar”. Atau bila dikenakan pada manusia, ialah orang yang menyingkirkan kebiasaan-kebiasaan artifisial yang diperoleh dari peradaban, sehingga kembali murni dan tulen.</p>
<p><strong>Pu Shih</strong></p>
<p>Secara harfiah berarti menjadi bebas, tidak tergantung, menjadi mandiri, tidak banyak terlibat dengan perkara-perkara duniawi yang mudharat. Dalam Taoisme diartikan sebagai segala ungkapan yang lahir dari wu wei, seseorang yang berjiwa bangsawan sejati dan tidak terikat kepada kepentingan diri/duniawi.</p>
<p><strong>Wu Ming</strong></p>
<p>Arti harfiahnya tanpa nama dan tanpa rupa. Sesuatu bias diberi nama apabila tidak berupa. Istilah paradoksal ini digunakan untuk menjelaskan Tao dan dampak darinya, yang biasanya menunjuk pada keunikan atau kekhasan sesuatu. Sesuatu yang tidak memiliki kekhasan sendiri dapat diberi nama. Tetapi Tao tidak bisa diberi nama, oleh karena itu ia khas atau unik. Tidak ada nama dapat diberikan kepadanya dan Tao tidak dapat diuraikan.</p>
<p>Dalam sajak 1 kitab Tao Te Ching dijelaskan seperti berikut:</p>
<p><em>Jalan (Tao) yang dapat digunakan sebagai jalan<br />
bukanlah jalan yang kekal<br />
Nama yang dapat digunakan sebagai nama<br />
bukanlah nama yang kekal<br />
‘Tanpa nama’ (wu ming) ialah awal Langit dan Bumi<br />
‘dengan nama’ ialah ibu segala benda<br />
Maka itu:<br />
‘tetap tiada’ kalau kita ingin menyatakan rahasianya<br />
‘tetap ada’ kalau kita ingin menyatakan kewujudannya<br />
keduanya asalnya sama<br />
walau namanya beda<br />
keduanya bersama-sama disebut gaib<br />
lebih gaib dari gaib<br />
pintu semua rahasia</em></p>
<p><strong>Ai</strong><br />
Arti harfiahnya ialah cinta. Dalam kitab Tao Te Ching disamakan dengan Tao atau jalannya Langit. Juga diartikan sebagai tujuan sejati kehidupan di alam raya.</p>
<p><strong>Sheng Yen</strong><br />
Orang bijak atau arif. Sheng, secara etimologis berarti kewajiban mendengar kata-kata arif dan berkata-kata menurut apa yang didengar dari orang arif. Sheng yen bukan orang suci, tetapi orang yang mencintai kearifan atau hikmah/falsafah.</p>
<p><strong>Ti`en</strong><br />
Sering diartikan sebagai Tuhan, Langit atau Kayangan tempat tinggal dewa-dewa. Kon Fu Tze mengartikannya sebagai Tuhan. Mo Tze, Chuang Tze dan lain-lain mengartikan Tuhan dan Langit. Jika yang dimaksudkan Tuhan, maka arti dari kata Ti`en sangat anekaragam. Seorang pengikut Konfucianisme akan memberi arti yang berbeda dengan pengikut Buddhisme. Kadang-kadang Tuhan dimengerti sebagai kekuasaan gaib yang bersifat anthromorfis dan personal. Pengertian Tuhan yang personal lebih tinggi. Tetapi kadang-kadang perkataan T`en digunakan dalam arti Tuhan yang benar-benar impersonal.</p>
<p>Dalam kitab Tao Te Ching Ti`en diartikan sebagai Tuhan yang berpribadi, tetapi tidak jarang yang dimaksudkan ialah Langit atau Tuhan yang impersonal. Ini karena dalam mistisisme Cina seperti Taoisme, pengertian Tuhan – sebagai deitas dalam agama Kristen, Allah dan Dzat Maha Tinggi dalam Islam, Brahman atau Parama Brahman dalam agama Hindu – tidak dikenal.<br />
Dalam sajak 25 Tao Te Ching misalnya dikatakan:</p>
<p><em>Aku tidak tahu apa nama-Nya<br />
Sebuah nama pun tak tahu, sebab ia adalah Tao<br />
Untuk sekadar menandai-Nya<br />
Kusebut Dia sebagai Yang Maha Besar<br />
Yang Maha Besat artinya tidak terjangkau<br />
Tempatnya tinggi dan begitu jauh<br />
Sangat dan sangat jauh, tempatnya di asal muasal</em></p>
<p>Mengikuti pengertian ini, Tao atau jalannya Langit dipandang bukan sekadar kodratnya Tao itu sendiri, tetapi juga sebagai Tao-nya atau Jalan-Nya Tuhan. Ini dikemukakan dalam sajak 77 dan 81. Dalam bagian lain dari Tao Te Ching, Tao diartikan seolah-olah sebagai ‘tirai yang menghalangi kita melihat keberadaan Tuhan’.</p>
<p><em>Tao sendiri seperti sesuatu</em><em><br />
</em><em> Yang kelihatan dalam mimpi</em><em><br />
</em><em> Di dalamnya ada gambar, tetapi mudah menghilang</em><em><br />
</em><em> Di dalamnya segala sesuatu</em><em><br />
</em><em> Seperti bayangan kala senja hari</em><em><br />
</em><em> Di dalamnya inti pati, lembut tetapi nyata</em><em><br />
</em><em> Tersembunyi dalam kebenaran</em></p>
<p><em> </em></p>
<p><em>Di dunia ini</em><em><br />
</em><em> Bandingkan Tao</em><em><br />
</em><em> Dengan anak panah yang melesai</em><em><br />
</em><em> Jatuh ke air sungai atau lautan</em></p>
<p>Dalam bagian lain dikatakan:</p>
<p><em>Dipandang tak terlihat, disebutnya halus<br />
didengar tak bersuara, disebutnya lembut<br />
diraba tak terpegang, disebutnya lumat<br />
Ketiganya tak dapat diteliti lagi<br />
mereka bercampur menyatu<br />
Atasnya tidak terang<br />
bawahnya tidak gelap<br />
berkesinambungan tanpa dapat diberi nama<br />
kembalilah ia pada wujud nirbenda<br />
Inilah yang disebut kesuraman<br />
disongsong tak terlihat kepalanya<br />
dikejar tak terlihat punggungnya<br />
Berpangkal pada jalan lama<br />
Untuk membincangkan keadaan sekarang<br />
untuk mengerti asal mula zaman dahulu kala<br />
inilah yang disebut dasar ‘Jalan’.</em></p>
<p><strong>Te: Kebajikan Menurut Taoisme</strong></p>
<p>Penganut Taoisme menggunakan perkataan te untuk menyebut system falsafah atau dasar-dasar mistisismenya. Kata-kata ini sering diberi arti sebagai ‘virtue’ atau ‘kebajikan’. Namun pengertian kebajikan sebagaimana dimaksud oleh filosof Taois tidak sama dengan pengertian yang dimaksud filosof Konfusianis. Kebajikan menurut penganut Taisme merujuk kepada sifat-sifat atau kebajikan-kebajikan yang bersifat alami, bukan kebajikan-kebajikan etis yang bercorak kemasyarakatan. Kebajikan-kebajikan yang bersifat alami itu disebut juga sebagai kebajikan yang bersifat asli dan naluriah, dan berlawanan dengan kebajikan-kebajikan yang ditopang oleh pandangan social dan tingkat pendidikan yang diperoleh seseorang dari sekolah formal.</p>
<p>Sesuatu yang asli atau alami adalah sesuatu yang selalu baik sepanjang zaman dan memiliki daya tarik bagi manusia di seluruh dunia. Keaslian yang dimaksud kaum Taois ialah kesederhanaan atau kebersahajaan. Hidup bersahaja merupakan jalan yang terbaik untuk kembali kepada Tao. Bagaimana cara melakukannya? Chuang Tze menjawab melalui sajaknya:</p>
<p><em>Sepuluh ribu perkara telah terjadi<br />
Dan kusimak kembali semuanya<br />
Betapa pun segala ini menjulang tinggi<br />
Masing-masing akan kembali ke akarnya yang asli<br />
Itu sudah suratan takdir<br />
Polanya sudah pasti tanpa akhir<br />
Mengenal pola perjalanan kejadian yang abadi<br />
Berarti mendapat pencerahan<br />
Ia yang tidak mengetahui hal ini<br />
Akan layu disebabkan kemalangan<br />
Ia yang tahu pola yang abadi akan menopang pola itu<br />
Serta akan menjadi adil<br />
Adil menjadikan dia bangsawan mulia<br />
Bangsawan mulia seperti dewa-dewa<br />
Serupa dengan dewa, dengan Tao<br />
Ia akan seia sekata dan membuatnya baik<br />
Serta tidak akan sirna<br />
Walaupun jasadnya lenyap di lautan kehidupan<br />
Ia akan luput dari segala gangguan</em></p>
<p>Salah satu ajaran Taoisme yang penting ialah mengenai kenisbian atau relativisme.</p>
<p>Contoh kenisbian dalam kehidupan makhluq dikemukakan antara lain dalam Kitab Chuang Tze dikemukakan, “Jika seorang tidur di tempat basah, ketika bangun punggungnya akan merasa sakit dan merasa akan mati; tetapi apakah juga demikian halnya dengan seekor belut? Jika seorang mencoba hidup di atas pohon, ia tak akan sadarkan diri sebab ketakutan; tetapi apakah demikian pula halnya dengan seekor monyet?”<br />
Kenisbian juga berlaku dalam masalah etika. “Mengenai yang betul dan yang salah, “Demikian halnya” dan “tidak demikian halnya’…Jika yang betul itu betul, maka tidak ada alasan untuk berbantah mengenai kenyataan bahwa ia berbeda dari yang salah; jika ‘demikian halnya’ benar-benar demikian halnya, mengapa kita harus berbantah mengenai apa sebab berbeda dari ‘tidak demikian halnya’? Terlepas dari apakah berbagai pendirian yang berbeda itu serasi atau tidak serasi, bukankah lebih baik kita menyelaraskannya di alam semesta yang mencakup segala-galanya, dan membiarkannya mengikuti jalannya masing-masing?”</p>
<p>Bagi Chuang Tze, manusia hendaknya berusaha mementingkan pengetahuan diri atau pengetahuan mengenai diri dan mencari kebahagiaan dan kepuasaan diri, dibanding memburu benda-benda yang tak jarang mengasingkan manusia dari dirinya dan berakhir dengan kerisauan dan ketakpuasan. Asas untuk mengenal diri ialah mengenal orang lain dan hakikat universal manusia.<br />
Dalam Tao Te Ching ditulis:</p>
<p><em>Memahami orang lain adalah hikmah<br />
Memahami diri sendiri berarti mendapat pencerahan<br />
Mengatasi orang lain artinya berkuasa<br />
Mengatasi diri sendiri maknanya perkasa</em></p>
<p>Dikatakan pula:<br />
<em>Yang paling banyak hartanya<br />
Akan paling berat merasa kehilangan<br />
Yang puas tidak akan cedera<br />
Yang cukup bijak untuk berhenti dengan tulus<br />
Akan sanggup menahan derita</em></p>
<p>Tambahan lagi:<br />
<em>Tiada kemalangan lebih besar dibandang buta tergadap makna<br />
Tiada bencana lebih gawat dibanding keinginan mendapatkan lagi<br />
Jika pernah lega disebabkan benar-benar puas<br />
Menjadi yang lain takkan memuaskan hati.</em></p>
<p>Lantas apa yang harus dikerjakan? Jangan berbuat apa-apa. Kata Chuang Tze: “Gerak Langit dan Bumi berjalanan menurut tatanan yang mengagumkan, namun tidak pernah memperkatakannya…Manusia arif menembus rahasia tatanan Langit dan Bumi, dan memahami sepenuhnya asas-asas alam. Demikian manusia sempurna sesungguhnya tidak berbat apa-apa; dan manusia besar yang arif tidak menyimpang sedikit pun; artinya, mereka sekedar merenungi alam semesta dan mengikuti tertib tatanannya.” Konsep wei wu wei (berbuat dengan tidak berbuat) berkaitan dengan ungkapan ini.</p>
<p>Taoisme menekankan pentingnya pengetahuan intuitif dan ekstase mistik. Jalan yang harus diikuti ialah bersikap tidak aktif dan tenang. Tidak banyak bicara akan lebih baik dibanding banyak ngomel.<br />
Kebijakan menarik dan dalam maknanya dapat disimak dalam ungkapan ini:</p>
<p><em>Kata-kata yang benar tidak berbunga<br />
Kata-kata berbunga pada hakikatnya tak benar<br />
Manusia baik tak akan bersengketa<br />
Mereka yang bersengketa tak baik sifatnya<br />
Manusia bijaksana tidak pandai<br />
Dan mereka yang pandai tidak bijaksana</em></p>
<p>Bilamana kita tidak lagi mengejar ilmu, maka segala kesulitan akan sirna, “Buang kearifan, tinggalkan kebijaksanaan, maka rakyat akan seratus kali lebih baik keadaannya.” ####</p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211;</p>
<p>Diperbarui pada hari Selasa · Komentar · Suka · Laporkan Catatan</p>
<p>Kh Drs Godot Bennington, Lia Salsabila, Ahmad Baiquni dan 10 lainnya menyukai ini.</p>
<p>-<strong>Andy Tirta</strong></p>
<p>Semoga keadaan poleksosbud di Cina pada abad ke-5 M tidak terjadi di negara kita ini, dimana terjadi banyak peperangan, pemberontakan. Korupsi dan penyelewengan merajalela. Raja-raja, bangsawan, panglima2 perang hidup bermewah2an diatas penderitaaan rakyat&#8230;semoga&#8230;dan terima kasih kepada Pak Abdul hadi yang banyak tulisan2nya telah menambah pengetahuan, mencerdaskan yg baca dan memberi pencerahan.<br />
Rab pukul 14:48</p>
<p><strong>Hanna Fransisca</strong></p>
<p>Terimakasih banyak atas tulisan ini. Meski sudah saya baca, mohon ijin untuk saya simpan ya, Pak. Saya memang menyukai ajaran Tao maupun Konfuisme. Tapi, selama ini saya belajar langsung dari para orangtua yang menganut Taoisme maupun Konfuisme didampingi buku-buku yang kurang memuaskan, karena apa yang saya dapat serba minim. Hadirnya tulisan pak Abdul Hadi ini sangat bermanfaat bagi saya. Mohon berkenan di kemudian hari tetap men-Tag saya untuk tulisan yang sama.</p>
<p>Ada yang membuat saya terus penasaran dan belum menemukan jawab. Apakah itu? Dalam ajaran Tao sebagaimana yang kita pelajari dari buku-buku, sangat berbeda dengan apa yang diterapkan masyarakat Singkawang umumnya. Tao di kota kelahiranku itu selalu melibatkan ritual. Gambar Yin dan Yang, pedang tertentu, jubah khusus, maupun &#8216;hu&#8217; yang selalu dipercaya mampu menyembuhkan penyakit atau mengusir roh-roh jahat.</p>
<p>Ai, intinya tulisan ini menambah pengetahuan saya sekaligus mencerahkan jiwa raga. &#8230; Lihat Selengkapnya<br />
Rab pukul 21:52</p>
<p>-Andy Tirta@Hanna:</p>
<p>sepengetahuanku, Tao yg di Singkawang maupun di Medan, yg lebih tonjolkan ritualnya, adalah karena dulu di Tiongkok dalam perkembangannya ada seorang guru Tao yg memang memiliki ilmu metafisik, maka digabungkanlah Taoisme dgn ilmunya itu, hingga sekarang, pakai HU, dll.<br />
Rab pukul 22:00</p>
<p>Erry Amanda</p>
<p>jazakallaahu khoir<br />
bukan sebagai tolok banding kebenaran, namun lebih kepadamemahami nilai2 yang terhampar luas perihal tata moral (filsafat) termasuk sosiologi dan spiritualisma. mengetahui kebenaran di ranah lain tidak harus diterjemahkan &#8220;menyusutkan kebenaran sendiri&#8221;</p>
<p>salam..<br />
Rab pukul 23:24</p>
<p>Pradewi Tri Chatami</p>
<p>bersyukur dan sangat berterimakasih ditandai dalam catatan Bapa. sungguh, selalu saja menggeser batas jendela saya agar dapat melihat lebih banyak lagi&#8230;<br />
minta izin saya simpan ya&#8230;<br />
Rab pukul 23:57</p>
<p>Lia Salsabilaterimakasih pak Abdul, sungguh ajaran yang mencerahkan&#8230;.lia ijin copy ya pak</p>
<p>salam takzdim <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> <br />
Kam pukul 12:30</p>
<p>Kh Drs Godot Bennington</p>
<p>sangat, terimakasih, &#8230;subhanaloh,.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ahmadsamantho.wordpress.com/2991/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ahmadsamantho.wordpress.com/2991/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ahmadsamantho.wordpress.com/2991/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ahmadsamantho.wordpress.com/2991/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ahmadsamantho.wordpress.com/2991/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ahmadsamantho.wordpress.com/2991/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ahmadsamantho.wordpress.com/2991/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ahmadsamantho.wordpress.com/2991/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ahmadsamantho.wordpress.com/2991/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ahmadsamantho.wordpress.com/2991/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ahmadsamantho.wordpress.com&blog=833033&post=2991&subd=ahmadsamantho&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ahmadsamantho.wordpress.com/2009/12/05/taoisme-ajaran-dan-konsep-konsep-kunci/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b9fdd433b32ba2b410dd1e3e94f9fbc3?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">samantho</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://msgmartin.files.wordpress.com/2009/02/1.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://t3.gstatic.com/images?q=tbn:Xqtva9GIV9O2mM:http://www.personaltao.com/tao/images/Taoism_History.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Are Science and Christianity Compatible ?</title>
		<link>http://ahmadsamantho.wordpress.com/2009/12/05/are-science-and-christianity-compatible/</link>
		<comments>http://ahmadsamantho.wordpress.com/2009/12/05/are-science-and-christianity-compatible/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 05 Dec 2009 13:14:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ahmadsamantho</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ahmadsamantho.wordpress.com/?p=2988</guid>
		<description><![CDATA[&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;-
INTRODUCTORY NOTE:
YOU ARE EXPECTED TO READ THIS ARTICLE AS A KIND OF &#8220;RESPONSE&#8221; TO THE OTHER ARTICLE ENTITLED &#8220;SCIENCE AND RELIGION&#8221; POSTED BY PROF. ABDUL HADI WM A FEW DAYS AGO.
Mahnun Hussein
&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;-
Are Science and Christianity Compatible?
Atheist Richard Dawkins from Oxford and leading geneticist Francis Collins debated the subject of God versus Science in a Time [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ahmadsamantho.wordpress.com&blog=833033&post=2988&subd=ahmadsamantho&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;-<br />
INTRODUCTORY NOTE:<br />
YOU ARE EXPECTED TO READ THIS ARTICLE AS A KIND OF &#8220;RESPONSE&#8221; TO THE OTHER ARTICLE ENTITLED &#8220;SCIENCE AND RELIGION&#8221; POSTED BY PROF. ABDUL HADI WM A FEW DAYS AGO.</p>
<p>Mahnun Hussein<span id="more-2988"></span><br />
&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;-<br />
Are Science and Christianity Compatible?</p>
<p>Atheist Richard Dawkins from Oxford and leading geneticist Francis Collins debated the subject of God versus Science in a Time magazine feature article.1 At issue was whether belief in Science and God are compatible.</p>
<p><!--more--></p>
<p>Dawkins, author of The God Delusion, argues that belief in God has been made irrelevant by new scientific discoveries. Collins, a Christian who led 2400 scientists in mapping the human genetic blueprint, sees it differently, stating that belief in both God and science is totally reasonable.</p>
<p>Although the Bible clearly states that God created the universe, it reveals nothing about how He did it. Yet its message that God is rational and personal profoundly influenced scientists such as Copernicus, Galileo, Newton, Pascal and Faraday. Their belief that the world was created by a reasonable God gave them confidence in scientific observation and experimentation.</p>
<p>As Christians, these scientists believed in an all powerful, all knowing Creator who, although not limited by natural laws, chose to use them in the universe. These brilliant men and women were fascinated with the world around us, and sought to discover the mysteries behind what they deemed as God’s creation.</p>
<p>Jesus and Creation</p>
<p>The eyewitnesses to Jesus tell us that he continually demonstrated creative power over nature’s laws. The New Testament tells us that before Jesus became a man, he eternally existed with his Father in heaven. In fact, the author of Hebrews as well as the apostles John and Paul write of Jesus as Creator. Paul tells the Colossians:<br />
&#8220;Now Christ is the visible expression of the invisible God. He existed before creation began, for it was through him that everything was made, whether spiritual or material, seen or unseen….In fact, every single thing was created through and for him….Life from nothing began through him, and life from the dead began through him, and he is therefore justly called the Lord of all.” Colossians 1:15-17 J.B. Phillips.</p>
<p>When Paul said that “life from nothing began through him [Jesus],” he was making a statement that had no scientific backing at the time. In fact, scientists were of the opinion that matter had always existed in one form or another.</p>
<p>Materialists reasoned that if matter has always existed, then there never had been a creation. This led atheist Carl Sagan to declare on international TV that “the cosmos is all that is or ever was or ever will be.”2</p>
<p>Sagan’s materialistic worldview and the Christian worldview can’t both be right. The question is, “does science shed any light on our origins”? So, who are we to believe? That was the question facing seventeen year-old Jeff Smith.</p>
<p>Jeff was confused. At a camp he heard that Jesus Christ offers forgiveness of sins and eternal life. More than that, he discovered that Jesus designed us to have a life of meaning, purpose, and hope. For the first time in his life Jeff felt like he understood why he was here on earth. He wanted forgiveness of sins, and he wanted his life to have meaning and purpose.</p>
<p>But Jeff struggled intellectually. He wanted to believe Jesus is real, but he loved science. He wondered, “Is it possible to believe in both creation and science?”</p>
<p>For Jeff and others who want to believe in both God and science, there is good news. In the past few decades, an increasing number of leading scientists have publicly spoken of stunning new evidence that supports the biblical view of creation. And many of these scientists have no personal faith in God.<br />
So, what is this evidence that has many scientists suddenly speaking of a Creator? To answer those questions we need to look at recent discoveries in astronomy and molecular biology, letting the evidence speak for itself. [For a more in-depth study, read the articles at www.y-Origins.com.]</p>
<p>One Time Beginning</p>
<p>Throughout human history man has gazed in awe at the stars, wondering what they are and how they got there. Although on a clear night we only see about 6,000 stars, trillions of them are spread out among billions of galaxies.</p>
<p>However, prior to the 20th century, most scientists believed our Milky Way galaxy was the entire universe, and that only about 100 million stars existed. The prevailing view even then was that our material universe had always existed.</p>
<p>But in the early 20th century, astronomer Edwin Hubble discovered the universe actually had a beginning. A beginning implies a “Beginner,” which the Bible had firmly revealed. Concerned materialists like Sir Fred Hoyle scoffed at the idea of a one-time beginning, sarcastically calling the explosion a “big bang.”</p>
<p>However, the evidence for a beginning kept mounting. Finally, in 1992, COBE satellite experiments proved that the universe really did have a one-time beginning.3 Doubters were silenced by the overwhelming evidence. For lack of a better name, this beginning became known by Hoyle’s label of “the big bang.” [see “Back to the Beginning”]</p>
<p>Many scientists realized that this discovery coincided with the Genesis account of a beginning. Furthermore, they realized that prior to creation even matter and energy could not have existed. Therefore, after centuries of erroneous belief, science came around to agree with the Bible that everything came from nothing.</p>
<p>Some scientists had a major problem with this confirmation of the Bible, and sought other explanations. However, others like agnostic George Smoot, the Nobel Prize winning scientist in charge of the COBE experiment admits:<br />
“There is no doubt that a parallel exists between the big bang as an event and the Christian notion of creation from nothing.”4</p>
<p>The COBE experiments and Einstein’s theorems both confirm a one time creation of the universe, a position the Bible has maintained for 3500 years.</p>
<p>Finely-Tuned for Life</p>
<p>It was difficult enough for materialists to accept the evidence for a one-time creation event. But more startling discoveries about our universe were to follow.</p>
<p>Scientists calculated that for life to exist, each of nature’s laws had to be precisely fine-tuned. In other words, gravity and the other forces of nature had to measure within very narrow parameters or our universe couldn’t exist. Had the force that led to creation been weaker, gravity would have pulled all matter back into a “big crunch.” Had it been stronger, stars and galaxies couldn’t have formed.<br />
Likewise, our solar system and planet also need to be just right for life to exist. For example, we all realize that without an atmosphere of oxygen, none of us would be able to breathe. And without oxygen, water couldn’t exist. Without water there would be no rainfall for our crops. Other elements such as hydrogen, nitrogen, sodium, carbon, calcium, and phosphorus are also essential for life.<br />
The size and nature of our planet, sun, and moon also need to be just right. And there are dozens of other conditions that needed to be exquisitely fine-tuned or we wouldn’t be here to think about it.5<br />
Those scientists who believed in God may have expected such fine-tuning, but those who had no faith were unable to explain the remarkable “coincidences.” Theoretical physicist Stephen Hawking, an agnostic, writes:<br />
“The remarkable fact is that the values of these numbers seem to have been very finely adjusted to make possible the development of life.”6</p>
<p>Scientists evaluated the probability of whether such remarkable fine-tuning could have been accidental. Odds-makers know that even long-shots can eventually win at the racetrack. So, just how long are the odds against life existing by chance? According to most scientists, the odds of us being here by chance is impossible.</p>
<p>Cosmologists compared the odds against life occurring by accident with those of shooting an arrow from Earth at a small target on the planet Pluto and hitting the bullseye. Imagine the engineering required if such a feat were even possible. Such odds would be comparable with winning over a hundred Powerball lotteries after purchasing only one ticket for each. Impossible&#8212;unless the outcome was fixed by someone behind the scenes. And that is what many scientists are concluding&#8212;Someone behind the scenes designed and created the universe.</p>
<p>These incredible odds are far beyond anything mere chance and time could accomplish. This new understanding of our universe led scientists like astronomer George Greenstein to ask:<br />
“Is it possible that suddenly, without intending to, we have stumbled upon the scientific proof of the existence of a Supreme Being?”7</p>
<p>Some materialists have tried to explain away the fine-tuning of the universe as luck. However, others have been more open to realism. Sir Fred Hoyle, a committed agnostic, was stunned by the evidence for a Creator, remarking:<br />
“A common sense interpretation of the facts suggests that a superintellect has monkeyed with physics, as well as chemistry and biology, and that there are no blind forces worth speaking about in nature.”8<br />
Einstein came to the same conclusion. Although he wasn’t religious, and didn’t believe in a personal God, Einstein pondered the genius behind the universe, calling it &#8220;an intelligence of such superiority that, compared with it, all the systematic thinking and acting of human beings is an utterly insignificant reflection.&#8221;9</p>
<p>Scientists continue their quest for an explanation as to what was behind the creation of the universe. But the deeper they dig, the more in awe they are of the unexplainable origin of our universe and its remarkable fine-tuning.</p>
<p>DNA: The Language of Life</p>
<p>Although the Bible tells us that Jesus created all life, it says nothing about how He did it. However, some of the mysteries of creation are now being discovered.</p>
<p>For example, in the past half century, scientists have learned that a tiny molecule called DNA is the “brains” behind each cell in our bodies and every other living thing. Yet the more they discover about DNA, the more amazed they are at the brilliance behind it.</p>
<p>Although evolutionists believe that DNA evolved through natural selection, they have no idea how such an intricately complex molecule could ever have begun by mere chance. DNA’s intricate complexity caused its co-discoverer, Francis Crick, to believe that it could never have originated on earth naturally. Crick, an evolutionist who believed life is so complex it must have come from outer space, wrote,:<br />
“An honest man, armed with all the knowledge available to us now, could only state that in some sense, the origin of life appears at the moment to almost be a miracle, so many are the conditions which would have had to have been satisfied to get it going.”10</p>
<p>The coding behind DNA reveals such intelligence that it staggers the imagination. A mere pinhead of it contains information equivalent to a stack of paperback books that would encircle the earth 5,000 times. And DNA operates like a language with its own extremely complex software code. Microsoft founder Bill Gates says that the software of DNA is “far, far more complex than any software we have ever developed.”11</p>
<p>Materialists believe that all this complexity originated through natural selection. Yet, as Crick remarked, natural selection could never have produced the first molecule. Since no scientific process, including natural selection, can explain DNA’s origin, many scientists believe that it must have been designed.<br />
It is understandable for Christians to see DNA as evidence for a Creator. But for a renowned atheist to change positions after 50 years of lecturing and debating against God would be an event of seismic implications, especially to materialists.</p>
<p>Yet, that is exactly what happened with Professor of Philosophy, Antony Flew. After proclaiming atheism in university classrooms, books, and lectures for fifty years, Flew’s atheism came to an abrupt end when he learned of the intelligence behind DNA. Flew explains why he is no longer an atheist:<br />
“What I think the DNA material has done is to show that intelligence must have been involved in getting these extraordinarily diverse elements together. The enormous complexity by which the results were achieved look to me like the work of intelligence….It now seems to me that the finding of more than fifty years of DNA research have provided materials for a new and enormously powerful argument to design.”12</p>
<p>Although Flew is not a Christian, he now admits that the “software” behind DNA is too complex to have originated without a “designer.” And Flew is certainly not alone. The discovery of the incredible intelligence behind DNA has convinced many former agnostics and atheists that life in our universe is not an accident.</p>
<p>Fingerprints of a Designer</p>
<p>In summary, three recent scientific discoveries have convinced many scientists that an intelligent Designer both planned and created our universe:<br />
1. The beginning of the universe and its laws<br />
2. The remarkable fine-tuning of nature’s laws making life possible<br />
3. The intricate complexity of DNA</p>
<p>So what are leading scientists saying about these remarkable discoveries? Stephen Hawking, recognized as one of the world’s leading theoretical physicists, asks,<br />
What is it that breathes fire into the equations and makes a universe for them to describe? The usual approach of science of constructing a mathematical model cannot answer the questions of why there should be a universe for the model to describe.13</p>
<p>Upon deeper reflection, Hawking states, “There must be religious overtones. But I think most scientists prefer to shy away from the religious side of it.”14 And even though many scientists do shy away from the religious implications of these new discoveries, an increasing number are now admitting that a Designer’s fingerprints are coming into view. (See what leading scientists are saying: http://www.y-origins.com/index.php?p=quotes)</p>
<p>The fact that many scientists are now openly speaking of God doesn’t mean that all materialists like Flew are relinquishing their atheistic views. In fact, many like Richard Dawkins are becoming even more aggressive against faith in God. Yet, when one looks objectively at the evidence regarding the origin of the universe and the intricate complexity of DNA, even many non-Christian scientists admit that the evidence of a Designer’s “fingerprints” are coming into focus.</p>
<p>Dr. Robert Jastrow is one such scientist. Jastrow is a theoretical physicist who joined NASA when it was formed in 1958. Jastrow helped establish the scientific goals for the exploration of the moon during the Apollo lunar landings. He set up and directed NASA’s Goddard Institute for Space Studies, which conducts research in astronomy and planetary science. Jastrow, an agnostic, wrote these thoughts, reflecting the view of many scientists:<br />
“For the scientist who has lived by his faith in the power of reason, the story ends like a bad dream. He has scaled the mountains of ignorance; he is about to conquer the highest peak; as he pulls himself over the final rock, he is greeted by a band of theologians who have been sitting there for centuries.”15<br />
As an agnostic, Jastrow has no Christian agenda behind his conclusions. He simply notes that the biblical view of a one-time beginning of the universe has finally been confirmed by science. And this “beginning” was not some happenstance explosion, but rather a precisely engineered event that made human life possible. This conclusion perfectly coincides with the biblical statement, “In the beginning God created the heavens and the earth.”</p>
<p>If the Bible is right, and God does exist, how can we know what He is like? Has He communicated to us personally? The eyewitnesses of Jesus Christ tell us that he claimed to fully represent the one true God. And although many others have claimed they speak for God, Jesus’ followers tell us that he backed up his claim.</p>
<p>But did Jesus provide proof that he spoke for God? He reportedly performed miraculous deeds that required creative power. However, the most dramatic miracle of all was his resurrection from the dead. No other person in history had ever died, been buried for three days, and then returned to life. If true, Jesus Christ would have provided ample evidence that his words were truly the words of God.<br />
&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;-<br />
Endnotes<br />
1. David Bjerklie and Alice Park/New York, Dan Cray/Los Angeles and Jeff Israely/Rome, Time, November 7, 2006.<br />
2. Carl Sagan, Cosmos (New York: Ballantine Books, 1980), 1.<br />
3. George Smoot and Keay Davidson, Wrinkles in Time (New York: Avon, 1993), 241.<br />
4. Smoot and Davidson, 17.<br />
5. Hugh Ross, The Creator and the Cosmos (3rd ed. (Colorado Springs, CO: NavPress, 2001), 224.<br />
6. Stephen Hawking, A Brief History of Time (New York: Bantam, 1990), 125.<br />
7. George Greenstein, The Symbiotic Universe (New York: William Morrow, 1988), 27.<br />
8. Fred Hoyle, “Let there be Light,” Engineering and Science (November 1981).<br />
9. Albert Einstein, Ideas and Opinions&#8212;The World As I See It (New York: Bonanza, 1931), 40.<br />
10. Francis Crick, Life Itself (New York: Simon &amp; Schuster, 1981), 88.<br />
11. Quoted in William A. Dembski and James M. Kushiner, eds., Signs of Intelligence (Grand Rapids, MI: Brazos, 2001), 108.<br />
12. Quoted in Gary Habermas, “My Pilgrimage from Atheism to Theism”: Interview with Antony Flew, Philosophia Christi, (Winter, 2005).<br />
13. Stephen Hawking, A Brief History of Time, 174.<br />
14. John Boslough, Stephen Hawking’s Universe (New York: Avon, 1989), 109.<br />
15. Robert Jastrow, God and the Astronomers (London: W.W. Norton &amp; Co. Inc., 1992), 107.</p>
<p>Permission to reproduce this article: Publisher grants permission to reproduce this material without written approval, but only in its entirety and only for non-profit use. No part of this material may be altered or used out of context without publisher’s written permission. Printed copies of Y-Origins and Y-Jesus magazine may be ordered at: www.JesusOnline.com/product_page<br />
© 2007 B&amp;L Publications. This article is a supplement to Y-Jesus magazine by Bright Media Foundation &amp; B&amp;L Publications: Larry Chapman, Chief Editor.</p>
<p>Ditulis pada hari Jumat · Komentar · Suka · Laporkan Catatan2 orang menyukai ini.</p>
<p>Steve MustangSelamat petang Yth. Bapak Machnun Husein, tulisan ini betul betul menggugah dan mengajak kita merenungkan kebesaran sang pencipta yang seolah olah keberadaannya tertutup bagi sebagian Ilmuwan.</p>
<p>Walaupun saya tidak terbiasa membaca tulisan berbahasa Inggris, namun saya percaya ada hal yang penting dari tulisan Bapak sehingga saya berusaha sebisanya untuk menerjemahkan sampai akhirnya anak saya membantu dengan cara yang praktis (dengan Google).</p>
<p>Sebetulnya problem mempercayai keberadaan pencipta tidak hanya dialami para Ilmuwan saja namun juga banyak orang punya problem yang sama, tapi memang banyak jalan sehingga pengenalan akan pencipta akhirnya terwujud dengan berbagai macam cara dan tulisan seperti ini sangat banyak membantu&#8230;. Lihat Selengkapnya<br />
Kemarin jam 18:10</p>
<p>Machnun HuseinMemang menurut al-Qur&#8217;an yang paling takut kepada Allah adalah hamba-hamba-Nya yang ilmuwan, sebab melalui kajian ilmiah mereka terhadap semua makhluk ciptaan Allah berikut hukum-hukumnya, mereka menjadi sadar akan betapa kecilnya mereka dibandingkan dengan sang Penciptanya. Saya berterima kasih atas respon positif Bapak, dan minta maaf tidak punya waktu untuk menerjemahkan catatan saya tersebut di atas.<br />
15 jam yang lalu</p>
<p>Feyce SastranegaraInteresting article.<br />
14 jam yang lalu</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ahmadsamantho.wordpress.com/2988/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ahmadsamantho.wordpress.com/2988/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ahmadsamantho.wordpress.com/2988/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ahmadsamantho.wordpress.com/2988/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ahmadsamantho.wordpress.com/2988/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ahmadsamantho.wordpress.com/2988/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ahmadsamantho.wordpress.com/2988/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ahmadsamantho.wordpress.com/2988/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ahmadsamantho.wordpress.com/2988/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ahmadsamantho.wordpress.com/2988/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ahmadsamantho.wordpress.com&blog=833033&post=2988&subd=ahmadsamantho&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ahmadsamantho.wordpress.com/2009/12/05/are-science-and-christianity-compatible/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b9fdd433b32ba2b410dd1e3e94f9fbc3?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">samantho</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Science and The View of Man:&#8221;Can We Take a Vacation from Our Beliefs?</title>
		<link>http://ahmadsamantho.wordpress.com/2009/12/05/science-and-the-view-of-mancan-we-take-a-vacation-from-our-beliefs/</link>
		<comments>http://ahmadsamantho.wordpress.com/2009/12/05/science-and-the-view-of-mancan-we-take-a-vacation-from-our-beliefs/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 05 Dec 2009 12:39:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ahmadsamantho</dc:creator>
				<category><![CDATA[Islam &  Sciences]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ahmadsamantho.wordpress.com/2009/12/05/science-and-the-view-of-mancan-we-take-a-vacation-from-our-beliefs/</guid>
		<description><![CDATA[This is an article sent to me, ahmad Samantho, by my teacher: Prof.Dr. Abdul Hadi WM, via Note in Face Book,  Dec 4, 2009.
SCIENCE AND THE VIEW OF MAN &#8211;
“CAN WE TAKE A VACATION FROM OUR BELIEFS?*
James D. Strauss
(Lincoln Christian Seminary, Lincoln IL, USA)
There is no doubt that 20th century pragmatism, relativity and probabalistic tendencies [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ahmadsamantho.wordpress.com&blog=833033&post=2984&subd=ahmadsamantho&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>This is an article sent to me, ahmad Samantho, by my teacher: Prof.Dr. Abdul Hadi WM, via Note in Face Book,  Dec 4, 2009.</p>
<p>SCIENCE AND THE VIEW OF MAN &#8211;<br />
“CAN WE TAKE A VACATION FROM OUR BELIEFS?*</p>
<p>James D. Strauss<br />
(Lincoln Christian Seminary, Lincoln IL, USA)</p>
<p>There is no doubt that 20th century pragmatism, relativity and probabalistic tendencies have led to intellectual nihilism and paralysis. The excessive deterministic attitudes of the preceding epoch led to a similar stagnation. The Christian world view strives to resolve both of these two periods of intellectual death. No scientific experimentation can lay claim to ultimate or absolute truth of anything. If there are to be such ‘claims’ they must be derived from the Judaeo/Christian God&#8211;the creator of the universe. There is no known experiment that will determine the geometry of space. All scientific concepts, e.g., space, time and mass&#8211;derive their meaning from presuppositions of a specific theory. We do not know what they are in any ultimate sense. We have only standards that are unambiguously defined within the framework of a given theory. It is the theory that determines this meaning. Within any theory absolutes are only absolute by definition.</p>
<p><span id="more-2984"></span><!--more--><!--more--></p>
<p>Mathematics, geometry, physics, music, dance, literature, and all expressions and endeavor, are all equal representations and equal aspects of reality. This represents our post modern ‘inclusive reality’. We have yet to engage for understanding the protean dynamics of creation itself. Our postmodern pantheistic malaise was expressed long ago by Hegel.’. It can be said of world history that it is the description of the ‘geist’ as it works out the knowledge of that which it is in itself. (Hegel, The Philosophy of History (Modern Library, p. 11) Within this pantheistic frame of reference, no historical ‘person’ or ‘event’ can be normative for all of history. Here is the funeral oration of the Judaeo/Christian faith and its exclusivistic claims. We are now citizens of the all inclusive World of Cultural and Epistemological Relativism. In our global village only tribal power encounters remain in the 21st century.<br />
Life in the western world has been distinguished by uncertainty and incessant change ever since the Renaissance. Changes in styles, in culture, in social and political institutions, even churches and creeds, have made lives of everyone in our civilization hurried, nervous and insecure.<br />
From the Enlightenment and French Revolution the goals of totalitarians promised only one final change: a change to end change. The self-styled intellectual elite sought to convince the French that their forebears were brutes and their religion a sham. It smeared the unifying symbols of the nation, the monarchy with scandal and rendered it meaningless. When the achieved reform swept the courts aside and ruled by decree, it removed the old elite and mandated terror. In due time, terror was used against anyone capable of resistance, physically or intellectually. Ultimately, the revolution finally reached the stage of total conscription, forced labor and tyranny. This stage was also reached by the USSR, Castro’s Cuba, the People’s Republic of China and the American equivalent via secular humanism.<br />
In the American Revolution, the ink was hardly dry after the defeat of the British before our first government fell into ruinous inflation. However, the Republic survived and the States added a Bill of Rights. From the early days officials began to stretch its limits. The government again altered by Woodrow Wilson in World War I; this proved the accuracy of John Adams’ observation of the old trick, in which an emergency is used to promise absolution. Despite partial recovery, during the depression of Franklin D. Roosevelt in time his socialist decrees became permanent and were expanded during World War II into the socialism of our present culture. The result is that we have had several governments while retaining the facade of one. Our present structure is too large, too expensive, too baroque, and too complicated.<br />
It is also in deep unadmitted trouble. No nation has ever survived defeat in war (Vietnam) and inflation. America has fallen into both pits, standing apparently strong and immune from all precedents. Inflation rages (1984 and 1995-1998), the military is disheveled (especially during the Bill Clinton era), our internal positions are precarious, domestic disorder reigns, respect for the courts and the government (politicians in general) in ill repute, crime is rampant, immorality of CEO’s in mega industries, morale is at a low ebb, taxes increase both locally and federally and show no signs of abating. Those who do not resist change become its victims. Christians must strive to produce constructive rather than destructive change. We must no longer fall prey to disorderly change.<br />
In our modern and postmodern eras, Humanism has been the major and driving force in social change&#8211;with a missionary fervor rivaling Christianity and Islam. Humanism has captured men in institutions all over the world and much in our world today is a product of humanism whose anti Christian voice is expressed in Multiculturalism/Diversity/Tolerance in Education and Media. If you are against the Secular Humanist you must conform to their stereotype in our “Nation of Victims” where no one is personally responsible anymore for anti social behavior! (This influence has reached its peak of influence in the legal system, the courts, and sociology of law in the law schools).</p>
<p>The Myth of Neutrality<br />
The Humanist Manifesto I and II stated certain religious presuppositions: (1) Humanism rejects the Christian idea of man’s sin and responsibility to God’s holiness and grace for redemption. This influence runs deep in our postmodern educational maze. There is a radical disparity in educational philosophy. Humanism’s influence dominates the National Education Association (NEA) (Outcome Based Education, Multiculturalism, see the commentary SCANS from the government printing house); (2) Humanists believe in an eternal universe, totally self regulating. Each position rests on a faith presupposition rather than either Humanism or Christianity being “neutral” (3) Humanists deny God’s sovereign control over the universe and affirm man’s total control. Humanism justifies anarchy and made the state the agency and ultimate power. (4) Humanism declares that man is the source of Law, not God. Law is thus an expression of man’s sovereignty over all social structures. This precludes anti Humanism, but not Christianity. The Law code and moral codes of Humanism express the Sociology of Law Thesis. (5) Humanism affirms ‘In Man We Trust.’ Progress is possible only by man’s trust in reason, agencies and activities. In postmodern culture, God is marginalized and churches are often weak because they are only occasionally Christian. Man lives in a theological cafeteria, where personal preference is maintained. Humanism dominates science, the family, the state, education, music, and art (a curious divorce of beauty from truth).<br />
There has been perpetual conflict between Science, Philosophy and Theology! The nature of postmodern science involves a negative decision, a basic renunciation. Constructive encounter between Science and Christianity requires an intellectual awareness of the inherent limitation of the scientific enterprise. We must enter an ever so brief encounter between science and the questions left unanswered by the mode of knowledge acquisition about reality (see J. Piaget, Introduction to Genetic Epistemology (Paris: University of France, Vol. I, p. 9); and BubeÕs Patterns of Science and The Christian Faith).<br />
Man is a living organism. The physical scientist knows nothing of the evolution of the laws of the physical sciences. Life is not a tale told by an idiot because no idiot is sufficiently irrational to think up such a tale. In 1929, H.G. Wells, Julian Huxley, G.P. Wells published the work, The Science of Life. The work, a 1500 page book attempting to set forth the state of biology at the time of writing, provided no direction for understanding the center of intellectual gravity. The work contained nothing regarding the gene (the science of genetics was not available in 1929; compare M. Behe’s Darwin’s Black Box and Philip Johnson’s Defeating Darwinism (By Opening Minds) and also his book, Darwin on Trial and his Reason in The Balance, the case against naturalism in science, law and education (InterVarsity Press, 1995). See especially the text from the 1995 Statement of The National Association of Biology Teachers, NABT, 11258 Roger Bacon Drive # 19, Reston, VA 22090; the text appears in The Voice for Evolution (Berkeley, CA: National Center for Science Education, 1995, pp. 140-144); compare with George Gaylord Simpson, The Meaning of Evolution, revised edition (New Haven, CT: Yale University Press, 1967, pp. 344-345); Jerome Lawrence and Robert E. Lee, Inherit The Wind (Random House, 1955). The movie presented Bert Cates teaching Darwin’s The Descent of Man. Its racism and sexism is politically incorrect in our post modern culture. The most complete study of the Scopes Trial is Edward J. Lawson’s Summer for The Gods: The Scopes Trail and The Continuing Evolution Debate (NY: Basic Books, 1977) &#8211; compare Carol Iannone, “The Truth About Inherit The Wind” First Things /Feb. 1997, p. 28, article available on the web at http:1NWW.firsthings.com.)<br />
In all the history of the development of biological categories, the question of the gene is paramount. Living organisms reproduce themselves and regulate themselves. The two most significant factors are: (1) Auto regulations and (2) Self-perpetuating function. How can this blob of jelly and its gritty little inclusions of solid matter contain the ability to maintain itself in the face of a universe of destructive forces. But the property of self-duplication is the most mysterious ability of all! What is the source of the designed order of the highly complex building blocks of all reality? What is the source of a cell’s reproductive capacity&#8211;out of its whirling atoms and molecules, every biochemical system and self-regulating mechanism, every ingredient we have yet to discover is ‘somehow’ reduplicated in ultimate detail. It entails that the cell will be of the species of its parent: an amoeba will not produce a paramecium. This is an example of marvelous rational designs. Given the particles of life, the proteins and sugars, enzymes and small organoids that must float in the protoplasm, the surface membranes and nucleus, how ‘could’ one arrange them, if one had to, so that they could do this for themselves?<br />
Deep within the flux of cellular reproduction lies the dominion of heredity, where the past, present, and future are joined in physical dimensions (cf. Time does not ‘cause’’anything, e.g. The Periodic Chart and the Gene Code discovery). Scientists have been decoding reality from Mendel and Glas to Crick and Monad. Like all great scientific theory, Mendel’s work fused together in one magnificent idea an enormous amount of ‘useless data’ Mendel’s work made him immortal. He counted the percentages of Tall and Short in one generation and was perhaps the first one to approach the problem of heredity by mathematical equations in a large number of trials. His conclusions pointed to a separateness or ‘atomicity’ of the heritable traits and suggest the following hypothesis: characteristics are due to something that determines these traits. This something is actually transmitted from parent to offspring. These hereditary determinants must be physical particles to retain their identity and integrity during the process of fertilization. These biochemical building blocks were first called ‘genes’ in 1909 by the Danish botanist William Johannsen. This theory was confirmed in other plants and insects. The structure of the genes are called chromosomes (via microscopic observation sounds strangely opposed to post modernism’s ‘construction of all reality’).<br />
The central problem is: How can genetic permanence and biological variation be reconciled? When a gene mutates it is permanently changed. The offspring receive the mutant gene and transmit it to all subsequent generations. (1) Many mutations are lethal in that they prevent reproduction and thus, extinguish themselves; (2) Second, many mutant genes are recessive and hence, do not express themselves phenotypically; (3) The visible results of many nonlethal mutations are so subtle they are lost in the welter of non-hereditary varieties. H.J. Muller’s contribution (1920) was the discovery that incidence of mutations can be artificially increased by exposing the egg cells or spermatozoa to x-ray irradiation; the higher the dose the greater the frequency of induced mutations. Here was the tool genetics was waiting for. It was now possible to ‘tinker’ with the gene on a wholesale basis (e.g. Corn, beans, an agricultural revolution). This development also entails the role of bacteria have come to play in modern/post modern theoretical biology. (Does bacteria suggest ‘evolution’?) If evolution happened, it happened only once. Evolutionary theories can observe but not experiment! Only genes resistant to adversity can survive. If antibiotics are added to a culture, the organisms will be killed. Broadly speaking, we see the gene as a hypothetical physical particle whose ordinarily stable complex organization can be disrupted by x-irradiation and whose properties can be known only by the consequences of its action; another crucial issue is&#8211;how the virus makes the cell make virus? What are viruses and what do they have to tell us about the nature of life? From Pasteur’s thesis of ‘spontaneous generation’ to the question of how diseases were caused by microbes, i.e., pathogenic bacteria, is virus a living organism? This remains the only property which can be labeled the virus the only meaning of its identification. This is a matter of fact still true in 2002.<br />
How can an entity only ten millimicrons in diameter, smaller in fact than certain protein molecules, could posses attributes of life such as reproduction as long ago as the 1953 Cold Spring Harbor virus meeting. Robby Williams remarked: ‘It now appears that many of our morphological notions derived from electron microscopy, are due for considerable revision.’ (Cf. Does virus reproduction exist? Is there a distinction between reproduction and replication? Where is the meeting of virus, genes, information and chemistry?) We may regard all biological traits as visible results of the functioning of one or another such sequence of enzymatic reaction.<br />
Developments in the life sciences began as a simple question: What is the gene made of chemically or, more precisely, what is the chromosome made of, since genes are worrisome postulations and chromosomes are visible structures? Science has known for sometime that chromosomes extracted from the cell nucleus which, being acidic, was ingeniously names nucleic acid Here we enter the brave new world of DNA (desoxyribonucleic acid). DNA appears to be a long chain of repeating units. An avalanche of questions followed these discoveries&#8211; where does DNA fit into the chromosome? Does DNA carry the information of heredity? IF a cell makes its own DNA in the course of reproducing itself, what insures that the new DNA will carry forward the hereditary code? How far does a molecule duplicate itself? These developments impact the inseparability of biology, chemistry and physics. For DNA is a chemical compound carrying genetic information somewhere within its physical structure. The dye was now cast for a unified attack on one of the greatest enigmas of science. Science is still investigating the questions raised. These great scientific advances have occurred since 1950. WE now enter a new narrative displacement in the history of science. This most simplified survey strongly suggests that science decodes reality; it does not encode it. The essence of post modernism is that all knowledge is socially constructed (see my essay, “The Sociology of Knowledge Thesis”).<br />
In 1953 Watson and Crick examined a preparation of isolated DNA by the method of x-ray diffraction, a technic so brilliantly applied by Linus Pauline to the study of the structure of proteins and other giant molecules. It was found that the long DNA molecule is not a mere string of nucleotides but a highly organized structure shaped like a spring or helix. The exciting part of their discovery, however, was that the winding of the spring involved two strands, not one. In other words, the two parallel nucleotide chains were together wound around an empty cylindrical space. It was also concluded that any given order of nitrogenous bases in one strand determined the order in the other strand, since the limited space available in the tightly joined structure meant that only certain pairs of bases could exist side by side.<br />
In 1955, a bacterial enzyme was discovered in the laboratory of Senero Ochoa which, when placed in a test tube with some free nucleotides like them, together formed a giant molecule chemically indistinguishable from RNA. A similar enzyme for ‘synthetic’ DNA was discovered a year later by Arthur Kornberg, and in 1956 Schramm in Tubingen and Fraenkel and Conrat, working in Berkeley, discovered that free RNA, isolated from tobacco mosaic virus, could alone infect tobacco leaves, showing that the protein component of the virus was not essential for replication. Now capable of synthesizing a RNA-like molecule which lacks only a specific basic order and is thus noninfective, the biochemist stands ready to give the virologist, whose specific RNA replicating system provides a means of testing the success of attempts, to bring order into the present disorder of the synthetic nucleotide chain.</p>
<p>How Did Life Begin?<br />
If life is reducible to molecular dimensions and a collection of atoms is a self-replicating order, perhaps we might inquire how life begins in the first place! If physics precludes that the universe is eternal, then life had to have a beginning also. Once again, we must declare that the laws of physics knows no naturalistic origin of Laws which express order and design! If the developments in biochemistry fuse with physics, chemistry, biology, etc., perhaps Michael Behe (author of Darwin’s Black Box) is correct when he says that genetically, order moves from complex to simple, not simple to complex! There is no astrophysical evidence to support the BIG BANG Steady State Theory of Cosmology. Simple chemical molecules by process of ‘evolution’ gradually become more complex until finally, by choice, a combination occurred which, like DNA, could effect its own reduplication. The crucial weakness of this scenario is that DNA can duplicate itself only when the catalytic machinery of a fully formed cell is available to provide the building blocks for the daughter DNA. The first DNA-like molecule would have no such servants, since enzymes and cells are of biological origin and we are speaking here of the first organism. All postmodern research is seeking to get out of this difficulty.<br />
Post modern science talks about billions of years for these processes to have occurred. We can know (1) what the earth was like at that time (e.g.. time does not ‘cause’ anything&#8211;see my essay, ‘Narrative Changes in Time’). (2) These judgments rest on constructed hypotheses that cannot be directly verified. (3) The truth claim rests solely on the mathematization of theory construction. Post modernism maintains that reality&#8211;language, mathematics, logic, etc., are socially constructed, i.e., they do not represent reality as it is simply because this is unavailable. (4) There is an enormous gap between stating what ‘might have happened’ and ‘what did happen.’ These are enormous difficulties for all naturalistic evolutionary effort at explanation! But what is the option in light of a finite universe? These are just some of the enormous problems raised by all naturalistic efforts at the explanation of the origin and nature of the universe, life, intelligence, consciousness, etc.<br />
Science has no specific evidence concerning terrestrial time, waters, life, sex, intelligence, or consciousness, yet geophysics, astrophysics, optics (macro/micro dimensions of the universe), Geology, Biology, Botany, Anthropology, Sociology, Economics, Politics, etc. (Note that these sciences developed much later than astrophysics) all assume this paradigm. The strata, rocks and sediment (pre-cambrian, geological evidence ) and the chemical building blocks are all reality and have no direct evidence of physical or chemical evolution; it is only deduction from presuppositional, naturalistic models).<br />
Even thermodynamics and chemical kinetics only suggest feasible explanatory systems, once the building blocks of reality are in place (Periodic Chart? Gene Code). But how does this provide an intrinsic harmony (design, purpose) of the building blocks, if all reality is grounded in the building blocks? What is the evolutionary explanation of the origin of hydrogen, oxygen, phosphorus, carbons and all substances intrinsically woven into the fabric of life? If the earthÕs sun were a trillionth of a second closer or farther away from the earth, it would freeze or burn up. This superficially appears like design for life on the earth! All these developments have functioned within the laws of chemical reactions, equilibriums, entropy, and free energy (Einstein’s formula of E+ML squared),<br />
Living organisms are not nucleic acid, however, and we must make a real effort to bear this in mind. There are genes, enzymes, but it is organism that lives in the world, that walks, talks, asks the question, why?, and grows and dies and writes books. The organism is an organization of materials and functions that are dedicated to the preservation of itself and its species. Preservation entails a level of organization, a pattern that characterizes all living things. Thus, the cell is an organized entity at one level of complexity. It lives in a community of other cells, joining them in certain projects, competing with them for food, and either dying or dividing to form new offspring.<br />
The exquisite precision of life’s mechanism of self-regulation has impressed and inspired biologists for centuries. The status quo must be preserved, and especially is this true for the chemical composition of living system. Homeostatic mechanism somehow must retain the power of choices over what goes and what stays. (Cf. This is Darwinian ‘Survival of The Fittest’ Naturalistic Evolutionary Reductionism)<br />
How can a single amorphism ‘precursor cell’ give rise to innumerable offspring, not only infinite in variety but also rigidly on schedule? Chrysanthemum seeds contain for autumn, not spring blossoms, and a single sperm fertilized in a human ovum carries on its schedule one set of teeth and in six years and nine months will be replaced. Since the fourth century B.C., this problem has been debated by the advocates of two theories. One group held that the ‘precursor cell’, the fertilized egg, contained all parts of the future organism in miniature and given time these would grow to adult size. Boal-directed behavior has nothing mystical about it; it is a property of matured systems that is susceptible to analysis. In post modern biology, we have not advanced beyond Du Noiy’s Human Destiny ‘. . . it is totally impossible to account scientifically for all phenomena pertaining to life.’<br />
Men must meet science in the common future! The past is gone and the present constantly changes, leaving only the future to address post modern ideas of Biology. Some of the issues in the academy of Biological research are: (1) Biogenesis and ‘Evolution’; (2) Biological inheritance, nucleic acids; (3) The ‘Genetic Theory’ of Evolution by natural selection; (4) Lamarckism; (5) Exosomatic-Psychological-Evolution; (6) Eugenics, (7) Demography; (8) Development; (9) Bodily Constituents; (10) Microbiology; (11) Molecular Biology; (12) Cancer; (13) Cells and tissues; (14) Circulatory systems; (15) Co-ordination systems, hormones and nerves; (16) Sense organs; (17) Animal behavior compared with human behavior; (18) Senescience (theories of the ageing process have been discussed by P.B. Medawar in The Uniqueness of The Individual (London: Methuen, 1957); and A Comfort in The Biology of Senescience (London: Routledge, Kegan Paul, 1956); (19) The Biological Time Bomb Exploded; (20) Reducibility and Emergence; (21) God and Genetics (see esp. Michael Behe’s Darwin’s Black Box).<br />
Plants (science of Botany) has made highly important contributions to Physics&#8211;Brownian movement and osmatic pressure are evidence of this&#8211;while the fundamental ideas of modern Biology are mainly the work of Zoologists and Microbiologists.<br />
The philosophical mode of this work is an expression of the author’s impatience with postmodern irrationalism. In a later section of this work we shall sketch the influence of Popper, Polanyi, Feyerabend and Kuhn in our 21st century debate between the nature of the scientific endeavor and the feasibility of the Christian faith in ‘The Faith/Science Debate’ (i.e., the anti scientific perspective in which post modern scientific discussion is being made).</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ahmadsamantho.wordpress.com/2984/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ahmadsamantho.wordpress.com/2984/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ahmadsamantho.wordpress.com/2984/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ahmadsamantho.wordpress.com/2984/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ahmadsamantho.wordpress.com/2984/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ahmadsamantho.wordpress.com/2984/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ahmadsamantho.wordpress.com/2984/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ahmadsamantho.wordpress.com/2984/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ahmadsamantho.wordpress.com/2984/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ahmadsamantho.wordpress.com/2984/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ahmadsamantho.wordpress.com&blog=833033&post=2984&subd=ahmadsamantho&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ahmadsamantho.wordpress.com/2009/12/05/science-and-the-view-of-mancan-we-take-a-vacation-from-our-beliefs/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b9fdd433b32ba2b410dd1e3e94f9fbc3?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">samantho</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>2012: Perang Dunia ke-3 ?</title>
		<link>http://ahmadsamantho.wordpress.com/2009/12/01/2012-perang-dunia-ke-3/</link>
		<comments>http://ahmadsamantho.wordpress.com/2009/12/01/2012-perang-dunia-ke-3/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 01 Dec 2009 01:50:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ahmadsamantho</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[Ibrah Sejarah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ahmadsamantho.wordpress.com/?p=2979</guid>
		<description><![CDATA[2012: Perang Dunia ke III
To be : The ALLAAH&#8217;s World Order
by Abu Ghazi 0813 832832 34 0817 0856282  2012
Kiamat ????? hmmm…….tidak bisa kita membenarkan atau menyalahkan suatu pendapat tanpa menyandarkannya dengan argumentasi yang akurat dan ilmiah. Saya akan membuat bahasan tersendiri tentang hakekat kiamat 2012, namun kali ini saya berkeinginan untuk mengutarakan bahwa sebelum [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ahmadsamantho.wordpress.com&blog=833033&post=2979&subd=ahmadsamantho&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>2012: Perang Dunia ke III</p>
<p>To be : The ALLAAH&#8217;s World Order</p>
<p>by Abu Ghazi 0813 832832 34 0817 0856282  2012</p>
<p>Kiamat ????? hmmm…….tidak bisa kita membenarkan atau menyalahkan suatu pendapat tanpa menyandarkannya dengan argumentasi yang akurat dan ilmiah. Saya akan membuat bahasan tersendiri tentang hakekat kiamat 2012, namun kali ini saya berkeinginan untuk mengutarakan bahwa sebelum kiamat nanti akan terjadi dulu peperangan dahsyat antar mahluk mutan di alam raya ini.<span id="more-2979"></span> Perang Dunia III, sebuah babak terakhir Akbar Bharata Yudha, dimana para Pandawa (kaum pengemban Hukum ALLAAH) akan meluluhlantakkan kekuasaan para kurawa (kaum penentang Hukum ALLAAH yang bergabung dengan persatuan bangsa-bangsa serta ya&#8217;juj &amp;ma&#8217;juj) yang angkuh, sombong yang tak mau patuh kepada SANG MAHA AGUNG, kali ini `Isa ibnu Maryam yang merupakan manifestasi dari Ruhul Qudus kuat ( Malaikat Jibril ) langsung yang akan memimpin perang tersebut, dijelaskan dalam Al Qur&#8217;an :</p>
<p>yang diajarkan kepadaNya oleh (Jibril) yang sangat kuat. (QS 53:5)</p>
<p>Isa putera Maryam dan KAMI memperkuatnya dengan Ruhul Quddus (QS 2:87)</p>
<p>Dan KAMI berikan kepada Isa putera Maryam beberapa mukjizat serta KAMI perkuat Dia dengan Ruhul Qudus (QS 2:253)</p>
<p>di waktu AKU menguatkan Kamu dengan (QS 5:110)</p>
<p>Kekuatan dan kemampuan Malaikat Jibril ( Ruhul Qudus ) yang menempati jasad `Isa tersebut nampaknya menjadi bekal bagiNya untuk melawan kekuatan persatuan bangsa-bangsa yang didukung oleh pasukan ya&#8217;juj dan ma&#8217;juj yang terdiri mahkluk-makhluk alien dan mutan tersebut.</p>
<p>Arti Hadits Nabi yang diriwauyatkan dari Umar juga, dia berkata : Ketika kami duduk-duduk disisi RasuluLLAAH SAW suatu hari tiba-tiba datanglah seorang laki-laki yang mengenakan baju yang sangat putih dan berambut sangat hitam, tidak tampak padanya bekas-bekas perjalanan jauh dan tidak ada seorangpun diantara kami yang mengenalnya. Hingga kemudian dia duduk dihadapan Nabi lalu menempelkan kedua lututnya kepada kepada lututnya (RasuluLLAAH SAW) seraya berkata: &#8221; Ya Muhammad, beritahukan aku tentang Islam ?&#8221;,maka bersabdalah Rasulullah :</p>
<p>&#8221; Islam adalah engkau bersaksi bahwa tidak ada ILAAH ( yang disembah) selain ALLAAH, dan bahwa Nabi Muhammad Utusan ALLAAH, engkau mendirikan shalat, menunaikan zakat, puasa Ramadhan dan pergi haji jika mampu &#8220;, kemudian dia berkata: &#8221; anda benar &#8220;. Kami semua heran, dia yang bertanya dia pula yang membenarkan.</p>
<p>Kemudian Dia bertanya lagi: &#8221; Beritahukan Aku tentang Iman &#8220;. Lalu beliau bersabda: &#8221; Engkau beriman kepada ALLAAH, malaikat-malaikat- NYA, kitab-kitabNYA, rasul-rasul- NYA dan hari akhir dan engkau beriman kepada takdir yang baik maupun yang buruk &#8220;, kemudian Dia berkata: &#8221; anda benar&#8221;.</p>
<p>Kemudian dia berkata lagi: &#8221; Beritahukan aku tentang ihsan &#8220;. Lalu Beliau bersabda: &#8221; Ihsan adalah engkau beribadah kepada ALLAAH seakan-akan engkau melihatNYA, jika engkau tidak melihatNYA maka DIA melihat engkau&#8221; .</p>
<p>Kemudian dia berkata: &#8221; Beritahukan aku tentang hari kiamat (kapan kejadiannya) &#8220;. Beliau bersabda: &#8221; Yang ditanya tidak lebih tahu dari yang bertanya &#8220;. Dia berkata: &#8221; Beritahukan aku tentang tanda-tandanya &#8220;, beliau bersabda: &#8221; Jika seorang hamba melahirkan tuannya dan jika engkau melihat seorang bertelanjang kaki dan dada, miskin dan penggembala domba, (kemudian) berlomba-lomba meninggikan bangunannya &#8220;, kemudian orang itu berlalu dan aku berdiam sebentar. Kemudian beliau (Rasulullah) bertanya: &#8221; Tahukah engkau siapa yang bertanya ?&#8221;. aku berkata: &#8221; Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui &#8220;. Beliau bersabda: &#8221; Dia adalah Jibril yang datang kepada kalian (bermaksud) mengajarkan agama kalian &#8220;.</p>
<p>(Riwayat Muslim dalam Kitabul Iman)</p>
<p>Sekarang coba perhatikan Hadits diatas tersebut pada bagian yang dicetak tebal, yakni ketika Jibril bertanya tentang Kiamat, maka Nabi menjawab : Yang ditanya tidak lebih tahu dari yang bertanya, maka dapatlah disimpulkan bahwa Jibril lebih tahu mengenai hari Kiamat disbanding Nabi Muhammad. Lalu kita hubungkan dengan ayat berikut ini :</p>
<p>Dan sesungguhnya Isa itu benar-benar memberitahukan tentang hari kiamat. Karena itu janganlah kamu ragu-ragu tentang kiamat itu dan ikutilah Aku. Inilah jalan yang lurus.&#8221; (Az-Zukhruf: 59-61)</p>
<p>Dijelaskan bahwa Nabi Isa lah yang memberitahukan tentang masa hari Kiamat secara global, bukan memberitahukan secara detail waktu tepatnya, karena itu hanya ALLAAH yang tahu. Begitu pula Jibril dalam Hadits tersebut memiliki pengetahuan tentang hari Kiamat. Lalu siapakah Isa SAW dan siapakah Jibril ??? Sekarang mari kita lacak keberadaan Isa, sebelumnya kita tahu bahwa Jibril adalah Malaikat Pembawa Wahyu, sebagian besar Nabi ALLAAH menerima Wahyu dari Malaikat Jibril setelah Beliau Beliau itu dipandang cukup usia untuk menerima wahyu tersebut</p>
<p>Katakanlah: &#8220;Ruhul Qudus (Jibril) menurunkan Al Quran itu dariRABB Mu dengan benar, untuk meneguhkan (hati) orang-orang yang telah beriman, dan menjadi petunjuk serta kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri (kepada ALLAAH)&#8221;. (QS 16 :102)</p>
<p>Tapi berbeda dengan Nabi Isa, yang pada masa kecilnya sudah mengaku sebagai Nabi (tanpa pengangkatan terlebih dahulu) dan menerima Wahyu. Nash berikut ini menjelaskan :</p>
<p>Hai Saudara perempuan Harun, ayahMu sekali-kali bukanlah seorang yang jahat dan ibuMu sekali-kali bukanlah seorang pezina&#8221;, maka Maryam menunjuk kepada anakNya. Mereka berkata: &#8220;Bagaimana kami akan berbicara dengan Anak Kecil yang masih di dalam ayunan?&#8221;Berkata Isa: &#8220;Sesungguhnya Aku ini Hamba ALLAAH, DIA memberiKu Al Kitab (Injil) dan DIA menjadikan Aku seorang nabi (QS 19:28-30)</p>
<p>Dan ALLAAH mengajarkan kepadaNya Al Kitab, Hikmah, Taurat, dan Injil. (QS Ali `Imran: 48)</p>
<p>Untuk memahami rujukan atas `Al Kitab&#8221; yang disebutkan di ayat ini, kita harus melihat ayat-ayat lain di dalam Al Qur&#8217;an yang relevan dengan pokok permasalahan ini Surat Ali `Imran menegaskan maksud tersebut.</p>
<p>Allah, tiada ada ILAAH melainkan DIA, YANG HIDUP KEKAL lagi senantiasa berdiri sendiri. DIA menurunkan Al Kitab (Al Qur&#8217;an) kepadamu dengan sebenarnya; membenarkan kitab yang telah diturunkan sebelumnya dan menurunkan Taurat dan Injil sebelum (Al Qur&#8217;an), menjadi petunjuk bagi insan, dan DIA menurunkan Al Furqaan. Sesungguhnya orang-orang yang kafir terhadap ayat-ayat ALLAAH akan memperoleh siksa yang berat; dan ALLAAH MAHA PERKASA lagi mempunyai balasan (siksa). (QS Ali `Imran: 2-4)</p>
<p>Dalam hal ini, Al Kitab yang disebut dalam ayat 48, yang diketahui oleh `Isa AS, Al Quran, Taurat dan Injil selama kehidupannya, Petunjuk yang paling jelas tentang identitas Nabi `Isa adalah pada ayat ke-59 Surat Ali &#8216;Imran adalah: Sesungguhnya misal (penciptaan) &#8216;Isa di sisi ALLAAH, adalah seperti (penciptaan) Adam. &#8230;&#8221; Di ayat ini kita dapat melihat ada sejumlah kesamaan antara kedua Nabi tersebut. Seperti kita ketahui, Adam AS dan &#8216;Isa AS keduanya tidak berayah, tetapi kita dapat menarik suatu kesamaan lebih lanjut dari ayat di atas, di antara turunnya Adam AS ke permukaan bumi dari surga dan turunnya &#8216;Isa AS dari hadirat ALLAAH pada zaman akhir nanti, demi memparipurnakan ajaran ALLAAH dan menegakkan Kerajaan ALLAAH di alam semesta ini.</p>
<p>Bayangkanlah, tanpa menunggu waktu dewasa, dan dalam kedaan masih bocah, Isa bisa menjelaskan status keNabianNya dan pemberian Wahyu kepadaNya. Lalu apakah Jibril telah memberkan Wahyu kepada Nabi Isa semenjak Beliau masih Bayi??? Atau Apakah Isa itu adalah Jibril itu sendiri???, mari Kita runut Nash berikut ini lagi :</p>
<p>Ia (jibril) berkata: &#8220;Sesungguhnya Aku ini hanyalah seorang utusan RABB Mu, untuk memberiMu seorang anak laki-laki yang suci&#8221;.( QS 19: 19)</p>
<p>Simak baik baik apakah tugas Jibril kepada Maryam??? Untuk memberikan Anak kan??? Nah disitulah terjadi proses pembuahan janin dari Ruhul Qudus ( Jibril ) kepada Maryam dengan cara Jibril menghembuskan Ruh Nya kepada Maryam, sehingga bersemayamlah Jibril di rahim Maryam sebagai `Isa. Nash menjelaskan :</p>
<p>Wahai Ahli Kitab, janganlah kamu melampaui batas dalam Din mu dan janganlah kamu mengatakan terhadap ALLAAH kecuali yang benar. Sesungguhnya Al Masih, Isa putera Maryam itu, adalah utusan ALLAAH dan (yang diciptakan dengan) kalimat-NYA, yang disampaikan- NYA kepada Maryam, dan (dengan tiupan) Ruh dari-NYA Maka berimanlah kamu kepada ALLAAH dan rasul-rasul- NYA dan janganlah kamu mengatakan: &#8220;(ALLAAH) tiga&#8221;, berhentilah (dari ucapan itu). (Itu) lebih baik bagimu. Sesungguhnya ALLAAH YANG MAHA ESA, MAHA SUCI ALLAAH dari mempunyai anak, segala yang di langit dan di bumi adalah kepunyaan-Nya. Cukuplah ALLAAH menjadi PEMELIHARA.( QS 4:171)</p>
<p>Dan (ingatlah kisah) Maryam yang telah memelihara kehormatannya, lalu KAMI tiupkan ke dalam (tubuh)Nya Ruh dari KAMI dan KAMI jadikan Dia dan anakNya tanda (kekuasaan ALLAAH) yang besar bagi semesta alam. ( QS al Anbiyaa&#8217; : 91 )</p>
<p>Jibril dengan kemampuanNya merubah diri menjadi Nabi `Isa di kandungan Maryam. Itulah rahasianya mengapa Nabi `Isa langsung dapat memahami Wahyu, karena Beliau sendiri adalah wujud insani atau manifestasi dari Jibril itu sendiri. Lalu apakah benar ada Malaikat yang berubah menjadi insan ??? Hadits tentang Islam, Iman dan Ihsan diatas telah membuktikan bahwa Malaikat bisa berubah menjadi sosok insan. Coba renungkan Nash berikut ini :</p>
<p>&#8220;KAMI telah menciptakan mereka dan menguatkan persendian tubuh mereka, apabila Kami menghendaki, KAMI sungguh-sungguh mengganti (mereka) dengan orang-orang yang serupa dengan mereka.&#8221;(QS 76:28)</p>
<p>Pada ayat diatas, ALLAAH mengingatkan bahwa apabila dikehendaki olehNYA, maka ALLAAH akan ganti insan dengan mahkluk yang serupa bentuknya. Diperkuat lagi dengan ayat berikut ini :</p>
<p>untuk menggantikan kamu dengan orang-orang yang seperti kamu (dalam dunia) dan menciptakan kamu (di akhirat) dalam keadaan yang tidak kamu ketahui.(QS 56 : 61 )</p>
<p>Namun perbedaannya bahwa mahkluk pengganti itu akan lebih kuat daripada insan itu sendiri, dalilnya:</p>
<p>Untuk mengganti (mereka) dengan kaum yang lebih baik dari mereka, dan KAMI sekali-kali tidak dapat dikalahkan.( QS 70 : 41)</p>
<p>Itulah Nabi `Isa yang mendapatkan Kekuatan dari ALLAAH berupa Ruhul Quddus alias Jibril. Kekuatan itulah yang membuatnya bertahan menghadapi pengkhianatan bani Israel ketika itu, dan juga yang memperpanjang usiaNya. Kemudian dengan kekuatan itulah Beliau akan memimpin peperangan melawan musuh-musuh ALLAAH nantinya :</p>
<p>Pernah RasuluLLAAH SAW bersabda kepada Hassan bin Tsabit :</p>
<p>&#8221; seranglah mereka karena Jibril selalu bersamaMu &#8221; ( Bukhari : 1653 kitab adab, bab : serangan terhadap orang-orang musyrik dari al Barra&#8217;, Muslim : 2468 kitab keutamaan Para Shahabat dari al Barra&#8217; )</p>
<p>Lalu kenapa harus ada penggantian ??? kesalahan apa yang telah dilakukan oleh sebagian besar orang pada zaman ini??? Hal ini terjadi karena insan yang mengaku Muslim sudah tidak mau lagi berjihad ( berperang) kecuali hanya sedikit saja dari golongan terakhir nanti. Baik mereka yang beralasan harus adanya tanzim atau yang lain, itu semua adalah kebathilan yang sebathil bathilnya. Apalagi mereka yang mengaku atau masuk kepada organisasi Mujahidin, tapi seekor kafir busuk saja belum pernah dibunuh oleh mereka. Hal ini di perlihatkan oleh Nash berikut ini:</p>
<p>Hai orang-orang yang beriman, apakah sebabnya bila dikatakan kepadamu: &#8220;Berangkatlah (untuk berperang) pada jalan ALLAAH&#8221; kamu merasa berat dan ingin tinggal di tempatmu? Apakah kamu puas dengan kehidupan di dunia sebagai ganti kehidupan di akhirat? Padahal kenikmatan hidup di dunia ini (dibandingkan dengan kehidupan) diakhirat hanyalah sedikit. Jika kamu tidak berangkat untuk berperang, niscaya ALLAAH menyiksa kamu dengan siksa yang pedih dan digantinya (kamu) dengan kaum yang lain, dan kamu tidak akan dapat memberi kemudharatan kepada-NYA sedikitpun. ALLAAH MAHA KUASA atas segala sesuatu.(QS 9 :38-39)</p>
<p>Dari Jabir bin AbdiLLAAH ia mengatakan: Aku mendengar Nabi SAW bersabda:</p>
<p>&#8220;Masih tetap sekelompok dari umatKu mereka berperang di atas kebenaran, mereka unggul sampai pada hari kiamat.&#8221; Beliau bersabda: &#8220;Lalu turunlah Isa bin Maryam, lalu pemimpin kaum Muslimin mengatakan: `Kemari, jadilah Imam Kami.&#8217; Maka Ia menjawab: `Sesungguhya sebagian Kalian Pemimpin atas sebagian yang lain sebagai kemuliaan ALLAAH atas umat ini&#8217;.&#8221; (Shahih, HR. Muslim, 2/368 Bab 71 Nuzul Isa bin Maryam Hakiman bi Syari&#8217;ati Nabiyyina Muhammad; Ibnu Hibban, no. 6819, 15/231, Bab Al-Bayan bi Anna Imama Hadzihil Ummah `inda Nuzul `Isa bin Maryam Yakunu minhum duna an yakuna `Isa Imamahim fi Dzalika Az-Zaman)</p>
<p>Maka kesimpulannya bahwa Nabi `Isa adalah juga Jibril yang kuat yang akan memimipin barisan kaum Mujahidin dalam menghadapi musuh musuh ALLAAH diakhir zaman nanti, karena pada saat itu orang sudah banyak murtad dari Islam karena tidak mau lagi berperang membela Islam. Karena memang Jihad adalah perintah dari ALLAAH, qaidah ushul fiqh menjelaskan bahwa perintah lebih didahulukan daripada larangan, maka daripada itu iblis dinyatakan kafir karena menolak perintah untuk sujud, sedangkan Adam tidak sampai dikafirkan karena hanya melanggar batasan larangan saja. Bila perintah Jihad yang telah pasti ditinggalkan oleh orang yang mengaku Muslim, maka tak ayal lagi dia telah murtad dari perintah yang telah ALLAAH tetapkan tersebut, dalilnya:</p>
<p>Dan orang-orang yang beriman berkata: &#8220;Mengapa tiada diturunkan suatu surat?&#8221; Maka apabila diturunkan suatu surat yang jelas maksudnya dan disebutkan di dalamnya (perintah) perang, kamu lihat orang-orang yang ada penyakit di dalam hatinya memandang kepadamu seperti pandangan orang yang pingsan karena takut mati, dan kecelakaanlah bagi mereka.&#8221;Ta&#8217;at dan mengucapkan perkataan yang baik (adalah lebih baik bagi mereka). Apabila telah tetap perintah perang (mereka tidak menyukainya) . Tetapi jikalau mereka benar (imannya) terhadap ALLAAH, niscaya yang demikian itu lebih baik bagi mereka. Maka apakah kiranya jika kamu berkuasa kamu akan membuat kerusakan di muka bumi dan memutuskan hubungan kekeluargaan? mereka itulah orang-orang yang dila&#8217;nati ALLAAH dan ditulikan-NYA telinga mereka dan dibutakan-NYA penglihatan mereka. Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al Quran ataukah hati mereka terkunci? Sesungguhnya orang-orang yang kembali ke belakang (kepada kekafiran) sesudah petunjuk (perang) itu jelas bagi mereka, syaitan telah menjadikan mereka mudah (berbuat dosa) dan memanjangkan angan-angan mereka.&#8221;(QS 47 : 20-25)</p>
<p>Coba perhatikanlah secara seksama, segala ayat tentang tentang tidak ada paksaan dalam Din, atau bagimu Din kamu bagiku Din Aku telah dihapus oleh ayat saif, ayat perang. Dan ini adalah disiplin ilmu nasikh wa mansukh ( lihat tafsir Quran Jalaluddin as Suyuthi bab Nasik Mansukh, atau tafsir Ibnu Katsir bab tafsir surah al Baqarah:106) . Maka keadaan meninggalkan Jihad sat ini, berarti menjelaskan bahwa orang tersebut telah kafir, kecuali mereka yang punya uzur tertentu, karena sakit dan sejenisnya. Saat ini apakah para ustadz dan kaum Muslimin sebagian besar punya uzur??? Tidak…tidak…tidak sama sekali. Mereka adalah pendusta yang mengatas namakan Islam. Yang hanya menjual Islam ini dengan menghasilkan uang bagi mereka. Disaat itulah ;Isa akan tampil sebagai Panglima perang kaum Muslimin.</p>
<p>Nabi `Isa Almasih juga adalah Sang al Mahdi Paripurna Sebagaimana dijelaskan oleh banyak para Ahli `Ilmu bahwa kemunculan Imam Mahdi adalah pembatas antara tanda-tanda kecil dengan tanda-tanda besar dari kiamat. Maka kemunculan Imam Mahdi tidaklah bersamaan dengan Isa bin Maryam akan tetapi kemunculannya lebih dahulu daripada diturunkannya Isa bin Maryam. Maka Nabi `Isa tak lain adalah Sang al Mahdi yang memparipurnakan atas apa yang telah dibawakan oleh Imam Mahdi sebelumnya. Sebagian orang yang mengingkari hadits-hadits Al-Mahdi mengemukakan alasan dengan hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah dan Al-Hakim dari Anas bin Malik ra bahwa Rasulullah saw bersabda:</p>
<p>&#8220;Artinya : Tidaklah bertambah urusan melainkan semakin sulit, dunia semakin rusak. manusia semakin bakhil; dan tidaklah datang kiamat melainkan atas manusia yang paling jelek. dan tidak ada Al-Mahdi kecuali Isa bin Maryam. &#8221; [Sunan Ibnu Majah 2: 1341.dan Mustadrak Al-Hakim 4: 441-442]</p>
<p>hadits ini diriwayatkan oleh Ibnu Majah dari jalan Muhammad bin Kholid dari Abban bin Sholeh dari al Hasan dari Anas dar RasuluLLAAH SAW.</p>
<p>Banyak orang yang menyatakan bahwa hadits ini adalah dha&#8217;if karena dalam sanadnya terdapat perawi yang bernama Muhammad bin Khalid Al-Jundi. Mengenai Muhammad ini Adz-Dzahabi mengatakan &#8220;Al-Azdi berkata mungkar haditsnya&#8221;. dan Abu Abdillah Al-hakim berkkata, &#8220;majhul&#8221; Dan saya sendiri -Adz-Dzahabi- mengatakan bahwa haditsnya yang berbunyi Laa Mahdiyya Illaa Isa 1bnu maryam (Tidak ada Mahdi kecuali Isa Ibnu Maryam) merupakan khabar mungkar yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah.&#8221; [Mizanul I'tidal 3: 535].</p>
<p>Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata, &#8220;Hadits ini dha&#8217;if Abu Muhammad bin Al-walid Al-Baghdadi dan lain-lainnya berpegang pada hadits ini, padahal dia tidak dapat dijadikan pegangan. Dan hadits ini diriwayatkan oleh Ibnu Majah dari Yunus dari Asy- Syafi&#8217;i, dan Asy-Syafi&#8217;i meriwayatkan dari seorang laki-laki penduduk Yaman yang bernama Muhammad bin Khalid Al-Jundi, yang dia ini tidak dapat dijadikan hujjah, dan hadits ini tidak terdapat di dalam Musnad Asy-Syafi&#8217;i. Dan ada yang mengatakan bahwa Asy-Syafi&#8217;i tidak mendengarnya dari Al-Jundi dan Yunus tidak mendengarnya dari Asy-Syafi&#8217;i. &#8221; [Minhajus Sunnah An-Nabawiyyah 4: 211]</p>
<p>Mengenai Muhammad bin Khalid Al-Jundi ini Al-Hafizh Ibnu Hajar berkata, &#8220;Dia rnajhul (tidak dikenal).&#8221; [Taqribut Tahdzib 2: 157]</p>
<p>Lain lagi dengan Al-Hafizh Ibnu Katsir, mengenai masalah ini beliau berkata, &#8220;Sesungguhnya ini adalah hadits yang terkenal dengan perawi Muhammad bin Khalid Al-Jundi Ash-Shan&#8217;ani Al-Muadzdzin, guru Imam Syafi&#8217;i, yang banyak orang meriwayatkan hadits darinya. Dia tidak majhul sebagaimana anggapan Al-Hakim, bahkan diriwayatkan dari Ibnu Ma&#8217;in bahwa beliau menganggapnya tsiqat (kepercayaan) . Tetapi sebagian perawi ada yang meriwayatkan hadits darinya dari Aban bin Abi &#8216;Iyasy dari Al-Hasan Al-Bishri secara mursal. Syekh (guru) kami menyebutkan di dalam At-Tahdzib [1] dari sebagian mereka bahwa dia (Muhammad bin Al-Khalid Al-Jundi) bermimpi melihat Asy-Syafi&#8217;i, dia berkata, &#8220;Yunus bin Abdul A&#8217;la Ash-Shadafi berdusta terhadap saya, ini bukan hadits saya.&#8221; Saya mengatakan, &#8220;Yunus bin Abdul A&#8217;la Ash-Shadafi termasuk dalam jajaran perawi kepercayaan, dan dia tidak tercela hanya semata-mata mimpi. Zhahir hadits ini sepintas kelihatan bertentangan dengan hadits-hadits yang telah kami kemukakan dalam menetapkan adanya Al-Mahdi yang selain Isa Ibnu Maryam. Sebelum turunnya Isa, maka adanya Mahdi yang bukan Isa bin Maryam adalah sangat jelas Wallahu a&#8217;lam-. Adapun setelah turunnya Isa, kalau direnungkan, maka hal ini tidak saling meniadakan; bahkan yang dimaksud dengannya bahwa Al-Mahdi yang benar-benar Al-Mahdi ialah Isa bin Maryam. Dan hal ini tidak menutup kemungkinan adanya Mahdi yang lain. Wallahu a&#8217;lam.&#8221; [An-Nihayah fil Fitan wal Malahim 1: 32 dengan tahqiq DR. Thaha Zaini]</p>
<p>Abu Abdillah Al-Qurthubi berkata, &#8220;Boleh jadi yang dimaksud dengan sabda Rasulullah Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam &#8220;Laa Mahdiyya Illaa Isaa&#8221; (Tidak Mahdi selain Isa) ialah &#8220;Tidak ada Mahdi yang sempurna dan makshum kecuali Isa.&#8221; Dengan demikian maka hadits-hadits tersebut dapat dikompromikan dan hilanglah kesan pertentangannya. &#8221; [2]</p>
<p>Sebenarnya al Mahdi itu hanyalah sebutan yang ditujukan kepada Orang yang mendapat petunjuk dari ALLAAH. Sebagaimana hadits beriukut ini :</p>
<p>مDari Abu Najih, Al `Irbad bin Sariyah&#8221;Rasulullah telah memberi nasehat kepada kami dengan satu nasehat yang menggetarkan hati dan membuat airmata bercucuran&#8221;. kami bertanya ,&#8221;Wahai Rasulullah, nasihat itu seakan-akan nasihat dari orang yang akan berpisah selamanya (meninggal), maka berilah kami wasiat&#8221; Rasulullah bersabda, &#8220;Saya memberi wasiat kepadamu agar tetap bertaqwa kepada Alloh yang Maha Tinggi lagi Maha Mulia, tetap mendengar dan ta&#8217;at walaupun yang memerintahmu seorang hamba sahaya (budak). Sesungguhnya barangsiapa diantara kalian masih hidup niscaya bakal menyaksikan banyak perselisihan. karena itu berpegang teguhlah kepada sunnahku dan sunnah Khulafaur Rasyidin al mahdiyyin (mendapat petunjuk) dan berpeganglah kamu dengan kepada sunnah-sunnah itu dengan kuat. Dan jauhilah olehmu hal-hal baru karena sesungguhnya semua bid&#8217;ah itu sesat.&#8221; ( HR. Abu Daud dan At Tirmidzi, Hadits Hasan Shahih )</p>
<p>Maka sudah dapat dipastikan bahwa Nabi `Isa adalah al Mahdi yang memparipurnakan petunjuk. Al Hafiz Ibnu Hajar didalam bukunya &#8220;Fathul Bari&#8221; menyebutkan pendapat Abul Hasan al Abadi didalam &#8220;Manaqib asy Syafi&#8217;i&#8221; bahwa berbagai berita yang mutawatir menyatakan bahwa al Mahdi adalah dari umat ini sementara Isa melaksanakan shalat dibelakangnya. Dan ini adalah jawaban dari hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah dari Anas,&#8221;Tidak ada Mahdi kecuali Isa&#8221;.</p>
<p>Imam al Qurthubi mengatakan bahwa ada kemungkinan maksud dari hadits &#8220;Tidak ada Mahdi kecuali Isa&#8221; adalah tidaklah ada Mahdi yang sempurna dan maksum kecuali Isa, dan makna ini menggabungkan berbagai hadits yang menghilangkan kontradiksi yang ada. (at Tadzkiroh hal 69)</p>
<p>Tentang ya&#8217;juj dan ma&#8217;juj ini telah dijelaskan beberapa ayat dan hadits tentangnya. Nash menjelaskan:</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Kemudian Dia menempuh suatu jalan (yang lain lagi). Hingga apabila Dia telah sampai di antara dua buah gunung, dia mendapati di hadapan keduanya, suatu kaum yang hampir tidak mengerti pembicaraan. Mereka berkata: `Hai Dzulqarnain, sesungguhnya ya`juj dan ma`juj itu orang-orang yang membuat kerusakan di muka bumi, maka dapatkah kami memberikan suatu pembayaran kepadaMu, supaya kamu membuat dinding antara kami dan mereka?&#8217; Dzulqarnain berkata: `Apa yang telah dikuasakan oleh RABB Ku kepadaKu terhadapnya adalah lebih baik, maka tolonglah aku dengan kekuatan (insan dan alat-alat), agar Aku membuatkan dinding antara kamu dan mereka, berilah aku potongan-potongan besi.&#8217; Hingga apabila besi itu telah sama rata dengan kedua (puncak) gunung itu, berkatalah Dzulqarnain: `Tiuplah (api itu).&#8217; Hingga apabila besi itu sudah menjadi (merah seperti) api, Diapun berkata: `Berilah Aku tembaga (yang mendidih) agar Kutuangkan ke atas besi panas itu.&#8217; Maka mereka tidak bisa mendakinya dan mereka tidak bisa (pula) melubanginya. Dzulqarnain berkata: `Ini (dinding) adalah rahmat dari RABB Ku, maka apabila sudah datang janji RABB Ku DIA akan menjadikannya hancur luluh; dan janji RABB Ku itu adalah benar&#8217;.&#8221; (Al-Kahfi: 92-98)</p>
<p>Sesungguhnya ya&#8217;juj dan ma&#8217;juj adalah sebuah bangsa besar yang akan membuat kekacauan serta kerusakan di muka bumi telah ditakdirkan ALLAAH SWT sebagai salah satu penanda kiamat besar. Siapakah dan bagaimanakah mereka? Kata ya&#8217;juj dan ma juj berasal dari kata ajja atau ajij dalam wazan Yaf&#8217;ul; kata ajij artinya nyala api. Tetapi kata ajja berarti pula asra&#8217;a, maknanya berjalan cepat. Itulah makna yang tertera dalam kamus Lisanul-&#8217;Arab. ya&#8217;juj wa-ma&#8217;juj dapat pula diibaratkan sebagai api menyala dan air bergelombang, karena hebatnya gerakan. Daripada itu maka mereka adalah dari golongan jin terdahulu yang juga tercipta dari api, yang mana mereka telah berhasil menguasai saints dengan sangat melampaui apa yang telah ditemukan insane zaman sekaran sekalipun. Keberadan orang tempo dulu yang memiliki kemampuan saints telah digambarkan oleh ALLAAH dengan sangat jelas sebagaimana berikut ini :</p>
<p>Dan berapa banyak telah KAMI binasakan umat-umat sebelum mereka. Adakah kamu melihat seorangpun dari mereka atau kamu dengar suara mereka yang samar-samar? (QS. 19:98)</p>
<p>berapa banyak telah KAMI binasakan umat-umat sebelum mereka, sedang mereka adalah lebih bagus alat rumah tangganya dan lebih sedap dipandang mata. (QS. 19:74)</p>
<p>Dan apakah tidak menjadi petunjuk bagi mereka, berapa banyak umat-umat sebelum mereka yang telah KAMI binasakan sedangkan mereka sendiri berjalan di tempat-tempat kediaman mereka itu. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan RABB). Maka apakah mereka tidak mendengarkan (memperhatikan) ? (QS. 32:26)</p>
<p>Dan berapa banyak telah KAMI binasakan umat-umat sebelum mereka YANG mereka itu lebih besar kekuatannya daripada mereka ini, maka mereka telah pernah menjelajah di beberapa negeri. Adakah (mereka) mendapat tempat lari (dari kebinasaan)? (QS. 50:36)</p>
<p>Dan apakah mereka tidak mengadakan perjalanan di muka bumi, lalu memperhatikan betapa kesudahan orang-orang yang sebelum mereka. Mereka itu adalah lebih hebat kekuatannya daripada mereka dan (lebih banyak) bekas-bekas mereka di muka bumi, maka ALLAAH mengazab mereka disebabkan dosa-dosa mereka. Dan mereka tidak mempunyai seorang pelindung dari azab ALLAAH. (QS. 40:21)</p>
<p>Maka apakah mereka tiada mengadakan perjalanan di muka bumi lalu memperhatikan betapa kesudahan orang-orang yang sebelum mereka. Adalah orang-orang sebelum mereka itu lebih hebat kekuatannya dan (lebih banyak) bekas-bekas mereka di muka bumi, maka apa yang mereka usahakan itu tidak dapat menolong mereka. (QS. 40:82)</p>
<p>Dan apakah mereka tidak mengadakan perjalanan di muka bumi dan memperhatikan bagaimana akibat (yang diderita) oleh orang-orang yang sebelum mereka? Orang-orang itu adalah lebih kuat dari mereka (sendiri) dan telah mengolah bumi (tanah) serta memakmurkannya lebih banyak dari apa yang telah mereka makmurkan. Dan telah datang kepada mereka rasul-rasul mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata. Maka ALLAAH sekali-kali tidak berlaku zalim kepada mereka, akan tetapi merekalah yang berlaku zalim kepada diri sendiri. (QS. 30:9)</p>
<p>Maka apakah mereka tidak mengadakan perjalanan di muka bumi sehingga mereka dapat memperhatikan bagaimana kesudahan orang-orang yang sebelum mereka; ALLAAH telah menimpakan kebinasaan atas mereka dan orang-orang kafir akan menerima (akibat-akibat) seperti itu. (QS. 47:10)</p>
<p>Dengan menggunakan piring terbang atau ufo, ya;juj dan ma;juj akan turun dari galaksi luar menyerang bumi ini, dalilnya : dalam Al-Qur&#8217;an surat Al-Anbiya&#8217; ayat 96-97:</p>
<p>Hingga apabila dibukakan (dinding) ya&#8217;juj dan ma&#8217;juj, dan mereka turun dengan cepat dari seluruh tempat yang tinggi. Dan telah dekatlah datangnya janji yang benar (hari berbangkit), maka tiba-tiba terbelalaklah mata orang-orang yang kafir. (Mereka berkata): &#8220;Aduhai, celakalah kami, sesungguhnya kami dalam kelalaian tentang ini, bahkan kami adalah orang-orang yang dzalim.&#8221;</p>
<p>Alat transportasi piring terbang inilah yang pernah digunakan oleh Dzulqarnain dan juga oleh Nabi Sulaiman setelah para Jin membuatkan baginya kendaran yang dapat berjalan dengan cepatnya, dalilnya :</p>
<p>Dan KAMI (tundukkan) angin bagi Sulaiman, yang perjalanannya di waktu pagi sama dengan perjalanan sebulan dan perjalanannya di waktu sore sama dengan perjalanan sebulan (pula) dan KAMI alirkan cairan tembaga bagiNya. Dan sebahagian dari jin ada yang bekerja di hadapanNya (di bawah kekuasaannya) dengan izin RABB Nya. Dan siapa yang menyimpang di antara mereka dari perintah KAMI, KAMI rasakan kepadanya azab neraka yang apinya menyala-nyala. Para jin itu membuat untuk Sulaiman apa yang dikehendakinya dari gedung-gedung yang tinggi dan patung-patung dan piring-piring yang (besarnya) seperti kolam dan periuk yang tetap (berada di atas tungku). Bekerjalah hai keluarga Daud untuk bersyukur (kepada ALLAAH). Dan sedikit sekali dari hamba-hambaKU yang berterima kasih. ( QS Saba&#8217; :12-13)</p>
<p>Sesungguhnya tujuan utama ya&#8217;juj ma&#8217;juj adalah menguasai sumber air dibumi, yang dengan air itulah mereka akan membuat senjata pemusnah missal melalui penguraian oksigen-hidrogen. Dijelaskan sebagai berikut :</p>
<p>Diriwayatkan dari An-Nawwas Ibni Sam&#8217;an radhiyaLLAAHU `anhu dalam hadits yang panjang. Di antaranya sebagai berikut:</p>
<p>Ketika ALLAAH SWT mewahyukan kepada Isa `alaihissalam: Sesungguhnya AKU mengeluarkan hamba-hamba- KU yang tidak ada kemampuan bagi seorang pun untuk memeranginya. Maka biarkanlah mereka hamba-hamba- KU menuju Thuur. Lalu ALLAAH keluarkan Ya&#8217;juj dan Ma&#8217;juj dan mereka mengalir dari tiap-tiap tempat yang tinggi. Kemudian mereka melewati danau Thabariyah1, dan meminum seluruh air yang ada padanya. Hingga ketika barisan paling belakang mereka sampai di danau tersebut mereka berkata: &#8220;Sungguh dahulu di sini masih ada airnya.&#8221; Ketika itu terkepunglah Nabiyullah Isa `alaihissalam dan para sahabatNya. Hingga kepala sapi ketika itu lebih berharga untuk mereka daripada seratus dinar kalian sekarang ini. Maka Isa dan para sahabatnya berharap (berdoa) kepada ALLAAH. Maka ALLAAH SWT pun mengirim sejenis ulat yang menyerang leher mereka. Maka pagi harinya mereka seluruhnya binasa menjadi bangkai-bangkai dalam waktu yang hampir bersamaan. Kemudian turunlah (dari gunung Thuur) Nabi Isa dan para sahabatnya, maka tidak didapati satu jengkal pun tempat kecuali dipenuhi oleh bangkai dan bau busuk mereka. Maka Nabi Isa `alaihissalam pun berharap (berdoa) kepada ALLAAH. Maka DIA mengirimkan burung-burung yang lehernya seperti unta, membawa bangkai-bangkai mereka dan kemudian dilemparkan di tempat yang ALLAAH kehendaki2. Kemudian ALLAAH kirimkan hujan yang tidak menyisakan satu pun rumah maupun kemah, lalu membasahi bumi hingga menjadi licin. Kemudian dikatakan kepada bumi itu: `Tumbuhkanlah buah-buahanmu dan kembalilah berkahmu&#8230;&#8221; (HR. Muslim)</p>
<p>Di dalam beberapa hadits tentang tanda-tanda hari kiamat kubra, disebutkan ada sepuluh tanda hari kiamat. Di antaranya adalah keluarnya ya`juj dan ma`juj.</p>
<p>Berita tentang keluarnya ya`juj dan ma`juj bukan hanya mutawatir, bahkan disebutkan dalam Al-Qur&#8217;an surat Al-Anbiya&#8217; ayat 96-97:</p>
<p>&#8220;Hingga apabila dibukakan (dinding) ya&#8217;juj dan ma&#8217;juj, dan mereka turun dengan cepat dari seluruh tempat yang tinggi. Dan telah dekatlah datangnya janji yang benar (hari berbangkit), maka tiba-tiba terbelalaklah mata orang-orang yang kafir. (Mereka berkata): &#8220;Aduhai, celakalah kami, sesungguhnya kami dalam kelalaian tentang ini, bahkan kami adalah orang-orang yang dzalim.&#8221;</p>
<p>Demikian pula disebutkan dalam surat Al-Kahfi ayat 94:</p>
<p>&#8220;Wahai Dzulqarnain, sesungguhnya ya`juj wa ma`juj merusak di muka bumi, kami akan siapkan imbalan yang besar agar kiranya engkau membuatkan benteng antara kami dengan mereka.&#8221;</p>
<p>Adapun kalimat yang menunjukkan bahwa runtuhnya benteng Dzulqarnain dan keluarnya ya`juj wa ma`juj sebagai tanda dekatnya hari kiamat adalah ucapan ALLAAH SWT pada ayat ke-98:</p>
<p>&#8220;Ini adalah rahmat dari RABB Ku, maka apabila sudah datang janji RABB Ku, DIA akan menjadikannya hancur luluh…..&#8221;</p>
<p>adalah juga yang diriwayatkan dalam Shahih Bukhari dalam Kitabul Anbiya&#8217; bab Qishah ya&#8217;juj dan ma&#8217;juj, dari Abu Sa&#8217;id Al-Khudri radhiyaLLAAHU `anhu, bahwa Nabi SAW bersabda:</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>ALLAH SWT berKalam kepada Adam: &#8220;Wahai Adam.&#8221; Maka Adam menjawab: &#8220;LabbaikKA wa sa&#8217;daika wal khairu fi yadaika (Aku sambut panggilan-MUdengan senang hati dan kebaikan semuanya di tangan-MU).&#8221; Kemudian ALLAAH SWT berKalam : &#8220;Keluarkan utusan (penghuni) neraka.&#8221; Maka Adam bertanya: &#8220;Apa itu utusan (penghuni) neraka?&#8221; ALLAAH berKalam: &#8220;Mereka dari setiap seribu orang, sembilan ratus sembilan puluh sembilan orang!&#8221; Maka ketika itu anak kecil menjadi beruban, setiap yang hamil melahirkan apa yang dikandungnya, dan kamu lihat orang-orang seakan-akan mabuk padahal mereka tidak mabuk, tetapi karena adzab ALLAAH SWT yang sangat keras. Kemudian para shahabat bertanya: &#8220;Siapa satu yang selamat dari kita itu, wahai RasuluLLAAH? &#8221; Rasulullah menjawab: &#8220;Bergembiralah, sesungguhnya penghuni neraka itu dari kalian satu dan dari ya&#8217;juj dan ma&#8217;juj seribu….&#8221; (HR. Al Bukhari dengan Fathul Bari, juz 6 hal. 382)</p>
<p>Sifat-sifat ya`juj dan ma`juj yang memiliki kelebihan dalam hal ilmu saints Disebutkan dalam riwayat Al-Imam Ahmad dari Ibnu Harmalah, dari bibinya, Dia berkata:</p>
<p>RasuluLLAAH SAW berkhutbah dalam keadaan jarinya terbalut karena tersengat kalajengking. Beliau bersabda: &#8220;Kalian mengatakan tidak ada musuh. Padahal sesungguhnya kalian akan terus memerangi musuh sampai datangnya ya&#8217;juj dan ma&#8217;juj, lebar mukanya, kecil (sipit) matanya, dan ada warna putih di rambut atas. mereka mengalir dari tempat-tempat yang tinggi, seakan-akan wajah-wajah mereka seperti perisai.&#8221; (HR. Ahmad)</p>
<p>ALLAAH berKalam:</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Kemudian dia menempuh suatu jalan (yang lain lagi). Hingga apabila dia telah sampai di antara dua buah gunung, dia mendapati di hadapan keduanya, suatu kaum yang hampir tidak mengerti pembicaraan. Mereka berkata: `Hai Dzulqarnain, sesungguhnya ya`juj dan ma`juj itu orang-orang yang membuat kerusakan di muka bumi, maka dapatkah kami memberikan suatu pembayaran kepadamu, supaya kamu membuat dinding antara kami dan mereka?&#8217; Dzulqarnain berkata: `Apa yang telah dikuasakan oleh RABB Ku kepadaKu terhadapnya adalah lebih baik, maka tolonglah Aku dengan kekuatan (insan dan alat-alat), agar aku membuatkan dinding antara kamu dan mereka, berilah Aku potongan-potongan besi.&#8217; Hingga apabila besi itu telah sama rata dengan kedua (puncak) gunung itu, berkatalah Dzulqarnain: `Tiuplah (api itu).&#8217; Hingga apabila besi itu sudah menjadi (merah seperti) api, Diapun berkata: `Berilah Aku tembaga (yang mendidih) agar Kutuangkan ke atas besi panas itu.&#8217; Maka mereka tidak bisa mendakinya dan mereka tidak bisa (pula) melubanginya. Dzulqarnain berkata: `Ini (dinding) adalah rahmat dari RABB Ku, maka apabila sudah datang janji RABB Ku DIA akan menjadikannya hancur luluh; dan janji RABB Ku itu adalah benar&#8217;.&#8221; (Al-Kahfi: 92-98)</p>
<p>Adapun ya`juj dan ma`juj ketika keluar tidaklah melewati sesuatu kecuali dirusaknya. Tidaklah melewati danau kecuali meminumnya hingga habis. Tidaklah mendapati manusia kecuali dibunuhnya sampai ketika mereka merasa menang membantai seluruh penduduk bumi, mereka menantang penduduk langit. Inilah kesombongan yang luar biasa dari ya`juj wa ma`juj.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Kemudian mereka berjalan dan berakhir di gunung Khumar, yaitu salah satu gunung di Baitul Maqdis. Kemudian mereka berkata: &#8220;kita telah membantai penduduk bumi, mari kita membantai penduduk langit.&#8221; Maka mereka melemparkan panah-panah dan tombak-tombak mereka ke langit. Maka ALLAAH SWT kembalikan panah dan tombak-tombak mereka dalam keadaan berlumuran darah.&#8221; (HR. Muslim dalam kitab Al-Fitan wa Asyrathus Sa&#8217;ah)</p>
<p>Binasanya ya&#8217;juj dan ma&#8217;juj dengan doa Nabi Isa `Alaihissalam Diriwayatkan dari An-Nawwas Ibni Sam&#8217;an radhiyaLLAAHU `anhu dalam hadits yang panjang. Di antaranya sebagai berikut:</p>
<p>إKetika ALLAAH SWT mewahyukan kepada Isa `alaihissalam: Sesungguhnya AKU mengeluarkan hamba-hamba- KU yang tidak ada kemampuan bagi seorang pun untuk memeranginya. Maka biarkanlah mereka hamba-hamba- KU menuju Thuur. Lalu ALLAAH keluarkan Ya&#8217;juj dan Ma&#8217;juj dan mereka mengalir dari tiap-tiap tempat yang tinggi. Kemudian mereka melewati danau Thabariyah1, dan meminum seluruh air yang ada padanya. Hingga ketika barisan paling belakang mereka sampai di danau tersebut mereka berkata: &#8220;Sungguh dahulu di sini masih ada airnya.&#8221; Ketika itu terkepunglah Nabiyullah Isa `alaihissalam dan para sahabatNya. Hingga kepala sapi ketika itu lebih berharga untuk mereka daripada seratus dinar kalian sekarang ini. Maka Isa dan para sahabatnya berharap (berdoa) kepada ALLAAH. Maka ALLAAH SWT pun mengirim sejenis ulat yang menyerang leher mereka. Maka pagi harinya mereka seluruhnya binasa menjadi bangkai-bangkai dalam waktu yang hampir bersamaan. Kemudian turunlah (dari gunung Thuur) Nabi Isa dan para sahabatnya, maka tidak didapati satu jengkal pun tempat kecuali dipenuhi oleh bangkai dan bau busuk mereka. Maka Nabi Isa `alaihissalam pun berharap (berdoa) kepada ALLAAH. Maka DIA mengirimkan burung-burung yang lehernya seperti unta, membawa bangkai-bangkai mereka dan kemudian dilemparkan di tempat yang ALLAAH kehendaki2. Kemudian ALLAAH kirimkan hujan yang tidak menyisakan satu pun rumah maupun kemah, lalu membasahi bumi hingga menjadi licin. Kemudian dikatakan kepada bumi itu: `Tumbuhkanlah buah-buahanmu dan kembalilah berkahmu&#8230;&#8221; (HR. Muslim)</p>
<p>Wajib Beriman dengan berita ya`juj wa ma`juj karena berita tentang ya`juj wa ma`juj adalah berita dari ALLAAH dan Rasul-NYA, sehingga seorang Muslim yang beriman wajib menerimanya. Bukankah ciri-ciri orang yang bertakwa adalah beriman kepada hal ghaib yang dikabarkan oleh ALLAAH dan RasulNYA ? Dan termasuk hal yang ghaib adalah apa yang akan terjadi pada akhir zaman . Namun sebagian kaum muslimin, khususnya kaum mu&#8217;tazilah dan para rasionalis atau orang-orang yang terpengaruh oleh mereka, menolak berita-berita hadits yang -menurut anggapan mereka- tidak masuk akal. mereka menganggap hadits-hadits tersebut hanya akan membuat orang lari dari Islam.</p>
<p>Ketika mereka mendengarkan hadits-hadits tentang diangkatnya Nabi Isa `alaihissalam dalam keadaan hidup, akan turunnya beliau pada akhir zaman, berita tentang dajjal -yang sudah ada wujudnya dalam keadaan terbelenggu- atau tentang ya`juj wa ma`juj yang masih beranak-pinak dan terus menerus berupaya untuk keluar dari benteng yang dibuat oleh Dzulqarnain, dan lain-lainnya. Mereka benar-benar gelisah, panas dadanya seraya berkata: &#8220;Untuk apa hadits-hadits seperti ini disampaikan. Hadits-hadits ini akan menjadikan manusia semakin jauh dari Islam.&#8221; mereka melontarkan olok-olok, celaan, dan berbagai macam ucapan penolakan terhadap hadits-hadits tersebut. Keadaan mereka ini persis seperti yang dikatakan oleh para ulama tentang ahlul bid&#8217;ah:</p>
<p>Ahmad bin Sinan Al-Qaththan berkata: &#8220;Tidak ada di dunia ini seorang mubtadi&#8217; (ahli bid&#8217;ah) pun kecuali akan membenci ahlil hadits. Jika seseorang mengada-adakan kebid&#8217;ahan niscaya akan dicabut kelezatan hadits dari hatinya.&#8221; (Aqidatussalaf wa Ashhabul Hadits hal. 300)</p>
<p>Abu Nashr bin Sallam Al-Faqih berkata: &#8220;Tidak ada sesuatu yang lebih berat dan lebih dibenci bagi orang-orang mulhid (sesat) daripada mendengarkan hadits dengan riwayat dan sanadnya.&#8221; (Aqidatus Salaf Ashhabil Hadits hal. 302)</p>
<p>Al-Imam Ahmad bin Hambal menyatakan: &#8220;Barangsiapa yang menolak hadits Nabi , maka dia berada di pinggir jurang kehancuran.&#8221; (Thabaqat Al-Hanabilah, 2/11 dan Al-Ibanah, 1/269; lihat Ta&#8217;zhimus Sunnah hal. 29)</p>
<p>Al-Imam Al-Barbahari menegaskan: &#8220;Jika engkau mendengar seseorang mencela riwayat-riwayat (yakni riwayat hadits yang shahih), menolaknya atau menginginkan selainnya, maka curigailah keIslamannya dan jangan ragu kalau dia adalah pengekor hawa nafsu, ahlul bid&#8217;ah.&#8221; (Syarhus Sunnah hal. 51)</p>
<p>Abul Qashim Al-Ashbahani menerangkan: Ahlus Sunnah dari kalangan salaf berkata: &#8220;Barangsiapa mencerca riwayat-riwayat hadits, maka sepantasnya untuk dituduh keIslamannya. &#8221; (Al-Hujjah fi Bayanil Mahajjah 2/248. Lihat Ta&#8217;zhimus Sunnah, hal. 29)</p>
<p>Al-Imam Az-Zuhri –imamnya para imam pada zamannya- berkata: &#8220;Dari ALLAAH keterangannya, RasuluLLAAH SAW yang menyampaikannya, maka kewajiban kita adalah menerimanya. &#8221; (Aqidatus Salaf Ashhabil Hadits, hal. 249)</p>
<p>Beliau berkata juga: &#8220;Diriwayatkan dari salaf bahwa kaki Islam tidak akan kokoh, kecuali di atas fondasi at-taslim (yakni menerima dan tunduk pada seluruh ucapan ALLAAH dan RasulNYA, pent.).&#8221; (Aqidatus Salaf Ashhabul Hadits hal. 200).</p>
<p>Dan berapa banyak telah KAMI binasakan umat-umat sebelum mereka. Adakah kamu melihat seorangpun dari mereka atau kamu dengar suara mereka yang samar-samar? (QS. 19:98)</p>
<p>berapa banyak telah KAMI binasakan umat-umat sebelum mereka, sedang mereka adalah lebih bagus alat rumah tangganya dan lebih sedap dipandang mata. (QS. 19:74)</p>
<p>Kembali saya mengutarakan ayat ini demi mengungkap apa yang sebenarnya belum dapat terungkap secara jelas. Yang saya maksudkan disini adalah mahkluk zaman dulu yang telah memiliki teknologi super canggih. Namun karena keberadaan kita sat ini yang serba terbatas atau terbentur pada suatu sisi yang menutup kita, maka keberadaan mereka ini tak lebih hanya sebagai &#8220;mahluk yang terlupakan&#8221;. Dan mahkluk ini memilki klebihan peralatan rumah tangga yang lebih bagus dibanding insan pada saat ini.. Adapun dulu mereka telah ALLAAH binasakan karena telah membuat kerusakan dibumi dengan berperang antar sesamanya dengan menggunakan tekhnologi tersebut, sehingga musnahlah juga mahkluk mahkluk purba diakibatkan pertempuran itu. Hal ini dapat dilihat dari surat berikut ini :</p>
<p>Ingatlah ketika RABB Mu berKalam kepada para Malaikat: &#8220;Sesungguhnya AKU hendak menjadikan seorang Khalifah di muka bumi.&#8221; Mereka berkata: &#8220;Mengapa ENGKAU hendak menjadikan (Khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal Kami senantiasa bertasbih dengan memuji ENGKAU dan mensucikan ENGKAU?&#8221; KalamNYA: &#8220;Sesungguhnya AKU mengetahui apa yang tidak Kamu ketahui.&#8221; (QS al Baqarah : 30)</p>
<p>Ayat tersebut diatas adalah dialog ALLAAH dengan para Malaikat ketika DIA hendak menciptakan Nabi Adam. Khalifah berarti yang menggantikan, maka berarti Nabi Adam menggantikan mahkluk yang sebelumnya, yang telah merusak bumi ini dengan kerusakan yang besar berat dan membahayakan. Peperangan antar kelompok dengan menggunakan tekhnologi tersebut membuat bumi ini rusaka ketika itu, dari yang sebelumnya, mereka telah berhasil membangun peradaban tekhnologi yang tinggi di bumi ini pula, Nash menjelaskan :</p>
<p>Dan apakah mereka tidak mengadakan perjalanan di muka bumi dan memperhatikan bagaimana akibat (yang diderita) oleh orang-orang yang sebelum mereka? Orang-orang itu adalah lebih kuat dari mereka (sendiri) dan telah mengolah bumi (tanah) serta memakmurkannya lebih banyak dari apa yang telah mereka makmurkan. Dan telah datang kepada mereka Rasul-Rasul mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata. Maka ALLAAH sekali-kali tidak berlaku zalim kepada mereka, akan tetapi merekalah yang berlaku zalim kepada diri sendiri. (QS. 30:9)</p>
<p>Hal ini terlihat dari sisa sisa penambangan nuklir zaman dahulu kala. Yakni yang dikenal orang sebagai Reaktor Nuklir Berusia 2 Milyar Tahun di Oklo, Republik Gabon tahun 1972, sebuah perusahaan (perancis) yang mereka mengimpor biji mineral uranium dari oklo, republik gabon untuk diolah. Ternyata mereka sangat terkejut dengan fakta penemuan di lokasi tersebut, karena biji uranium impor tersebut ternyata dulu kala sudah pernah diolah dan dimanfaatkan sebelumnya serta yang uraniumnya dengan limbah reaktor nuklirnya hampir sama. Penemuan ini sangat memikat para ilmuwan yang datang ke situ untuk suatu penelitian, dari hasil riset yang mereka lakukan menunjukkan adanya sebuah reaktor nuklir berskala besar pada masa prasejarah, dengan kapasitas kurang lebih 500 ton biji uranium yang terdapat di enam wilayah, diduga dari proyek tersebut dapat dihasilkan tenaga sebesar 100 ribu watt suatu hasil yang sangat mengejutkan bukan???</p>
<p>Keberadaan sisa tambang reaktor nuklir tersebut sangat terpelihara dengan baik, dengan system lay-out yang sangat cerdas, dan telah beroperasi selama 500 ribu tahun lamanya. Beberapa hal yang membuat mereka lebih tercengang lagi bahwasanya limbah penambangan reaktor nuklir yang dibatasi itu, tidak tersebarluas atau merembes keluar di dalam areal yang kira kira berjarak 40 meter dari sekitar pertambangan. Itu semua menjadi bukti bahwasanya peradaban zaman prasejarah sudah tahu cara memanfaatkan topografi alami untuk mengalokasikan limbah nuklir secara aman hingga tak merusak lingkungan. Menurut beberapa penelitian………bahwasanya tambang uranium di oklo itu kira-kira dibangun dua miliar tahun yang lalu, Mensikapi hasil riset yang telah dilakukan secara detail dan teliti maka para ilmuwan mengakui bahwa inilah sebuah reaktor nuklir kuno, dengan kata lain bahwa reaktor nuklir ini merupakan produk masa peradaban umat orang tempo dulu yang secara struktural dan system kerjanya sangat rapi sekali .</p>
<p>Hal yang patut kita renungkan secara mendalam pada saat ini bagaimanakah orang zaman prasejarah tersebut telah berhasil mengolah ini sedemikian rupa ??????</p>
<p>Nash dibawah inilah yang menegaskan, bahwa mereka orang zaman dulu telah berhasil lebih banyak dalam memahami ilmu saints dan tekhnologi, Nash menjelaskan:</p>
<p>Dan apakah mereka tidak mengadakan perjalanan di muka bumi dan memperhatikan bagaimana akibat (yang diderita) oleh orang-orang yang sebelum mereka? Orang-orang itu adalah lebih kuat dari mereka (sendiri) dan telah mengolah bumi (tanah) serta memakmurkannya lebih banyak dari apa yang telah mereka makmurkan. Dan telah datang kepada mereka Rasul-Rasul mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata. Maka ALLAAH sekali-kali tidak berlaku zalim kepada mereka, akan tetapi merekalah yang berlaku zalim kepada diri sendiri. (QS. 30:9)</p>
<p>Saya akan membuat ilustrasi tentang peperangan masa lalu yang saya fahami dari kisah peperangan mahabrata, yang saya yakini itu adalah perang angkasa terbesar. Di dalam Epos Mahabarata dikisahkan bahwa Arjuna dengan gagah berani duduk dalam Weimana/vimana yang saya anggap itu adalah mesin perang angkasa yang mampu mendarat di tengah air, dia menembakkan rudal yang disebut Gendewa, yang memiliki nyala api yang luar biasa yang bereaksi diwilayah lawan, bumi bergetar hebat, asap tebal membumbung tinggi sampai ke langit, dalam detik itu juga akibat kekuatan ledakan yang ditimbulkan dengan segera menghancurkan dan menghanguskan semua apa saja yang ada disitu. Merujuk pada Dranaparva yang merupakan sebagian dari epiks Mahabarata dan Ramayana, Vimana digambarkan berbentuk seperti sebuah bentuk bujur dan mempunyai kecepatan yang hebat seperti angin kuat, yang dihasilkan oleh bahan merkuri dimana dia bergerak seperti sebuah ufo, ke atas dan ke bawah, ke belakang dan ke depan seperti yang diinginkan pilot. Di dalam satu lagi sumber India lain yaitu Samaranganasutradha ra telah menjelaskan bagaimana kenderaan ini dibentuk. Dan hal ini sangat bersesuaian dengan Nash berikut ini :</p>
<p>Dan (telah KAMI tundukkan) untuk Sulaiman angin yang sangat kencang tiupannya yang berhembus dengan perintahnya ke negeri yang kami telah memberkatinya. Dan adalah KAMI MAHA MENGETAHUI segala sesuatu. ( QS 21 : 81 )</p>
<p>Sesungguhnya KAMI telah memberi kekuasaan kepadaNya (Dzulqarnain) di (muka) bumi, dan KAMI telah memberikan kepadaNya jalan (untuk mencapai) segala sesuatu, ( QS 18 : 84 )</p>
<p>Dan KAMI (tundukkan) angin bagi Sulaiman, yang perjalanannya di waktu pagi sama dengan perjalanan sebulan dan perjalanannya di waktu sore sama dengan perjalanan sebulan (pula) dan KAMI alirkan cairan tembaga bagiNya. Dan sebahagian dari jin ada yang bekerja di hadapanNya (di bawah kekuasaannya) dengan izin RABB Nya. Dan siapa yang menyimpang di antara mereka dari perintah KAMI, KAMI rasakan kepadanya azab neraka yang apinya menyala-nyala. Para jin itu membuat untuk Sulaiman apa yang dikehendakinya dari gedung-gedung yang tinggi dan patung-patung dan piring-piring yang (besarnya) seperti kolam dan periuk yang tetap (berada di atas tungku). Bekerjalah hai keluarga Daud untuk bersyukur (kepada ALLAAH). Dan sedikit sekali dari hamba-hambaKU yang berterima kasih. ( QS Saba&#8217; :12-13)</p>
<p>Itulah ufo yang dibuatkan oleh para jin bagi Nabi Sulaiman, sebagaimana yang dimaksud dengan ayat diatas, karena memang para jin sebagai mahkluk terdahulu sebelum Nabi `Adam diciptakan sebagai Khalifah ( Pengganti ), mereka telah berhasil menjelajahi beberapa tempat diluar angkasa, dan mereka pernah juga ditemui oleh panah-panah api seperti yang digunakan oleh arjuna, dijelaskan sebagai berikut :</p>
<p>&#8221; dan sesungguhnya kami (para jin ) telah mencoba mengetahui (rahasia) langit, maka kami mendapatinya penuh dengan penjagaan yang kuat dan panah-panah api, dan sesungguhnya kami dahulu dapat menduduki beberapa tempat di langit itu untuk mendengar-dengarkan (berita-beritanya) . Tetapi sekarang barangsiapa yang (mencoba) mendengar-dengarkan (seperti itu) tentu akan menjumpai panah api yang mengintai (untuk membakarnya) .&#8221; ( QS 72 : 8-9 )</p>
<p>Sesungguhnya kemampuan atau kemungkinan terbang ke angkasa luar telah dijelaskan oleh Al Qur&#8217;an sebagai berikut ini :</p>
<p>Hai jama&#8217;ah jin dan insan, jika kamu sanggup menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi, maka lintasilah, kamu tidak dapat menembusnya kecuali dengan kekuatan ( QS 55 : 33 )</p>
<p>Didalam beberapa peninggalan kuno dijelaskan betapa dulu pernah terjadi peperangan antar kaum yang bertekhnologi tinggi, itulah perang bintang atau yang dimaksud dengan starwars. Saya berkenan membawakan artikel yang saya dapatkan dari situs `fakta unik` di internet yang ditulis pada minggu 26 Feb 2006 23:00:24 -0800, dan saya membiarkannya begitu saja sesuai dengan tulisan aslinya, saya sangat berterimakasih kepada sang penulis artikel ini.</p>
<p>Banyak para penyelidik UFO ingin mengetahui suatu fakta penting. Ketika UFO disebut sebagai kendaraan milik makhluk asing, atau mungkin asalnya dari tentera kerajaan, muncul satu lagi kemungkinan yang mungkin tentang UFO yaitu benda itu berasal dari India dan Atlantis Kuno.Apa yang kita ketahui tentang pesawat terbang orang India kuno datangnya daripada sumber-sumber India kuno yang mencakup penulisan teks yang datangnya dari turun-temurun.</p>
<p>Tanpa banyak prasangka bisa kita katakan bahwa kebanyakan teks ini adalah sah dan asli melihat sebagian besar belum lagi diterjemahkan dari bahasa Sanskrit lama.Maharaja India Ashoka telah mendirikan sebuah organisasi &#8220;Sembilan Lelaki Misterius&#8221; yang merupakan para ilmuwan terkenal India yang dikatakan mengkatalogkan berbagai jenis sumber-sumber sains.</p>
<p>Ashoka telah merahasiakan kerja-kerja mereka semua karena beliau merasa bahwa penemuan ilmiah yang terbaru itu akan terpasung dari sumber India kuno itu sendiri dan justru yang akan disalahgunakan bagi tujuan peperangan yang kejam yang mana tidak diinginkan oleh Ashoka sendiri.&#8221;Sembilan lelaki misteri&#8221; telah menulis sembilan buah buku yang saling berkaitan antara satu sama lain. Buku bertajuk &#8220;Rahasia Rahasia Gravitasi&#8221; amat dikenali di kalangan sejarawan tetapi tidak dianggap oleh mereka sebagai sesuatu yang berkaitan dengan gravitasi bumi.</p>
<p>Ia dianggap masih ada, tersimpan di dalam sebuah perpustakaan rahasia di India, Tibet, atau di mana-mana (mungkin juga berada di sekitar Amerika Utara).Hanya beberapa tahun silam, rakyat China telah menemui beberapa buah dokumen sanskrit di Lhasa, Tibet serta telah membawanya ke Universitas Chandrigargh untuk diterjemahkan. Dr. Ruth Reyna dari Universitas itu menjelaskan bahwa dukumen itu mengandung petunjuk untuk membuat pesawat luar angkasa!Cara- cara pembuatan mereka, katanya, adalah anti-gravitasi dan berasaskan kepada satu sistem analog yaitu &#8220;laghima&#8221;, satu sumber tenaga yang tidak diketahui oleh manusia modern. Menurut ahli Yoga Hindu, &#8220;laghima&#8221; ini menjadikan seseorang itu mempunyai kemampuan untuk terbang. Dr.Reyna menjelaskan bahwa pada papan mesin ini yang dikenali sebagai &#8220;Astras&#8221;, dikatakan telah digunakan oleh masyarakat India kuno untuk membawa satu rombongan manusia ke planet lain, sesuai yang tertera pada dokumen tersebut, yang mana dikatakan telah berusia beribu-ribu tahun. Manuskrip itu juga dikatakan telah memaparkan rahasia &#8220;antima&#8221; (cara-cara untuk menjadi menghilang) dan &#8220;gerima&#8221; (bagaimana untuk menjadi seberat gunung). Pada mulanya para ilmuwan India tidak begitu serius dengan kandungan manuskrip tersebut tetapi kemudian mereka menyedari akan hakikat bernilainya manuskrip tersebut apabila negara China mengumumkan bahawa mereka akan memasukkan bagian tertentu dari data manuskrip tersebut ke dalam program kajian angkasa mereka! Ini adalah salah satu contoh pertama kerajaan untuk mengaku membuat kajian tentang anti-gravitasi.</p>
<p>Walaupun manuskrip tersebut memaparkan secara jelas tentang rancangan penjelajahan antar planet dan penjelajahan ke bulan tapi tidak dijelaskan apakah semua perjalananan angkasa itu benar-benar dilakukan. Walau bagaimanapun satu dari epik terkenal India yaitu Ramayana, mempunyai satu cerita terperinci tentang satu penjelajahan ke bulan dengan menggunakan Vimana (atau &#8220;Astra&#8221;). Malah epik Ramayana menceritakan dengan terperinci maklumat satu pertempuran di atas bulan dengan sebuah pesawat &#8220;Asvin&#8221; (atau Atlantean). Ini adalah suatu bukti mengenai anti-gravitasi dan teknologi kapal angkasa telah digunakan oleh masyarakat kuno India. Untuk benar-benar memahami teknologi tersebut, kita harus meninjau kembali ke masa lampau, ke Kerajaan Rama di India Utara dan Pakistan yang terbentuk pada masa sekitar 15.000 tahun silam. Pada masa itu disebutkan bahwa telah muncul kota-kota canggih yang segala sesuatunya teratur secara sistematis mulai dari penataan lanscape sampai saluran air. Bukti keberadaan Rama masih dapat ditemukan di padang pasir Pakistan utara dan India barat. Rama diperkirakan hidup sejaman dengan bangsa di Benua Atlantis.Tujuh buah kota besar yang teragung dalam Kerajaan Rama yang terkenal dengan nama &#8220;Tujuh Kota-Kota Rishi&#8221; dalam teks klasik Hindu.</p>
<p>Menurut penjelasan teks India kuno, masyarakat ketika itu mempunyai mesin terbang yang dipanggil sebagai &#8220;Vimanas!&#8221;Epiks India kuno telah menjelaskan sebuah Vimana sebagai satu pesawat yang mempunyai dua dek dan berbentuk bulatan dengan terdapatnya lubang pada bahagian bawah pesawat dan menara pada bagian atasnya.</p>
<p>Berdasarkan kepada keterangan tersebut kita mungkin akan mengaitkannya dengan piring terbang alias UFO. Vimana dikatakan mempunyai kemampuan untuk terbang dengan kecepatan angin dan mengeluarkan bunyi bermelodi. Terdapat sekurang-kurangnya 4 jenis bagi pesawat Vimana; sebagian berbentuk piring dan yang lain berbentuk silinder panjang (kapal angkasa berbentuk kerucut). Masyarakat India kuno yang menghasilkan kapal sendiri, telah menulis tentang manual penerbangan berbagai jenis Vimanas, yang sebagian besar manuskripnya masih dicari-cari para ilmuwan. Sedangkan bagian manuskrip yang ditemukan malah telah diterjemahkan ke dalam Bahasa Inggris. Samara Sutradara adalah satu karya sastra ilmiah yang berkaitan dengan keberhasilan perjalanan angkasa dengan menggunakan sebuah Vimana. Terdapat 230 puisi berkaitan dengan cara membuat, perjalanan sejauh seribu batu, pendaratan secara normal, kecemasan, dan kisah penerbangan di antara burung-burung! Pada tahun 1875, sebuah kitab berjudul Vaimanika Sastra ditulis oleh ilmuwan bernama ditulis oleh ilmuwan Bhara Dewaji yang menggunakan kitab-kitab yang lebih lama sebagai sumbernya.</p>
<p>Kitab itu ditemui di dalam sebuah kuil di India dan di dalamnya tercantum keterangan-keterang an yang berkaitan dengan cara mengemudikan Vimana, langkah-langkah penyelamatan, penerbangan jauh, dan perlindungan terhadap pesawat dari ancaman badai, kilat, dan petir. Kitab itu menjelaskan bagaimana cara menyerap energi matahari. Vaimanika Sastra (atau Vymaanika-Shaastra) mempunyai delapan peringkat dengan gambar sketsa yang menjelaskan tentang tiga jenis kapal udara, termasuk jenis-jenis yang bisa mudah terbakar atau hancur. Ia juga menerangkan tentang 31 jenis bagian tertentu bagi kenderaan ini dan 16 bahan mentah sebagai sumber energinya yang mana bisa juga menyerap cahaya dan tenaga panas yang sesuai untuk menggerakkan Vimana. Dokumen ini telah diterjemahkan ke dalam Bahasa Inggris dan bisa didapat dengan mengirim surat kepada penerbit Vymaani Dashaastra Aeronotics untuk Maharishi Bharadwaaja. Diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris dan disunting, dicetak dan dikeluarkan oleh En. G.R. Josyer, Mysore, India, 1979. En. Josyer adalah seorang pengarah bagi akademi Tehnik Sanskrit Antar Bangsa, terletak di Mysore.</p>
<p>Memang tiada keraguan bahwa Vimana telah digerakkan oleh sumber energi &#8220;anti-gravitasi&#8221; . Vimana lepas landas secara melintang, dan dikatakan mampu untuk beterbangan di langit seperti sebuah helikopter moden. bharadvajy merujuk bahwa tidak kurang daripada 70 orang pihak pemerintah dan 10 orang pakar penerbangan udara yang terlibat. Sumber energi ini sekarang telah hilang. vimana telah disimpan di sebuah vimana griha, seperti penyangkut, dan dikatakan kadangkala dicat dengan sejenis cat putih kekuningan dan kadangkala dengan sejenis bahan merkuri. Cat putih kekuningan kelihatan mencurigakan seperti gaselin dan mungkin vimana mempunyai hitungan sumber energi yang berlainan termasuk mesin penggerak dan malah mesin jet saraf.</p>
<p>Adalah menarik untuk diketahui bahwa pihak nazi juga telah membuat mesin jet saraf praktikal pertama bagi roket V.8 mereka. Kakitangan hitler dan nazi juga dikatakan berminat dengan india kuno dan tibet sehingga pada awal tahun 30- an telah membawa satu tim ekspedisi ke dua tempat tersebut setiap tahun, sebagai usaha untuk mendapatkan bukti kuat dan tidak mustahil jika dikatakan pihak nazi mungkin memperoleh panduan ilmiah mereka dari dua sumber kuno ini. Merujuk pada dranaparva yang merupakan sebagian dari epiks mahabarata dan ramayana, Vimana digambarkan berbentuk seperti sebuah bentuk bujur dan mempunyai kecepatan yang hebat seperti angin kuat, yang dihasilkan oleh bahan merkuri. Ia bergerak seperti sebuah UFO, ke atas dan ke bawah, ke belakang dan ke depan seperti yang diinginkan pilot. Di dalam satu lagi sumber india lain yaitu samaranganasutradha ra telah menjelaskan bagaimana kenderaan ini dibentuk.</p>
<p>Bagaimana Dzulqarnain berjuang membuat dinding di atmosfer untuk menghadang kedatangan ya&#8217;juj ma&#8217;juj???</p>
<p>Pada zaman dulu ya&#8217;ju ma&#8217;juj dari kalangan jin kafir, sering menginvasi mahkluk bumi, kerusakan terjadi dengan sangat akibat ulah mereka. Beruntun ada pria yang memiliki dua tanduk ( Dzulqarnanin ) yang juga dari kalangan jin tapi Muslim menolong orang bumi ketika itu., Dzulqarnain yang mampu pulang pergi ke planet planet asing berdialog dengan orang bumi itu dengan mengan menggunakan semacam alat penterjemah bahasa, Dijelaskan oleh ayat berikut ini:</p>
<p>&#8220;Kemudian Dia menempuh suatu jalan (yang lain lagi). Hingga apabila Dia telah sampai di antara dua buah gunung, dia mendapati di hadapan keduanya, suatu kaum yang hampir tidak mengerti pembicaraan. Mereka berkata: `Hai Dzulqarnain, sesungguhnya ya`juj dan ma`juj itu orang-orang yang membuat kerusakan di muka bumi, maka dapatkah kami memberikan suatu pembayaran kepadaMu, supaya kamu membuat dinding antara kami dan mereka?&#8217; Dzulqarnain berkata: `Apa yang telah dikuasakan oleh RABB Ku kepadaKu terhadapnya adalah lebih baik, maka tolonglah aku dengan kekuatan (insan dan alat-alat), agar Aku membuatkan dinding antara kamu dan mereka, berilah aku potongan-potongan besi.&#8217; Hingga apabila besi itu telah sama rata dengan kedua (puncak) gunung itu, berkatalah Dzulqarnain: `Tiuplah (api itu).&#8217; Hingga apabila besi itu sudah menjadi (merah seperti) api, Diapun berkata: `Berilah Aku tembaga (yang mendidih) agar Kutuangkan ke atas besi panas itu.&#8217; Maka mereka tidak bisa mendakinya dan mereka tidak bisa (pula) melubanginya. Dzulqarnain berkata: `Ini (dinding) adalah rahmat dari RABB Ku, maka apabila sudah datang janji RABB Ku DIA akan menjadikannya hancur luluh; dan janji RABB Ku itu adalah benar&#8217;.&#8221; (Al-Kahfi: 92-98)</p>
<p>Ariel Anbar, seorang professor di Departemen Kimia dan biokimia dan Sekolah Eksplorasi Bumi dan Antariksa ASU di College of Liberal Arts and Sciences, ia menekankan pada sebuah saran dari koleganya, Professor Roger Buick dari University of Washington, kalau perubahan dalam ketersediaan tembaga dapat mempengaruhi jumlah gas nitrous oksida – `gas tertawa&#8217; – di atmosfer. Gagasan ini berangkat dari fakta kalau tembaga ada dalam pusat rekasi enzim yang dipakai bakteri untuk merubah nitrous oksida menjadi gas nitrogen biasa. Buck mengajukan kalau samudera miskin tembaga akan menjadi atmosfer `gas tertawa&#8217; antara 1,8 hingga 0,7 miliar tahun lalu.&#8221;Ironismya, ini bukan hal yang lucu,&#8221; kata Anbar. &#8220;Nitrous oksida adalah gas rumah kaca yang kuat. Mungkin kelangkaan tembaga yang membuat bumi hangat saat itu.&#8221; Dan mampunya ya&#8217;juj ma&#8217;juj tersebut menembus lapisan atmosfer pada saat itu adalah karena atmosfer telah berlubang karena bentukan gas rumah kaca. Hal itu dijelaskan secara tegas dalam Alquran, bahkan disebutkan dalam Al-Qur&#8217;an surat Al-Anbiya&#8217; ayat 96-97:</p>
<p>Hingga apabila dibukakan (dinding) ya&#8217;juj dan ma&#8217;juj, dan mereka turun dengan cepat dari seluruh tempat yang tinggi. Dan telah dekatlah datangnya janji yang benar (hari berbangkit), maka tiba-tiba terbelalaklah mata orang-orang yang kafir. (Mereka berkata): &#8220;Aduhai, celakalah kami, sesungguhnya kami dalam kelalaian tentang ini, bahkan kami adalah orang-orang yang dzalim.&#8221;</p>
<p>Selain daripada itu keberadaan besi dan tembaga dalam ukuran tertentu, juga diperlukan oleh banyak jenis tanaman. Fungsi penting tembaga adalah aktivator dan membawa beberapa enzim. Dia juga berperan membantu kelancaran proses fotosintesis. Pembentuk klorofil , dan berperan dalam funsi reproduksi. Kekurangan tembaga akan berakibat Daun berwarna hijau kebiruan , tunas daun menguncup dan tumbuh kecil , pertumbuhan bunga terhambat.Kelebihan akan tembaga akan berakibat Tanaman tumbuh kerdil , percabangan terbatas , pembentukan akar terhambat , akar menebal dan berwarna gelap</p>
<p>Fungsi penting Besi berperan dalam proses pembentukan protein , sebagai katalisator pembentukan klorofil. Besi berperan sebagai pembawa elektron pada proses fotosintetis dan respirasi , sekaligus menjadi aktivator beberapa enzim. Unsur ini tidak mudah bergerak sehigga bila terjadi kekurangan sulit diperbaiki. Fe paling sering bertentangan atau antagonis dengan unsur mikro lain. Untuk mengurangi efek itu , maka Fe sering dibungkus dengan Kelat (chelate) seperti EDTA (Ethylene Diamine Tetra-acetic Acid). EDTA adalah suatu komponen organik yang bersifat menstabilkan ion metal. Adanya EDTA maka sifat antagonis Fe pada pH tinggi berkurang jauh. Di pasaran dijumpai dengan merek Fe-EDTA. Kekurangan akan besi berakibat Daun berwarna hijau kebiruan , tunas daun menguncup dan tumbuh kecil , pertumbuhan bunga terhambat.Kelebihan akan besi berakibat Tanaman tumbuh kerdil , percabangan terbatas , pembentukan akar terhambat , akar menebal dan berwarna gelap. Begitulah super canggihnya mahkluk zaman dulukala, yang tingkat kecanggihan insan pada zaman sekarang ini bahkan belum mampu mencapai sepersekian persen dari mereka. Akhirnya kita tinggal menunggu serangan ya&#8217;juj ma&#8217;juj itu kebumi sewaktu waktu. Selamat menikmati kekacauan pada masa itu</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ahmadsamantho.wordpress.com/2979/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ahmadsamantho.wordpress.com/2979/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ahmadsamantho.wordpress.com/2979/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ahmadsamantho.wordpress.com/2979/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ahmadsamantho.wordpress.com/2979/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ahmadsamantho.wordpress.com/2979/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ahmadsamantho.wordpress.com/2979/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ahmadsamantho.wordpress.com/2979/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ahmadsamantho.wordpress.com/2979/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ahmadsamantho.wordpress.com/2979/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ahmadsamantho.wordpress.com&blog=833033&post=2979&subd=ahmadsamantho&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ahmadsamantho.wordpress.com/2009/12/01/2012-perang-dunia-ke-3/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b9fdd433b32ba2b410dd1e3e94f9fbc3?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">samantho</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kiamat 2012 dan Perubahan Iklim</title>
		<link>http://ahmadsamantho.wordpress.com/2009/11/30/kiamat-2012-dan-perubahan-iklim/</link>
		<comments>http://ahmadsamantho.wordpress.com/2009/11/30/kiamat-2012-dan-perubahan-iklim/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 30 Nov 2009 09:21:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ahmadsamantho</dc:creator>
				<category><![CDATA[Islam &  Sciences]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ahmadsamantho.wordpress.com/?p=2973</guid>
		<description><![CDATA[Seorang Kuno di Copenhagen
Kiamat 2012 dan Perubahan Iklim
Oleh : Wardah T. Alkatiri *)
 
Seorang arif dari masa lampau diundang datang ke Konferensi Perubahan
Iklim yang diadakan PBB di Copenhagen, Denmark, tgl 7-18 Desember 2009. Ini
adalah acara besar yang menjadi tumpuan harapan banyak ilmuwan dan pemerhati lingkungan di seluruh dunia. Hasil konferensi akan menentukan nasib bumi dan kelanjutan keberadaan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ahmadsamantho.wordpress.com&blog=833033&post=2973&subd=ahmadsamantho&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:left;"><strong>Seorang Kuno di Copenhagen<br />
Kiamat 2012 dan Perubahan Iklim</strong></p>
<p><strong>Oleh : Wardah T. Alkatiri *)</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><span style="font-family:Helvetica, Helvetica;">Seorang arif dari masa lampau diundang datang ke Konferensi Perubahan<br />
Iklim yang diadakan PBB di Copenhagen, Denmark, tgl 7-18 Desember 2009. Ini<br />
adalah acara besar yang menjadi tumpuan harapan banyak ilmuwan dan pemerhati lingkungan di seluruh dunia. Hasil konferensi akan menentukan nasib bumi dan kelanjutan keberadaan umat manusia yang hidup di sana, demikian pesan dikumandangkan penyelenggara acara dalam setahun terakhir. </span></p>
<p><span style="font-family:Helvetica, Helvetica;">Dan perhitungan mundur </span><em>count down </em><span style="font-family:Helvetica, Helvetica;">ke hari H acara pun dipasang di semua website organisasi lingkungan hidup sedunia untuk mengingatkan betapa pentinganya acara ini.</span></p>
<p style="text-align:left;"><span style="font-family:Helvetica, Helvetica;"><span id="more-2973"></span></span></p>
<p><em>Si orang kuno </em><span style="font-family:Helvetica, Helvetica;">kebingungan melihat begitu banyak orang penting di sana, ada 40<br />
pemimpin dunia dan para menteri dari 180 negara duduk bersama-sama, orang-orang pandai dan intelek pun berkumpul mulai dari pemuda-pemudi terpelajar yang<br />
berdiskusi berapi-api hingga para ilmuwan senior yang kadang kelihatan agak<br />
manyun, semua tampak serius, sama2 berniat baik ingin menyelamatkan bumi dari bencana alam tak terbayangkan yang mereka sebut “perubahan iklim” itu.</span></p>
<p>Konferensi dibuka dengan menampilkan grafik yang menunjukkan tidak<br />
adanya pengurangan emisi gas rumah kaca sejak konferensi pertama digelar tahun 1997 di Kyoto, Jepang, yang terjadi justru sebaliknya. Pendengar pun gelisah, mereka mulai kehilangan kepercayaan akan adanya usaha yang bisa dilakukan manusia untuk menghentikannya. Presentasi dilanjutkan dengan penampilan foto2 kerusakan alam yang semakin parah di mana2, penggundulan hutan, polusi air, tanah dan udara, gambar kota-kota besar dunia ketiga yang centang perenang, melelehnya kutub utara dan selatan, lalu yang paling mencekam adalah proyeksi angka kelahiran yang melompat tinggi mencapai 9 miliyar manusia akan hidup di bumi 40 tahun mendatang sedangkan ketersediaan sumber daya alam makin merosot : ikan akan habis dari laut di seluruh dunia mulai 10 tahun ke depan hingga habis total di tahun 2048, ancaman kelaparan karena akan sering terjadi banjir dan kekeringan yang membawa krisis pertanian sejak 2015, serta banyak lagi data maupun ramalan saintifik mengerikan yang membuat orang kuno ini melongo keheranan.</p>
<p>Konferensi akhirnya masuk pada tahap yang paling menegangkan: yaitu pembuatan kesepakatan global perubahan iklim. Semua negara diharapkan bisa sama-sama sepakat menurunkan tingkat emisi dan polusi dari negara masing-masing,</p>
<p>“<em>karena planet bumi ini cuma satu dan di sana kita semua saling terhubung<br />
dan tersambung, tidak ada satupun negara yang bisa berdiri sendiri, ini ekologis</em><span style="font-family:Helvetica, Helvetica;">”, kata seorang ilmuwan dengan emosi, </span><em>“kita bisa menunda, atau siapa tahu bisa menyetop bencana besar itu”</em><span style="font-family:Helvetica, Helvetica;">, tambahnya. Seperti yang sudah-sudah, kali inipun pembicaraan berjalan alot, terjadi beberapa kali deadlock dan rapat  dihentikan sebentar. </span><em>“Ini sudah kuduga”, </em><span style="font-family:Helvetica, Helvetica;">kata seorang ilmuwan tua. </span><em>“yaa”</em><span style="font-family:Helvetica, Helvetica;">, yang lain serempak, </span><em>“bukankah survey telah menunjukkan bahwa 9 dari 10 kita  berharap ada perbaikan apapun yang bisa dicapai dari acara ini</em><span style="font-family:Helvetica, Helvetica;">”, kata mereka pesimis. Negara superpower Amerika yang menjadi penyumbang gas rumah kaca dan polutan terbesar di dunia dan mengkonsumsi sepertiga sumberdaya alam di seluruh bumi hanya untuk negara itu sendiri yang berpenduduk hanya 5% populasi dunia tampaknya bersitegang lagi ketika pembicaraan masuk pada tahap  global perubahan iklim. Cina dan India sebagai pencemar bumi  nomer 2 dan 3 setelah Amerika, dua negara yang kini sedang mengalami  besar2an dan karena itu ditekan habis-habisan oleh negara2 barat<br />
untuk mengerem laju pertumbuhannya, berdua mereka sepakat mengancam tidak<br />
akan setuju menandatangani kesepakatan itu sebelum negara-negara maju terlebih dulu tandatangan, </span><em>“kalian sudah lebih dulu kaya, sekarang giliran kami”, </em><span style="font-family:Helvetica, Helvetica;">kata mereka berdua. Forum menjadi riuh. Terdengar oleh </span><em>si orang kuno </em><span style="font-family:Helvetica, Helvetica;">kasak-kusuk pemuda-pemudi  yang seringkali berbicara kelewat keras, ceplosan gunjingan tidak  tentang rencana kotor negara-negara kaya untuk melenyapkan 2.5 milyar  kulit berwarna dengan jalan membuat penyakit menular yang ampuh<br />
mematikan tetapi selektif hanya pada ras-ras tertentu saja di negara miskin yang  merepotkan dan gemar beranak banyak itu.</span></p>
<p><em>Si orang kuno </em><span style="font-family:Helvetica, Helvetica;">menengok ke kanan-kiri, pelan-pelan dia mengamati raut wajah<br />
semua yang hadir di sana, jiwanya yang halus bisa menangkap getaran<br />
kegersangan, kehausan dan kegetiran dari jiwa orang2 di sekelilingnya. Matanya<br />
yang </span><em>lataif </em><span style="font-family:Helvetica, Helvetica;">bisa menerawang jauh ke dalam sukma manusia-manusia modern itu,<br />
dan </span><em>“ahh, ini dia”</em><span style="font-family:Helvetica, Helvetica;">, katanya, tampak olehnya di kepala orang-orang itu gambar alam yang tidak punya tali penghubung vertikal dengan Ruh Alam Semesta, alam hanya benda mati saja, yang tersusun hanya dari materi dan energi, titik, habis perkara!. Diapun lalu terkekeh pelan, </span><em>“kasihan orang-orang ini” </em><span style="font-family:Helvetica, Helvetica;">ujarnya</span><em>, “terlalu  besar harapan yang mereka gantungkan pada perhelatan akbar ini. Bagaimana mungkin mereka bisa selesaikan masalah yang sebetulnya mereka bikin sendiri itu? Sama mustahilnya seperti mengharap ayam jantan bertelur. Mereka telah membakar tangannya dengan api yang mereka nyalakan sendiri”</em><span style="font-family:Helvetica, Helvetica;">, katanya. Rupanya </span><em>orang kuno </em><span style="font-family:Helvetica, Helvetica;">ini lebih cerdik dari semua yang hadir di sana. Albert Einstein yang super jenius pun pernah mengatakan hal yang sama. Dia bilang, kita tidak akan bisa menyelesaikan<br />
masalah dengan menggunakan cara berfikir yang persis sama dengan cara berfikir<br />
yang kita pakai waktu kita membuat masalah itu. Krisis lingkungan lahir dari<br />
modernisasi, jadi bagaimana mungkin kita bisa selesaikannya memakai cara berfikir modern melulu? Kita perlu ganti kepala dan ganti mata untuk coba melihat dan <span style="font-family:Georgia, 'Times New Roman', 'Bitstream Charter', Times, serif;"><span style="font-family:Helvetica, Helvetica;"> dengan </span><em>worldview </em><span style="font-family:Helvetica, Helvetica;">yang berbeda. Sesungguhnya, krisis lingkungan lahir dari krisis spiritualitas manusia-manusia modern.</span></span></span></p>
<p><span style="font-family:Helvetica, Helvetica;"> </span></p>
<p><strong>Climate change</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><em>Climate Change </em><span style="font-family:Helvetica, Helvetica;">atau Perubahan Iklim timbul sebagai akibat dari bumi yang<br />
makin panas atau dikenal dengan </span><em>global warming</em><span style="font-family:Helvetica, Helvetica;">. Para ahli meyakini perubahan iklim sudah mulai terjadi dengan berbagai variasi dampak yang ditimbulkannya di seluruh penjuru dunia. Tidak ada satupun negara yang bisa terbebas darinya, perubahan iklim adalah bencana global. Sejak 1997 banyak konverensi diadakan oleh berbagai lembaga yang didirikan dan bekerja keras mencari jalan untuk meredakan, atau bahkan menyiapkan umat manusia untuk menerima dan  dengannya. </span><em>Climate change </em><span style="font-family:Helvetica, Helvetica;">dan </span><em>Peak Oil </em><span style="font-family:Helvetica, Helvetica;">atau habisnya minyak bumi kini menjadi issue paling top dan paling hangat yang bahkan bisa membuat issue-issue  lain menjadi tidak berarti. Semua orang membicarakannya, ilmuwan dari berbagai disiplin ilmu ikut terlibat, dari ilmu alam hingga psikologi dari kalangan bisnis hingga asuransi. Empat bulan sebelum acara di Copenhagen, pada 31 Agustus , acara serupa diadakan di Geneve, Swiss, khusus untuk dunia ketiga </span><em>Third  Climate Conference</em><span style="font-family:Helvetica, Helvetica;">. 1000 orang pengambil keputusan dan ilmuwan, termasuk  puluhan petinggi dari 150 negara menghadirinya. Pertemuan seminggu penuh itu  oleh </span><em>World Meteorological Organization </em><span style="font-family:Helvetica, Helvetica;">dengan tujuan membantu -bangsa dunia ketiga menghadapi perubahan iklim melalui pembuatan<br />
mekanisme yang efektif untuk pengumpulan dan penyebaran berita iklim antar<br />
negara. Banjir dan kekeringan diperkirakan akan menjadi dampak paling dominan di  negara dunia ketiga, sedangkan makin dingin adalah dampak yang paling<br />
mengerikan bagi negara2 kaya di utara ketika suplai minyak pun makin menipis,<br />
sedangkan Australia akan mengalami kekeringan dan kebakaran hutan. Karena itu<br />
negara tropis harus menyiapkan sistem pengairan yang baik dengan menampung<br />
hujan untuk masa kekeringan, demikian juga antisipasi saluran air di perkotaan.</span></p>
<p>Konferensi di Copenhagen ini diharapkan bisa menelurkan kesepakatan<br />
global yang akan menggantikan Kyoto Protocol yang tidak pernah berjalan baik dimana Amerika Serikat terus menolak untuk menandatanganinya. Meski IPCC (International Panel on Climate Change) lembaga yang dibentuk PBB untuk memantau perubahan iklim menetapkan target penurunan emisi dari negara-negara maju hingga 25-40% sebelum tahun 2020, hingga kini banyak negara kaya termasuk Amerika Serikat belum mau menyepakatinya. Beberapa negara Afrika dan Asia walk out dari negosiasi multinasional di Barcelona bulan lalu, mereka merasa terlalu banyak tuntutan kepada mereka padahal negara kaya tidak mau berkorban banyak.</p>
<p>Protocol Kyoto tidak membawa manfaat apa-apa pada negara mereka.</p>
<p><strong>Zaman Kaliyuga dan Kiamat 2012</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><span style="font-family:Helvetica, Helvetica;">Film Kiamat 2012 yang laris manis di Indonesia mungkin menyisakan perenungan bagi sebagian mereka yang bisa mengambil hikmah dari tontonan itu,<br />
bahwa manusia adalah lemah di hadapan kekuasaan yang Maha Kuasa, dan bahwa  ilmu pengetahuan lain di luar yang diberikan sekolah dan perguruan tinggi yang  tentang hal-hal yang tidak kasat mata. Terlepas dari perdebatan tentang<br />
film tersebut dari sudut pandang agama penulis bermaksud mengajak pembaca<br />
merenungkan film itu dalam kaitannya dengan </span><em>Climate Change </em><span style="font-family:Helvetica, Helvetica;">yang tidak lain<br />
adalah bentuk bencana alam yang perlu kita ketahui untuk dapat beradaptasi<br />
dengannya. </span></p>
<p><span style="font-family:Helvetica, Helvetica;">Kebanyakan umat Hindu meyakini sekarang adalah masa </span><em>Kali Yuga<br />
</em><span style="font-family:Helvetica, Helvetica;">atau zaman ”kegelapan” sebagaimana juga umat Islam melihat banyak tanda2 akhir zaman yang diramalkan dalam hadits2 Rashulullah telah menjadi kenyataan. </span></p>
<p><span style="font-family:Helvetica, Helvetica;">Agama Hindu mempunyai teori siklus kosmik yang terperinci membagi waktu dalam </span><em>Yuga </em><span style="font-family:Helvetica, Helvetica;">di mana 4 </span><em>Yuga </em><span style="font-family:Helvetica, Helvetica;">sama dengan 1 </span><em>Mahayuga</em><span style="font-family:Helvetica, Helvetica;">, 71 </span><em>Mahayuga </em><span style="font-family:Helvetica, Helvetica;">sama dengan 1 </span><em>Manvantara</em><span style="font-family:Helvetica, Helvetica;">, 14 </span><em>Manvantara </em><span style="font-family:Helvetica, Helvetica;">sama dengan 1 </span><em>Kalpa</em><span style="font-family:Helvetica, Helvetica;">, dan 360 x 2 </span><em>Kalpa </em><span style="font-family:Helvetica, Helvetica;">sama dengan 1 </span><em>Para </em><span style="font-family:Helvetica, Helvetica;">atau 1 tahun </span><em>Brahma. </em><span style="font-family:Helvetica, Helvetica;">Di dalam setiap ”</span><em>eon</em><span style="font-family:Helvetica, Helvetica;">” atau </span><em>Mahayuga – </em><span style="font-family:Helvetica, Helvetica;">seperti di mana kita berada sekarang – selalu terdapat 4 jenjang zaman yang merupakan siklus dari </span><em>Yuga</em><span style="font-family:Helvetica, Helvetica;">, yaitu </span><em>Krita-Yuga</em><span style="font-family:Helvetica, Helvetica;">, </span><em>Treta-Yuga</em><span style="font-family:Helvetica, Helvetica;">, </span><em>Dwapara-Yuga </em><span style="font-family:Helvetica, Helvetica;">dan </span><em>Kali-Yuga </em><span style="font-family:Helvetica, Helvetica;">atau zaman kegelapan. Dalam kitab </span><em>Visnu-Purana </em><span style="font-family:Helvetica, Helvetica;">yang merupakan kumpulan cerita-cerita kuno yang menyangkut penciptaan dunia dan silsilah para raja yang memerintah di dunia, dituturkan:</span></p>
<p>“<em>Pada masa Kali Yuga, dari hari ke hari kesalehan akan merosot, kecukupan  ketersediaan kebutuhan manusia terus berkurang hingga dunia benar2 dalam  kerusakan. Di zaman itu harta yang akan menentukan derajat seseorang, gairah dan nafsu menjadi satu2nya alasan yang menyatukan pria dan wanita, kebohongan menjadi alat mencari nafkah, wanita menjadi obyek kesenangan sensual semata, bumi dinilai hanya dari tambang dan sumberdaya alam yang ada di dalamnya saja, kepandaian menipu menjadi kunci kesuksesan, melakukan sedikit saja kebaikan sudah dianggap cukup untuk penyucian diri.</em></p>
<p><em> </em></p>
<p><em>Tidak ada lagi kepatuhan pada kasta, hukum, dan lembaga adat. Upacara dan  yang diresepkan dalam Veda diabaikan. Wanita menuruti hanya kehendak dirinya sendiri dan tergila-gila pada kesenangan duniawi. Pria dari semua lapisan masyarakat menganggap dirinya Brahmin </em><span style="font-family:Helvetica, Helvetica;">(ahli agama)</span><em>. Kaum petani  tanah pertanian dan kaum pedagang meninggalkan perdagangannya  untuk bekerja mengoperasikan alat-alat. Jalan Veda telah ditinggalkan, manusia semakin jauh dari tradisi agamanya. Ketidak-adilan akan meraja lela dan akibatnya umur manusia akan semakin pendek. Pada akhirnya manusia akan berhenti menyembah Tuhan dan mengatakan “mengapa wahyu dan Nabi harus mempunyai otoritas lebih dari akal kita?” “siapakah Tuhan itu?”</em></p>
<p><em> </em></p>
<p>“<em>untuk apa kita harus melakukan ritual ini dan itu?”&#8230;..</em></p>
<p><em>Di zaman Kali Yuga kasta yang paling dominan adalah shudra. Orang yang<br />
kurang terpelajar akan mengajari kebenaran, kebajikan akan meredup dan<br />
berhenti berkembang, orang-orang berilmu kelihatan lucu dan aneh. Orang tua tidak peka terhadap yang muda, anak muda melawan yang tua. Pada zaman Kali Yuga, para guru akan dilawan oleh muridnya. Mereka perlahan-lahan kehilangan rasa hormat. Pelajarannya akan dicela dan Kama (nafsu) akan mengontrol semua keinginan manusia.</em></p>
<p><em> </em></p>
<p><em>Umat manusia akan kehilangan akal sehatnya, melemah raganya, mentalnya dan rohaninya, akibatnya mereka akan senantiasa melakukan perbuatan dosa: semua yang keji, kotor dan terencana untuk menghancurkan umat manusia akan terjadi di zaman ini</em><span style="font-family:Helvetica, Helvetica;">.</span></p>
<p><em>Ketika pohon-pohon berhenti berbunga, dan pohon-pohon buah berhenti<br />
berbuah, maka pada saat itulah masa-masa menjelang akhirnya zaman Kali Yuga. Hujan akan turun bukan pada musimnya ketika akhir zaman Kali Yuga sudah mendekat”</em><span style="font-family:Helvetica, Helvetica;">.</span></p>
<p>Jika dibaca dalam konteks universal pertanda zaman <em>kali yuga </em><span style="font-family:Helvetica, Helvetica;">yang dalam kitab </span><em>Visnu Purana </em><span style="font-family:Helvetica, Helvetica;">ditulis memakai bahasa Hinduisme, hampir semua tanda2 tersebut telah bisa dirasakan kehadirannya sekarang, terlebih dengan krisis global yang kini melanda semua aspek kehidupan dan </span><em>global warming </em><span style="font-family:Helvetica, Helvetica;">yang mulai dirasakan dampaknya pada perubahan iklim di seluruh bagian di bumi. Di sini, kita orang Timur perlu mengenal perbedaan perspektif tentang waktu antara Barat dan Timur. </span></p>
<p><span style="font-family:Helvetica, Helvetica;">Barat melihat waktu sebagai garis lurus sedang Timur melihatnya sebagai siklus. Dalam garis lurus tidak ada kesempatan ke-dua, semua harus dilakukan sebelum waktu habis, sedang dalam perspektif siklus di Timur seperti teori siklus kosmik Hindu dan doktrin Imam Mahdi di Islam umat manusia senantiasa punya<br />
kesempatan menemukan kembali &#8216;</span><em>self renewing system</em><span style="font-family:Helvetica, Helvetica;">&#8216; yaitu sistem yang akan<br />
menghidupkan kembali dan berjalan lagi meski kita sendiri sudah tidak berada di<br />
alam fana ini, sebagaimana yang dicontohkan Nabi Nuh a.s. yang membawa setiap pasang hewan dan setiap jenis tumbuhan dalam perahunya sebelum banjir besar itu datang agar kelak ketika surut makhluk itu bisa kembali hidup dan berkembang biak.</span></p>
<p>Simbolisasi kisah Nabi Nuh menjadi ajaran agama yang paling relevan dalam melihat persoalan perubahan iklim, bahkan beberapa bulan lalu Green Peace membangun simbol kapal Nabi Nuh di gunung Ararat, Turki, yang diyakini sebagai tempat bahtera Nabi Nuh mendarat. Gerakan yang dinamai <em>Operation Noah </em><span style="font-family:Helvetica, Helvetica;">dijalankan oleh kelompok religius Kristiani di Inggris dan Amerika mengajak manusia menghadapi perubahan iklim dengan keimanan. Namun, sebagaimana juga Nabi Nuh, pekerjaan itu tidaklah mudah. Banyak dari kaum Nuh yang tidak mau mendengarkan bahkan istri dan anaknya sendiripun tidak mengikutinya yang kemudian terbawa arus banjir besar itu.</span></p>
<p>Terlepas dari perdebatan tentang film Kiamat 2012 dari sudut pandang agama penulis bermaksud mengajak pembaca merenungkan film itu dalam kaitannya dengan <em>Climate Change </em><span style="font-family:Helvetica, Helvetica;">atau perubahan iklim yang tidak lain adalah bentuk bencana alam. Besar kecilnya dampak yang ditimbulkan di tiap2 tempat berbeda-beda, tetapi tidak ada satupun negara yang terbebas dari bencana ini, bahkan negara super kaya sekalipun bisa jadi jauh lebih rentan terhadap dampaknya dibanding negara miskin jika ada ketergantungan yang tinggi pada negara itu terhadap negara lain untuk suplai makanan, energi, dsb Dengan demkian dapat dikatakan semakin </span><em>self sufficient </em><span style="font-family:Helvetica, Helvetica;">atau mandiri suatu tempat, semakin tinggi ketahanan tempat itu terhadap perubahan iklim.</span></p>
<p><strong>Alam adalah <em>tadjalli </em>(manifestasi) Tuhan</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><span style="font-family:Helvetica, Helvetica;">Dalam semua masyarakat tradisional di manapun juga manusia dipandang<br />
sebagai </span><em>pontiff </em><span style="font-family:Helvetica, Helvetica;">atau jembatan antara Langit dan Bumi yang berperan menjadi<br />
pemelihara dan penjaga alam. Konsep ini jelas berseberangan dengan konsep<br />
manusia modern, yang memberontak pada kehendak Ilahi kemudian mengganti<br />
perannya justru menjadi perusak alam. Manusia yang semula makhluk yang<br />
diturunkan dari </span><strong>atas </strong><span style="font-family:Helvetica, Helvetica;">atau Surga untuk hidup harmonis dengan alam dan semua<br />
ciptaanNya, kini melalui teori evolusi menjadi makhluk yang muncul dari </span><strong>bawah<br />
</strong><span style="font-family:Helvetica, Helvetica;">kemudian menjadi predator paling mematikan bagi semua makhluk yang lain. Di<br />
sinilah keterkaitan kerusakan lingkungan dengan krisis spiritualitas yang melanda<br />
umat manusia modern jelas terlihat. Melihat manusia sebagai </span><em>pontiff </em><span style="font-family:Helvetica, Helvetica;">adalah sebuah cara pandang komprehensif atau </span><em>weltanschauung </em><span style="font-family:Helvetica, Helvetica;">yang menganggap manusia sebagai “wajah Tuhan”. Dalam Islam ini dinyatakan jelas di dalam hadits qudsi </span><em>khalaqa’Llahu Adama ala suratihi </em><span style="font-family:Helvetica, Helvetica;">yang berarti Tuhan menciptakan manusia sesuai bentukNya. Namun, hadits ini hendaknya tidak dipahami secara antropomorfis. Islam memandang manusia sebagai khalifah di bumi yang bertugas mengurus bumi, tetapi kekhalifahan itupun dikomplementasi dengan kehambaan manusia sebagai abdi atau pelayan Tuhan </span><em>(al-ubudiyah)</em><span style="font-family:Helvetica, Helvetica;">. Dalam Islam tradisional alam dipandang sebagai tanda-tanda Tuhan </span><em>(ayat) </em><span style="font-family:Helvetica, Helvetica;">yang memantulkan sifat-sifatNya. Banyak ayat di Quran yang menyebut ‘alam terlihat’ atau ‘termanifestasikan’ (</span><em>alam syahadah</em><span style="font-family:Helvetica, Helvetica;">) dan “alam tak terlihat” (</span><em>alam ghaib</em><span style="font-family:Helvetica, Helvetica;">). Alam </span><em>syahadah </em><span style="font-family:Helvetica, Helvetica;">bukanlah sebuah realitas yang berdiri sendiri secara independent melainkan manifestasi dari alam yang jauh lebih besar.</span></p>
<p>Alam <em>syahadah </em><span style="font-family:Helvetica, Helvetica;">bagaikan apa-apa yang terlihat di sekita api unggun yang menyala di tengah padang pasir sangat luas di malam gelap, semua yang tampak itu pelan2 melenyap ke dalam gelap yang luas di sekitarnya. Apa-apa yang tampak hanyalah bagaikan debu di tengah lautan luas yang tak tampak yang menjadi ‘lingkungan’ yang sesungguhnya bagi yang tampak itu. Demikianlah hubungan halus dan rumit antara “alam tampak” (</span><em>syahadah</em><span style="font-family:Helvetica, Helvetica;">) dan “alam tak tampak” (</span><em>ghaib</em><span style="font-family:Helvetica, Helvetica;">). Quran menyebutkan di surat IV.126 bahwa Allah bersifat </span><em>al-Muhit </em><span style="font-family:Helvetica, Helvetica;">yaitu yang Maha Melingkupi, dalam bahasa Arab al-muhit juga bisa berarti ‘lingkungan’. Krisis lingkungan terjadi karena manusia tidak lagi melihat Tuhan yang Maha Melingkupi sebagai “lingkungan ilahiyah” yang menopang alam semesta dan tidak lagi mengenali kesakralan alam sebagai karya agung dari yang Maha Berkarya.</span></p>
<p>Pertambahan penduduk yang melonjak tajam akibat perbaikan sanitasi, ilmu<br />
kesehatan dan teknologi medis telah menciptakan obat-obatan yang menakjubkansekaligus mengerikan dengan mengganggu keseimbangan alam karena kelebihan penduduk berarti melanggar kemampuan daya dukung alam untuk menghidupi manusia. Ledakan jumlah penduduk justru terjadi di negara-negara yang selama ribuan tahun memiliki angka kematian bayi yang tinggi. Ini persoalan etika dan spiritual yang sangat pelik. Hanya ketika para pemuka agama bisa memahami kepelikan kaitan ilmu ekologi, spiritual dan etika, kita akan berhenti memperdebatkan hukum halal dan haram dalam pembatasan kelahiran.</p>
<p><strong>Keindahan di balik <em>Climate Change</em></strong></p>
<p><strong><em> </em></strong></p>
<p>Si orang kuno <span style="font-family:Helvetica, Helvetica;">peserta dari masa lampau itu bergegas meninggalkan konferensi yang makin ricuh. Para undangan kelihatan makin kecewa sampai-sampai<br />
pemimpin sidang pun harus mengumumkan bahwa konferensi memang bertujuan<br />
membuat kesepakatan pada tingkat garis besar saja, detailnya akan dikerjakan<br />
panitia-panitia kecil yang akan dibentuk lagi setelah sidang selesai. </span><em>“Kita butuh<br />
pemimpin, bukan politisi”</em><span style="font-family:Helvetica, Helvetica;">, kata direktur eksekutif Greenpeace yang berasal dari<br />
Afrika Selatan itu, </span><em>“kalau politisi tidak mau mengganti politiknya, maka kita yang harus mengganti politisinya”</em><span style="font-family:Helvetica, Helvetica;">, serunya. Si orang kuno bergumam lirih dalam hati, </span>“<em>tidak mungkin, tidak mungkin, mereka tidak akan bisa menyelamatkan alam sebelum mereka menemukan kembali tali penghubung vertikal antara alam dengan Ruh alam semesta” </em><span style="font-family:Helvetica, Helvetica;">gumamnya. Sekali lagi dia mencuri pandang melihat wajah2 orang di sekitarnya, tidak tampak olehnya tanda-tanda perenungan di sana, mereka mahluk duniawi semata yang memutlakkan dunia dan memuja egonya. Seorang bijak seperti dia bagaimanapun juga senantiasa melihat Tuhan ada di mana-mana, termasuk di tengah kekalutan itu. Dia tetap bisa melihat ketika gelap, tetap mendengar ketika sunyi, dalam kegelapan dia sendiri yang melihat cahaya, dalam kesunyian dia sendiri yang bisa mengenali harmoni. </span><em>“Bencana ini akan membuat manusia-manusia ini menjadi lebih baik”</em><span style="font-family:Helvetica, Helvetica;">, katanya sambil tersenyum arif. </span><em>“mereka akan terpaksa bersama-sama menjadi miskin di hadapan yang maha Kaya, mereka<br />
akan terpaksa kembali mengenal dan berkumpul dengan keluarga, teman dan kerabatnya, mereka akan terpaksa mencangkul untuk menanam makanannya dan kembali mengenal alam yang selama ini menjadi sumber rejekinya, mereka akan terpaksa hidup seadanya, berjalan dan mengayuh sepeda ke mana-mana dan mencari kesenangan-kesenangan sederhana. Kemiskinan dan penderitaan itu akan meletakkan laki-laki dan perempuan ini di hadapan misteri, dan akhirnya mereka terpaksa kembali mengenal Ruh alam semesta yang memberikan rejekinya”</em><span style="font-family:Helvetica, Helvetica;">, ujarnya.</span></p>
<p><span style="font-size:x-small;"><strong>*)  Wardah T. Alkatiri</strong></span></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong><em><span style="font-weight:normal;">Penulis sedang melakukan penelitian Doktoral Social Science bertema Adaptasi Climate Change di Indonesia, di Lincoln University, New Zealand. Penulis mendapat Master di bidang Islamic Philosophy dari Islamic College for Advanced Studies (ICAS) Jakarta.</span></em></strong></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ahmadsamantho.wordpress.com/2973/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ahmadsamantho.wordpress.com/2973/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ahmadsamantho.wordpress.com/2973/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ahmadsamantho.wordpress.com/2973/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ahmadsamantho.wordpress.com/2973/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ahmadsamantho.wordpress.com/2973/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ahmadsamantho.wordpress.com/2973/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ahmadsamantho.wordpress.com/2973/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ahmadsamantho.wordpress.com/2973/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ahmadsamantho.wordpress.com/2973/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ahmadsamantho.wordpress.com&blog=833033&post=2973&subd=ahmadsamantho&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ahmadsamantho.wordpress.com/2009/11/30/kiamat-2012-dan-perubahan-iklim/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b9fdd433b32ba2b410dd1e3e94f9fbc3?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">samantho</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>PENJELASAN ILMIAH DAN TEKNIK SEKITAR ISUE HURU-HARA 2012 DAN FILM 2012 WWW</title>
		<link>http://ahmadsamantho.wordpress.com/2009/11/30/penjelasan-ilmiah-dan-teknik-sekitar-isue-huru-hara-2012-dan-film-2012-www/</link>
		<comments>http://ahmadsamantho.wordpress.com/2009/11/30/penjelasan-ilmiah-dan-teknik-sekitar-isue-huru-hara-2012-dan-film-2012-www/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 30 Nov 2009 07:51:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ahmadsamantho</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hikmah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ahmadsamantho.wordpress.com/?p=2970</guid>
		<description><![CDATA[PENJELASAN ILMIAH DAN TEKNIK SEKITAR ISUE HURU-HARA 2012 DAN FILM 2012 WWW
(C) 2009 — EE ONE S &#124; Thunder Rider KOSTER 0115
Isue ttg peristiwa qiamat akan terjadi pd 2012 M sebenarnya adalah provokasi para org yg terobsesi dgn informasi yg bersumber terutama dari prediksi kalender Maya (Mayan calendar prediction). Padahal pd dasarnya kalendar Maya tak menyatakan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ahmadsamantho.wordpress.com&blog=833033&post=2970&subd=ahmadsamantho&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><strong>PENJELASAN ILMIAH DAN TEKNIK SEKITAR ISUE HURU-HARA 2012 DAN FILM 2012 WWW</strong></p>
<p><span style="color:#888888;">(C) 2009 — EE ONE S | Thunder Rider KOSTER 0115</span></p>
<p>Isue ttg peristiwa qiamat akan terjadi pd 2012 M sebenarnya adalah provokasi para org yg terobsesi dgn informasi yg bersumber terutama dari prediksi kalender Maya (Mayan calendar prediction). Padahal pd dasarnya kalendar Maya tak menyatakan secara langsung bahwa qiamat akan terjadi pd 2012 M.</p>
<p><strong>KENAPA KALENDAR MAYA?</strong></p>
<p>Mengapa kalender Maya begitu terkenal dan dipercaya? Selama ini kalendar Maya dianggap sangat presisi atau hampir presisi dlm memprediksi kapan gerhana terjadi, baik gerhana bulan (lunar eclipse) maupun gerhana mentari (solar eclipse), berabad kemudian stlhnya.</p>
<p><img src="http://i222.photobucket.com/albums/dd96/thunderianz/space/sun-eclipse-600x450-mark-30.jpg" alt="" width="640" height="480" /><br />
foto geseran gerhana Mentari<br />
<span id="more-2970"></span></p>
<p>Di Amerika, pelopor perhitungan kalender syamsiyah adalah bangsa Indian, suku Maya dan Aztec, yang mendiami daerah Meksiko sekarang. Suatu prasasti kalender Aztec ditemukan dalam penggalian di Plaza Mayor, lapangan utama di Kota Meksiko pada Desember 1730. Berdasarkan penelitian dan perhitungan Sylvanus Griswold Morley seorang arkeologisAmerika, sistem kalender Maya tersebut diadopsi sekitar 0580 SM.</p>
<p>Sistem kalender Astec menetapkan 1 tahun = 18 bulan + 5 hari = 365 hari, dimana 1 bulan = 20 hari, dan 5 hari tambahan per tahun diberi nama tersendiri. Rangkum waktu 20 hari sebulan disebut unial, 18 bulan setahun dinamakan tun, dan 20 tahun dinamakan katun. Orang Maya menghitung hari kalender mulai dari 0, bukan 1. Disamping itu Maya memiliki ukuran kurun waktu religius yang disebut tzolkin = 13 bulan = 260 hari.</p>
<p>Bilangan tahun mentari dan tahun religius, yaitu tun dan tzolkin disiklus secara serentak dan paralel 52 kali hingga bertemu kembali pada satu hari sama. Dengan satuan ini mereka mereka mencatat persamaan matematik 52 x 365 = 73 x 260 hari atau 52 tun = 1 tzolkin.</p>
<p>Bangsa Indian tak meninggalkan sistem kalender syamsiyah yang mengarah ke sistem yang kita gunakan sekarang, tapi mewariskan prasasti yang menunjukan kemampuan kalkulasi matematika dan astronomi yang sangat tinggi pada masa itu, yang mana telah mampu memprediksikan gerhana mentari dan bulan selama berabad lamanya.</p>
<p><strong>ADA APA PADA 21 DESEMBER 2012 M?</strong></p>
<p>Seperti tlh dijelaskan diatas, kalender maya samasekali tak samadengan kalender Masehi kita gunakan sekarang. Banyak bulan dlm setahun dan banyak dlm sebulan berbeda, tp banyak hari dlm setahun hampir sama, yakni 365 hari. Jadi 2012 M adalah kalender Masehi yg dikonversi dari kalender Maya.</p>
<p>Berdasarkan kalkulasi matemetik dan astronomik, kalender Maya bisa memprediksikan secara presisi berbagai peristiwa gerhana bulan dan gerhana mentari, pasang-surut air laut, banjir, musim hujan dan kemarau, dan bbg peristiwa alam lainnya berkaitan dgn posisi Bumi, Bulan, dan Mentari, serta planet lain dan bintang lain yg tampak dgn mata telanjang pd masa itu.</p>
<p><img src="http://i222.photobucket.com/albums/dd96/thunderianz/space/sun-earth-moon-600x400-mark-30.jpg" alt="" width="640" height="420" /><br />
Mentari, Bumi, dan Bulan sebagai penunjang kehidupan Manusia</p>
<p><img src="http://i222.photobucket.com/albums/dd96/thunderianz/space/milkyway-720x540-50.jpg" alt="" width="640" height="480" /><br />
posisi Mentari dalam galaksi kita Bima Sakti</p>
<p>Satu diantaranya yg kini menjadi sumber isue adalah bahwa kalender Maya tlh memprediksikan bahwa pd tgl tertentu yg stlh dikonversikan menjadi 21 Desember 2012 M, Mentari akan mengalami intensitas luarbiasa.</p>
<p><strong>BADAI MENTARI DAN GEMPA TEKTONIK BUMI</strong></p>
<p>Dgn sains dan teknologi kita sekarang ini, diketahui bahwa yg dinyatakan oleh kelendar Maya tsb tak lain adalah bahwa pd 21 12 2012 tsb, ekuator Mentari akan berada pd satu bidang dng ekuator pusat Bima Sakti (the Milky Way), galaksi atau gugus bintang dimana Mentari berada. Dampak komosfiska akan terjadi adalah bahwa, intensitas interaksi gravitasional antara pusat Bima sakti dan Mentari akan meningkat, dan sbg akibatnya, intensitas gejolak dan semburan Mentari (solar flare) akan meningkat jauh lbh dahsyat drpd sebelumnya, shg terjadi badai Mentari (solar storm) luarbiasa dlm radius mencapai orbit Bumi.</p>
<p><img src="http://i222.photobucket.com/albums/dd96/thunderianz/space/sun-magnet-gravitation-radiation-60.jpg" alt="" width="640" height="420" /><br />
medan gravitasi dan magnetik Mentari</p>
<p><img src="http://i222.photobucket.com/albums/dd96/thunderianz/space/sun-prominence-600x400-mark-30.jpg" alt="" width="640" height="420" /><br />
gejolak dan semburan Mentari</p>
<p><img src="http://i222.photobucket.com/albums/dd96/thunderianz/space/sun-event-horizon-600x400-mark-30.jpg" alt="" width="640" height="420" /><br />
horizon peristiwa badai Mentari</p>
<p>Peningkatan aktivitas Mentari ini dgn sendirinya akan berdampak thdp Bumi. Pd posisi aksial dan orbital tertentu, intensitas interaksi gravitasional antara Mentari dan Bumi pun meningkat, dan sbg akibatnya, intensitas pergeseran lempeng tektonik Bumi pun akan meningkat jauh lbh frekuensiv drpd normal, dan frekuensi serta intensitas gempa tektonik pun meningkat, dan Tsunami raksasa pun terjadi di berbagai tepian benua.</p>
<p><img src="http://content.imagesocket.com/images/earth_0527a8.jpg" alt="" width="640" height="480" /><br />
Bumi dengan pusaran Tsunami tampak dari angkasa</p>
<p><img src="http://content.imagesocket.com/images/real_center_of_tsunami_640_70b88.jpg" alt="" width="640" height="480" /><br />
sebuah foto angkasa pusat nyata pusaran Tsunami</p>
<p>Lain dpd itu, semburan Mentari yg demikian dahsyat akan mempengaruhi ketahanan sabuk radiasi elektomagnetik Van Allen medan magnetik Bumi, dan Bumi yg dlm keadaan labil, baik secara gravitasional maupun secara elektromagnetik, utk mecapai kembali status kuasi-stabil keseimbangan kosmik (cosmic equilibrium quasi-stable state), kemungkinan Bumi akan mengalami pergeseran poros kutub-kutub magnetik.</p>
<p><strong>GANGGUAN PADA SABUK RADIASI ELEKTROMAGNETIK BUMI</strong></p>
<p>Secara geofisik, poros kutub-kutub gravitasional Bumi dan poros kutub-kutub magnetik Bumi tak berimpit. Selama usia Bumi, jika poros gravitasional Bumi adalah tetap, maka poros magnetik Bumi berubah-ubah posisinya, dimana kutub magnetik Bumi berpindah-pindah sekitar kutub gravitasional Bumi. Hal ini disebabkan krn medan magnetik Bumi dibangkitkan secara elektromagnetik oleh bagian cair antara kerak Bumi dan inti Bumi, dimana ketika Bumi berputar pd poros gravitasionalnya efek elektomagnetik ini dibangkitkan, shg Bumi berlaku spt sebuah dinamo.</p>
<p>Variasi perubahan normal kutub magnetik Bumi selama ini adalah sekitar 1,5% s/d 15%, disebut sbg variasi diurnal dan secular, dan merupakan efek akibat dari dlm Bumi sendiri.  Tp bila ada hantaman keras dari luar Bumi, maka pergeseran kutub magnetik Bumi ini bisa saja mencapai 30% atau bahkan lbh.</p>
<p><img src="http://content.imagesocket.com/images/earth_van_allen_belt_06_6408e1.jpg" alt="" width="640" height="340" /><br />
sabuk radiasi elektromagnetik Bumi yang ditemukan oleh Van Allen<br />
berfungsi sebagai perisai Bumi terhadap radiasi kosmik dari angkasa luar</p>
<p><img src="http://content.imagesocket.com/images/earth_van_allen_belt_07_640dbe.jpg" alt="" width="640" height="420" /><br />
radius sabuk radiasi Van Allen jauh lebih lebar daripada radius Bumi<br />
dan tanpanya seluruh kehidupan biologis di Bumi akan musnah</p>
<p><img src="http://content.imagesocket.com/images/earth_van_allen_belt_08_640c09.jpg" alt="" width="640" height="640" /><br />
sabuk radiasi Van Allen berlaku sebagai perangkap dan penetralisir<br />
bagi partikel atomik dan nuklir dari angkasa luar</p>
<p>Ketika medan elektromagnetik Bumi labil dan melemah, sabuk radiasi Van Allen tak bisa berfungsi sbgmn mestinya utk melindungi Bumi dari serangan kosmik, spt radiasi berbahaya Mentari, radiasi Alpha, Beta, Gamma, dan kosmik secara umum, dan serangan meteor yg tiada henti. Sbg konsekuensi semua ini, kehidupan biologis di Bumi riskan terancam punah.</p>
<p><img src="http://content.imagesocket.com/images/earth_and_meteor_attack_01_10_640x480c2d.jpg" alt="" width="640" height="480" /><br />
Sebuah ilustrasi serangan meteor menghujani Bumi</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>FILM 2012 WE WERE WARNED</strong></p>
<p>Dampak uraian diataslah yg diangkat dlm film 2012 We Were Warned [ 2012 WWW ]. Jadi pd dasarnya film ini bukan menggambarkan peristiwa hari qiyamat (resurrection day) atau hari kebangkitan- kembali kehidupan stlh kematian, atau pun kematian total Bumi dgn segala isi dan penghuninya, melainkan hanya memerikan huru-hara yg mungkin terjadi di Bumi bila predeksi kalendar Maya diatas terjadi secara presisi.</p>
<p>. . .</p>
<p>Demikian, semoga uraian ini bisa dicerna dan berguna . . .</p>
<p>. . .</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ahmadsamantho.wordpress.com/2970/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ahmadsamantho.wordpress.com/2970/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ahmadsamantho.wordpress.com/2970/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ahmadsamantho.wordpress.com/2970/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ahmadsamantho.wordpress.com/2970/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ahmadsamantho.wordpress.com/2970/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ahmadsamantho.wordpress.com/2970/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ahmadsamantho.wordpress.com/2970/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ahmadsamantho.wordpress.com/2970/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ahmadsamantho.wordpress.com/2970/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ahmadsamantho.wordpress.com&blog=833033&post=2970&subd=ahmadsamantho&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ahmadsamantho.wordpress.com/2009/11/30/penjelasan-ilmiah-dan-teknik-sekitar-isue-huru-hara-2012-dan-film-2012-www/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b9fdd433b32ba2b410dd1e3e94f9fbc3?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">samantho</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://i222.photobucket.com/albums/dd96/thunderianz/space/sun-eclipse-600x450-mark-30.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://i222.photobucket.com/albums/dd96/thunderianz/space/sun-earth-moon-600x400-mark-30.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://i222.photobucket.com/albums/dd96/thunderianz/space/milkyway-720x540-50.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://i222.photobucket.com/albums/dd96/thunderianz/space/sun-magnet-gravitation-radiation-60.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://i222.photobucket.com/albums/dd96/thunderianz/space/sun-prominence-600x400-mark-30.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://i222.photobucket.com/albums/dd96/thunderianz/space/sun-event-horizon-600x400-mark-30.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://content.imagesocket.com/images/earth_0527a8.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://content.imagesocket.com/images/real_center_of_tsunami_640_70b88.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://content.imagesocket.com/images/earth_van_allen_belt_06_6408e1.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://content.imagesocket.com/images/earth_van_allen_belt_07_640dbe.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://content.imagesocket.com/images/earth_van_allen_belt_08_640c09.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://content.imagesocket.com/images/earth_and_meteor_attack_01_10_640x480c2d.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Indonesia, Kepulauan Peninggalan Atlantis ?</title>
		<link>http://ahmadsamantho.wordpress.com/2009/11/30/indonesia-kepulauan-peninggalan-atlantis/</link>
		<comments>http://ahmadsamantho.wordpress.com/2009/11/30/indonesia-kepulauan-peninggalan-atlantis/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 30 Nov 2009 04:50:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ahmadsamantho</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[Ibrah Sejarah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ahmadsamantho.wordpress.com/?p=2954</guid>
		<description><![CDATA[Artikel ini, adalah artikel karya Prof.Dr. Arisiyo Santos des Nunes, yang saya terjemahkan dari situs beliau di http://www.atlan.org  /
http://www.atlan.org/articles/true_history/
berjudul asli: The True History of Atlantis.
SEJARAH ATLANTIS YANG SEBENARNYA
 
Catatan: Bencana alam (cataclysms) api dan air di seluruh dunia sejauh yang kita bicarakan dalam esai ini adalah sangat ilmiah. Hal ini banyak dibuktikan dalam catatan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ahmadsamantho.wordpress.com&blog=833033&post=2954&subd=ahmadsamantho&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Artikel ini, adalah artikel karya Prof.Dr. Arisiyo Santos des Nunes, yang saya terjemahkan dari situs beliau di <a href="http://www.atlan.org">http://www.atlan.org </a> /</p>
<p><a href="http://www.atlan.org/articles/true_history/">http://www.atlan.org/articles/true_history/</a></p>
<p><a href="http://www.atlan.org/articles/true_history/"></a>berjudul asli: The True History of Atlantis.</p>
<p><strong><span style="text-decoration:underline;">SEJARAH ATLANTIS YANG SEBENARNYA</span></strong></p>
<p><strong><span style="text-decoration:underline;"> </span></strong></p>
<p><strong><span style="text-decoration:underline;"><a href="http://ahmadsamantho.files.wordpress.com/2009/11/benua-sunda-land2.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-2955" title="benua Sunda Land2" src="http://ahmadsamantho.files.wordpress.com/2009/11/benua-sunda-land2.jpg?w=300&#038;h=200" alt="" width="300" height="200" /></a>Catatan:</span></strong> Bencana alam (cataclysms) api dan air di seluruh dunia sejauh yang kita bicarakan dalam esai ini adalah sangat ilmiah. Hal ini banyak dibuktikan dalam catatan geologis, yang secara umum diterima oleh ilmu Geologi modern. Jadi kepunahan besar-besaran segala macam spesies, dan terutama mamalia besar terjadi pada akhir zaman es Pleistocene, sekitar 11.600 tahun yang lalu. Ketika Sekitar 70% dari jenis mamalia besar yang ada pada zaman sebelumnya  punah, termasuk, dalam segala kemungkinannya, dua jenis manusia, Neandertals dan Cro-Magnons, yang punah sekitar zaman ini.</p>
<p><span id="more-2954"></span></p>
<p><img class="alignright" src="http://www.atlan.org/images/book/0976955008.thumb.jpg" alt="" width="210" height="308" />Hanya bagaimana mekanisme akhir Zaman Es Pleistocene &#8211; yang merupakan fakta, tetapi sejauh ini tidak dapat dijelaskan oleh Sains – itulah yang baru dan berasal dari kami sendiri. Menurut kami, peristiwa dramatis ini disebabkan oleh ledakan besar dari gunung berapi Krakatau (atau mungkin juga yang lain), yang membuka Selat Sunda, memisahkan pulau Jawa dan Sumatra, di Indonesia.<a href="/Tentang%20Atlantis/Terjemahan%20web%20atlan/Sejarah%20Atlantis%20yang%20Sejati_terj_indonesia_final.rtf#_ftn1">[1]</a></p>
<p>Ledakan raksasa ini secara luas dibuktikan di berbagai mitos dan tradisi seperti tentang Atlantis dan surga Firdaus (Paradise), yang memang terletak di daerah ini di dunia. Ini secara universal dikenang sebagai ledakan Gunung Surga (= Gunung Krakatau, Atlas, Sinai, Zion, Alborj, Qaf, Golgotha, Meru, dsb) dan banjir yang ditimbulkannya, di mana mereka semua berbicara secara obsesif sebagai  Banjir Besar dan Kebakaran Besar (<em>Universal Flood and Universal Conflagration</em>).</p>
<p>Ledakan Gunung Krakatau menyebabkan tsunami raksasa, yang melanda dataran rendah Atlantis dan Lemuria. Hal ini juga memicu akhir Zaman Es terakhir yang menutupi gletser benua dengan lapisan jelaga (<em>fly ash</em>) yang mempercepat pencairan gletser karena peningkatan penyerapan panas sinar matahari. Tsunami raksasa yang disebabkannya itu juga berdampak pada invasi maritim pada benua di seputar Pasifik dan terutama  wilayah Antartika. Hasilnya adalah bahwa gletser itu hanyut mengapung akibat serbuan air itu  dan dibawa kembali ke laut, ketika air ini kembali ke sana. Proses ini baru-baru ini dibenarkan oleh penelitian geologi dan oseanografi, dan peristiwa ini disebut Heinrich Events, yaitu bencana yang terkait dengan akhir Zaman es Pleistosen, yang terjadi tiba-tiba dan brutal.</p>
<p>Air gletser yang cair ini – yang tertutup jelaga atau dibawa pergi sebagai gletser dan banquises &#8211; mengalir ke lautan, dan menaikkan permukaan laut sekitar 100-150 meter. Besar kenaikan permukaan laut yang luar biasa ini menciptakan ketegangan dan tekanan dalam kerak bumi karena beban ekstra pada dasar laut dan ikatan isostatic  benua, berkurangnya berat kolosal gletser yang tebalnya 1 mil yang menyelimuti mereka sebelumnya. Kerak  bumi kemudian retak terbuka di titik-titik lemahnya, melahirkan letusan gunung berapi berikutnya, gempa bumi dan tsunami lebih lanjut yang menjadi umpan balik  (secara positif) proses, melanjutkan hal itu sampai selesai. Hasilnya adalah akhir dramatis Zaman Es Pleistocene I dan apa yang disebut Kepunahan Keempat  yang kami sebutkan di atas.</p>
<p><strong>Pendahuluan</strong></p>
<p>Semua bangsa, dari setiap zaman, percaya keberadaan surga primordial  dari mana Manusia berasal dan pernah mengembangkan peradaban awalnya. Cerita ini, nyata dan benar, diceritakan dalam Alkitab (Bibel) dan kitab suci Hindu seperti <em>Rig Veda, Purana</em> dan banyak lainnya. Bahwa surga terletak &#8220;di arah Timur&#8221; tidak seorang pun meragukan, kecuali beberapa orang ilmuwan yang berkeras pendapat bahwa peradaban yang berbeda dikembangkan secara independen satu sama lain, bahkan  di tempat yang tidak sama seperti Eropa, Amerika atau bagian tengah Samudra Atlantik.  Namun, sebenarnya sangat banyak bukti bertentangan yang dapat dipertimbangkan yang dikembangkan dari intisari semua bidang ilmu-pengetahuan manusia, terutama antropologi. Terutama pada orang-orang yang mendasarkan argumen  mendukung realitas murni sumber peradaban manusia yang secara tradisional disebut Atlantis atau Eden, dll.<a href="/Tentang%20Atlantis/Terjemahan%20web%20atlan/Sejarah%20Atlantis%20yang%20Sejati_terj_indonesia_final.rtf#_ftn2">[2]</a></p>
<p>Saat itu di Timur, dan seterusnya, bahwa pertanian (beras dan biji-bijian) dan pemeliharaan hewan telah ditemukan. Kedua penemuan penting yang memantapkan hubungan manusia dengan lahan tanah, dan kemakmuran yang dihasilkannya membawa peradaban dan pendirian kota yang pertama. Justru fakta ini yang berkaitan dalam Alkitab, bahwa pembangunan kota pertama &#8211; yang disebut Henok atau Chenok, ( &#8220;the Abode of The Pure&#8221;, di Dravida) – adalah Cain/Qabil <em>(Kitab Kejadian</em> 4:17). Ini berakhir  pada penyelesaian waktu yang diberikan semasa hidup Henok selama &#8220;365 tahun&#8221;.</p>
<p>Nama ini ( <em>&#8220;Pure Land&#8221;/ Tanah Murni/Suci </em>) kota pertama dari semua kota adalah sama dalam tradisi Hindu <em><a href="http://translate.googleusercontent.com/translate_c?hl=id&amp;sl=en&amp;tl=id&amp;u=http://ourworld.compuserve.com/homepages/dp5/inner4.htm&amp;prev=hp&amp;rurl=translate.google.co.id&amp;usg=ALkJrhjn-mOdYBT8DwcDbI1jyG2dWV1_Kw">(Shveta-dvipa,</a> Sukhavati, Atala,</em> dll).  Bahkan dalam tradisi orang Amerindian (asli Benua Amerika,  <em>Yvymaraney</em> &#8220;Negeri Murni/Asli&#8221;, adalah tempat kelahiran legendaris Indian Tupi-Guarani di Brasil, sama seperti <em>Aztlán </em>adalah tanah asal suku Aztec kuno  Meksiko, dan <em>Tollán</em> adalah salah satu leluhur suku Mayas di Yucatan. Umat manusia &#8211; atau, lebih tepatnya,  simians antropoid nenek moyang kita &#8211; sebenarnya muncul di Afrika sekitar 3 juta tahun yang lalu. Tapi anthropoids ini segera menyebar di seluruh Eurasia dan wilayah luar, mencapai Timur Jauh dan Australia, khususnya sekitar 1 juta tahun yang lalu atau bahkan lebih.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Indonesia, Situs Surga (Eden)</strong></p>
<p>Saat itu di Indonesia dan negeri-negeri tetangganya, di mana  manusia, setelah beremigrasi dari semi gurun sabana di Afrika, pertama menemukan kondisi iklim yang ideal bagi perkembangannya, dan di sanalah manusia menemukan pertanian dan peradaban. Semua ini terjadi selama masa Pleistosen, dari era geologis yang terakhir, yang berakhir sekitar 11.600 tahun yang lalu. Meskipun terasa panjang bagi standar manusia, ini hanyalah sebuah momen singkat dalam  terms geologi.</p>
<p>Pleistocene &#8211; nama dari bahasa Yunani yang berarti &#8220;yang paling baru&#8221; &#8211; juga disebut era  Anthropozoic  atau Era Quarternary (Era Keempat), atau Ice Age (Zaman Es). Selama Pleistosen dan, lebih tepatnya, selama episode glasial yang terjadi pada rentang sekitar 20 ribu tahun yang lalu, permukaan laut sekitar 100-150 meter (330-500 kaki) di bawah permukaan laut yang sekarang. Maka, jalur pantai besar &#8211; yang disebut Continental Platform (dengan lebar sekitar 200 km = 120 mil) &#8211; menjadi terbuka, tanahnya membentuk jembatan yang saling menghubungkan banyak pulau dan daerah-daerah.</p>
<p>Yang paling dramatis dari eksposur (pembukaan) tersebut terjadi di wilayah Indonesia, tepatnya tempat pertama kemanusiaan berkembang. Perluasan yang besar dari Laut Cina Selatan kemudian membentuk sebuah benua besar, memang &#8220;lebih besar dari Asia Minor dan Libya jika digabungkan&#8221;. Hal ini, seperti yang akan kita lihat di bawah ini, tepat seperti apa Plato tegaskan dalam wacana tentang Atlantis, the <em>Critias.</em></p>
<p>Dengan berakhirnya Zaman Es Pleistocene, gletser luas yang menutupi seluruh bagian utara Amerika Utara dan Eurasia juga mencair. Airnya mengalir ke laut, sehingga permukaaan laut meningkat sekitar 100-150 meter sebagaimana dikutip di atas. Dengan kenaikan ini, Atlantis menjadi tenggelam dan menghilang untuk selamanya, bersama dengan sebagian besar penduduknya, yang kami perkirakan, berdasarkan data Plato, pada sekitar 20 juta orang, cukup besar untuk zaman tersebut.</p>
<p><strong>Eden Adalah Sama Dengan Atlantis Lemurian</strong></p>
<p>Lebih tepatnya, benua yang tenggelam ini adalah Lemurian Atlantis, yang lebih besar dari dua Atlantises yang disebutkan oleh Plato. Lemuria adalah padang rumput luas yang disebut Elysian Fields orang Yunani, dan Orang Mesir menamakannya &#8220;Lapangan Reeds&#8221; <em>(Sekhet Aaru)</em> atau juga, &#8220;the Ancestral Land/Tanah Leluhur&#8221; <em>(To-wer),</em> surga di seberang lautan tempat tinggal mereka sebelumnya, di  <em>Zep Tepi </em> (&#8220;Primordial Time&#8221;)/ Zaman Purba. Benua yang tenggelam menjadi Tanah Kematian, yang mengerikan, daerah terlarang di mana tidak ada pelaut yang pernah berani untuk pergi, karena itu &#8220;The Land of No Return&#8221; (Tanah yang Tak Bisa Kembali Pulang).</p>
<p>Cukup menarik nama &#8220;Tanah Leluhur&#8221; (atau <em>Serendip)</em> adalah tepat nama bahasa Dravida dari:  Taprobane (Sumatra), pulau di mana orang-orang Hindu menempatkan surga asal mereka, yang juga tenggelam dalam bencana alam. Yang suram, tempat rusak yang tersisa di atas air itu dinamakan <em>Sheol ( &#8220;Hell&#8221; </em>) oleh orang Yahudi, dan, pada titik-titik yang selamat, dinamai &#8220;Pulau yang Diberkahi&#8221; <em>(Makarion nesos)</em> atau <em>Hades</em> oleh orang Yunani, <em>Amenti</em> atau <em>Punt </em>oleh orang Mesir, <em>Dilmun</em> oleh orang Mesopotamia, <em>Hawaiki</em> oleh orang Polinesia , <em>Svarga</em> oleh orang Hindu, dan seterusnya.</p>
<p>Bangsa Celtic – yang legenda  terbaiknya  mungkin adalah kumpulan ingatan tentang dunia emas yang tenggelam &#8211; menyebut tempat itu <em>Avallon, Emain Abbalach</em> atau, juga, <em>Ynis Wydr</em> (&#8220;Island of Glass&#8221;. Kepulauan gelas/kaca).  Mereka juga  mengaitkan tempat yang menakutkan dengan Holy Grail (Cawan Suci) dan kebangkitan pahlawan mereka yang mati, seperti yang akan kita rinci  di lain tempat pada artikel  kami yang akan datang. Dan kami sudah sebutkan di atas <em>Yvymaraney</em> dari Indian Tupian di Brazil, atau <em>Aztlán</em> atau <em>Aztatlan </em>Aztec dari Meksiko, atau <em>Tollán </em>dari Suku Mayas di Yucatan, tanah yang tenggelam dari mana orang Indian ini terpaksa harus melarikan diri, ketika tanah ini tenggelam ke dalam laut , menghilang untuk  selamanya.</p>
<p><strong>Eksodus Seminalis (yang mempunyai kemungkinan berkembang)</strong></p>
<p>Yang terbesar  dari semua Koloni Lemurian adalah Atlantis, yang didirikan di India, segera selama hari kegemilangan Lemuria, dan yang, pada waktunya, mencapai puncak keagungan umat manusia. Atlantis dan Lemuria makmur  selama era zodiak penuh (sekitar 2.160 tahun), ketika bencana alam besar-besarn menghancurkan dunia bersama mereka, di akhir era Pleistosen, sekitar 11.600 tahun yang lalu</p>
<p>Sedikit yang selamat dari bencana yang menenggelamkan Lemuria terpaksa mengungsi dari surga mereka yang hancur, pertama-tama pindah ke India, lokasi Atlanti yang selamat di bagian utara, pada bagian puncak yang tinggi. Tapi bencana global yang juga menyebabkan akhir Pleistocene Ice Age, dan mencairnya gletser Himalaya menyebabkan banjir besar dari sungai-sungai di Asia, membuat daerah tidak layak untuk tempat tinggal manusia. Dilanda banjir ini, sisa bangsa Atlantis ini, yang sudah sangat hancur oleh bencana alam yang asli, dan kebakaran raksasa akibat gunung berapi Indonesia dan tsunami besar yang disebabkannya, maupun oleh wabah penyakit yang melanda negara mereka kemudian.</p>
<p>Sekali lagi, orang-orang terkutuk ini terpaksa melarikan diri, beremigrasi, sepanjang ribuan tahun berikutnya, ke tempat-tempat terpencil seperti Mesir, Mesopotamia, Palestina, Afrika Utara, Eropa, Asia Utara, Timur Dekat dan bahkan Oseania dan benua Amerika. Beberapa rombongan datang dengan berjalan kaki, dalam gerombolan besar seperti eksodus orang-orang Israel. Yang lainnya datang dengan kapal laut, seperti di dalam bahtera Nuh atau Aeneas dengan armada perahunya, untuk mendirikan peradaban besar dunia kuno.</p>
<p>Peradaban besar yang kami ketahui pernah ada, di Lembah Indus, di Mesir, di Mesopotamia, Asia Kecil, Yunani, Roma, Meksiko dan bahkan Amerika semua adalah koloni Atlantis yang didirikan oleh korban bencana alam yang selamat dari bencana yang menghancurkan surga kembar Atlantis dan Lemuria. Koloni ini, tentu saja, berusaha untuk menciptakan Eden mereka di tanah air baru mereka.</p>
<p>Para pendatang baru menamai daerah mereka yang baru seperti nama arketipe (pola dasar) dari tanah asal mereka, sebagaimana para  imigran akan melakukan hal yang sama pada saat ini.  Itulah alasan mengapa kita tetap menemukan sisa-sisa Atlantis di mana-mana, dari Brasil dan Amerika Utara ke Spanyol, Crete, dan bahkan Afrika dan Eropa Utara. Semua peradaban kuno ini berbicara tentang Pahlawan peradaban mereka seperti <em>Manu, Nuh, Aeneas</em>, <em>the Oannés, hotu Matua, Quetzalcoatl, Kukulkan, Bochica</em> dan, tentu saja, <em>Atlas</em> dan <em>Hercules</em>, pahlawan kembar yang selalu hadir di mana-mana membangun yperadaban di mana-mana.</p>
<p><strong>Realitas Pahlawan yang Membudayakan</strong></p>
<p>Yang cukup menarik, satu-satunya tempat yang begitu jauh tidak diklaim di antara ratusan lokasi yang diduga Atlantis adalah Indonesia. Tentu saja, tidak ada bukti kuat tentang keberadaan Atlantis dan, bahkan lebih lagi, Lemuria, yang pernah ditemukan. Alasan untuk ketidakhadiran ini adalah mudah untuk menjelaskan: para pakar semuanya telah mencari Atlantis di sisi yang salah di dunia.</p>
<p>Legenda dari semua bangsa menceritakan Pahlawan Peradaban yang membudayakan, para malaikat, Para Dewa, atau bahkan Demons (Iblis) and Monsters yang membudayakan mereka dan yang mengajarkan agama, hukum, pertanian, metalurgi (teknologi logam) dan alfabet. Ini adalah malaikat yang jatuh (the Fallen Angels), pahlawan yang sama yang jatuh cinta dengan gadis pribumi yang cantik, Anak Perempuan Manusia, (Daughters of Man <em>, Gen.</em> 6). Dewa yang jatuh ini bukan Astronauts, atau Sprites, tetapi orang-orang suci yang datang sebagai misionaris dari Atlantis. Bagaimana lagi mereka bisa kawin dengan manusia perempuan dan mengembang-biakkan anak-anak?</p>
<p>&#8220;Anak-anak Allah&#8221;  yang misterius<em> (ben Elohim) </em>dalam <em>Genweis 6</em> adalah persis sama seperti yang diidentifikasi oleh Plato dengan Atlantis. Dosa mereka dengan Anak Perempuan Manusia &#8211; dan, yang lebih memungkinkan, penolakan dan perbudakan hibrida keturunan mereka &#8211; menyebabkan air bah (banjir). Ini memang Dosa Asal misterius yang mengakibatkan kehancuran Paradise (Atlantis) dan Kejatuhan Manusia. Dosa ini adalah yang dibasuh dalam salah satu ritual &#8220;pencucian&#8221; dengan Pembaptisan, hal itu sendiri adalah sebuah alegori dari banjir, seperti St Jerome dan Gereja Patriarkh lainnya secara eksplisit mengakuinya.</p>
<p>Plato mengutip dengan tepat penyebab kehancuran Atlantis oleh Tuhan (Zeus) dalam  dialognya tentang Atlantis (yang tidak selesai): the <em>Critias. </em> Dan cerita yang sama, dalam bentuk yang allegoris, juga diceritakan oleh Homer mengenai <em>Phaeacian</em> &#8220;Anak-anak Tuhan Allah&#8221;. Hal ini juga digambarkan dalam mitos-mitos Celtic mengenai <em>Mererid</em>, putri Raja Gradlon yang berdosa, yang melakukan perbuatan keji yang menyebabkan tenggelamnya tanah Ys. Begitu pula, di Amerika (<em>Bochica</em>, dll) dan di tempat lain.</p>
<p>Jika kita membaca Alkitab dengan penuh perhatian, kita perhatikan bahwa Al-Kitab (Bible) juga berbicara tentang dua ciptaan, persis seperti Plato juga bercerita tentang dua Atlantises yang berbeda (bdk. <em>Kej</em> 1 dan 2). Selain itu, Alkitab juga bercerita tentang dua penghancuran dunia dengan Air Bah. Kedua narasi berbeda itu dengan aneh terukir satu sama lain dalam kitab <em>Kejadian(Genesis) </em> 6, dan terdiri atas Elohis dan  pertangungjawaban Jahvist terhadap air bah, yang menghubungkan dua  peristiwa yg tampak.</p>
<p><strong>Alkitab Adalah Benar Semua</strong></p>
<p>Kita melihat, kemudian, bahwa tradisi (atau tradisi-tradisi) yang diriwayatkan oleh Plato persis bertepatan dengan pengetahuan Alkitab. Selain itu, seperti yang kita katakan di atas, kedua tradisi juga pasti setuju dengan peristiwa-peristiwa prasejarah yang diamati dalam geologi dan catatan arkeologi. Dan, ketika kita menelusuri legenda di seluruh dunia ke sumber mereka, kita akan selalu berakhir di India dan Indonesia, dua legenda Atlantises, tidak peduli kita mulai dari mana.</p>
<p>Sebenarnya, benuanya tidak tenggelam. Ini adalah permukaan  laut yang naik, banjir di seluruh benua, seperti yang terjadi di benua Atlantis Lemurian dan, untuk sebagian besar, di Lembah Indus, lokasi Atlantis yang kedua.  Kaum relativis akan mengatakan bahwa kedua peristiwa &#8211; kenaikan permukaan laut dan benua yang tenggelam &#8211; adalah satu dan sama, paling tidak dari sudut pandang pengamat. Tapi para geolog akan berdebat sengit tentang  masalah ini, dan klaim, sebagaimana mereka telah lama lakukan, benua yang tenggelam  sebenarnya mustahil secara geologi. Ini semua adalah masalah perspektif, dari ilusi relativistik. Tetapi sumber-sumber kuno terbaik &#8211; mengatakan, misalnya yang luar biasa dalam hikayat Hindu,  <em>Mahabharata</em> – yang berbicara tentang kenaikan permukaan laut dan bukan  benua tenggelam.</p>
<p><strong>Benua Tenggelam Yang Sukar Dipahami Terungkap</strong></p>
<p>Namun, siapa pun yang memeriksa bagan dasar laut di wilayah Indonesia seperti  Peta Indonesia di Zaman Es tunjukkan pada Gambar. 1 di bawah ini, akan mudah diakui bahwa Laut Cina Selatan yang dikelilingi oleh Indonesia memang membentuk benua selama era glaciation terakhir, yang berakhir sekitar 11.600 tahun yang lalu. Bagan ini jelas menunjukkan benua Atlantis Lemurian yang tenggelam di Indonesia, serta garis  pantai luas  Atlantis India yang tenggelam di Delta sungai Indus.<img class="alignleft" src="http://www.atlan.org/images/articles/checklist/fig1.jpg" alt="" width="300" height="238" /></p>
<p><a href="http://www.atlan.org/images/articles/checklist/zoom/fig1.jpg" target="_blank"></a></p>
<p>Peta ini tidak meninggalkan ruang bagi keraguan tentang realitas apa yang sedang kita tegaskan mengenai Atlantis Lemurian dan  Atlantis India, yang hampir seluruhnya tenggelam, dan yang lain tenggelam pada luasan yang dapat diperkirakan.  Kami nyatakan bahwa peta ini &#8211; berbeda dengan kebanyakan orang yang menyajikan situs yang dianggap Atlantis dan/atau Lemuria &#8211; adalah murni ilmiah, bukan sekedar penemuan kita atau orang lain. Hal ini didasarkan pada rekonstruksi geofisika terrinci  dari dasar laut di wilayah yang bersangkutan,  dan menggambarkan bidang kedalaman di bawah 100 meter, yang jelas-jelas terpapar selama Zaman Es, ketika permukaan laut turun dengan jumlah tersebut dan bahkan lebih.</p>
<p><img class="alignleft" src="http://www.atlan.org/images/articles/true_history/fig2.jpg" alt="" width="320" height="245" />Bahkan, beberapa hal yang sangat ilmiah, peta serupa ada, dan dapat dilihat di tempat lain, termasuk di Internet. Salah satu peta ini, diterbitkan dalam <em>National Geographic Magazine</em> (vol. 174, No 4, Oktober 1988, pg. 446-7) dan direproduksi, untuk perbandingan, pada Gambar. 2 di bawah ini. Ini menunjukkan dunia seperti sekitar 18.000 tahun yang lalu, di puncak glaciation terakhir dari Zaman Es Pleistocene. Seperti dapat dilihat, peta ini cukup berhubungan erat dengan kita, yang ditunjukkan pada Gambar. 1.</p>
<p><a href="http://www.atlan.org/images/articles/true_history/zoom/fig2.html" target="_blank"></a></p>
<p>Secara khusus, harap perhatikan bongkahan tanah besar, dalam dimensi benua, ke selatan Asia Tenggara, dan yang menjadi tenggelam ketika permukaan laut naik, pada akhir era Pleistosen. Sebidang tanah lain yang cukup besar di Delta Indus, lokasi Atlantis yang kedua, juga menghilang pada kesempatan itu. Tidak ada daerah lain di dunia yang menampilkan kejadian serupa, termasuk Amerika (gambar tidak ditampilkan). Kesimpulannya adalah bahwa Atlantis, jika Plato benar berbicara dengan jujur, hanya mungkin berlokasi di wilayah dunia itu.</p>
<p>Seperti kedua peta di atas tunjukkan, sebuah perluasan besar &#8211; berukuran benua &#8211; Asia Tenggara yang  berjalan memanjang sampai ke Australia. Tanah berukuran benua ini memang &#8220;lebih besar dibandingkan di Asia [Minor] dan Libya [Afrika Utara] diletakkan bersama-sama&#8221;, persis seperti Plato tegaskan. Ini terlihat sudah sekitar dua atau tiga kali lebih besar daripada ukuran anak benua India. Itu juga jauh lebih besar daripada Australia, ditunjukkan berlebihan karena kekhasan proyeksi yang digunakan.</p>
<p>Di Kepulauan Indonesia dan Semenanjung Malaya yang kita amati sekarang ini adalah peninggalan yang tak tenggelam dari benua Atlantis Lemurian, puncak tinggi gunung-gunung berapi vulkanik yang menjadi pulau-pulau vulkanik daerah ini, situs sejati surga dalam semua tradisi kuno. Bagian yang tenggelam dari luasan benua sekarang membentuk dasar laut yang berlumpur dan dangkal di Laut Cina Selatan.  Wilayah ini dikelilingi oleh Indonesia dan membentuk batas antara Samudra Hindia dan Samudra Pasifik.</p>
<p>Lalu, seperti sekarang, Indonesia membentuk pemisahan Dunia Baru dari Dunia Kuno, apa yang dahulu (kuno/lama) disebut <em>Ultima Thule</em> ( &#8220;Ultimate Divide&#8221;?Pemisahan Sempurna). Thule juga berhubungan dengan apa yang orang tua kami namakan sebagai Pilar Hercules, yang menurut Plato, adalah ditempatkan &#8220;persis di depan Atlantis&#8221; <em>(hyper ten Heraklei Nyssai).</em></p>
<p>Pilar Hercules yang juga perbatasan yg tak dapat dilewati antara Dunia Kuno dan Dunia Baru, juga disebut Timur dan Barat. Keduanya terpisah oleh busur kepulauan vulkanik di Indonesia, benar-benar batas dari lempengan tektonik yang membentuk Dunia Kuno dan Dunia Baru. Bentengi navigasi ini, di wilayah Atlantis juga secara tegas disebutkan dalam uraian Plato dan sumber-sumber kuno lainnya mengenai Atlantis.</p>
<p><strong>Retakan Besar Dan  <em>Khasma</em> <em>Mega</em> –nya Hesiod</strong></p>
<p><img class="alignleft" src="http://ahmadsamantho.files.wordpress.com/2008/01/cracatoa.jpg?w=246&amp;h=164&#038;h=164" alt="" width="246" height="164" />Retakan besar yang memisahkan pulau Jawa dan Sumatra, disebabkan oleh menurunnya ketinggian gunung berapi Krakatau yang berubah menjadi kaldera bawah laut raksasa, yang sekarang membentuk Selat Sunda.  Retakan besar ini sangat terkenal sejak dahulu. Hesiod menyebutnya <em>Khasma Mega </em> (&#8220;Great Rift&#8221;/Retakan Besar), sebuah petunjuk yang ia pelajari dari agama Hindu.  Orang Hindu ini menyebutnya (dalam bahasa Sansekerta) dengan nama-nama seperti <em>Abhvan</em> (&#8220;Great Abyss&#8221;/ Jurang Ngarai yang dalam sekali dan besar), <em>Kalamukha</em> (&#8220;Black Hole&#8221;),  <em>Aurva</em> (&#8220;Fiery Pit&#8221;/Lubang Berapi),  <em>Vadava-mukha</em> ( &#8220;Fiery Submarine Mare&#8221;/Kuda Betina Bawah Laut Berapi), dan seterusnya. Great Abyss ini juga sama dengan yang orang Mesir sebut  sebagai <em>Nun, </em> dan yang  orang  Mesopotamia namakan  <em>Apzu</em> ( &#8220;Abyss&#8221;).</p>
<p>Hesiod dan beberapa tokoh kuno berwenang  lainnya menempatkan <em>Khaos</em> ini (&#8220;Divide&#8221;) atau <em>Khasma Mega</em> (&#8220;Giant Abyss&#8221;) pada dunia yang terpecah/terbagi, di bagian terdekat pintu masuk ke Neraka (Tartarus). Hesiod juga menempatkan Atlas dan Pilarnya (Gunung Atlas) di tempat yang suram ini di mana navigator (pelaut) kuno seperti Ulysses dan Argonauts menemui azab mereka. Seperti yang kami katakan di atas,  Black Hole mengerikan ini &#8211; pola dasar (arketipe) dari semua  yang menghantui imajinasi manusia &#8211; memang merupakan kaldera Krakatau yang berapi-api, siap untuk menghidupkan kembali azab neraka, paling tidak dalam tradisi Hindu di <em>Vadava-mukha.</em></p>
<p><strong>Apa Yang Terjadi Selama Era  Pleistocene?</strong></p>
<p>Mari kita simpulkan apa yang terjadi selama Zaman Es Pleistocene , karena signifikansi sejati tampaknya telah luput dari perhatian semua Atlantologists sejauh ini.</p>
<p>Ini adalah tentang bagaimana Zaman Es dimulai. Air laut  yang diubah menjadi awan oleh sinar matahari, lalu dibawa ke benua oleh angin, di mana kemudian ia turun ke bawah baik sebagai hujan, hujan es atau salju. Jika kondisinya tepat, sebagaimana mereka kemudian, air yang jatuh ke bawah  ini masih dipertahankan dalam  bentuk gletser yang akhirnya menutupi daerah beriklim sedang dengan selimut es yang tebalnya satu atau dua kilometer. Akibatnya permukaan laut turun sebesar 100-150 meter atau bahkan lebih, memperlihatkan dasar laut yang dangkal.</p>
<p>Itulah yang terjadi di Laut Cina Selatan, yang jarang melebihi kedalaman 60 meter atau lebih, seperti yang kami tunjukkan di <a href="http://translate.googleusercontent.com/checklist/zoom/fig1.jpg">Peta Gambar.</a> <a href="http://translate.googleusercontent.com/checklist/zoom/fig1.jpg">1.</a> Ketika Zaman Es berakhir, proses terjadi kembali. Gletser mencair, dan dengan cepat air lelehan  es gletser tersebut mengalir ke laut. Karena itu, bagian bawah yang sebelumnya terlihat sebagai lahan kering kembali menjadi tenggelam sekali lagi.</p>
<p>Seperti yang kita lihat, dunia bekerja seperti flip-flop atau ayunan, selamanya ber-osilasi (berdenyut) antara ekstrem dingin dan panas. Menariknya, itulah hidup itu sendiri yang menjaga keseimbangan, memperkenalkan umpan balik negatif yang melawan kecenderungan dunia untuk membekukan atau mendesis/memanas. Misalnya, jika karbon dioksida (CO2) meningkat di atmosfer, temperatur cenderung naik seperti apa yang disebut efek panas rumah kaca. Inilah yang kita amati dalam mendesisnya Planet Venus, yang atmosfernya hampir murni CO2. Dalam Planet Mars yang dingin sekali, atmosfer (dan Kehidupan) hampir semuanya hilang dalam bencana alam yang luar biasa &#8211; mungkin disebabkan oleh jatuhnya sebuah meteorit seukuran planetoidal &#8211; ayunan sebaliknya terjadi.</p>
<p>Di mana pun Kehidupan ada, seperti di Bumi, peningkatan kandungan CO2 di atmosfer juga mengakibatkan peningkatan fotosintesis. Tanaman tumbuh lebih hebat, memantapkan kelebihan karbon dioksida ke dalam diri mereka, dan mengurangi situasi. Proses sebaliknya terjadi jika kandungan  CO2 di atmosfer berkurang karena alasan tertentu. Akibatnya fotosintesis tanaman berkurangi dan material tumbuhan- terutama plankton di laut, lebih daripada hutan tropis &#8211; berkurang,  dan membebaskan CO2. Hal ini meningkatkan kandungan CO2 di atmosfer, cenderung meningkatkan suhu bumi kembali ke nilai normal.</p>
<p>Namun, kompensasi ini hanya bekerja dalam batas-batas yang kaku, dan kekacauan yang berlebihan dapat memicu sebuah Zaman Es atau Zaman Panas. Seperti flip-flops dan keseimbangan, transisi ini diperkuat oleh umpan balik yang positif, dan dengan cepat mengarah kepada situasi yang ekstrim, sekali lagi, stabil dan permanen sampai dipicu kembali lagi. Sebagai contoh jika lautan memanas, kelarutan CO2 di air berkurang, dan kandungan CO2 di atmosfer meningkat, sehingga cenderung lebih meningkatkan suhu bumi, dan begitu pula sebaliknya.</p>
<p>Selain itu, suatu tutupan lapisan es  (yang berwarna putih) akan memantulkan kembali sinar matahari secara efektif ke angkasa luar, dan mengurangi jumlah panas matahari yang diserap oleh bumi. Akibatnya suhu buminya menurun, dan ketebalan gletser lebih meningkat, sampai mereka menyelimuti semua daerah beriklim dingin di bumi. Dalam ketiadaan Kehidupan, kita memiliki dua contoh ekstrem dari dua tetangga planet kita, Venus dan Mars. Seperti yang kami katakan di atas, Venus adalah sepanas neraka, sedangkan Mars adalah benar-benar beku, seolah-olah dengan jelas mencontohkan kepada kita semua dua ekstrem kondisi tanpa kehidupan.</p>
<p><strong>Penyebab Zaman Es</strong></p>
<p>Penyebab dari Zaman Es dan kemajuan periodik  serta mundurnya  gletser kontinental adalah tidak cukup diketahui.  Tapi, untuk mempercayai mitos, akhir Zaman Pleistocene adalah akibat ledakan dahsyat Gunung Atlas, suatu yang menghapus negeri Atlantis kembar keluar dari peta.</p>
<p>Gunung (Mount) Atlas &#8211; &#8220;Tiang-tiang Surga&#8221; yang menghiasi Atlantis Lemurian &#8211; adalah puncak gunung berapi yang sangat besar di wilayah yang sekarang sesuai dengan busur kepulauan Indonesia. Untuk lebih tepatnya, ini adalah gunung berapi Krakatau yang mengerikan, bahkan saat ini masih hidup dan sangat aktif, meskipun telah terjadi ledakan monumental di zaman Atlantis. Setelah ledakan kolosalnya, gunung Krakatau jauh tenggelam ke dalam laut, dan menjadi kaldera raksasa yang sekarang membentuk Selat Sunda antara Jawa dan Sumatra.</p>
<p>Kaldera raksasa ini – berdiameter sepanjang 150 km  - adalah &#8220;Fiery Submarine Mare&#8221; <em>(“</em>Kuda Betina Berapi”/<em> Vadava-mukha)</em> yang kita komentari di atas. Ledakan raksasa Gunung Suci dibuktikan tidak hanya oleh mitos-mitos di seluruh dunia yang menceritakan akhir Paradise (Atlantis). Bencana alam (Cataclysms) serupa di wilayah yang jauh di dunia ini juga teruji dengan sabuk <em>tektite</em> (batuan gunung berapi) dan lapisan abu vulkanik yang menutupi sebagian besar Samudera Hindia Selatan, Australia, Indonesia dan Asia Tenggara.  <a href="/Tentang%20Atlantis/Terjemahan%20web%20atlan/Sejarah%20Atlantis%20yang%20Sejati_terj_indonesia_final.rtf#_ftn3">[3]</a></p>
<p>Abu dan debu yang dibebaskan oleh ledakan raksasa dibawa pergi oleh angin, dan menutupi gletser Asia Utara dan Amerika Utara dengan selubung gelap materi terkarbonasi. Hasilnya adalah peningkatan penyerapan sinar matahari dan gletser yang yang menutupi benua-benua di luar Kawasan Tropis cepat meleleh.</p>
<p><strong>Pelarian Termal Dan Kepunahan Kuarterner</strong></p>
<p>Proses pencairan gletser jauh dari seragam, sebagaimana banyak ahli geologi dari mazhab Darwin cenderung pikirkan. Lelehan air yang mencair dari gletser cepat mengalir ke laut, menciptakan tekanan besar antara kelebihan beban dasar laut dan  benua yang menurun. Kerak bumi retak dan sobek di banyak tempat, yang memicu munculnya gunung berapi, gempa bumi dan tsunami dalam proporsi yang belum pernah terjadi sebelumnya. Dan proses kekerasan terus berlanjut, didorong oleh daya momentum sendiri, sampai akhirnya selesai dan bumi telah keluar dari Zaman Es. Dalam peristiwa yang mengerikan ini &#8211; yang sama dengan mitos Banjir Besar- sehingga sekitar 70% spesies mamalia besar punah.</p>
<p>Kemandirian ini, proses degenerative yang meningkat, adalah apa yang fisikawan sebut sebagai &#8220;umpan balik positif&#8221;, dan identik dengan salah satu yang menyebabkan transisi flip-flops elektronik  di komputer elektronik dan semacamnya. Ini juga sesuai dengan proses fisika lainnya yang disebut &#8220;pelarian termal&#8221; , yang terjadi, misalnya, pada skala global dalam Efek Rumah Kaca. Peningkatan suhu bumi cenderung membebaskan CO2 (gas karbonat) yang larut dalam air laut ke atmosfer, sejak kelarutannya berkurang karena suhu panas.</p>
<p>Kandungan ekstra CO2 di atmosfer kemudian lebih cenderung meningkatkan pemanasan global, membebaskan lebih lanjut jumlah CO2, dan seterusnya sampai semua itu dilepaskan ke atmosfer, dan bumi menjadi terlalu panas. Inilah mungkin apa yang terjadi pada planet Venus yang mendesis, mungkin terjadi miliaran tahun yang lalu. Dan mungkin juga menjadi kasus bahwa Venus juga pernah memiliki Kehidupan, dan Mars rupanya juga demikian, sebagaimana  kita mulai belajar.</p>
<p>Ahli geologi menyebut kematian meluas yang terjadi pada akhir Pleistosen dengan nama “Kepunahan Kuarter”. Tetapi mereka gagal  menjelaskan penyebabnya, dan tidak ada dari puluhan teori-teori ilmiah secara harfiah mengusulkan penjelasan penyebab Zaman Es yang secara konsensus telah diterima oleh komunitas ilmiah. Di antara spesies yang punah, yaitu beberapa hewan yang luar biasa: Mammoth (gajah raksasa),  Mastodon, macan yang bertaring panjang,  beruang gua, sloths (kungkang) raksasa, lusinan spesies camelids, cervids, cavalids dan, sangat mungkin, manusia Neandertal dan Cro-Magnon, yang punah pada sekitar waktu ini untuk beberapa alasan yang tidak dapat dijelaskan yang hanya dapat dikaitkan dengan yang satu ini.</p>
<p>Tidak, mitos-mitos kuno sama sekali tidak melebih-lebihkan kepunahan universal dan kekerasan bencana banjir. Kepunahan massal di seluruh dunia dari ujung Kuarter (Zaman Es Pleistocene), paling tegas membuktikan, bahwa kebrutalan bencana adalah  benar-benar Velikovskian dalam luasnya, jika tidak di alam.</p>
<p>Dan kedua contoh Mars dan Venus adalah kesaksian langit dari apa yang mungkin memang akan terjadi pada bumi jika kita tetap menyiksanya dengan cara yang kita saat ini lakukan. Apakah kedua planet “Dua Saksi” yang  disebutkan dalam <em>Kitab Wahyu</em> (<em>Book of Revelation</em>, 11:8), &#8220;Mayat mereka terpapar di jalan-jalan Kota Besar (langit?) Untuk semua yang melihat dan mengagumi&#8221;? Aku tidak tahu, tapi aku takut mereka bisa jadi begitu. Bukankah  ini saksi dari kematian permanen pada skala planet mungkin memang hal yang paling menakutkan di seluruh langit?</p>
<p><strong>Runtuhnya Gunung Suci Osiris</strong></p>
<p>Gunung Atlas adalah Gunung Suci Surga yang sama yang diwakili oleh Piramida Besar. Osiris mati, berbaring istirahat dalam Gunung Suci, mewakili Atlantis  yg mati atau, lebih tepatnya, orang Atlantis yang mati dan dikuburkan oleh ledakan raksasa Gunung Suci Atlas. Gunung Atlas adalah sama dengan Gunung Meru dalam  agama Hindu, yang berbentuk gunung piramida di mana berfungsi sebagai pendukung langit.</p>
<p>Memang, kata Mesir untuk piramida: M&#8217;R adalah paling mungkin dibaca Meru seperti dalam nama Hindu gunung yang disimulasikan  dengan monumen. Orang Mesir kuno tidak mengeja huruf vokal dalam hieroglif mereka, sehingga bacaan di atas mungkin  sesuai dengan suatu yang sebenarnya yaitu Gunung Meru, Gunung  Surga yang meledak.</p>
<p>Dalam tradisi Hindu, Gunung Meru berfungsi sebagai Stambha, Tiang-tiang Surga.  Gunung Meru (atau Kailasa = &#8220;Tengkorak&#8221; = “<em>Kalvari</em>&#8220;) juga berfungsi sebagai pendukung Pohon Kosmis di mana Manusia Kosmik /Cosmic Man (<em>Purusha</em>) disalibkan, seperti Yesus Kristus di kayu salib. Gunung Meru juga Gunung Kudus di Surga, yang tak henti-hentinya digambarkan di India selama ledakannya, dalam mandalas yang indah seperti <em>Shri Yantra</em>. By the way, Lotus Emas sering ditampilkan dengan gambaran &#8220;cendawan jamur atom&#8221; dari ledakan kosmis, sebagaimana kita perdebatkan secara rinci dalam karya kita yang berjudul <em>&#8220;The Secret of Golden Flower</em> &#8220;.</p>
<p>Sebagai akibat dari ledakan raksasa, Gunung Meru (atau Atlas), yang mengeluarkan magma, roboh seperti balon yang ditusuk.  Puncak yang sangat besar tenggelam ke dalam laut, berubah menjadi kaldera raksasa. Penelitian kami dalam legenda dunia kuno telah menunjukkan bahwa ini memang adalah gunung Krakatau, yang berada di daerah yang sama kapan pun Gunung itu meletus lagi, seperti yang terjadi pada tahun 1883 dan pada kesempatan lain.</p>
<p><strong>Makna Pengebirian Primordial</strong></p>
<p>Krakatau sekarang merupakan gunung berapi bawah laut yang terletak di dalam kaldera raksasa yang sekarang membentuk Selat Sunda yang memisahkan Sumatera dari Jawa. Dalam mitos Hindu, ledakan gunung itu dan nasib selanjutnya secara allegori digambarkan sebagai Pengebirian Primordial yang mengubah Phalus/Penis Kosmis (<em>Lingga)</em> ke dalam Cosmic <em>Yoni</em> (atau Vulva). <em>Yoni</em> bumi adalah sama dengan <em>Khasma Mega</em>-nya Hesiod, yang lebih lanjut disebutkan di atas.</p>
<p>Kita lihat bagaimana tradisi orang-orang zaman dahulu yang tampaknya tidak masuk akal menjadi jauh lebih masuk akal daripada segala macam usaha penjelasan kasar oleh pakar modern.  Ini persis dengan fakta  yang merujuk legenda Atlas, Tiang Surga. Karena tidak dapat menanggung kelebihan beban penduduk bumi dengan para dewanya, Atlas runtuh, dan membiarkan langit  jatuh ke bumi dan menghancur-kannya.</p>
<p>Nama Atlas memang berasal dari akar bahasa Yunani <em>TLA</em> yang berarti &#8220;menanggung&#8221;, didahului oleh sebuah awalan (affix) a, yang berarti &#8220;tidak&#8221;. Oleh karena itu, nama Atlas secara harfiah berarti &#8220;yang tidak mampu menanggung [langit]&#8220;. Itulah alasan mengapa Atlas (dan Titan-titan lain seperti dirinya) sering digambarkan lemah, dengan kaki yang berbelit-belit. Runtuhnya langit, tentu saja, sebuah alegori yang cerdas dari jatuhnya debu vulkanik dan puing-puing ledakan Gunung Atlas yang jauh sebarannya. Dalam mitos Hindu, lapisan yang satu menguburkan lapisan yang sebelumnya, yang memunculkan suatu langit baru dan bumi baru, sama seperti kita baca dalam kitab <em>Wahyu.</em></p>
<p><strong>Atlantis Dan Munculnya Burung  Phoenix</strong></p>
<p><img class="alignleft" src="http://ahmadsamantho.files.wordpress.com/2008/01/garudapancasila.jpg?w=147&amp;h=114&#038;h=114" alt="" width="147" height="114" />Yang di atas adalah, tentu saja, persis seperti pesan dari <em>Wahyu</em> (21:1) St John&#8217;s, mengenai Yerusalem Baru.  Yerusalem Baru adalah Atlantis, yang lahir kembali dari bara abu, sejenis Phoenix, burung yang melambangkan surga dalam mitologi Yunani. Memang mitos ini disalin dari Mesir yang, pada gilirannya, mereka menjiplak dari India. India dan, lebih tepatnya, Indonesia, yang merupakan tanah air Phoenix (burung Garuda Wisnu Kencana?, pent.) yang sebenarnya, seperti yang relatif mudah untuk ditunjukkan, karena dari sanalah datangnya nama burung <em>Benu</em> orang Mesir dan burung Phoenix dari Yunani.</p>
<p>Burung mistik ini disebut <em>Vena</em> dalam <em>Rig Veda.</em> Jadi, jika Phoenix memang melambangkan Atlantis-Paradise yang bangkit dari abunya sendiri, seperti yang kami percaya hal itu terjadi, ada terdapat sedikit keraguan bahwa legenda adalah asli dari Veda, dan berasal di Hindia.  Nama itu tidak berarti apa-apa yang masuk akal baik bagi orang Mesir atau Yunani. Tetapi dalam lidah-lidah suci India itu berarti idea Eros (Cinta) dan, lebih tepatnya, Matahari Keadilan yang melambangkan Atlantis yang  muncul dari perairan jurang ngarai dalam purba. Mitos ini membentuk inti salah satu Yerusalem Surgawi, sebagaimana, katakanlah, mereka adalah Cosmogonies (asal-usul alam semesta) yang gaib, dari orang-orang Mesir, dan orang-orang  bangsa-bangsa yang paling kuno lainnya.</p>
<p><strong>Mesir Dan Asal-Usul Legenda Atlantis</strong></p>
<p>Plato mengakui bahwa dia belajar mengenai legenda Atlantis dari Solon, yang pada gilirannya, mendapatkannya dari Mesir. Tetapi mereka, pada gilirannya, belajar dari orang-orang Hindu dari Punt (Indonesia).  Punt adalah Tanah Leluhur <em>(To-wer),</em> Pulau Api dari mana orang Mesir awalnya datang, di zaman awal, yang terusir oleh bencana yang meratakan tanah mereka. Dari sana jugalah datangnya bangsa Arya, Ibrani (Yahudi) dan Fenisia (Phoenician), serta bangsa-bangsa lain yang mendirikan peradaban yang luar biasa pada zaman dahulu.</p>
<p>Dari Atlantis Lemurian primordial-lah yang melahirkan semua mitos dan tradisi-tradisi keagamaan, suatu yang sangat memungkinkan terjadinya peningkatan derajat Manusia di atas para binatang di tanah lapang. Dari Atlantis-lah berasal  semua ilmu pengetahuan kita dan teknologi kita: pertanian, penggembalaan ternak, alfabet huruf, metalurgi, astronomi, musik, agama, dan sebagainya.  Penemuan-penemuan ini sangat cerdas dan sangat maju sehingga tampak sangat alami seperti udara yang kita hirup untuk bernapas dan Tuhan yang kita sembah. Tetapi mereka semua sangat maju penemuannya yang datang kepada kita di waktu zaman awal, dari Atlantises kembar yang benar-benar terlupakan.</p>
<p>Di India dan di Indonesia-lah, bahwa, bahkan hari ini, kita menemukan rahasia Atlantis dan Lemuria yang tersembunyi di balik tabir tebal mitos-mitos dan alegori mereka. Peristiwa penting yang tersamar dalam tradisi agama Hindu dan Buddha, atau diceritakan sebagai kisah- kisah menarik seperti dari hikayat <em>Ramayana</em> dan <em>Mahaharata.</em> Kesalahan yang menyebabkan orang dahulu, yang diikuti para peneliti modern, sehingga percaya bahwa Atlantis terletak di Samudera Atlantik mudah dipahami sekarang bahwa sebenarnya kita tahu keberadaan benua yang tenggelam. Ketika manusia pindah dari Indonesia ke wilayah Eropa dan Timur Dekat, yaitu &#8220;Samudera di Barat&#8221; dari Hindu menjadi Samudera di Timur, karena lalu berbaring ke arah timur.</p>
<p>Mitos Hindu yang mengatakan Atlantis tenggelam di Samudera di Barat menjadi diartikan sebagai Samudera Atlantik, sebelah Barat dalam hal ke Eropa, tempat tinggal baru mereka. Orang Hindu menyebut benua tenggelam dengan nama <em>Atala</em> (atau <em>Atalas)</em> , nama yang sama dengan Atlas dan Atlantis (dengan menambahkan akhiran dari <em>tis</em> atau <em>tiv</em> yang berarti = &#8220;gunung&#8221;, &#8220;pulau&#8221;, dalam bahasa Dravida, dan diucapkan <em>&#8220;tiw&#8221;</em>).  Dari dasar inilah bahwa nama ini seperti <em>Keftiu </em>yang misterius dari orang Mesir, &#8220;Kepulauan di Tengah Samudera (the &#8220;Great Green &#8221; ) &#8221; akhirnya datang <em>(Keftiu</em> = <em>Kap-tiv</em> = &#8220;pulau ibukota&#8221; atau &#8220;Skull Island&#8221; = &#8220;Calvary&#8221; dalam bahasa Dravida, (bahasa asli Indonesia). Tapi ini adalah cerita panjang yang akan kami katakan di tempat lain, dengan menyajikan bukti-bukti detail yang luar biasa  dari dugaan kita.</p>
<p><strong>Pembalikan Arah Lautan Dan Arah Mata Angin</strong></p>
<p>Ini adalah untuk &#8220;pembalikan&#8221; dari Arah Mata Angin, yang disebutkan Plato dan Herodotus sebagai referensi, bersama dengan otoritas kuno lainnya. Yang cukup menarik, bahkan orang Amerindian &#8211; yang datang, setidaknya sebagian, dari Indonesia ke Amerika Selatan melalui Samudera Pasifik didorong oleh bencana alam Atlantis – sering kebingungan mengenai arah tanah air purba mereka, yang mereka kadang-kadang tempatkan/tunjukkan di Timur, kadang-kadang di Barat. Tapi, anehnya, mereka tidak pernah menujuk tempat itu ke arah utara, sebagaimana mestinya, jika mereka datang melalui Selat Bering.</p>
<p>Orang Yunani kuno berusaha untuk memperbaiki sebutan mitos-mitos mereka, dengan nama &#8220;Atlantic&#8221;, seluruh lautan yang mengelilingi Eurasia dan Afrika. Tapi hasilnya bahkan lebih buruk daripada sebelumnya dan hanya kebingungan lah yang tumbuh.  Herodotus biasa menertawakan usaha konyol para ahli geografi pada zamannya ini <em>(Hist.</em> 2:28). Aristoteles, dalam bukunya <em>De Coelo,</em> juga sangat spesifik terhadap kenyataan bahwa nama &#8220;Samudera Atlantik&#8221; &#8211; yaitu, &#8220;Samudra dari orang-orang Atlantis&#8221; &#8211; adalah keseluruhan lautan yang melingkar, meliputi lautan planet bumi..</p>
<p>Jadi, kita bisa menyimpulkan bahwa Atlantis dapat diterjemahkan secara sah baik di laut yang kita sekarang sebut dengan nama itu, atau, bahkan lebih mungkin, di laut di mana orang-orang dahulu menempatkan legenda mereka dan navigations mereka, yaitu Samudera Hindia. Samudra ini mereka namakan Erythraean, Atlantik, dan seterusnya, nama-nama yang memang terkait dengan Atlantis, &#8220;tanah orang-orang kulit Merah&#8221;, <em>Phoenica</em> primordial atau  <em>Erythraea Phoenicia, </em> yang namanya berarti &#8220;yang merah&#8221;.</p>
<p>Mungkin harus ditekankan bahwa itu adalah nama dari Samudra Atlantik (atau &#8220;Samudranya orang Atlanteans&#8221;) yang berasal dari Atlantis, dan bukan sebaliknya. Dan nama itu jauh mendahului Plato, yang disebutkan, oleh Herodotus, yang menulis buku <em>Sejarah</em> -nya sepenuhnya satu abad sebelum buku <em>Critias</em> -nya tulisan Plato. Selain itu, sebagai mana Herodotus jelaskan, nama &#8220;Samudera Atlantik&#8221; awalnya diterapkan ke Samudera Hindia, daripada kepada perairan yang sekarang menyandang nama itu. Jadi, itu adalah pada sisi dunia tertentu, dan bukan milik kita yang kita harapkan menemukan Atlantis.</p>
<p><strong>Atlas, Hercules, Atlantis, Dan Perjalanan Para Pahlawan</strong></p>
<p>Mitos Yunani sering kali mewujudkan kebingungan mengenai timur dan barat yang baru saja kami ingatkan. Di dalam perjalanan pahlawan Yunani seperti Hercules, Jason, Ulysses dan Argonauts semua tidak masuk akal bila ditempatkan di Mediterania atau bahkan di Samudera Atlantik. Tapi banyak mitos dan keterangan geografis itu akan  masuk akal jika kita tempatkan mereka di Samudera Hindia, seperti yang  seharusnya kita lakukan. Dan itu memang apa yang kita lakukan, dalam karya-karya lain yang lebih khusus dari kami mengenai topik menarik ini.</p>
<p>Demikian juga, Titan Atlas dan gunungnya, Mt. Atlas, sekedar ditempatkan di mana-mana, dari Hesperia (Spanyol), kepulauan Canaries dan Morroco sampai ke Bosporus dan Timur Jauh, pada batas-batas Hades (Neraka). Hasilnya adalah keberlimpahan Atlantises dan Tiang Atlas (atau Hercules) yang semuanya tidak masuk akal. Memang, dua pahlawan yang dipersonifikasikan sebagai Pilar Dunia mewakili dua Atlantises yang kita diskusikan lebih jauh di atas. Mereka adalah dipersonifikasikan sebagai Atlas dan Hercules, Kembar purba yang kita jumpai dalam semua Cosmogonies (Kisah tentang asal-usul alam semesta).</p>
<p>Dalam dialog-dialog Plato tentang Atlantis (<em>Critias</em> dan <em>Timaeus),</em> Hercules disebut sebagai Gadeiros atau Eumelos, nama-nama yang sesuai dengan sesuatu seperti &#8220;Cowboy&#8221; atau, lebih tepatnya &#8220;Pagar Sapi&#8221;. Nama ini merupakan terjemahan harfiah  dari <em>Setubandha,</em> sebutan bahasa sanskrit Indonesia. Nama ini disebabkan oleh kenyataan bahwa Indonesia memang &#8220;pagar luar&#8221; lautan, yang membelah Samudra Pasifik dari Samudera Hindia.</p>
<p><strong>Ultima Thule, Si Kembar, Dan Perang menjelang Hari Kiamat</strong></p>
<p>Indonesia, seperti yang kami katakan di atas, adalah Ultima Thule (atau <em>&#8220;Ultimate Boundary&#8221;/</em>perbatasn Terakhir<em>)</em> dari nenek moyang,  adalah batas terakhir yang tidak boleh diseberangi oleh para pelaut (navigator). Di sana tergeletak Pilar Hercules dan Atlas, kedua Kembar primordial. Dalam bentuk samaran lain, keduanya berhubungan dengan si kembar dari Gemini (Castor dan Pollux), yang langsung berasal dari Ashvin Kembar dari Hindu. Di Mesir, mereka terhubung dengan Seth dan Osiris, dan yang diperingati dengan dua <a href="http://translate.googleusercontent.com/translate_c?hl=id&amp;sl=en&amp;tl=id&amp;u=http://www.atlan.org/articles/temple1/&amp;prev=hp&amp;rurl=translate.google.co.id&amp;usg=ALkJrhhJWOr_6hd3Lq-6IuF27NIlzuqSJQ#obelisk">obelisk yang diletakan  di pintu masuk kuil-kuil Mesir.</a></p>
<p>Hercules adalah, tentu saja, seorang dewa Phoenix (Baal Melkart), pada gilirannya berasal dari Bala atau Bala-Rama (&#8220;Rama yang kuat&#8221;), saudara kembar Krishna. <em>Bala</em> berarti &#8220;Kuat&#8221; atau &#8220;Kekuatan&#8221; dalam bahasa Sansekerta, yang disebut sama <em>(Bias</em> = &#8220;Kekuatan&#8221;) dalam bahasa Yunani dan bahasa-bahasa lain. Krishna adalah World&#8217;s Pilar (Tiang Dunia), personifikasi yang jelas dari Atlantis.</p>
<p>Lebih tepatnya, si Kembar melambangkan (personifikasi) dua ras berambut pirang (Aryo-Semit) dan brunets atau &#8220;berambut merah&#8221; (Dravidas), yang ditakdirkan untuk bertarung di mana pun mereka bertemu. Kedua warna ini berasal dari Eden (Lemuria), surga purba di mana kemanusiaan awalnya muncul. Osiris, dewa orang Mesir, juga memainkan peran sebagai Cosmic Pilar <em>(Djed /Tiang Alam Semesta),</em> suatu peran yang dia berbagi bersama dengan Seth, saudara kembarnya berdua. Namun simbolisme mitos ini pada akhirnya berasal dari <em>Siwa</em> (SHIVA) sebagai <em>Sthanu,</em> &#8220;Tiang Dunia&#8221; dan dari <em>Shesha </em>(atau <em>Vritra</em>), Cosmic Serpent (Ular Naga Kosmis) yang merupakan pola dasar  (archetipe) Seth-Typhon.</p>
<p><strong>Pertempuran Anak-Anak Terang dan Anak-Anak Kegelapan</strong></p>
<p>The Twins (Si Kembar)- seperti <em>Deva</em> dan <em>Asura</em> Hindu  serta Anak-anak Cahaya dan Anak-anak Kegelapan dari kaum Essenians &#8211; adalah selalu menjadi personifikasi dari dua ras yang bersengketa tentang hegemoni dunia sejak zaman awal. Itu adalah perang mereka, &#8220;orang Yunani&#8221; dan “orang Atlantis” – yang disebut Plato, yang membawa  kehancuran Atlantis.</p>
<p>Tidak ada alasan untuk meragukan bahwa filsuf besar itu memang mentransmisi tradisi kuno itu dengan setia. Sebab, kita mulai belajar lagi bahwa perang global memang bisa mengarah ke berakhirnya dunia. Bahkan, itu adalah perang tanpa akhir yang sama yang mengancam kita sekarang seperti yang terjadi pada zaman awal. Kenyataan menakutkan ini diceritakan dalam  <em>Ramayana,</em> dalam <em>Mahabharata</em> dan juga dalam <em>Iliad,</em> belum lagi dalam mitos dan tradisi lain.</p>
<p>Tapi perang Atlantis adalah juga Perang Armageddon yang diceritakan di dalam <em>Kitab Wahyu (</em>dalam Bible<em>). </em>Perang ini sebenarnya adalah pengulangan atau replika, pertempuran primordial (purba) seluruh dunia antara Tuhan dan Setan Iblis. Makhluk-makhluk perkasa ini sama dengan yang disebut Titans (atau Giants/Raksasa) di Yunani. Perang mereka, seperti kata Plato dan para komentator jelaskan secara rinci, sama dengan salah satu dari Atlantis.</p>
<p><em>Armageddon</em> berarti (dalam bahasa Ibrani/Hebrew) sama dengan <em>Shambhalla</em> (dalam bahasa Sansekerta), &#8220;The Plains of Gathering&#8221; (Tanah Datar Pertemuan). Di sana ada tentara sedunia akan berkumpul, pada akhir zaman, karena &#8220;perang yang mengakhiri semua perang&#8221;, karena itu akan menutup zaman Kali Yuga. Perspektif menakutkan tampaknya memang nyata, bukankah benar begitu? Apakah ini cerita fable atau kenyataan? Agama atau keduniawian? Ilmu Pengetahuan atau  khayalan omong kosong? Kita cenderung percaya bahwa nenek moyang kita berbicara dengan sungguh-sungguh, dan bahwa perang Armaggedon dan zaman akhir dunia adalah cepat menjadi kemungkinan terlalu nyata.</p>
<p><strong>Apakah Mars Dan Venus adalah Suatu Contoh Langitan?</strong></p>
<p>Kami tidak mau kelihatan seperti memberi peringatan, karena pesan kami memang adalah salah satu harapan dan penyelamatan, dan bukan dari &#8220;Alkitab yang mendebarkan&#8221;.  Penemuan baru-baru ini tentang sisa-sisa kehidupan yang punah di planet Mars membawa kenangan pelajaran yang bernilai detail. Planet Bumi, di masa lalu, telah menelan banyak korban bencana alam yang hampir menghapuskan makhluk hidup. Bencana alam ini adalah karena penyebab yang berbeda dari jatuhnya comet dan asteroid atau ledakan gunung berapi vulkanik yang membawa bencana alam besar yang menyebabkan dan mengakhiri Zaman Es. Tidak mustahil, perang seperti Perang Atlantis dan Pertempuran para Dewata benar-benar telah terjadi pada masa yang jauh, masa lalu yang benar-benar terlupakan yang hidup di dalam mitos dan tradisi suci di mana pun.</p>
<p>Mungkin kita hanya melanjutkan peperangan ini dan lain-lain yang mungkin pernah terjadi di Mars dan Venus, yang menghancurkan Kehidupan di sana, kalau tidak dalam Sistem Matahari yang lain juga. Bahkan mungkin bahwa terjadinya Big Bang dan Penciptaan memang adalah proses siklus yang berulang secara periodik, sebagai mana sama seperti dalam tradisi-tradisi Hindu tentang Siklus Zaman tegaskan secara rinci. Kepunahan dinosaurus, dan asal-usul Bulan – yang terlempar keluar dari bumi karena tabrakan planetoidal &#8211; adalah contoh-contoh seperti Bencana alam serius. Ribuan kawah raksasa – yang sama besar dengan yang ada di Bulan, meskipun hampir terhapuskan oleh erosi &#8211; masih dapat diamati dari bumi, sebagai mana ilmuwan mulai temukan. Ratusan kali di masa lalu kita pernah terjadi kepunahan besar Kehidupan di bumi.</p>
<p>Sering kali di masa lalu dunia kita hampir menjadi seperti &#8220;kosong dan gelap dan tanpa bentuk&#8221; seperti pada proses Penciptaan, ketika Tuhan Allah mengubah bentuk bumi untuk terakhir kalinya.  Teori Uniformitarianisme Darwin dan Lyell tidak lebih daripada kepercayaan yang naif dalam doktrin Panglossian bahwa &#8220;segala sesuatu hanya terjadi untuk menjadi lebih baik, yang terbaik dari semua kemungkinan dunia&#8221;.</p>
<p>Fosil-fosil dan kepunahan di sini adalah untuk membuktikan, seperti yang dilakukan Geologi dan ilmu-ilmu lain, bahwa Catastrophism (bencana alam)  adalah  gambaran Alam sebanyak, dan mungkin bahkan lebih, daripada fenomena Uniformitarian. Ribuan objek Apollo dan kawanan Amor di orbit bumi, siap menyerang kita pada saat itu juga dengan kekuatan satu juta megaton atau lebih. Gagasan bahwa Allah memberi nikmat manusia &#8220;di atas binatang-binatang buas di padang&#8221; adalah kenaifan kita sendiri, gagasan egois dalam memandang Tuhan. Lebih mungkin, Dia menganggap semua Hidup sebagai sakral, sebagai hasil karya-Nya sendiri, jika Dia ada sama sekali. Itulah yang disangkal Alam menunjukkan dalam praktek sepanjang waktu.</p>
<p>Mars, dengan sisa-sia kehidupannya yang mati, dengan lautan yang kosong dan kering, dengan badai debu yang mengerikan menyapu kehampaan dan kehancuran tanpa akhir, ada di sini untuk membuktikan kepada semua bahwa Tuhan &#8211; atau, seperti beberapa orang akan, Alam atau Ibu Pertiwi &#8211; kadang-kadang kehilangan/memadamkan amarahnya dan memusnahkan Kehidupan sama sekali. Ini hampir terjadi pada air bah banjir, seperti mitos-mitos beritahukan kepada kita.  Kaum Atlantis yang menjadi korban &#8211; mungkin karena mereka berdosa, mungkin karena mereka berperang &#8211; hampir mengambil sisa kehidupan kita bersama. Planet Venus adalah contoh lain, secara terbalik, bahwa planet-planet memang bisa mati dan menjadi seperti steril seperti Bulan. Dan mungkin, bumi itu sendiri hanya &#8220;me-reset kembali ke nol&#8221; sekitar empat miliar tahun lalu, ketika Bulan ditarik keluar dari sana oleh tumbukan meteorit raksasa ukuran planetoidal.</p>
<p><strong>Atlantis Dan Ilusi Uniformitarianisme Darwin</strong></p>
<p>Seperti baru saja kita katakan, Theory Darwin tentang Evolusi Uniformitarian hanyalah ilusi para ilmuwan yang keras kepala.  Apa yang dunia sajikan kita setiap hari adalah sebuah rangkaian bencana tanpa akhir yang semakin besar, yang terrentang mulai dari tumbukan atom sampai ke Ledakan Besar (Big Bang). Kami baru-baru ini mengamati sebuah komet menghantam Yupiter dan membuka luka di planet itu sebesar seluruh planet bumi. Mars menunjukkan semua tanda-tanda telah terkena tabrakan berukuran tubuh planetoidal, yang membuka kawah besar di satu sisi dan mendorong bulan Olympus  di sisi yang lainnya. Mungkin inilah bencana alam yang memusnahkan Kehidupan di Planet Merah. Venus juga menyajikan sisa-sisa bencana serupa. Mungkin kita hanya terdampar di bumi ini, ditakdirkan untuk menjadi punah ketika waktu yang diberikan kepada kita berakhir, siapa yang tahu kapan?</p>
<p>Hidup adalah ilusi, sebagaimana segala sesuatu, seperti orang Hindu ajarkan kepada kita. Menurut mereka, bahkan para dewa akhirnya mati, dan akan diganti dengan dewa-dewa yang lebih baik, dalam bentuk-bentuk yang lebih berkembang/berevolusi.  Sebuah Ilusi juga,  sebuah teori supremasi yang menegaskan bahwa Peradaban pertama muncul dari Atlantis di Barat yang tak pernah ada, ke luar dari cadangan Europoid. Tapi peradaban mulai berevolusi atau berkembang pada saat seluruh Eropa sudah hampir sepenuhnya tertutup oleh gletser yang satu mil tebalnya yang membuat kehidupan sangat sedikit dan langka.</p>
<p>Atlantis Plato adalah, sebaliknya, digambarkan sebagai surga tropis yang mewah, dihiasi dengan logam-logam, kuda-kuda, gajah-gajah, pohon kelapa, buah nanas, parfum, kayu hutan aromatik (yang wangi) dan gambaran lainnya yang merupakan kekhususan dari India dan Indonesia di dunia kuno. Apakah filsuf besar itu  bermimpi, atau ia memang mendasarkan diri pada kitab suci yang kini telah hilang musnah dalam api unggun Inkuisisi Suci?</p>
<p>Atlantis di Samudra Atlantik adalah ilusi juga, sama halnya seperti di Pulau Kreta, Afrika, Amerika, Eropa Utara dan Laut Hitam. Atlantis yang sebenarnya, yang merupakan archetype (pola dasar) dari semua peradaban Atlantises yang lainnya adalah Indonesia, atau lebih tepatnya, benua luas yang tenggelam dikelilingi busur kepulauan ini. Di sanalah kami temukan apa yang  Plato sebut sebagai &#8220;laut yang tak dapat dilayari&#8221;, sama seperti apa yang disebutkan oleh para pelaut (navigator)  seperti Pytheas, Himilco, Hanno dan lain-lain. Atlamis purba inilah yang berfungsi sebagai model untuk Atlantis yang kedua,  yang ada di Lembah Sungai Indus &#8211; dan juga sebagai mana banyak sekali surga serupa lainnya yang kita  temui dalam semua tradisi agama kuno dan mitologi.</p>
<p><strong>Gunung Berapi Krakatau Dan &#8220;Laut yang tak dapat dilayari&#8221;  dari Atlantis</strong></p>
<p>Pusat lainnya, gambaran unik Atlantis adalah lautnya, diterjemahkan &#8220;innavigable&#8221; (tak dapat dilayari) sebagai akibat dari bencana alam, seperti yang dilaporkan oleh Plato dan otoritas kuno lainnya. Seperti yang telah kami sebutkan di atas lebih lanjut, lautan Atlantis yang  tak dapat dilayari karena lautannya tertutup tumpukan tebal batu apung raksasa yang mengambang dan berapi. Batu apung berapi ini dilontarkan keluar oleh ledakan raksasa vulkanik Gunung Atlas, salah satu yang menyebabkan  Benua yang hilang tenggelam</p>
<p>Fenomena serupa sungguh terjadi &#8211; dalam skala yang jauh lebih kecil, tapi cukup besar untuk menjadi salah satu bencana terbesar di dunia &#8211; di ledakan gunung berapi Krakatau yang kami sebutkan di atas lebih lanjut. Pembentukan batu apung &#8211; batuan semacam &#8220;buih&#8221; yang terbuat dari kaca silika &#8211; adalah karakteristik dari gunung berapi Indonesia, dan memang penyebab kekuatan letusan-letusan eksplosif mereka yang tak tertandingi. Fenomena ini sangat mirip dengan &#8220;muncul meletupnya&#8221; popcorn. Magma silika dari gunung berapi (Krakatau purba) di bawah laut yang terbentuk di bawah tekanan luar biasa berat kerak bumi dan air laut. Akhirnya, lapisan kerak bumi yang membentuk puncak gunung berapi meledak, dan terjadi letusan eksplosif.</p>
<p>Setelah dilepaskan, air panas yang terlarut dalam magma panas langsung berubah menjadi uap, secara harfiah meledak seperti popcorn, kecuali yang dalam skala luasan dunia. Laut terdorong, dalam gelombang tsunami yang merupakan peristiwa yang dimitoskan sebagai &#8220;air bah dari bawah&#8221;. Secara bersamaan, abu dan puing-puing dilemparkan ke dalam lapisan udara stratosfer, sebagai &#8220;jelaga&#8221;.  Debu beterbangan Ini akhirnya jatuh kembali ke bumi dan ke  laut, mencekik semua kehidupan di wilayah, dan menyebabkan hujan dalam jumlah sangat besar, &#8220;banjir air bah dari atas&#8221;.  Lebih jauh, debu itu menyelimuti gletser jaman es, dan menyebabkannya mencair gletser dan memicu akhir zaman Pleistosen, persis seperti yang terkait di atas.</p>
<p>Yang cukup menarik, orang Hindu  mengaitkan benda semacam buih laut dari kaca ini –- dengan Krishna dan Balarama, arketipe dari Hercules dan Atlas. Balarama adalah alias Ular Naga <em>Shesha,</em> yang namanya (dalam bahasa Sansekerta) berarti &#8220;residu&#8221; dan, lebih tepatnya, sejenis busa seperti ambergis atau batu apung terlempar di pantai oleh lautan. Seluruh cerita adalah kiasan cerdas dari ledakan Gunung. Atlas, Pilar Dunia, yang mendepak sejumlah besar batu apung dan fly ash (debu beterban gan) yang menutupi tanah dan laut Atlantis, dan mendesak keluar semua bentuk kehidupan surgawi.</p>
<p>Para Titans &#8211; dan Atlas pada khususnya &#8211; yang disamakan dengan Ular (atau Naga), dan yang &#8220;berkaki lemah&#8221;, anguipedal, Pahlawan yang membudayakan  seperti Erychthonios, Cadmus, Hercules, Quetzalcoatl, Kukulkan, dll. Semua memang seperti itu berasal dari Naga ( &#8220;orang Naga&#8221;, &#8220;Naga&#8221;) dari India dan Indonesia, seperti yang kita berdebat di tempat lain.</p>
<p><strong>Khayalan, Atlantises yang Tidak Masuk Akal </strong></p>
<p>Seperti yang kami katakan di atas, &#8220;Atlantis&#8221; di pulau Kreta dari tokoh berwenang tertentu adalah sebuah ilusi, seperti semua orang lain di luar dua Hindia. Namun demikian, ledakan dari gunung berapi Thera erat sejajar dengan salah satu letusan Gunung Krakatau tahun 1883, seperti beberapa orang telah catat. Tapi itu terlalu kecil dan terlalu keliru bila diletakkan dalam kaitannya dengan Pilar Hercules pada waktu yang tepat dan tempat yang tepat.</p>
<p>Selain itu, pulau Kreta tidak memiliki ukuran dan pentingnya sehingga Plato mengaitkan  dengan Atlantis, yang lemah bila dibandingkan dengan, katakanlah, peradaban kontemporer Mesir, Babylonia dan Mycenian Yunani. Dan bencana alam gunung Theran tidak pernah menenggelamkan  pulau Kreta ke dalam laut, atau bahkan dihambat keberadaannya dalam suatu cara yang terkenal. Bahkan, nama Kreta <em>(Kriti)</em> berarti &#8220;menyapu&#8221;, bukannya &#8220;suatu yang tenggelam&#8221;, seperti halnya nama Atlantis di lisan suci India. Jadi, Kreta diketahui &#8220;disapu&#8221; oleh bencana alam Theran, tetapi tidak benar-benar &#8220;tenggelam&#8221; oleh itu, sebagai mna Atlantis.</p>
<p>Ledakan Prasejarah gunung berapi Krakatau yang  membuka-pisahkan Selat Sunda itu, bila diperbandingkan satu juta kali lebih kuat. Jika ledakan gunung berapi Theran bisa menyapu bersih cukup luas Minoan Crete, kita dibimbing untuk menyimpulkan bahwa salah satu gunung berapi Indonesia juga bisa menghapuskan seluruh peradaban berukuran benua, dan telah memicu rangkaian peristiwa yang berpuncak pada berakhirnya Zaman Es Pleistocene.</p>
<p>Ilusi yang sama adalah Atlantises di selat Bosporus (Moreau de Jonnés), di Spanyol (R. Hennig), di Libya (Borchardt), di Benin di Afrika (Leo Frobenius) dan bahkan kecil kemungkinan salah satu di Laut Utara (Olaus Rudbeck), di Amerika (dari beberapa penulis) dan Antactica (idem). Bahkan yang lebih mustahil adalah Atlantises yang terletak di pulau-pulau benua yang tenggelam di Samudra Atlantik dan, khususnya, Laut Sargasso, karena mereka bahkan tidak memungkinkan secara geofisika.</p>
<p><strong>Retakan Tengah Samudra Atlantik Dan Atlantis menurut Donnelly</strong></p>
<p>Tidak ada benua tenggelam di dasar Samudera Atlantik, sebagai mana suatu studi intensif di daerah ini telah tegas tampilkan.  Apa yang diungkapkan oleh penelitian terinci adalah keberadaan Punggung Bukit Atlantik Tengah (Mid-Atlantic Ridge), kaldera di bawah laut yang membagi Samudera Atlantik di tengahnya.  Gambaran ini sesuai dengan retakan dari mana muncul Lempeng Tektonik, menyebabkan lempeng benua terdorong menjauh dari tempat itu, dengan kecepatan beberapa sentimeter per tahun.</p>
<p>Oleh karena itu, meskipun gagasan brilian Ignatius Donnelly, punggungan bukit (ridge) ini tidak sesuai dengan benua yang tenggelam, tetapi untuk tanah yang naik perlahan-lahan dari dasar laut. Seperti retakan dan punggungan bikit yang sebenarnya ada di semua lautan. Mereka naik di atas permukaan laut di tempat-tempat tertentu membentuk busur pulau, seperti di Indonesia dan di Lembah Indus. Di mana mereka terjadi, mereka menyebabkan jenis gunung berapi dan gempa bumi yang mengerikan yang telah kita bahas di atas. Bukan suatu kebetulan bahwa kedua Atlantises yang kita sebutkan terletak persis pada tempat-tempat seperti Mid-Oceanic ridges yang naik di atas permukaan laut.</p>
<p>Ketika kami memeriksa <a href="http://translate.googleusercontent.com/checklist/zoom/fig1.jpg">peta Gambar.</a> <a href="http://translate.googleusercontent.com/checklist/zoom/fig1.jpg">1,</a> kami juga mencatat bahwa sejumlah besar potongan India yang menghilang pada akhir jaman es di Delta Indus. Wilayah ini sekarang dikenal sebagai Rann Kutch ( &#8220;Rawa-Rawa Kematian&#8221;) dan pada kenyataannya masih tenggelam dalam laut, bahkan hingga hari ini. Wilayah ini dianggap semacam neraka, dan telah jelas dibanjiri oleh beberapa jenis bencana alam yang juga mengerikan terjadi di akhir zaman Pleistosen, seperti salah satu yang terjadi pada Atlantis Lemurian.</p>
<p><strong>Atlantis Lemurian Dan Empat Sungai Surga</strong></p>
<p>Pada kesempatan ini,dari peristiwa kematian benua Atlantis, gletser di pengunungan Himalaya mencair  sebagian besarnya, airnya mengalir menuruni Lembah Indus, dalam banjir yang ratusan kali lebih besar daripada yang sekarang, bahkan ketika musim hujan badai meng-azab wilayah.  Seperti itu jelas merupakan catatan yang ditinggalkan oleh badai yang menyapu Atlantis kedua (Hesperus), melemparkannya ke dalam laut selama “banjir kedua” seperti dalam Bible.</p>
<p>Hal yang sama juga terjadi di sisi lain Himalaya, dari mana muncul sungai-sungai yang mengairi Asia Selatan, Cina dan Asia Tenggara, seperti sungai Huang-ho, Sungai sungai Yangtze, sungai Mekong, sungai Irrawaddy, sungai Brahmaputra, Sungai Gangga. Ini memang Empat Sungai Eden (Lemurian Atlantis), sebagaimana kita perdebatkan secara rinci di tempat lain. Terdapat sangat sedikit keraguan bahwa Atlantis Lemurian- dan juga sebagai mana penerusnya, Atlantis India &#8211; adalah tradisi-tradisi suci berdasarkan fakta-fakta yang nyata yang sama sekali tidak dilebih-lebihkan oleh nenek moyang kita.</p>
<p><strong>Para Pahlawan Yang Membudayakan adalah Pelarian Atlantean </strong></p>
<p>Bencana yang dipertanyakan yang menyebabkan migrasi massal yang kemudian membentuk peradaban bangsa-bangsa itu di masa lalu seperti bangsa Mesir, Yunani, Kreta dan Mesopotamia. Termasuk juga orang-orang Yahudi (Jews), orang Fenisia (Phoenicians), dan bangsa Arya, terusir dari tanah leluhur mereka di Indonesia dan Asia Tenggara. Pada mulanya mereka menetap di India, tetapi diusir oleh penduduk setempat,  lalu bergerak pindah ke tempat-tempat yang baru saja disebut.</p>
<p>Migrasi massal seperti diceritakan dalam Alkitab dan dalam kitab-kitab suci yang sama dari segala bangsa, dalam legenda-legenda seperti Musa dan Bani Israel, Aeneas dan orang-orang Roma, Hercules dan Tentara ”sapi” Yunani, pengusiran Cain (Qabil bin Adam) dari Eden, kedatangan Quetzalcoatl di Meksiko, tentang Viracocha dan suku Inca di Peru, tentang Fomorians dan Tuatha de Danaan yang tiba di Britania, dan seterusnya.</p>
<p>Legenda-legenda ini menyembunyikan fakta-fakta nyata di bawah selubung alegori, dan mempersonifikasikan atau mendewakan bangsa-bangsa tersebut di bawah tokoh-tokoh pahlawan seperti Nuh, Manu, Hercules, Kukulkan, Abraham, Quetzalcoatl, dan segudang orang lainnya, atau pahlawan seperti Venus, Demeter , Dana, Danu, Vesta, Hathor, Isis, Hecate dan seterusnya. Lemuria memang Ibu Agung berkulit Hitam dari para Dewa dan Manusia. Dia adalah dewi yang sama yang kita kenal dengan nama-nama seperti Kali, Parvati, Demeter, Hera, Isis, Ishtar, Venus, Cybele dan bahkan Perawan Maria.</p>
<p>Keperawanan paradoksal Bunda Agung, mengacu pada kenyataan bahwa ia menanggung peradaban Lemurian sendirian, dalam caranya yang asli, tanpa bantuan sebuah &#8220;inseminator&#8221; (pembuah) peradaban.  Sebaliknya, semua peradaban lain berevolusi menjadi unggulan dengan bantuan benih dari luar oleh Para Pahlawan yang membudayakan (Civilizing Heroes), para malaikat, para dewa, para Setan, dll. Bangsa Lemurian inilah “Anak-anak Allah” itu, meskipun, menerangi dunia dengan cahaya Ibu Agung kita.</p>
<p>Atlantis kedua, India, adalah Bapak Besar kita. Bapak adalah yang dikenal sebagai Dewa yang membuahi yang dikenal sebagai Shiwa di India, Jahveh di Israel, Zeus di Yunani, Viracocha di Peru, Quetzalcoatl di Meksiko, Bochica di Kolombia, dan seterusnya. Dia adalah dewa yang dikebiri dan mati tetapi yang bangkit kembali dari antara orang mati, utuh dan jantan seperti biasa. Gambaran tersebut bukan tanpa analogi dengan gunung berapi yang abadi seperti Krakatau yang meledak dan menghilang dari pandangan, namun tetap bersinar di bawah permukaan laut, sampai tiba waktunya untuk bangkit dan bersinar lagi, mungkin atas perintah Allah.</p>
<p><strong>Banyak Aspek dari Dewa</strong></p>
<p>Seperti baru saja kita katakan, mitos bekerja di beberapa tingkat, dan sebuah paralel seperti Atlantis hanya satu wajah dari berbagai aspek Tuhan Allah. Dengan kata lain, gunung berapi adalah manifestasi dari kuasa Allah, senjata yang ia sering pilih untuk menghukum bangsa-bangsa dan memaksa evolusinya untuk mengikuti ajaran-Nya. Orang Hindu menyebut kekuatan ini dengan nama <em>vajra,</em> sebuah kata Sansekerta yang berarti baik &#8220;keras seperti berlian&#8221;, seperti &#8220;senjata petir&#8221;. V<em>ajra</em> adalah senjata petir yang digunakan oleh Dewa Yang Mahakuasa seperti Baal (Hercules &#8216;arketipe), Zeus, Indra, Haddad, dan segudang lainnya. Bahkan, Tuhan Allah adalah bukan, baik vajra maupun gunung berapi, tapi kekuatan di balik itu, Sang pendorongnya dan pemiliknya.</p>
<p>Karena <em>vajra</em> memang alat pemukul para dewa, senjata Langit yang Dia gunakan dalam rangka untuk mempercepat Evolusi dan untuk menggerakkan Alam dalam tindakannya, dalam parade tanpa akhir dari bentuk kehidupan yang menjadi ciri kehidupan. Mungkin semua ini memiliki tujuan dalam kesadaran ilahiyah, meskipun aku tidak benar-benar mengetahuinya dengan pasti. Tetapi tidak ada keraguan dalam pikiran saya bahwa Catastrophism (bencana alam) adalah cara Allah, jika Dia memang sudah punyai. Selain itu, ini juga cara Alami, janganlah ada orang yang meragukan hal itu. Bangsa-bangsa kuno juga tahu hal itu, dan begitu juga aku, setelah belajar dari mereka. Misalnya, mereka sering digambarkan sebagai <em>vajra</em> yang memukul atau mencaci, atau bahkan palu atau gada yang dikerahkan oleh dewa untuk mengaduk Alam ke dalam tindakan.</p>
<p>Dewa-dewa (manusia suci) seperti Kristus bukan satu-satunya yang mati dan bangkit kembali dari kematian. By the way, Kristus juga adalah pemilik dari &#8220;batang besi&#8221;, logam yang paling keras yang menjadi metafora untuk &#8220;berlian&#8221; dan, karenanya, untuk <em>vajra.</em> Christus didahului oleh banyak alias, dan konsep &#8220;bangkit dari kematian&#8221; mirip dengan dewa Matahari Keadilan yang muncul dari masa yang paling kuno. Di antara banyak arketipe Kristus kita dapat menyebutkan, begitu saja, Osiris, Attis, Tammuz, Adonis, Shiva, Kronos, Saturnus, Dionysos, Serapis, Mithra dan, tentu saja, Krishna, dalam serangkaian avatar yang tak terbatas, dan Hercules, pahlawan agung, dalam pendewaan berapi-api  yang  menggambarkan kebakaran di Atlantis.</p>
<p>Penelitian lebih lanjut dari wilayah Indonesia, sekarang hubungannya dengan tempat kelahiran Umat Manusia sedang akan ditunjukkan,, tentu saja untuk mengkonfirmasi realitas apa yang kita akui.  Riset kami didasarkan pada tradisi lokal yang sangat rinci dan merupakan buah dari bertahun-tahun kajian tentang mitos Atlantis-Eden meskipun dari sudut pandang yang tidak bias ilmiah. Kami tidak ada point dorongan agama, ilmiah, filosofis atau tentara bayaran, dan kepentingan kami semata-mata terletak dalam membangun Kebenaran. Sebagaimana orang-orang Romawi digunakan mengatakan, <em>Amicus Plato, magis amica Veritas.</em></p>
<hr size="1" /><a href="/Tentang%20Atlantis/Terjemahan%20web%20atlan/Sejarah%20Atlantis%20yang%20Sejati_terj_indonesia_final.rtf#_ftnref1">[1]</a> <strong>[Catatan kaki:</strong> Teks ini ditulis sekitar tahun 1992, dan baru direvisi dan diperbarui pada bulan Januari 2002. Banyak dari penemuan dan prediksinya baru saja dikonfirmasi secara empiris oleh Sains kemudian. Salah satu adalah konfirmasi dramatis keberadaan benua raksasa yang sekarang tenggelam di Asia Tenggara dan Selatan Cina, persis seperti yang diperkirakan oleh kami sendiri. Konfirmasi ini didapatkan dari satelit mata-mata NASA seperti NOAA, dan hanya baru-baru ini di-declassified (dibuka rahasianya), seperti yang kita komentari di situs ini. Selain itu, seperti yang sekarang kita bahas, bentuknya dan gambarannya adalah tepat seperti yang diramalkan oleh kami sendiri pada landasan teknologi yang sama sekali berbeda (bathymetrik soundings). Fakta penting lainnya adalah penemuan bahwa saat bencana yang menyebabkan akhir Zaman Es Pleistocene ini - sangat mungkin adalah sebuah “Heinrich Event”, seperti yang segera menjadi jelas – bukan hanya suatu yang baru dan semena-mena, tetapi terjadi pada saat yang sudah dinyatakan oleh Plato, yaitu 11.600 tahun yang lalu. Jadi, tampaknya filosof tua itu benar sepenuhnya, meskipun kenyataannya bahwa masih ada banyak ilmuwan yang masih gigih menolak percaya pada realitas bencana banjir tersebut. Sifat bencana yang menyebabkan akhir Zaman Es Pleistocene - Heinrich Events  yang baru saja disebutkan - juga tampaknya adalah hasil dari peristiwa yang diprediksi oleh kami sendiri sekitar 20 tahun yang lalu, yaitu hasil dari serbuan gelombang laut raksasa yang disebabkan oleh tsunami raksasa, akibat  gempa dari letusan dan ledakan gunung berapi supervolcanic , seperti yang dibahas dalam naskah ini.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Para ilmuwan belum mengetahui penyebab sebenarnya Heinrich Events, tapi saya yakin mereka segera akan tahu, ketika mereka menyadari ketidakmungkinan mengatakan mekanisme sekarang dianggap bertanggung jawab untuk peristiwa itu, yaitu: pecah terbukanya danau raksasa yang sebelumnya terbendung oleh gletser itu sendiri. Seperti komentar dalam catatan beberapa pakar geologi, pembendungan ini tidak mungkin untuk beberapa alasan, salah satunya kurangnya resistensi mekanis pada bagiannya. Kemungkinan pengurangan gletser Albedo oleh endapan jelaga juga telah dianggap sebagai penyebabnya. Dengan kata lain, meskipun tidak ada ramalan, prediksi kami ternyata cukup akurat. Pada kenyataannya, hal itu begitu jelas untuk ditinjau kembali, karena hal itu begitu logis. Dan hal itu,  meskipun non-kanonik, semua sangatlah  ilmiah, karena saya sendiri adalah seorang ilmuwan profesional, dan cukup terbiasa melakukan riset ilmu pengetahuan, baik secara konvensional atau tidak. Pada waktunya, teori saya akan menciptakan paradigma baru bagi hubungan antara Sains dan Agama yang akan tampak pada kedatangan kita di milenium baru ini.  Bagaimanapun juga Ini mungkin menyakitkan, menjadi semacam Cassandra, yang ditakdirkan menjadi kafir oleh banyak orang meskipun kesimpulan saya adalah benar. <em>Domine, non sum <strong>dignus.]</strong></em></p>
<p><a href="/Tentang%20Atlantis/Terjemahan%20web%20atlan/Sejarah%20Atlantis%20yang%20Sejati_terj_indonesia_final.rtf#_ftnref2">[2]</a> <strong>[Catatan kaki :</strong> Kami tekankan, sekali lagi, bahwa teori kami, tidak ada hubungannya dengan orang-orang yang secara dangkal disebut teosofis, Velikovskians, para Penganut Teori Pembalikan Kutub Bumi, dan anak-anaknya, karena hal ini semua sangat ilmiah dan dibangun berdasarkan fakta, lebih daripada sekadar agama atau tradisi. Teosofis memperoleh kebijaksanaan mereka dari Madame Blavatsky, seorang wanita Rusia, yang pada tahun 1860-an pindah ke India, di mana ia mendirikan The Theosophical Society, yang memiliki banyak pengikut di kalangan para intelektual zamannya. Blavatsky adalah orang yang sangat cerdas dan segera mengumpulkan ilmu pengetahuan dalam jumlah besar tentang Hindu dan tradisi esoterik lainnya, yang diterbitkan dalam buku-buku seperti <em>The Secret Doctrin </em>dan <em>The Veil of Isis (Tabir Isis),</em> yang menjadi sangat populer, bahkan sampai hari ini. Tapi tulisannya tampak seperti sebuah versi yang tidak mudah dicerna dari ajaran esoteris Buddhisme, Hindu, dan agama-agama lain dan doktrin Occult, yang bercampur dengan beberapa pseudo-ilmu yang dia diperoleh dari buku-buku teks geologi saat itu, yang akan terbukti  salah dalam perjalanan waktu.</p>
<p>Pole Shift (Pembalikan Kutub Bumi) adalah semata-mata kebohongan yang tidak ilmiah yang tidak memperhitungkan air. Hal ini tidak mungkin  baik menurut dasar geologi fisika tanah, seperti yang kita jelaskan secara rinci di mana pun. Ide-ide ini awalnya dipopulerkan oleh Charles Hapgood, dan bertahan pada penulis-penulis seperti John White dan Graham Hancock. Alih-alih ilmuwan, penulis ini adalah wartawan, yang spesialisasinya justru membuat diterima publik apa yang biasanya berupa kebohongan dan propaganda pemerintah. White  telah - dan memang seperti sebagian besar pendukung teori Pembalikan Kutub, termasuk Hapgood - menarik kembali pandangan mengenai Pembalikan Kutub (PoleShift), dia sekarang mengakuinya sebagai konsep yang tidak ilmiah. Kami berharap Graham Hancock akan segera melakukan hal yang sama, terutama karena ia sekarang membuang anggapan tentang sebuah Atlantis di Antartika, lalu mendukung hipotesis kami tentang sesuatu di Timur jauh.</p>
<p>Velikovsky adalah salah satu karakter lain yang tidak biasa. Ia seorang Yahudi Rusia dan imigran ke Amerika Serikat, buku-bukunya menjadi menyenangkan semua orang yang ingin tahu, di tahun 1950-an, ada ketidakpuasan dengan sikap anti ilmu dari Academic Science. Di antara semua ini, saya harus dihitung, karena buku-bukunya  itu telah  membuka mata saya tentang inkonsistensi teori seperti Keseragaman Geologis (Uniformitarian Geology)  dari Darwin dan teorinya tentang Evolusi, tepat berdasarkan premis yang salah ini. Masalahnya, Velikovsky mengambil peristiwa bencana, yang ia usulkan, sebagai kebenaran harfiah. Selain itu, sebagai seorang Yahudi ortodoks, Velikovsky juga percaya tanggal dan peristiwa-peristiwa dalam Alkitab -  yang absurd menurut standar geologi - menjadi fakta-fakta sebenarnya yang harus secara implisit dipercaya oleh semua. Tentu saja, sebagian besar anggapannya terbukti salah, kecuali sejauh mengenai Catastrophism tampaknya memang menjadi salah satu fitur penting tidak hanya untuk Evolusi, tetapi juga untuk geologi, berbeda dengan apa yang Drawin dan Lyell begitu tegas bantah. Tapi buku-bukunya - seperti yang dari Blavatsky dan bahkan dari Graham Hancock adalah bacaan yang baik bahkan untuk sekarang ini, selama buku-buku itu dianggap sebagai buku fiksi sains yang menyenangkan, berdasarkan pseudo-science yg sulit dicerna.</p>
<p><a href="/Tentang%20Atlantis/Terjemahan%20web%20atlan/Sejarah%20Atlantis%20yang%20Sejati_terj_indonesia_final.rtf#_ftnref3">[3]</a> <strong>Catatan kaki</strong> : Tektites Gelas adalah manik-manik dan benda padat yang dihasilkan dari meteorit raksasa (atau cometary) yang jatuh, atau mungkin, dari ledakan gunung berapi raksasa juga. Tabrakan tektites ini tersebar jauh dan meluas, seperti dalam kasus di atas. Yang jadi pertanyaan ada yang disebut Indochinites, dalam acuan kepada daerah di mana mereka ditemukan yang paling berlimpah. Indochinites adalah bertanggal pada 700 kyears (satu kiloyear = seribu tahun). Ledakan Danau Toba terjadi 75 kyears lalu. Yang bahkan lebih besar dari Danau Taupo terjadi di sekitar 100 kyears yang lalu atau lebih.</p>
<p>Ledakan raksasa ini &#8211; yang semuanya terjadi di wilayah Indonesia, wilayah vulkanik yang paling aktif di seluruh dunia &#8211; yang cukup besar untuk memicu Zman Es (Ice Age). Namun, apakah sesorang itu memang  tergantung pada penyebab kondisi lain, mungkin didikte oleh insolation dan variabel lain, astronomis atau tidak. Seperti kita katakan, wilayah Indonesia memiliki ratusan gunung berapi aktif atau tidak aktif, dan masih  sangat sedikit diteliti sejauh ini, karena terpencil.</p>
<p>Penelitian lebih lanjut dari wilayah Indonesia, sekarang hubungannya dengan tempat kelahiran Uamt Manusia sedang akan ditunjukkan,, tentu saja untuk mengkonfirmasi realitas apa yang kita akui.  Riset kami didasarkan pada tradisi lokal yang sangat rinci dan merupakan buah dari bertahun-tahun kajian tentang mitos Atlantis-Eden meskipun dari sudut pandang yang tidak bias ilmiah. Kami tidak ada point dorongan agama, ilmiah, filosofis atau tentara bayaran, dan kepentingan kami semata-mata terletak dalam membangun Kebenaran. Sebagaimana orang-orang Romawi digunakan mengatakan, <em>Amicus Plato, magis amica Veritas.</em></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ahmadsamantho.wordpress.com/2954/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ahmadsamantho.wordpress.com/2954/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ahmadsamantho.wordpress.com/2954/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ahmadsamantho.wordpress.com/2954/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ahmadsamantho.wordpress.com/2954/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ahmadsamantho.wordpress.com/2954/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ahmadsamantho.wordpress.com/2954/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ahmadsamantho.wordpress.com/2954/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ahmadsamantho.wordpress.com/2954/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ahmadsamantho.wordpress.com/2954/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ahmadsamantho.wordpress.com&blog=833033&post=2954&subd=ahmadsamantho&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ahmadsamantho.wordpress.com/2009/11/30/indonesia-kepulauan-peninggalan-atlantis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b9fdd433b32ba2b410dd1e3e94f9fbc3?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">samantho</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ahmadsamantho.files.wordpress.com/2009/11/benua-sunda-land2.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">benua Sunda Land2</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.atlan.org/images/book/0976955008.thumb.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.atlan.org/images/articles/checklist/fig1.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.atlan.org/images/articles/true_history/fig2.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://ahmadsamantho.files.wordpress.com/2008/01/cracatoa.jpg?w=246&#38;h=164" medium="image" />

		<media:content url="http://ahmadsamantho.files.wordpress.com/2008/01/garudapancasila.jpg?w=147&#38;h=114" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>PIDATO ANAK 12 TH YANG MEMBUNGKAM PARA PEMIMPIN DUNIA DI PBB</title>
		<link>http://ahmadsamantho.wordpress.com/2009/11/20/pidato-anak-12-th-yang-membungkam-para-pemimpin-dunia-di-pbb/</link>
		<comments>http://ahmadsamantho.wordpress.com/2009/11/20/pidato-anak-12-th-yang-membungkam-para-pemimpin-dunia-di-pbb/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 20 Nov 2009 06:37:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ahmadsamantho</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ahmadsamantho.wordpress.com/?p=2950</guid>
		<description><![CDATA[PIDATO ANAK 12 TH YANG MEMBUNGKAM PARA PEMIMPIN DUNIA DI PBB
Cerita ini berbicara mengenai seorang anak yg bernama Severn Suzuki,  seorang anak yg pada usia 9 tahun telah mendirikan Enviromental Children&#8217;s Organization ( ECO ).
ECO sendiri adalah sebuah kelompok kecil anak yg mendedikasikan diri untuk belajar dan mengajarkan pada anak&#8221; lain mengenai masalah lingkungan.

Dan mereka pun [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ahmadsamantho.wordpress.com&blog=833033&post=2950&subd=ahmadsamantho&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>PIDATO ANAK 12 TH YANG MEMBUNGKAM PARA PEMIMPIN DUNIA DI PBB</p>
<h2><span style="font-weight:normal;">Cerita ini berbicara mengenai seorang anak yg bernama Severn Suzuki,  seorang anak yg pada usia 9 tahun telah mendirikan Enviromental Children&#8217;s Organization ( ECO ).</span></p>
<p><span style="font-family:'Times New Roman';"><span style="font-weight:normal;">ECO sendiri adalah sebuah kelompok kecil anak yg mendedikasikan diri untuk belajar dan mengajarkan pada anak&#8221; lain mengenai masalah lingkungan.</span></p>
<p><span style="font-weight:normal;"><span id="more-2950"></span></span></p>
<p><span style="font-weight:normal;">Dan mereka pun diundang menghadiri Konfrensi Lingkungan hidup PBB, dimana pada saat itu Severn yg berusia 12 Tahun memberikan sebuah pidato kuat yg memberikan pengaruh besar ( dan membungkam ) beberapa pemimpin dunia terkemuka.</span></p>
<p><span style="font-weight:normal;"><br />
</span></p>
<p><span style="font-weight:normal;">Apa yg disampaikan oleh seorang anak kecil ber-usia 12 tahun hingga bisa membuat RUANG SIDANG PBB hening, lalu saat pidatonya selesai ruang sidang penuh dengan orang terkemuka yg berdiri dan memberikan tepuk tangan yg meriah kepada anak berusia 12 tahun.</span></p>
<p><span style="font-weight:normal;"><br />
</span></p>
<p><span style="font-weight:normal;">Inilah Isi pidato tersebut: (Sumber: The Collage Foundation)</span></p>
<p><span style="font-weight:normal;"><br />
</span></p>
<p><span style="font-weight:normal;"><br />
</span></p>
<p></span></h2>
<p>Halo, nama Saya Severn Suzuki, berbicara mewakili E.C.O &#8211; Enviromental Children Organization</p>
<h2><span style="font-weight:normal;">Kami adalah kelompok dari Kanada yg terdiri dari anak-anak berusia 12 dan 13 tahun, yang mencoba membuat perbedaan: Vanessa Suttie, Morga, Geister, Michelle Quiq dan saya sendiri. Kami menggalang dana untuk bisa datang kesini sejauh 6000 mil untuk memberitahukan pada anda sekalian orang dewasa bahwa anda harus mengubah cara anda, hari ini di sini juga. Saya tidak memiliki agenda tersembunyi. Saya menginginkan masa depan bagi diri saya saja.</span></p>
<p><span style="font-family:'Times New Roman';"><span style="font-weight:normal;"><br />
</span></p>
<p><span style="font-weight:normal;">Kehilangan masa depan tidaklah sama seperti kalah dalam pemilihan umum atau rugi dalam pasar saham. Saya berada di sini untuk berbicara bagi semua generasi yg akan datang.</span></p>
<p><span style="font-weight:normal;"><br />
</span></p>
<p><span style="font-weight:normal;">Saya berada di sini mewakili anak-anak yg kelaparan di seluruh dunia yang tangisannya tidak lagi terdengar.</span></p>
<p><span style="font-weight:normal;"><br />
</span></p>
<p><span style="font-weight:normal;">Saya berada di sini untuk berbicara bagi binatang-binatang yang sekarat yang tidak terhitung jumlahnya di seluruh planet ini karena kehilangan habitatnya. Kami tidak boleh tidak didengar.</span></p>
<p><span style="font-weight:normal;"><br />
</span></p>
<p><span style="font-weight:normal;">Saya merasa takut untuk berada di bawah sinar matahari karena berlubangnya lapisan OZON. Saya merasa takut untuk bernafas karena saya tidak tahu ada bahan kimia apa yg dibawa oleh udara.</span></p>
<p><span style="font-weight:normal;"><br />
</span></p>
<p><span style="font-weight:normal;">Saya sering memancing di Vancouver bersama ayah saya hingga beberapa tahun yang lalu kami menemukan bahwa ikan-ikannya penuh dengan kanker. Dan sekarang kami mendengar bahwa binatang-binatang dan tumbuhan satu persatu mengalami kepunahan tiap harinya &#8211; hilang selamanya.</span></p>
<p><span style="font-weight:normal;"><br />
</span></p>
<p><span style="font-weight:normal;">Dalam hidup saya, saya memiliki mimpi untuk melihat kumpulan besar binatang-binatang liar, hutan rimba dan hutan tropis yang penuh dengan burung dan kupu-kupu. Tetapi sekarang saya tidak tahu apakah hal-hal tersebut bahkan masih ada untuk dilihat oleh anak saya nantinya.</span></p>
<p><span style="font-weight:normal;"><br />
</span></p>
<p><span style="font-weight:normal;">Apakah anda sekalian harus khawatir terhadap masalah-masalah kecil ini ketika anda sekalian masih berusia sama serperti saya sekarang?</span></p>
<p><span style="font-weight:normal;"><br />
</span></p>
<p><span style="font-weight:normal;">Semua ini terjadi di hadapan kita dan walaupun begitu kita masih tetap bersikap bagaikan kita masih memiliki banyak waktu dan semua pemecahannya. Saya hanyalah seorang anak kecil dan saya tidak memiliki semua pemecahannya. Tetapi saya ingin anda sekalian menyadari bahwa anda sekalian juga sama seperti saya!</span></p>
<p><span style="font-weight:normal;"><br />
</span></p>
<p><span style="font-weight:normal;">Anda tidak tahu bagaimana caranya memperbaiki lubang pada lapisan ozon kita.</span></p>
<p><span style="font-weight:normal;">Anda tidak tahu bagaimana cara mengembalikan ikan-ikan salmon ke sungai asalnya.</span></p>
<p><span style="font-weight:normal;">Anda tidak tahu bagaimana caranya mengembalikan binatang-binatang yang telah punah.</span></p>
<p><span style="font-weight:normal;"><br />
</span></p>
<p><span style="font-weight:normal;">Dan anda tidak dapat mengembalikan hutan-hutan seperti sediakala di tempatnya, yang sekarang hanya berupa padang pasir. Jika anda tidak tahu bagaima cara memperbaikinya. TOLONG BERHENTI MERUSAKNYA!</span></p>
<p><span style="font-weight:normal;"><br />
</span></p>
<p><span style="font-weight:normal;">Disini anda adalah delegasi negara-negara anda. Pengusaha, anggota perhimpunan, wartawan atau politisi &#8211; tetapi sebenarnya anda adalah ayah dan ibu, saudara laki-laki dan saudara perempuan, paman dan bibi &#8211; dan anda semua adalah anak dari seseorang.</span></p>
<p><span style="font-weight:normal;"><br />
</span></p>
<p><span style="font-weight:normal;">Saya hanyalah seorang anak kecil, namun saya tahu bahwa kita semua adalah bagian dari sebuah keluarga besar, yang beranggotakan lebih dari 5 milyar, terdiri dari 30 juta rumpun dan kita semua berbagi udara, air dan tanah di planet yang sama &#8211; perbatasan dan pemerintahan tidak akan mengubah hal tersebut.</span></p>
<p><span style="font-weight:normal;"><br />
</span></p>
<p><span style="font-weight:normal;">Saya hanyalah seorang anak kecil namun begitu saya tahu bahwa kita semua menghadapi permasalahan yang sama dan kita seharusnya bersatu untuk tujuan yang sama.</span></p>
<p><span style="font-weight:normal;"><br />
</span></p>
<p><span style="font-weight:normal;">Walaupun marah, namun saya tidak buta, dan walaupun takut, saya tidak ragu untuk memberitahukan dunia apa yang saya rasakan.</span></p>
<p><span style="font-weight:normal;"><br />
</span></p>
<p><span style="font-weight:normal;">Di negara saya, kami sangat banyak melakukan penyia-nyiaan. Kami membeli sesuatu dan kemudian membuangnya, beli dan kemudian buang. Walaupun begitu tetap saja negara-negara di Utara tidak akan berbagi dengan mereka yang memerlukan.</span></p>
<p><span style="font-weight:normal;">Bahkan ketika kita memiliki lebih dari cukup, kita merasa takut untuk kehilangan sebagian kekayaan kita, kita takut untuk berbagi.</span></p>
<p><span style="font-weight:normal;"><br />
</span></p>
<p><span style="font-weight:normal;">Di Kanada kami memiliki kehidupan yang nyaman, dengan sandang, pangan dan papan yang berkecukupan &#8211; kami memiliki jam tangan, sepeda, komputer dan perlengkapan televisi.</span></p>
<p><span style="font-weight:normal;"><br />
</span></p>
<p><span style="font-weight:normal;">Dua hari yang lalu di Brazil sini, kami terkejut ketika kami menghabiskan waktu dengan anak-anak yang hidup di jalanan. Dan salah satu anak tersebut memberitahukan kepada kami: &#8221; Aku berharap aku kaya, dan jika aku kaya, aku akan memberikan anak-anak jalanan makanan, pakaian dan obat-obatan, tempat tinggal, cinta dan kasih sayang &#8221; .</span></p>
<p><span style="font-weight:normal;"><br />
</span></p>
<p><span style="font-weight:normal;">Jika seorang anak yang berada di jalanan dan tidak memiliki apapun, bersedia untuk berbagi, mengapa kita yang memiliki segalanya masih begitu serakah?</span></p>
<p><span style="font-weight:normal;"><br />
</span></p>
<p><span style="font-weight:normal;">Saya tidak dapat berhenti memikirkan bahwa anak-anak tersebut berusia sama dengan saya, bahwa tempat kelahiran anda dapat membuat perbedaan yang begitu besar,  bahwa saya bisa saja menjadi salah satu dari anak-anak yang hidup di Favellas di Rio; saya bisa saja menjadi anak yang kelaparan di Somalia ; seorang korban perang timur tengah atau pengemis di India .</span></p>
<p><span style="font-weight:normal;"><br />
</span></p>
<p><span style="font-weight:normal;">Saya hanyalah seorang anak kecil, namun saya tahu bahwa jika semua uang yang dihabiskan untuk perang dipakai untuk mengurangi tingkat kemiskinan dan menemukan jawaban terhadap permasalahan alam, betapa indah jadinya dunia ini.</span></p>
<p><span style="font-weight:normal;"><br />
</span></p>
<p><span style="font-weight:normal;">Di sekolah, bahkan di taman kanak-kanak, anda mengajarkan kami untuk berbuat baik. Anda mengajarkan pada kami untuk tidak berkelahi dengan orang lain, untuk mencari jalan keluar, membereskan kekacauan yang kita timbulkan; untuk tidak menyakiti makhluk hidup lain, untuk berbagi dan tidak tamak. Lalu mengapa anda kemudian melakukan hal yang anda ajarkan pada kami supaya tidak boleh dilakukan tersebut?</span></p>
<p><span style="font-weight:normal;"><br />
</span></p>
<p><span style="font-weight:normal;">Jangan lupakan mengapa anda menghadiri konperensi ini, mengapa anda melakukan hal ini &#8211; kami adalah anak-anak anda semua. Anda sekalianlah yang memutuskan, dunia seperti apa yang akan kami tinggali. Orang tua seharusnya dapat memberikan kenyamanan pada anak-anak mereka dengan mengatakan, &#8221; Semuanya akan baik-baik saja,  &#8217;kami melakukan yang terbaik yang dapat kami lakukan dan  ini bukanlah akhir dari segalanya.”</span></p>
<p><span style="font-weight:normal;"><br />
</span></p>
<p><span style="font-weight:normal;">Tetapi saya tidak merasa bahwa anda dapat mengatakan hal tersebut kepada kami lagi. Apakah kami bahkan ada dalam daftar prioritas anda semua? Ayah saya selalu berkata, “Kamu akan selalu dikenang karena perbuatanmu, bukan oleh kata-katamu”.</span></p>
<p><span style="font-weight:normal;"><br />
</span></p>
<p><span style="font-weight:normal;">Jadi, apa yang anda lakukan membuat saya menangis pada malam hari. Kalian orang dewasa berkata bahwa kalian menyayangi kami. Saya menantang A N D A , cobalah untuk mewujudkan kata-kata tersebut.</span></p>
<p><span style="font-weight:normal;"><br />
</span></p>
<p><span style="font-weight:normal;">Sekian dan terima kasih atas perhatiannya.</span></p>
<p></span></h2>
<h2><span style="font-weight:normal;">***********</span></p>
<p><span style="font-family:'Times New Roman';"><span style="font-weight:normal;"><br />
</span></p>
<p><span style="font-weight:normal;">Servern Cullis-Suzuki telah membungkam satu ruang sidang Konperensi PBB, membungkam seluruh orang-orang penting dari seluruh dunia hanya dengan pidatonya. Setelah pidatonya selesai serempak seluruh orang yang hadir diruang pidato tersebut berdiri dan memberikan tepuk tangan yang meriah kepada anak berusia 12 tahun itu.</span></p>
<p><span style="font-weight:normal;"><br />
</span></p>
<p><span style="font-weight:normal;">Dan setelah itu, ketua PBB mengatakan dalam pidatonya:</span></p>
<p><span style="font-weight:normal;"><br />
</span></p>
<p><span style="font-weight:normal;">&#8221; Hari ini saya merasa sangatlah malu terhadap diri saya sendiri karena saya baru saja disadarkan betapa pentingnya linkungan dan isinya disekitar kita oleh anak yang hanya berusia 12 tahun, yang maju berdiri di mimbar ini tanpa selembarpun naskah untuk berpidato. Sedangkan saya maju membawa berlembar naskah yang telah dibuat oleh asisten saya kemarin.  Saya &#8230; tidak kita semua dikalahkan oleh anak yang berusia 12 tahun &#8220;</span></p>
<p></span></h2>
<p>&nbsp;</p>
<h2><span style="font-weight:normal;">&#8212;&#8212;&#8212; &#8212;&#8212;</span></p>
<p><span><span style="font-weight:normal;">*Tolong sebarkan tulisan ini ke semua orang yang anda kenal, bukan untuk mendapatkan nasib baik atau kesialan kalau tidak mengirimkan, tapi mari kita bersama-sama membuka mata semua orang di dunia bahwa bumi sekarang sedang dalam keadaan sekarat dan kitalah manusia yang membuatnya seperti ini yang harus bertindak untuk mencegah kehancuran dunia.</span></p>
<p><span style="font-family:'Times New Roman';"><span style="font-weight:normal;">*(Copyright from: Moe Joe Free)*</span></p>
<p></span></span></h2>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ahmadsamantho.wordpress.com/2950/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ahmadsamantho.wordpress.com/2950/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ahmadsamantho.wordpress.com/2950/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ahmadsamantho.wordpress.com/2950/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ahmadsamantho.wordpress.com/2950/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ahmadsamantho.wordpress.com/2950/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ahmadsamantho.wordpress.com/2950/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ahmadsamantho.wordpress.com/2950/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ahmadsamantho.wordpress.com/2950/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ahmadsamantho.wordpress.com/2950/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ahmadsamantho.wordpress.com&blog=833033&post=2950&subd=ahmadsamantho&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ahmadsamantho.wordpress.com/2009/11/20/pidato-anak-12-th-yang-membungkam-para-pemimpin-dunia-di-pbb/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b9fdd433b32ba2b410dd1e3e94f9fbc3?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">samantho</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>